Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
adsbybawean
Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan

Warga Tambak Melihat Awan Bertuliskan Lafadz Allah


Warga desa Tambak Kecamatan Tambak Pulau Bawean Gresik Jawa Timur dihebohkan dengan adanya gumpalan awan yang bertuliskan lafadz Allah. Fenomena awan terjadi saat memasuki waktu sholat maghrib (hari rabu, 29/1).

Salah satu warga yang mengabadikan munculnya awan bertuliskan lafadz Allah adalah Ria asal desa Tambak. Menurutnya munculnya tulisan lafadz Allah diawan dilihatnya saat memasuki waktu sholat maghrib. Selanjutnya Ria langsung mengabadikan melalui kamera handphone miliknya.

Hal senada diungkapkan Khodri, menyatakan melihat langsung ada awan bertuliskan lafadz Allah di langit desa Tambak. "Waktunya bertepatan orang menunaikan sholat maghrib,"katanya.

Raden Musleh warga Tambak menyatakan munculnya awal bertuliskan lafadz Allah pada waktu jam 18.00 WIB. "Banyak orang yang melihatnya, termasuk pegawai Bank BRI Unit Tambak,"paparnya. 

Jika melihat foto menurutnya posisi ambil gambar tepatnya di depan rumahku, yang terlihat cahaya bola lampu bukan bulan. (bst)

KH. Raden Muhammad Kholil As'ad, Besok ke Bawean

Media Bawean, 5 Oktober 2015


KH. Raden Muhammad Kholil As'ad (Pengasuh Pesantren Walisongo, Mimbaan, Panji, Situbondo) direncanakan besok (selasa, 5/10/2015) naik Kapal Express Bahari 8E akan berangkat ke Pulau Bawean, Gresik.

Rencananya KH. Raden Muhammad Kholil As'ad di Pulau Bawean dari hari senin (06/10/2015) sampai hari sabtu (10/10/2015). Sesuai jadwal, beliau akan bersilaturrahim dengan banyak tokoh, serta memberikan pengajian dalam tabligh akbar di berbagai tempat di Pulau Bawean. 

Tabligh akbar akan digelar dibeberapa tempat di Pulau Bawean, 
1. Bertempat di Padang, Pamona, desa Sidogedungbatu, 
2. Bertempat di Masjid Klompanggubuk 
3. Bertempat di Langgar Molot Legundi 
4. Bertempat di Pondok Pesantren Daun Timur 
5. Bertempat di Masjid Alun- Alun Sangkapura.

Esfar, panitia pelaksana membenarkan adanya kunjungan KH. Raden Muhammad Kholil As'ad di Pulau Bawean dalam rangka tabligh akbar. 

"Sesuai jadwal sebelumnya, rencananya beliau akan berkunjung selama seminggu di Pulau Bawean. Sehubungan putusnya jalur transportasi laut yang menghubungkan Gresik ke Pulau Bawean, akhirnya beliau hanya empat hari di Pulau Bawean,"katanya. (bst)

"Pulau Puteri" yang Akrab dengan Singapura dan Malaysia

Media Bawean, 24 September 2015



Pulau Bawean di wilayah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, juga dikenal sebagai Pulau Puteri. Karena sebagian besar penghuninya adalah perempuan.

Ke mana para lelakinya? Para lelaki lebih banyak merantau ke luar negeri. Para suami dan anak lelaki sebagian besar merantau ke Malaysia dan Singapura. Sebagian lagi ke pulau Jawa.

"Para isteri dan anak puteri tetap tinggal di sini. Karena itu, Pulau Bawean juga dikenal sebagai Pulau Puteri," kata legislator DPR dari PKB yang juga warga pulau Bawean, Jazilul Fawaid, saat mengantar Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan meninjau Lapangan Terbang Pulau Bawean, Rabu (23/9/2015) kemarin.

Pulau seluas 196 km2 yang terletak di sebelah Barat Laut Madura itu masih masuk di wilayah administratif Kabupaten Gresik. Ada dua kecamatan di Pulau Bawean, yakni Kecamatan Tambak, dan Kecamatan Sangkapura. Dua kecamatan itu melingkupi 30 desa dengan lebih dari 70.000 warga.

Karena sudah sekian lamanya warga Pulau Bawean yang merantau ke Singapura dan Malaysia, Jazilul mengatakan, warga Bawean memiliki ikatan historis yang cukup kuat dengan dua negara tetangga itu.

"Sampai saat ini, banyak warga Pulau Bawean yang sukses di sana, bukan hanya menjadi pembantu rumah tangga," terangnya.

Pengembangan lapangan terbang di Pulau Bawean diharapkan dapat membawa banyak perubahan. Paling tidak, mempermudah sarana transportasi bagi warga yang ingin masuk dan keluar dari Pulau Bawean. Khususnya perantau Bawean yang ada di luar negeri.

"Daripada naik kapal, jadwalnya tidak pasti, ombak besar, keamanan belum tentu terjamin," kata warga Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Tajuddin (55).

Pria yang baru tiga bulan pensiun dari rantau ini mengatakan, akses satu-satunya menuju Pulau Bawean adalah dengan kapal laut yang tidak selalu ada setiap hari dari pelabuhan Gresik. Bahkan jika ombak besar, maka jadwal kapal ke dan dari Pulau Bawean bisa tertunda 4-5 hari.

Kemarin, Jonan berjanji kepada warga Pulau Bawean paling lama awal tahun depan menjadikan lapangan terbang Bawean menjadi bandara perintis. Kata Jonan semakin besar dan panjang runway bandara Pulau Bawean, akan semakin besar pesawat yang bersedia mendarat.

"Jika pesawat semakin besar, maka ongkos pesawat akan semakin murah karena penumpangnya lebih banyak," kata Jonan.

Karena itu, dia meminta dukungan warga Bawean untuk membantu menyediakan lahan untuk pengembangan bandara Bawean. Di bandara Bawean kata Jonan, masih banyak perlengkapan yang perlu diperbaiki, selain memperpanjang dan memperlebar runway, juga masih diperlukan fasilitas alat navigasi, peralatan terminal penumpang, pagar dan lampu runway.

Sumber Kompas

Peringati Idul Adha, Warga Bawean di Malaysia Mudik

Media Bawean, 22 September 2015




Arus pelayaran dari Gresik me-nuju Pulau Bawean terlihat cukup padat akhir-akhir ini. Penyebabnya, warga Bawean yang saat ini bekerja di Malaysia maupun Singapura memilih pulang kampung untuk memperingati Hari Raya Idul Adha.

Junaidi, salah satu TKI Bawean di Malaysia, mengatakan pulang kampung bersama seluruh keluarganya untuk berlebaran di Pulau Bawean. “Sudah lama tidak pulang kampung, sekarang saatnya yang tepat untuk berkumpul bersama seluruh keluarga,” katanya.

Apalagi, lanjut dia, saat ini perekonomian di Malay-sia mulai menurun. Terbukti, nilai tukar uang ringgit lebih tinggi rupiah. “Entah nantinya kembali lagi atau mencari kerja di Pulau Bawean saja,”paparnya.

Sementara itu, Zainuddin, ABK Kapal Express Bahari 8E membenarkan bila banyak penumpang kapal dari Malaysia yang pulang ke Pulau Bawean. “Menjelang lebaran, banyak penumpang yang pu-lang kampung untuk menikmati hari raya bersama keluarganya,”ujarnya.

Di tempat terpisah, Kepala UPT Perhubunganb Bawean Lutfil Manar mengatakan mudik lebaran Idul Adha dipenuhi banyak pekerja dari Malaysia yang pulang kampung.

Menurutnya banyak peningkatan dibanding hari biasa, kapasitas kapal full penumpang dari Malaysia. “Adapun pemudik lokal, jumlahnya sangat minim,”imbuh dia. (bst)

Desak Pemkab Gresik Beri Mobil PMK

Media Bawean, 21 September 2015


Camat dan Anggota Dewan dari Pulau Bawean mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk menyediakan mobil PMK. Sebab, selama ini masyarakat mengalami kesulitan untuk memadamkan api jika terjadi kebakaran. Apalagi, pada musim kering seperti ini kemungkinan kebakaran sangat tinggi.

Camat Sangkapura Abdul Adim mengatakan perlu ada mobil kebakaran di Bawean karena kebakaran sekarang sering terjadi. Sebab, kalau harus memadamkan secara manual, dipastikan membutuhkan waktu lama. “Sehingga, seringkali harta benda warga tidak bisa terselamatkan,” ujarnya, kemarin.

Dikatakan, pihaknya bakal mengusulkan hal ini kepada Pemkab Gresik agar mobil PMK segera didatangkan ke Bawean. Namun, pihaknya meminta masyarakat agar bersabar karena perlu koordinasi terlebih dahulu. “Perlu waktu untuk mendatang mobil PMK, sebab semua tergantung keputusan pemkab,” ungkap dia.

Hal senada juga disampaikan Camat Tambak Narto. Pihaknya mengaku mobil pemadam kebakaran sangat diperlukan untuk menanggulangi bila ada peristiwa terjadi. Apalagi, di Kecmatan Tambak akan dioperasikan pesawat terbang. “Sehingga sangat dibutuhkan mobil pemadaman kebakaran,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Gresik Subki mengatakan pihaknya bakal mengusulkan pengadaan mobil kebakaran pada APBD mendatang. Sebab, pihaknya memang sangat mengetahui bila terjadi kebakaran masyarakat harus memadamkan dengan alat seadanya.

“Saya sudah mendapatkan laporan terkait hal itu, nanti akan saya tindaklanjuti,” imbuh dia. (bst)

Wabup Gresik Borong Kerajinan Bawean

Media Bawean, 18 Agustus 2015


Kehadiran Wakil Bupati Gresik, Mochamad Qosim pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-70 membawa berkah bagi warga di Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik. Bagaimana tidak, ketika mengunjungi stan pameran, orang nomor dua di Gresik ini langsung memborong barang-barang yang dipamerkan. Kemudian, barang-barang tersebut dibagi-bagikan kepada warga yang hadir di Alun-Alun Kota Sangkapura.

“Ayo ke sini, silakan ambil semua gratis tanpa membayar,” kata Wabup Gresik Moh Qosim disambut gembira oleh warga.

Di antaranya makanan produk unggulan Pulau Bawean, seperti kerupuk petola, posot-posot dan kerajinan tangan seperti tas terbuat dari anyaman tikar.

Susilawati, salah satu guru yang beruntung menerima tas terbuat dari anyaman pandan mengucapkan terima kasih Bapak Wabup, “tasnya mau digunakan belanja ke pasar,” tuturnya.

Terlihat wajah gembira dari tim penggerak PKK yang menunggu pameran sejak pagi sampai siang. Maryam dari Desa Bululanjang menyatakan, dari pagi jualannya belum laku, setelah wabup berkunjung langsung habis terjual yang dibagi-bagikan kepada warga yang berada dekat stan pameran.(bst)

Lomba Baris Berbaris di Sangkapura

Media Bawean, 18 Agustus 2015











Lomba baris berbaris di kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik diselenggarakan hari senin (17 Agustus 2015) setelah pelaksanaan Upacara Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-70 di Alun-Alun Sangkapura.

Turut serta dalam kegiatan lomba memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-70 di kecamatan Sangkapura, diantaranya lembaga pendidikan tingkat dasar sampai menengah atas. 

Antusia peserta terlihat dari barisan yang mengelilingi kota Sangkapura tetap utuh penuh semangat untuk meraih kemenangan. Sedangkan warga terlihat berkerumun dipinggir jalan untuk menyaksikan langsung lomba baris berbaris yang rutin diselenggerakan setiap tahun dalam kegiatan memperingati HUT kemerdekaan RI. (bst)

Merah Putih di Pulau Noko

Media Bawean, 18 Agustus 2015







Pulau Noko di Pulau Bawean, Gresik dijadikan tempat memperingati kemerdekaan RI ke-70. Hadir Mohammad Qosim (Wakil Bupati Gresik) sebagai inspektur upacara, bersama 1.000 peserta meliputi unsur pemerintahan, mahasiswa, pelajar, pramuka dan warga Pulau Gili.

Sebagai obyek wisata pasir putih terindah di Pulau Bawean, wajar jika Pulau Noko dijadikan tempat memperingati HUT kemerdekaan RI ke-70. 

Muhammad Salim, kepala desa Diponggo yang masih keluarga besar Pahlawan Nasional asal Pulau Bawean, Kopral Harun Thohir dipercaya sebagai komandan upacara.

Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim dalam amanatnya mengucapkan bangga atas diselenggarakannya upacara kemerdekaan RI ke-70 di Pulau Noko. Menurutnya upacara yang dilaksanakan di kepulauan seperti di Noko termasuk salah satu paling menarik di Indonesia.

Beliau mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung terlaksananya upacara di Pulau Bawean.

"Marilah kita galang persatuan dan kesatuan bersama untuk mengisi kemerdekaan RI. Bukan hanya melaksanakan upacara seperti di Pulau Noko yang sekarang, tapi memerdekaan hati dalam mengemban amanat sebagai generasi penerus bangsa,"tegasnya.

Menariknya dalam pelaksanaan upacara di Pulau Noko, terlihat dari peserta upacara berasal dari seluruh kalangan, termasuk warga Pulau Gili. 

Bendera merah putih tertancap hampir disetiap tempat yang mengelilingi Pulau Noko menambah semangat berkobar untuk mengisi kemerdekaan RI ke-70. (bst)

Pintu Masuk Lapter Bawean Ditutup
Banyak Pengujung Balik Pulang

Media Bawean, 19 Juli 2015



Pintu Lapangan terbang (Lapter) Pulau Bawean, Gresik ditutup memakai portal, membuat banyak pengunjung yang ingin menikmati liburan setelah H+1 hari lebaran (sabtu, 18/7/2015), memutuskan pulang kembali.

Pantauan Media Bawean di lokasi dekat lapter, banyak pengendara sepeda motor dan pegunjung yang naik mobil memutuskan putar haluan ataupun melanjutkan perjalanan setelah mengetahui pintu masuk kedalam terhalang portal.

"Aduh pintunya ditutup, gagal berkunjung ke lapter dong,"celetuk salah satu pengunjung.

Iptu Arif Rasyidi, Kapolsek Tambak mengatakan pintu masuk lapangan terbang Pulau Bawean ditutup memakai portal, sehubungan lapter bukan tempat rekreasi yang bebas dikunjungi warga.

"Demi keamanan dan ketertiban bersama, pihak kepolisian meminta kepada pejabat terkait agar menutup pintu masuk kedalam lapter,"katanya.

Alasannya, selama ini banyak pengunjung yang datang ke lapter melalukan perbuatan kurang baik, seperti balapan liar ataupun tempat berpacaran bagi anak muda.

Menurutnya menutup pintu masuk bertujuan demi kebaikan bersama agar pembangunan infrastruktur lapangan terbang tidak disalahgunakan, apalagi beberapa minggu yang lalu telah terjadi peristiwa merenggut korban jiwa akibat ulah perbuatannya sendiri

 "Alhamdulillah permintaan direspon dengan menutup memakai portal di pintu masuk kedalam lapter,"ujarnya.

"Bila ada warga yang memaksa untuk masuk, silahkan berjalan kaki kedalam. Untuk sepeda motor ataupun mobil, dipersilahkan parkir didepan portal saja,"tuturnya. (bst)

Persiapan PORSEMA di Pulau Bawean
Digelar Mulai 25 s/d 29 Juli 2015

Media Bawean, 15 Juli 2015

Pekan Olahraga dan Seni Ma'arif (PORSEMA) Pulau Bawean, Gresik akan digelar mulai tanggal 25 Juli 2015 sampai 29 Juli 2015 di Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik.

Sekitar 2.000 peserta akan tampil dalam ajang kompetisi olahraga dan seni terakbar di Pulau Bawean yang rutin diadakan setiap 3 tahun sekali.

Nurhan Jamil, Ketua LP. Maarif Cabang Bawean ditemui Media Bawean (selasa, 14/7/2015) mengatakan persiapan sudah tinggal menunggu waktu pelaksanaan saja. "Semua sudah siap, arena olahraga, termasuk seni dan stand bazar juga sudah berbenah,"katanya.

"Ada sekitar 130 lembaga, tingkat MDU, MINU, SD, SMP, MTs, MA dan SMA akan ikut dalam PORSEMA 2015 di Sangkapura,"ujarya.

"Nanti pada pelaksanan, waktu siang digelar pertandingan olahraga dan malam hari digelar panggung lomba seni,"paparnya.

Rencana yang akan membuka PORSEMA 2015 akan dibuka oleh Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, juga direncanakan juga akan dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Gresik. (bst)

Kapal Kirana I Milik PT. DLU
Besok Layani Surabaya - Bawean

Media Bawean, 13 Juli 2015

PT. Dharma Lautan Utama (DLU) memastikan besok (selasa, 14 Juli 2015) akan melayani pelayaran dari Tanjung Perak Surabaya menuju Pulau Bawean, Gresik.

Rizal, Staf di PT. DLU dihubungi Media Bawean (13/7/2015) mengatakan Kapal Kirana I akan berangkat hari selasa, 14 Juli 2015, jam 22:00 WIB. Rute pelayaran dari Surabaya menuju Pulau Bawean, dilanjutkan ke Sampit.

"Suratnya sudah turun dari Jakarta untuk besok keberangkatan dari Surabaya tujuan Pulau Bawean,"katanya.

Untuk penjualan tiket dibuka besok pagi jam 09:00 WIB. (selasa, 14/7/2015) di Kantor PT. DLU Tanjung Perak, Surabaya. (bst)

Kapal Besar Diminta Bantu
Angkut Pemudik ke Pulau Bawean

Media Bawean, 13 Juli 2015

Dinas Perhubungan Jawa Timur minta seluruh kapal besar yang beroperasi di Perairan Alur Barat Surabaya bisa mampir ke Pulau Bawean untuk mengangkut para pemudik yang tidak bisa berlayar akibat tingginya gelombang.

"Saat ini gelombang memang sedang tinggi sehingga kapal-kapal ke Pulau Bawean tidak bisa berlayar," kata Wahid Wahyudi, di sela-sela rapat koordinasi angkutan lebaran di Gedung Negara Grahadi, Senin (13/7/2015).

Kapal-kapal yang diminta mampir di Pulau Bawean umumnya adalah kapal besar dengan rute Kalimantan-Surabaya. Selain itu, kapal-kapal besar yang akan berlayar dari Surabaya menuju ke Kalimantan juga diharapkan bisa mampir di dermaga Gresik untuk mengangkut para pemudik yang akan ke Pulau Bawean.

Dengan kebijakan ini, Wahid berharap arus pemudik dari dan menuju ke Pulau Bawean tetap bisa tersalurkan dengan baik. "Imbauan ini sudah berjalan dan beberapa kapal dari Kalimantan malah sudah langsung mengangkut penumpang dari Pulau Bawean," ujarnya.

Sekadar diketahui, siklon tropis nangka yang saat ini melanda menjadikan gelombang air laut juga meninggi sehingga menggangu alur pelayaran khususnya dari Gresik ke Pulau Bawean.

Muadzin, Sakit Stroke, Sebatangkara
Dapat Zakat dari Warga Singapura

Media Bawean, 13 Juli 2015




Media Bawean dipercaya warga Singapura untuk menyalurkan zakatnya di Pulau Bawean, Gresik. Penyaluran pertama (hari minggu, 12/7/2015) disalurkan kepada 3 orang di desa Suwari dan Dekatagung.  

Orang pertama ditemui, yaitu Hijaz (70 th.) asal Bekong, desa Suwari, Sangkapura. Beliau berprofesi sebagai tukang adzan selama 5 waktu di musholah depan rumahnya. 

Bapak tua di rumah sangat sederhana tinggal bersama seorang anaknya, sedangkan isterinya sudah lama meninggal dunia. Adapun perkejaan sehari-hari sebagai petani, yang menurut pengakuannya masih serba kekurangan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Berkat adanya bantuan zakat dari warga Singapura akan dibuat bekal untuk berbuka puasa bersama keluarganya.

Selanjutnya Media Bawean menemui Ocha (40 th.) di rumah gubuk yang letaknya diatas bukit. Melalui perjalanan dengan medan yang cukup berat, akhirnya sampai juga di rumah terbuat dari papan.

Ocha ditemui Media Bawean, mengaku sudah hampir 2 tahun mengalami sakit stroke dan diam diri di rumah dikarenakan lumpuh tidak bisa berjalan. Ditanya profesi sang suami, yaitu mencari ikan ke laut. "Hasilnya tidak jelas, terkadang dapat juga tidak,"tuturnya.

"Jelasanya banyak kekurangan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari bersama keluarga,"paparnya.

"Terima kasih kepada warga Singapura yang memberikan zakatnya untuk persiapan bekal hari raya bersama keluarga,"ungkapnya.

Selesai mengunjungi Ocha, Media Bawean melanjutkan mengunjungi rumah Wasni alias Wak-wak (80 tahun), perempuan tua yang hidup sebatangkara di dusun Laut Sungai desa Dekatagung.

Wasni hidup sebatangkara setelah ditinggal meninggal dunia suaminya sekitar 20 tahun yang lalu. Menempati rumah sangat kecil terbuat dari papan, nenek tua memasak sendiri di rumahnya. 

Setelah diserahkan zakat dari warga Singapura, Wasni berulangkali mengucapkan terima kasih dan mendo'akan semoga yang memberi bantuan diberi kesehatan dan tambahan rejeki yang lebih banyak. (bst)

Mahasiswa UGM Gelar KKN di Bawean
Merasa Senang atas Sambutan Warga

Media Bawean, 13 Juli 2015



Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa Paromaan, kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik.

Dibagi dalam 3 kelompok, yaitu di dusun Paromaan, dusun Langgaor, dan dusun Candi, peserta KKN bertempat di rumah penduduk setempat.

Ditemui Media Bawean (minggu, 12/7/2015), peserta KKN sebanyak 10 mahasiswa yang bertempat di dusun Paromaan menceritakan kegiatannya selama seminggu di Pulau Bawean.

Ditanya apakah kerasan selama mengikuti KKN di Pulau Bawean, seluruh peserta KKN menjawab senang dan kerasan berada di Pulau Bawean, walaupun bertepatan bulan puasa. "Selama bulan puasa kita menikmati berbuka puasa dan bersahur bersama,"kata Maulana Ridwan Fathoni sebagai koordinator KKN di dusun Paromaan.

Menurutnya sambutan masyarakat sangat baik dan menerima kehadiran peserta KKN dengan senang hati. "Sudah seminggu disini, tidak ada masalah dan merasa aman,"paparnya.

"Kekurangannya cuma air saja karena pakai selang yang sering tersumbat sehingga harus bersabar untuk mandi, termasuk jaringan internet juga belum ada sehingga pergi ke sawah untuk mencari sinyal handphone,"jelasnya mahasiswa jurusan  Tekhnik Mesin.

Afika Lenfiani, jurusan Politik Pemerintahan menjelaskan selama seminggu di tempat KKN, sudah melaksanakan kursus bahasa Inggris, pemberian obat cacing pada sapi, termasuk pendampingan di Tempat Pendidikan Al Qur'an.

Ditanya apakah sedih ditempatkan di Pulau Bawean? Afika menjawab senang sekali walaupun bulan puasa tidak bersama keluarga. "Mungkin sedihnya saat lebaran aja nanti,"tuturnya dengan tersenyum.

Lebih lanjut mahasiswa UGM yang KKN di dusun Paromaan, menerangkan tujuannya KKN selama 2 bulan lamanya untuk pemberdayaan kepada masyarakat, seperti pemberdayaan ekonomi, pertanian, perternakan, dan lain-lain. (bst)

Gelombang Semakin Membesar,
Kapal Bantuan Mudik Belum Jelas

Media Bawean, 12 Juli 2015

Mulai hari ini penyebrangan Gresik menuju pulau Bawean atau sebaliknya ditutup. Penutupan ini dilakukan demi keselamatan penumpang mengingat cuaca buruk. Akibatnya, calon pemudik semakin banyak yang terlantar disekitar pelabuhan Gresik. Apalagi kapal bantuan belum jelas akibat gelombang semakin tinggi.

Anomali cuaca angin timur membuat gelombang laut terus tinggi. Ketinggian gelombang sudah sampai 3 meter, Minggu (12/7/2015). Diprediksi, Selasa mendatang ketinggian gelombang akan mencapai 4 meter dan semakin meluas, khususnya di perairan Gresik dan Bawean.

"Calon pemudik yang hendak merayakan lebaran bersama keluarga, dikampung halamannya harus bersabar. Ini (kapal) merupakan satu-satunya sarana tranportasi yang menghubungkan Gresik dan Bawean," kata Nanang, Humas Syahbandar Gresik.

Pemudik ke Pulau Bawean mulai resah dengan gelombang tinggi dan angin laut kencang. Pasalnya kapal penumpang reguler dilarang menyeberang karena tinggi gelombang mencapai 3,5 meter dan kecepatan angin 28 knot.

Para pemudik ke Pulau Bawean rata-rata memilih tinggal di Penginapan sambil menunggu kabar adanya kapal penumpang berlayar ke Pulau Bawean.

"Ini baru datang dari Malaysia. Sekarang mau menyeberang ke Bawean tidak ada kapal," kata Hamdi (45), yang pulang dari merantau di Tanjungpinang, Riau, bersama istri dan anaknya.

Hamdi, berharap lapangan terbang di Pulau Bawean segera dapat dioperasikan. "Jika ada pesawat ke Pulau Bawean, bisa langsung ke Bawean. Tidak perlu naik kapal. Mahal sedikit tidak apa-apa yang penting sampai tujuan," imbuhnya.

Penyeberangan ke Pulau Bawean dilayani tiga kapal penumpang, KM Exspress Bahari, Natuna Exspress, dan KM Gili Liang.

Nanang Afandi Kasi Kepelabuhanan, Kesyahbandaran Otoritas pelabuhan (KSOP), mengatakan bahwa sampai sekarang belum ada kapal penumpang ke Pulau Bawean yang diizinkan berlayar.

"Tinggi gelombang di laut perairan Gresik mencapai 3,5 meter dan kecepatan angin 28 knot. Masih diusahakan Kapal dari Dishub Gresik," kata Nanang.

Cuaca Buruk Kapal Cepat Tak Berlayar
Pemudik Bawean Terdampar di Gresik

Media Bawean, 12 Juli 2015


Cuaca buruk yang melanda perairan Gresik dan Bawean membuat kapal cepat yang melayani penyebrangan Gresik Bawean atau sebaliknya tak boleh berlayar mulai tanggal 12 hingga tanggal 17 Juli nanti.

Berdasarkan prakirawan BMKG, bahwa gelombang laut diperairan buruk dengan ketinggian gelombang 3 meter. Sehingga 2 kapal cepat, yakni Kapal Cepat Ekpres Bahari dan Natuna Ekpres yang melayani penyebrangan antara Gresik dan Bawean tidak berlayar.

Sehingga banyak calon penumpang yang hendak mudik terlantar di pelabuhan. Apalagi mereka rata rata sudah 2 hari ini antri untuk mendapatkan tiket kapal. Bahkan mereka harus berdesak desakan untuk mendapatkan tiket itu.

Kedua kapal cepat dilarang sesuai peraturan. Kapal cepat tersebut, hanya boleh berlayar saat ketinggaian gelombang maksimal 2 meter. Warga Bawean, yang hendak mudik mengharapkan supaya pemerintah segera mengusahakan ada penambahan kapal. Agar warga Bawean yang mudik bisa sampai ke kampung halamannya tepat saat lebaran. (pul)

Sumber : Pojok Pitu

PT. DLU Siapkan 2 Armada Kapal
Untuk Bantuan Mudik ke Pulau Bawean

Media Bawen, 12 Juli 2015


PT Dharma Lautan Utama memperbantukan armadanya untuk pemudik dari Surabaya ke Pulau Bawean seiring dengan adanya peringatan cuaca buruk di laut sekitar.

"Kami siapkan dua kapal untuk mengangkut pemudik ke Bawean," ujar Direktur Utama PT Dharma Lautan Utama (DLU) Erwin H. Poedjono kepada wartawan di Surabaya, Sabtu.

Ia mengaku telah menerima pemberitahuan dari pemerintah terkait adanya peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyataka bahwa cuaca di laut sedang tidak bersahabat pada 12-14 Juli 2015.

"Kami menerima laporan, ombaknya di atas dua meter di perairan yang dilintasi kapal ke Bawean. Kami siap kapan saja dibutuhkan," katanya.

Menurut dia, jika menggunakan kapal milik DLU maka bukan sebuah persoalan dan penumpang tetap bisa melanjutkan perjalanan ke kampung halaman.

Pihaknya akan memberangkatkan dua kapal miliknya, pada 12-13 Juli 2015, yakni dari Surabaya jurusan ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan Surabaya tujuan Kumai, Kalimantan Tengah.

Hanya, lanjut dia, kapalnya tidak mungkin bersandar di Pelabuhan Gresik sebagaimana kapal jurusan Bawean pada umumnya sehingga diharapkan Pemkab setempat menyediakan angkutan dan memfasilitasi penumpang ke Surabaya.

"Kami berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak ke Pulau Bawean dulu, baru kemudian melanjutkan perjalanan ke jurusan semula," ucapnya.

Sementara itu, Gabungan Pengusaha Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Jawa Timur mengakui adanya laporan terkait tidak bersahabatnya cuaca dalam beberapa hari terakhir ini.

Ia mengimbau kapal yang biasa digunakan, yakni KM Eskpres Bahari 8E dan KM Natuna Ekspres tidak memberangkatkan penumpang karena tingginya gelombang.

"Tapi masih ada satu kapal yang bisa digunakan, yakni KMP Gili Iyang. Kami imbau untuk penumpang lebih baik menggunakan kapal milik PT DLU yang diperbantukan," katanya. (*)

Sumber : Antara

Klaim Biaya Hantar Pasien Tak Cair
Perawat Puskesmas di Bawean Merana

Media Bawean, 10 Juli 2015

Perawat di Puskesmas Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik mengeluhkan biaya jasa menghantar pasien dari Pulau Bawean ke Gresik, ternyata sudah berbulan-bulan tidak kunjung dicairkan oleh BPJS.

Sebelumnya biaya jasa menghantar pasien dari Pulau Bawean ke Gresik sebesar Rp. 800 ribu diprotes oleh keluarga pasien yang memiliki kartu Jamkesmas karena memberatkan, akhirnya diputuskan dihapus dengan mengandalkan biaya talangan di Puskesmas.

Azim, salah satu perawat di Puskesmas Sangkapura beberapa hari yang lalu mengeluhkan sehubungan banyak klaim atas jasa perawat untuk menghantar pasien yang belum diganti. Menurutnya bila dinominalkan ada sekitar Rp. 12 juta.

"Perawat bila menghantar pasien ke Gresik masih dibebani ongkos kapal PP, termasuk biaya penginapan dan makan selama berada di Gresik. Kalau dikawasan daratan mungkin masih bisa terjangkau, tapi kalau di Pulau Bawean ke Gresik, sepertinya memberatkan,"katanya.

"Bila ini berkelanjutan, tentunya sama saja memiskinkan perawat apalagi gaji atau pendapatan tiap bulannya standar sesuai pendapatannya,"ujarnya.

dr. Tony S. Hartanto, Kepala Puskesmas Sangkapura mengaku bingung dengan ketidakjelasan tentang klaim dari BPJS tentang biaya jasa menghantar pasien yang disebelumnya ditanggungkan kepada pasien, akhirnya sekarang ditalangi Puskesmas tapi sampai sekarang klaim belum cair.

"Memang sebelumnya untuk pasien jamskesmas, BPJS, dan akses ditanggungkan kepada Puskesmas melalui talangan, sehubungan ketidakjelasan tentang klaim akhirnya hanya pasien yang memiliki kartu Jamkesmas saja yang ditanggung untuk sekarang,"terangnya.(bst)

Undangan kepada Alumni YAPI UMMA
Reuni Akbar Pasca Lebaran di Bawean

Media Bawean, 10 Juli 2015

Diumumkan kepada seluruh alumni Yayasan Pendidikan Islam Umar Mas'ud Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik untuk menghadiri reuni akbar yang akan digelar pasca lebaran, hari ahad, tanggal 19 Juli 2015. jam 19:15 WIB, bertempat di Alun-Alun Sangkapura.

Undangan  berlaku untuk seluruh alumni siswa YAPI Umar Mas'ud untuk seluruh angkatan mulai berdiri sampai lulusan yang terbaru.

R. Abd. Aziz, sebagai sesepuh di YAPI Umar Mas'ud mengajak kepada seluruh alumni, khususnya yang berada di Pulau Bawean pada waktu pelaksanaan reuni untuk hadir bersama, bertujuan untuk menjalin tali hubungan silaturrahim.

Menurutnya kebersamaan dan persatuan alumni Umar Mas'ud merupakan aset untuk memajukan Pulau Bawean, apalagi sudah terbukti sukses diberbagai daerah, termasuk di luar negeri.

"Silahkan untuk hadir bersama pasangan masing-masing, yaitu suami bisa membawa isteri ataupun sebaliknya, untuk mensukseskan acara halal bihalal alumni YAPI Umar Mas'ud,"katanya.

Menurutnya, pertemuan  alumni diadakan bertujuan untuk menyambung tali silaturrahim antar sesama alumni, apalagi selama ini sudah memiliki kesibukan masing-masing dengan jarak juga berjauhan. "Melalui momentum hari raya idul fitri, saat alumni kembali pulang kampung ataupun alumni di Pulau Bawean, marilah bertemu bersama di Alun-Alun Sangkapura, pada hari minggu, tanggal 19 Juli 2015,"ajaknya. (bst)

Kepala PLN Dikenal Bang Toyib
Demi Tugas, Siap Lebaran di Bawean

Media Bawean, 9 Juli 2015

Djoni Aswinarno selama menjabat Kepala Rayon PLN Bawean, Gresik sangatlah identik dengan lagu : “Bang Toyib..bang Toyib... Kenapa Tak Pulang-pulang”.

Djoni Aswinarno. Pria kelahiran 06 juni 1963 ini mengawali karir pada tahun 1984 sebagai staff cp pada distribusi sidis rtg gresik pada seksi listrik pedesaan bagian konstruksi dan distribusi cabang Gresik PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur, dengan kerja kerasnya bekerja di Area Gresik beliau dipercaya untuk menjabat sebagai Supervisor Operasi Jaringan Area Gresik (Suatu Jabatan yang tidak bisa diduduki oleh sembarang orang). Lalu sekarang beliau menjabat sebagai Kepala Rayon PLN Bawean.

Bapak 3 anak ini memiliki loyalitas yang sangat tinggi pada PLN terutama Area Gresik, itu terbukti (dan bukan menjadi rahasia lagi) jika beliau sering kali lupa pulang berhari-hari dan menjadikan kantor sebagai rumah kedua baginya. Hal itu dia lakukan karena keseriusan dan kegigihannya yang ingin terus menjaga jaringan di area kerjanya agar tetap aman serta memenangkan perang padam yang menjadi program PLN saat ini.

Djoni Aswinarno, Bang Toyib yang memiliki Loyalitas dan tanggung jawab yang tinggi, sigap mengamankan jaringan PLN dengan tanpa mengenal waktu dan tentu aset berharga dan sosok yang patut dicontoh oleh generasi muda PLN saat ini.

Selama menjabat Kepala Rayon PLN Bawean, beliau rutin melakukan aktivitas turun ke lapangan langsung memantau situasi dan kondisi kelistrikan di Pulau Bawean.

Bulan suci ramadhan, ketika warga Pulau Bawean menikmati berbuka dan bersahur puasa, sepertinya sudah minim terjadi pemadaman listrik bila dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Dihubungi Media Bawean, Djoni Aswinarno mengatakan bersyukur selama bulan puasa ramadhan ternyata pemadaman listrik bisa diminimalisir, jika terjadi pemadaman itu disebabkan adanya gangguan jaringan ataupun faktor dari pembangkit. 

"Adanya kenyamanan pelanggan juga didukung oleh warga yang merelakan tanaman yang dekat jaringan untuk dipotong agar tidak membuat gangguan listrik,"katanya.

Pelayanan kepada pelanggan tetap dinomor satukan, diantaranya beliau menyambut hari raya idul fitri sudah siap berlebaran di Pulau Bawean.(bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean