Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
adsbybawean

Kepala Desa dan BPD Kecamatan Sangkapura Ikuti Bimtek Peningkatan Kapasitas di Gresik


Kepala Desa dan seluruh Anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) se-Kecamatan Sangkapura Kabupaten Gresik mengikuti bimbingan teknis  peningkatan kapasitas bertempat di Hotel Aston Inn di kawasan GKB Gresik 8-9 November 2021.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 170 peserta.

Dalam sambutannya, Ketua AKD (Asosiasi Kepala Desa) Kecamatan Sangkapura, Abdul Aziz mengatakan bahwa acara seperti menunjukkan hubungan yang harmonis antara Kepala Desa dan BPD di Kecamatan Sangkapura.

Camat Sangkapura, Muhammad Syamsul Arifin, S.Sos, MM berharap agar peserta betul-betul menjadikan pelatihan ini sebagai forum untuk belajar dan menambah pengetahuan dalam menjalankan pemerintahan desa. Sehingga membawa kemajuan dan kesejahteraan di Desa.

Dra. Malahatul Fardah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) yang membuka acara, menyebut bahwa acara ini sangat luar biasa. Bisa menghadirkan Kepala Desa dan Anggota BPD begitu banyak ke Kota Gresik.

Selain membuka acara, Malahatul Fardah memberi materi pertama, yaitu Pelaksanaan Tugas dan Fungsi BPD dan Kepala Desa.  Pemateri kedua adalah, Drs. Nurul Mukhid, M.Si, Kepala Bidang Administrasi Pemerintahan Desa Dinas PMD membawakan materi Manajemen Pemerintahan Desa. Adapun pemateri ketiga, Edi Hadisiswoyo, SH, MH Inspektur Kabupaten Gresik yang membawakan materi tentang pengawasan. Dan pemateri keempat, adalah Dr. Suyanto, SH, MH, Ketua Umum Perhimpunan BPD Kabupaten Gresik membawakan materi Sinergitas Peran BPD dan Pemerintah Desa

Pada kegiatan ini juga diisi dengan pemberian penghargaan dari Camat Sangkapura bagi desa yang lunas Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) seperti Desa Gunungteguh, Dekatagung, Pudakitbarat, Pudakittimur, Lebak, dan Suwari. 

(Kemas S. Rizal, Kontributor Media Bawean)

Polisi Masih Kesulitan Lacak Pembacok Kepala Dusun di Pulau Bawean


Jajaran Unit Reskrim Polsek Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik, sudah mengerahkan tim untuk menguak kasus pembacokan terhadap Ahmad Rizal, 32. Namun, polisi masih kesulitan mencari pembacok kepala dusun (Kasun) Barat Sungai, Desa Kotakusuma, yang terjadi Selasa lalu (25/10) tersebut.

Kapolsek Sangkapura Iptu Sujai mengaku, hingga saat ini, pihaknya masih menyelidiki kejadian. Dibutuhkan usaha ekstra untuk menguak identitas pelaku. ’’Kami mengalami kendala karena minimnya barang bukti petunjuk dan tidak ada saksi yang mengetahui pelaku, kecuali korban,’’ jelasnya, Senin (1/11).

Meski demikian, upaya penyelidikan terus dilakukan. Setiap ada hal yang mencurigakan langsung mendapat atensi. Untuk mengungkap kasus kriminal itu, Sujai memerintah jajarannya agar mendalami keterangan korban. Dia berharap ada petunjuk yang mengarah ke pelaku beserta motifnya.

’’Satu tim sudah diturunkan. Kemarin kami juga meminta keterangan korban di RSUD Ibnu Sina Gresik,’’ imbuh mantan Kanitreskrim Polsek Kebomas tersebut.

Sebagaimana diketahui, Ahmad Rizal menjadi korban pembacokan pada Selasa (26/10) malam. Saat korban dalam perjalanan pulang dengan mengendarai motor sekitar pukul 22.00 WIB, dua pria tak dikenal tiba-tiba mendekatinya dan menyabetkan benda tajam ke tubuhnya. Korban mengalami luka parah di punggung dan siku kiri.

Sumbet Jawa Pos

Diduga Dendam Pribadi, Pemuda Pulau Bawean Dibacok Hingga Tak Sadarkan Diri


Ahmad Rizal, 32, Dusun Barat Sungai Desa Kotakusuma Kecamatan Sangkapura Pulau Bawean nyaris meregang nyawa usai dibacok orang yang tidak dikenal. Aksi pembacokan yang dilakukan dua orang tersebut diduga akibat persoalan pribadi.

Korban saat ini dirawat Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ibnu Sina Gresik. Kejadian pengeroyokan itu terjadi sekitar pukul 22. 00 pada Selasa malam, (26/10/2021). Saat itu dirinya mengendarai sepeda motor seorang diri hendak menuju ke Alun-alun Bawean. Di tengah perjalanan, tepatnya di area jembatan antara Dusun Bengko Sobung dan Barat Sungai desa setempat, ia dihadang dua orang tak dikenal.

Semula ia tak begitu curiga. Karena dua orang misterius itu seperti mencari ikan. Keduanya tak terlihat membawa senjata tajam (sajam). Begitu ia mendekat, dua orang itu tanpa ragu mengeluarkan sajam lalu membacok punggung dan tangan kiri Rizal. Seketika itu korban lari menyelamatkan diri ke perkampungan warga.

“Motor saya tinggalkan, langsung lari mencari pertolongan. Darah mengucur deras. Saya ketuk rumah warga satu per satu mencari pertolongan,” katanya, saat ditemui di Rumah Sakit, Kamis (28/10/2021).

Belakangan diketahui, motor yang ditinggalkan korban tidak disentuh sama sekali oleh dua pelaku. Besar kemungkinan pelaku bukanlah begal maupun pencuri motor. Melainkan diduga kawanan yang dendam dengan korban. Rizal sendiri masih binggung, kenapa dirinya menjadi korban bacokan. Padahal ia tak merasa punya masalah dengan orang.

“Setelah mendapatkan pertolongan, saya langsung dibawa ke klinik Harapan Bunda Sangkapura Pulau Bawean. Tangan siku kiri, tak bisa tekuk, dan luka juga lengan punggung, tulang urat dalam juga ada putus,” terangnya.

Ia berharap polisi segera menangkap pelaku. Apalagi kawanan ini secara sengaja dan sadar ingin menghilangkan nyawanya.

Sementara itu, Kapolsek Sangkapura  Bawean Iptu Sujai saat dikonfirmasi mengatakan sudah mendapatkan laporan terkait kasus penganiayaan itu. Bersama jajarannya, kasus ini sudah diselidiki. Hanya saja, hingga kini pihaknya belum memgantongi identitas kedua pelaku.

“Masih kita lidik, korban juga tidak kenal dengan orang itu. Sedangkan saksi tidak ada saat kejadian,” ungkapnya melalui sambungan telponnya.

Dari keterangan korban, lanjut Sujai, satu pelaku tinggi 170 cm, dan satu pelaku agak berbadan gendut. Bagaimana jika itu preman atau orang suruhan, Kapolsek secara tegas masih melakukan penyelidikan tentang kasus tersebut. (yud/rof)

Sumber Radar Gresik

Lahir di Express Bahari, Gratis Tiket Kapal Hingga Usia 19 Tahun


Bayi Rania Balqis, anak pasangan Alfi Zairul (21 th) dan Zaidatul Amanah (19 th) asal Dusun Bhuling Desa Lebak Sangkapura Bawean,  yang lahir di Kapal Express Bahari 8E saat pelayaran dari Pulau Bawean menuju Gresik (20/10/2021), berkesempatan mendapat fasilitas berlayar gratis hingga usia 19 tahun bersama kapal Express Bahari.

Hal itu, ditegaskan oleh Reven Syahputra, Kepala Cabang Gresik PT. Pelayaran Sukses Inti Makmur, selaku operator Kapal Express Bahari yang melayani Bawean - Gresik  maupun sebaliknya Gresik - Bawean saat dihubungi melalui WhatsApp.

Reven berharap "pihak keluarga bisa mengurus kartu free dari kami, dengan persyaratan membawa Kartu Keluarga terbaru yang sudah ada nama si bayi".

Reven juga berharap, kalau boleh ada embel-embel nama Bahari di belakang nama bayi. Sebagai ciri khas, bayi yang lahir di kapal Express Bahari.

Tidak hanya bagi si bayi, orang tua juga ada free (tiket gratis), mengikuti anak, tambahnya. Menurut Reven, kartu free harus dibawa saat naik Express Bahari, tanpa membawa kartu free fasilitas tiket gratis tidak berlaku.

(Kemas Saiful Rizal, Kontributor Media Bawean)

Proses Kelahiran di Kapal Express Bahari Jurusan Bawean - Gresik


Ada kejadian langka dalam pelayaran kapal cepat Express Bahari 8E jurusan Bawean - Gresik, Rabu (20/10/2021), yaitu pasien melahirkan di atas kapal. 

Menurut salah satu ABK (Anak Buah Kapal) Express Bahari 8E, kejadian melahirkan di atas kapal ini, sangat jarang terjadi, namun sepengetahuannya sudah ada 3-4 kali pasien melahirkan di kapal.

Bayi yang dilahirkan berjenis kelamin perempuan. Sang ayah bernama Alfi Zairul, asal Dusun Labuhan Desa Tanjungori Kecamatan Tambak. Sedang sang ibu bernama Zaidatul Amanah, asal Dusun Bhuling Desa Lebak Kecamatan Sangkapura Bawean. 

Adapun bidan yang membantu proses persalinan adalah Bidan Tutut (istri Lutfil Manar, Kepala UPT Dinas Perhubungan Bawean). Turut menemani proses persalinan ini adalah Plt Kepala Dinas Kesehatan, dr. Mukhibatul Khusna, MM yang ikut rombongan  Bupati Gresik melakukan kunjungan kerja ke Pulau Bawean. "Serasa jantung mau copot" ujar dr Khusna, menyaksikan proses persalinan di atas kapal.

Alfi Zairul, ayah si bayi telah menyiapkan satu nama buat sang buah hati: Rania Balqis

(Kemas Saiful Rizal, Kontributor Media Bawean)

Beri Dukungan, Gus Yani Borong Produk UMKM Bawean


Disela-sela acara pelepasan produk ekspor UMKM Bawean ke berbagai manca negara di pendopo Kecamatan Sangkapura, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, berkeliling meninjau stand pameran produk UMKM Bawean dari 17 desa di Kecamatan Sangkapura 1 desa di Kecamatan Tambak yang di gelar di halaman kantor Kecamatan Sangkapura Pulau Bawean.

Saat meninjau stand masing-masing desa, Gus Yani, panggilan akrab Fandi Akhmad Yani, didampingi Kasi Kepabeanan dan Cukai, KPP Bea Cukai Gresik, Eko Rudi Hartono, menyempatkan berdialog dengan penjaga stand, menanyakan perihal produk yang dipamerkan.

Stand pertama yang dikunjungi Gus Yani adalah stand Desa Gelam, Kecamatan Tambak, yang memamerkan gula semut aren, dan aneka olahan ikan, seperti krupuk dan ikan kering. Setelah berbincang beberapa saat dengan penjaga pameran, Gus Yani memerintahkan ajudannya untuk memborong semua produk yang dipamerkan PKK Desa Gelam tersebut. 

Satu-persatu stand setiap desa dikunjungi Gus Yani. Sama seperti stand yang pertama, Bupati selalu berbincang dengan penjaga stand yang sebagian besar berasal dari Tim Penggerak PKK Desa. Semua barang yang tersisa dan berada di atas meja diborong seluruhnya oleh Bupati Gresik tersebut. 

Stand Desa Sawahmulya yang menjual minuman susu botol dingin, sebanyak 20 buah dibeli semuanya oleh Bupati dan dibagikan kepada orang-orang yang ada di sekitar Bupati berdiri.

Tidak hanya itu, saat berada di stand Desa Bululanjang, disana ada Poklahsar (Kelompok Pengolah dan Pemasar) Sang Perindu yang memproduksi sosis ikan, Bupati memenuhi keinginan 2 orang penjaganya untuk berfoto bersama. 

Demikian pula saat meninjau stand Desa Lebak, disana ada siswa SMK Hasan Jufri yang memamerkan serbuk Jahe Gula Aren dan Teh Mangrove Jeruju (teh dari salah satu jenis tanaman mangrove), selain memborong produk, Bupati juga menyempatkan berfoto bersama 2 orang siswa SMK tersebut. 

Selesai Bupati meninjau dan memborong semua barang yang tersisa, penjaga pameran semua desa merasa lega, karena barang yang dipamerkan terjual habis dan mendapatkan uang dari hasil penjualan itu.

(Kemas Saiful Rizal, Kontributor Media Bawean)

PJB Kembangkan PLTS di Pulau Bawean Gresik


PT Pembangkit Jawa-Bali (PJB) akan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk pemakaian sendiri di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Hal ini sebagai upaya mendorong pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT).

Direktur Pengembangan dan Niaga PT PJB Iwan Purwana mengatakan, rencana pengembangan PLTS floating 2 MWp + BESS 400 kWH itu sebagai penambahan pembangkit sistem di Bawean yang dimulai November 2021.

Direktur SDM PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) Karyawan Aji mengatakan, pengembangan PLTS di Pulau Bawean itu juga untuk mendukung pencapaian target nasional sebesar 23 persen pada tahun 2025. Ia menegaskan, penerapan EBT di Indonesia sudah tidak bisa dihindarkan.

Apalagi setelah adanya perjanjian internasional untuk mengurangi emisi karbon di Tanah Air. "Ditargetkan pada 2025 mendatang pemanfaatan energi baru terbarukan di Indonesia bisa mencapai 23 persen, dan potensi EBT di Indonesia menjadi magnet tersendiri bagi dunia internasional, karena cukup besar," kata Aji, Selasa (12/10).

Ia menjelaskan, secara umum program pengembangan EBT yang dilakukan PJB ada beberapa skema. Masing-masing EBT Skema Kemitraan, EBT Kepulauan Tersebar, PLTS untuk Pemakaian Sendiri (PS), hingga elektrifikasi dengan EBT.

"PJB juga mempunyai skema PLT Hybrid, yakni tenaga campuran, terdiri dari diesel, tenaga surya, dan baterai," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pakar Bioenergy Engineering dan Agricultural Engineering, Universitas Brawijaya, Bambang Susilo menyampaikan, potensi EBT di Indonesia cukup besar, karena memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah. Potensi SDA yang dimiliki Indonesia di antaranya aliran air, tenaga surya atau matahari, biomassa, bahan bakar nabati, biogas, suhu kedalaman laut, angin, ombak laut, dan panas bumi (geothermal).

"Indonesia akan menjadi negara imut-imut dan dibutuhkan karena potensinya besar. Seperti musim yang menghasilkan energi, yakni panas dan hujan," kata dia.

Ia mengatakan, secara umum energi baru adalah energi yang dihasilkan oleh teknologi baru, dan energi terbarukan adalah energi yang dalam waktu pendek bisa diperbarui. Kemudian dihasilkan dari sumber daya energi yang secara alamiah tidak akan habis dan dapat berkelanjutan jika dikelola dengan baik.

"Oleh karena itu, perlu kiranya didorong terus pengembangan EBT, sehingga mampu menjadikan Indonesia mandiri dengan sumber daya alamnya," kata Bambang.

Gus Bupati Gresik Datang karena Peduli Pulau Bawean


Oleh: Sugriyanto (Pakar Seni dan Bahasa asal Pulau Bawean)

      Rencana kedatangan Bupati Gresik, H. Fandi Akhmad Yani ke Pulau Bawean pada tanggal 17 Oktober 2021 akan benar-benar menjadi kenyataan kembali. Biasanya yang sering menjadi kendala dalam kegiatan kunjungan ini adalah cuaca dan gelombang laut. Jalur alternatif bila memang terkendala gelombang dan cuaca dapat ditempuh melalui jalur udara. Namun, saat ini BMKG sudah memberikan laporan mingguan tentang perubahan cuaca. Kunjungan Gus Yani-sapaan akrabnya yang kesekian kalinya ke Pulau Bawean semakin mendekatkan jalinan kemesraan antara umara dengan rakyatnya.

      Kebiasaan warga Pulau Bawean bila akan kedatangan pejabat selevel Bupati selalu disambutnya dengan segala daya upaya. Forkopimcam, kepala instansi, kepala desa, dan ibu-ibu PKK dibuat sibuk dengan berbagai persiapan sebagai bentuk penghormatan. Berbeda dengan Bupati Gresik saat ini, beliau cukup disambut dengan penuh kesederhanaan. Hal ini terbukti saat kunjungan perdana ke Pulau Bawean menuju desa Sungairujing dalam rangka peresmian destinasi WSB (Wisata Selayar Bawean,red), melalui salah satu juru bicara keprotokoleran mengatakan "Cukup sediakan degan atau kelapa muda saja, yang batang pohonnya banyak tumbuh di area WSB". Seluruh panitia penyambutan saat rapat persiapan di Balai Desa Sungairujing terperangah setelah hal demikian disampaikan kembali oleh salah satu pegawai dari dinas pariwisata setempat.

      Khalayak kiranya perlu sedikit tahu rencana kedatangan Bupati Gresik ke Pulau Bawean, di antaranya untuk menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad, SAW yang dipusatkan di Masjid Jamik Saadatuddarain Kecamatan Sangkapura. Peringatan Maulid rencananya akan di helat pada hari Selasa, 19 Oktober 2021 M/12 Rabiul Awal 1423 H pada siang hari. Kedatangan Bupati ke Pulau Bawean ini sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya konservasi tradisi peringatan Maulid Nabi Muhammad, SAW yang dilakoni warga Pulau Bawean. 

      Bagi seorang Bupati dalam menghadiri peringatan Maulid di Pulau  Bawean setidaknya dapat menyaksikan langsung pernak-pernik tradisi yang dianggap unik. Keunikan ini ditonjolkan dari sisi angka'an atau "bherkat". Namun, yang paling utama dipersembahkan kepada seorang Bupati berupa rangkaian atau pakem acaranya. Jika hanya sekadar "bherkat" yang akan disuguhkan kepada seorang Bupati tidak perlu datang ke Bawean, cukup didapatkan di Gresmall saja segala isinya. Di sinilah perlunya dari pihak panitia mengedepankan ikon maulid sebagai maskot utama keunikan dari peringatan Maulid Nabi Muhammad, SAW yang dirayakan di Pulau Bawean. 

      Agenda lain yang sudah tertera di rundown kegiatan berupa penyerahan dua mobil vaksin dari Kadin (Kamar Dagang dan Industri,red) Provinsi Jawa Timur kepada dua Puskesmas di dua kecamatan yakni Kecamatan Sangkapura dan Tambak. Dua unit mobil vaksin ini akan menjadi sarana pelaksanaan vaksinasi terhadap covid-19 secara "door to door" atau vaksinasi dari pintu ke pintu rumah. Warga Pulau Bawean yang memang masih udzur untuk datang ke tempat pelaksanaan vaksinasi di masa yang lalu dapat terlayani secara keseluruhan. Demikian sekilas keterangan dari ketua Panitia Maulid Nabi Muhammad,SAW di Masjid Jamik Saadatuddarain, Bapak H. Ainur Rofiq, SE. di sela santai di kediamannya. (Senin, 13 Oktober 2021). Beliau sedikit menambahkan bahwa kedatangan Bupati Gresik ke Pulau Bawean akan melounching ekspor hasil kerajinan industri rumah tangga warga Pulau Bawean, seperti gula aren dan produk lokal lainnya. Termasuk, ikan hasil tangkapan nelayan dalam target ekspor yang direncakan. Selebihnya, Bupati berencana akan memberikan santunan kepada anak yatim dan fakir miskin yang ditempatkan di Pesanggrahan Kecamatan Sangkapura.

      Sementara, Wakil Bupati Gresik, Ibu Hj. Aminatun Habibah yang lebih akrab disapa Bu Min akan berkunjung ke Pulau Bawean di lain kesempatan mendatang. Rencananya, kedatangan Bu Min ke Pulau Bawean akan melantik atau mengukuhkan kepengurusan organisasi kepramukaan di dua Korcab yakni Korcab Sangkapura dan Korcab Tambak. Untuk kedua petinggi kabupaten yakni Bapak Bupati dan Wakil Bupati Gresik terucap kata "Selamat Datang". Datang karena memang peduli terhadap warga Pulau Bawean. "Ahlan wa Sahlan..."

PKS Jatim Desak Pemerintah Optimalkan Destinasi Wisata di Pulau Bawean Gresik


Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jatim melakukan kunjungan ke Pulau Bawean Kabupaten Gresik pada (7-9 Oktober 2021). Dalam kunjungan itu, Ketua DPW PKS Jatim Irwan Setiawan menyampaikan akan mendorong pemerintah untuk mengoptimalkan Pulau Bawean sebagai destinasi wisata.

Hal itu, Irwan mengatakan karena Pulau Bawean yang ada di Kabupaten Gresik tidak kalah dengan tempat wisata yang ada di tempat lainnya seperti lombok. 

“Jika di Lombok ada Gili Trawangan dan Gili-gili yang lain, di Bawean juga ada pulau Gili dan pulau Noko. Keindahannya tidak kalah dengan yang ada di Lombok. Pemerintah hanya perlu mengoptimalisasi,” kata Irwan.

Jika pemerintah bisa mengoptimalkan Pulau Bawean ini menjadi destinasi wisata yang bisa bersaing dengan yang lain, Irwan menjelaskan, ekonomi masyarakat akan terangkat, banyak peluang pekerjaan baru untuk masyarakat. Perlu dikembangkan destinasi wisata halal.

Irwan menjelaskan, bahwa Pulau Bawean merupakan bagian dari Kabupaten Gresik. Letaknya sekitar 120 kilometer di utara pusat Kabupaten Gresik. 

Pulau ini hanya terdiri dari dua kecamatan, yaitu Kecamatan Sangkapura dan Kecamatan Tambak.

Mayoritas penduduknya merupakan suku Bawean, serta perpaduan dari suku Jawa, Madura, Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan.

Pria 45 tahun itu kemudian menyampaikan bahwa PKS siap membantu untuk membangun Kabupaten Gresik. “Kami siap membangun sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah untuk membangun pulau Bawean,” tegas Irwan.

Irwan dan rombongan PKS Gresik berkeliling ke Pulau Bawean selama dua hari. Dalam kunjungannya itu, selain berkunjung ke Gili dan Noko, rombongan PKS juga membagi bantuan sembako untuk masyarakat yang terdampak karena Covid-19.

Selain itu, Irwan dan rombongan PKS juga berziarah ke makam H Bahrudin, anggota PKS pertama yang ada di Bawean. Tak hanya itu, rombongan PKS juga mengunjungi beberapa tokoh masyarakat di Bawean.

“Ini bagian dari edukasi politik PKS kepada masyarakat. Saya titip pesan ke pengurus DPC PKS di Bawean untuk terus menjalin komunikasi dengan berbagai stake holder yang ada. Karena membangun masyarakat tidak bisa sendirian, butuh kerjasama banyak pihak,” ujarnya.

Hal ini, ia menambahkan, terkait dengan dengan visi PKS sebagai partai Islam rahmatal lil alamin yang kokoh dan terdepan melayani rakyat dan NKRI.

Dalam kunjungannya, Irwan didampingi oleh Arif Prasetyo Aji dan Ahmad Zakaria. Keduanya Ketua dan sekretaris Bidang Pembinaan Daerah (BPD) 10 (Gresik – Lamongan). Sementara DPD Gresik diwakili oleh Ketua DPD PKS Gresik Fahrizal Muhammad Kohar, Sekretaris Danil Setiawan, Bidang Kaderisasi Mukhlisin dan Dewan Etik Daerah (DED) Anwar Machzumi.

Sumber Jatim NetWork

Kunjungan ke Pulau Bawean, Ketua PKS Jatim Ziarah Anggota PKS Pertama di Pulau Bawean


Yang pertama selalu istimewa. Demikian juga dengan Haji Baharudin, anggota PKS pertama di Pulau Bawean, pulau yang ada di antara Gresik dan Kalimantan.

H Bahrudin bergabung dengan PKS sejak awal berdirinya Partai Keadilan. Bahrudin mengenal partai ini dari seorang temannya di Mojokerto. Sekitar tahun 90an, Bahrudin menjadi pengajar di salah satu sekolah di Mojokerto.

Hubungan yang terus terjalin baik dengan rekannya pengurus Partai Keadilan di Mojokerto ini membuatnya mantap memilih dan mengembangkan PKS di Pulau Bawean.

Bahrudin kemudian mendirikan sekolah sekolah di Bawean. Sekolah ini saat ini menjadi sekolah swasta terbesar di Pulau Bawean. Bahrudin dikabarkan wafat pada Agustus 2021 persis setelah menikahkan anaknya.

Rombongan PKS Jatim dan PKS Gresik pada Kamis, 7 Oktober 2021 berkunjung ke rumah Bahrudin bertemu dengan istrinya.

Dalam silaturahimnya, Ketua DPW PKS Jatim Irwan Setiawan menyampaikan permintaan maaf kepada pihak keluarga karena baru sempat mengunjungi setelah Bahrudin wafat.

“Bagi kami beliau, Haji Bahrudin ini istimewa, kami mengapresiasi perjuangan mengenalkan PKS di Bawean ini. Semoga Allah memberikan tempat tertinggi di hadapanNya,” ujar Irwan kepada istri Bahrudin.

Ia kemudian menyampaikan bahwa dirinya dan PKS jatim secara umum banyak belajar dari kiprah Bahrudin. “Semoga apa yang dilakukan almarhum menjadi amalan yang terus mengalir pahalanya,” harap Irwan.

Di akhir kegiatan, rombongan PKS kemudian menyempatkan ziarah ke makam Haji Bahrudin yang didampingan menantu Haji Bahrudin.{

Sumber Jatim PKS

Kumalasa Bawean Bebas Sinyal


Oleh: Sugriyanto (Pakar Seni dan Bahasa asal Pulau Bawean)

     Pikiran dibuat terheran-heran tatkala memasuki Dusun Kumalasa (Sabtu, 9 Oktober 2021 sekitar 16:15 WIB) dalam kondisi hampa sinyal. Daerah perbukitan dengan padat pemukiman ini seperti menjadi terbiarkan persoalan akan kebutuhan sinyal seluler. Padahal, secara hitung-hitungan profit seluler manapun bila mendirikan tower di desa tempat singgahnya induk semangnya para wali ini tidak akan tekor secara perhitungan bisnis. Apalagi, warga Kumalasa terkenal sebagai bangsa pebisnis yang koneksinya hampir ke seluruh penjuru Nusantara hingga ke manca negara. Banyak stan di pasar-pasar konvensional yang menyebar di Pulau Bawean dimiliki oleh warga asal Kumalasa sebagai tempat penjualan berbagai jenis barang. Tentunya, untuk mengendalikan kelancaran bisnis usahanya sangat bergantung pada kebutuhan jaringan seluler.

     Salah seorang pemilik tanah yang pernah teken kontrak dengan salah satu vendor seluler mengaku telah menerima sewa tanah senilai  Rp. 120.000.000 (seratus dua puluh juta rupiah) dengan masa panjang kontraknya sekitar 20 tahunan. Tahun kontrak sekitar tahun 2011 dengan rencana mendirikan tower untuk area seluas 15 x 25 meter persegi di Kumalasa . Uang yang sudah diterima oleh pemilik tanah sudah dibelanjakan untuk keperluan rumah tangganya. Satu unit sepeda motor merek Yupiter dibelinya dari uang sewa yang sudah diterimanya itu. Namun, sampai sekarang (2021) memasuki jalan masa kontrak 11 tahun bila terhitung mundur mulai tahun 2011-an tetap tidak terlihat tanda-tanda dari pihak penyewa tanah lokasi untuk mendirikan tower seluler di Kumalasa.

     Peristiwa ini menarik untuk ditelisik lebih jauh terkait belum berdirinya tower seluler dengan nilai kontrak yang sudah dibayarkan. Padahal, salah satu vendor seluler sampai menarik kabel bawah laut menuju Pulau Bawean terkait MoU (Memorandum of understanding) dengan Menkoinfo yang menetapkan keharusan untuk mendirikan tower seluler di pelosok-pelosok Nusantara di manapun. Bila hal ini tidak dipenuhi maka Menkoinfo akan mencabut izin operasionalnya. Rupanya, untuk Pulau Bawean mendapat perhatian khusus. Tak terkecuali Kumalasa sudah saatnya untuk didirikan tower seluler atas kebutuhan yang cukup mendesak. 

     Kejadian aneh dan sedikit mengundang curiga bagi warga setempat adanya gelagat seseorang tak dikenal melintas di sebelah jalan Balai Desa Kumalasa menuju ke arah lapangan sepak bola (sekitar tahun 2011 lalu). Lelaki berpostur tinggi besar itu mengendari sepeda motor dengan menggendong tas ransel di pundaknya. Kala itu tengah ramai-ramainya isu maling masuk dari daratan luar pulau ke Pulau Bawean dengan menumpangi perahu. Kades waktu itu, Mukjizat sempat tersulut emosinya saat melihat gelagat yang sangat ganjil itu. Kades Mukjizat terprovokasi isu itu. Beliau menyangka bahwa yang berlalu lalang itu adalah teman maling yang akan mengantarkan ransuman makanan. Setelah ditunggu hampir 30 menit lamanya, ternyata tidak kunjung lewat lagi pulangnya. Akhirnya, Kepala Desa Kumalasa Mukjizat berinisiatif dan langsung tancap gas dengan motornya mencari keberadaan orang tak dikenal itu. Ternyata, dia petugas pencari sinyal untuk mendirikan tower seluler dan sudah menemukan lokasinya, tepatnya di tanah milik ibu Naefah, warga kumalasa. 

     Selama ini Kumalasa terkenal sebagai desa pusat berdirinya lembaga pendidikan, mulai tingkat dasar hingga tingkat lanjutan. Baik pendidikan umum maupun pendidikan berbasis keagamaan. Adanya jaringan seluler di masa pandemi covid-19 yang menerapkan pembelajaran daring menjadi sedikit terkendala. Anak-anak murid selalu pergi ke tempat tertentu atau nebeng ke WiFi milik warga yang berbelas kasih dari pemasangan jaringan dari vendor seluler tertentu via kabel yang ditarik lewat jalan darat menukik dan berliku. Warga luar dusun Kumalasa yang datang berkunjung ke sana akan mendapatkan notifikasi di HP-nya bertuliskan "panggilan darurat" selalu atau bebas sinyal karena berada di luar jangkauan. 

     Jika hal demikian tidak segera direspon oleh pihak terkait akan menjadi kendala berarti dalam berkembangnya kemajuan di segala bidang, terutama dalam dunia pendidikan dan pariwisata. Desa yang memiliki beragam jenis objek wisata, baik wisata alam maupun wisata religi yang ada di Kumalasa akan mengalami perlambatan laju perkembangannya. Para pengunjung akan berpikir berlipat bila hendak masuk ke Kumalasa karena mengalami bebas sinyal. Atau mungkin ada permainan "kedipan mata" antara pihak tertentu agar selamanya di Kumalasa tidak didirikan tower seluler sehingga jaringan seluler tertentu menjadi laris manis. Hal ini yang perlu terus dicari tahu ke mana juntrungnya vendor tertentu yang sudah membayar sewa tanah namun tower tak kunjung berdiri. Bila hal ini dibiarkan berketerusan maka Kumalasa bebas sinyal permanen. "Maaf, nomor yang Anda tuju berada di luar jangkauan" Ujar operator genit saat Sang pemilik HP tengah memasuki Kumalasa. Ku...malas...ah.

Booklet Pariwisata di Kapal Express Bahari


Ada yang sedikit berbeda saat naik kapal Express Bahari, , 10 Oktober 2021. Ada sebuah Booklet Pariwisata 2021 yang diterbitkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Gresik yang terselip di belakang kursi penumpang. Booklet seukuran majalah itu, tak ubahnya seperti majalah yang tersedia di kursi penumpang pesawat terbang. Namun bedanya, di Kapal Express Bahari ini, di setiap 3 kursi hanya ada 1 buah Booklet. 

Menurut Sabarudin, Nakhoda Express Bahari 8E,  Booklet ini mulai sajikan kepada penumpang sejak Kamis, 7 Oktober 2021. 

Booklet tersebut adalah pemberian Disparbud Kabupaten Gresik untuk mempromosikan obyek wisata di Kabupaten Gresik termasuk yang ada di Pulau Bawean kepada penumpang kapal jurusan Gresik-Bawean atau sebaliknya. 

"Sebanyak 100 Booklet Pariwisata 2021 kami serahkan kepada manajemen Kapal Express Bahari di Gresik, kalau kurang bisa kami tambah" kata Koesri Hadipriyono, seorang Kasubid, Disparbud Kabupaten Gresik.

Booklet ini berisi gambar dan penjelasan terkait obyek wisata yang ada di Kabupaten Gresik. Ada 41 obyek wisata yang masuk di booklet ini. 23 diantaranya adalah obyek wisata yang ada di daratan Gresik

Sedangkan 18 obyek wisata lainnya ada di Pulau Bawean. Obyek wisata di daratan Gresik yang ada pada booklet ini seperti  Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim, Makam Sunan Giri, Pantai Delegan, Wagos (Wisata Edukasi Gosari), Setigi (Selo Tirta Giri) Desa Sekapuk, dan Edu Wisata Lontar Sewu Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti. Sedangkan objek wisata di Pulau Bawean seperti Pantai Noko Gili, Pantai Selayar, Danau Kastoba, Pulau Cena, Penangkaran Rusa Bawean, dan lain-lain.

Terlihat banyak penumpang kapal yang membaca booklet pariwisata ini. Terlihat rombongan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur yang asyik membuka-buka booklet ini.

(Kemas S. Rizal, Kontributor Media Bawean)

Konversi Premium ke Pertalite Sebuah Keharusan


Oleh: Sugriyanto (Pakar Seni dan Bahasa asal Pulau Bawean

     Kabar yang sudah merebak di seantero Pulau Bawean adanya rencana penggantian penggunaan bahan bakar minyak dari premium ke pertalite. Orang awam mungkin banyak bertanya mengenai varian bensin yaitu premium, pertalite, dan Pertamax. Perbedaan antara ketiganya dapat dilihat dari kadar atau tingkat nilai oktannya. Istilah oktan dalam ilmu kimia adalah angka yang menunjukkan seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum bensin terbakar.

     Nilai oktan masing-masing jenis bensin ini bervariasi. Jenis premium memilki nilai oktan sekitar 88, jenis pertalite memiliki nilai oktan 90, dan nilai oktan pertamak 92. Perbedaan nilai oktan dalam pemakaian ini menyesuaikan dengan tekanan mesin jenis kendaraan. Saat ini rata-rata jenis kendaraan yang dimiliki warga Pulau Bawean sudah berjenis injeksen atau Jetmatic. Tekanan mesin jenis ini cukup tinggi sehingga membutuhkan jenis bensin beroktan tinggi. Sehingga konversi dari premium ke pertalite menjadi suatu keharusan. Warga Pulau Bawean seperti dibayang-bayangi rasa ketakutan dengan hadirnya jenis bensin pertalite. Sebutan lain yang masih memiliki nuansa perbedaan yakni dalam sebutan warna. Sebagian ada yang menyebut "bensin biru" dan sebagian ada yang menyebut "bensin hijau" gara-gara perbedaan ketajaman pandangan. Untuk memastikan persoalan warna ini dapat dilihat dari warna cat pom mininya yang berwarna hijau. Sebut "bensin hijau" saja bila sulit untuk menyebut pertalite.

     Kecemasan terhadap konversi bensin kuning dengan bensin hijau ini banyak dipicu oleh tukang bengkel abal-abal yang selalu melontarkan pendapatnya bahwa bensin hijau atau pertalite cenderung membuat mesin mengalami gangguan. Penyumbatan sering terjadi pada filter atau saringan pengudaraan akibat pertalite yang selalu menyisakan kerak. Jenis pertalite ini sebenarnya lebih tinggi tingkat penguapannya dibanding jenis bensin premium. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah persoalan kebersihan dari tanki atau drum yang menjadi wadah pertalite kadang kurang bersih. Bekas drum minyak palm atau minyak goreng kadang dipakai untuk mewadahi jenis bensin pertalite sehingga terjadi pelelehan atau percampuran yang berakibat bensin pertalite menyisakan kerak.

     Persoalan mendasar penjualan BBM di Pulau Bawean kurangnya kecukupan modal usaha para pelaku BBM pada umumnya, baik untuk DP (Down Payman) maupun modal usaha. Andaikan pengusaha BBM di Pulau Bawean memiliki modal berkecukupan untuk apa penjualan BBM disubkan lagi ke agen pengecer. Sistem makelar atau calo orang-perorang pemilik modal inilah yang menyanggah atau membeli pasokan BBM dari kapal tanker yang diangkut oleh truk mobil berlogo PT. Pertamina ke drum-drum pengusaha pemilik modal riilnya sehingga cepat habis. Uang segar cepat kembalinya untuk distor ke depo Pertamina sebagai tanggunangan yang harus segera ditunaikannya karena dirinya sendiri tak cukup modalnya. 

      Sistem penjualan BBM yang berlaku di Pulau Bawean rupanya bergaya beli patungan atau "cotek-cotek" skala relatif besar. Akibatnya, harga jual pada ujung-ujungnya dipatok oleh agen pengecer tangan kedua ini sebagai pematung. Satu-satunya jalan terbaik dibuka SPBU dengan segel meteran yang sudah ditrah oleh badan meteorologi. Pengusaha minyak di bawa bendera badan usaha resmi bila memiliki kecukupan modal tidak usah terburu-buru untuk menyetor modal ke depo pertamina karena sudah memiliki modal yang cukup hingga BBM habis terjual di SPBU dan kios-kios yang relatif berjauhan dari pusat SPBU tersebut. Logikanya, di daratan Gresik saja bertaburan SPBU dalam jarak beberapa kilometer saja. Kenapa di Pulau Bawean betapa sulit dan beratnya untuk mendirikan SPBU!? Jangan-jangan orang dalam PT. Pertamina sendiri dapat ucapan terima kasih dari pengusaha BBM asal Pulau Bawean hingga SPBU tetap menjadi "dosa" besar untuk didirikan di Pulau Bawean. 

     Pemerintah lewat PT. Pertamina hendaknya melakukan evaluasi dan monitoring dengan cara membuka tender atau lelang terbuka kepada pengusaha luar yang sanggup dan mau mendirikan SPBU bila pengusaha lokal terus tidak mampu menjual BBM satu harga. Warga Pulau Bawean selalu dibuat gigit jari untuk sama-sama merasakan harga BBM standar nasional. Keberatan pengusaha lokal BBM ini memberikan indikasi terlalu besarnya dalam meraup keuntungan. Justru yang banyak berdiri SPBU-SPBU-an yang mirip SPBU sungguhan bangunan dan sarananya namun harga penjualannya tetap tidak satu harga dengan di daratan Gresik utamanya. Lucu dan lucu leluconnya.

RSUD Umar Mas'ud Bawean Dapatkan Bantuan Kesehatan Berupa Alat Anestesi


RSUD Umar Mas’ud Bawean baru saja mendapatkan satu mesin anestesi. Kini warga Bawean bisa mendapatkan fasilitas operasi tanpa penyakit penyerta secara langsung dan tak perlu rujukan.

Tony S Hartanto selaku Direktur Utama RS Umar Mas’ud menuturkan bahwa mesin yang baru datang kemarin adalah mesin tambahan. Sebelumnya, mereka sudah lebih dulu memiliki namun dirasa masih bisa memenuhi kebutuhan.

Dirinya berkata bahwa, “Tapi dengan tambahan ini, tindakan operasi bisa berjalan dua sekaligus. Tapi kalau ada kondisi tertentu yang mengharuskan untuk dirujuk, tetap akan kita rujuk. Semisal untuk operasi dengan pasian yang juga sakit jantung.” lanjutnya.

Sayangnya mereka hingga saat ini masih belum bisa menemukan operator untuk mengoperasikan alat tersebut. Karena hingga kemarin, mereka hanya memiliki satu operator dan mesin lainnya masih ditangani oleh dokter.

Seperti yang telah diketahui, saat ini status dokter spesialis di sana masih merupakan penugasan dari provinsi yakni spesialis anestesi dan penyakit dalam.

Sedangkan tiga orang lainnya merupakan program bantuan pendidikan dokter spesialis (PDS).

“Inikan mereka tugas hanya satu tahun setelah diperbarui. Nah, pas masa transisi ini, kadang terjadi kekosongan dalam beberapa bulan.” tutupnya. (bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean