Media Bawean, 6 Agustus 2008
Pengawal adalah profesi menghantarkan orang Bawean ke negeri luar seperti Malaysia dan Singapura. Orang Bawean umum bila ingin bepergian ke luar negeri menggunakan jasa para pengawal. Para pengguna jasa pengawal membayar sesuai ketentuan ketetapan pengawal tersebut kepada penumpangnya. Pembayaran sudah termasuk ongkos kapal Bawean-Gresik, biaya pengurusan paspor, tiket kapal laut (pengguna kapal Suarabaya-Kijang Tanjung Pinang ) atau tiket pesawat (bagi penggunan pesawat terbang Juanda - Batam, Johor Bahru, Kuala Lumpur).
Dulu pada era 70an, 80an ataupun 90an para pengguna jasa pengawal sangat ramai digunakan oleh orang yang ingin ke Malaysia ataupun Singapura. Pengawal merupakan status gelar sangat harum, dan dikenal banyak uang oleh semua orang.
Sedangkan keuntungan yang didapat oleh para pengawal saat era masa diatas sangatlah besar, 1 orang saja keuntungannya bisa jutaan rupiah. Bila jumlah penumpang yang dibawa sebanyak 50 orang saja, maka sudah bisa dihitung berapa jumlah keuntungan yang didapatnya. Pengawal semakin berjaya dan kelas stratanya di masyarakat Bawean tambah naik.
Pengawal umumnya tidak memiliki surat ijin resmi pengiriman tenaga kerja ke luar negeri. Mereka hanya bermodalkan kepandaian berlobi disaat akan memasuki wilayah antar negara. Sehingga pengawal bisa membawa masuk orang-orang yang dikawalnya dari Pulau Bawean. Seandainya tidak ada permainan antar petugas, maka pengawal akan banyak menanggung kerugian saat akan menghantarkan ternyata harus tertolak kembali ke Indonesia. Sebab selama dalam perjalanan biaya makan dan penginapan sudah termasuk pembayaran secara total.
Dunia pengawal masa kini sudah mengalami kesuraman, disaat warga Bawean sudah pandai dan ilmu yang dimiliki semakin tinggi. Meraka sudah tidak mau menggunakan jasa pengawal lagi, kebanyakan keberangkatan sudah bisa dilakukan sendiri tanpa menggunakan pihak lain. Hal ini merupakan penyebab utama dunia pengawal jadi suram.
Pengawal umumnya selain dari membawa masuk orang, umumnya juga menangani jasa pengiriman uang dan barang. Umumnya kalau pengiriman uang Rp.1 juta ongkos kirimya Rp.100.000, bila dipresentasekan sekitar 10%. Tetapi saat Bank Jatim membuka Cabang di Pulau Bawean, pengiriman jasa uang melalui para pengawal semakin berkurang, sebab banyak warga di luar negeri mentransfer langsung melalui Bank Jatim. Pengaruhnya penghasilan pengawal dari jasa pengiriman uang sangatlah berkurang.
Selain pengiriman uang, para pengawal juga menangani pengiriman barang ke Bawean. Jasa pengiriman barang melalui pengawal, ongkos kirimnya 1 Kg sebesar 10 RM ( kalau dari Malaysia). Barang yang dikirimkan bermacam- macam barang, terkadang ada barang yang aneh kirimkan seperti pintu ataupun cenkarok.
Sudah bisa dibaca berapa banyak para pengawal yang berhenti saat sekarang. Melihat situasi dan kondisi sekarang dunia pengawal sangatlah suram dibandingkan masa sebelumnya. (bst)
Pengawal adalah profesi menghantarkan orang Bawean ke negeri luar seperti Malaysia dan Singapura. Orang Bawean umum bila ingin bepergian ke luar negeri menggunakan jasa para pengawal. Para pengguna jasa pengawal membayar sesuai ketentuan ketetapan pengawal tersebut kepada penumpangnya. Pembayaran sudah termasuk ongkos kapal Bawean-Gresik, biaya pengurusan paspor, tiket kapal laut (pengguna kapal Suarabaya-Kijang Tanjung Pinang ) atau tiket pesawat (bagi penggunan pesawat terbang Juanda - Batam, Johor Bahru, Kuala Lumpur).
Dulu pada era 70an, 80an ataupun 90an para pengguna jasa pengawal sangat ramai digunakan oleh orang yang ingin ke Malaysia ataupun Singapura. Pengawal merupakan status gelar sangat harum, dan dikenal banyak uang oleh semua orang.
Sedangkan keuntungan yang didapat oleh para pengawal saat era masa diatas sangatlah besar, 1 orang saja keuntungannya bisa jutaan rupiah. Bila jumlah penumpang yang dibawa sebanyak 50 orang saja, maka sudah bisa dihitung berapa jumlah keuntungan yang didapatnya. Pengawal semakin berjaya dan kelas stratanya di masyarakat Bawean tambah naik.
Pengawal umumnya tidak memiliki surat ijin resmi pengiriman tenaga kerja ke luar negeri. Mereka hanya bermodalkan kepandaian berlobi disaat akan memasuki wilayah antar negara. Sehingga pengawal bisa membawa masuk orang-orang yang dikawalnya dari Pulau Bawean. Seandainya tidak ada permainan antar petugas, maka pengawal akan banyak menanggung kerugian saat akan menghantarkan ternyata harus tertolak kembali ke Indonesia. Sebab selama dalam perjalanan biaya makan dan penginapan sudah termasuk pembayaran secara total.
Dunia pengawal masa kini sudah mengalami kesuraman, disaat warga Bawean sudah pandai dan ilmu yang dimiliki semakin tinggi. Meraka sudah tidak mau menggunakan jasa pengawal lagi, kebanyakan keberangkatan sudah bisa dilakukan sendiri tanpa menggunakan pihak lain. Hal ini merupakan penyebab utama dunia pengawal jadi suram.
Pengawal umumnya selain dari membawa masuk orang, umumnya juga menangani jasa pengiriman uang dan barang. Umumnya kalau pengiriman uang Rp.1 juta ongkos kirimya Rp.100.000, bila dipresentasekan sekitar 10%. Tetapi saat Bank Jatim membuka Cabang di Pulau Bawean, pengiriman jasa uang melalui para pengawal semakin berkurang, sebab banyak warga di luar negeri mentransfer langsung melalui Bank Jatim. Pengaruhnya penghasilan pengawal dari jasa pengiriman uang sangatlah berkurang.
Selain pengiriman uang, para pengawal juga menangani pengiriman barang ke Bawean. Jasa pengiriman barang melalui pengawal, ongkos kirimnya 1 Kg sebesar 10 RM ( kalau dari Malaysia). Barang yang dikirimkan bermacam- macam barang, terkadang ada barang yang aneh kirimkan seperti pintu ataupun cenkarok.
Sudah bisa dibaca berapa banyak para pengawal yang berhenti saat sekarang. Melihat situasi dan kondisi sekarang dunia pengawal sangatlah suram dibandingkan masa sebelumnya. (bst)



Posting Komentar