Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
adsbybawean

SIMADA IV 2010 UPN "Veteran" Bangun Gapura "Selamat Datang Di Pulau Bawean"

Media Bawean, 31 Juli 2010

SIMADA IV 2010 UPN "Veteran" Di Pulau Bawean
Membangun Gapura "Selamat Datang Di Pulau Bawean"

SIMADA IV 2010 UPN "Veteran" Di Pulau Bawean
Pemeriksaan & Penyuluhan Kesehatan Di Rumah Penduduk

Sistem Integrasi Mahasiswa Dewasa (SIMADA) 2010 Mahasiswa UPN "Veteran" sedang berlangsung di Pulau Bawean sampai tanggal 8 Agustus 2010. Kontribusi besar diberikan oleh UPN "Veteran" kepada warga Bawean, dibidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat dan lain-lain.

Diantara sumbangan UPN "Veteran " terbesar di Pulau Bawean adalah membangun gapura di dermaga Pulau Bawean bertuliskan "Selamat Datang Di Pulau Bawean", KKN Universitas Pembangunan Nasional "Veteran". Dilengkapi lambang Pemkab Gresik dan lambang UPN "Veteran.

Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), Dr. Ir. Edi Mulyadi, MS. ditemui Media Bawean hari ini (31/7) disela-sela pemasangan gapura di dermaga Pulau Bawean, mengatakan pembuatan gapura termasuk sumbangan terbesar dibanding sumbangan yang lainnya, dengan menghabiskan biaya sebesar Rp. 50 juta.

Menurut Dr. Ir. Edi Mulyadi, MS. membuat gapura hanya dikerjakan selama dua hari di bengkel UPN "Veteran" Jatim. "Membuat gapura praktis dengan empat segmental yang dibawa dari Surabaya ke Bawean. praktis bisa dibongkar pasang, bisa dipindah ke lain tempat sebab pemasangan bongkar pasang," katanya.

"Selain gapura, Simada IV UPN "Veteran" juga banyak menyumbang bantuan yang berhubungan secara langsung dengan kebutuhan masyarakat di Pulau Bawean. Seperti bio gas di desa Daun dan desa Sukalela, di Pulau Bawean banyak sekali kotoran sapi yang bisa dimanfaatkan untuk pembakaran seperti memasak ataupun listrik. Tandon air di Sungairujing dan Kalompanggubuk, olah minyak kelapa di Lebak dan Pekalongan, olah kopi di desa Suwari," terangnya.

Bagaimana kesan Dr. Ir. Edi Mulyadi, MS. selama di Pulau Bawean? "Respon masyarakat Bawean sangat tinggi dan mendukung pelaksanaan Simada IV UPN "Veteran" jawabnya.

"Potensi wilayah dan sumber daya alam Bawean cukup bagus, hanya sentuhan tekhnolongi yang kurang sehingga sedikit sekali investor yang melirik Pulau Bawean. Terkesan mubadzir sebab tidak dimanfaatkan, contoh buah kelapa harganya di Bawean satu buah Rp. 300, sedangkan di Surabaya harganya Rp. 3ribu sampai Rp. 4ribu. Termasuk hasil ikan, gula aren, terus batu onix_nya termasuk terbaik dibandingkan daerah lain, termasuk sumber air tawar disekeliling pantai Bawean yang bisa dimanfaatkan sebagai obyek wisata. Lihat danau kastoba, air tejun, sumber air panas, pantai pasir putihnya sekeliling Pulau Bawean, dan obyek lainnya terkesan tidak dimanfaatkan," jelas Dr. Ir. Edi Mulyadi, MS.

Peserta SIMADA IV UPN "Veteran" selain menyumbangkan kebutuhan masyarakat, kegiatan lainnya memberikan penyuluhan dan pemeriksaan ke rumah-rumah penduduk, termasuk mendatangi sekolah-sekolah dengan membantu mengajar, serta mengadakan lomba puisi dan cerda cermat untuk menanam cinta tanah air, (bst)

Polsek Sangkapura Memeriksa Secara Intensif MF Mengaku Keluaran Pondokan

Media Bawean, 31 Juli 2010

Anggota Polsek Sangkapura Memeriksa MF

Pasca ditangkapnya MF sebagai tersangka pencuri kendaraan bermotor (curanmor), kemarin (29/7), di Alun-Alun Sangkapura, anggota Polsek Sangkapura secara intensif memeriksa MF sampai hari ini (31/7) untuk menguak tersangka lainnya.

Ditemui Media Bawean, MF mengaku sebagai keluaran pondok pesantren, mencuri hanya untuk bayar hutang. "Sebenarnya saya tidak punya keinginan untuk melakukan pencurian, tetapi berhubung kebutuhan sangat mendesak, maka melakukan pencurian," katanya.

Kedua kakak MF tidak menduga sebelumnya, bahwa MF adalah pelaku pencurian sepeda milik Sumar. "Padahal segala kebutuhan untuk membeli rokok dan lain-lain selalu diberi, kenapa sampai melakukan pencurian?," ujar kakak perempuan MF penuh tanda tanya.

"Saya berharap agar adik mendapat keringanan hukuman dari kepolisian," harapan kedua kakak MF ditemui Media Bawean di Kantor Polsek Sangkapura.

Kakak lelaki MF menunjukkan jari tangan yang terkena arit ketika menyabit rumput setelah mendengar adiknya ditahan di kantor Polsek Sangkapura.

Menurut Brigda Nur Hidayat, MF dijerat dengan KUHP pasal 363 jontu undang-undang darurat no. 12 Tahun 1951 dengan ancaman 7 tahun penjara. "Kena undang-undang darurat no. 12 Tahun 1951 disebabkan MF ketika ditangkap membawa senjata tajam," jelasnya. (bst)

H. Samri Barik Bersama Isteri Pulang Kampung

Media Bawean, 31 Juli 2010

H. Samri Barik Di Dermaga Pulau Bawean

H. Samri Barik bersama isterinya hari ini (31/7) tiba di dermaga Pulau Bawean dalam rangka pulang ke kampung halamannya di desa Paromaan Tambak Pulau Bawean. Rencananya pulang kampung sampai tanggal 8 Agustus 2010 di Pulau Bawean.

Beliau merupakan salah satu warga Pulau Bawean yang sukses di Singapore, mempunyai rutinitas pulang kampung sebanyak tiga kali dalam setahun. Kedatangannya di Kampung, tentunya sangat ditunggu-tunggu disebabkan setiap pulang selalu mengumpulkan warga dan anak-anak sekolah untuk membagi-bagikan rejekinya.

Selain peduli dengan sesamanya, H. Samri Barik peduli dengan kondisi lingkungan yang ada disekitarnya, seperti membangun jalan di kawasan Paromaan menghubungkan dengan Pagherangan Tanjungori Tambak. (bst)

Pateken Geger, Siswa Madrasah Kakinya Masuk Jari-Jari Sepeda

Media Bawean, 31 Juli 2010

Siswa MDU Sedang Dibonceng Dihantar Kerumahnya

Warga Pateken Datang Memberikan Bantuan

Di sore hari (31/7), ketika datang dari belajar seorang siswa madrasah diniyah membuat geger warga Pateken desa Kotakusuma, Sangkapura. Kakinya masuk dalam jari-jari sepeda pancal yang digunakan, sehingga seketika anak tersebut menangis sekuat-kuatnya membuat warga berkerumun untuk memberikan pertolongan. Setelah ditolong, kemudian dihantar ke rumah orang tuanya di kawasan Pateken. (bst)

Pelaku Curanmor Di Bawean Ditangkap Polisi

Media Bawean, 30 Juli 2010

Polisi Sedang Memeriksa Tersangka Di Polsek Sangkapura

Polsek Sangkapura berhasil menangkap pelaku pencuri kendaraan bermotor (curanmor) milik Sumar (28 th.) warga dusun Menara Button desa Gunungteguh Sangkapura yang hilang tanggal 14 Mei 2010 di rumahnya, ketika ditinggal tadarrus dirumah tetangganya.

Adanya laporan dari keluarga korban yang menyatakan sepeda motor telah ditemukan, kemudian anggota Polsek Sangkapura bergerak cepat melakukan penyelidikan terhadap pembeli pertama ZHD (24 th.) warga Tambilung Sokaoneng Tambak. Setelah dicari dirumahnya tidak ditemukan sehubungan ZHD mengajar kercengan di Kebuntelukdalam, kemudian anggota Polsek Sangkapura bergerak menuju Kebuntelukdalam dan berhasil menangkap ZHD ditempat latihan kercengan.

Setelah menangkap ZHD, selanjutnya anggota Polsek Sangkapura dengan menggunakan ZHD berhasil memancing pelaku curanmor bernama MF (27 th.) warga Gunung Menur Gunungteguh yang ditangkap polisi di Alun-Alun Kota Sangkapura tadi malam (29/7).

MF ditemui Media Bawean di Kantor Polsek Sangkapura mengatakan, "Sebenarnya saya mencuri hanya ingin bayar hutang kepada seseorang," katanya.

Setelah mencuri sepeda motor milik Sumar, MF menyembunyikannya kemudian dijual kepada ZHD warga Tambilung Sukaoneng Tambak seharga Rp. 1.800.000.

Sedangkan ZHD ditanyakan soal pembelian sepeda motor hasil curian, menyatakan tidak tahu menahu bahwa sepeda motor yang dibelinya adalah hasil pencurian, hanya tahu bahwa sepeda motor kosongan.

Kapolsek Sangkapura, AKP. H. Zamzani, SH. dihubungi Media Bawean, mengatakan bahwa tersangka sudah diamankan di kantor Polsek Sangkapura. "Kita sedang menyelidiki dan mengembangkan lebih lanjut tertangkapnya tersangka curanmor, untuk mencari tersangka lainnya," katanya. (bst)

Kecamatan SangkapuraJuara I Lomba Menu Umbi-Umbian Se Kab. Gresik

Media Bawean, 30 Juli 2010

Karina Soekarwo Membuka Pameran BBGRM

Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat VII Jawa Timur yang disertai dengan pameran berbagai produk unggulan dan pasar murah dari berbagai kabupaten dan kota se Jawa Timur, Kamis (29/7), bertempat dihalaman kantor Bupati Gresik.

Pameran dalam rangka "Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM)" bertema "Dengan Semangat Gotong Royong Kita Mantapkan Pemberdayaan Masyarakat dan Revitalisasi Program Keluarga Berencana Nasional" dibuka oleh Karina Soekarwo, isteri Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Kecamatan Sangkapura terpilih sebagai juara I dalam lomba menu dari umbi-umbian se- Kabupaten Gresik. Yaitu kue rentak temu guling asal desa Suwari Sangkapura yang bahannya terdiri dari temu kuning diambil sarinya menjadi sagu.

Kades Suwari, Drs. Ruhan dihubungi Media Bawean via ponselnya, membenarkan atas prestasi yang diraihnya sebagai juara I dalam lomba menu umbi-umbian.

"Umbi kuning yang selama ini anggapan warga kurang berharga, ternyata sangat bermanfaat sarinya dibuat sagu. Kue rentak temu giling bahannya terdiri dari sagu, susu, kayu manis, cengkeh , jahe, telur, kelapa, dan gula," kata Drs. Ruhan.

Camat Sangkapura, Suhaemi, SH.MM. setelah mengikuti pameran, mengajak ibu PKK berkunjung ke salah satu Ponpes di Kota Malang dengan tujuan memberikan motivasi para ibu PKK di Kecamatan Sangkapura. (bst)

Desa Pekalongan Membangun Kades : Jalan Desa Belum Tergarap 70 %

Media Bawean, 30 Juli 2010

Sumber Dana ADD Membangun Jalan Sepanjang 300 Meter

Bedah Rumah Gakin Ditempati Janda Asal Pekalongan

Umar Kades Pekalongan, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, memiliki banyak program di desanya, selain melaksanakan jum'at bersih bersama seluruh aparatnya, juga menggratiskan KTP dan KK setiap warga yang menurusnya.

Dengan tekad kuat membangun desa Pekalongan, Umar memanfaatkan alokasi dana desa (ADD) untuk pembangunan yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh warganya. Bersumber dari dana ADD sebesar Rp. 11.300.000, bisa membangun jalan sepanjang 300 meter. "Ini berkat kerja keras aparat bersama warga dalam bergotong royong sehingga bisa menghasilkan pembangunan jalan sangat panjang," katanya.

"Kondisi jalan di desa Pekalongan dengan kawasan yang luas, diperkirakan masih sekitar 70 % belum terjamah proyek pembangunan. Semoga JPD yang diusulkan tahun ini bisa terlaksana di desa Pekalongan," jelas Umar.

Hosen sebagai warga Gunung Timur desa Pekalongan mengaku sangat bersyukur dengan adanya pembangunan jalan lingkungan dusun tempat tinggalnya, dengan alasan bisa dimanfaatkan santri dan warga umum.

Selain pembangunan jalan bersumber dari ADD, desa Pekalongan kemarin membangun bedah rumah Gakin milik janda bernama Sariyah beranak dua di dusun Gunung Barat. "Sebelumnya rumah ini sangat tidak layak ditempati, sehubungan dengan kondisinya sebagai janda dan memiliki keperdulian terhadap pendidikan dua orang anaknya, maka diprioritaskan untuk mendapatkan bedah rumah Gakin," terangnya Umar sebagai Kades Pekalongan ditemui Media Bawean. (bst)

Mau Ikut Ibu Atau Nenek? Ternyata Memilih Ikut Nenek Tinggal Di Bawean

Media Bawean, 30 Juli 2010

Anak Memilih Ikut Nenek Tinggal Di Pulau Bawean

Anak Memilih Ikut Nenek Tinggal Di Pulau Bawean

Ada kejadian menarik di Dermaga Pulau Bawean, hari ini (30/7) disaat Kapal Dharma Kartika akan berangkat menuju Pelabuhan Gresik. Ada seorang anak kecil menangis sekuat-kuatnya turun dari atas kapal, tidak mau ikut berlayar dengan sang ibu memilih ikut dengan nenek tercintanya di Pulau Bawean. Sementara sang ibu tetap memaksa si anak untuk ikut berlayar, tetapi tetap menolaknya untuk dibawa berlayar.

Peristiwa tangisan anak kecil yang kuat mengundang perhatian banyak orang di Dermaga Pulau Bawean. Ketika kapal Dharma Kartika yang membawa penumpang sebanyak 150 orang, akan diberangkatkan menuju Pelabuhan Gresik, ternyata si anak bertahan memilih tinggal di Pulau Bawean bersama nenek tercintanya. (bst)

Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo YusgiantoroDirencanakan Meresmikan Proyek SIMADA IV 2010

Media Bawean, 29 Juli 2010

S. Soesanto Bersama A. Fauzi Di Pulau Bawean

Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro direncanakan pada hari rabu (4/8) datang ke Pulau Bawean dalam rangka meresmikan proyek hasil SIMADA IV UPN "Veteran" 2010. Prof. DR. IR. H. Akhmad Fauzi,MMT. sebagai Kepala LPPM UPN "Veteran" Jawa Timur ditemui Media Bawean di Komplek Perikanan Bawean, membenarkan adanya rencana kunjungan Menhan di Pulau Bawean.

Prof. DR. IR. H. Akhmad Fauzi,MMT. mengatakan Sistem Integrasi Mahasiswa Dewasa (SIMADA) 2010 UPN "Veteran" di Pulau Bawean ada 5 program yaitu top down dan botton up. "Top Down seperti pembangunan gapura, tandon air, bio gas, mesin krupuk, mesin minyak kelapa dan lain-lain. Program botton up dengan melihat potensi masyarakat yang ada di Pulau Bawean untuk dikembangkan, seperti mengadakan lomba dayung se-Bawean dengan harapan bisa menjadi ikon di masyakarat Bawean untuk mengadakan even tahunan sehingga wisatawan tertarik untuk datang ke Pulau Bawean," katanya.

"Program bela negara dengan mengadakan lomba puisi ditingkatan anak-anak di Pulau Bawean, dengan harapan bisa menanamkan cinta tanah air Indonesia," ujarnya.

Lebih lanjut Prof. DR. IR. H. Akhmad Fauzi,MMT. memiliki harapan dengan diadakannya SIMADA 2010 UPN "Veteran" bisa memiliki desa binaan di Sangkapura dan Tambak, serta berkelanjutan KKN UPN "Veteran" di Pulau Bawean.

Kenapa memilih Pulau Bawean sebagai tempat SIMADA IV UPN "Veteran" 2010? "Kita ingin mengamalkan ilmu dan mengabdikan diri di masyarakat Bawean dengan alasan sampai saat ini belum ada yang masuk atau menggarap Pulau Bawean," jawab Prof. DR. IR. H. Akhmad Fauzi,MMT. (bst)

SIMADA IV UPN "Veteran" 2010 Menyumbang Rp.250 Juta Pembangunan Bawean

Media Bawean, 29 Juli 2010

Bukti Nyata Sumbangan UPN "Veteran" Di Pulau Bawean

Bukti Nyata Sumbangan UPN "Veteran" Di Pulau Bawean

Sistem Integrasi Mahasiswa Dewasa (SIMADA) 2010 UPN "Veteran" memberikan kontribusi kepada warga Pulau Bawean. Mereka datang dengan membawa banyak proyek untuk pengembangan masyarakat, seperti pembangunan tandon air, pembangunan gapura, pemanfaatan teknolongi tepat guna untuk mesin krupuk, mesin kopi dan mesin minyak kelapa.

Menurut Prof. DR. IR. H. Akhmad Fauzi,MMT. nominal yang disumbangkan sebesar Rp.250 juta untuk pembangunan fisik di Pulau Bawean. "Nominal tersebut bersifat bahan, sebab segala pekerjaannya dilakukan di bengkel milik UPN "Veteran," terangnya.

"Bila ditafsir keseluruhan nominalnya sangat besar, SIMADA IV 2010 UPN "Veteran merupakan kegiatan awal di Pulau Bawean. Semoga kegiatan ini mendapat dukungan semua pihak, Muspika Sangkapura dan Tambak, termasuk warga Pulau Bawean," harapanya.

"SIMADA IV 2010 adalah gabungan dari UPN "Veteran" Jakarta, UPN "Veteran" Yogyakarta, dan UPN "Veteran" Surabaya. Semoga kedepan UPN "Veteran" Surabaya bisa mengembangkan program reguler KKN di Pulau Bawean," ujar Prof. DR. IR. H. Akhmad Fauzi,MMT. sebagai Kepala LPPM UPN "Veteran" Surabaya. (bst)

SIMADA IV 2010 UPN "Veteran" Di Pulau BaweanDari Kapal Perang Diangkut Perahu Karet Ke Darat

Media Bawean, 29 Juli 2010

Kapal TNI AL Teluk Sangkuriang Di Perairan Pulau Bawean

Perahu Mengangkut Perlengkapan SIMADA UPN "Veteran"

Perahu Karet Mengangkut Peserta SIMADA UPN "Veteran"

Peserta Sistem Integrasi Mahasiswa Dewasa (SIMADA) 2010 Mahasiswa UPN "Veteran" dari UPN "Veteran" Jakarta, UPN "Veteran" Yogyakarta, dan UPN "Veteran" Surabaya, hari ini (kamis, 29/7) tiba di Pulau Bawean. Kapal TNI AL KRI Teluk Sangkuriang 542 yang mengangkut sebanyak 209 orang peserta Sistem Integrasi Mahasiswa Dewasa (SIMADA) IV 2010 , terdiri mahasiswa sebanyak 150 orang, selebihnya adalah dosen pembimbing dan mahasiswa pendamping.

Rencananya KRI Teluk Sangkuriang akan bersandar di dermaga Pulau Bawean sekitar jam 07.00 WIB. berhubung terkendala sesuatu hal, maka peserta SIMADA IV 2010 dari atas Kapal Perang milik TNI AL diangkut dengan perahu karet ke Pelabuhan Perikanan Sangkapura. Sedangkan peralatan dan perlengkapan terdiri dari gapura besi, tandon air, mesin krupuk, mesin minyak kelapa dan lainnya diangkut menggunakan perahu.

Sebelumnya Tim Aju UPN "Veteran" beserta Muspika Sangkapura dan Tambak kebingungan untuk mencarikan solusi sehubungan kapal TNI AL Teluk Sangkuriang tidak bisa sandar di dermaga Pulau Bawean. Semula dijadwalkan pagi acara serahterima dari UPN "Veteran" kepada Muspika Sangkapura dan Tambak, dirubah sore hari bertempat di Komplek Perikanan Bawean. Acara penyambutan di kecamatan Tambak dibatalkan, kemudian peserta SIMADA IV UPN "Veteran" langsung menuju tempat melaksanakan kegiatan di desa yang ditempati.

Rincian peserta SIMADA IV 2010 UPN "Veteran" diikuti sebanyak 150 mahasiswa berasal dari 50 mahasiswa UPN "Veteran" Jakarta, 50 mahasiswa UPN "Veteran" Yogyakarta dan 50 mahasiswa UPN "Veteran" Surabaya. Tempat kegiatan SIMADA IV UPN "Veteran" di Kecamatan Sangkapura, yaitu desa Daun, Sungairujing, Sawahmulya, Kotakusuma, Sungaiteluk, Lebak, dan Suwari. Sedangkan di Kecamatan Tambak, meliputi desa Tambak, Pekalongan, Sukalela, Tanjungori dan Diponggo. (bst)

LPI Miftahul Huda Kepuhteluk Studi Banding Ke Kolej Islam Sultan Alam Shah (KISAS) Malaysia

Media Bawean, 28 Juli 2010

Miswakih,S.Ag. Kepala MA Miftahul Huda Kepuhteluk

Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Miftahul Huda Kepuh Teluk, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean sangatlah beruntung dapat donatur seorang Datuk dari Syah Alam Malaysia bernama Datuk Johari Mat (Managing Director Johawaki. Sdn. Bhd.). Berkat fasilitator Abd. Aziz, warga Kepuhteluk di Malaysia yang menghubungkan Datuk Johari Mat dengan LPI Miftahul Huda Kepuhteluk mengelolah PAUD, TK/RA, MI, MDU, MTs. dan MA Miftahul Huda.

Miswakih sebagai Kepala MA Miftahul Huda ditemui Media Bawean, hari ini (28/7), mengatakan, "Datuk Johari Mat adalah warga asli Malaysia yang memiliki keperdulian dengan dunia pendidikan Islam, tanpa memandang daerah," katanya.

Menurut Miswakih, ada pesan Beliau (Datuk Johari Mat) yang sampai saat ini selalu diingat dan paling berkesan, waktu pengurus dan guru Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Miftahul Huda Kepuh Teluk berkunjung ke Malaysia kemarin, yaitu "Saya membantu tidak mengharapkan balasan, yang saya harapkan kepada pengurus dan guru bila pulang ke Bawean memiliki semangat baru, sesama ummat Nabi Muhammad SAW. kita harus saling membantu dan cerdaskan warganya" kata Datuk Johari Mat yang ditirukan Miswakih.

"Datuk Johari Mat membantu Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Miftahul Huda Kepuh Teluk sudah berjalan selama 13 tahun, baik operasional lembaga pendidikan setiap bulan, atuapun pembangunan sarana dan prasana gedung pendidikan,"jelas Miswakih.

Kemarin tanggal 25 Juni 2010, sebanyak 10 orang terdiri dari Kepala Sekolah, Komite Sekolah dan Pengurus Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Miftahul Huda Kepuh Teluk berangkat menuju Kuala Lumpur Malaysia mengadakan studi banding ke Kolej Islam Sultan Alam Shah Malaysia selama 20 hari berkat bantuan Datuk Johari Mat. Aktifitas selama di negeri jiran Malaysia, selain studi banding adalah bersilaturrahim dengan Datuk Johari Mat, termasuk bertemu dengan tokoh masyarakat Kepuhteluk di Malaysia.

Musfakih sebagai Ketua Komite di Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Miftahul Huda, menjelaskan bahwa hasil studi banding ke Malaysia sangatlah besar yaitu bisa membandingkan antara pendidikan di Indonesia dengan pendidikan di Malaysia. "Utamanya dalam rangka meningkatkan kualitas guru, termasuk menerapkan sistem belajar mengajar yang terbaik kepada siswa," terangnya.

"Bantuan Datuk Johari Mat sangat besar kontribusinya kepada Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Miftahul Huda Kepuhteluk, berarti pengelolaan disini sudah cukup baik dangan dibuktikan sendiri oleh Datuk Juhari yang datang langsung ke Lembaga Pendidikan Miftahul Huda Kepuhteluk," ujarnya Musfakih.

Lebih lanjut Miswakih mengharap keperdulian warga Kepuhteluk di Malaysia bisa terwujudkan dengan persatuan yang dibentuknya, sehingga bisa menunjang memajukan pendidikan di Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Kepuhteluk. (bst)

Persiapan Penyambutan SIMADA IV UPN “Veteran” Di Pulau Bawean

Media Bawean, 28 Juli 2010

Camat Tambak Berkoordinasi Dengan Kades Pekalongan
Persiapan Di Kecamatan Tambak Menyambut SIMADA IV

Sekcam Berkoordinasi Dengan Komandan Koramil
Persiapan Di Kec. Sangkapura Menyambut SIMADA IV

Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” bekerjasama dengan Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Perumahan (YKPP) Bidang Pendidikan menggelar kegiatan Sistem Integrasi Mahasiswa Dewasa (SIMADA) ke IV selama 10 hari di Pulau Bawean. Informasi kedatangan peserta SIMADA IV UPN "Veteran" di Pulau Bawean, besok pagi (kamis, 29/7) di dermaga Pulau Bawean. Bagaimana kesiapan penyambutan peserta SIMADA IV UPN "Veteran" Di Pulau Bawean? berikut hasil liputan Media Bawean :

SIMADA IV UPN "Veteran" diikuti sebanyak 210 orang, terdiri dari 155 mahasiswa, selebihnya adalah pendamping dan lainnya. Di Kecamatan Tambak ditempatkan di 5 desa, yaitu desa Tambak, Pekalongan, Sukalela, Tanjungori dan Diponggo, sedangkan di desa Kalompanggubuk tidak termasuk dalam kegiatan SIMADA IV tetapi hanya pemasangan tandon air. Di Kecamatan Sangkapura terdiri dari desa Daun, Sungairujing, Sawahmulya, Kotakusuma, Sungaiteluk, Lebak, dan Suwari.

Wardhi sebagai Ptl Camat Tambak ditemui Media Bawean, hari ini (rabu, 28/7) disaat melakukan peninjauan tempat penginapan peserta SIMADA IV di desa Pekalongan, mengatakan persiapan sudah mencapai 95 %, tinggal menunggu peserta saja. "Disetiap desa yang ditempati SIMADA IV, sudah dipersiapkan tempat peristirahatan rumah penduduk yang tersedia dengan fasilitas seperti kamar, tempat shalat, kamar mandi dan wc," katanya.

"Termasuk listrik disaat jadwal pemadaman PLN sudah dipersiapkan oleh pihak desa, dalam rangka kelancaran pelaksanaan SIMADA IV di kecamatan Tambak," jelas Wardhi.

Sementara di kecamatan Sangkapura terlihat Sekcam Abdul Basith sedang berkoordinasi dengan Komandan Koramil Sangkapura. Komandan Koramil Sangkapura, Kapten Inf. Andri Suwanto, menyatakan sampai 95 % persiapan penyambutan peserta SIMADA IV UPN "Veteran" di Pulau Bawean.

Tim Aju dari UPN Surabaya, Muyadi, S. Sos. ditemui Media Bawean, mengatakan, "Persiapan sudah matang, tinggal menunggu kedatangan peserta di Pulau Bawean," ujarnya.

Fokus SIMADA UPN "Veteran" menurut Muyadi yaitu bela negara sehubungan banyaknya warga Bawean yang merantau ke luar negeri, maka diperlukan untuk menanamkan sikap cinta tanah air. Kegiatannya meliputi penyuluhan terhadapw warga, memberdayakan sumber daya alam yang ada di Pulau Bawean, dan memanfaatkan teknologi tepat guna. (bst)

Gelombang Tinggi 3 MeterPerahu Korsen Berlindung Di Pantai Labuhan

Media Bawean, 28 Juli 2010

Perahu Korsen Berlindung Di Pantai Labuhan

ABK Perahu Korsen Sedang Di Darat Pantai Labuhan

Kondisi gelombang laut masih besar, dibuktikan hari ini (28/7) kurang lebih sebanyak 20 perahu korsen berlindung di Pantai Labuhan, Tanjungori, Tambak Pulau Bawean.

Pantuan Media Bawean, hari ini (rabu, 28/7), Spontanitas situasi ramai dijalan banyak lalu lalang ABK perahu korsen yang turun ke daratan untuk mencukupi segala kebutuhannya, termasuk menghibur diri selama berlindung di Pulau Bawean.

Ansori (67 th.) sebagai ABK asal Pemalang Jawa Tengah, mengatakan, "Selain tingginya gelombang sampai 3 meter, berlindung disebabkan terang bulan dan mengisi air di Pulau Bawean," katanya.

"Lamanya berada dilaut kurang lebih sampai satu bulan, sedangkan ikan yang didapatnya adalah ikan layang," terangnya Ansari.(bst)

Gelombang Tinggi, Gresik - Bawean Kapal Express Bahari 8B Kembali Tidak Beroperasi

Media Bawean, 27 Juli 2010

Cuaca Buruk Di Pulau Bawean

Cuaca buruk kembali melanda lautan jawa yang menghubungkan Gresik – Bawean, dampaknya kapal Express Bahari 8B sesuai jadwal keberangkatan besok hari rabu (28/7) kembali tidak berangkat menuju Pulau Bawean. Sebelumnya hari senin kemarin (26/7) Kapal Express Bahari 8B juga tidak berangkat dari Gresik ke Pulau Bawean.

Hasyim Kepala PT. SIM Cabang Gresik, dihubungi Media Bawean, hari ini (27/7) via ponselnya, membenarkan bahwa besok (28/7) kapal Express Bahari 8 B tidak berangkat menuju Pulau Bawean. “Gelombang masih tinggi, sesuai hasil prakiraan BMG ketinggian sampai 2,5 meter, maka besok tidak berangkat,” katanya.

Sedangkan Sofyan sebagai Kepala PT. Dharma Lautan Utama (DLU), mengatakan,”Bila Kapal Express Bahari 8B tidak berangkat besok dari Gresik ke Pulau Bawean, maka Kapal Dharma Kartika akan dimajukan berangkat hari kamis (29/7) dari Gresik menuju ke Pulau Bawean, sedangkan dari Pulau Bawean berangkat hari jum’at (30/7) menuju Gresik,” ujarnya.

Kepala Sub Bidang Informasi Meteorologi Maritim, Sugarin dihubungi via ponselnya, menyatakan gelombang Gresik – Bawean masih tinggi untuk besok (28/7). (bst)

Jumlah Pelanggan Koran Se-Bawean 76 Eksemplar Bawean Masyarakat Kuping, Bukan Pembaca

Media Bawean, 27 Juli 2010

Setia Budi Sebagai Penyalur Koran Di Pulau Bawean

Setiabudi (47 th.) yang akrab dipanggil Budi warga desa Sawahmulya Sangkapura, merintis usaha penyaluran koran di Pulau Bawean sejak tahun 1980, dengan jumlah pelanggan sebanyak 25 orang. Tahun 2010 jumlah pelanggan Jawa Pos sebanyak 70 eksemplar, Kompas sebanyak 4 eksemplar dan Surya sebanyak 2 eksemplar diseluruh Pulau Bawean.

"Aktif berlangganan koran adalah instansi pemerintahan dan swasta, sedangkan pelanggan pribadi sebagai pelanggan tidak aktif setiap bulan, terkadang orangnya berlayar atau pindah dari Pulau Bawean. Termasuk pengaruh cuaca di bulan tertentu, pelanggan menyatakan berhenti sementara sampai kondisi cuaca bersahabat kembali. Jumlah pelanggan naik turun, tidak tetap setiap bulannya," katanya.

"Selain faktor tersebut, memang minat baca orang Bawean sangat rendah, sebenarnya siapa saja dan dimanapun tempatnya yang berminat mau berlangganan akan saya layani dengan menggunakan banyak cara menyampaikan ke rumahnya. Harga langganan sama dengan di Gresik, secara bisnis sebenarnya saya rugi tetapi ini adalah bentuk pelayanan agar warga Pulau Bawean gemar membaca," jelasnya.

Kendala utama penyaluran koran menurut Budi, pengiriman dari Gresik - Bawean yang ditentukan oleh jadwal kedatangan kapal. "Bila tidak ada kapal, pernah sampai 15 hari lamanya untuk sampai di Bawean. Untungnya pelanggan memaklumi kondisi tidak ada kapal yang berangkat," ujarnya.

"Harga langganan Jawa Pos di Pulau Bawean sebesar Rp. 95ribu sebulan, padahal keuntungannya sangat minim bila dipotong biaya operasional pengiriman di kapal, biaya loper menghantar ke rumah pelanggan. Terlanjur sebagai penyalur, serta kebesaran hati untuk menumbuhkan minat baca orang Bawean maka usaha sebagai penyalur koran tetap dipertahankan sampai sekarang," terang Budi ditemui Media Bawean dirumahnya hari ini (27/7).

Baharuddin, SH. MH. tokoh pemikir di Pulau Bawean, mengatakan,"masyarakat Bawean bukan masyarakat pembaca, tetapi masyarakat kuping. Ketika ada pengajian, kupingnya dibuka lebar-lebar, tapi hanya masuk telinga kanan dan keluar telingan kanan lagi. Artinya tidak nyantol," tegasnya.

"Kita semakin sedih karena budaya membaca tersebut juga tidak diminati para guru. Menurut standar UNESCO, yang paling ideal 1 koran dibaca 9 orang, itu bermakna jumlah penduduk Bawean yang 70ribu, koran yang beredar di Bawean seharusnya 7.777 eksemplar, bukan 70 eksemplar. Bagaimana kita akan maju, sedih kan,"paparnya. (bst)

SMP Terbuka Kuduk-Kuduk PatarselamatSemua Lulusannya Diterima DI SMAN Sangkapura

Media Bawean, 27 Juli 2010

Proses Baelajar Di SMP Terbuka Kuduk-Kuduk Patarselamat

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Terbuka janganlah dibuat enteng, sebab mutu dan kualitas lulusannya seperti di SMP Terbuka Kuduk-Kuduk Patarselamat, terhitung dua kali meluluskan yang semua siswanya diterima di SMAN Sangkapura.

Awal merintis membuka SMP Terbuka Kuduk-Kuduk sekitar 5 tahun yang lalu menurut Nur Yasin sebangai tenaga pengajar, dilatarbelakangi banyaknya siswa yang tidak mampu melanjutkan sekolah. Eko sebagai Kepala Sekolah SDN Patarselamat I (sekarang sebagai Kepala Sekolah SDN Kotakusuma I) menggagas mendirikan SMP Terbuka di Kuduk-Kuduk, "ternyata respon dan sambutan masyarakat disini sangat mendukung," katanya.

"Sebenarnya proses belajar di SMP Terbuka hanya dua kali dalam seminggu, tetapi di SMP Terbuka Kuduk-Kuduk Patarselamat masuk setiap hari, senin sampai sabtu dan hari minggu libur, sedangkan hari jum'at diisi oleh guru dari SMPN Sangkapura," ujarnya.

Berapa jumlah siswa SMP Terbuka Kuduk-Kuduk Patarselamat?, "Jumlah siswa sebanyak 20 orang, kelas I sebanyak 7 siswa, kelas II sebanyak 8 siswa dan kelas III sebanyak 5 siswa,"jelasnya.

"SMP Terbuka Kuduk-Kuduk Patarselamat berinduk ke SMPN Sangkapura, sehingga Ijazah yang dikeluarkan dari SMPN Sangkapura," tambah Nur Yasin. (bst)

Saksi Berbelit-belit, Hakim Uring-uringan

Media Bawean, 27 Juli 2010

Sumber : Jawa Pos

GRESIK - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik yang menyidangkan kasus korupsi dana ganti rugi lapangan terbang (lapter) perintis Pulau Bawean kemarin (26/7) uring-uringan. Pasalnya, Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Umum Pemkab Gresik Mulyanto yang dihadirkan sebagai saksi terkesan berbelit-belit. "Jadi saksi itu harus jujur. Kalau mbulet, akan terbelit pengakuan sendiri," ujar anggota majelis hakim Dameria Frisella S.

Damarie mengingatkan Mulyanto bahwa dia dihadirkan sebagai saksi karena mengetahui kasus yang tengah disidangkan itu. "Agar saksi tahu, keterangan Saudara menyangkut nasib lima orang yang ada di belakang Bapak," imbuh hakim perempuan itu dengan nada tinggi.

Lima orang di belakang Mulyanto itu adalah terdakwa perkara yang merugikan uang negara Rp 474.761.335 dari anggaran proyek ganti rugi Rp 569.901.335 (termasuk biaya transportasi Rp 8,6 juta). Mereka adalah Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sangkapura (nonaktif) Djoko Soeryantoro; mantan Kades Tanjungori, Kecamatan Tambak, Danaori; Camat Tambak (nonaktif) M. Sofyan B.S.; mantan Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintah Setkab Gresik Toni Wahyoe Santoso; dan Camat Cerme (nonaktif) Gatot Siswanto.

Bagi Mulyanto, lima terdakwa itu bukan orang asing lagi. Mereka sudah saling kenal karena mereka merupakan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Gresik.

Selama 30 menit memberikan kesaksian dalam persidangan yang dimulai pukul 15.40 itu, Mulyanto nyaris tidak pernah menoleh ke belakang. Apalagi sidang berlangsung tegang karena hakim uring-uringan kepada Mulyanto. (yad/c6/ruk)

10 Hari 'Taklukkan' Pulau Putri

Media Bawean, 27 Juli 2010

Sumber : Surya

Surabaya - Surya- Sebanyak 150 mahasiswa dari tiga kampus Universita Pembangunan Nasional (UPN) Veteran, yakni dari Jakarta, Jogjakarta, dan Jawa Timur, diberangkatkan untuk kuliah kerja nyata (KKN) ke Pulau Bawean, Gresik.

Selain mengabdikan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk warga pulau di utara Jawa yang juga disebut Pulau Putri itu mereka punya misi khusus yaitu menanamkan jiwa nasionalisme.

Rektor UPN Jatim Prof Teguh Soedarto menyatakan mahasiswa akan diberangkatkan Rabu (28/7) dengan kapal perang TNI AL. Mereka akan berada di pulau tersebut selama 10 hari hingga 8 Agustus.

“Kapal akan berangkat dari dermaga Ujung Surabaya. Mahasiswa akan didampingi 13 dosen dan 13 panitia,” ujar Teguh di sela pembekalan 150 mahasiswa di halaman kampus UPN Veteran Jatim, Surabaya, Senin (26/7).

Dalam KKN tersebut mahasiswa akan menerapkan teknologi tepat guna untuk pemberdayaan kegiatan ekonomi warga setempat. Beberapa teknologi yang disiapkan antara lain pengolahan pupuk organik dengan teknologi biogas, teknologi mesin perajang singkong, kripik, penggilingan kopi, dan pengupas biji atau kedelai.

Dengan menerapkan berbagai teknologi tepat guna tersebut, mahasiswa akan membawa pesan bahwa terdapat potensi ekonomi yang besar di Pulau Bawean. “Hasil laut juga masih bisa dikembangkan lagi,” jelas Teguh.

Harapannya dengan bergeraknya ekonomi dari hasil alam Pulau Bawean, maka semakin tinggi partisipasi warga setempat mengembangkan usaha di kampung halamannya. Ini akan memberi alternatif di samping berangkat ke luar negeri menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI).

“Pengiriman ke Pulau Bawean adalah latihan, karena pada 2011 kami akan mengirimkan mahasiswa untuk KKN ke Pulau Sebuku di Kalimantan Timur yang berbatasan dengan Malaysia,” ujar Teguh.nytz

Saksi Korupsi Lapangan Terbang Bawean "Pelupa"

Media Bawean, 27 Juli 2010

Sumber : Antara Jatim

Gresik - Mulyanto, Kabag Administrasi dan Pemerintahan Umum Pamkab Gresik, saksi dugaan korupsi ganti tanaman lapangan terbang (lapter) di Desa Tanjung Ori, Tambak, Bawean "pelupa"

"Anda pelupa atau memang pura-pura lupa. Lalu apa yang Anda ingat, padahal sebelumnya anda sudah dimintai keterangan dan bisa menjawab dengan rinci pada penyidik di kepolisian, tentang jumlah anggaran yang dikeluarkan dalam kasus ini,” tanya Ketua Majelis Hakim Fathul Mijib sambil menujukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), di ruang sidang Pengadilan Negeri Gresik, Senin.

Pertanyaan dilanjutkan oleh hakim anggota Dameria Firsella, dengan harapan saksi bisa mengingat tentang keterangan yang dituangkan ke BAP, namun tetap saja saksi mengatakan jika dirinya lupa. Meski mengakui jika BAP tersebut dibuat sesuai dengan keterangannya.

"Lupa," jawab Mulyanto. "Keterangan di BAP ini kamu buat sendiri?," tanya hakim, lagi. "Iya, tapi saya lupa," jawab Mulyanto dengan wajah gugup. "Apa yang kamu tahu kok semuanya kamu jawab lupa?," cecar Dameria Firsella

Bukan hanya mejelis hakim yang mendapat jawaban lupa dari Mulyanto, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejarii) Gresik, serta pengacara para terdakwa juga saat mencoba melontarkan pertanyaan yang sama juga dijawab lupa oleh Mulyanto

"Jangankan tentang nominal yang dikeluarkan, hanya susunanan tim proyek ganti rugi ini saja saksi juga tidak hafal," kata Wido Utomo salah satu JPU Kejari Gresik.

Karena dianggap berbelit–belit, akhirnya majelis hakim memutuskan untuk menunda sidang dengan catatan saksi akan dihadirkan lagi dengan membawa data-data yang berhubungan dengan kasus ini.

“Kalau hanya begini akan menyita waktu saja, untuk itu sidang selanjutnya agar membawa dokumen yang diperlukan,” lanjut hakim ketua.*

Janda Tua Berprofesi Membuat "Bellik"

Media Bawean, 26 Juli 2010

Asnah (Janda Tua) Sedang Membuat Bellik

Bellik Buatan Asnah, Sudah Siap Dijual

Bellik kata orang Bawean, terbuat dari daun pohon rumbia sangat baik dibuat atap rumah ataupun lainnya.

Asnah (70 th.) warga Dusun Beringinan Desa Sungaiteluk Sangkapura Pulau Bawean, memiliki profesi membuat bellik yang ditekuni sejak usia muda. Sebagai janda tua yang ditinggal oleh suaminya sudah lama, Asnah menekuni membuat bellik setiap harinya bisa menghasilkan 25 buah, sedangkan harga jualnya satu buah senilai seribu rupiah.

"Sekarang sudah tua, membuat bellik dibantu anak dan cucu sehingga tetap lancar sampai sekarang. Meskipun rumah sudah banyak beratap genting, tetapi bellik tetap laku dijual," katanya.

"Dibuat atapnya kafe, atapnya dhurung, atapnya kandang ayam dan atapnya pembuat batu bata," jelasnya.

"Proses membuat bellik memerlukan waktu lama, mulai dari mengambil daun, pohon bambu, sampai menjemurnya. Tetapi harga tetap murah, tidak bisa dinaikkan dari harga satu buah senilai seribu rupiah," terang Asnah ditemui Media Bawean dirumah hari ini (rabu, 26/7). (bst)

Muatan KLM Cahaya Mandiri Diangkat Kedarat

Media Bawean, 26 Juli 2010

Pengangkatan Semen Kedarat Di Dermaga Bawean

Semen Sudah Terangkat Kedaratan Di Dermaga Bawean

KLM Cahaya Mandiri tenggelam (15/7) di Dermaga Pulau Bawean, dengan muatan semen, paving, elpiji dan lain-lain. Hari ini (26/7) terlihat kesibukan para pekerja menyelam kedalam laut, lalu mengangkat keatas dengan menggunakan mesin. Menurut pekerja ditemui Media Bawean didermaga Bawean, mengatakan," Sudah sekitar 500 sak semen yang diangkat, satu kali mengangkat sebanyak 20 sak semen. Prosesnya memang butuh waktu lama, sebab masih mengungkit semen yang jadi batu didalam laut," katanya.

Hanafiyah sebagai petugas Syahbandar Bawean, mengatakan,"Perlu segera dilakukan pembersihan, mengingat tempat tenggelamnya KLM Cahaya Mandiri ditempat berlabuhnya keluar masuk kapal di dermaga Bawean," ujarnya.

"Setelah semen dan paving sudah dikeluarkan dalam perahu, maka dengan sendirinya KLM Cahaya Mandiri akan mengapung kembali," jelas Hanafiyah. (bst)

Kantor KUA Sangkapura Dibangun, Aktivitas Pindah Ke Kantor PPAI Sangkapura

Media Bawean, 26 Juli 2010

Kantor KUA Sangkapura Sedang Dibangun

Aktivitas Di Kantor KUA Sementara (Kantor PPAI)

Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sangkapura sedang dibangun, segala aktivitas perkantoran pindah ke Kantor PPAI (belakang masjid jamik Sangkapura).

Pantuan Media Bawean, hari ini (26/7) nampak para pekerja sedang sibuk melakukan pembongkaran kantor KUA Sangkapura, sedangkan di kantor KUA Sangkapura sementara menempati kantor PPAI Sangkapura terlihat ramai aktivitas pegawai sedang bekerja.

Kepala KUA Kecamatan Sangkapura, Minsawi, mengatakan,"Kantor masih dibangun, sementara pindah ke Kantor PPAI untuk segala aktivitas melayani masyarakat," katanya. (bst)

Kades Tanjungori Bersuara, Pasca Warga Berdemo

Media Bawean, 25 Juli 2010

Ilham Syifak, M.Si. dihubungi Media Bawean, hari ini (25/7), sehubungan adanya aksi demontrasi yang dilakukan oleh warganya, merespon dengan kepala dingin.

"Saya sangat berterima kasih dan bersyukur dengan adanya demo, karena adanya nasehat yang tidak perlu dibayar," katanya.

Langkah kedepan setelah adanya demo? "Yach, seperti biasa saja. Waktu masuk kantor ke kantor melayani masyarakat, waktu istirahat yach istirahat," ujarnya.

Bagaimana reaksi pendukung Bapak Kades?, Yach, memback up saya habis-habisan, tetapi tidak akan melawan dengan demo,"terangnya.

"Terusterang saya sangat berterima kasih dengan adanya demo, sebagai nasehat tanpa harus membayar, ini adalah bentuk koreksi untuk melangkah kedepan. Saya tidak membenci dengan mereka, justru bila bertemu dengannya akan diajak bersalaman, berbicara, ngobrol dan akan lebih perhatian,"paparnya.

"Saya tidak anti demo, buktinya kemarin saya layani waktu berdemo, tetapi waktu ngomong tidak mau mendengarkan. Semoga Tuhan mengampuni mereka dan menunjukkan ke jalan yang lurus"ucapnya.

Berarti yang berdemo kemarin tidak lurus?, "Oh tidak, maksudnya kalau mereka membenci saya, semoga tidak membenci,"jawabnya.

Merespon tuntutan warga yang berdemo agar kepala desa mundur, menurut Ilham Syifak adalah hak Bupati yang memberi SK, jadi yang punya hak mencabut SK adalah Bupati.

"Proyek propinsi sudah dilaksanakan dan buktinya ada SPJ, sedangkan proyek longsor sudah akan dilaksanakan, soal pajak memang banyak yang tidak membayar dan ada pertanggungjawabannya. Mengenai proyek pembangunan gedung TK di Labuhan adalah wewenang PNMP, bukan proyek desa,"jelasnya.

Ditanya tentang laporan Forum Suara Masyarakat Bawean (FOSMAB) ke Polres Gresik soal pajak dan proyek propinsi, Ilham Syifak menjawab tidak tahu menahu adanya laporan.
"Soal mereka mau melaporkan, itu hak mereka, saya tidak punya hak untuk menghalang-halangi mereka untuk melaporkan," ucapnya.

Apa betul Bapak sudah pindah rumah?, "Saya bukan pindah rumah, tetapi pulang ke rumah sendiri sebab kontraknya sudah habis,"jawab Ilham Syifak, M.Si. sebagai Kepala Desa Tanjungori. (bst)

8 Kades Lunas Pajak Mendapat Penghargaan

Media Bawean, 25 Juli 2010

Kades Kotakusuma & Kades Pudakittimur Di Dermaga Bawean

Sebanyak delapan Kepala Desa di Pulau Bawean, empat kepala desa di kecamatan Sangkapura yaitu Suharjono (Kades Kotakusuma), Hasbullah (Kades Gunungteguh), Nur Hasyim (Kades Pudakittimur), dan Ruhan (Kades Suwari), sedangkan di kecamatan Tambak yaitu Suli (Kades Kalompanggubuk), Kafil Kamsidi (Kades Paromaan), Banin (Kades Sukalela) dan Syamsi (Kades Grejek), hari ini (minggu, 25/7) berlayar dari Pulau Bawean menuju daratan Gresik untuk mendapat penghargaan atas lunas pajak pada bulan panutan di desanya.

Bakri Kepala UPTD Pendapatan Bawean membenarkan adanya delapan desa di Pulau Bawean mendapat penghargaan atas lunas pajak pada panutan 2010. "Mereka akan mendapatkan piagam penghargaan dan uang atas keberhasilannya melunasi pajak di desanya," katanya. (bst)

Hujan Lebat Menyelimut Dermaga Pulau Bawean

Media Bawean, 25 Juli 2010

Hujan Lebat Di Dermaga Pulau Bawean

Penumpang Naik Keatas Kapal Express Bahari 8B

Hari ini (25/7) sejak pagi hari di kawasan Sangkapura Pulau Bawean turun hujan lebat. Membuat penumpang dan penghantar di dermaga Pulau Bawean berhamburan mencari tempat untuk berteduh, sebagian nampak kesibukan menyelamatkan barang-barang dari air hujan, langsung di masukkan kedalam kapal Express Bahari 8B.

Kepala Cabang PT. SIM Bawean, Reven mengatakan, "Berhubung kondisi hujan, keberangkatan Kapal Express Bahari 8B yang semestinnya jam 09.00 WIB. dimajukan sampai jam 09.25 WIB. Sedangkan jumlah penumpang Bawean - Gresik sebanyak 212 orang,"katanya. (bst)

Shalat Di Bawean Menghadap Arah BaratTembus Ke Afrika, Bukan Menghadap Arah Ka'bah

Media Bawean, 24 Juli 2010

Shofiyulloh,ST. (Wakil Ketua Lajnah Falakiyah PWNU Jatim)
Membahas Arah Kiblat Di Pulau Bawean

Peserta Rapat PCNU Bawean Membahas Arah Kiblat

Hari ini (sabtu, 24/7) bertempat di Gedung NU Bawean, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bawean mengadakan rapat bersama PCNU Bawean, MWCNU, PRNU, dan Takmir Masjid se- Bawean membahas arah kiblat Pulau Bawean dengan nara sumber Shofiyulloh,ST. seorang pakar hisab rukyah dari PP Miftahul Huda IV Kepanjen Malang. Beliau adalah Ketua Lajnah Falakiyah PCNU Kab. Malang sekaligus wakil ketua Lajnah Falakiyah PWNU Jatim.

Shofiyulloh,ST. menerangkan bahwa arah kiblat bisa berubah disebabkan dua hal, yaitu gempa bumi dan pergerakan lempeng. Gempa bumi bila terjadi gempa bumi yang diikuti dengan longsor pada tempat berdirinya masjid, dan gempa yang diikuti dengan patahan lempengan bumi yang luas (ciri-ciri diantaranya diikuti dengan tsunami. Sedangkan pergerakan lempeng membutuhkan jutaan tahun untuk merubah arah kiblat, karena pergerakan lempeng kecil sekali dalam setahun hanya 70 inci.

"Sebenarnya adanya masjid yang tidak tepat mengarah ke kiblat, karena masih adanya anggapan letak ka'bah di arah barat persis. Disamping itu karena masih adanya orang membuat masjid yang disejajarkan dengan jalan," katanya.

"Pentingkah bagi kita untuk menempatkan arah kiblat ke Ka'bah? Kita harus menempatkan arah kiblat karena menghadap kiblat termasuk salah satu syarat sahnya sholat (ijma'), berdasarkan surat Al Baqoroh ayat 150,"terangnya.

"Memang terjadi perbedaan ahli Fiqih, bagi orang yangt jauh dari Ka'bah, apa harus menghadap bangunan Ka'bah atau cukup arahnya saja? Dimana menurut qoul mu'tamad dalam madzhab syafi'i harus menghadap bangunan ka'bah, tidak cukup menghadap arahnya saja,"jelasnya.

"MUI mengeluarkan fatwa, cukup menghadap arah kiblat dan tidak harus mengenai fisik bangunan ka'bah. Tapi syaratnya sebagian wahah bagian depan kita harus ada yang menghadap ke Ka'bah maksimal 30 derajat dari Ka'bah. LIHAT Al-fiqhu alal madzahibil arba’ah juz 1 hal 153,"paparnya.

Bagaimana kalau arah kiblatnya orang Bawean menghadap ke arah barat? "Kalau menghadap ke Barat berarti menghadap ke Afrika,"jawabnya.

Lebih lanjut Shofiyulloh,ST. menjelaskan tata cara untuk bisa menunjukkan ke arah kiblat, diantaranya pada waktu matahari tepat diatas Ka'bah antara tanggal 27 dan 28 mei jam 16:18 WIB. dan tanggal 15 dan 16 juli jam 16:27 WIB. Caranya, cari nilai DM yang = LT Ka’bah. Lalu ubah waktu kulminasi di Ka’bah (12) ke WIB:12 + (BT-BK)/15 + selisih WIB WIS SANGKAPURA.

Cara kedua dengan menggunakan kalkolator, yaitu :
tan Q = tan 21o 25' x cos LT : sin SB – sin LT : tan SB

Keterangan. Q: arah kiblat LT: lintang tempat BT: bujur tempat SB: (BT- 39o 50')

Contoh perhitungan : SANGKAPURA Lintang Tempat = -5o 52' Bujur Tempat =112 o 42' SB= 72o 52‘ .Asalnya (112 o 42' - 39o 50') Cara pencet kalkulator Karce berturut-turut adalah: shift tan ( tan 21o 25' x cos -5o 52' : sin 72o 52' – sin -5o 52' : tan 72o 52'= shift derajat 23o 44' 24,8" (dari titik barat ke titik utara)

MTs. Ruhul Amin Langkap KepuhtelukSiswa Berasal Dari Berbagai Daerah Di Bawean

Media Bawean, 24 Juli 2010

Prosesi Wisuda MTs. Ruhul Amin Langkap Kepuhteluk

Prosesi Wisuda MTs. Ruhul Amin Langkap Kepuhteluk

Yayasan Pondok Pesantren Ruhul Amin Langkap Kepuhteluk Tambak Pulau Bawean, membawahi tiga lembaga formal yaitu Madrasah Ibtidaiyah Ruhul Amin, Madrasah Tsanawiyah Ruhul Amin, dan Madrasah Aliyah Ruhul Amin. Pondok Pesantren Ruhul Amin diasuh oleh KH. Sulaemi, terdiri dari santri putra dan putri berasal dari berbagai daerah di Pulau Bawean.

Kepala Sekolah, MTs. Ruhul Amin, Marfa'i, S.Pd. mengatakan siswa yang belajar berasal dari berbagai daerah di Pulau Bawean, seperti Kalompanggubuk, Tanjungori, Sumbertorak, Pulau Gili, Paromaan dan lain-lain.

"Siswa sebagian besar statusnya sebagai santri di Pondok Pesantren Ruhul Amin Langkap, selain belajar ilmu agama, juga belajar ilmu umum," katanya.

"Alhamdulillah prestasinya lumayan baik, dibuktikan kelulusan ujian nasional kemarin 100% lulus," ujarnya.

Perlu diketahui, MTs. Ruhul Amin waktu prosesi wisuda yang dilaksanakan pada tanggal 12 Juni 2010, mendatangkan penceramah dari Surabaya, yaitu Dr. KH. Imam Mawardhi, M.Hi. Sedangkan jumlah wisudawan dari MI, MTs dan MA sebanyak 62 siswa. (bst)

Perantara Zaini, 300 Sapi Dilahirkan Di Bawean

Media Bawean, 24 Juli 2010

Zaini Memasukkan Sperma Sapi Limousine Ke Sapi Bawean

Sapi Limousine Berumur 1 Tahun Hasil Perantara Zaini

Zaini (50 Th.) sebagai PNS di UPTD Kelautan, Perikanan dan Peternakan Sangkapura memiliki profesi memasukkan sperma sapi limousine kedalam sapi Bawean, hasilnya melahirkan sapi limousine.

Menurut Zaini, ditemui Media Bawean ketika proses memesukkan sperma limousine kedalam sapi Bawean di Sungaiteluk Sangkapura, (sabtu, 24/7), mengatakan, "mulai tahun 2007 sampai sekarang sudah 300 ekor sapi limousine yang dilahirkan," katanya.

"Keuntungan sapi limousine diantaranya proses pertumbuhan sapi lebih cepat besar dibanding sapi asal Bawean, harganya juga lebih mahal bila dijual,"jelasnya.

"Sperma yang dimasukkan ke sapi Bawean adalah sperma sapi limousine, hasilnya adalah sapi limousine,"ujar Zaini.

Wari (70 th.) warga Sungaiteluk,"Sudah membuktikan hasilnya, setahun yang lalu memanggil Zaini untuk memasukkan sperma sapi limousine ke sapi asal Bawean, ternyata sekarang sudah besar dan lebih cepat proses pertumbuhannya,"paparnya.

"Sekarang memanggil Zaini lagi agar lebih cepat hamil dan melahirkan sapi limousine," terang Wari.

Normalisasi PLN Bawean Ditunda Sampai Agustus

Media Bawean, 23 Juli 2010

Normalisasi PLN di Pulau Bawean yang semula ditarget tanggal 18 Juli 2010, ditunda sampai 18 Agustus 2010, sesuai hasil rapat Komisi B DPRD Kabupaten Gresik, bersama PLN dengan Kepala Bagian Sumber Daya Alam, hari ini (jum'at, 23/7) di Gedung DPRD Kabupaten Gresik.

Akhwan, SH. sebagai Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Gresik mengatakan ada perubahan waktu normalisasai PLN di Pulau Bawean. "Sehubungan adanya permintaan penambahan waktu oleh pemenang tender PLN di Pulau Bawean, yaitu PT Artho Ageng Energi (AAE) maka normalisasi listrik di Pulau Bawean tertunda sampai 18 Agustus 2010," katanya.

Penundaan menurut Akhwan, SH. selain disebabkan kendala alam gelombang tinggi, proses pengiriman mesin dari Batam sudah dilakukan kemarin (21/7) ke Jakarta, dilanjutkan ke Surabaya, terus dikirim ke Pulau Bawean yang diperkirakan sekitar 12 hari.

"Kami memohon kepada semua warga Pulau Bawean, memaklumi adanya penundaan normalisasi sehubungan prosesnya melalui jalur Batam - Jakarta- Surabaya - Bawean," terang Akhwan, SH. (bst)

Warga Merasa Puas Di Kantor Kecamatan Tambak

Media Bawean, 23 Juli 2010

MUSPIKA Tambak Dialogis Bersama Warga Tanjungori

Warga Tanjungori Di Pendopo Kecamatan Tambak

Setelah melakukan aksi demo di balai desa Tanjungori, warga merasa tidak puas melanjutkan aksinya ke kantor Kecamatan Tambak. Diterima Muspika Kecamatan Tambak, Abdul Wafi sebagai Korlap menyatakan keinginannya Ilham Syifak sebagai Kepala Desa Tanjungori harus mundur.

M. Sahri sebagai Kasi Pemerintahan Kecamatan Tambak mengatakan, Kepala desa dilantik dan bertanggungjawab kepada Bupati bukan kepada Camat, jadi wewenang Bupati memberhentikan Kepala Desa. "Silahkan sampaikan secara tertulis kepada Bupati," katanya.

"Soal proyek Rp. 50juta, sudah menyampaikan kepada Kepala Desa Tanjungori, tetapi sampai sekarang belum jelas realisasi proyek tersebut. Berhubung proyek tersebut adalah hak warga, maka sebagai warga berhak menanyakan haknya kepada kepala desa," terang M. Sahri.

Kasi ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Kecamatan Tambak, Suropadi menjelaskan Pajak Bumi Bangunan (PBB) baku tahun 2009 desa Tanjungori Rp. 50.340.346, yang dibayar Rp. 8.000.000, sisa Rp.42.340.346.

"Soal dana bantuan longsor di Dusun Langketan, setelah dikonfermasi ke dinas berwenang di Pemkab Gresik sudah cair sebesar Rp. 49 juta, tetapi sampai sekarang belum ada realisasinya," papar Suropadi.


Abdul Wafi sebagai Korlap bertanya kepada Kapolsek Tambak, sehubungan laporan ke Polres Gresik soal PBB tahun 2009 dan proyek bantuan propinsi Jawa Timur sebesar Rp.50 juta sampai sekarang belum ada tindaklanjut prosesnya. Kapolsek Tambak, AKP. Didik Wahyudi berjanji akan menindaklanjuti laporan warga ke Polres Gresik.

Kepala Desa Tanjungori, Ilham Syifak dihubungi Media Bawean menerangkan, bahwa proyek propinsi sebesar Rp.50juta sudah diselesaikan pembangunan jalan di dusun Pejinggahan. "Sedangkan proyek longsor di Langketan sedang mau dilaksanakan sekarang," katanya.

"Soal minimnya pembayaran pajak desa Tanjungori, disebabkan masih banyak warga yang belum melunasinya, seperti hak milik tanah orang masih di luar negeri,"jelas Ilham Syifak. (bst)

Warga Tanjungori Berdemo Geruduk Balai Desa

Media Bawean, 23 Juli 2010

Warga Tanjungori Berdemo Geruduk Balai Desa

Kades Tanjungori, Ilham Syifak, M.Si.
Memberikan Jawaban Kepada Warga Di Balai Desa

Abdul Wafi Sebagai Korlap Demontrasi
Menyampaikan Aspirasi Warga Tanjungori Di Balai Desa

Warga desa Tanjungori Kecamatan Tambak Pulau Bawean, hari ini (Jum'at, 22/7) melakukan aksi demontrasi di Balai Desa Tanjungori, menuntut Ilham Syifak,M.Si. mundur sebagai Kepala Desa (Kades).

Sebanyak dua ratus orang peserta aksi demo memadati Balai Desa, sejak jam 09.00 WIB. bertujuan bertemu langsung dengan kepala desa untuk menyampaikan aspirasinya. Aksi demo diwarnai dengan tulisan yaitu, "Dikemanakan Pajak Yang Telah Kami Bayar, Jangan Ada Gayus Tanjungori", "Dikemanakan Bantuan 50juta Dari Propensi Epakammah?", "Ilham Lupa Dengan Janji-Janji Manisnya", "Ilham Pembuat Perpecahan Tanjungori, Toron-Toron", "Toron Ham Kakeh Lok Pantes Deddi Lorah", begitulah bunyi tulisan dikertas yang dibawa warga.

Abdul Wafi (57 th.) aktivis Forum Suara Masyarakat Bawean (FOSMAB) sebagai Korlap dalam aksi demontrasi yang melibatkan banyak warga desa Tanjungori. Dalam orasinya, Abdul Wafi menyampaikan masalah-masalah Ilham Syifak sebagai Kepala Desa, yaitu tidak dapat mengayomi masyarakat Tanjungori, tidak dapat menyelesaikan segala permasalah yang ada didalam masyarakat, dan menyalahgunakan koridor jabatannya dan sumpah jabatannya sebagai kades.

Lebih lanjut Abdul Wafi menanyakan dana bantuan propinsi sebesar Rp.50 juta, uang pajak warga desa Tanjungori tahun 2009, serta uang bantuan dana longsor di dusun Langketan Tanjungori.

Setelah aksi berorasi disampaikan, Kades Tanjungori Ilham Syifak menyampaikan jawabannya atas pertanyaan warga, menurutnya persoalan air adalah konflik antara lembaga MINU dengan MDU. "Persoalan ini sudah ditangani oleh pihak berwajib kepolisian, sebagai kades sudah berusaha mencari solusi terbaik tetapi belum menemukan solusi," katanya.

Spontan warga menolak pernyataan Kades, bahwa persoalan air di Tanjungori bukan antar lembaga, tetapi antara H. Zaini bersama warga Tanjungori.

Aksi demonstrasi yang dihadiri MUSPIKA Kecamatan Tambak, dilanjutkan ke kantor kecamatan Tambak. (bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean