Media Bawean, 11 Februari 2009
Sumber : Jawa Pos

GRESIK - Setelah sepekan lumpuh, kemarin (10/2), aktivitas penyeberangan kapal Gresik-Bawean kembali dibuka. Namun, penyeberangan perdana menggunakan KM Dharma Kartika itu ternoda. Sebab, sekitar 15 penumpang yang mengantongi tiket kapal gagal berangkat menuju Pulau Bawean.
"Saya pesan tiket sepuluh hari lalu. Mau berangkat tidak bisa karena kapal sudah penuh," kata Hanum, salah seorang penumpang kapal. Dia tidak sendiri. Ada belasan penumpang lain yang terlantar.
"Kalau saya tidak berangkat, bagaimana dengan barang yang sudah masuk kapal?" keluh penumpang lain kepada petugas PT. Dharma Lautan Utama (DLU), pemilik kapal Dharma Kartika. Akibatnya, terjadi adu mulut antara penumpang dan Manajer Cabang Gresik PT. DLU Mochamad Sofian.
Melalui perundingan alot, akhirnya pihak DLU sepakat untuk memberi ganti rugi kepada penumpang yang gagal berangkat tersebut. Ganti rugi sebesar 200 persen dari harga tiket yang telah dibeli. Harga tiket VIP Rp 125.000 per orang dan ekonomi Rp 110.000 per orang.
"Kami sepakat mengganti dua kali dari harga tiket. Barang yang sudah masuk kapal, nanti bisa diambil di Pulau Bawean. Pasti aman," jelasnya ketika ditemui di Terminal Pelabuhan Gresik.
Kemarin, KM Dharma Kartika berangkat pukul 09.00. Ada 202 penumpang yang naik. Dharma Kartika adalah kapal penumpang dan barang. Sofian menyatakan, kelebihan tiket penumpang itu terjadi karena banyak penumpang yang tidak membelikan tiket untuk anaknya. Padahal, sesuai ketentuan, anak berusia di atas dua tahun harus bertiket.(yad/ib)
Posting Komentar