Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
adsbybawean
Home » » Minimnya Gaji Guru Swasta di Bawean

Minimnya Gaji Guru Swasta di Bawean

Posted by Media Bawean on Senin, 23 Juni 2008

Media Bawean, 23 Juni 2008

Kelulusan di Pulau Bawean, termasuk sukses dan berhasil dengan gemilang. Tingkat SMA ada 2 siswa tidak lulus berasal dari SMA Islamiah di Tambak, sedangkan SMP ada 1 siswa tidak lulus yaitu berasal dari SMP PGRI Kepuhteluk Tambak.
Bagaimana potret pendidikan di Pulau Bawean? Berikut laporan singkat media bawean, tentang kondisi lembaga pendidikan swasta di Pulau Bawean.
Di Pulau Bawean banyak berdiri lembaga pendidikan tingkat MTs dan MA. Hampir disetiap desa memiliki lembaga pendidikan yang berdiri sendiri, yang jumlahnya sangat banyak. Sehingga dengan banyaknya lembaga pendidikan, maka murid yang diterima jumlahnya cukup sedikit.

Sementara kendala umum, yaitu sumber daya guru yang masih kurang. Tenaga mengajar yang direkrut sebagai guru tidak sesuai bidangnya, umumnya rata-rata sarjana pendidikan agama atau S.Ag. Padahal untuk bidang studi seperti matematika, fisika dan bahasa inggris yang diujikan dalam ujian nasional mutlak dipelukan guru sesuai bidangnya.

Kendala SDM guru di Pulau Bawean, umumnya disebabkan gaji guru yang sangat rendah. Gaji guru umumnya 1 jam rata-rata Rp. 10.000. Contohnya, Pak Yanto mengajar di MTs. Bawean dengan 10 jam selama 1 minggu x Rp.10.000 sama dengan Rp.100.000.

Jadi penghasilan Pak Yanto mengajar selama 1 bulan adalah Rp. 100.000. Sebab minggu ke 2, 3 dan 4 tidak masuk hitungan. Itulah rumus umum penghasilan guru di Pulau Bawean.

Jadi dengan minimnya gaji yang diberikan oleh pihak sekolah, terkadang guru lebih banyak mencari penghasilan lain diluar sekolah. Seperti ikut nelayan, jadi petani dan lainnya, akibatnya seringkali kita melihat kondisi sekolah di kelas tanpa ada gurunya. (bst)

SHARE :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean