Media Bawean, 10 Agustus 2008
Sumber : Berita JatimReporter : Hardy
Gresik - Menurut kesaksian salah satu penumpang, Abdullah (31) warga Probolinggo, tenggelamnya KM Palangkaraya di perairan Bawean, dikarenakan tersumbatnya lubang pembuangan air akibat ambruknya muatan genteng di dalam kapal setelah diterjang ombak setinggi 3 meter lebih.
"Saat itu, posisi kapal yang menjelang bersandar di pelabuhan Sangkapura Bawean kurang lebih 1 jam-an, posisi ombak masih 1 meter dari bibir kapal. Tapi tiba-tiba, ada ombak besar sekitar 3 meteran yang menghantam masuk mengenai muatan genteng sehingga ambruk dan menyumbat pembuangan air," jelas Abdullah, Minggu (10/8/2008) yang masih tampak shock usai berlabuh di pelabuhan Gresik bersama korban lainnya setelah ditolong KM Ekspres Bahari.
Melihat hal itu, tambah Abdullah, para penumpang dan awak kapal lainnya pun berusaha naik ke lantai atas kapal. Tak lama kemudian, lanjutnya, akibat air yang mulai banyak masuk dan tidak bisa keluar, membuat posisi kapal miring dan akhirnya tenggelam. Penumpang yang sebelumnya berada di lantai atas, akhirnya pun melompat ke air menggunakan pelampung untuk menyelamatkan diri.
Keterangan Abdullah inipun dibenarkan, Iwan (33) salah satu ABK warga Sangkapura.
"Saat itu posisi saya sedang tidur dan dibangunkan teman-teman bahwa kapal sudah dalam keadaan miring. Saya pun bersama teman-teman lainnya naik keatas dan melihat kapal mulai tenggelam kemudian lompat ke air," ujar Iwan yang mengaku masih pengantin baru belum genap sebulan ini sembari bersyukur bisa selamat.
Sementara itu, menanggapi kecaman Abdul Basith, aktivis Pemuda Bawean di Gresik yang mengatakan tenggelamnya kapal lantaran kelebihan muatan, dibantah oleh Humas Adpel Gresik, Pudiasto.
Menurut Pudiasto, tuduhan tersebut tidak benar karena sebelum kapal melaut, semua kapal harus melalui pemeriksaan petugas adpel.
"Kalaupun masih ada penumpang yang naik ke kapal, itu bukan tanggung jawab kami, tapi nahkoda," katanya.
Disinggung mengenai tersangka atas kejadian ini, Pudiasto belum bisa memutuskan lantaran hampir semua ABK dan beberapa penumpang kapal hingga berita ini diturunkan masih dalam pemeriksaan petugas adpel Gresik.[kun]
Teks Foto : Salah satu ABK kapal yang berhasil diselamatkan tampak dibopong petugas Adpel Gresik setelah sampai di Pelabuhan Gresik, Minggu (10/8/2008).


Posting Komentar