Media Bawean, 23 Desember 2008
Sumber : Duta Masyarakat
GRESIK, Warga Desa Tanjung Ori, Kecamatan Tambak Bawean, Gresik, terancam tidak akan mendapatkan jatah beras warga miskin (raskin). Pasalnya, sekawanan maling nekat mencuri beras yang tersimpan di gudang desa itu. Untungnya, aparat Polsek Tambak bergerak cepat hingga berhasil menangkap empat tersangka.
Mereka adalah Shanor (42), Sirun (40), Jumhari (25), ke-tiganya warga Desa Tanjung Ori Kecamatan Tamba, serta Rifa'i (48), warga Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Tambak Bawean. Rifai diduga otak pencurian beras untuk warga miskin tersebut.
"Keempat tersangka dan barang bukti sudah kami kirim ke Polres hari ini", terang Kapolsek Tambak, AKP Dedy Iskandar, Selasa (22/12).
Ketika ditanya mengapa kasus tersebut harus dilimpahkan ke Polres, mantan Kanit Reskrim Polsek Driyorejo ini menjelaskan, pelimpahan tersebut semata-mata agar penanganannya bisa lebih cepat.
"Apalagi dalam pemeriksaan nanti juga harus menghadirkan Kepala Desa (Kades) Tanjung Ori. Meski sebatas sebagai saksi, pemanggilan kades tetap harus seizin bupati. Makanya, kasus tersebut kami limpahkan ke Polres," tandas Dedy serius. (dik)
Sumber : Duta Masyarakat
GRESIK, Warga Desa Tanjung Ori, Kecamatan Tambak Bawean, Gresik, terancam tidak akan mendapatkan jatah beras warga miskin (raskin). Pasalnya, sekawanan maling nekat mencuri beras yang tersimpan di gudang desa itu. Untungnya, aparat Polsek Tambak bergerak cepat hingga berhasil menangkap empat tersangka.
Mereka adalah Shanor (42), Sirun (40), Jumhari (25), ke-tiganya warga Desa Tanjung Ori Kecamatan Tamba, serta Rifa'i (48), warga Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Tambak Bawean. Rifai diduga otak pencurian beras untuk warga miskin tersebut.
"Keempat tersangka dan barang bukti sudah kami kirim ke Polres hari ini", terang Kapolsek Tambak, AKP Dedy Iskandar, Selasa (22/12).
Ketika ditanya mengapa kasus tersebut harus dilimpahkan ke Polres, mantan Kanit Reskrim Polsek Driyorejo ini menjelaskan, pelimpahan tersebut semata-mata agar penanganannya bisa lebih cepat.
"Apalagi dalam pemeriksaan nanti juga harus menghadirkan Kepala Desa (Kades) Tanjung Ori. Meski sebatas sebagai saksi, pemanggilan kades tetap harus seizin bupati. Makanya, kasus tersebut kami limpahkan ke Polres," tandas Dedy serius. (dik)
Posting Komentar