Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
adsbybawean
Tampilkan postingan dengan label POTENSI LAUT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label POTENSI LAUT. Tampilkan semua postingan

Angkat Potensi Kelautan dan Perikanan Bawean



UPT Pelabuhan dan Konservasi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Bawean mengikuti even Jatim Fish And Marine Exhibition (JFME) Tahun 2018 di Dome Parkir Timur Delta Plaza, tanggal 4 - 5 Mei 2018.

Dalam even, stand Bawean menempati barisan utama bersama stand Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur. Ketika Gubernur Jawa Timur Soekarwo selesai membuka kegiatan, langsung mengunjungi stand Bawean dengan memamerkan potensi kelautan, seperti udang lobster bambu dan mutiara.

Sutadi Trikomadiyono, kepala UPT Pelabuhan dan Konservasi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Bawean mengatakan banyak hal yang kita dapatkan dalam mengikuti Jatim Fish And Marine Exhibition (JFME) Tahun 2018. Diantaranya mengenalkan potensi kelautan dan perikanan yang ada di Bawean. "Alhamdulillah, jumlah pengunjung yang datang juga lumayan banyak,"katanya.

Menariknya menurut Sutadi, seperti udang lobster yang dibawah dari Pulau Bawean dalam kondisi masih hidup.

Selain itu, juga dipamerkan keindahan bawah laut Bawean. "Melalui hasil rekaman video yang ada, telah dipertontonkan keindahan bawah laut, seperti terumbu karang dan lainnya,"ujarnya.

Subhan Ketua Pokmaswas Hijau Daun yang turut serta dalam ajang pameran hasil kelautan dan perikanan tingkat Jawa Timur mengaku sangat senang sehubungan bisa mempromosikan Pulau Bawean. "Setelah pengunjung melihat hasil potensi kelautan dan perikanan, serta keindahan alam yang ada. Banyak yang ingin berkunjung ke Pulau Bawean,"paparnya. (bst)

Kepiting Raksasa dari Pulau Bawean


Pulau Bawean dikenal banyak potensi laut, diantaranya udang lobster, ikan kerapu dan lainnya. Ternyata juga ditemukan banyak kepiting yang bersarang di Bawean.

Kepiting adalah sejenis hewan laut yang banyak dikonsumsi warga, memiliki ukuran biasa atau normal. Lain hanya, penemuan salah satu warga di Alas Timur, desa Daun, Sangkapura telah menemukan kepiting ukuran besar, setelah ditimbang sampai 1 kg.

Dhaif mengatakan telah kepiting raksasa ditemukan, ternyata warga yang menemukannya tidak mau mengkonsumsi atau makan, dengan alasan ukurannya terlalu besar.

Sehingga, menurut Dhaif, kepiting ukuran raksasa dibawa ke Gresik, kemudian dimasak bersama-sama ternyata nikmat juga. "Dagingnya lebih banyak dan rasanya lebih nikmat dibanding kepiting ukuran biasaa,"paparnya.

Mustakim menyatakan tidak bergairah untuk makan sehubungan ukurannya terlalu besar. "Rasanya sepertinya menakutkan untuk mengkonsumsinya,"terangnya kepada Media Bawean. (bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean