Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
adsbybawean
Tampilkan postingan dengan label BAWEAN UNIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAWEAN UNIK. Tampilkan semua postingan

Buah Kelapa Tumbuh Pohon Pisang
Penemuan Kedua di Gelam, Tambak

Media Bawean, 5 Juni 2012


Setelah penemuan buah kelapa tumbuh pohon pisang sekitar setahun yang lalu di Desa Gelam, kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik, kembali ditemukan buah kelapa tumbuh pohon pisang oleh Saidi (12 tahun).

Saedi anak Rasul (35 th.) asal Gelam Utara, menemukan buah kelapa tumbuh pisang disekitar area kebun dekat rumahnya, waktu siang hari menjelang pelaksanaan ujian nasional.

Setelah menemukan, Saedi membawa buah kelapa tumbuh pohon pisang ke rumahnya. Berita penemuan yang kedua di desa Gelam, membuat heboh seluruh warga untuk melihat secara langsung.

Menurut salah satu tokoh di desa Gelam, mengatakan keunikan dari buah kelapa tumbuh pohon pisang, yaitu waktu malam hari bila ditempat di luar rumah ternyata daunnya tidak berembun, sebaliknya bila disimpan di dalam rumah maka daunnya banyak embunnya. "Embunya diambil banyak orang untuk menyembuhkan banyak penyakit,"katanya.

Penemuan buah kelapa tumbuh pohon pisang yang pertama ketika menjelang pertandingan sepak bola tahun lalu di desa Sukalela, wal hasil menjadi juara I dalam turnamen. Penemuan sekarang bersamaan pertandingan sepak bola di desa Pekalongan yang dimulai sejak kemarin (senin, 4/6/2012). Adakah penemuan berupa tanda-tanda club sepak bola Gelam akan kembali menjadi sang juara dalam turnamen? (bst)

Buah Kelapa Tumbuh Pohon Pisang
Di Gelam Pulau Bawean

Media Bawean 27 Oktober 2011


Aneh bin ajaib telah ditemukan buah kelapa tumbuh pohon pisang oleh Ainuddin (29 th.) asal dusun Gelam Tengah, desa Gelam, kecamatan Tambak, Pulau Bawean.

Menurut Ainuddin ditemui Media Bawean (rabu, 26/10/2011) mengatakan penemuan buah kelapa berbuah pohon pisang, berawal dari mimpinya setelah melaksanakan shalat pada malam 17 ramadhan (nuzulul Qur'an), yaitu bermimpi bola bumi mengeluarkan banyak cahaya dengan banyak warna. Selanjutnya bola bumi berkeliling mengeluarkan bunyi sangat nyaring, ceplas gitu bunyinya yang jatuh ditempat ditemukannya buah kelapa yang tumbuh pohon pisang.

"Pagi sekitar jam 07.00 WIB. langsung menuju tempat jatuhnya bola bumi yang letaknya disamping kandang ayam, ternyata sudah ada buah kelapa tumbuh pisang"katanya.

"Ketika menemukan ada saksinya bernama Abd. Majid, yang melarang saya untuk membungkusnya dengan kain putih. Menurutnya, ditanam saja agar tetap hidup,"paparnya.

"Saat ditemukan, ketinggiannya hanya beberapa centi meter saja, dengan daun sebanyak tiga tangkai, terlihat ada 3 akar pisang yang dililit akar buah kelapa", terangnya.

Sedangkan orang yang datang untuk melihat secara langsung sudah banyak, hampir setiap kampung di Pulau Bawean. "Waktu siang dikeluarkan, bila malam hari dipindah ke dalam rumah, khawatir ada orang mencurinya",ujarnya.

Perlu diketahui, tanggapan warga Gelam bahwa kemenangan kesebelasan PS. Rusa Belang melawan PS. Bimantara melalui perantara buah kelapa yang tumbuh pisang. Sang pencetak gol, sebelum bermain telah meminum airnya.

"Akhirnya banyak orang berdatangan untuk pengobatan dan keperluan hajat lainnya," paparnya.

Menurut Ainuddin (mahasiswa STIT Raden Santri semester 3), "Tetapi sekarang dilarang dan tidak akan diberi, khawatir jadi kepercayaan yang menyebabkan syirik"ungkapnya.

Apakah akan dijual, bila ada yang berminat membeli? " Tidak akan dijual, sebab pohon kelapa yang tumbuh pisang adalah amanah yang harus dijaga,"jawab Ainuddin. (bst)

Aneh, Batu Oniq Bawean
Bergambar Orang Bertapa

Media Bawean, 12 Mei 2011


Ansari (Encang : panggilan) asal Tajung Timur, desa Sungairujing, Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik memiliki koleksi batu oniq bergambar orang bertapa.

Ditemui Media Bawean (rabu, 12/5/2011), Ansari menjelaskan asal usul batu oniq yang tergolong antik dan penuh misteri. Menurutnya, batu oniq bergambar orang bertapa didapat sekitar 15 tahun yang lalu ketika bekerja sebagai pemecah batu milik investor asal Korea yang bertempat di Air Panas Sangkapura, sedangkan batu oniq berasal dari Rujing, desa Sungaiteluk, Sangkapura.

Saat Ansari bersama pekerja lainnya, menggergaji salah satu bongkahan batu oniq yang besar, ternyata potongan batu bergambarkan orang sedang bertapa, tetapi bongkahan batu satunya tidak ada gambar.

"Betul-betul aneh, setelah melihat langsung terkejut dan diteliti mirip gambar orang. Setelah diberitahukan kepada pemilik batu dan saya minta langsung diberikan,"katanya.

"Gambar tersebut adalah urat dari batu, tetapi keanehannya kenapa bongkahan yang satunya tidak ada gambar,"paparnya.

"Sudah banyak orang datang untuk melihatnya, dan meminta untuk membeli tetapi tidak berani menentukan harga,"terangnya.

Apakah akan dijual? "Yach, kalau ada yang minat dan harganya sesuai silahkan dibeli,"jawab Ansari.

Pada saat Media Bawean akan mengambil gambar, Ansari langsung menyetop dan menyatakan harus meminta izin terlebih dahulu. Sebab banyak orang mengambil gambar tanpa izin teryata hasilnya tidak kelihatan.

Asal usul batu oniq bergambarkan orang bertapa, menurut Ansari setelah ditanyakan kepada beberapa orang menyatakan bahwa gambar yang ada adalah bekas dari orang bertapa. (bst)

Aneh, Nanas Berbuah 13
Di Desa Paromaan Tambak

Media Bawean, 6 April 2011


Buah nanas memiliki 13 buah tertanam tegar di depan rumah Ishaq yang letaknya berdekatan jalan raya dusun Paromaan, desa Paromaan, Tambak, Pulau Bawean.

Ditemui Media Bawean (selasa, 5/4/2011) Ishaq didampingi isterinya menjelaskan asal usul satu tanaman nanas dengan mempunyai buah sebanyak 13. Asalnya beberapa tahun yang lalu, nanas ditanam didepan rumahnya. Setelah tumbuh mengeluarkan buah banyak, tergolong aneh sebab buah nanas biasanya hanya satu tanaman hanya satu buah. 

Kemudian membongkar rumahnya terkena buah nanas sehingga tanamannya mati. Selang beberapa hari kemudian nanas berbuah 13 buah sekarang ini, tumbuh kembali ditempat yang sama. Setelah berbuah ternyata kembali seperti pertama kalinya banyak buahnya. Usia buah nanas menurutnya sudah hampir tiga tahun lamanya terhitung sejak tumbuh kembali.

Ditanyakan buah nanas apa namanya bila banyak buahnya? Ishaq menjawab, yach buah nanas tidak ada nama lainnya.

"Keanehan nanas dengan 13 buah tidak banyak diketahui warga sekitarnya, seperti tetangga banyak belum mengetahu bila disini ada nanas berbuah banyak,"terang Ishaq.

Sukri tetangga Ishaq, mengaku baru tahu bila ada nanas berbuah 13. "Seumur hidupku baru sekarang melihatnya secara langsung,"paparnya.

Kenapa buah nanas mempunyai buah 13? adakah hubungannya dengan banyaknya jumlah desa di kecamatan Tambak ada 13 desa? misterinya belum terjawab. Ingin melihat nanas berbuah 13, silahkan melihat langsung ke dusun Paromaan, desa Paromaan, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean. (bst)

Ahmad Rogeh Dari Tangkeh KebuntelukdalamMenikahi 18 Gadis, Punya 32 Anak

Media Bawean, 15 Juni 2009

Ahmad Rogeh (50 Th.) asal Tangkeh desa Kebuntelukdalam Sangkapura dikenal banyak isteri dan anak, oleh semua orang di Pulau Bawean.

Media Bawean berhasil mewawancarai Ahmad Rogeh si jagoan punya isteri banyak dari Pulau Bawean, hari ini (15/6).

"Saya sudah menikahi 18 isteri, tapi yang dipakai hanya empat saja. Sedangkan jumlah anak sebanyak 32 dari 18 isteri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan Malaysia," ujarnya.

"Sebentar lagi saya akan menikah lagi dengan gadis di Batam usia 18 tahun," akunya kepada Media Bawean.

"Jangan coba-coba gadis menggodaku, pasti bisa ditundukkan dan minta dinikahi," jelas Ahmad Rogeh.

Apa resepnya kok manjur ?, Ahmad Rogeh menjawab, "yach kita harus tebal kuping saja, tapi Alhamdulillah semua isteriku tunduk dan taat semua kepada saya," terangnya.

"Tidak butuh waktu lama untuk menundukkan sang gadis, hanya satu hari saja langsung minta dinikahi. Saya sudah menikahi gadis paling muda 12 tahun, dan saya sendiri menikah pada usia 15 tahun," paparnya. (bst)

Orang Hutan Di Pulau Bawean

Media Bawean, 17 Mei 2009

Pak Sabi (Orang Hutan Di Pulau Bawean)

Pak Sabi (65 th.) biasa dipanggil orang, ternyata bisa hidup sendirian di hutan tanpa ada orang lain sebagai tetangganya.

Dulu Pak Sabi punya seorang isteri dan anak, tapi isterinya sudah meninggal dunia, sedangkan anak-anaknya sudah bertempat tinggal di negeri jiran (Malaysia : Red.). Hidup sebatangkara, jelas menanak dan mencuci pun dilakukan sendiri, tanpa ada interaksi dengan manusia lainnya.

Saat Media Bawean mengajak Pak Sabi untuk berkunjung ke rumahnya, di hutan antara Guungteguh dan Balikterus ini ternyata beliau tidak berkenan dan menyatakan malu. Kehidupan Pak Sabi dihutan termasuk langka, tapi di Pulau Bawean selain Pak Sabi masih banyak yang kehidupannya sebatangkara di hutan Pulau Bawean. (bst)

Tengku Bawean

Media Bawean, 17 Juni 2008

Tengku Bawean

Saat meliput perjalanan Persatuan Bawean Singapura (PBS) dari Gresik ke Bawean naik Kapal Express Bahari 8B, kami dikejutkan dengan seseorang yang datang langsung dan bertanya identitas Mr. Gerbang Bawean.

Awak Siapa? katanya dengan nada lantang. Setelah itu salaman dan kenalan. Ternyata tampang seram, setelah berkenalan orangnya lemah lembut dan homuris. Dari Gresik sampai ke Bawean sandau gurau ada di deck belakang bagian atas Kapal Ekpress Bahari 8B. Namanya Bapak Tengku dari Tangga Kebuntelukdalam.

Deck belakang bagian atas Kapal Ekpress Bahari 8B

Dengan melihat keindahan laut, Bapak Tengku cerita perjalanan hidupnya di negeri jiran Malaysia selama 8 bulan disana. Yang sangat berkesan saat cerita istrinya lari dan ikut orang lain, padahal kecintaannya sangat luar biasa sama istrinya. Sedangkan profesinya di negeri jiran adalah sebagai tukang pijat. (bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean