Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
adsbybawean

Jenazah Sunan Bonang Dicuri dari Pulau Bawean?


Sunan Bonang merupakan salah satu penyebar Islam di Nusantara. Ia termasuk salah satu anggota wali songo yang banyak menggunakan aktifitas seni dalam berdakwah. Sunan Bonang wafat pada 1525 M. Namun, makamnya masih menjadi perdebatan dan banyak versi. 

Selama ini, makam yang dianggap asli hanya berada di Kota Tuban, sehingga sampai sekarang makam itu banyak yang diziarahi oleh umat Islam. Berdasarkan catatan sejarah, jenazah Sunan Bonang yang di Tuban tersebut ternyata dicuri dari Pulau Bawean. 

Pulau Bawean merupakan salah satu pulau di Jawa Timur. Secara administratif pulau ini merupakan bagian dari Kabupaten Gresik. Pulau berjuluk Pulau Putri ini terletak sekitar 120 kilometer di utara Kabupaten Gresik. Pada awalnya, di pulau inilah jenazah Sunan Bonang akan dimakamkan.

Dikutip dari situs resmi Kabupaten Tuban, Sunan Bonang, yang memiliki nama Raden Maulana Makdum Ibrahim adalah anak dari Sunan Ampel dan wafat pada tahun 1525 M. Pada dasarnya, makam Sunan Bonang berada di dua tempat yaitu di Bawean dan Tuban, dan dipercaya keduanya adalah asli. 

Sunan Bonang wafat di pulau Bawean, pada saat itu jenazah akan dikuburkan di Bawean, akan tetapi murid-murid yang di Tuban menginginkan jenazah tersebut dikubur di Tuban. Lalu pada malam harinya, sejumlah murid dari Tuban menyusup ke Bawean, dan mencuri jenazah Sang Sunan. 

Esoknya, dilakukanlah pemakaman. Anehnya, jenazah Sunan Bonang tetap ada, baik di Bonang maupun di Bawean. Karena itu, sampai sekarang, makam Sunan ada di dua tempat, yaitu di Kecamatan Tambak Pulau Bawean dan di sebelah barat Masjid Agung Tuban, Kelurahan Kutorejo, Tuban.

Dewan Minta Usulan Pembebasan Lahan Pembangunan TPST di Pulau Bawean Tidak Dibatalkan


Anggota Komisi I DPRD Gresik Bustami Hazim meminta Dinas Pertanahan Kabupaten Gresik agar tidak menghapus rencana pembebasan lahan untuk pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPSP) di dua kecamatan di Pulau Bawean Gresik yang telah dicanangkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2021.

Menurut Bustami, dirinya menyayangkan jika usulan pembebasan lahan untuk pembangunan TPST di Bawean harus dihilangkan atau dihapus karena alasan refocusing atau pengurangan anggaran untuk penanganan Covid-19. Padahal, pembelian lahan oleh dinas pertanahan telah melalui kajian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) selama bertahun-tahun, bahkan di tahun 2020 kemarin sudah masuk anggaran. Namun, karena pandemi rencana pembebasan lahan batal karena refocusing.

“Seharusnya tidak dihilangkan usulan pembelian lahan itu kalau memang ada refocusing, kan bisa dikurangi anggaran pembebasannya, bisa jadi nanti dalam P-APBD masih bisa diusulkan lagi, tahun kemarin juga sudah masuk anggaran namun karena pandemi akhirnya dihilangkan karena kena refocusing” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa permasalahan penanganan sampah di Pulau Bawean belum ada solusi dari pemerintah hingga saat ini. Untuk itu, rencana pembangunan TPST di Pulau Bawean sudah ditunggu lama oleh masyarakat setempat dan telah direncanakan bertahun-tahun.

“Saat pembahasan pembebasan lahan dengan dinas pertanahan di hearing Komisi I saya sempat ngotot kenapa tidak dimasukkan lagi di tahun 2021?, bahkan waktu itu saya usulkan bila perlu untuk menambah anggaran, karena masyarakat bawean sudah menunggu lama, selama ini masyarakat membuang sampah belum tidak ada tempat khusus yang disediakan oleh pemerintah,” terang politisi PKB Gresik asal Dapil Bawean (Tambak-Sangkapura) ini.

Sebagai catatan, Refocusing anggaran pada APBD 2021 dialami oleh seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkup Pemkab Gresik. Bahkan tak hanya OPD, anggaran yang menjadi penopang kegiatan 50 anggota DPRD Gresik selama tahun 2021 juga mengalami hal serupa.


Ibu Bersalin Pulang Sudah Bisa Bawa Akta dan KK Baru


Belasan Bayi di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik telah memiliki akta dan Kartu Keluarga (KK) baru. Bahkan saat sang ibu masih terbaring di atas ranjang setelah melakukan persalinan.

Program Nawa Karsa "Bayi Lahir Pulang Langsung Bawa Akta" memang sudah diterapkan sejak dilaunching bulan lalu. Tidak hanya di wilayah Gresik, program tersebut juga sudah dirasakan oleh warga pulau Bawean.

Direktur Rumah Sakit Umar Masud Bawean, dr. Tonny S Hartanto mengatakan ada 17 pasien yang telah melakukan persalinan setelah launching. Dari 17 itu, baru 13 yang telah mendapatkan akta.

Sedangkan empat sisanya masih belum diajukan karena kurang lengkap.

"Seperti belum ada nama bayi. Kemudian ada yang belum lengkap KTP bapak atau ibunya," ucapnya, Minggu (18/4/2021).

Nah, dari 13 persalinan yang sudah lengkap. Para ibu dan sang jabang bayi sudah tercatat di akta dan kartu keluarga yang baru.

Mereka pulang menuju kediaman dengan tenang, data kependudukan mereka telah diperbarui dan sudah dipegang.

"Penyerahan secara simbolis akta kelahiran program Gresik Baru. Bayi Lahir pulang Bawa akta atas nama Keysa," kata dia.

Salah satunya, Imatun Najibah mengucapkan banyak terimakasih termasuk Pemkab Gresik dan RSUD Umar Masud.

"Bayi saya bisa pulang dengan bawa akta dan KK baru," terangnya





Disparbud Gresik Bakal Eksiskan Kembali Wisata Usai Bawean Badai Pandemi


Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Gresik, Agustin Halomoan Sinaga bakal menggeber kembali eksistensi pariwisata di Kabupaten Gresik usai badai pandemi Covid-19.

Kedepan, Disparbud sedikit bakal memfokuskan pengembangan wisata alam yang ada di Pulau Bawean, ditegaskan Sinaga, lantaran sejumlah wisata alam di Pulau Bawean panorama alamnya tidak kalah dibandingkan yang lain.

“Seperti Pulau Gili Bawean, Pantai Ria, Danau Kortoba. Untuk itu kami memohon sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Pemkab Gresik untuk memajukannya. Terutama infrastruktur penunjang untuk pariwisata memang perlu diperhatikan, jalan menuju tempat obyek wisatanya. Di Bawean ada 48 Pokdarwis” beber Sinaga.

Ia melanjutkan, infrastruktur berupa pelabuhan penyeberangan Gresik ke Bawean bisa dikembangkan lebih maksimal. Artinya, ada sinergisitas antara pemangku kebijakan daerah dan pusat melalui Dinas Perhubungan.

“Serta pihak terkait para pemangku kebijakan pengelola pelabuhan” imbuhnya. (bst)






2 Remaja Bawean Curi Sepeda Motor, Mogok Tak Bisa Dibawa Kabur Malah Dikubur di Hutan


KA (18) dan SL (17) nekat mengubur motor hasil curian di tengah hutan gara-gara tak bisa dinyalakan alias mogok.

Meski masih di bawah umur, mereka berhasil mencuri sepeda motor Yamaha Jupiter W 5055 BH kemudian dipreteli dan dikubur.

Kapolsek Tambak AKP Rahmad Triyanto telah mengamankan kedua tersangka pencurian yang merupakan warga desa Klumpang Gubug Kecamatan Tambak itu.

Satu unit sepeda motor milik korban berhasil ditemukan meski dalam kondisi tidak utuh.

"Mereka mencuri dari sebuah rumah kosong," ucapnya, Jumat (9/4/2021).

Diketahui, kedua maling motor yang masih berusia belasan tahun itu menggondol sepeda motor milik Supriyadi (43) warga Dusun Pinang Tanam, Desa Pekalongan beberapa bulan yang lalu.

Sepeda motor Yamaha Jupiter tahun 2003 itu dicuri dengan cara dituntun dari rumah kosong.

Mereka berdua masuk dengan cara mencongkel rumah korbannya.

Korban keesokan harinya baru mengetahui sepeda motornya raib, berusaha untuk mencarinya.

Setelah melakukan proses penyelidikan polisi akhirnya berhasil meringkus keduanya pada Kamis (8/4/2021) sekitar pukul 11.00 Wib.

Kepada petugas, mereka mengaku nekat mengubur sepeda motor warna biru untuk menghilangkan jejak.

Petugas langsung membawa pelaku ke lokasi sepeda motor yang dipendam di kawasan hutan gunung Dusun Klocok, Desa Klumpanggubug, Kecamatan Tambak.

"Rangka sepeda motor yang sudah diprotoli dikubur di lima lokasi di kawasan gunung yang berjarak dengan pemukiman kurang lebih 1 kilometer," terangnya.

Petugas langsung meminta kedua maling motor itu untuk membongkar tanah menunjukkan sepeda motor hasil curiannya.

“Untul sementara pelakunya masih dua orang ini kemudian akan kita dalami sambil mengumpulkan barang bukti,” pungkasnya. 





Kapal ke Pulau Bawean Bisa Angkut 75% Penumpang


Jumlah penumpang kapal rute Bawean-Gresik (Pulang Pergi) secara bertahap mulai mengalami peningkatan. Jika sebelumnya masyarakat yang hendak bepergian ke pulau terluar Kabupaten Gresik atau sebaliknya lewat jalur laut dibatasi hanya 50 persen penumpang sesuai kapasitas kapal, kini bisa membawa maksimal 75 persen penumpang.

Ini menyusul setelah ditetapkannya Gresik sebagai zona kuning dalam penanganan pandemi Covid-19.  “Iya, sesuai ketentuan kalau zona kuning bisa mengangkut 75 persen penumpang,” ujar Kepala Bidang (Kabid) angkutan Dishub Gresik, Muhammad Amri.

Menurutnya, secara perlahan memang akan kembali normal. Tapi menunggu keputusan dari Satgas Covid-19 kabupaten. “Karena meski nantinya zona hijau, tapi akan tetap ada pembatasan 85 persen bagi penumpang,” jelasnya.

Selain peningkatan kapasitas penumpang, pihaknya juga berencana menambah frekuensi berlayar Kapal Gili Iyang dari Pelabuhan Paciran. Ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan transportasi kepada penumpang. “Kami masih upayakan. Semoga dalam waktu dekat bisa terealisasi,” imbuhnya. (jar/rof)

Bupati Gresik Prihatin, Ada Pemotongan 50 Persen Gaji Guru Honorer di Pulau Bawean


Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengaku prihatin mendengar pengakuan guru honorer yang dipotong gajinya oleh oknum. Bupati Fandi Akhmad Yani akan segera menindaklanjuti terkait adanya pemotongan ini.

Hal itu diungkapkan oleh Bupati seusai acara Silaturahmi dan Sarasehan Pendidikan Forkom GTK – PTK non K-2 se-Kabupaten Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Senin, 6 April 2021.

“Kami akan mengevaluasi, akan kami tindaklanjuti. Sangat memprihatinkan ketika hanya sedikit tambahan yang diberikan di tahun 2019 sebagai bentuk perhatian dari pemerintahan kok ada hal seperti itu,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 6 April 2021.

Jika masih ada guru honorer yang mengalami potongan oleh oknum tidak bertanggungjawab, Gus Yani meminta warga agar tidak ragu melapor. Masyarakat tinggal melapor melalui aplikasi Gresikpedia yang menjadi sarana komunikasi masyarakat dengan pemerintah. 

“Bisa disampaikan langsung di Gresikpedia karena itu tekoneksi langsung ke dinas-dinas yang lain. Seperti Dinas Pendidikan, Dinas Sosial da lain sebagainya,”katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menambahkan pihak meminta klarifikasi kepada pihak kecamatan di Pulau Bawean. “Segera kami akan minta klarifikasi ke pihak Kecamatan,”kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah.

Syaiful Bachri, guru honorer di Kecamatan Sangkapura mengatakan, dirinya datang ke sini membawa satu misi dari teman-teman di Sangkapura, Pulau Bawean.

Misi itu adalah adanya pemotongan gaji yang diduga dilakukan oknum. Kenaikkan gaji dari Rp 500 ribu menjadi Rp 1 juta masih dipotong oleh oknum. “Saya tanya pada teman-teman di daratan (Gresik) tidak di potong,”katanya.

“Guru honorer di Pulau Bawean Kecamatan Sangkapura dan Tambak. Gaji Rp 500 ribu dipotong 50 persen, kadang saya menerima Rp 200 ribu kadang Rp 100 ribu,”ujarnya.

Sarasehan tersebut diikuti perwakilan guru honorer se-Kabupaten Gresik. Mereka berbincang langsung dengan Bupati dan Wakil Bupati bersama Kepala Dinas Pendidikan Mahin, Kepala BKD Gresik Nadlif dan Ketua PGRI Gresik Arief Susanto. 

Arief mengaku para guru honorer tidak perlu diragukan lagi pengabdiannya. “Meskipun gaji dibawah rata-rata tetap mengabdi,”kata Arief yang juga Kepala SMK PGRI Gresik itu. (yad)

Sekolah di Pulau Bawean Mulai Simulasi PTM



Menjelang pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Gresik, sejumlah sekolah mulai melakukan simulasi. Salah satunya SMAN 1 Sangkapura.

Proses simulasi diikuti sejumlah siswa, guru, perangkat pemerintah dan aparat TNI - Polri. Pengawasan itu untuk memastikan protokol kesehatan benar-benar diterapkan.

Kapolsek Sangkapura Iptu Ach. Suja'i berharap, seluruh pelajar dan guru menerapkan protokol kesehatan saat PTM kembali diberlakukan.

Suja'i menyebut, persiapan PTM tersebut merujuk pada Inpres RI No 6 Tahun 2020 tentang disiplin protokol kesehatan. Kemudian Intruksi Mendagri 3/2021 serta Keputusan Gubernur Jatim No.188/7/KPTS/013/2021

"Pengawasan ini wujud implementasi Surat Edaran Bupati Gresik 3/2021," ujar Suja'i, Selasa (6/4/2021).

Sebelumnya, Pemkab Gresik telah menyetujui PTM dimulai 19 April 2021 mendatang. Ini menyusul kasus Covid-19 terus menurun dan Gresik masuk zona kuning.

Dalam pelaksanaan PTM tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes). Sesuai Perbup No 50 tahun 2020. Terkait jumlah dan teknis PTM Dinas Pendidikan dan Kemenag serta Satgas Covid-19 yang menentukan.

Pemkab Gresik Beri Layanan Transportasi Gratis untuk Santri Pulang Kampung



Transportasi terpadu dihadirkan Pemkab Gresik Jawa Timur. Kali ini, pemerintah memberikan layanan moda transportasi gratis kepada santri yang hendak pulang kampung.

Sebanyak 97 santriwati asal Pulau Bawean di pondok pesantren Sidogiri, Pasuruan dijemput Pemerintah Kabupaten Gresik secara gratis.

Para santriwati itu tidak perlu ribet lagi untuk pulang, difasilitasi Pemkab dijemput dua armada bus di depan pondok pesantren Sidogiri. Mereka pulang ke Gresik secara cuma-cuma dan langsung berada di pelabuhan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, penjemputan santri itu, bagian dari program integrasi moda transportasi untuk percepatan pembangunan ekonomi di Gresik daratan maupun kepulauan. 

Integrasi sistem transportasi terpadu di Gresik masuk dalam program 99 hari kerja, duet Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah.

"Salah satu pelayanan transportasi terpadu Nawa Karsa, hari ini santri dari Sidogiri dengan protokol kesehatan ketat, menggunakan masker. Ini adalah salah satu layanan kami menghapus pembangunan tidak hanya didaratan, perhatian pembangunan ada di kepulauan," katanya.

Para santriwati asal Pulau Bawean tiba di Pelabuhan Gresik sekitar pukul 06.00. Kedatangan santriwati itu disambut Gus Yani dan Bu Min.

Usai melepas puluhan satriwati yang dijemput armada bus kemudian di fasilitasi untuk pembelian tiket kapal tersebut, pelayanan di Pulau Bawean masih terus berlanjut. Bahkan, Bupati milenial ini sedang mengebut berbagai pelayanan yang akan diberikan dalam waktu dekat.

"Berawal dari pelayanan transportasi terpadu Gresik akan berkembang seperti pembangunan berkelanjutan seperti penerangan di kepulauan, perbaikan jalan lingkar. Tidak ada lagi pembangunan terpusat di daratan, pembangunan di Gresik harus merata," terangnya.

Kini Berlayar ke Pulau Gili Bisa Naik Kapal Gratis


Launching penyeberangan gratis menuju Gili Noko Pulau Bawean, menjadi langkah awal menuju Gresik Mapan.

Program ini merupakan salah satu rintisan sistem transportasi Gresik Terpadu, yang masuk dalam program 99 hari kerja Nawa Karsa Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah.

Penyeberangan gratis ke Gili Noko tidak hanya menunjang The Hidden Paradise ini sebagai salah satu spot snorkeling terbaik di Indonesia dengan keindahan dasar laut.

Kapal yang biasanya digunakan mengangkut 30 orang itu, untuk menuju ke Gili Noko atau Gili dibutuhkan waktu sekitar 30 menit.

"Kalau dulu biaya Rp 350-400 ribu pergi pulang. Sekarang gratis mulai bulan April besok," terang Kepala Dinas Perhubungan Gresik, Nanang Setiawan, Jumat (26/3/2021).

Pulau Putri dan Pantai Gili Noko terletak di sebelah barat Pulau Gili.

Pantai ini menyerupai sebuah pulau kecil di tengah-tengah laut dengan hamparan pasir putih nan indah.

Sama halnya Pulau Noko Selayar, Pulau Noko Gili berupa hamparan pasir putih yang membentang sekitar 600 meter dengan lebar 25 meter.

Letaknya bersebelahan dengan Pulau Gili Timur.

Akses menuju Gili Noko dapat menggunakan perahu jika air pasang dan berjalan dari Pulau Gili jika air surut.

Menyusuri hamparan pasir putih yang mempesona, Gili Noko uuga menyajikan panorama wisata bahari bawah air.

Bahkan, wisatawan juga bisa melihat habitat laut dengan mata telanjang. 

Sumber Tribun News

Lockdown atau Tidak Mudik ke Pulau Bawean, Dishub Tunggu Juknis


Pemerintah resmi melarang mudik lebaran 2021. Kondisi pagebluk coronavirus disease 2019 ( Covid-19) belum berakhir. Mudik lebaran dikhawatirkan menjadi klaster baru. Lebaran di rumah saja. 

Bagaimana dengan transportasi laut menuju Pulau Bawean? Pada tahun lalu, transportasi laut berjarak 80 mil laut ditutup. Ada dua momentun yang paling ditunggu masyarakat untuk pulang kampung. Dua momentum adalah Maulid Nabi Muhammad SAW dan Idul Fitri.

Lebaran Idul Fitri, transportasi laut cukup sibuk melayani pemudik lebaran. Kepala Dinas Perhubungan Gresik Nanang Setiswan mengatakan pihak mengetahui adanya kebijakan melarang mudik lebaran 2021.

Larang mudik itu untuk seluruh ASN, TNI, Polri, BUMN, karyawan swasta maupun pekerja mandiri, dan juga seluruh masyarakat mulai 6-17 Mei 2021. “Detail surat dan juknisnya, saya belum dapat,”kata Nanang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Sabtu, 27 Maret 2021. 

Untuk diketahui tahun lalu, pemerintah melakukan penutupan moda transportasi penumpang ke pulau Bawean. Transportasi laut maupun udara. Namun, pemerintah tetap memperbolehkan kapal logistik.

Kapal logistik yang melayani Gresik-Bawean adalah KMP Gili Iyang. Kapal jenir Ro-Ro mengangkut barang dan penumpang. Selama lockdown tahun lalu, hanya mengangkut logistik untuk keperluan masyarakat di Pulau Putri -sebutan lain-Pulau Bawean. (*)

Dishub Gresik Gelar Sosialisasi Moda Gratis di Pulau Bawean


Selama moda transpotasi gratis di Pulau Bawean Gresik belum tersedia. Namun, dalam waktu dekat Dinas Perhubungan (Dishub) setempat memastikan dua unit angkutan bisa beroperasi di pulau puteri tersebut.

Terkait dengan moda transpotasi ini. Dishub Gresik mengadakan sosialisasi bersama warga Pulai Bawean. Tujuannya, angkutan tersebut beroperasi warga sudah tahu dan bisa dimanfaatkan.

Kepala Dishub Gresik Nanang Setiawan menguturkan, angkutan umum yang akan beroperasi mulai bulan puasa yakni April 2021 nanti bisa dimanfaatkan secara gratis. Namun untuk tahap awal, angkutan tersebut untuk fasilitas umum. “Belum ada spesifik untuk siswa, ya untuk umum saja,” tuturnya, Jumat (26/03/2021).

Bagi masyarakat Bawean yang akan berpergian bisa memanfaatkan angkutan tersebut. Apalagi untuk mengelilingi jalan lingkar Bawean butuh waktu 1-2 jam saja. “Saat penerapan, tentu akan kami evaluasi kemudian akan kami ajukan ke Dirjen Perhubungan Darat untuk pengembangannya,” ujar Nanang.

Sementara, Kabid Angkutan Dishub Gresik Muhammad Amri mengatakan, angkutan yang akan beroperasi di Bawean itu berjumlah dua unit. Masing-masing memiliki dua kali putaran. Artinya, dalam sehari masyarakat bisa menjumpai angkutan sebanyak empat kali,” paparnya.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya tengah menyesuaikan dengan kearifan lokal. Hal tersebut menyangkut model angkutan yang akan beroperasi disana. Hal ini karena masyarakat disana mayoritas adalah nelayan. “Angkutannya gratis, tapi kan warga sering membawa barang-barang seperti ikan dalam jumlah banyak. Soal ini kami akan sosialisasikan supaya masyarakat tepat guna memanfaatkannya,” pungkasnya. [dny/kun] 

Sumber Berita Jatim

Pemuda Pulau Bawean Tewas Gantung Diri di Warkop


Syaifuddin (23), warga Dusun Sungaitirta, Desa Sungairujing, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, ditemukan tewas gantung diri di warung kopi (warkop) Benasareh, Selasa (9/3/2021).

Kapolsek Sangkapura Iptu Sujai mengatakan, saksi Amirus Shaleh melihat korban sudah tewas dengan leher terlilit tampar.

“Dengan cara gantung diri menggunakan tampar plastik biru merah atas yang diikatkan di bambu atap warkop,” ungkap Sujai.

Mantan Kanitreskrim Kebomas itu menambahkan, menurut keterangan dari beberapa saksi, korban diduga depresi. Syaifuddin sering terlihat bingung dan kerap kali melakukan percobaan bunuh diri. Namun berulang kali aksinya gagal.

Jasad korban selanjutnya dibawa ke RSUD Umar Mas’ud Sangkapura. “Di tubuh korban tidak ditemukan luka atau tanda-tanda lain, dan barang bukti diamankan,” pungkas Sujai. (and/har/fer)


Kabar Gembira Buat Santri asal Bawean yang Ingin Pulang Kampung Liburan Ramadhan


Surat dari Anggota Dewan

Teruntuk para keluarga alumni, santri & wali santri asal Pulau Bawean Gresik dari berbagai Pondok Pesantren di Jawa Timur.

Alhamdulillah... 

Siang tadi, Senin, 8 Maret 2021, saya telah bertemu dengan Bupati Gresik Gus Yani, dan saat itu juga telah memanggil Kepala Dinas Perhubungan. Hasilnya sebagai berikut ;

1. Gus Yani terlebih dahulu memastikan apakah 2 kapal cepat & 1 kapal giliyang cukup untuk melayani arus liburan santri & mudik lebaran, dan Dinas Perhubungan Gresik memastikan cukup, namun perlu menambah rate (jadwal tambahan) pada musim mudik lebaran. 

2. Gus Yani telah menginstruksikan kepada Dinas Perhubungan Gresik agar mendata jadwal liburan santri semua ponpes sebelum romadlon dan memastikan semua santri terlayani dengan baik sampai tujuan. 

3. Gus Yani mengintruksikan Dishub Gresik agar mengoperasikan bus milik pemkab untuk menjemput santri dari pondok masing-masing, jika di butuhkan.

4. Di akhir pertemuan, Gus Yani menghimbau Dishub Gresik agar kapal tujuan ke Bawean terus di kawal kualitas pelayanannya, dan jangan sampai ada monopoli yang bisa merugikan warga Bawean.

Kita patut bersyukur beliau sangat responsif. Kita doakan semoga Gus Yani selalu sehat dan diberi kemudahan menjalankan amanah. Amin Allahumma Amin.

Wassalam.

Musa NasDem

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean