Media Bawean, 15 Agustus 2008
Oleh : Mr. Gerbang Bawean
Dalam peristiwa tenggelamnya kapal Palangkaraya di perairan Bawean, Adpel dan Syahbandar Gresik jangan cuci tangan dengan musibah tersebut. Kewenangan laut sepenuhnya dimiliki oleh Adpel dan Syahbandar untuk izin pelayaran dan lainnya.
Kelayakan untuk kapal berlayar sepenuhnya ada dipihak pelayaran yaitu Adpel dan Syahbandar. Apakah kapal Palangkaraya memiliki kelayakan untuk berlayar? Tentunya pihak Adpel dan Syahbandar menyatakan layak berlayar dibuktikan dengan kapal Palangkaraya sudah terbiasa menjadi kapal pengangkut barang Gresik-Bawean. Bila berkelayakan berlayar, adakah asuransi kapal untuk menjamin segala barang yang diangkut dalam pelayaran Gresik-Bawean. Pihak terkait, khususnya Departemen Perhubungan RI wajib mengusut tuntas dengan kelengkapan surat-surat kapal Palangkaraya, termasuk asuransi kapal yang telah banyak merugikan warga Bawean.
Petugas seharusnya bertanggungjawab dengan adanya penumpang yang ikut dalam kapal Palangkaraya. Seandainya petugas tegas dan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, mustahil penumpang umum akan bisa ikut dalam pelayaran kapal Palangkaraya. Membaca manifest kapal, jumlah sepeda motor 23 buah dengan bukti dilapangan ada 68 buah sepeda motor adalah bukti kelalain pihak petugas yang bisa dipermainkan oleh anak buah kapal.
Persoalan Surat Laporan Keberangkatan dan Kedatangan Kapal (LK3) dari korban pemilik barang tidak memilikinya. Semestinya pihak petugas bertanggungjawab penuh dengan tidak adanya LK3. Berarti kapal Palangkaraya selama beroperasi mengangkut barang dari Gresik - Bawean tidak pernah mengurus LK3, kenapa pihak petugas diam?
Oleh : Mr. Gerbang Bawean
Dalam peristiwa tenggelamnya kapal Palangkaraya di perairan Bawean, Adpel dan Syahbandar Gresik jangan cuci tangan dengan musibah tersebut. Kewenangan laut sepenuhnya dimiliki oleh Adpel dan Syahbandar untuk izin pelayaran dan lainnya.
Kelayakan untuk kapal berlayar sepenuhnya ada dipihak pelayaran yaitu Adpel dan Syahbandar. Apakah kapal Palangkaraya memiliki kelayakan untuk berlayar? Tentunya pihak Adpel dan Syahbandar menyatakan layak berlayar dibuktikan dengan kapal Palangkaraya sudah terbiasa menjadi kapal pengangkut barang Gresik-Bawean. Bila berkelayakan berlayar, adakah asuransi kapal untuk menjamin segala barang yang diangkut dalam pelayaran Gresik-Bawean. Pihak terkait, khususnya Departemen Perhubungan RI wajib mengusut tuntas dengan kelengkapan surat-surat kapal Palangkaraya, termasuk asuransi kapal yang telah banyak merugikan warga Bawean.
Petugas seharusnya bertanggungjawab dengan adanya penumpang yang ikut dalam kapal Palangkaraya. Seandainya petugas tegas dan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, mustahil penumpang umum akan bisa ikut dalam pelayaran kapal Palangkaraya. Membaca manifest kapal, jumlah sepeda motor 23 buah dengan bukti dilapangan ada 68 buah sepeda motor adalah bukti kelalain pihak petugas yang bisa dipermainkan oleh anak buah kapal.
Persoalan Surat Laporan Keberangkatan dan Kedatangan Kapal (LK3) dari korban pemilik barang tidak memilikinya. Semestinya pihak petugas bertanggungjawab penuh dengan tidak adanya LK3. Berarti kapal Palangkaraya selama beroperasi mengangkut barang dari Gresik - Bawean tidak pernah mengurus LK3, kenapa pihak petugas diam?



Posting Komentar