Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
adsbybawean

Kades Kumalasa Berulang Kali Menegur, Stop Penambangan Pasir


Idham Cholik Kepala Desa Kumalasa Kecamatan Sangkapura Pulau Bawean Gresik bersuara soal keluhan warganya terkait adanya penambangan pasir di Dusun Sumur- Sumur.

"Saya sudah beberapa kali menegurnya, bahkan 2x bersama Bapak Kapolsek Sangkapura melihat langsung kondisi di lokasi penambangan pasir,"katanya. 

Tapi teguran yang telah dilakukan oleh Kades Kumalasa ternyata tidak diresponnya, sehingga aksi penambangan masih berlangsung sampai saat ini.

"Dalam rangka menghentikan aksi penbangan liar, bahkan jalan saya hadang, masih saja mengangkut dengan sepeda motor,"ungkapnya.

"Sudah 2x dipanggil ke Balai Desa Kumalasa, tapi tetap saja aksinya tidak mau berhenti,"ujarnya.

Kades Kumalasa berharap adanya penambangan pasir di Dusun Sumur-Sumur dihentikan, alasanya kasihan masyarakat yang  terkena dampaknya. 

Perlu diketahui, Warga Dusun Sumur-Sumur desa Kumalasa Kecamatan Sangkapura Pulau Bawean Gresik dibikin resah dengan adanya aksi penambangan pasir diwilayahnya. Dampaknya kerusakan lingkungan yang mengancam adanya abrasi pantai. (bst)


Aksi Penambangan Pasir di Sumur2 Meresahkan Warganya



Warga Dusun Sumur-Sumur desa Kumalasa Kecamatan Sangkapura Pulau Bawean Gresik dibikin resah dengan adanya aksi penambangan pasir diwilayahnya. Dampaknya kerusakan lingkungan yang mengancam adanya abrasi pantai.

Balady pemuda Dusun Sumur-Sumur mengungkapkan keresahannya atas terjadi aksi penambangan pasir diwilayahnya.

"Suara masyarakat tidak didengarkan oleh aparat Desa,"katanya. 

Menurutnya kepala dusun dan kepala desa tutup mata, sudah seringkali melapor kepihak berwajib, malah dilaporkan balik ke pemilik pasir.

"Harapannya agar segala bentuk penambangan pasir dihentikan secara total, karena sangatlah meresahkan masyarakat khususnya para nelayan yang terkena dampaknya secara langsung,"harapnya. 

"Pengikisan pantai akibat abrasi yang pada ujungnya pasir dibawa oleh air laut masuk ke kubangan bekas galian, sehingga juga ikut merugikan para pemilik kebun dsekitar area pantai,"ungkapnya.

"Penambangan pasir di Sumur-sumur memang dari dahulu, tapi paling parah setahunan ini,"pungkasnya. (bst)


Cara Menuju Pulau Bawean



Jika ingin berkunjung ke Pulau Bawean Gresik Jawa Timur bisa memilih jalur udara atau jalur laut.

Jika memilih jalur udara kamu bisa mengambil keberangkatan dari Kota Surabaya atau Kabupaten Sumenep, Madura.

Sementara untuk akses jalur laut kamu bisa melalui Pelabuhan Gresik dan Paciran Kabupaten Lamongan.

Jadwal keberangkatan kapal cepat untuk perjalanan selama 3 jam ke Pulau Bawean dimulai pukul 09.00 WIB.

Harga yang dipatok untuk kelas eksekutif sebesar Rp170.000 dan kelas VIP Rp220.000

Ada dua jenis kapal cepat yang bisa dipilih yaiti Natuna Express dan Express Bahari BE Sementara untuk transportasi laut dengan perjalanan 8 jam dimulai pukul 21.00 WIB menggunakan kapal KMP Gili Iyang.

Harga tiket yang dibanderol yaitu Rp 76.000 untuk deawasa, anak-anak dengan harga Rp 50.000 dan Rp 95.000 untuk 1 penumpang dewasa dengan motor. (bst)

BCW- LSM Somasi Kadishub Gresik Soal "Polisi Tidur" di Pulau Bawean


Dari Nazar, SH sebagai Direktur Bawean Corruptioan Watch (BCW-LSM) terus mempersoalkan adanya “ Polisi Tidur” di Jalan Lingkar Bawean (JLB) tepatnya kawasan Desa Suwari Kecamatan Sangkapura Pulau Bawean. "Adanya Polisi tidur tersebut sudah nyata melanggar aturan hukum, hanya berlandaskan kesepakatan sehingga menabrak aturan hukum yang ada,"katanya.

"Dibuatnya polisi tidur diatas jalan kabupaten tersebut sudah jelas merugikan dan meresahkan masyarakat Pualu Bawean sebagai pengguna jalan merasa tidak nyaman dan sangat meresahkan,"tegasnya.

Atas kejadian tersebut Dari Nazar menilai Dinas Perhubungan seolah-olah mau cuci tangan dan tidak pernah memberikan perintah pada bawahannya untuk melakukan pembongkaran Polisi Tidur diatas jalan kabupaten di kawasan desa Suwari kecamatan Sangkapura. Atas dasar tersebut, Dari Nazar telah melayangkan surat Pada Kepala Dinas Perhubungan dengan Nomor surat : 01/BCW-LsM/0I/2021 tertanggal 25 Januari 2021 yang pokok isinya untuk segera melakukan upaya paksa PEMBONGKARAN ‘Polisi Tidur” mengingat tindakan tersebut nyata melanggar ketentuan perundang-undangan. 

"Jika tetap dibiarkan dan terjadi kecelakaan, maka kepala dinas perhubungan harus bertanggungjawab dan semua instansi yang terlibat adanya pembiaran polisi tidur tersebut atau jika Jalan Kabupaten berubah menjadi jalan lingkungan dengan dalil hasil musyawarah sehingga masyarakat membuat polisi tidur di depan rumahnya masing-masing", tandasnya

Dari nazar mengatakan banyak laporan dari kepala desa dan tokoh masyarakat, serta pengguna hak jalan yang lainnya merasa tidak setuju atas adanya polisi tidur tersebut. "Apa hubungannya balap liar dan jalan kabupaten dikasih tanggul, adanya polisi tidur itu meresahkan masyarakat se Bawean,"ungkapnya.

"Sementara adanya balap liar itu tanggungjawab penegak hukum, ini namanya bukan memecahkan masalah, tapi membuat masalah dalam masalah,"paparnya.

Dari Nazar menyayangkan statement Kepala Dinas Perhubungan Gresik mengatakan adanya polisi tidur, tidak masalah selama ada kebijakan lokal. "Kepala dinas yang punya kewenangan dengan sarana prasarana jalan kabupaten mengedepankan kebijakan lokal terhadap tindakan pembuatan polisi tidur yang tanpa prosedur, sepatutnya tegas, bukan membuat statemen yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,"terangnya.

Sesuai aturan hukum tentang jalan sudah jelas UU. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta PerMENHUB  Nomor 82 tahun 2018 tentang Alat pengendali dan pengaman pengguna jalan.

Disamping itu Dari Nazar mengungkapkan berdasarkan informasi dari Kepal Dinas PU Kabupaten Gresik menyatakan JLB yang ada di Bawean merupakan jalan kabupaten, apapun kegiatan yang berhubungan dengan pemasangan sarana prasarana jalur pengguna jalan harus mendapatkan izin dari pejabat yang berwenang, siapapun tidak diperkenankan melakukan tindakan tanpa prosedur

Dari Nazar berharap agar Dinas Perhubungan  Kabupaten Gresik untuk segera memerintahkan pembongkaran atas polisi tidur tersebut sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi berkelanjutan, dan dapat menarik statemennya adanya polisi tidur harus mendapatkan izin dari instansi yang berwenang. (bst)

Mediasi Online Pengadilan Agama Bawean bersama Pengadilan Agama Batam



Kemajuan tekhnologi membuat kemudahan dalam segala aspek kebutuhan untuk berinteraksi lintas batas. Salah satunya komunikasi via teleconference online yang digelar oleh Pengadilan Agama Bawean bersama Pengadilan Agama  Batam dalam rangka mediasi.

Ketua Pengadilan Agama Bawean, Achmad Kadarisman, S.HI., M.H. bersama dengan Pengadilan Agama Batam menggelar mediasi teleconference online, hari jum'at (22/1). Hal ini merupakan kegiatan mediasi online perdana Pengadilan Agama Bawean di tahun 2021.

Digelarnya mediasi online dikarenakan dari pihak Penggugat maupun Tergugat merupakan warga berdomisili asli Pulau Bawean yang berhalangan untuk hadir secara langsung di Pengadilan Agama Batam. Sehingga dalam hal ini Pengadilan Agama Bawean siap membantu memfasilitasi agar acara mediasi bisa digelar tanpa ada hambatan.

Berdasarkan intruksi ketua Pengadilan Agama Bawean, Achmad Kadarisman, S.HI., M.H. melalui Kasubag Perencanaan TI dan Pelaporan, M Ali Mahfud, S.Hi beserta tim IT lainnya agar segera mempersiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan sehingga acara mediasi online bisa terselenggara tanpa hambatan dan hal ini juga merupakan bentuk dari pelayanan Pengadilan Agama Bawean terhadap para pencari keadilan.

Kasubag Perencanaan TI dan Pelaporan, M Ali Mahfud, S.Hi menyatakan bahwa jam 08.45 WIB kita sudah bisa tersambung dengan Pengadilan Agama Bawean via Zoom Teleconference.

"Semoga saja ga ada hambatan," ungkap Ali. (bst)

Sumber : https://www.pa-bawean.go.id/



Pencuri diatas KMP Gili Iyang Berhasil Ditangkap, Diserahkan ke Polsek Sangkapura



Seorang pencuri diatas KMP Gili Iyang berhasil ditangkap dalam perjalanan dari Gresik ke Pulau Bawean, hari ini sabtu (23/1).

Aksi pencurian diatas kapal berhasil diamankan oleh ABK KMP Gili Iyang setelah diketahui mencuri seekor ayam dan sebuah celana.

Pihak KMP Gili Iyang membenarkan ada penangkapan pencuri yang beraksi diatas kapal dalam perjalanan dari Gresik ke Pulau Bawean. "Sampai di Pulau Bawean langsung diserahkan ke pihak berwajib Polsek Sangkapura,"katanya.

Kanit Polsek Sangkapura Aiptu Besuki membenarkan sudah dihubungi pihak kapal Gili Iyang. "Sudah siap dijemput di pelabuhan, langsung diamankan di kantor Polsek Sangkapura,"tegasnya. (bst)

Nasek Ghulung Daun Pisang Kuliner Khas Pulau Bawean


Pernah menikmati nasi bakar yang sempat membumi 3 tahun silam. Di Pulau Bawean, Gresik ada nasi yang secara fisik mirip dengan nasi bakar.

Dibungkus dengan daun pisang, namun tidak dibakar. Namanya nasi gulung daun pisang. Lantas bagaimana rasanya, pasti penasaran kan?.

Nasi Gulung sangat populer di kalangan masyarakat Pulau Bawean. Sebab, nasi yang dibungkus daun pisang lalu digulungnya, menjadi bekal warga Pulau Bawean bila berlayar naik kapal ke Gresik. Selama dalam pelayaran di atas kapal, kebiasaan warga Pulau Bawean memakan nasi gulung.

Keistimewaannya, nasi gulung selain memiliki rasa lebih lezat, juga lebih tahan lama, dibanding nasi biasa. Sehingga tidak cepat basi. Mengapa demikian, karena pengolahannya tidak seperti menanak nasi biasa. Nasi gulung pengolahannya atau memasaknya memerlukan waktu yang cukup lama.

Nasi ini menjadi lezat karena campuran lauk dan olahan sayurnya di dalam gulungan nasi. Umumnya nasi gulung dimakan dengan serundeng kelapa, ditambah ikan kering dan sambal belacan.

Siti Nafisah, warga Desa Daun, Kecamatan Sangkapura mengatakan, dia dan keluarganya sudah terbiasa bila berlayar membawa bekal nasi gulung. “Selama perjalanan bila lapar langsung dinikmati, membawanya juga praktis dibanding nasi bungkusan,”katanya.

Dikatakan, dalam pelayaran Bawean-Gresik menggunakan kapal jenis roll off roll on (roro) dengan waktu tempuh 12 jam, dia masih bisa menikmati nasi gulung.

Bahkan, rasa nasi tidak hambar, baunya juga tidak apek seperti nasi biasa bila tidak dimakan dalam waktu lama. “Ketahanan nasi gulung sampai berhari-hari lamanya, terkadang belum habis di perjalanan bisa dinikmati ketika sampai di tujuan,” ujarnya.

Sampai sekarang nasi gulung tetap menjadi idola bekal perjalanan warga Bawean dalam pelayaran. Untuk mendapatkannya bisa membeli di pasar, ataupun membuat sendiri bila ada keluarganya bertujuan berlayar.

Nafisah, pembuat nasi gulung mengungkapkan, bahan untuk membuat olahan nasi gulung sebenarnya cukup sederhana. Di antaranya beras, garam, daun pisang, dan tali rafia. Untuk membuatnya, beras dicuci bersih dan direndam dalam air kurang lebih 30 menit. Saat direndam, diberi garam secukupnya sebagai pelengkap agar rasanya gurih. Setelah beras direndam, daun pisang dibersihkan dan dibuat lembaran sesuai ukuran nasi gulung.

Selanjutnya, beras diletakkan di atas daun pisang tersebut membentuk empat persegi panjang secara merata, digulung dan diikat dengan tali rafia. Di ujung ikatan talinya diberi tempat gantungan. Untuk proses penanakan, membutuhkan waktu sampai 5 jam. Proses ini mirip dengan memasak lontong yang butuh proses lama. Semakin lama direbus semakin lama ketahanannya untuk tidak basi.

“Setelah nasek ghulung masak, diangkat dan dianginkan. Kemudian dihidangkan sudah siap makan,” katanya.

Agar lebih mantap, nasek ghulung ditambahi bumbu tambahan dengan menu buje capbhi atau garam cabe. lalu diberi sambal kelapa dan jhukok kerreng ka apel-apel atau ikan kering dengan rempah. “Selanjutnya nasek ghulung siap untuk dinikmati sambil menemani pelayaran di dalam kapal,” pungkas dia. (bst)

Kapolres Gresik Apresiasi Kinerja Anggotanya di Pulau Bawean


Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Gresik telah berlangsung 12 hari (kurun waktu 11-22 Januari 2021).

Meski Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Gresik segera berakhir, operasi yustisi tetap dilaksanakan di wilayah Pulau Bawean.

Hasil evaluasi Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto secara umum tingkat kepatuhan pemakaian masker mencapai 80 persen.

Alumnus Akpol 2001 ini mengatakan, warga mulai disiplin menggunakan masker. Operasi yustisi di wilayah Gresik dilakukan setiap hari, bahkan sejak PSBB berlangsung tahun lalu. 

Pelaksanaan operasi ini berdasarkan Inpres No. 6 Tahun 2020 dan Perbup Nomor 22 Tahun 2020 tentang peningkatan disiplin masyarakat dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 Kabupaten Gresik agar masyarakat terhindar dari Covid-19. 

Memang, masih ada saja yang melanggar, seperti pengendara motor tidak menggunakan masker dengan benar. 

"Tingkat kedisiplinan sekitar 80 persen. Indikatornya kita jarang menemukan masyarakat keluar rumah tidak memakai masker," ucapnya, Jumat (22/1/2021).

Operasi yustisi di Kabupaten Gresik tidak hanya menyasar wilayah daratan saja. Dua kecamatan di Pulau Bawean,  operasi yustisi masih berlangsung.

Polsek Sangkapura dan Polsek Tambak yang bersinergi dengan TNI dari Koramil dan Trantib Kecamatan setempat memperketat operasi Yustisi. Hal ini dilakukan untuk mencegah potensi penyebarannya covid-19 di Pulau Bawean.

Operasi Yustisi ini dilaksanakan diwilayah hukum Polsek Sangkapura tepatnya di Desa Sungai Rujing, Kecamatan Sangkapura.

Kemudian di wilayah hukum Polsek Tambak tepatnya di jalan raya Desa Kepuh Legundi Kecamatan Tambak. Sasarannya adalah pengguna jalan raya maupun warga yang melintas yang tidak menggunakan masker.

"Memang dalam pelaksanaan operasi yustisi kali ini masih saja terdapat warga yang terjaring melakukan pelanggaran, selanjutnya bagi pelanggar diberikan sanksi antara lain sanksi teguran lisan, sanksi kerja sosial berupa membersihkan fasilitas umum dan di peringatkan untuk selalu mematuhi prokes," pungkasnya. 

Pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. (wil)

Sumber Tribun

Polisi Tidur Ada yang Bongkar, Pelaku Belum Diketahui




Polisi tidur yang dipasang oleh warga di Jalan Lingkar Bawean (JLB) kawasan perbatasan desa Suwari dengan desa Dekatagung untuk mencegah maraknya balapan liar, semalam ada yang membongkarnya.

Imam Juhadi Kepala Desa Dekatagung kecamatan Sangkapura membenarkan polisi tidur ada yang membongkarnya. "Saya tadi pagi mendapatkan laporan,"katanya.

Adapun siapa pelaku pembongkaran, Imam Juhadi tidak bisa menjawab siapa pelakunya, karena sampai saat ini belum diketahuinya.

Lebih lanjut soal adamya polisi tidur yang dibongkar, Kades Dekatagung menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintahan Desa Suwari, karena lokasi polisi tidur ada dikawasan Desa Suwari bukan wilayahnya.

Menurut Kadesa Dekatagung adanya polisi tidur yang diperbolehkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik perlu dievaluasi ulang dengan melibatkan Dishub UPT Bawean dan Dinas PU, sehubungan yang mengetahui langsung kondisi di lapangan. "Agar pengguna jalan juga tidak merasa terganggu kenyamanannya,"pungkasnya. (bst)

Dishub Gresik : Polisi Tidur Diperbolehkan, JLB Bukan Jalan Bebas Hambatan


Jalan Lingkar Bawean (JLB) yang dibuat polisi tidur untuk membasmi maraknya balapan liar, ternyata diperbolehkan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Nanang Setiawan dalam Media Surya mengatakan, JLB sebenarnya bukan jalan bebas hambatan.

"Sehingga kearifan lokal dan keputusan bersama menjadi pertimbangan juga. Apalagi untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas, jadi masih boleh dipasang polisi tidur," kata Nanang singkat.

Bawean Corruption Watch (BCW) mempermasalahkan pembuatan 'Speed Bump' atau yang biasa disebut 'polisi tidur' di Jalan Lingkar Pulau Bawean (JLB) Gresik, Kamis (21/1/2021). Alasan BCW, peredam kecepatan itu dikhawatirkan memicu terjadinya kecelakaan.

Direktur BCW, Dari Nazar mengatakan, balapan liar di JLB menjadi pendorong jajaran Muspika membangun polisi tidur itu. Padahal, jalan tersebut merupakan jalan kabupaten.

Dari menjelaskan bahwa yang berwenang membuatnya adalah pemda.

"Pembangunan polisi tidur di jalan umum itu tanggung jawab pemerintah kabupaten yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum atas sarana kelengkapan jalan umum tersebut," katanya.

Lebih lanjut Dari Nazar mengatakan, dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan disebutkan, jalan kabupaten atau jalan desa yang sudah dijadikan jalan protokol, yang berwenang membuat perangkat kelengkapan jalan termasuk pengaman jalan, adalah pihak pemkab.

"Dalam UU tentang lalu lintas, jelas melarang setiap orang memasang alat pembatas kecepatan. Apalagi perbuatan itu dapat mengakibatkan kerusakan dan atau gangguan fungsi jalan, sehingga dapat diancam pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 24 Juta," tegasnya.

Menurut Dari, pembuatan polisi tidur tidak boleh dilakukan sembarangan oleh masyarakat. Walaupun alasannya untuk mencegah terjadinya balap liar.

"Atau instansi apapun, termasuk pemerintah desa dan siapapun, tidak memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan di luar kewenangannya. Balap liar itu urusan penegak hukum," imbuhnya. (bst)

222 Dosis Vaksin Akhirnya Dikirim ke Pulau Bawean


Pelaksanaan vaksinasi di puskesmas yang berada di Pulau Bawean sempat tertunda karena belum siapnya sarana penunjang seperti kotak penyimpanan vaksin.

Namun, seiring tersedianya tempat penyimpanan dan gold chain, sebanyak 222 dosis vaksin dikirim ke Pulau Bawean menggunakan kapal cepat Express Bahari pada Kamis (21/1/2021).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik Saifudin Ghozali mengatakan, dosis vaksin yang dikirim sementara diperuntukkan bagi tenaga medis di Pulau Bawean.

Jumlah itu sesuai dengan jumlah tenaga medis yang bekerja di Pulau Bawean.

"Itu sudah memenuhi untuk tenaga kesehatan di dua puskesmas dan satu rumah sakit yang ada di Pulau Bawean," ujar Ghozali di sela agenda pengiriman vaksin, Kamis.

Menurut Ghozali, vaksinasi di Pulau Bawean akan dimulai pada Jumat (22/1/2021). 

Sebelum disuntik vaksin, para tenaga medis akan menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dulu.

"Insya Allah minggu ini sudah selesai," ucap dia.

Ghozali menjelaskan, penyimpanan vaksin harus sesuai dengan standar yang ditentukan untuk menjaga kualitasnya.

Vaksin Covid-19 buatan Sinovac dianjurkan disimpan pada suhu 2-8 derajat celcius.

Sementara pelaksanaan vaksinasi di Puskesmas yang berada di Kabupaten Gresik, selain Pulau Bawean, sudah dimulai sejak Selasa (19/1/2021).

Vaksin Covid-19 Didistribusikan dari Gresik ke Pulau Bawean



Vaksinasi Covid-19 di Pulau Bawean Kabupaten Gresik, Jawa Timur segera dilaksanakan, diperkirakan minggu depan akan dimulainya.

Pendistribusian vaksin covid-19 dari Gresik ke Pulau Bawean dikirim hari ini (kamis, 21/1) via kapal cepat Express Bahari. Sampai di Pulau Bawean, vaksin akan disimpan di Puskesmas Sangkapura dan Tambak.

dr. Tony S. Hartanto Direktur RSUD Umar Mas'ud dihubungi Media Bawean membenarkan vaksin dikirim hari ini dari Gresik ke Pulau Bawean. "Sampai di Pulau Bawean akan disimpan di Puskesmas Sangkapura dan Puskesmas Tambak,"katanya.

Adapun tempat pelaksanaan vaksin di Pulau Bawean terbagi 3 tempat, yaitu di RSUD Umar Mas'ud, Puskesmas Sangkapura dan Puskesmas Tambak.

"Diperkirakan minggu depan akan dimulai pelaksanaannya, dengan dipandu langsung dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik,"ujarnya.

Sedangkan target penerima vaksin covid-19 di Pulau Bawean diprioritaskan kepada tenaga medis yang berkerja di RSUD dan Puskesmas.

Perlu diketahui, para penerima vaksin langsung dicek suhu tubuh, tekanan darah, serta validasi data saat melaksanakan screening.  Kemudian petugas screening menanyai sebanyak 16 pertanyaan seputar riwayat kesehatan untuk memastikan kondisi penerima vaksin layak sesuai standart.(bst)

Pulau Bawean Konfirm Positif Covid-19 Terminim di Kabupaten Gresik


Pulau Bawean yang letaknya 80 mil jaraknya dari Pulau Jawa, ternyata memiliki kasus virus corona-19 yang paling minim di Kabupaten Gresik. 

Untuk wilayah Pulau Bawean, di Kecamatan Tambak 4 kasus dan Sangkapura 14 kasus.

Pemkab Gresik melalui Kabag Humas dan Protokol Reza Pahlevi menjelaskan, tujuh kecamatan yang memiliki jumlah konfirm positif covid-19 dibawah 100 kasus berada di wilayah Gresik Utara.

“Yaitu Kecamatan Panceng 66 kasus, Dukun 50 kasus, Ujungpangkah 67 kasus, 95 kasus untuk Sidayu. Di Gresik Selatan di Kecamatan Kedamean sebanyak 79 kasus. Untuk wilayah Pulau Bawean, di Kecamatan Tambak 4 kasus dan Sangkapura 14 kasus” urai Pahlevi, Selasa (19/1/2021). (bst)

Vaksinasi Covid-19 di Pulau Bawean Terkendala Cuaca Buruk



Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Gresik, Jawa Timur tidak sepenuhnya berjalan mulus. Sebab, dari 30 Puskesmas, dua diantaranya belum bisa melakukan vaksinasi lantaran terkendala disitribusi.

Dua Puskesmas yang belum melaksanakan vaksiniasi itu memang cukup jauh dari pusat kota Gresik karena  berada di Pulau Bawean. Untuk mengirim vaksin ke Pulau Bawean hanya bisa ditempuh dengan jalur laut. Sementara jadwal kapal tidak setiap hari ada.

"Dari total 30 Puskesmas yang ada di Kabupaten Gresik,  ada dua puskesmas yang belum melaksanakan vaksinasi yaitu Puskesmas di Pulau Bawean. Kendala pengiriman ke pulau tersebut masih menunggu jadwal dan kondisi cuaca, " ujar Kepala Dinas Kesehatan Gresik, Saifudin Ghozali, Selasa 19 Januari 2021. (bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean