Media Bawean, 23 Juni 2008
Ditulis oleh: Zaini bin Sairi Pejinggahan.
Ditulis oleh: Zaini bin Sairi Pejinggahan.
Pada suatu ketika dahulu semua orang Bawean pasti teringin untuk berkunjung ke batu kerbau (batu sarapong) yang terletak di laut Kampung Pejinggahan. Apa tidaknya, karena batu tersebut banyak cerita misterinya.
Pada tahun 70-han ada seorang yang coba untuk mendirikan (pecat) Semua orang kampung jadi bingung, karena penyakit malaria yang amat teruk hanya terjadi di Kampung Pejinggahan. Bapak dukun, ahli nujum, dan pak Kiai masing-masing bingung, mencari jawapan!! …… akhirnya maka datanglah mimpi kepada seseorang, yang mana mimpi tersebut, menyuruh untuk merobohkan pecat yang didirikan di batu kerbau itu. Selesai saja pecat itu dirobohkan maka penyakit malaria tiba-tiba hilang dari Kampung Pejinggahan. Dan kebanyakan orang yang sakit dikena malaria beransur pulih.
Kenapa orang sebut batu kerbau itu batu sarapong???
Ceritanya begini!!!
Waktu dulu batu kerbau itu ada kejadian ajaib, yang mana saya sendiri pernah melihat kejadian itu. Kalau musim angin timur dengan jelas telihat, ada sebuah batu yang terapong disebelah barat, dan kalau musim barat pula batu tersebut terapong disebela timur. Atas sebab itulah kemungkinan batu itu disebut batu sarapong, kerana perkataan tersebut hampir sama bunyinya dengan perkataan terapong. Namun kini batu tersebut telah hilang berpinda kesatu tempat, sampai sekarang tidak temukan tempatnya.
Waktu dulu batu kerbau itu ada kejadian ajaib, yang mana saya sendiri pernah melihat kejadian itu. Kalau musim angin timur dengan jelas telihat, ada sebuah batu yang terapong disebelah barat, dan kalau musim barat pula batu tersebut terapong disebela timur. Atas sebab itulah kemungkinan batu itu disebut batu sarapong, kerana perkataan tersebut hampir sama bunyinya dengan perkataan terapong. Namun kini batu tersebut telah hilang berpinda kesatu tempat, sampai sekarang tidak temukan tempatnya.



Posting Komentar