Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
adsbybawean

Cuaca Ekstrem Hambat Distribusi Logistik Kesehatan, Pelayanan di Bawean Tetap Diupayakan


Gresik – Cuaca ekstrem yang melanda perairan Gresik–Bawean dalam beberapa hari terakhir tidak hanya menghentikan aktivitas pelayaran, tetapi juga menghambat distribusi logistik kesehatan ke Pulau Bawean. Di tengah kondisi tersebut, RSUD Umar Mas'ud Bawean tetap berupaya memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat, termasuk memastikan pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan dapat memperoleh layanan kesehatan.

Pada Sabtu (1/8), seorang pasien dirujuk dari RSUD Umar Mas'ud Bawean ke RSUD Ibnu Sina Gresik dengan pendampingan tenaga perawat hingga tiba di rumah sakit tujuan. Rujukan dilakukan karena kondisi pasien masih mengalami sesak napas dan memerlukan pemeriksaan serta penanganan medis lanjutan. Pada saat yang sama, stok oksigen medis di RSUD Umar Mas'ud mulai menipis akibat terhambatnya distribusi logistik kesehatan dari daratan.

Sebelum proses rujukan dilakukan, pihak rumah sakit telah berkoordinasi dengan keluarga pasien dan menjelaskan kondisi medis serta pilihan transportasi yang tersedia. Namun, seluruh layanan kapal menuju Bawean tidak beroperasi akibat cuaca buruk, sementara tiket penerbangan perintis telah habis hingga 7 Agustus 2026. Dengan mempertimbangkan kebutuhan penanganan medis yang bersifat segera, keluarga pasien memutuskan menggunakan pesawat sewaan agar pasien dapat segera dirujuk ke RSUD Ibnu Sina Gresik.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, drg. Setyo Susilo, M.Kes., menjelaskan bahwa terhambatnya distribusi logistik kesehatan merupakan dampak langsung dari cuaca buruk yang menyebabkan kapal pengangkut tidak dapat beroperasi.

"Kondisi cuaca yang tidak memungkinkan menjadi kendala utama dalam distribusi logistik kesehatan ke Bawean. Selama periode 28 Juli hingga 4 Agustus, kapal menuju Bawean tidak beroperasi akibat cuaca buruk sehingga pengiriman logistik kesehatan, termasuk oksigen medis, tidak dapat dilakukan. Saat stok oksigen di RSUD Umar Mas'ud mulai menipis pada 1 hingga 3 Agustus, kami langsung menyiapkan pengiriman darurat sebanyak 40 tabung oksigen. Kami berharap kondisi cuaca membaik dalam satu hingga dua hari ke depan agar distribusi dapat segera dilakukan," ujar Setyo.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik telah menyiapkan 40 tabung oksigen untuk pengiriman darurat. Selain itu, sebanyak 80 tabung oksigen juga disiapkan sebagai pasokan lanjutan yang akan diberangkatkan segera setelah kapal barang kembali beroperasi.

Selama ini, distribusi oksigen menuju Bawean dilakukan melalui kapal barang dari Pelabuhan Sidayu menuju Pelabuhan Bawean dan telah berjalan lancar selama bertahun-tahun. Namun, cuaca ekstrem yang mengakibatkan terhentinya aktivitas pelayaran menyebabkan distribusi logistik kesehatan ikut terdampak.

Untuk mempercepat penyaluran logistik kesehatan, Dinas Kesehatan telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Syahbandar, serta pihak terkait di Paciran dan Lamongan. Apabila kondisi cuaca buruk berlangsung lebih lama, Dinas Kesehatan juga menyiapkan alternatif distribusi dengan berkoordinasi bersama Koarmada II untuk membantu pengiriman gas medis menuju Bawean.

Selain jalur laut, Dinas Kesehatan turut mengkaji kemungkinan distribusi melalui jalur udara. Namun, keterbatasan kapasitas angkut pesawat perintis serta adanya prosedur khusus dalam pengangkutan tabung oksigen menjadikan jalur laut tetap sebagai pilihan utama dalam pemenuhan kebutuhan oksigen medis di RSUD Umar Mas'ud Bawean.

Peristiwa ini menjadi bahan evaluasi Pemerintah Kabupaten Gresik untuk semakin memperkuat sistem layanan kesehatan di wilayah kepulauan. Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan adalah pengadaan oxygen generator di RSUD Umar Mas'ud Bawean. Fasilitas tersebut diharapkan mampu memenuhi sekitar 50 persen kebutuhan oksigen medis rumah sakit sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari daratan dapat dikurangi.

"Bawean memiliki karakteristik sebagai wilayah kepulauan yang membutuhkan sistem logistik kesehatan yang kuat. Karena itu, kami terus menyiapkan berbagai langkah, baik jangka pendek maupun jangka panjang, agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap terjamin meskipun menghadapi tantangan cuaca," pungkas Setyo. (bst)

DPC Abpednas Gresik Dilantik, Wabup Alif Dorong BPD Jadi Mitra Strategis Bangun Desa









GRESIK, 4 Agustus 2026 - Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mendorong Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah desa dalam pembangunan. Sinergi antara BPD dan kepala desa dinilai penting agar penyelenggaraan pemerintahan desa berjalan harmonis dan kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Wabup saat menghadiri Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) Kabupaten Gresik Masa Bakti 2026–2032. Bertempat di halaman belakang Kantor Bupati Gresik, Selasa (4/8), kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Gresik.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik, Wabup Alif menyampaikan selamat kepada jajaran pengurus DPC Abpednas Gresik yang baru dilantik. Ia berharap amanah tersebut menjadi ruang pengabdian untuk memperkuat peran BPD dalam pembangunan desa.

“Pelantikan ini bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi merupakan awal sebuah tanggung jawab yang besar. BPD memiliki posisi yang sangat strategis sebagai representasi masyarakat desa,” ujar Wabup.

Menurutnya, BPD tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga menjadi mitra pemerintah desa dalam melahirkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat. Karena itu, hubungan kepala desa dan BPD harus dibangun atas dasar saling menghormati, mengingatkan, dan menguatkan.

“Jangan sampai ada persaingan, apalagi konflik yang menghambat pembangunan. Yang harus kita bangun bersama adalah kolaborasi,” tegasnya.

Wabup Alif mengatakan, Pemerintah Kabupaten Gresik terus mendorong agar pembangunan dimulai dari desa. Karena itu, ia meminta BPD menjalankan peran strategis sebagai penyambung aspirasi masyarakat secara jujur dan objektif, sekaligus mengawal penggunaan dana desa agar berlangsung transparan dan akuntabel.

Selain itu, BPD didorong untuk ikut memacu inovasi desa, penguatan UMKM, ketahanan pangan, peningkatan kualitas pelayanan publik, pemberdayaan generasi muda dan perempuan, serta menjaga kondusivitas desa.

“Teruslah belajar, beradaptasi dengan perkembangan regulasi, memantapkan teknologi informasi, dan memperkuat kompetensi agar BPD semakin profesional,” katanya.

Wabup Alif menambahkan, Kabupaten Gresik sebagai daerah industri sekaligus memiliki karakter pedesaan yang kuat memiliki potensi ekonomi yang perlu terus dikembangkan dari tingkat desa. Menurutnya, penguatan sumber daya manusia dan gotong royong juga menjadi modal penting dalam pembangunan.

“Saya yakin apabila pemerintah desa, BPD, masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah daerah berjalan seiring, cita-cita mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera akan semakin cepat terwujud,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC Abpednas Kabupaten Gresik yang baru dilantik, HR. Hendry M mengatakan, kepengurusan yang baru dilantik akan menjalankan organisasi dengan mengedepankan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa.

Ia menyebut sejumlah program telah dijalankan Abpednas Gresik, di antaranya program “Jaga Desa, Jaga Dapur”, pembangunan sumur bor di salah satu desa di Kecamatan Balongpanggang, serta pengusulan 52 anak didik jenjang SD hingga SMP untuk mengikuti Program Indonesia Pintar.

“Ini semua adalah untuk memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujar Hendry.

Ke depan, DPC Abpednas Gresik juga berkomitmen mengambil bagian dalam mendukung program Nawakarsa Gresik Baru 2026–2030, khususnya melalui penguatan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.

Hendry mengatakan, pelaksanaan program tersebut akan dilakukan dengan membangun sinergi bersama kepala desa dan perangkat desa sesuai fungsi, tugas, dan kewenangan BPD.

Dukungan terhadap keberadaan Abpednas juga disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Zam Zam Ikhwan. Ia menilai BPD memiliki posisi penting dalam penyelenggaraan pemerintahan desa karena merupakan lembaga yang merepresentasikan masyarakat.

Menurutnya, BPD memiliki peran strategis dalam menyerap, mengelola, dan menyampaikan aspirasi masyarakat sekaligus menjadi penyeimbang dalam jalannya pemerintahan desa.

Ia menyebut terdapat lebih dari 1.400 anggota BPD yang tersebar di 330 desa di Kabupaten Gresik. Dengan jumlah tersebut, keberadaan wadah organisasi dinilai penting sebagai ruang untuk membangun kapasitas, komunikasi, dan kolaborasi antaranggota BPD.

Kajari Gresik menegaskan, Abpednas bukanlah tandingan kepala desa. Sebaliknya, organisasi tersebut harus menjadi mitra kerja pemerintah desa dalam membangun dan memajukan desa demi kesejahteraan masyarakat.

“Asosiasi ini bukanlah tandingan bagi para kepala desa. Abpednas merupakan mitra kerja kepala desa dalam membangun desa dan memajukan desa demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Ia pun meminta jajaran pengurus dan anggota Abpednas membangun sinergi serta koordinasi dengan pemerintah desa dalam menjalankan fungsi BPD. (bst)

Hadiri Giri Pancasuar Awards 2026, Bupati Fandi Akhmad Yani Dorong Pers Untuk Hadir dan Berdampak










Gresik, 5 Agustus 2026 - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mendorong insan pers untuk terus beradaptasi dengan perubahan teknologi dan pola konsumsi informasi masyarakat. Menurutnya, pers tidak cukup hanya hadir untuk memberitakan, tetapi juga perlu memberikan dampak dan manfaat melalui informasi yang disampaikan kepada publik.

Pesan tersebut disampaikan Fandi saat menghadiri Giri Pancasuar Awards 2026 yang digelar PWI Kabupaten Gresik. Digelar di Hotel Aston Gresik, Rabu (05/08), kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir, Kapolres Gresik Ramadhan Nasution, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat.

Bupati menilai perkembangan teknologi digital, termasuk kecerdasan artifisial (AI), telah mengubah lanskap informasi secara signifikan. Konten digital kini semakin sulit dibedakan dengan informasi yang benar-benar faktual.

“Digitalisasi merupakan tantangan yang luar biasa, termasuk kemajuan teknologi AI. Hari ini masyarakat bisa melihat produk digital yang perbedaannya sangat kecil dengan yang asli. Karena itu, teman-teman media tidak bisa lagi seperti dua atau tiga tahun lalu. Cara konvensional dalam pemberitaan harus direviu kembali,” ujar Bupati Yani.

Menurutnya, perubahan tersebut menuntut media untuk semakin memperkuat kapasitas sekaligus fungsi verifikasi. Di tengah derasnya arus informasi, pers memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat agar informasi yang diterima publik tetap faktual serta dapat dipertanggungjawabkan.

“Pemerintah membutuhkan peran media sebagai kanal komunikasi dan jembatan kepada masyarakat. Tidak hanya pemerintah, industri yang ada di Kabupaten Gresik juga membutuhkan komunikasi yang baik kepada masyarakat,” katanya.

Bupati juga mendorong media untuk mulai melihat dampak dari setiap pemberitaan yang diproduksi. Ia mencontohkan program sosial industri yang diarahkan untuk membantu penanganan stunting di tingkat desa. Media dapat mengikuti proses tersebut secara lebih mendalam, misalnya upaya penanganan persoalan gizi hingga perubahan perilaku masyarakat, kemudian mengemasnya menjadi informasi yang menunjukkan manfaat nyata program.

“Itulah yang saya maksud sebagai jembatan komunikasi publik,” ujarnya.

Karena itu, Bupati Yani mengajak insan pers untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Menurutnya, media perlu memahami bagaimana masyarakat saat ini memperoleh dan memilih informasi, termasuk melalui berbagai platform digital.

“Kita yang harus menyesuaikan dan beradaptasi dengan kondisi sekarang. Kalau dulu kita menulis berita tetapi tidak ada yang membaca, sekarang kita harus melihat bagaimana keberadaan kita benar-benar memberikan dampak dan manfaat,” kata Bupati Yani.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, industri, dan pers terus diperkuat sehingga tidak muncul jarak komunikasi dengan masyarakat. Berbagai program pembangunan, menurutnya, membutuhkan media sebagai penghubung agar manfaatnya dapat diketahui dan dipahami publik.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyerahkan apresiasi kepada para penerima Giri Pancasuar Awards 2026. Ia menyebut mereka sebagai tokoh yang telah memberikan kontribusi dan manfaat bagi masyarakat melalui bidang masing-masing.

“Siang hari ini kita berkumpul bersama tokoh-tokoh hebat yang memiliki dedikasi dan kontribusi, sekecil apa pun, tetapi memberikan dampak dan manfaat yang bisa dirasakan masyarakat Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Pada Giri Pancasuar Awards 2026, anugerah diberikan kepada lima tokoh dan pelaku usaha yang dinilai memberikan kontribusi di berbagai bidang. Kategori Pelopor Inovasi Bisnis dan Ekonomi Kreatif dianugerahkan kepada Irene Yandri Sandrika, pengusaha Sop Buah Irine. Kategori Tokoh Penggerak Penyerapan Tenaga Kerja Lokal diberikan kepada Alfan Wahyuddin, CEO dan Presiden Direktur PT Asuka Engineering.

Sementara itu, kategori Tokoh Penggerak UMKM Gresik dianugerahkan kepada Nila Yani Hardiyanti, anggota DPR RI. Penghargaan sebagai Penggerak Industri Kreatif dan Fashion Lokal diberikan kepada Ramli Collection, brand fashion muslim. Adapun kategori Pelopor Usaha dan Pariwisata Gresik diberikan kepada PT Dharma Graha Utama, pengelola Gressmall dan Hotel Aston Gresik.

Selain anugerah kepada para tokoh dan pelaku usaha, Giri Pancasuar Awards 2026 juga memberikan apresiasi kepada sejumlah lembaga dan perusahaan atas kontribusinya bagi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Gresik.

Apresiasi diberikan kepada Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Gresik atas komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan perizinan kepada masyarakat; PT Petrokimia Gresik atas konsistensinya menghadirkan Program Petrokimia Media Award (PMA) sebagai bentuk sinergi dengan insan pers; serta PT Cargill Cocoa & Chocolate Gresik atas kontribusinya dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Gresik.

Apresiasi berikutnya diberikan kepada PT Smelting atas kepeduliannya melalui program pendampingan pasien tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Gresik, serta RS Wates Husada atas kontribusinya dalam menghadirkan program rehabilitasi medis dan sosial bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim mengapresiasi penyelenggaraan Giri Pancasuar Awards 2026. Ia berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi para penerima untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi bagi daerah.

Lutfil juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara UMKM dan korporasi besar dalam memperkuat ekosistem perekonomian Gresik. Menurutnya, keberadaan industri besar perlu diikuti dengan semakin terbukanya ruang bagi UMKM lokal untuk masuk dalam rantai pasok industri, mulai dari penyediaan katering, seragam, konveksi, hingga kebutuhan operasional lainnya.

“Bagaimana kemudian ekonomi kerakyatan, ekonomi UMKM ini bisa menjadi penyangga, menjadi vendor daripada usaha-usaha korporasi besar,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, Lutfil menilai pers juga dapat mengambil peran dengan memprofilkan potensi UMKM dan mempertemukannya dengan korporasi besar.

“PWI bisa menjadi jembatan informasi bagaimana yang besar bisa melihat potensi yang kecil,” katanya.

Ketua PWI Kabupaten Gresik, Deni Ali Setiono, mengatakan Giri Pancasuar Awards 2026 merupakan bentuk apresiasi kepada mereka yang telah menjadi inspirasi sekaligus teladan bagi masyarakat. Penghargaan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai simbol apresiasi, tetapi mendorong semakin banyak masyarakat untuk berdaya, berprestasi, dan memberikan manfaat. (bst)

Buka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi Permanen, Bupati Gresik Berikan Harapan Baru Pendidikan Keluarga Prasejahtera








Gresik, 31 Juli 2026 - Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, didampingi Wabup Asluchul Alif resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Permanen di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu. Ini sebagai langkah nyata pemerintah daerah dalam memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan gratis berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, Jumat (31/7/2026).

"Program ini bukan hanya sebuah pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan kualitas sumber daya manusia yang nantinya akan menjadi pondasi kemajuan bangsa. SR hadir sebagai upaya negara menyediakan ruang belajar yang inklusif, terjangkau, dan berkualitas bagi anak-anak kita terutama mereka yang membutuhkan dukungan lebih besar," ujarnya.

Bupati Gresik menyampaikan selamat datang kepada seluruh calon peserta didik dan orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Gresik. Hari ini merupakan momentum yang sangat istimewa karena menjadi awal perjalanan pendidikan bagi  anak-anak kita melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang akan berlangsung mulai tanggal 31 Juli sampai dengan 21 Agustus 2026.

"Momentum ini bukan sekadar membuka tahun ajaran baru, tetapi juga meneguhkan komitmen kita bersama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul sebagai fondasi terwujudnya Gresik Baru Lebih Maju. Yaitu Gresik yang semakin maju pembangunan manusianya, semakin kuat daya saingnya, semakin inklusif pembangunannya, serta semakin sejahtera masyarakatnya," harapnya.

Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan setiap anak Indonesia memperoleh hak yang sama atas pendidikan yang bermutu. Program ini sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, memperluas akses pendidikan yang berkualitas, mengurangi kemiskinan, serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Sekolah Rakyat program prioritas Bapak Presiden Prabowo ini dibangun di atas tanah seluas 6,5 hektare menampung 405 siswa. Sebanyak 90 siswa jenjang SD, 90 siswa jenjang SMP, dan 90 siswa jenjang SMA. Selain itu, terdapat pula 60 siswa titipan dari Kabupaten Lamongan serta 75 siswa dari SRMA 37 Gresik," terangnya.

Bupati Yani menambahkan, keberadaan sekolah rakyat bukan hanya menjadi program pemerintah. Melainkan gerakan bersama yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, masyarakat, dan keluarga untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh masa depan yang lebih baik.

Dikatakan, pendidikan merupakan jalan paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Untuk itu, Pemkab Gresik terus memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai salah satu investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang cerdas, sehat, berkarakter, berakhlak mulia, mandiri, adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memiliki semangat gotong royong dan cinta tanah air.

"Inilah investasi terbaik yang kita siapkan menuju Indonesia Emas 2045,ketika bangsa Indonesia memasuki satu abad kemerdekaan dengan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global," ungkap Bupati Yani.

"Masa pengenalan lingkungan sekolah bukan sekadar mengenalkan ruang kelas, guru, maupun tata tertib sekolah. Lebih dari itu, MPLS merupakan proses awal membangun karakter, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, semangat gotong royong, sikap saling menghormati, budaya belajar yang positif, serta kemampuan beradaptasi di lingkungan baru," tuturnya.

Bupati Gresik berharap seluruh guru dan tenaga kependidikan dalam mendampingi anak-anak dengan penuh kasih sayang. Sehingga sekolah benar-benar menjadi rumah kedua yang aman, nyaman, ramah anak, bebas dari perundungan, dan menjadi tempat tumbuhnya mimpi-mimpi besar. Ia juga mengajak orang tua dan wali peserta didik untuk terus bersinergi dengan sekolah.

"Pendidikan yang berhasil tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan. Kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat akan menjadi fondasi lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik. Tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, serta akhlakul karimah sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan," tambahnya.

Hari ini adalah awal dari perjalanan panjang untuk meraih cita-cita. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, hormatilah guru-gurumu, sayangilah teman-temanmu, dan jangan pernah berhenti bermimpi. Jangan merasa rendah diri karena keadaan kalian berada di sekolah ini bukan karena keterbatasan, melainkan karena negara hadir untuk membuka kesempatan yang lebih besar bagi kalian.

"Jadikan kesempatan ini sebagai titik awal untuk membuktikan bahwa dengan kerja keras, disiplin, doa, dan semangat pantang menyerah kalian mampu menjadi generasi yang membanggakan keluarga, daerah, dan bangsa. Di sini kita juga punya siswa-siswi yang sudah berjalan satu tahun. Alhamdulillah perkembangan mereka sampai saat ini cerdas dan hebat," imbuhnya.

"Saya yakin, dari Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Gresik ini akan lahir generasi penerus yang kelak menjadi pemimpin, pendidik, tenaga profesional, wirausahawan, inovator maupun tokoh masyarakat yang akan membawa Kabupaten Gresik semakin maju, dan memberikan kontribusi bagi Indonesia," tutup Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Kegiatan ini turut dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gresik, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lamongan, Kepala OPD lingkup Pemkab Gresik, relawan PKH, Tagana, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Kecamatan Sidayu. (bst)

Bupati dan Wakil Bupati Gresik Salurkan Bantuan Stimulan Material Untuk Korban Kebakaran Sembayat







Gresik, 31 Juli 2026 - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Asluchul Alif bergerak cepat menyalurkan bantuan stimulan material bangunan kepada warga korban kebakaran di Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Jum'at (31/7/2026). Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga memberikan bantuan logistik kepada korban. 

Kebakaran yang terjadi di jalan Manunggal II RT 011 RW 003 Desa Sembayat Kecamatan Manyar,  Kabupaten Gresik, pada Kamis (23/7/2026) sore tersebut selain menghanguskan 4 rumah warga juga menghanguskan sebagian fasilitas umum yaitu Musholla Darul Ikhsan. 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Yani, menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang dialami para warga, dan berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban korban. Ia juga mengapresiasi kepedulian berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, yang turut membantu penanganan para korban. 

"Kami sangat prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa warga kita. Mudah-mudahan bantuan stimulan berupa material ini dapat sedikit meringankan beban para korban," ujarnya. 

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Yani menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang tertimpa musibah. Menurutnya, kehadiran pemerintah tidak hanya sebatas menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan para korban mendapatkan pendampingan dan dukungan agar dapat segera bangkit serta melanjutkan kehidupan secara normal.

"Anggaran bantuan dari pemerintah daerah tidak hanya terbatas bagi korban musibah kebakaran, namun berlaku adil juga disalurkan untuk warga yang terdampak musibah angin puting beliung maupun banjir," ungkapnya.

Selain menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para penerima manfaat, Bupati dan Wakil Bupati Gresik juga menyempatkan diri berdialog dengan warga untuk mendengarkan secara langsung kondisi yang mereka alami pascabencana. Serta memberikan semangat agar tetap optimistis menjalani proses pemulihan.

Sementara itu, salah satu penerima bantuan, Sarwedi (65), menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang sudah diberikan Pemerintah Kabupaten Gresik.

"Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati yang sudah sudi datang dan berkunjung ke rumah kami yang kebakaran," tururnya.

"Kami sekeluarga juga mengucapkan terima kasih atas bantuan berupa kasur, logistik, sembako, dan makanan dari BPBD dan Pemdes Sembayat, serta bantuan stimulan tanggap bencana dari Pemkab Gresik," ungkapnya.

Turut mendampingi Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Ida Lailatussa'diyah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Suyono, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukardi, Forkopimcam Manyar, serta Kepala Desa Sembayat, Amin beserta perangkat dan BPD.(bst)

Beyond Investment, Bupati-Wabup Gresik Dorong Investasi Tumbuh Bersama Masyarakat




Gresik, 30 Juli 2026 - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik untuk membangun iklim investasi yang tidak hanya mengejar besarnya modal yang masuk, tetapi juga memastikan kehadirannya memberi manfaat bagi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan dalam The 1st Gresik Business Forum bertema “Beyond Investment: Membangun Kemitraan Strategis untuk Masa Depan Gresik” yang digelar Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kamis (30/07). Forum ini mempertemukan pemerintah dengan pelaku usaha, asosiasi dunia usaha, kawasan industri, perbankan, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya.

Bupati Yani mengatakan, investasi yang masuk ke Gresik harus dilihat lebih luas dari sekadar angka realisasi. Investasi diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM lokal, meningkatkan kompetensi tenaga kerja, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Investasi mungkin dimulai dengan angka, tetapi kemitraan dibangun melalui kepercayaan. Investasi menghadirkan proyek, tetapi kemitraan menciptakan masa depan,” ujar Bupati Yani.

Hingga semester pertama 2026, realisasi investasi di Kabupaten Gresik telah mencapai sekitar Rp11,4 triliun. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya mengejar target investasi sebesar Rp30 triliun pada tahun ini.

Bupati mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Di tengah situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, menurutnya, Gresik harus mampu memberikan pelayanan dan kepastian terbaik agar tetap kompetitif sebagai tujuan investasi.

Gresik memiliki modal kuat untuk itu. Selain posisi geografis yang strategis, daerah ini ditopang kawasan industri, pelabuhan, ketersediaan energi, air dan gas, serta infrastruktur yang terus dikembangkan.

Namun, Bupati Yani menekankan bahwa kekuatan tersebut harus diikuti dengan kepastian tata ruang dan birokrasi yang responsif. Pemerintah daerah terus mendorong penyelesaian tata ruang agar investor memiliki kepastian mengenai kawasan yang dapat dikembangkan.

“Kita berangkat dari tata ruang karena dari tata ruang itu ada kepastian hukum dalam berinvestasi. Jelas, tidak tumpang tindih, tidak abu-abu,” katanya.

Komitmen yang sama berlaku dalam pelayanan perizinan. Bupati meminta seluruh perangkat daerah memberikan pelayanan yang cepat, terbuka, dan solutif kepada pelaku usaha.

“Tidak ada lagi bahasa sulit mengurus perizinan di Kabupaten Gresik. Kalau ada yang kurang, dilengkapi, cepat selesai, keluar. Kalau ada yang lama, silakan ngomong ke saya,” tegasnya.

Bupati Yani juga menekankan bahwa investasi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pemkab Gresik mendorong kemitraan antara industri dengan UMKM lokal, peningkatan kompetensi tenaga kerja, kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas, hingga kolaborasi dalam pengelolaan lingkungan dan sampah.

Salah satu gagasan yang didorong adalah pengembangan platform marketplace UMKM yang dapat menghubungkan produk pelaku usaha dari berbagai desa dengan kebutuhan perusahaan dan tenant kawasan industri. Transaksi kemitraan tersebut nantinya dapat tercatat dan diukur sehingga kontribusi industri terhadap masyarakat dapat terlihat secara nyata.

“Ini yang bisa kita sampaikan kepada masyarakat bahwa kehadiran industri yang ada di Kabupaten Gresik sudah memberikan manfaat untuk masyarakat Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Bupati juga mendorong kawasan industri untuk terlibat dalam pengelolaan sampah bersama. Gresik diproyeksikan berkontribusi dalam program waste to energy kawasan aglomerasi Surabaya Raya dengan target sekitar 250 ton sampah per hari.

Selain itu, Pemkab Gresik membuka ruang kolaborasi dengan perusahaan untuk mendukung kesempatan kerja yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD).

“Lihatlah Gresik sebagai mitra strategis. Tempat pemerintah hadir sebagai fasilitator, masyarakat siap menjadi bagian dari pertumbuhan, dan dunia usaha memperoleh kepastian untuk berkembang,” tutur Bupati Yani.

Menurut Bupati Yani, ukuran keberhasilan investasi pada akhirnya bukan hanya besarnya modal yang masuk, tetapi seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

“Keberhasilan bukan hanya diukur dari besarnya investasi yang datang, tetapi dari besarnya manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menambahkan, daya tarik investasi Gresik juga diperkuat dengan pembangunan infrastruktur. Pemerintah daerah terus mendorong peningkatan konektivitas menuju kawasan industri, termasuk pengembangan jaringan jalan yang menghubungkan kawasan industri dengan akses jalan nasional dan jalan tol.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan kesiapan sumber daya manusia. Investasi yang tumbuh di Gresik harus membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat lokal untuk bekerja dan meningkatkan kesejahteraannya.

“Investasi yang ada di Kabupaten Gresik harus bisa menurunkan angka kemiskinan dan angka pengangguran,” ujarnya.

Karena itu, Pemkab Gresik terus memperkuat pelatihan kerja, pendidikan vokasi, dan akses magang bagi masyarakat. Pemerintah juga mendorong agar kebutuhan kompetensi industri dapat disampaikan lebih awal sehingga pelatihan tenaga kerja dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Wabup Alif juga mengingatkan pentingnya keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, perusahaan yang ingin tumbuh dalam jangka panjang harus ikut menjaga lingkungan sosial dan lingkungan hidup di sekitar wilayah operasionalnya.

“Bapak Ibu semua tentu tidak hanya ingin berusaha lima atau sepuluh tahun. Pasti ingin usaha itu berjalan 20 sampai 50 tahun ke depan. Karena itu kami berharap lingkungan sosial, udara, tanah, dan air juga dijaga,” ujarnya.

Wabup juga mendorong sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat akses pembiayaan, pengembangan SDM, serta penguatan infrastruktur pendukung kawasan industri.

“Investasi yang ada di Kabupaten Gresik harus bisa menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran. Karena itu, investasi harus berjalan bersama dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Setelah komitmen pemerintah daerah disampaikan, forum tersebut juga menawarkan sejumlah peluang investasi strategis kepada dunia usaha. Terdapat lima proyek yang telah disiapkan untuk dikembangkan bersama mitra strategis.

Peluang pertama adalah industri pengolahan logam tembaga dengan produk copper rod and wire serta copper tube. Proyek ini membutuhkan investasi sekitar Rp17,19 triliun dan diarahkan untuk mendukung pengembangan industri kendaraan listrik, elektronik, serta energi terbarukan.

Kedua, industri alat dan mesin pertanian dengan produk utama traktor roda empat dan combine harvester. Proyek ini membutuhkan investasi sekitar Rp784,83 miliar untuk memperkuat modernisasi pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Ketiga, industri hilirisasi timah dengan produk tin solder, tin ribbon, dan tin chemical. Proyek bernilai sekitar Rp1,17 triliun tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan industri elektronik, semikonduktor, dan kendaraan listrik.

Ketiga proyek tersebut direncanakan dikembangkan di kawasan ekonomi khusus Gresik yang didukung pelabuhan laut dalam, infrastruktur modern, dan ekosistem industri terintegrasi.

Peluang keempat adalah industri farmasi dengan nilai investasi sekitar Rp707,95 miliar, yang akan memproduksi garam farmasi berkualitas tinggi sebagai bahan baku industri kesehatan.

Kelima, unit pengolahan ikan bernilai tambah dengan nilai investasi sekitar Rp514,75 miliar. Proyek ini akan mengolah hasil perikanan menjadi berbagai produk bernilai tambah untuk pasar domestik dan ekspor sekaligus memperkuat sektor perikanan dan UMKM Gresik.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Gresik Reza Pahlevi mengatakan, The 1st Gresik Business Forum menjadi ruang untuk mempertemukan pemerintah dan dunia usaha dalam membangun kolaborasi yang lebih kuat.

Menurut Reza, forum tersebut juga menjadi wadah untuk membahas berbagai isu yang berkaitan langsung dengan dunia usaha, mulai dari tata ruang, ketenagakerjaan, hingga penyesuaian kebijakan investasi.

“Kami ingin forum ini menjadi wadah strategis untuk menarik investasi sekaligus memperkuat brand image bahwa Gresik adalah salah satu daerah tujuan investasi yang menarik,” ujarnya.

Reza mengatakan, forum tersebut diikuti sekitar 100 peserta, termasuk 50 pelaku usaha yang diundang, perwakilan perangkat daerah, asosiasi dunia usaha, kawasan industri, perbankan, serta pemangku kepentingan lainnya.

Selain membahas peluang investasi, forum juga menjadi momentum Pemkab Gresik memberikan apresiasi kepada perusahaan dan mitra usaha yang dinilai berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Penghargaan Investment Realization Contributor of Foreign Investment in 2025 diberikan kepada PT Freeport Indonesia dengan realisasi investasi sekitar Rp2,5 triliun. The Largest Investment Realization Contributor of Domestic Investment in 2025 diberikan kepada PT Petrokimia Gresik dengan realisasi sekitar Rp1,7 triliun.

Selanjutnya, The Largest Investment Realization Contributor of Industrial Estate in 2025 diberikan kepada PT Berkah Kawasan Sejahtera dengan realisasi sekitar Rp81,1 miliar. The Largest Investment Realization Contributor SSMI in 2025 diberikan kepada PT Gajah Putera Antariaga dengan realisasi sekitar Rp24,9 miliar.

Penghargaan juga diberikan kepada PT Garuda Unggul Putra Putri Jaya sebagai The Most Compliant Company in Submitting Investment Activity Report in 2025, PT Dharma Graha Utama sebagai perusahaan pertama yang melaksanakan kewajiban kemitraan sesuai Peraturan Bupati Gresik Nomor 62 Tahun 2026, serta CV Tiga Peruang Lampur sebagai The Most Contributive MSME Partnership in 2026.

PT Multimanao Indonesia memperoleh penghargaan The Best Participation Commitment upon Investment Facility 2026 to the Realization of Partnership Obligation, setelah merealisasikan komitmen kemitraan dengan UMKM dengan nilai kontrak sekitar Rp1,56 miliar.

Sementara itu, penghargaan The Highest Foreign Investment of Local Workforce in 2025 diberikan kepada PT Freeport Indonesia atas penyerapan tenaga kerja lokal sekitar 71 persen.

Penghargaan lainnya diberikan kepada PT Marco Prisma sebagai The Highest Domestic Investment of Local Workforce, PT BHST sebagai The Most Contributive GPMPTSP Partnership in 2025, Bank BPD Jawa Timur Cabang Gresik sebagai The Most Contributive Banking GPMPTSP Partnership in 2025, serta PT Himalaya Mitra Sukses sebagai The Most Participative GPMPTSP Partnership in 2025.

Melalui The 1st Gresik Business Forum, Pemkab Gresik ingin memastikan investasi tidak berhenti pada masuknya modal dan pembangunan proyek. Lebih jauh, investasi diharapkan berkembang menjadi kemitraan yang menghadirkan lapangan kerja, memperkuat UMKM, meningkatkan kompetensi masyarakat, menjaga lingkungan, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (bst)

Pemkab Gresik Cetak Tenaga Konstruksi Bersertifikat, Siapkan Pekerja Lokal Bersaing di Dalam dan Luar Negeri




Gresik, 29 Juli 2026 - Pemerintah Kabupaten Gresik terus berkomitmen meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia, khususnya Pekerja Migran Indonesia (PMI) di sektor konstruksi. Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan Pembekalan dan Uji Kompetensi Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi yang digelar di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik, Rabu (29/7).

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, didampingi Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP), Ida Lailatussa’diyah. 

Sebanyak 54 peserta mengikuti pembekalan dan uji kompetensi dengan antusias. Sertifikasi yang dilaksanakan mencakup tiga skema kompetensi, yakni Juru Las Pemula sebanyak 28 peserta, Tukang Pasang Bata Plester sebanyak 24 peserta, serta Kepala Tukang Bangunan Gedung sebanyak dua peserta.

Dalam sambutannya, Sekda Washil menyampaikan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan kebutuhan yang tidak dapat diabaikan, terutama di tengah semakin tingginya persaingan tenaga kerja. Menurutnya, tenaga kerja yang memiliki sertifikat kompetensi akan lebih mudah memperoleh kepercayaan dari pengguna jasa sekaligus memiliki peluang kerja yang lebih luas.

Ia mengungkapkan, dari sekitar 10 ribu tenaga kerja konstruksi di Kabupaten Gresik, baru 3.654 orang atau kurang dari 25 persen yang telah memiliki sertifikat kompetensi. Sementara itu, dari 8.348 calon PMI sektor konstruksi yang terdata di Dinas Tenaga Kerja, baru 368 orang yang telah tersertifikasi.

“Angka ini menjadi tantangan bagi kita semua. Karena itu saya berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Sertifikat kompetensi bukan sekadar dokumen, tetapi menjadi bekal penting untuk meningkatkan profesionalisme dan daya saing di dunia kerja,” ujar Sekda Washil.

Lebih lanjut, Sekda Washil menjelaskan bahwa seorang tenaga kerja profesional harus memiliki tiga aspek utama, yakni keterampilan (skill), pengetahuan (knowledge), dan sikap (attitude). 

“Keterampilan harus terus diasah sesuai bidang pekerjaan, pengetahuan harus ditingkatkan melalui pemahaman terhadap standar operasional. Sedangkan sikap tercermin dari kedisiplinan, tanggung jawab, dan etika dalam bekerja,” jelasnya lebih lanjut. 

Selain kompetensi teknis, Sekda Washil juga mendorong para calon pekerja migran untuk terus meningkatkan kemampuan berbahasa asing. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi akan sangat membantu saat bekerja di luar negeri, sekaligus meminimalkan risiko kesalahpahaman maupun persoalan hukum di negara tujuan.

Sementara itu, Kepala Dinas CKPKP Ida Lailatussa’diyah dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Gresik untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jasa konstruksi. Hal ini sekaligus mendukung visi pembangunan daerah melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal.

Menurut Ida, sertifikasi kompetensi diharapkan menjadi bekal bagi para pekerja migran yang ingin kembali berkarya di tanah air. Diharapkan tenaga kerja lokal mampu mengisi kebutuhan tenaga konstruksi di berbagai kawasan industri di Kabupaten Gresik.

“Kami ingin tenaga kerja asal Gresik menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan sampai hanya menjadi penonton ketika peluang kerja terbuka lebar di kawasan industri. Dengan sertifikat kompetensi, para peserta memiliki bukti keahlian yang diakui sehingga lebih siap bersaing di dunia kerja,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan yang didanai melalui APBD Kabupaten Gresik Tahun Anggaran 2026 tersebut juga menjadi bentuk pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, yang mana mengisyaratkan kewenangan tugas pemerintah daerah dalam pembina jasa konstruksi di daerah untuk tingkat terampil. 

Melalui pembekalan dari  Lembaga Sertifikasi Profesi Tenaga Konstruksi Nasional (LSP-TKN) dan Lembaga Sertifikasi Profesi Perkumpulan Tenaga Kerja Ahli dan Terampil Indonesia (LSP-PETAKINDO), para peserta diharapkan memperoleh pengakuan kompetensi yang sesuai dengan standar nasional.(bst)

Jamin Ketersediaan Logistik Medis, UPT. Instalasi Farmasi Dinkes Gresik Gencarkan Kegiatan Rusa Bawean




UPT. Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik terus berkomitmen memperkuat layanan kesehatan di wilayah kepulauan terluar dengan memastikan ketersediaan pasokan obat-obatan, vaksin, dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP). 

Langkahnya konkret ini diwujudkan melalui pengiriman logistik medis secara berkala menuju Pulau Bawean. Melalui inovasi bertajuk "RuSa Bawean" (Distribusi Obat ke Puskesmas di Bawean), Instalasi Farmasi Dinkes Gresik berupaya memangkas kendala geografis demi menyuplai kebutuhan medis dasar masyarakat di garis depan. 

Sinergi kuat juga dijalin bersama mitra logistik PT Pos Indonesia untuk menjamin seluruh paket obat dikirim dengan standar keamanan yang ditentukan hingga tiba tepat waktu di Puskesmas. 

Tujuan inovasi “RUSA BAWEAN” adalah

1. Meningkatkan ketersediaan perbekalan kesehatan (obat, BMHP, reagen) untuk daerah yang tidak mudah untuk dijangkau di kabupaten Gresik.

2. Mendukung tercapainya kegiatan UPT. Instalasi Farmasi sebagai distributor obat dan BMHP ke puskesmas 

3. Mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dalam penyediaan obat dan BMHP untuk masyarakat

4. Meningkatkan efisiensi puskesmas yang ada di Pulau Bawean dalam penerimaan obat dan BMHP.

Mengantisipasi Hambatan Cuaca dan Tantangan Geografis

Kondisi cuaca dan gelombang tinggi Laut Jawa sering kali menjadi tantangan berkala bagi konektivitas logistik menuju Bawean. Menghadapi potensi kendala tersebut, strategi distribusi terencana dan penyusunan stok penyangga (buffer stock) di masing-masing puskesmas terus dioptimalkan. Langkah preventif ini sangat krusial demi mencegah terjadinya kekosongan obat saat jadwal kapal penyeberangan terganggu cuaca buruk.

Dengan kelancaran program distribusi "RuSa Bawean" ini, Pemerintah Kabupaten Gresik berharap kualitas layanan kesehatan primer di Pulau Bawean dapat setara dengan daratan utama, serta meminimalkan risiko keterlambatan penanganan pasien darurat di kepulauan (bst)

Bupati Gresik Sabet Penghargaan Indeks Perlindungan Anak Terbaik Pertama se Jawa Timur, Tembus 3 Besar Nasional








Pasuruan, 28 Juli 2026 - Pemkab Gresik sukses meraih Peringkat 1 se-Jatim dan Peringkat 3 Nasional untuk Indeks Perlindungan Anak (IPA) pada puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Provinsi Jawa Timur. Acara ini dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi di kawasan wisata Pintu Langit, Prigen, Kabupaten Pasuruan, Selasa (28/7/2026). 

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Kegiatan ini diramaikan oleh ratusan siswa yang menampilkan berbagai unjuk bakat kreatif, mulai dari tarian daerah, pembacaan puisi, hingga atraksi baris-berbaris polisi anak dari Sekolah Rakyat terintegrasi Kota Pasuruan. 

Menteri PPPA Arifah Fauzi mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam puncak HAN. Menurutnya, banyak yang diberikan kepada anak-anak dan perempuan di Jawa Timur, seperti pelayanan yang dilaunching hari ini yaitu Perisai Anak (Ekosistem Perlindungan Anak di Ruang Digital) dirancang sebagai langkah strategis menekan angka kekerasan pada anak. 

"Pemprov Jatim benar-benar memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak, bukti nyata telah memberikan layanan seperti Perisai Anak yang akan melindungi perempuan dan anak di Jawa Timur," ungkap Arifah Fauzi.

Arifah mengingatkan para orang tua di Jawa Timur tentang besarnya ancaman digital, khususnya dari pengaruh negatif media sosial. Melalui program ini, orang tua didorong untuk mengambil peran kecil yang berdampak besar, seperti menjadi teman berbicara, teladan penggunaan gawai, serta pendengar pertama bagi anak tanpa langsung memberikan penghakiman sepihak. 

"Masalah kekerasan dan tantangan yang dihadapi anak-anak di era modern tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja. Untuk itu, saya mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari aparat penegak hukum, pemerintah daerah, sekolah, hingga orang tua untuk berkolaborasi bersama," tandasnya.

Usai menerima penghargaan, Bupati Gresik Fandi  Akhmad Yani mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi wilayah Jawa Timur untuk memperkuat komitmen perlindungan hak anak sekaligus implementasi ruang digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab bagi generasi masa depan.

"Penghargaan ini menjadi motivasi kami untuk terus berjuang memberikan perlindungan terhadap anak-anak di Gresik. Ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam membangun lingkungan yang ramah anak sekaligus mendorong pemenuhan hak-hak anak melalui kebijakan dan program yang berkelanjutan," tuturnya.

Karena itu, Bupati Yani menegaskan seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap anak memperoleh hak untuk tumbuh, belajar, terlindungi, sehat, dan berkembang secara optimal sesuai potensi yang dimiliki. Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemkab Gresik terus menghadirkan berbagai program yang berpihak kepada anak melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, pemenuhan gizi, hingga penciptaan lingkungan yang aman dan ramah anak.

"Mari kita sayangi anak, lindungi mereka, karena anak-anak kita adalah calon pemimpin masa depan. Investasi terbaik yang dapat kita lakukan adalah memastikan mereka tumbuh sehat, memperoleh pendidikan yang berkualitas, mendapatkan perlindungan, serta memiliki ruang untuk mengembangkan karakter, kreativitas, dan prestasinya," ungkap Bupati Yani. 

Di tempat sama, Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KBPPPA) Gresik, dr. Titik Ernawati mengatakan, hari ini Kabupaten Gresik memperoleh indeks perlindungan anak tingkat provinsi Jawa timur melalui 5 kluster penilaian. Diantaranya, hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif serta kesehatan dasar dan kesejahteraan. 

"Ini akan menjadi pemicu semangat kami kedepan dalam meningkatkan nilai Indeks perlindungan dan pemenuhan hak hak anak di Gresik. Harapannya kedepan Kabupaten Gresik mempertahankan kembali tingkat pertama di Jawa Timur dan naik level di nasional," ujarnya 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Sesditjen Pengawasan Ruang Digital Kementrian Komdigi, Mediodecci Lustarini, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa timur Adhy Karyono, Kepala Dinas P3AK Provinsi Jawa Timur, Sufi Agustini, serta Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KBPPPA) Titik Ernawati dan undangan lainnya.(bst)

Puncak HKG PKK ke-54, Bupati Gresik Ajak PKK Fokus Percepat Penurunan Stunting






Gresik, 28 Juli 2026 - Pemerintah Kabupaten Gresik menggelar Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Selasa (28/7). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan Tim Penggerak PKK dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader PKK atas berbagai program yang telah dijalankan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Menurutnya, PKK telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan, mulai dari pemberdayaan keluarga, pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan sosial.

“Kami mengapresiasi berbagai capaian yang telah dilakukan Tim Penggerak PKK. Program-program yang dijalankan telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Mudah-mudahan PKK terus konsisten hadir memberikan motivasi dan menjadi penggerak kesejahteraan keluarga di Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Yani mengingatkan agar Tim Penggerak PKK di seluruh tingkatan memusatkan perhatian pada upaya percepatan penurunan angka stunting.

“Fokus kita hari ini adalah penurunan stunting. Saya berharap PKK desa maupun kecamatan terus menggerakkan masyarakat agar memperhatikan pemenuhan gizi anak sejak dini,” tegasnya.

Ia menambahkan, upaya pencegahan stunting dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti membiasakan anak mengonsumsi makanan bergizi, termasuk satu butir telur setiap hari, disertai asupan susu dan gizi seimbang lainnya.

“Sebetulnya kalau anak-anak kita ini gemar makan ikan atau mereka mau makan satu butir telur setiap hari, saya yakin anak-anak Gresik bebas dari stunting. Tinggal bagaimana orang tuanya ini lebih kreatif agar anak-anaknya ini mau makan satu butir telur,” ungkap Bupati Yani.

Selain penurunan stunting, Bupati Yani juga mendorong PKK untuk terus berperan aktif dalam mendukung penanganan anak putus sekolah. Di antaranya melalui program pendidikan kesetaraan serta berbagai program pemberdayaan keluarga lainnya.

Bupati Yani juga menyampaikan bahwa dalam dua hari terakhir Kabupaten Gresik berhasil meraih sejumlah penghargaan di tingkat nasional dan Provinsi Jawa Timur. Penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh perangkat daerah bersama berbagai elemen masyarakat, termasuk Tim Penggerak PKK.

Penghargaan pertama diberikan oleh Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, atas komitmen Kabupaten Gresik dalam memberikan perlindungan terhadap anak-anak pekerja migran, melalui pemenuhan hak dasar, seperti identitas, kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial.

Sementara penghargaan lainnya diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak atas inovasi layanan tempat penitipan anak Masmundari yang dikelola Pemerintah Kabupaten Gresik. Layanan tersebut dinilai menjadi bentuk dukungan nyata bagi keluarga pekerja, khususnya para pekerja rentan. Hal ini sekaligus menjadikan Gresik sebagai satu-satunya pemerintah kabupaten/kota di Jawa Timur yang menyediakan layanan penitipan anak secara gratis.

Bupati Yani berharap layanan tersebut terus dikembangkan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. Hal tersebut seiring dengan karakter Kabupaten Gresik sebagai daerah industri dengan tingginya jumlah keluarga pekerja.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Yani mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader PKK, perangkat daerah, camat, organisasi perempuan, dan seluruh pihak yang selama ini terus berkolaborasi mendukung pembangunan di Kabupaten Gresik.

“Mudah-mudahan kita tidak pernah lelah membantu masyarakat. Semoga berbagai ikhtiar yang kita lakukan mampu menurunkan angka stunting, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mewujudkan keluarga yang semakin sejahtera di Kabupaten Gresik,” pungkasnya.(bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean