Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
adsbybawean

Gelar Operasi Mamin Kadaluarsa di Kecamatan Tambak


Operasi Gabungan Pimpinan Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik berhasil mengamankan makanan dan minuman yang kadaluarsa yang digelar hari rabu (5/5/2021).

Dihubungi Media Bawean, Agung Endro Dwi Setyo Utomo,, Camat Tambak mengatakan operasi mamin digelar dalam rangka memberikan keamanan kepada seluruh warga, selain itu juga digelar sampling test swab bagi pedagang dan pengunjung di pasar Tambak.

"Alhamdulillah para pedagang mempersilahkan petugas untuk memeriksa barang dagangannya, khususnya makanan dan minuman yang kadaluarsa menjadi target operasi,"katanya.

Hasil operasi telah ditemukan makanan dan minuman kadaluarsa yang masih terpajang di dalam toko. Akhirnya pemilik barang mempersilahkan untuk disita setelah mengetahui barang dagangannya sudah kadaluarsa.

Menurut Camat Tambak, operasi mamin akan rutin dilaksanakan untuk keamanan dan menghindari keracunan bagi penggunanya.

Kepala UPT Puskesmas Tambak drg. Saiful Umami menyatakan makanan dan minuman kadaluarsa sangat berbahaya bagi yang mengkonsumsinya. 

Operasi gabungan menurutnya sangat tepat untuk memberantas peredaran makanan dan minuman yang kadaluarsa. "Akibatnya sangat fatal bila dikomsumsinya, diantaranya bisa keracunan,"tegasnya.

Rencananya makanan dan minuman akan dimusnahkan dengan disaksikan Muspika bersama Tokoh Masyarakat, serta pemilik barang. (bst)

Kondisi Terkini Keturunan Warga Bawean di Vietnam


Di Vietnam terdapat sekelompok muslim yang merupakan keturunan Indonesia. Mereka berasal dari Pulau Bawean Gresik Jawa Timur, dan tinggal di Ho Chi Minh sejak masa kolonial Belanda. Warga Vietnam keturunan Indonesia ini disebut orang Bawean atau Boyan.

Orang Bawean pertama tiba di Vietnam saat masih berada dalam jajahan Prancis. Mereka kemudian membangun Masjid Al Rahim yang merupakan salah satu masjid tertua di Vietnam.

Namun mereka hampir tidak ada yang menguasai bahasa Indonesia ataupun bahasa Bawean. Bahkan tradisi daerah asal pun tidak ada yang diteruskan.

Orang-orang Boyan terpusat di kawasan Masjid Al Rahim. Sebagian ikut merantau ke Amerika pascaperang, sebagian lagi kembali ke Bawean. Sisanya, tinggal di Vietnam. Tapi sayang, mereka sudah tidak lagi menunjukkan identitas keislamannya.

Hanya orang tua yang melakukan salat di Masjid. Padahal, rumah mereka bersebelahan dengan masjid. Generasi muda Boyan sudah terpengaruh budaya modern nan sekuler.

Banyak di antara mereka yang menghabiskan waktu dengan minum-minuman keras. Para perempuan tidak lagi menutup aurat. Satu-satunya identitas Islam pada mereka hanyalah tulisan “Halal” dengan huruf Arab di depan warung makan mereka. Butuh dakwah ideologis untuk menyadarkan mereka tentang urgensi Islam kafah. [MNews/Rgl]

Pulang dari Malaysia, Belasan Pekerja Dikarantina


Pemerintah Daerah Gresik tidak main-main mencegah penyebaran virus Covid-19. Khususnya, para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di negeri ‘Jiran Malaysia’. Tak ingin kecolongan kasus di negara India terjadi di Gresik, Pemkab menyediakan Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos) sebagai tempat karantina.

Ada 11 PMI asal Malaysia yang tiba di Stadion Gejos. Mereka langsung masuk karantina dengan menumpang dua kendaraan mini bus.

Sebelum mereka tiba dari tempat bekerja di luar negeri melalui bandara Juanda, Surabaya. Terlebih dulu dikarantina di Asrama Haji, Sukolilo. Dua hari disana, mereka dijemput menggunakan minibus milik Pemkab Gresik.

Para pekerja migran tersebut berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Gresik. Ada yang berasal dari Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean dan ada pula yang dari Kecamatan Sidayu.

Salah satu pekerja migran Makmun (29) asal Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean. Dia sudah tujuh tahun bekerja di Malaysia mengaku agak canggung saat tiba di Gresik. Sebab, masih harus menjalani karantina lagi sebelum pulang.

“Ya mau bagaimana lagi, demi Indonesia,” ungkapnya, Jumat (29/04/2021).

Sesuai dengan arahan Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah penguatan PPKM berskala mikro. Para PMI asal Gresik harus dikarantina terlebih dahulu di Gejos sebelum pulang. Hal ini untuk mencegah klaster baru, apalagi mereka berasal dari luar negeri.

Para PMI ini baru diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing setelah menjalani karantina selama tiga hari kedepan. Kemudian, dilakukan tes swab antigen. Jika hasilnya negatif, maka mereka diperbolehkan pulang.

Sementara itu, Samsul Arifin, Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja, Disnaker Gresik, menjelaskan, hari ini ada tambahan pekerja migrain yang datang.

“Total ada11 PMI yang dijemput. Enam orang pulang dari Malaysia dan lima lainnya dari Singapura. Mereka wajib menjalani karantina selama tiga hari sebelum diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing,” pungkasnya. [dny/but)




Warga Pulau Bawean bakal Nikmati Angkutan Umum Gratis



Kabar gembira bagi warga pulau Bawean, dalam bulan April ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik segera akan melaunching dua armada angkutan umum gratis.

Rencananya, dua unit angkutan mini bus jenis Hiace yang berkapasitas 15 orang dan juga akan melaunching satu unit kapal dan rencananya akan dibarengkan dengan agenda safari Ramadhan bupati dan wakil bupati ke pulau Bawean.

Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dishub Gresik Muhammad Amri membenarkan dalam bulan April ini pihaknya akan segera merealisasikan angkutan umum gratis bagi warga Bawean berupa dua unit mini bus jenis Hiace yang bekerjasama dengan PT. Damri.

"Benar bulan ini (April) kami segera melakukan launching angkutan umum gratis bagi warga Bawean berupa dua unit armada mini bus jenis Hiace berkapasitas 15 orang. Kita sudah kerjasama dengan pihak PT.Damri," kata Amri, Sabtu (17/4/2021).

Meski sebelumnya sempat dijadwalkan sebelum puasa angkutan umum gratis itu sudah beroperasi, tapi hingga kini masih belum terealisasi dikarenakan tidak siap, Amri membantah tuduhan karena pihaknya tidak siap.

Menurutnya, jika tertundanya launching angkutan umum gratis di Bawean itu dikarenakan faktor alam atau Ganguan dari cuaca yang buruk sehingga launching menjadi tertunda.

"Tidak benar kami tidak siap. Kami sudah melakukan survey ke Bawean dan menentukan tempat atau lokasinya. Jadi tertundanya itu lebih karena faktor cuaca laut dengan gelombang yang tinggi, jadi tertunda launching itu," ucapnya.

Lebih lanjut, Amri menilai hingga hari ini semuanya kebutuhan yang diperlukan sudah siap, mulai dari armadanya, lokasinya hingga persiapan-persiapan lainnya.

"Semua sudah siap, mulai dari armada mini busnya, lokasi di Bawean dan persiapan lainnya, kita tinggal berangkat saja. Tapi bagaimana lagi, cuaca dengan gelombang tinggi sehingga keberangkatan ke Bawean tertunda," ungkapnya.

Kemudian lanjut Amri rencananya launching untuk angkutan umum gratis itu akan dibarengkan dengan rencana agenda Pemkab melakukan safari ramadhan ke pulau Bawean pada bulan April ini.

"Launching armada angkutan gratis ini, insyaallah akan kita barengkan dengan agenda safari ramadan Bupati dan wakil ke pulau Bawean. Semoga saja cuaca dalam bulan ini sangat bagus dan segera warga Bawean bisa menikmati angkutan umum di lebaran nanti," ungkap Amri. (TBK)

Icon Pariwisata Rumah Apung Pulau Bawean Alami Kerusakan


Icon pariwisata Pulau Bawean, Gresik, rumah apung yang berada di Pulau China mengalami kerusakan. Padahal, rumah apung itu sempat dilakukan perbaikan setelah hanyut pada Desember 2020 lalu.

Pasca hanyut, rumah apung itu sudah diperbaiki dan dikembalikan ke tempat semula. Namun, sudah seminggu ini rumah apung itu terdampar dari tempat asalnya. Setelah kini hanyut lagi, para nelayan setempat berupaya menarik rumah apung itu ke bibir pantai.

Rumah apung itu hanyut lagi dikarenakan, hanya ada empat jangkar. Ukurannya sekitar 4 meter saja. Saat kejadian, jangkar tersebut terlepas dari rumah apung ditambah adanya hempasan angin yang cukup kencang. “Penyebabnya angin besar sudah hanyut lagi,” ucap Lamri seorang warga sekitar, Selasa (20/04/2021).

Terkait dengan ini, warga sekitar pun sangat menyayangkan hal itu. Meski pernah ada perbaikan, kondisi gabus penahan rumah apung itu terlihat miring, tidak seperti kondisi awal. “Gabusnya miring, pernah sempat diperbaiki dengan garansi lima tahun oleh pemborong,” ungkapnya.

Selain sudah dua kali hanyut, perbaikan rumah apung akhir tahun lalu juga jadi keluhan warga. Sebab, akibat perbaikan itu terumbu karang di sekitar Pantai China banyak yang rusak.

Kepala Upt Dinas Pekerjaan Umum Pulau Bawean Mohammad Zen mengaku tidak bisa berbuat banyak. Sebab, proyek rumah apung itu masih dalam pemeliharaan dan tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) belum diserahkan kepada Dinas Pariwisata atau kepada kelompok desa setempat. “Itu yang tanggung jawab Bidang Ciptakarya DPUTR Kabupaten Gresik. Kami Upt Pu Bawean hanya berwenang di bidang Bina Marga dan Pengairan saja,” imbuhnya.

Seperti diketahui, proyek rumah apung itu dibangun dengan menghabiskan dana Rp 845 juta melalui anggaran APBD Kabupaten Gresik tahun 2019. Banyak pihak menilai kondisi fisik konstruksi bangunan terkesan asal-asalan dan banyak kejanggalan. Padahal, dananya diambil dari uang rakyat. [dny/kun]



Jenazah Sunan Bonang Dicuri dari Pulau Bawean?


Sunan Bonang merupakan salah satu penyebar Islam di Nusantara. Ia termasuk salah satu anggota wali songo yang banyak menggunakan aktifitas seni dalam berdakwah. Sunan Bonang wafat pada 1525 M. Namun, makamnya masih menjadi perdebatan dan banyak versi. 

Selama ini, makam yang dianggap asli hanya berada di Kota Tuban, sehingga sampai sekarang makam itu banyak yang diziarahi oleh umat Islam. Berdasarkan catatan sejarah, jenazah Sunan Bonang yang di Tuban tersebut ternyata dicuri dari Pulau Bawean. 

Pulau Bawean merupakan salah satu pulau di Jawa Timur. Secara administratif pulau ini merupakan bagian dari Kabupaten Gresik. Pulau berjuluk Pulau Putri ini terletak sekitar 120 kilometer di utara Kabupaten Gresik. Pada awalnya, di pulau inilah jenazah Sunan Bonang akan dimakamkan.

Dikutip dari situs resmi Kabupaten Tuban, Sunan Bonang, yang memiliki nama Raden Maulana Makdum Ibrahim adalah anak dari Sunan Ampel dan wafat pada tahun 1525 M. Pada dasarnya, makam Sunan Bonang berada di dua tempat yaitu di Bawean dan Tuban, dan dipercaya keduanya adalah asli. 

Sunan Bonang wafat di pulau Bawean, pada saat itu jenazah akan dikuburkan di Bawean, akan tetapi murid-murid yang di Tuban menginginkan jenazah tersebut dikubur di Tuban. Lalu pada malam harinya, sejumlah murid dari Tuban menyusup ke Bawean, dan mencuri jenazah Sang Sunan. 

Esoknya, dilakukanlah pemakaman. Anehnya, jenazah Sunan Bonang tetap ada, baik di Bonang maupun di Bawean. Karena itu, sampai sekarang, makam Sunan ada di dua tempat, yaitu di Kecamatan Tambak Pulau Bawean dan di sebelah barat Masjid Agung Tuban, Kelurahan Kutorejo, Tuban.

Dewan Minta Usulan Pembebasan Lahan Pembangunan TPST di Pulau Bawean Tidak Dibatalkan


Anggota Komisi I DPRD Gresik Bustami Hazim meminta Dinas Pertanahan Kabupaten Gresik agar tidak menghapus rencana pembebasan lahan untuk pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPSP) di dua kecamatan di Pulau Bawean Gresik yang telah dicanangkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2021.

Menurut Bustami, dirinya menyayangkan jika usulan pembebasan lahan untuk pembangunan TPST di Bawean harus dihilangkan atau dihapus karena alasan refocusing atau pengurangan anggaran untuk penanganan Covid-19. Padahal, pembelian lahan oleh dinas pertanahan telah melalui kajian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) selama bertahun-tahun, bahkan di tahun 2020 kemarin sudah masuk anggaran. Namun, karena pandemi rencana pembebasan lahan batal karena refocusing.

“Seharusnya tidak dihilangkan usulan pembelian lahan itu kalau memang ada refocusing, kan bisa dikurangi anggaran pembebasannya, bisa jadi nanti dalam P-APBD masih bisa diusulkan lagi, tahun kemarin juga sudah masuk anggaran namun karena pandemi akhirnya dihilangkan karena kena refocusing” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa permasalahan penanganan sampah di Pulau Bawean belum ada solusi dari pemerintah hingga saat ini. Untuk itu, rencana pembangunan TPST di Pulau Bawean sudah ditunggu lama oleh masyarakat setempat dan telah direncanakan bertahun-tahun.

“Saat pembahasan pembebasan lahan dengan dinas pertanahan di hearing Komisi I saya sempat ngotot kenapa tidak dimasukkan lagi di tahun 2021?, bahkan waktu itu saya usulkan bila perlu untuk menambah anggaran, karena masyarakat bawean sudah menunggu lama, selama ini masyarakat membuang sampah belum tidak ada tempat khusus yang disediakan oleh pemerintah,” terang politisi PKB Gresik asal Dapil Bawean (Tambak-Sangkapura) ini.

Sebagai catatan, Refocusing anggaran pada APBD 2021 dialami oleh seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkup Pemkab Gresik. Bahkan tak hanya OPD, anggaran yang menjadi penopang kegiatan 50 anggota DPRD Gresik selama tahun 2021 juga mengalami hal serupa.


Ibu Bersalin Pulang Sudah Bisa Bawa Akta dan KK Baru


Belasan Bayi di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik telah memiliki akta dan Kartu Keluarga (KK) baru. Bahkan saat sang ibu masih terbaring di atas ranjang setelah melakukan persalinan.

Program Nawa Karsa "Bayi Lahir Pulang Langsung Bawa Akta" memang sudah diterapkan sejak dilaunching bulan lalu. Tidak hanya di wilayah Gresik, program tersebut juga sudah dirasakan oleh warga pulau Bawean.

Direktur Rumah Sakit Umar Masud Bawean, dr. Tonny S Hartanto mengatakan ada 17 pasien yang telah melakukan persalinan setelah launching. Dari 17 itu, baru 13 yang telah mendapatkan akta.

Sedangkan empat sisanya masih belum diajukan karena kurang lengkap.

"Seperti belum ada nama bayi. Kemudian ada yang belum lengkap KTP bapak atau ibunya," ucapnya, Minggu (18/4/2021).

Nah, dari 13 persalinan yang sudah lengkap. Para ibu dan sang jabang bayi sudah tercatat di akta dan kartu keluarga yang baru.

Mereka pulang menuju kediaman dengan tenang, data kependudukan mereka telah diperbarui dan sudah dipegang.

"Penyerahan secara simbolis akta kelahiran program Gresik Baru. Bayi Lahir pulang Bawa akta atas nama Keysa," kata dia.

Salah satunya, Imatun Najibah mengucapkan banyak terimakasih termasuk Pemkab Gresik dan RSUD Umar Masud.

"Bayi saya bisa pulang dengan bawa akta dan KK baru," terangnya





Disparbud Gresik Bakal Eksiskan Kembali Wisata Usai Bawean Badai Pandemi


Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Gresik, Agustin Halomoan Sinaga bakal menggeber kembali eksistensi pariwisata di Kabupaten Gresik usai badai pandemi Covid-19.

Kedepan, Disparbud sedikit bakal memfokuskan pengembangan wisata alam yang ada di Pulau Bawean, ditegaskan Sinaga, lantaran sejumlah wisata alam di Pulau Bawean panorama alamnya tidak kalah dibandingkan yang lain.

“Seperti Pulau Gili Bawean, Pantai Ria, Danau Kortoba. Untuk itu kami memohon sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Pemkab Gresik untuk memajukannya. Terutama infrastruktur penunjang untuk pariwisata memang perlu diperhatikan, jalan menuju tempat obyek wisatanya. Di Bawean ada 48 Pokdarwis” beber Sinaga.

Ia melanjutkan, infrastruktur berupa pelabuhan penyeberangan Gresik ke Bawean bisa dikembangkan lebih maksimal. Artinya, ada sinergisitas antara pemangku kebijakan daerah dan pusat melalui Dinas Perhubungan.

“Serta pihak terkait para pemangku kebijakan pengelola pelabuhan” imbuhnya. (bst)






2 Remaja Bawean Curi Sepeda Motor, Mogok Tak Bisa Dibawa Kabur Malah Dikubur di Hutan


KA (18) dan SL (17) nekat mengubur motor hasil curian di tengah hutan gara-gara tak bisa dinyalakan alias mogok.

Meski masih di bawah umur, mereka berhasil mencuri sepeda motor Yamaha Jupiter W 5055 BH kemudian dipreteli dan dikubur.

Kapolsek Tambak AKP Rahmad Triyanto telah mengamankan kedua tersangka pencurian yang merupakan warga desa Klumpang Gubug Kecamatan Tambak itu.

Satu unit sepeda motor milik korban berhasil ditemukan meski dalam kondisi tidak utuh.

"Mereka mencuri dari sebuah rumah kosong," ucapnya, Jumat (9/4/2021).

Diketahui, kedua maling motor yang masih berusia belasan tahun itu menggondol sepeda motor milik Supriyadi (43) warga Dusun Pinang Tanam, Desa Pekalongan beberapa bulan yang lalu.

Sepeda motor Yamaha Jupiter tahun 2003 itu dicuri dengan cara dituntun dari rumah kosong.

Mereka berdua masuk dengan cara mencongkel rumah korbannya.

Korban keesokan harinya baru mengetahui sepeda motornya raib, berusaha untuk mencarinya.

Setelah melakukan proses penyelidikan polisi akhirnya berhasil meringkus keduanya pada Kamis (8/4/2021) sekitar pukul 11.00 Wib.

Kepada petugas, mereka mengaku nekat mengubur sepeda motor warna biru untuk menghilangkan jejak.

Petugas langsung membawa pelaku ke lokasi sepeda motor yang dipendam di kawasan hutan gunung Dusun Klocok, Desa Klumpanggubug, Kecamatan Tambak.

"Rangka sepeda motor yang sudah diprotoli dikubur di lima lokasi di kawasan gunung yang berjarak dengan pemukiman kurang lebih 1 kilometer," terangnya.

Petugas langsung meminta kedua maling motor itu untuk membongkar tanah menunjukkan sepeda motor hasil curiannya.

“Untul sementara pelakunya masih dua orang ini kemudian akan kita dalami sambil mengumpulkan barang bukti,” pungkasnya. 





Kapal ke Pulau Bawean Bisa Angkut 75% Penumpang


Jumlah penumpang kapal rute Bawean-Gresik (Pulang Pergi) secara bertahap mulai mengalami peningkatan. Jika sebelumnya masyarakat yang hendak bepergian ke pulau terluar Kabupaten Gresik atau sebaliknya lewat jalur laut dibatasi hanya 50 persen penumpang sesuai kapasitas kapal, kini bisa membawa maksimal 75 persen penumpang.

Ini menyusul setelah ditetapkannya Gresik sebagai zona kuning dalam penanganan pandemi Covid-19.  “Iya, sesuai ketentuan kalau zona kuning bisa mengangkut 75 persen penumpang,” ujar Kepala Bidang (Kabid) angkutan Dishub Gresik, Muhammad Amri.

Menurutnya, secara perlahan memang akan kembali normal. Tapi menunggu keputusan dari Satgas Covid-19 kabupaten. “Karena meski nantinya zona hijau, tapi akan tetap ada pembatasan 85 persen bagi penumpang,” jelasnya.

Selain peningkatan kapasitas penumpang, pihaknya juga berencana menambah frekuensi berlayar Kapal Gili Iyang dari Pelabuhan Paciran. Ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan transportasi kepada penumpang. “Kami masih upayakan. Semoga dalam waktu dekat bisa terealisasi,” imbuhnya. (jar/rof)

Bupati Gresik Prihatin, Ada Pemotongan 50 Persen Gaji Guru Honorer di Pulau Bawean


Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengaku prihatin mendengar pengakuan guru honorer yang dipotong gajinya oleh oknum. Bupati Fandi Akhmad Yani akan segera menindaklanjuti terkait adanya pemotongan ini.

Hal itu diungkapkan oleh Bupati seusai acara Silaturahmi dan Sarasehan Pendidikan Forkom GTK – PTK non K-2 se-Kabupaten Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Senin, 6 April 2021.

“Kami akan mengevaluasi, akan kami tindaklanjuti. Sangat memprihatinkan ketika hanya sedikit tambahan yang diberikan di tahun 2019 sebagai bentuk perhatian dari pemerintahan kok ada hal seperti itu,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 6 April 2021.

Jika masih ada guru honorer yang mengalami potongan oleh oknum tidak bertanggungjawab, Gus Yani meminta warga agar tidak ragu melapor. Masyarakat tinggal melapor melalui aplikasi Gresikpedia yang menjadi sarana komunikasi masyarakat dengan pemerintah. 

“Bisa disampaikan langsung di Gresikpedia karena itu tekoneksi langsung ke dinas-dinas yang lain. Seperti Dinas Pendidikan, Dinas Sosial da lain sebagainya,”katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menambahkan pihak meminta klarifikasi kepada pihak kecamatan di Pulau Bawean. “Segera kami akan minta klarifikasi ke pihak Kecamatan,”kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah.

Syaiful Bachri, guru honorer di Kecamatan Sangkapura mengatakan, dirinya datang ke sini membawa satu misi dari teman-teman di Sangkapura, Pulau Bawean.

Misi itu adalah adanya pemotongan gaji yang diduga dilakukan oknum. Kenaikkan gaji dari Rp 500 ribu menjadi Rp 1 juta masih dipotong oleh oknum. “Saya tanya pada teman-teman di daratan (Gresik) tidak di potong,”katanya.

“Guru honorer di Pulau Bawean Kecamatan Sangkapura dan Tambak. Gaji Rp 500 ribu dipotong 50 persen, kadang saya menerima Rp 200 ribu kadang Rp 100 ribu,”ujarnya.

Sarasehan tersebut diikuti perwakilan guru honorer se-Kabupaten Gresik. Mereka berbincang langsung dengan Bupati dan Wakil Bupati bersama Kepala Dinas Pendidikan Mahin, Kepala BKD Gresik Nadlif dan Ketua PGRI Gresik Arief Susanto. 

Arief mengaku para guru honorer tidak perlu diragukan lagi pengabdiannya. “Meskipun gaji dibawah rata-rata tetap mengabdi,”kata Arief yang juga Kepala SMK PGRI Gresik itu. (yad)

Sekolah di Pulau Bawean Mulai Simulasi PTM



Menjelang pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Gresik, sejumlah sekolah mulai melakukan simulasi. Salah satunya SMAN 1 Sangkapura.

Proses simulasi diikuti sejumlah siswa, guru, perangkat pemerintah dan aparat TNI - Polri. Pengawasan itu untuk memastikan protokol kesehatan benar-benar diterapkan.

Kapolsek Sangkapura Iptu Ach. Suja'i berharap, seluruh pelajar dan guru menerapkan protokol kesehatan saat PTM kembali diberlakukan.

Suja'i menyebut, persiapan PTM tersebut merujuk pada Inpres RI No 6 Tahun 2020 tentang disiplin protokol kesehatan. Kemudian Intruksi Mendagri 3/2021 serta Keputusan Gubernur Jatim No.188/7/KPTS/013/2021

"Pengawasan ini wujud implementasi Surat Edaran Bupati Gresik 3/2021," ujar Suja'i, Selasa (6/4/2021).

Sebelumnya, Pemkab Gresik telah menyetujui PTM dimulai 19 April 2021 mendatang. Ini menyusul kasus Covid-19 terus menurun dan Gresik masuk zona kuning.

Dalam pelaksanaan PTM tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes). Sesuai Perbup No 50 tahun 2020. Terkait jumlah dan teknis PTM Dinas Pendidikan dan Kemenag serta Satgas Covid-19 yang menentukan.

Pemkab Gresik Beri Layanan Transportasi Gratis untuk Santri Pulang Kampung



Transportasi terpadu dihadirkan Pemkab Gresik Jawa Timur. Kali ini, pemerintah memberikan layanan moda transportasi gratis kepada santri yang hendak pulang kampung.

Sebanyak 97 santriwati asal Pulau Bawean di pondok pesantren Sidogiri, Pasuruan dijemput Pemerintah Kabupaten Gresik secara gratis.

Para santriwati itu tidak perlu ribet lagi untuk pulang, difasilitasi Pemkab dijemput dua armada bus di depan pondok pesantren Sidogiri. Mereka pulang ke Gresik secara cuma-cuma dan langsung berada di pelabuhan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, penjemputan santri itu, bagian dari program integrasi moda transportasi untuk percepatan pembangunan ekonomi di Gresik daratan maupun kepulauan. 

Integrasi sistem transportasi terpadu di Gresik masuk dalam program 99 hari kerja, duet Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah.

"Salah satu pelayanan transportasi terpadu Nawa Karsa, hari ini santri dari Sidogiri dengan protokol kesehatan ketat, menggunakan masker. Ini adalah salah satu layanan kami menghapus pembangunan tidak hanya didaratan, perhatian pembangunan ada di kepulauan," katanya.

Para santriwati asal Pulau Bawean tiba di Pelabuhan Gresik sekitar pukul 06.00. Kedatangan santriwati itu disambut Gus Yani dan Bu Min.

Usai melepas puluhan satriwati yang dijemput armada bus kemudian di fasilitasi untuk pembelian tiket kapal tersebut, pelayanan di Pulau Bawean masih terus berlanjut. Bahkan, Bupati milenial ini sedang mengebut berbagai pelayanan yang akan diberikan dalam waktu dekat.

"Berawal dari pelayanan transportasi terpadu Gresik akan berkembang seperti pembangunan berkelanjutan seperti penerangan di kepulauan, perbaikan jalan lingkar. Tidak ada lagi pembangunan terpusat di daratan, pembangunan di Gresik harus merata," terangnya.

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean