Media Bawean, 7 Agustus 2015
Ibarat akik, Pulau Bawean merupakan sebuah bongkahan batu mulia yang bernilai ekonomis.

Siswadi Aprilianto, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga (Disbuparpora) Gresik mengatakan, objek wisata di Bawean sangat kompleks, beragam dan unik. Di daratan tersedia wisata penangkaran rusa, danau kastoba, makam panjang, hingga pemandian air panas.
Sementara wisata bahari ada empat pulau kecil di sekitar Bawean yang menyediakan pantai pasir putih dan terumbu karang indah yang dihuni ribuan spesies ikan laut. “Jadi kalau bule mau bersurfing atau snorkling dan menyelam Bawean merupakan tempat yang cocok,” terang Siswadi Aprilianto.
Pemkab Gresik, lanjut dia, terus mengedukasi masyarakat untuk bersama-sama mengembangkan potensi pariwisata di sekitar mereka. Selain itu, sejumlah infrastruktur terus digarap mulai Jalan Lingkar Bawean, lapangan terbang, pelayaran kapal cepat, pengembangan hotel dan pusat informasi wisata. “Kami yakin dengan apa yang telah dikerjakan Bupati Sambari Halim Radianto dan Wabup Moch Qosim dalam mengembangkan Bawean telah ada kemajuan. Khususnya di sektor pariwisata dan perekonomian Bawean sendiri,” terang Siswadi.
Ditambahkan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bawean mengalami fluktuatif, namun ada harapan terus naik. Data di Disdbuparpora mencatat jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Pulau Bawean pada tahun 2010 mencapai 2.291 orang. Namun, pada tahun 2011 jumlahnya menurun menjadi 1.140 orang, tahun 2012 turun menjadi 741 orang, tahun 2013 sebanyak 995 orang dan pada tahun 2014 sebanyak 1.692 orang.
Meski ada harapan berkembang, warga Bawean berharap kemudahan transportasi di Bawean
bisa ditingkatkan. Musyayanah, pemilik jasa pemandu wisata Pulau Bawean mengatakan, saat ini praktik percaloan tiket masih marak. Sehingga, banyak wisatawan yang membatalkan rencana ber- kunjung ke Pulau Bawan karena kesulitan membeli tiket kapal. “Seharusnya manajemen tiketing dibenahi agar wisatawan merasa nyaman bila ingin berkunjung ke Pulau Bawean,” paparnya.
Ia menambahkan, selain maraknya calo tiket, pengembangan wisata di Pulau Bawean juga
terkendala transportasi laut akibat cuaca buruk. “Terkadang wisatawan sudah siap berangkat, ternyata ada larangan kapal berlayar,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala UPT Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bawean Imron Rosyadi mengatakan, sulitnya mengembangkan pariwisata di Pulau Bawean lantaran kendala transportasi laut. “Sering kalinya kapal tidak diberangkatkan sehubungan cuaca buruk menyebabkan banyak wisatawan membatalkan niatnya untuk berkunjung ke
Pulau Bawean,” katanya.
Sebenarnya, lanjut dia, Pulau Bawean memiliki banyak objek wisata yang menarik dikunjungi. Di antaranya, Danau Kastoba, air terjun, penangkaran rusa, jherat
lanjheng, pemandian air panas, Pulau Noko, Pulau Gili, Pulau Selayar.
“Akibat terkendala transportasi kapal laut yang disebabkan cuaca buruk jumlah wisawatan yang berkunjung ke Pulau Bawean setiap tahun kecenderungan naik turun,” terang dia.(bst)