Media Bawean, 5 Agustus 2008
Oleh : Mr. Gerbang Bawean
Orang Bawean pada umumnya merasa takut untuk menerima vonis hukuman saat melakukan kesalahan apapun. Mereka rela berkorban apapun asal vonis yang diberikan bisa bebas dari hukuman, khususnya penjara. Bayar berapapun bersedia untuk menembus kebebasan dari hukuman yang diterimanya.
Sebenarnya penjara merupakan tempat untuk melakukan terapi diri atas segala kesalahan yang dilakukan selama ini. Tapi oleh pihak terdakwa atau keluarganya sendiri, kesalahan apapun yang terpenting bisa bebas dari hukuman kurungan akan ditempuhnya. Walaupun harus dengan membayar pengacara dengan nominal tinggi.
Kenapa takut di Penjara, menurut beberapa orang yang pernah menikmati kehidupan dalam penjara banyak menyatakan bahwa hidup di penjara 1 hari seperti hidup 1 tahun dialam yang bebas.
Kebanyakan warga di Pulau Bawean paling takut dalam urusan hukum, jadi untuk melakukan kesalahan masih berfikir panjang dengan resiko yang akan dihadapi setelah melakukan kejahatan. Sehingga sangatlah jarang melihat warga Bawean berurusan dengan pihak berwajib.
Bila terlanjur melakukan kesalahan dan kasus terkirim ke Gresik, maka dengan segala daya upaya berusaha untuk mencari jalan keluar untuk mendapatkan kebebasan dari hukuman. Sebenarnya bila pihak terdakwa merasa bahwa telah melakukan kesalahan, konsekuwensi terbaik adalah menjalani vonis penjara apa adanya agar tidak merugikan pihak keluarganya yang lain di Pulau Bawean. Berapapun vonis yang diputuskan oleh Hakim saat di pengadilan diterima saja dengan tujuan mencari jati diri yang sebenarnya didalam terali besi.
Saat keluar dari penjara, sedikit banyak pasti akan banyak perubahan diri untuk menentukan sikap dan perbuatan dalam kehidupan. Artinya terapi yang dilakukan selama ini berhasil dengan baik, untuk menata kehidupan yang lebih baik di hari esok.
Oleh : Mr. Gerbang Bawean
Orang Bawean pada umumnya merasa takut untuk menerima vonis hukuman saat melakukan kesalahan apapun. Mereka rela berkorban apapun asal vonis yang diberikan bisa bebas dari hukuman, khususnya penjara. Bayar berapapun bersedia untuk menembus kebebasan dari hukuman yang diterimanya.
Sebenarnya penjara merupakan tempat untuk melakukan terapi diri atas segala kesalahan yang dilakukan selama ini. Tapi oleh pihak terdakwa atau keluarganya sendiri, kesalahan apapun yang terpenting bisa bebas dari hukuman kurungan akan ditempuhnya. Walaupun harus dengan membayar pengacara dengan nominal tinggi.
Kenapa takut di Penjara, menurut beberapa orang yang pernah menikmati kehidupan dalam penjara banyak menyatakan bahwa hidup di penjara 1 hari seperti hidup 1 tahun dialam yang bebas.
Kebanyakan warga di Pulau Bawean paling takut dalam urusan hukum, jadi untuk melakukan kesalahan masih berfikir panjang dengan resiko yang akan dihadapi setelah melakukan kejahatan. Sehingga sangatlah jarang melihat warga Bawean berurusan dengan pihak berwajib.
Bila terlanjur melakukan kesalahan dan kasus terkirim ke Gresik, maka dengan segala daya upaya berusaha untuk mencari jalan keluar untuk mendapatkan kebebasan dari hukuman. Sebenarnya bila pihak terdakwa merasa bahwa telah melakukan kesalahan, konsekuwensi terbaik adalah menjalani vonis penjara apa adanya agar tidak merugikan pihak keluarganya yang lain di Pulau Bawean. Berapapun vonis yang diputuskan oleh Hakim saat di pengadilan diterima saja dengan tujuan mencari jati diri yang sebenarnya didalam terali besi.
Saat keluar dari penjara, sedikit banyak pasti akan banyak perubahan diri untuk menentukan sikap dan perbuatan dalam kehidupan. Artinya terapi yang dilakukan selama ini berhasil dengan baik, untuk menata kehidupan yang lebih baik di hari esok.



Posting Komentar