Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
adsbybawean
Tampilkan postingan dengan label BAWEAN ANAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAWEAN ANAK. Tampilkan semua postingan

Siswa SMPN I Sangkapura Terpilih
Ketua Komunitas Anak Sangkapura

Media Bawean, 1 Juni 2015






Harun Arrasyid (14 tahun), siswa SMPN I Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik terpilih sebagai Ketua Komunitas Anak Sangkapura (KAS) dalam Forum Anak yang digelar di Pendopo Kantor Kecamatan Sangkapura (sabtu, 30/1/2015).

Terpilihnya Harun Arrasyid, setelah berhasil mengalahkan calon lainnya, berasal dari SMAN I Sangkapura dan MA Hasan Jufri. Melalui visi dan misi yang disampaikan, Harun dipercaya oleh peserta forum anak untuk menjadi ketua komunitas selama satu tahun kedepan.

"Tak menyangka terpilih sebagai Ketua Komunitas Anak Sangkapura, padahal peserta lainnya lebih banyak yang sekolah tingkat atas,"kata anak kedua Rahmat Safari (Guru SMPN I Sangkapura) asal Tajung Sungairujing.

"Melalui pengalaman sebagai Ketua OSIS SMPN I Sangkapura, saya akan berupaya semaksimal mungkin untuk menjalankan program Komunitas Anak Sangkapura (KAS) bersama pengurus yang lain,"paparnya.

"Diantara program Komunitas Anak Sangkapura akan menggelar kampanye anti oplosan, serta penggunaan teknologi tepat guna untuk anak muda,"tegasnya.

Forum Anak Kecamatan Sangkapura merupakan perkumpulan anak dari perwakilan desa dan sekolah yang digelar membentuk Komunitas Anak Sangkapura, yang nantinya akan mengikuti Forum Anak Kabupaten Gresik. Secara kelembagaan dibawa naungan Badan KB PP Kabupaten Gresik.(bst)

Perlu Edukasi Ortu Terhadap Anak
Tentang Penggunaan HP yang Baik

Media Bawean, 26 November 2014

Hikmah Bafaqih, Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Timur ketika berkunjung ke Pulau Bawean, Gresik dikejutkan pemandangan banyaknya anak yang memegang handphone. "Menariknya handphone yang dipegang oleh anak Pulau Bawean tergolong bagus-bagus,"katanya.

"Mereka bisa berselancar membuka situs-situs internet secara bebas sesuai keinginannya tanpa adanya kontrol,"ujarnya.

Berangkat dari keperdulian terhadap generasi masa depan bangsa, menurutnya perlu adanya edukasi terhadap anak termasuk orang tua tentang penggunaan IT yang baik.

Sesuai hasil riset atau penelitian, menurut Hikmah Bafaqih memang kondisi daerah terluar bukan hanya di Pulau Bawean saja, dampak modernisasi tekhnologi informasi memiliki dampak besar bila tanpa diimbangi edukasi kepada penggunanya.

Edukasi yang bisa dilakukan orang tua? "Tentu orang mempunyai hak dan kewenangan penuh untuk membatasi anak-anaknya dalam penggunaan handphone. Misalnya menggunakan waktu tertentu ataupun membatasi nominal pulsa yang diisinya,"jawabnya.

Lainnya, orang tua bisa membatasi perangkat handphone yang bisa dipergunakan dengan pendekataan khusus melalui pembicaraan yang intensif bersama anaknya. "Edukasi paling baik dilakukan orang tua,"paparnya.

Selain peran orang tua, termasuk sekolah memiliki garda paling depan untuk memberikan edukasi kepada seluruh siswanya tentang penggunaan handphone yang baik tidak disalahkangunakan. (bst)

Wabup Mengajak Anak Gresik
Menghormati Orang Tua dan Guru

Media Bawean, 13 Juni 2014


Forum Anak Gresik diselenggarakan di Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP) Gresik, hari kamis (12/6/2014). Wakil Bupati Gresik, H. Moch. Qosim dalam sambutannya dihadapan 700 anak se-Kabupaten Gresik mengajak untuk berbhakti kepada kedua orang tua dan menghormari guru di sekolah.

Wabup Gresik mengapresiasi atas prestasi Komunitas Anak Gresik (KAG) sehingga terpilih sebagai duta anak Provinsi Jawa Timur. Lebih lanjut beliau memuji anak Gresik, kasus anak  dibandingkan daerah lainnya bisa dikatakan aman dan tidak ada.

Menurutnya, melalui pemerintahan Sambari - Qosim tentunya perhatian terhadap anak menjadi prioritas untuk mencetak generasi penerus bangsa, termasuk peningkatan melalui dunia pendidikan.

Moch. Qosim mengajak anak Gresik, semangat belajar yang tinggi untuk meraih prestasi. Beliau menceritakan sekelumit profil Bupati dan Wakil Bupati Gresik, asal usulnya berasal dari keluarga kurang mampu tapi berkat semangat belajar yang tinggi sehingga berhasil meraih prestasi.

Pesannya berikutnya, Wabup Gresik mengajak anak Gresik untuk menghormati guru di sekolah.

Forum Anak Gresik tahun 2014, diikuti sebanyak 700 anak dari perwakilan setiap kecamatan di Kabupaten Gresik. dr. Adi Jumanto, Kepala Badan KBPP Kabupaten Gresik dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya forum anak. Menurutnya komunitas anak Gresik merupakan wadah untuk membina generasi penerus bangsa. "Melalui komunitas diharapkan anak Gresik bisa tumbuh baik untuk meraih prestasi, serta menghindari kenakalan anak,"katanya.

Kasat Binmas Polres Gresik, AKP Suyatmi yang hadir dalam forum anak Gresik, mengajak kepada seluruh anak Gresik untuk menaati peraturan serta undang-undang. Lebih lanjut mengingatkan agar tidak berperilaku yang menyimpang, seperti menghindari terlibat dalam kenakalan anak. "Resiko ditanggung sendiri bila melakukan perbuatan yang melanggar hukum,"ujarnya. (bst)

Anak Pulau Bawean Berani Tampil
Dalam Forum Anak Gresik Tahun 2014

Media Bawean, 13 Juni 2014


Anak Pulau Bawean tampil dalam kegiatan Forum Anak Gresik tahun 2014 di Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP) Jalan Jaksa Agung Suprapto Gresik, hari kamis (12/6/2014).

Forum Anak Gresik yang dihadiri Wakil Bupati Gresik, H. Moch. Qosim, diikuti 700 anak dari perwakilan kecamatan se-Kabupaten Gresik. Diantara agenda kegiatan dalam forum, yaitu pembentukan komunitas anak disetiap kecamatan. Termasuk di Pulau Bawean, komunitas anak Sangkapura dan Tambak sudah dibentuknya.

Ketika Wabup Gresik memberikan sambutan, beliau memanggil perwakilan anak tampil di depan membacakan syair yang telah dibacakannya. Tampill Ahmad Ghezi asal MA Hasan Jufri Lebak, Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik membacakan syair sesuai permintaan G2.

Spontan suasana forum terpukau atas suara emas Ahmad Ghezi yang mendapat sambutan hangat Wabup Gresik bersama Kepala Kantor Badan KBPP Gresik. Wal hasil, atas penampilannya yang prima mendapatkan hadiah berupa saweran.

Dalam Forum Anak Gresik tahun 2014, anak asal Pulau Bawean tampil kompak bermain drama diatas panggung kehormatan. Drama mengangkat kisah anak perantauan yang ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya ke negeri jiran Malaysia. Lalu hak asuh anak diserahkan sepenuhnya kepada paman dan bibinya di Pulau Bawean. Setelah tumbuh dewasa, ternyata kedua anak tersebut ada yang sukses meraih prestasi belajar di sekolah dan satunya gagal belajar sehingga tidak lulus mengikuti ujian nasional.

Akhirnya kedua orang tua pulang merantau dan berjanji kepada kedua anaknya tidak akan meninggalkannya kembali.

Selain berdrama, 10 anak utusan dari Pulau Bawean juga tampil menyanyikan lagu berbahasa Pulau Bawean. (bst)

Jangan Manjakan Anak dengan HP
Resiko Meracuni Masa Depannya

Media Bawean, 13 Mei 2014 

Maraknya kenakalan anak muda di Pulau Bawean mendapat sorotan khusus dari Ketua PC. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPPNU) Bawean, Yatimul Usma'.

Dihubungi Media Bawean, Yatimul Usma'.yang baru terpilih dan dilantik sebagai Ketua PC. IPPNU Bawean, menyatakan kenalakan anak muda atau remaja paling dominan disebabkan handphone.

"Kemajuan tekhonologi seperti telepon genggam telah meracuni anak muda di Pulau Bawean, khususnya bagi mereka tidak bisa mengontrol diri dalam penggunaannya,"katanya.

Melalui handphone, menurutnya bisa mengakses jaringan internet ataupun online dunia maya, sehingga anak muda yang kurang kontrol bebas mengakses apa saja sesuai keinginannya. "Termasuk mengakses video dan gambar porno yang meracuni pemikiran bersih anak muda di Pulau Bawean,"ujarnya.

Antisipasinya menurut Ketua PC. IPPNU Bawean, sudah saatnya orang tua di Pulau Bawean, tidak memanjakan anak dengan membelikan handphone karena dampaknya sangat besar untuk masa depannya. "Silahkan membelikan handphone, tapi kontrol penuh perlu dilakukan setiap saat agar tidak sampai disalahgunakan,"jelasnya.

Selain peran orang tua, pihak sekolah perlu membuat peraturan agar siswa tidak membawa handphone ke sekolah. Untuk menerapkan peraturan, pihak sekolah seharusnya rutin melakukan razia terhadap barang bawaan siswa ke sekolah.

Dampak lain penggunaan handphone, bisa disalahgunakan untuk berpacaran. "Anak muda melalui alat komunikasi canggih akan berhubungan setiap saat, serta mengatur perjanjian untuk pertemuan. Bahaya, sebab hubungannya mereka belum resmi berdampak perbuatan negatif yang tidak diinginkan,"ungkapnya. (bst)

Kenakalan Remaja Kian Meningkat
Akibat Kurang Kontrol dari Orang Tua

Media Bawean, 9 Mei 2014

Kenakalan anak muda semakin merajalela, aksi kejahatan kerap terjadi, seperti pencurian ataupun pesta minuman keras di Pulau Bawean. 

Berikut respon Kapolsek Sangkapura dan Kapolsek Tambak, di Pulau Bawean, Gresik dihubungi Media Bawean, (jum'at, 9/5/2014).

AKP. H. Zamzani, SH. Kapolsek Sangkapura menyatakan kenakalan anak muda atau dikenal kenakalan remaja di Pulau Bawean, disebabkan kurangnya kontrol orang tua.

Menurutnya kontrol orang tua sangatlah kurang, sehingga kecenderungan bergaul sesama anak yang nakal. "Setelah bersatu, mereka beraksi merencanakan untuk berbuat sesuatu yang melanggar hukum, seperti pesta miras ataupun melakukan aksi pencurian,"katanya.

Solusi antisipasi kenakalan remaja, menurut Kapolsek, butuh kontrol penuh dari orang tua kepada anaknya. "Jangan biarkan anak keluar rumah waktu malam hari, perlu perhatian khusus agar anak tidak keluyuran,"ujarnya.

Selain peran serta orang tua, termasuk lingkungan sekitarnya perlu mendukung untuk mengantisipasi kenakalan anak muda di Pulau Bawean.

Lebih parah lagi ungkapnya, bila anak diasuh oleh neneknya di rumah, sedangkan orang tuanya merantau ke luar negeri. "Butuh perhatian khusus, bukan sekedar dikirimin uang saja,"papar AKP. H. Zamzani, SH.

Hal senada disampaikan oleh AKP. Susantoro, SH. Kapolsek Tambak, menyatakan kenakalan anak muda disebabkan kurangnya kontrol orang tua. "Anak hanya disuguhi materi oleh orang tuanya yang merantau ke luar negeri, sedangkan hak asuh oleh keluarganya di rumah, seperti neneknya,"ungkapnya.

"Kontrol orang tua mutlak diperlukan untuk mendidik anak agar berbudi pekerti yang baik, termasuk peran serta masyarakat untuk terlibat langsung dalam mengantisipasi kenakalan anak muda di Pulau Bawean,"pungkasnya. (bst)

Forum Anak Gresik
Antisipasi Pergaulan Bebas

Media Bawean, 2 Desember 2013


dr. Adi Jumato, Kepala Badan KBPP Kabupaten Gresik dalam Forum Anak Gresik yang diselenggarakan hari minggu (1/12/2013), menjelaskan bahaya pergaulan bebas dan kehamilan diusia muda.

"Pengaruh kemajuan informasi (IT) berdampak besar untuk pengetahuan anak dalam melakukan perbuatan mencoba atau ingin tahu. Resiko besar kepada anak yang terpengaruh untuk mencobanya, diantaranya hamil usia muda,"katanya.

"Sebagai anak yang baik, tentunya tidak terpengaruh adanya pergaulan bebas, dan selalu terbuka kepada orang tuanya bila menghadapi persoalan untuk menyelesaikan masalah,"ujarnya.

Menurutnya, usia anak 10 sampai 19 tahun sudah beresiko besar untuk hamil bila melakukan hubungan intim. "Dampak sosial setelah hamil, diantaranya tidak bisa melanjutkan sekolah, termasuk mendapat sorotan negatif dari masyarakat,"paparnya.

Lebih lanjut, dr. Adi Jumato memberikan saran agar anak terbuka dengan orang tua, mencari sahabat yang baik, percaya diri dan tidak melakukan hal buruk, jauhi kelompok negatif, lakukan hal-hal yang positif, mengetahui masalah kesehatan reproduksi, merencanakan pola kehidupan yang baik, dan hati-hati dalam bergaul.

Forum Anak Gresik yang diselenggarakan kegiatan sehari, tampil sebagai nara sumber dalam pertemuan adalah Komunitas Anak Gresik (KAG)  dan Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2T-P2A) Kabupaten Gresik.

Dalam kegiatan yang bertema ‘Keep Smile and Fun With KAG’, ratusan peserta yang merupakan anak usia 13-17 tahun mendapatkan berbagai materi yang diselingi dengan game-game seru.

Materi yang diberikan antara lain Pengenalan UU. Perlindungan Anak, Traficking dan ITE. Sedangkan game-game seru adalah game kekompakan dan keberanian berpendapat.

Menurut Rizal Faris Zahid (18) selaku Ketua KAG mengatakan jika forum ini sangat dibutuhkan dalam rangka memahami Hak Anak dan berfungsi untuk melindungi anak dari berbagai modus pelanggaran.

“Kita bisa sharing dengan perwakilan atau rekomendasi di forum ini, tentang berbagai temuan masalah yang tengah dialami, khususnya mengenai Hak Anak” ungkap Pelajar SMA NU 1 Gresik ini

Rizal menambahkan bahwa ia ingin komunitas mampu menampung ribuan anak sebaran 18 kecamatan di Gresik, “Kepinginnya sih bisa meningkatkan jumlah peserta dari yang 100 menjadi 1000 anak biar makin luas komunitas ini, itu pun kalau ada anggarannya,” kata Rizal.

Sementara itu Sekretaris Pusat Perlindungan Anak Terpadu Perlindungan (P2TP2A), Soerati Mardhiyaningsih yang nampak mengawal berlangsungnya kegiatan hingga pukul 14.20 WIB, menyatakan bahwa tujuan kegiatan ini dalam rangka memfasilitasi anak dari berbagai pelanggaran Hak Anak.

“Program KAG ini nanti akan mendukung terlaksananya program perlindungan Anak, serta pemenuhan hak mereka”. Katanya.

Ningsih menambahkan jika selama ini pihaknya melakukan berfokus pada 4 Hak Anak, antara lain; Hak Anak untuk Hidup, Hak Anak untuk Tumbuh kembang, Hak Perlindungan dan Hak Partisipasi Anak.

Dalam hal Hak anak terkait partisipasi, Ningsih mencontohkan sekaligus berharap jika anak di Gresik mendapatkan Haknya untuk dilibatkan dalam setiap rencana pembangunan hasil pembangunan itu sendiri,

“Kita berharap, jangan sampai lah fasilitas yang dibangun oleh pemerintah ini tidak singkron dengan kebutuhan anak.” Pungkasnya. (bst)

Forum Anak Gresik
Rendy Agustino Tampil Memukau

Media Bawean, 2 November 2013


Rendy Agustino vokalis Band DR Acoustic mendapat perhatian khusus dari seluruh peserta Forum Anak Gresik (minggu, 1/12/2013) di Kantor Badan KBPP Kabupaten Gresik.

Siswa SMA Semen Gresik kelas 9, tampil melantunkan beberapa lagu dengan suara emas yang dimiliknya. Spontan seluruh peserta Forum Anak Gresik terpukau atas penampilan band papan atas di Kabupaten Gresik.

Ketika disapa oleh Rendy, seluruh peserta menjawab kurang dong, ayo lanjut menyanyi. Memenuhi permintaan penggemarnya, Rendy melantunkan lagu hasil ciptaan Band DR Acoustic.

Ditemui Media Bawean, disela-sela Forum Anak Gresik, Rendy Agustino mengatakan bakat menekuni seni musik mulai sejak kecil sampai sekarang. "Dari dahulu, ketika bertempat di Bandar Lampung, pindah ke Batam, lalu pindah ke Gresik, kegemaranku cuman bernyanyi doang dengan membentuk grup band,"katanya.

Meskipun punya bakat menyanyi, Rendy menyatakan tetap menomorsatukan sekolah. "Belajar hukumnya wajib. "Terima undangan di luar waktu sekolah saja, terkecuali mendapat rekomendasi dari sekolah untuk tampil yang kita terima,"ujarnya.

Atas kegigihannya dalam menekuni dunia musik, disertai semangat yang tinggi, akhirnya Rendy Agustino berhasil meraih prestasi sebagai juara harapan I seni musik tingkat Propinsi Jawa Timur.

Kepala Badan KBPP Kabupaten Gresik, dr. Adi Jumato mengapresiasi bakat Rendy Agustinos dengan menampilkannya dalam setiap ada kegiatan. "Bakat serta kemampuannya dalam dunia musik sudah terlatih dengan baik, kewajiban kita untuk mendukung anak tersebut berkreasi dan berekpresi untuk memperkenalkan,"paparnya. (bst)

Forum Anak Gresik
Peserta asal Bawean Berani Tampil

Media Bawean, 2 Desember 2013


Forum Anak Gresik dilaksanakan hari minggu (1/12/2013) bertempat di kantor Badan KBPP Gresik, hadir ratusan anak dari 18 kecamatan sebagai peserta dalam kegiatan bertemakan "Keep Smile and Fun With KAG".

Peserta dari Pulau Bawean sebanyak 5 anak diberi alokasi waktu oleh panitia pelaksana Forum Anak Gresik untuk berkenalan dan mengenalkan kemajuan pulau tercintanya.

Secara bergantian menyampaikan pendapat, diantaranya menyatakan jangan mengaku anak Gresik bila belum sampai di Pulau Bawean. Anak Bawean adalah anak Gresik, bukan bagian dari Gresik, sesuai pernyataan Bupati dan Wakil Bupati Gresik bahwa Pulau Bawean adalah Kabupaten Gresik, bukan bagian dari Gresik.

Pulau Bawean sudah berkembang maju, jalan lingkar sudah dibangun, transportasi laut sudah lancar, dan Gresik memiliki lapangan terbang yang letaknya di Pulau Bawean. Perlu diketahui, di Pulau Bawean banyak potensi wisata, ada Pulau Noko, Pulau Gili, Pulau China, Danau Kastoba, Penangkaran Rusa, dan lain-lain.

Sebagai anak Gresik marilah kita bersatu membangun Kabupaten Gresik untuk lebih baik. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.

Dalam kegiatan Forum Anak Gresik yang diselenggarakan oleh Komunitas Anak Gresik, terlihat peserta dari Pulau Bawean sangat antusias mengikuti kegiatan dari awal sampai acara selesai. Ketika peserta diberi kesempatan untuk bertanya, Awi asal Serambah, desa Kebuntelukdalam spontan mengacungkan tangan dan bertanya minta penjelasan secara mendetail tentang trafiking, sehubungan belum mengetahuinya, apa ciri dan tanda-tandanya adanya kasus trafiking.

Setelah acara selesai, Vara asal SMA Islamiyah Tambak mengatakan senang sekali mengikuti kegiatan Forum Anak Gresik, bisa menambah wawasan tentang hak dan kewajiban anak.

Ika dari SMAN I Sangkapura menyatakan banyak mendapatkan ilmu kepemimpinan seperti untuk mengembangkan OSIS di sekolah. "Manfaatnya sangat banyak ilmu sudah diperoleh dalam mengikuti Forum Anak Gresik,"ungkapnya.

Hal senada disampaikan Retno, sangat senang mengikuti kegiatan dan tertarik untuk kembali ikut bila nantinya diadakan kegiatan lanjutan. "Apalagi fasilitas peserta telah ditanggung oleh panitia pelaksana kegiatan,"paparnya.

Faiz asal Sungairujing, merespon dengan wajah penuh senyuman setelah disapa Media Bawean, "waow senang sekali mengikuti kegiatan, bisa ketemu banyak teman-teman Gresik yang mengikuti perkemahan ke Pulau Bawean. 

Awi dari Serambah mengatakan bingung mau menjawabnya, sebab masih berfikir untuk pulang kembali ke Pulau Bawean. Maklum kemarin ketika diatas kapal dari Pulau Bawean menuju Gresik, Awi mengalami mabuk berat diatas kapal sehubungan belum pernah berlayar. (bst)

Duta Anak Pulau Bawean
Mengikuti Forum Anak Gresik

Media Bawean, 1 Desember 2013


Forum Anak Gresik akan diselenggarakan hari ini (minggu, 1/12/2013), bertempat di Kantor KBPP Gresik.

Utusan dari Pulau Bawean, yaitu Faiz, Ika, Retno (dari SMAN I Sangkapura), Farah (dari SMA Islamiyah Tambak), dan Awi (dari MA Miftahul Huda Kepuhteluk) telah tiba di Gresik (sabtu, 30/11/2013).

Sampai di Gresik, 5 utusan mewakili Pulau Bawean dalam Forum Anak Gresik, menyatakan siap untuk mengikuti kegiatan yang digelar selama sehari. "Utusan dari Pulau Bawean merupakan anak Gresik, bukan bagian dari anak Gresik. Nantinya akan mempertegas dalam forum bahwa anak Bawean adalah anak Gresik,"kata Faiz.

Farah asal SMA Islamiyah mengatakan anak Bawean adalah anak Gresik. "Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh,"paparnya.

Retno mengungkapkan, Pulau Bawean sekarang sudah banyak perubahan dibandingkan kondisi dahulu, Jalan Lingkar Bawean sudah mulus, termasuk Gresik memiliki lapangan terbang yang letaknya ada di Pulau Bawean. "Keberhasilan ini berkat pemerintahan Sambari Qosim,"ungkapnya.

Kegembiraan dari peserta dari Pulau Bawean, setelah diatas kapal mendapat sambutan dari banyak tokoh. Diantaranya mendapat ucapan selamat dari Pimpinan Bank Jatim Pulau Bawean, serta Camat Sangkapura (Abd. Adim). (bst)

Hiburan Anak Bermain di Bawean

Media Bawean, 8 Desember 2012


Haus hiburan bagi anak kecil di Pulau Bawean, terasa terobati setelah rumah balon usaha milik Kaslan sudah mulai dioperasikan di Alun-Alun kota Sangkapura.

Pantauan Media Bawean, ketika rumah balon mulai dibuka waktu sore hari, spontan langsung dipadati pengunjung untuk menikmati permainan dikenal baru ada di Pulau Bawean. Terlihat keceriaan anak kecil ketika bermain didalam rumah balon, serta menikmati permainan lainnya.

Kaslan sebagai pemilik usaha rumah balon, mengatakan gembira atas sambutan warga Sangkapura dalam membuka bisnis permainan bagi anak-anak di Pulau Bawean.

Menurutnya, permainan rumah balon terjadwal hari dan jam, dengan tujuan tidak mengganggu aktivitas anak belajar di rumah.

"Buka setiap hari jum'at sore, sabtu dan hari minggu, sehingga orang tua tidak merasa terganggu dengan dibukanya rumah balon di Pulau Bawean,"katanya.

Sejak beberapa hari dibuka, terang Kaslan, ternyata respon anak untuk berkunjung dan bermain sangat banyak, sedangkan tarifnya sangat murah dan terjangkau. (bst)

Meriah & Khidmat
Manasik Haji di Sukalela

Media Bawean, 23 November 2012

Laporan: Hj. Hadijah, S.Pd., M.M.
(Ketua PKG "Binakarakter" , Kecamatan Tambak )


Untuk melihat miniatur ka'bah dan berlatih manasik haji kita tidak perlu jauh-jauh datang ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Untuk keperluan itu, kita cukup datang saja ke Lapangan Sukalela , Kecamatan Tambak, Pulau Bawean. Lho, kok gitu?

Kemarin, Sabtu,17 November 2012, Lapangan Sepakbola Sukalela,Kecamatan Tambak, Pulau Bawean telah disulap menjadi lokasi latihan manasik haji. Tidak hanya ada miniatur ka'bah, Maqam Ibrahim, Hijr Ismail, tempat sa'i, jamarat di Mina tetapi ada juga tempat mabit di Muzdalifah, dan tempat wuquf Padang Arafah.

***

Labbaik Allâhumma labbaik, labbaik lâ syarîka laka labbaik, inna al-hamda, wa ni’mata laka wa al-mulk, lâ syarîka laka.

Artinya:

Aku datang ya, Allah. Aku datang memenuhi panggilan-Mu; Aku datang, tiada sekutu bagi-Mu, aku datang; Sesungguhnya segala pujian, segala kenikmatan, dan seluruh kerajaan, adalah milik Engkau; tiada sekutu bagi-Mu.

Gegap gempita suara doa talbiyah ini dielu-elukan anak-anak Taman Kanak-Kanak dan Raudhatul Athfal (TK/RA) se- Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik, Sabtu (17/11) di Lapangan Sepakbola Sukalela, Kecamatan Tambak,Pulau Bawean. "Acara ini diselenggarakan sebagai upaya memperkenalkan rangakaian ibadah haji kepada siswa sejak usia dini. Kami mengucapkan terimakasih kepada Pak Kades dan Bu Kades Sukalela dan kepada semua pihak yang telah banyak membantu pesiapan latihan manasik haji ini," kata Yudistianah,N.A.,S.H.I., Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Tambak ketika memberikan kata sambutan.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Tambak yang bekerjasama dengan Pengurus Pusat Kegiatan Guru (PKG) "Binakarakter" Kecamatan Tambak ini berlangsung sejak pukul 08.00 WIB sampai dengan 10.30 WIB. Ratusan anak yang barasal dari 19 lembaga TK dan 11 lembaga RA itu melakukan ritual manasik haji secara berurutan dari wuquf di Arafah, dilanjutkan dengan mabit di Muzdalifah dan lempar jumroh. Usai itu, melakukan Thowaf, Sai dan Tahalul.

***

Beberapa Respon Tokoh:

Acara latihan manasik haji yang dipandu muthawwif H. Imam Ghazali, Sekretaris Majelis Ulama Kecamatan Tambak ini banyak mendapatkan respon positif.

"Alhamdullilah, saya selaku Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Tambak sangat bangga, karena IGTKI Kecamatan Tambak punya program positif seperti yg kita saksikan bersama. Artinya, beliau telah mengenalkan kepada anak usia dini tentang nilai-nilai agama (rukun Islam ke-5) bahkan praktik langsung manasik haji. Harapan saya program yang sngat bagus itu mohon ada kelanjutannya dan dikemas lebih sempurna dan semoga kita selalu mengagungkan syiar Islam," ujar Mahfudz, S. Pd., M.M.

"Harapan saya, kegiatan yang sangat mendidik ini bisa dilaksanakan tiap tahun secara bergilir di tiap gugus pada momen bulan Dzulhijjah untuk agenda rutin IGTKI Kecamatan Tambak, dalam rangka memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk memperkuat karakter islami pada anak usia dini. Segi positf lainnya adalah peningkatan ekonomi masyarakat penjual makanan dan mainan yang sempat berjualan di lokasi latihan manasik haji. Yang datang tidak hanya anak-anaknya tetapi wali murid dan keluarganya ," kata Marsiyanto, M. Pd. , Pengawas TK/SD UPTD Pendidikan Kecamatan Tambak.

"Kami siap,kami sangat bangga jika pelatihan manasik haji ini dilaksanakan di sini lagi. Tahun depan kami akan lebih siap. Biar Sukalela ini jadi Sukolilo-nya Bawean," ujar Subanin,Kades Sukalela, Kecamatan Tambak yang didampingi oleh Nurwan, Kades Kepuh Legundi, Kecamatan Tambak.

Sementara itu, H.Saifullah As. dan Hj. Rif'ah Burhan, Pengasuh Ponpes "Mambaul Falah" Tambilung, Sukaoneng,Kecamatan Tambak, yang banyak membantu perlengkapan latihan manasik haji ini berjanji akan membantunya lebih banyak lagi pada penyelenggaraan latihan manasik haji tahun depan. Miniatur ka'bah-nya akan diganti dengan miniatur ka'bah yang lebih besar lagi. Yang sekarang ini miniatur ka'bah-nya terlalu mini," ujarnya penuh semangat.

Menurut pengamatan penulis, kelompok peserta paling tertib, paling rapi, paling disiplin, berseragam lengkap dan mengesankan perilaku paling "khusyuk" adalah kelompok peserta dari TK Carabheka, Kepuh Legundi, Kecamatan Tambak.

***

Labbaik Allâhumma labbaik, labbaik lâ syarîka laka labbaik, inna al-hamda, wa ni’mata laka wa al-mulk, lâ syarîka laka.

Anak Bawean Suka Bermain di Laut
Tanpa Berfikir Keselamatan Dirinya

Media Bawean, 3 Agustus 2012 


Anak Pulau Bawean mempunyai kesukaan bermain di pantai ataupun lautan, khususnya bagi mereka yang bertempat tingggal berdekatan dengan laut.

Tidak ada rasa takut, walaupun sebelumnya sudah ada peristiwa nahas menimpa 2 anak asal Kepuhteluk, Tambak, Pulau Bawean ketika bermain di laut bersama temannya sebanyak 4 anak, yaitu perahu kecil (jhukong linggung) tenggelam ditengah lautan. Telah merenggut korban jiwa 2 orang anak dan 2 anak berhasil selamat.

Ditanya Media Bawean, anak kecil seusia TK dan SD mengaku asyik bermain di laut daripada di daratan. "Naik perahu ataupun rakit, kemudian didayung ketengah lautan terasa enak saat berada diatasnya,"katanya tanpa memikirkan keselamatannya bila terjadi sesuatu hal dalam bermain.

Butuh perhatian khusus bagi warga Pulau Bawean yang bertempat tinggal di dekat laut, agar selalu mengontrol anaknya dalam bermain. Sehingga peristiwa memilukan di Kepuhteluk tidak terulang kembali di Pulau Bawean. (bst)

Panjat Pinang Diatas Laut

Media Bawean, 23 Februari 2012


Sangat menarik dan menyedot perhatian banyak orang yang melintasi jalan di dekat pantai Sungaiteluk, Sangkapura, ketika melihat ramai anak kecil sedang bergantian memanjat pinang yang diatasnya penuh banyak hadiah.

Permainan yang diselenggarakan oleh MDU Sungaiteluk, dalam rangka memeriahkan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. dilaksanakan hari kamis, (23/2/2012).

Kegigihannya dalam memanjat pinang telah mengajarkan kepada seluruh peserta bahwa keberhasilan berkat usaha keras serta semangat yang tinggi, dan pantang menyerah.

Hadiah menarik telah terpasang diatas pinang, diantaranya selendang dari Malaysia serta perlengkapan belajar, dan lain-lain. (bst)

Pertemuan P2T P2A Bawean
Bersama Kepala Kantor KBPP Gresik

Media Bawean, 11 Desember 2011


Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2T P2A) Pulau Bawean sudah terbentuk, terpilih Zubadaturrif'ah (Daun) sebagai Ketua, Abdul Basit sebagai Wakil Ketua, Anggota Sukron Makmun, Maizurah, dan Nurul Hidayati.

Kedatangan dr Adi Yumanto, Kepala Kantor KBPP Gresik di Pulau Bawean, dimanfaatkan pertemuan pengurus P2T P2A Pulau Bawean yang baru terbentuk (sabtu, 10/12/2011) di warung Bangkalan, Sangkapura.

Dalam pertemuan dr Adi Yumanto, Kepala Kantor KBPP Gresik menyatakan bahwa pengurus P2T P2A adalah organisasi independen untuk membantu tugas -tugas Kantor KBPP Gresik, khususnya menangani persoalan perempuan dan anak.

"Dalam melaksanakan tugas, pengurus tidak mendapatkan honor atau gaji. Sebatas sebagai relawan yang siap berkerja selama 24 jam untuk melakukan pendampingan ataupun perlindungan,"katanya.

Menurutnya, untuk mengawali tugas dan program kerja P2T P2A Pulau Bawean, sebaiknya melakukan identifikasi terhadap segala persoalan selama beberapa tahun terakhir, kemudian ditentukan dari persoalan yang paling urgen untuk diselesaikan.

Di Pulau Bawean, menurut dr Adi Yumanto, Kepala Kantor KBPP Gresik, persoalan paling rentan terjadi adalah kekerasan psikis, seperti isteri yang ditinggal merantau suami bertahun-tahun bekerja ke luar negeri. "Ini tugas P2T P2A Pulau Bawean untuk melakukan konseling agar permasalahan terselesaikan,"paparnya.

"Adapun tugas lainnya, bisa dikoordinasikan yang baik bersama P2T P2A di Kabupaten Gresik dalam melaksanakan tugas ataupun program,"terangnya. (bst)

Potret Anak TK Pulang Sekolah

Media Bawean, 5 Oktober 2011


Bidikan Potret Media Bawean ketika berada di Jalan Lingkar Bawean (JLB), hari selasa (4/10/2011) terfokus kepada angkutan anak TK ketika pulang sekolah. Seperti terlihat di gambar, muatan angkut terlihat full penumpang anak TK pulang sekolah. Nampak dua anak bergantungan dibelakang, serta duduk ditangga naik kedalam angkot. 

Pemandangan seperti ini semestinya tidak terjadi, demi keselamatan berkendaraan di jalan raya, apalagi kondisi jalan sedang rusak berat. (bst)

Patrol Keliling Kampung
Sambut Puasa Ramadhan

Media Bawean, 1 Agustus 2011



Malam pertama (senin, 1/8/2011), menunaikan ibadah puasa ramadhan 1432 H. disambut gembira oleh anak-anak dengan mengadakan patrol keliling kampung membangunkan orang-orang untuk bersahur di malam hari.

Kegiatan patrol keliling kampung terlihat didominasi anak-anak kecil usia sekolah SD, sebagian terlihat anak-anak usia besar memberikan komanda dengan mengalunkan lagu diiringi tabuhan alat musik sekedarnya, seperti kentongan, trigen, dan lainnya.

Pantauan Media Bawean, hampir seluruh daerah di Pulau Bawean memiliki group patrol disetiap kampung. Seperti di desa Suwari terlihat pada gambar, banyak anak kecil terlihat gembira sambil manabuh alat musik diiringi lagu.

Menyusuri jalan dari Sangkapura sampai di Sidogedungbatu, hampir sampai di perkampungan terdengar ataupun melihat peserta patrol sedang membangunkan orang-orang bersahur untuk menunaikan ibadah puasa.

Menurut Saiful Bahri warga Suwari, sudah tradisi setiap malam puasa, secara kompak mengadakan patrol keliling kampung. "Tanpa ada perintah, mereka sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk bersatu membangun orang tidur,"katanya. (bst) 

Anak Bawean Cinta Lingkungan

Media Bawean, 18 Juli 2011


Di sore hari (senin, 18/7/2011) terlihat dua anak asal Balikterus, Sangkapura, Pulau Bawean, sedang sibuk mencangkul tanah dan menyabit rumput disekeliling rumahnya. 

Ketika didekati Media Bawean, kedua anak tersebut berhenti berkerja. Ditanyakan, apa yang sedang dikerjakan, dengan kompaknya menjawab sedang bersih-bersih menyambut bulan puasa ramadhan.

Menurutnya, setelah dibersihkan akan ditanami bunga agar disekitar rumahnya terlihat indah dan bersih. (bst)

Turun Dari Kapal di Gresik
Langsung Tampil Presentasi

Media Bawean, 29 Juni 2011


Pengukuhan Komunitas Anak Gresik (KAG) dilaksanakan (selasa, 28/6/2011) bertempat di ruang pertemuan Puteri Mijil Pendopo Kabupaten Gresik. Hadir utusan dari Pulau Bawean, yaitu Sumiyati dan Moh. In'am dari Komunitas Anak Sangkapura (KAS) bersama dua perwakilan SMAN I Sangkapura.

Ketika acara berlangsung yang dimulai sejak pagi, Sumiyati bersama Moch, In'am masih berlayar Bawean - Gresik. Tepat jam 12.00 WIB. ketika turun dari atas kapal, langsung menuju tempat pelaksanaan acara.

Sampai di forum, keduanya langsung mengikuti acara makan bersama, dilanjutkan acara diskusi bersama terbagi empat kelompak, yaitu Pendidikan, Kesehatan, Kekerasan Anak, dan NAPZA.

Sumiyati mengikuti kelompok diskusi Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainya (NAPZA), sedangkan Moch, In'am mengikuti diskusi kekerasan anak. Terlihat keduanya aktif bersuara didalam diskusi, walaupun kondisi capek sehubungan perjalanan Bawean - Gresik cukup melelahkan.

Ketika presentasi, ternyata Moch, In'am dipercaya oleh kelompok diskusi untuk mempresentasikan hasilnya didepan forum. Wal hasil. penampilannya mendapat sambutan luar biasa dari peserta pengkuhan Komunitas Anak Gresik (KAG), dengan topik kekerasan anak.

Menurutnya, orang tua punya kewajiban untuk melindungi dan mendidik anak untuk masa depan lebih baik, bukan dianiayai atau dipukul sehingga masa depannya terancam suram.

Sumiyati ditanya kesan mengikuti pertemuan, menyatakan senang bisa tukar fikiran bersama anak-anak di Kabupaten Gresik, sebagai anak Pulau Bawean tentunya suaranya akan didengar atau diperhatikan sama seperti lainnya.

Sedangkan Moch, In'am yang mengaku baru pertama kali menginjakkan kaki di daratan Pulau Jawa, menyatakan senang mengikuti pertemuan dan hasilnya akan ditindaklanjuti sebagai modal pengembangan Komunitas Anak Sangkapura. (bst)

Berlatih Tempo Singkat
Meraih Juara Harapan II

Media Bawean, 29 Mei 2011


Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Fair 2011 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, tanggal 13 -31 Mei 2011, sementara ini delegasi asal UPT Dindik Kecamatan Sangkapura meraih juara harapan II dalam lomba dogeng sejarah tingkat SD/MI kelas 4 dan 5.

Zuharatunnauri Annur kelas IV SDIT Al-Huda, adalah putri Nurhan Jamil asal Gunung Teguh, Sangkapura, Pulau Bawean. Mengikuti lomba dogeng sejarah, di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, tanggal 26 Mei 2011, ditetapkan sebagai juara harapan II dari 15 peserta lomba.

Dogeng sejarah berjudul "Asal Mula Aksara Honocoroko", penulis naskah oleh M. Natsir Abrari, disadur dari buku Kisah-Kisah Pulau Putri karangan Zulfa Usman.

Ditemui Media Bawean (sabtu, 28/5/2011) dirumahnya, Zuharatunnauri Annur yang akrab dipanggil Ratu mengakui persiapan mengikuti lomba sangat kurang, sehingga prestasinya sebagai juara harapan II. "Hanya satu kali saja berlatih secara langsung kepada Bapak M. Natsir Abrari sebagai penulis naskah, itupun ketika akan berangkat berlayar ke Gresik,"katanya.

Nurhan Jamil sebagai orang tua Ratu, menyatakan bangga atas prestasi yang diraih oleh anaknya dalam mengikuti lomba dogeng sejarah. "Dalam tempo waktu berlatih sangat singkat, ternyata masih meraih prestasi,"paparnya.

M. Natsir Abrari sebagai penulis naskah mengatakan bangga atas prestasi yang diraih, sehubungan berlatihnya hanya satu kali saja, itupun dilakukan ditengah jalan saat akan berangkat ke Gresik untuk mengikuti lomba.

Sebagai budayawan Bawean, M. Natsir Abrari punya keyakinan bila Ratu dilatih maksiman akan meraih sukses sampai tingkat nasional. (bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean