Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
adsbybawean
Tampilkan postingan dengan label BANDARA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BANDARA. Tampilkan semua postingan

Wakil Ketua MPR RI Desak Perpanjangan Run Way Bandara Harun Thohir Bawean


Bandara Harun Thohir di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim), membutuhkan perpanjangan runway atau landasan pacu untuk mendukung pariwisata daerah ini. Saat ini, bandara hanya dilayani pesawat kecil Susi Air karena runway hanya sepanjang 937 meter.

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid yang merupakan putra daerah Bawean mengatakan, agar Bandara Harun Thohir Bawean bisa didarati pesawat jenis ATR 72, landasan pacu bandara setidaknya antara 1.800 meter atau 1.400 meter. Namun, untuk memperpanjang runway juga bukan hal yang mudah melihat kondisi lahan di sekitar bandara.

”Di lahan itu ada tersisa sekitar 300 meter. Kalau itu dimaksimalkan, 1.600 meter. Tetapi karena dilihat di situ sudah menabrak rumah penduduk. Sebelah timurnya lagi sudah pantai. Barat pantai, timur pantai, jadi perpanjangan menjadi sulit kecuali harus mereklamasi,” kata Jazil di Bawean, Rabu (30/10/2019).

Jazil mengatakan, potensi wisata maritim Pulau Bawean cukup menjanjikan. Namun, pengembangan pariwisata belum optimal karena sarana dan prasarana penunjang yang masih minim, termasuk terbatasnya akses transportasi udara yang saat ini hanya dilayani pesawat kecil Susi Air. Itu pun tidak setiap hari ada penerbangan ke Pulau Bawean.

“Pulau Bawean memiliki potensi wisata yang cukup potensial untuk dikembangkan. Karena selain wisata pantai, juga ada wisata alam pegunungan dan juga religi. Ada namanya Waliya Zainab, ada napak tilasnya, ada tempat peninggalan, ada masjidnya,” ujarnya.

Selain itu, ada Danau Kastoba, wisata air panas di Kepu, Pantai Mombhul, dan penangkaran rusa asli Bawean. Ada pula wisata laut Pulau Gili, mangrove dan pasir putih, Noko. Sementara di sebelah barat pulau ada Tanjung Selayar. Bawean juga memiliki potensi wisata kuliner hasil laut karena potensi ikan yang cukup melimpah.

”Penangkap ikan itu ada di sekitar pulau ini, tetapi bukan orang Bawean. Kalau orang (nelayan) Bawean itu yang pakai jukong-jukong itu yang kira-kira jarak tempuhnya itu berapa mil dari laut, langsung pulang lagi,” ujar Wakil Ketua Umum PKB ini.

Dia menambahkan, Pulau Bawean merupakan bagian dari Kabupaten Gresik yang umumnya menggunakan bahasa Madura. ”Tetapi orang Bawean lebih suka disebut orang Bawean. Orang Madura itu disebut sebagai etnis pendatang di pulau ini,” katanya.

Masyarakat Bawean juga merupakan masyarakat multietnis karena banyak pendatang juga berasal dari luar Jawa seperti Makassar. Ada juga etnis Palembang, dan Kalimantan.

Pesawat 50 Seat Bisa Landing di Bandara Bawean


Pengembangan Bandara Harun Thohir di Pulau Bawean sejatinya sangat vital. Tujuannya, mengoptimalkan potensi wisata di wilayah berjarak 80 mil dari Gresik itu. Sayang, hingga kini pemkab terkesan setengah hati untuk mengembangkannya. Padahal, pemerintah pusat disebut-sebut siap membantu pengembangan bandara tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Gresik Nanang Setiawan menyatakan, saat ini panjang runway Bandara Harun Thohir memang hanya 900 meter. Sementara itu, untuk safety landing, dibutuhkan minimal 1.300 meter. Namun, dia menyebut penambahan runway sudah tidak memungkinkan. Sebab, lokasinya berada di perbukitan dan lahan yang tersisa adalah tebing.

’’Bisa saja, hanya sepertinya berisiko. Sempat muncul rencana tukar lahan dengan yang lebih aman. Tapi, belum ada kepastian,” ujar Nanang.

Menurut Nanang, upaya peningkatan layanan transportasi udara itu untuk sementara menemukan jalan keluar. Dia baru mendapat informasi bahwa ada maskapai baru dengan teknologi Avions de Transport Regional (ATR). Nah, maskapai itu berkapasitas 50 seat dan mampu landing di runway dengan panjang 800 meter. ’’Artinya, runway yang ada sekarang di Bandara Harun Thohir bisa digunakan untuk maskapai tersebut,” katanya.

Namun, pesawat baru tersebut baru dirilis pada pertengahan 2022. Karena itu, Nanang berharap ada operator yang tertarik dengan rute Surabaya–Pulau Bawean tersebut.

Sumber : Jawa Pos

Primadona Bandara Harun Thohir Bawean


Berada di Pulau Bawean, kehadiran Bandara Harun Thohir memiliki peran penting bagi masyarakat sekitar agar dapat keluar masuk ke daerah itu dengan mudah dan cepat. Bandara Harun Thohir memiliki runway sepanjang 930 meter x 23 meter dengan PKP-PK kategori 3 dan penerbangan di bandara ini sudah beroperasi sejak 30 Januari 2016 yang dilayani oleh maskapai Airfast Indonesia sampai dengan 2018 dengan pelayanan penerbangan perintis dan di tahun 2019 ini dilayani oleh maskapai Susi Air, dengan rute penerbangan perintis Sumenep – Bawean (1x seminggu PP), Bawean – Surabaya (3x seminggu PP), Surabaya – Karimunjawa (2x seminggu PP) dan Bawean – Banjarmasin (1x seminggu non subsidi PP). Sehingga penumpang pesawat di bandara ini selalu penuh bahkan hingga waiting list.

Kasatpel Harun Thohir Jupriadi mengemukakan, meskipun penerbangan ke Bawean belum setiap hari ,tapi demand-nya terbilang tinggi. “demand yang paling tinggi adalah untuk rute Bawean – Surabaya (PP), penumpangnya selalu penuh bahkan hingga antri untuk bisa mendapatkan tiket pesawat. Karena transportasi udara disini menjadi andalan masyarakat Bawean dengan waktu tempuh yang singkat” katanya.

Tingginya antusias masyarakat terhadap transportasi udara di Pulau Bawean menjadi pemicu kemajuan akan pemenuhan standarisasi fasilitas dan prasarana di Bandar Udara Harun Thohir.

Secara administratif, Bandara Harun Thohir berada di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Bandara ini merupakan Sutuan Pelayanan (Satpel) dari Bandara Trunojoyo Sumenep. Di Pulau Bawean ini terdapat banyak potensi wisata yang menarik untuk dikunjungi, dari pantai, air terjun, wisata bahari, danau di atas bukit hingga penangkaran hewan langka.

Selain menggunakan transportasi udara, jalur laut dari Gresik ke Bawean (PP) juga cukup lancar, bisa menggunakan kapal cepat yang berlayar setiap hari dengan waktu tempuh 3,5 jam atau bisa juga menggunakan kapal Fery yang berlayar seminggu tiga kali dan ditempuh selama 9 – 10 jam perjalanan.

Sumber : Majalah Bandara

Susi Air Melayani Penerbangan ke Pulau Bawean


Kabar gembira bagi warga Pulau Bawean Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur, mulai tanggal 10 April 2019 Bandara Harun Thohir mulai dibuka rute penerbangan Surabaya - Pulau Bawean.

Maskapai penerbangan yang melayani, yaitu Susi Air milik Susi Pujiastutik. Susi Air adalah sebuah maskapai spesialis pesawat pesawat kecil. Maskapai Pesawat yang nama lengkapnya Cessna 208B Grand Caravan ini mampu terbang dengan kecepatan jelajah sekitar 317 km/jam. Sedangkan kapasitas muat penumpang sebanyak 12 orang.

Jefriadi Kepala Santuan Pelayanan Bandara Harun Thohir Bawean mengatakan maskapai penerbangan yang melayani Susi Air dengan tipe pesawat cessna 208 grand caravan, 12 passanger, dan mesin turboprop.

Adapun penerbangan perdana yaitu uji coba akan dilalukan tanggal 10 April 2019, sedangkan penerbangan memuat penumpang diperkirakan pertengahan april. (bst)

Lelang Ulang, Operasi Pesawat Terbang ke Bawean jadi Molor


Beroperasinya pesawat terbang perintis rute Pulau Bawean - Surabaya masih belum diketahui secara jelas kapan dimulainya. Padahal mode angkutan udara ini sangat dibutuhkan oleh warga Pulau Bawean Kabupaten Gresik Jawa Timur. Apalagi saat menjelang lebaran tahun ini, tentu banyak pemudik yang ingin menikmati pulang kampung dengsn naik pesawat terbang.

Kepala satuan pelayanan Bandara Harun Thohir Bawean Jufrianto mengatakan jadwal penerbangan di bandara Harun Thohir diperkirakan awal april atau akhir maret.

Menurutnya keterlambatan jadwal penerbangan disebabkan lelang yang diadakan dipusat dilelang ulang. "Sekarang masih proses lelang,"katanya.

Jufri menyatakan lelang ditangani oleh Kementrian dipusat, jadi kita menunggu hasilnya saja. (bst)

Anggota Dewan Minta Layanan Pesawat Terbang Rute Bawean Segera Beroperasi


Layanan moda transportasi udara ke Pulau Bawean, Gresik terhenti dalam tiga bulan terakhir.

Sejak akhir tahun 2018 lalu hingga sekarang, layanan penerbangan pesawat perintis komersil tak mengudara, karena masih harus menunggu hasil lelang di pemerintah pusat.

Padahal pesawat perintis berpenumpang 15 orang ini sudah melayani penerbangan dari Bandara Juanda ke Bandara Harun Thohir di Pulau Bawean sejak 2016 lalu.

"Setiap awal tahun selalu memperbaiki kontrak di pemerintah pusat. Tapi biasanya bisa lebih cepat dan tidak sampai dua bulan seperti ini. Sekarang sudah hampir tiga bulan dan belum ada kepastian," tegas M Subki, Anggota DPRD Gresik dari daerah Pulau Bawean, Senin (11/3/2019).

Subki berharap pemerintah pusat segera mengembalikan pelayanan penerbangan ke Pulau Bawean dari Bandara Juanda Surabaya yang sudah berlangsung beberapa tahun.

"Saya harap pemerintah pusat segera mengembalikan izin penerbangan ke Pulau Bawean," pintanya.

Hal itu, kata Politisi Partai Demokrat ini dinilai penting, karena sekarang ini penyeberangan ke Pulau Bawean hanya dilayani dengan kapal penumpang.

Namun ketika cuaca buruk dan gelombang tinggi semuanya layanan moda transportasi laut itu berhenti total.

"Ketika gelombang laut tinggi, kapal tidak berlayar, sehingga penyeberangan ke Pulau Bawean terhenti," bebernya.

Dikonfirmasi hal itu, Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik Agustin Halomoan Sinaga belum bisa memberikan kepastian, terkait kapan pelayanan penerbangan dari Bandara Juanda ke Pulau Bawean kembali beroperasi.

Karena hal itu merupakan kewenangan dari pemerintah pusat.

"Masalah itu menjadi kewenangan pemerintah pusat," tegasnya, singkat.

Menunggu Hasil Lelang, Pesawat Terbang Rute Bawean Belum Operasi


Masih menunggu hasil lelang dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang belum turun, dua pesawat perintis yang melayani rute Bawean – Surabaya belum beroperasi. Untuk sementara ini, rute Bawean – Gresik hanya dilayani kapal saja.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemkab Gresik, Nanang Setiawan melalui Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub), Vincensius Roni Soebiyantoro membenarkan hal itu. Menurutnya, sejak Januari lalu pesawat yang melayani rute Bawean – Surabaya sudah tak beroperasi. Ini karena masih menunggu hasil tender yang hingga kini belum turun. Tidak kali ini saja. Tapi, setiap tahun Harun penerbangan Bawean – Surabaya itu dilakukan tender. ”Iya, setiap tahun memang seperti ini. Harus kontrak ulang,” ujarnya.

Hingga kini masih belum bisa diketahui pesawat mana yang melayani rute Bawean – Surabaya itu. Sebab, hasil tander masih belum turun dari Kemenhub. Dikatakan, Vicensius Roni, pihaknya hanya bisa menunggu. Sebab, soal tender itu kewenangan Kemenhub. ”Memang wewenangnya dari pemerintah pusat. Kami hanya bisa menunggu hasilnya,” ungkap dia.

Untuk sementara ini transportasi menuju Bawean hanya dilayani oleh kapal saja yang selama ini melayani rute Bawean – Gresik. Yakni, Kapal Ekspress Bahari dan Natuna Ekspress. ”Kami hanya berharap cuaca dan gelombang tidak buruk. Kalau sedang buruk, kapal juga dipastikan tidak berani berlayar,” terangnya.

Vicensius menambahkan, pihaknya akan terus berkomunikasi dengan Kemenhub terkait hasil lelang penerbangan pesawat Bawean – Surabaya itu. Paling tidak bisa segera turun dan beroperasi untuk melayani masyarakat Bawean. ”Iya kami terus komunikasikan agar segera turun,” harapnya.

Tergelincir, Pesawat Terbang Patah Roda Utama


Sebuah pesawat Twin Otter milik penerbangan Air Fast rute Surabaya-Bawean, Gresik yang membawa lima penumpang, tergelincir di landasan Taxiway Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Rabu (28/11/2018).

Pesawat itu mengalami kecelakaan saat hendak lepas landas dari Bandara Internasional Juanda. Insiden itu mengakibatkan roda bagian depan pesawat patah.

Petugas juga mengalami kesulitan mengevakuasi badan pesawat karena kondisi roda pesawat yang patah.

Menurut data PT Angkasa Pura l Surabaya, insiden tergelincirnya pesawat bermula saat pesawat parkir di Apron Bandara Internasional hendak menuju runway atau landasan pacu utama untuk lepas landas.

Namun saat melaju di Taxiway menuju landasan pacu, mendadak pesawat tergelincir dan langsung mengalami patah roda utama. Sehingga penerbangan batal dilakukan pilot pesawat.

Sejumlah petugas penyelamatan dari Angkasa Pura l langsung menuju ke lokasi setelah melihat dan mendapatkan laporan. Petugas langsung melakukan penyelamatan dan evakuasi.

Lima penumpang beserta dua crew pesawat pilot dan copilot berhasil dievakuasi dari dalam pesawat dan semua kondisinya selamat.

"Semua penumpang dan crew dalam pesawat, pilot dan copilot, sudah berhasil dievakuasi keluar. Semua kondisinya selamat," kata Humas PT Angkas Pura l Surabaya Yuristo Ardi.

Sementara itu, untuk mengetahui atau memastikan penyebab kecelakaan atau tergelincirnya pesawat tersebut, hingga saat ini masih dalam penyelidikan Tim KNKT yang sudah berada di lapangan.

Seiring indisen pesawat Air Fast ini, jadwal penerbangan rute Surabaya-Bawean melalui Bandara Internasional Juanda saat ini ditutup sementara hingga batas waktu tidak ditentukan.

Pascainsiden pesawat milik penerbangan Air Fast tergelincir, aktifitas penerbangan Bandara Internasional Juanda hingga Rabu sore, masih terlihat normal.

Untuk bangkai pesawat terlihat berada di landasan Taxiway bagian utara. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari maskapai Air Fast selaku pemilik pesawat. [isa/air]

Sumber : Berita Jatim

Pesawat Terbang Air Fast Tujuan Bawean Tergelincir, Seluruh Penumpang Selamat


Pesawat maskapai Airfast PK-OCL jenis Twin Otter rute Surabaya-Bawean tergelincir di taxiway Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur. Roda sebelah kanan pesawat rusak.

"Tadi sekitar pukul 12.00 WIB, pesawat mengalami masalah di bagian roda. Terpaksa pemberangkatan dihentikan," ujar Humas Angkasa Pura I Juanda Surabaya, Yuristo Ardhi, Rabu, 28 November 2018.

Petugas langsung mengevakuasi lima penumpang pesawat. Beruntung tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Hingga saat ini evakuasi pesawat masih berlangsung.

Pihaknya masih belum mengetahui pasti kapan penjadwalan ulang penerbangan. Petugas masih memperbaiki kerusakan pesawat.

"Yang pasti, tiket penumpang dikembalikan," singkatnya.

Editor : Surya Perkasa

Sumber Metro TV

Pesawat Terbang Tujuan Bawean Tergelincir di Bandara Juanda, 5 Penumpang Berhasil Dievakuasi


Sebuah pesawat carter Airfast Indonesia tujuan Pulau Bawean mengalami patah ban di lokasi taxiway Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Rabu (27/11/2018) siang. Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.

Yuristo Ardi Hanggoro dari bagian Humas PT Angkasa Pura 1 Juanda yang dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB di lokasi taxiway.

"Lima penumpang pesawat selamat dan langsung dievakuasi ke terminal penumpang. Sampai saat ini evakuasi pesawat masih terus dilakukan," ujarnya.

Taxiway adalah lokasi penghubung dari runway atau landasan pacu ke tempat parkir pesawat atau apron.

"Karena lokasinya di taxiway, jadi kejadian tadi tidak mengganggu aktivitas pesawat di Bandara Juanda. Kedatangan dan keberangkatan pesawat berjalan lancar tidak ada hambatan," terangnya.

Peristiwa tersebut terjadi saat pesawat Airfast Indonesia tujuan pulau Bawean itu berjalan dari apron menuju runway.

"Pesawat akan take off dan sudah bergerak dari apron menuju runway. Tapi akhirnya batal," ujarnya.

Sumber : Kompas

2 Tahun Layanan Internet Gratis di Bandara Harun Thohir


Fasilitas umum di Pulau Bawean Gresik yang memberikan layanan WiFi gratis, diantaranya Bandara Harun Thohir.

Kepala Satuan Bandara Harun Thohir Pulau Bawean Jefriadi mengatakan WiFi gratis bisa diakses di area Bandara Harun Thohir. "Tujuannya memberikan kenyamanan kepada seluruh penumpang pesawat terbang,"katanya.

Apalagi menurutnya jaringan internet termasuk kebutuhan utama untuk berkomunikasi. "Bila ingin berkomunikasi via internet silahkan pakai WiFi gratis saja,"ujarnya.

Untuk menunjang kecepatan koneksi jaringan internet, pihak bandara menyediakan dua provider telekomunikasi. "Silahkan dipilih saja yang dianggap lebih cepat mengakses internet,"paparnya.

"Pelayanan internet yang paling cepat pakai cyberlink,"ungkapnya.

Menurutnya pengguna layanan WiFi gratis biasanya langsung bisa akses bagi penumpang lama yang terbiasa di bandara, sedangkan pengguna baru untuk mengetahui password langsung menghubungi aviation security.

Lebih lanjut Jefriadi menyatakan dalam rangka persiapan Wonderful Sail Indonesia to Indonesia di Pulau Bawean, pihak bandara sudah melakukan banyak persiapan. Diantaranya pelayanan internet gratis sudah berjalan selama 2 tahun lamanya.

Perlu diketahui, Bandara Harun Thohir Bawean meraih prestasi sebagai Juara 3 dalam Bandara Awards 2017 kategori penerbangan perintis. (bst)

Jadwal Tambahan Penerbangan Surabaya - Bawean


Kabar gembira bagi warga Pulau Bawean Gresik, khususnya pengguna jalur udara rute bandara Juanda Surabaya - bandara Harun Thohir Bawean. Mulai tanggal 21 Mei 2018, maskapai penerbangan PT Air Fast Indonesia melayani jadwal tambahan setiap hari senin sebanyak 2 kali.

Jadwal penerbangan hari senin, keberangkatan pertama dari Surabaya tujuan Bawean pada jam 10.05 WIB. tiba jam 11.10 WIB.

Dilanjutkan penerbangan dari Bawean tujuan Surabaya pada jam 11.50 WIB. tiba jam 13.00 WIB.

Keberangkatan kedua dari Surabaya tujuan Bawean pada jam 13.45 WIB. tiba jam 14.50 WIB.

Dilanjutkan penerbangan dari Bawean tujuan Sumenep pada jam 15.35 WIB. tiba jam 16.31 WIB.

Jefriadi Kepala Satuan Bandara Harun Thohir Bawean membenarkan mulai tanggal 21 Mei 2018 ada penambahan jadwal setiap hari senin dengan 2 kali penerbangan rute Surabaya - Bawean.

Menurutnya penambahan jadwal diberlakukan untuk mengisi jadwal kekosongan rute Sumenep - Pegerungan.

"Saat ini masih proses pengurusan ijin operasi berupa pemanfaatan slot penerbangan bandara khusus Pagerungan untuk penerbangan perintis (subsidi non komersil). Sampai menunggu ditetapkan peraturan dari Kementerian Perhubungan RI maka ditambahkan untuk melayani Surabaya - Bawean,"katanya.

Termasuk melayani arus penumpang menghadapi bulan ramadhan dan arus mudik lebaran. (bst)

Monumen Pesawat Terbang di Bandara Harun Thohir



Bandara Harun Thohir di Pulau Bawean dilengkapi berbagai fasilitas, sepertinya monumen pesawat terbang yang sudah terpasang sejak kemarin.

Kepala Satuan Pelayanan Bandara Harun Thohir Jufriadi mengatakan adanya monumen pesawat terbang termasuk bagian mengenalkan dunia penerbangan kepada seluruh warga Pulau Bawean. "Silahkan berkunjung untuk mengenal pesawat terbang secara dekat, khusus bagi pelajar yang ingin belajar,"katanya.

Harapannya warga Pulau Bawean bisa melihat kondisi pesawat terbang, termasuk tempat berlibur ataupun bermain. Apalagi menurutnya pada puasa bulan ramadhan bisa dijadikan tempat ngabuburit di area bandara. "Nantinya pada bulan puasa, pihak bandara juga akan menggelar pasar murah yang dikhususkan kepada warga Pulau Bawean,"ujarnya.

"Pasar murah yang akan dijual berupa sembako, sekarang masih dalam tahap persiapan,"pungkasnya. (bst)

Bandara Terbuka Untuk Event, Tapi Diluar Area Lapter


Dalam rangka memajukan pariwisata di Pulau Bawean. Pihak bandara Harun Thohir mempersilahkan bagi siapapun yang ingin menggelar even di dalam kompleks, seperti konser musik ataupun kegiatan lainnya. "Tapi khusus diluar saja, tidak boleh didalam bandara Harun Thohir. Hanya dibagian depan terminal penumpang,"kata Jufriadi Kepala Satuan Pelayanan Bandara Harun Thohir.

"Silahkan menggelar even atau kegiatan di area bandara Harun Thohir dalam rangka memajukan pariwisata di Pulau Bawean,"ujarnya.

Apalagi fasilitas di bandara sekarang ini sudah tertata sangat bagus yang dilengkapi taman bunga dan rencana museum pahlawan nasional Harun Thohir.

Harapan adanya even yang digelar bisa mendongkrak wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bawean. "Termasuk menunjang banyaknya penumpang pesawat terbang rute Surabaya - Pulau Bawean,"paparnya.

Perlu diketahui, bandara Harun Thohir sudah kembali aktif melayani penerbangan sejak 21 Februari 2017. Adapun maskapai penerbangan yang melayani tetap milik PT Air Fast Indonesia dengan kapasitas muat penumpang sebanyak 12 orang. (bst)

Air Fast Kembali Layani Penerbangan ke Bawean


Bandara Harun Thohir di Pulau Bawean dipastikan akan beroperasi kembali pada hari selasa (21/2).

Wahyu Siswoyo kepala unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo membenarkan pesawat terbang untuk rute Surabaya - Pulau Bawean kembali aktif beroperasi tangga 21 Februari 2017.

Jadwal penerbangan masih tetap seperti dahulu, yaitu hari selasa dan kamis. Sedangkan harga tiketnya menurut Wahyu dimungkinkan ada kenaikan, tapi untuk sementara masih menggunakan harga yang lama sehubungan menunggu keputusan harga tiket yang sampai sekarang masih belum ditetapkan.

Penambangan frekuensi penerbangan, masih akan diusulkan agar bisa terlayani sebanyak 3 kali dalam seminggu.

Adapun maskapai pesawat terbang tetap menggunakan milik PT Air Fast Indonesia, yaitu pesawat twin otter DHC-300 berkapasitas 12 orang penumpang. (bst)

Kalstar Aviations Lirik Rute Bawean


Menjelang tahun 2017, pelayanan maskapai yang melayani rute Surabaya - Pulau Bawean masih ditangani oleh perusahaan PT. Air Fast Indonesia dengan harga tiket masih disubsidi oleh pemerintah pusat.

Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep, Wahyu Siswoyo mengatakan subsidi untuk penerbangan pesawat perintis di Bandara Harun Thohir Pulau Bawean masih dilanjutkan untuk tahun 2017. "Pemerintah pusat sudah mengalokasikan anggaran untuk melanjutkan penerbangan perintis dengan harga tiket murah karena disubsidi,"katanya.

Soal penambahan jadwal, sampai sekarang menurut Wahyu, belum ada perubahan yaitu 2 kali dalam seminggu.

Adapun perusahaan penerbangan komersial yang sudah berminat untuk melayani rute Pulau Bawean, yaitu Kalstar Aviations dengan kapasitas muat lebih banyak.

"Pihak Kalstar Aviations sudah berencana melayani rute Bawean - Surabaya,"paparnya.

"Jika nantinya sudah dilayani pesawat komersial maka subsidi dicabut dan harga tiket bisa lebih mahal, juga bisa melayani setiap hari,"terangnya.

Adapun subsidi yang diperuntukkan Bawean dengan pesawat terbang milik PT Air Fast Indonesia bisa dirubah rute ke daerah lain, seperti Pulau Bawean - Solo. (bst)

Landasan Pacu Bandara Harun Thohir Bawean akan Diperpanjang 1.500 Meter


Runway Bandara Harun Thohir, Bawean di Kabupaten Gresik akan diperpanjang, dari 900 meter menjadi 1.500 meter. Dengan begitu, bandara ini nantinya bisa disinggahi pesawat jenis ATR.

"Kalau landasannya bisa mencapai 1.500 meter, maka bisa dilintasi pesawar jenis ATR berpenumpang 70 orang," kata Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf saat meninjau Bandara Harun Thohir, Bawean bersama Wakil Bupati Gresik M Qosim, Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Jatim Wahid Wahyudi, Selasa (18/10/2016).

"Kalau bisa dilintasi pesawat ATR, akan mendorong perekonomian di Bawean. Dan mendukung potensi wisata alam Bawean yang cukup menawan," jelasnya.

Bandara yang terletak di dataran tinggi di wilayah Kecamatan Tambak, Pulau Bawean itu sudah beroperasi, tapi hanya bisa dilintasi pesawat yang mengangkut 11 penumpang.



Pemkab Gresik akan bekerjasama dengan Pemprov Jatim dan pemerintah pusat, akan memperpanjang landasan pacu, dan memperlebar runway dari 23 meter menjadi 30 meter, namun masih terkendala pembebasan lahan.

"Pemprov Jatim siap membangun runway, kalau Pemkab Gresik sudah membebaskan lahan," kata Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Jatim Wahid Wahyudi.

Ia mengatakan, runway di bandara Bawean ini hanya mampu dilintasi pesawat berpenumpang 11 orang. Itu pun melayani sepekan dua kali, Selasa dan Kamis.

"Kalau perpanjangan sudah jadi, pesawat jenis ATR berpenumpang sebanyak 70 orang bisa mendarat," jelasnya.



Sementara itu, Wakil Bupati Qosim berjanji akan membebaskan lahan milik warga.

"Kami siap membebaskan lahan di sebelah timur bandara. Disana memang pemukiman, insyaAllah tidak ada masalah, karena semuanya dirapatkan oleh muspika bersama tokoh masyarakat, tokoh agama," kata Qosim.

Ia menerangkan, lahan yang sudah dibebaskan mencapai 1.180 meter. Dari jumlah tersebut, 900 meter sudah dibangun runway, dan tersisa 280 meter.

Untuk mencapai target 1.500 meter, pihaknya optimis sisa lahan yang akan dibebaskan akan rampung pada tahun depan. Selain pembebasan, juga dibangun perpanjangan runway.

"InsyaAllah tahun 2017 bisa rampung dan bisa dilintasi pesawat jenis ATR" tandasnya. (roi/bdh)

Sumber : Detik.Com

Perpanjangan Run Way Lapter Harun Thohir Jalan Ditempat


Pembebasan lahan guna penambahan perpanjangan run way Bandara Harun Thohir Bawean jalan ditempat. Warga dan pemerintah belum menemukan opsi yang disepakati. "Warga ingin direlokasi dengan mendapat tanah ganti di area lapangan terbang,"kata kepala desa Tanjungori Jumali, Rabu (5/10).

Jumali mengatakan ada 74 rumah warga yang akan terkena pembebasan untuk penambahan run way. Proses pembebasan lahan butuh kehati-hatian dengan pendekatan kepada tokoh masyarakat setempat. "Tidak bisa dipaksakan, warga sudah trauma dengan pembebasan lahan sebelumnya,"paparnya.

Sebagai kepala desa, Jumali mengaku sepenuhnya memihak kepada warganya. Alasannya dirinya terpilih sebagai kepala desa melalui pemilihan langsung yang dipilih warga.

Agar lapangan terbang bisa didarati pesawat lebih besar, butuh perpanjangn run way sepanjang 650 meter. Lahan yang tersedia 250 meter milik lapangan terbang. Sedangkan kekurangannya sepanjang 400 meter yang masih membutuhkan pembebasan tanah milik warga. Dan diatas tanah itu ada 74 rumah warga dusun Pejinggahan. (bst)

Usulkan Reklamasi untuk Perpanjangan Run Way Bandara Harun Thohir


Camat Tambak Narto mengusulkan reklamasi pantai untuk perpanjangan run way bandara Harun Thohir Pulau Bawean. Reklamasi dinilai opsi terbaik untuk menghindari dampak sosial kepada masyarakat.

Sesuai data perpanjangan run way bandara Harun Thohir memerlukan panjang 318 meter dan lebar 130 meter. Sedangkan rumah yang harus dibebaskan sebanyak 140 petak termasuk bangunan masjid. 

“Setelah dilakukan pengukuran kedalaman sisi barat dengan timur seimbang dan kedalaman air laut rata-rata 0,5 meter sampai 1 meter untuk perpanjangan 500 meter,” jelas Narto.

Menanggapi usulan camat Tambak, kepala Unit Penyelenggaraan Bandara Kelas III Trunojoyo Wahyu Siswono menyatakan mustahil usulan itu bisa diterima. Landasan pacu pesawat harus menggunakan struktur tanah yang kuat. Sedangkan reklamasi tentunya tanah masih labil dan berisiko untuk pesawat terbang.

"Seperti di bandara Ngurah Rai Bali itu bukan untuk landasan pacu yang menggunakan reklamasi, hanya bagian pendukungnya saja,"pungkasnya. (bst)

Kursi Kosong untuk Lebaran Masih Tersedia


PT. Air Fast Indonesia selaku operator penerbangan Bawean-Surabaya PP membantah informasi tiket penerbangan rute Surabaya - Pulau Bawean full booking.

Zariyah, tiketing PT. Air Fast Indonesia di Pulau Bawean mengatakan hampir dalam penerbangan selalunya ada kursi kosong, antara 1 kursi sampai 3 kursi yang tersisa.

“Buktinya sekarang saja dari 12 kursi hanya terisi 9 kursi,”katanya ditemui di Bandara Harun Thohir.

Bahkan mengadapi mudik lebaran masih tersedia banyak tiket yang belum terjual kepada penumpang, termasuk arus balik lebaran masih banyak.

“Calon penumpang pesawat terbang yang ingin membeli tiket semestinya me￾nanyakan langsung di loket penjualan,”ujarnya.

Penerbangan hari selasa (9/6) dari Surabaya tujuan Pulau Bawean mengangkut sebanyak 8 penumpang, sedangkan dari Pulau Bawean membawa 9 penumpang. “ 2 orang membatalkan penerbangan dan 1 orang ketinggalan pesawat,”terang Zariyah.

Salah satu penumpang yang ditemui, Suli kepala desa Kalompanggubuk menyatakan baru pertama kali naik pesawat terbang. Dia berharap penerbangan selamat sampai tujuan.

Hal senada disampaikan Nur Hidayati asal Tanjungori mengaku baru sekarang ini naik pesawat dari Pulau Bawean tujuan Surabaya. “Mencoba saja, apalagi rumah dekat bandara. Jika mengasyikkan bisa dilanjutkan,”pungkasnya. (bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean