Dalam sambutannya, Bupati Yani mengajak para mahasiswa memanfaatkan KKN sebagai ruang belajar yang tidak hanya diperoleh dari bangku kuliah, tetapi juga melalui pengalaman langsung bersama masyarakat.
“KKN adalah kesempatan untuk mencari pengalaman sebanyak-banyaknya. Belajarlah dari ruang kelas maupun dari kehidupan masyarakat. Pengalaman seperti ini akan menjadi bekal yang sangat berharga di masa depan,” ujarnya.
Bupati Yani juga mendorong mahasiswa untuk aktif membangun relasi dan memperluas wawasan selama menjalankan KKN. Menurutnya, pengalaman di lapangan akan membentuk karakter sekaligus memperkaya cara pandang mahasiswa dalam menghadapi berbagai persoalan di masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Yani memperkenalkan Kabupaten Gresik sebagai daerah yang kaya akan sejarah, budaya, sekaligus memiliki kekuatan ekonomi yang strategis.
Ia menjelaskan bahwa Gresik bukan sekadar kota industri, tetapi juga memiliki jejak peradaban yang penting dalam sejarah Nusantara. Salah satunya melalui Kerajaan Giri Kedaton yang menjadi pusat perkembangan politik kerajaan-kerajaan Islam pada masanya.
“Gresik adalah kota kecil yang kaya peradaban. Dari sejarah, politik, sosial budaya hingga ekonomi, semuanya bisa menjadi bahan pembelajaran bagi mahasiswa. Saya berharap selama KKN, adik-adik bisa mengenal Gresik lebih dekat,” katanya.
Selain memiliki kekayaan sejarah, Bupati Yani menjelaskan bahwa letak geografis Gresik yang berada di kawasan pesisir dengan pelabuhan laut dalam menjadikannya sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri nasional. Kondisi tersebut turut mendorong berkembangnya sektor logistik, perdagangan, dan investasi yang berdampak pada peningkatan perekonomian daerah.
Menurutnya, berbagai potensi tersebut dapat menjadi bahan kajian sekaligus peluang bagi mahasiswa untuk menghadirkan gagasan dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat selama pelaksanaan KKN.
Di hadapan mahasiswa, Bupati Yani juga membagikan pengalamannya yang hingga kini masih aktif menempuh pendidikan doktoral. Saat ini ia tengah meneliti perlindungan anak pekerja migran sebagai bagian dari upaya mencari solusi terhadap persoalan sosial yang dihadapi Indonesia.
Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap masih banyak anak pekerja migran yang kehilangan akses terhadap pendidikan dan identitas hukum akibat berbagai persoalan administrasi maupun regulasi. Menurutnya, persoalan kemanusiaan membutuhkan keberanian dan kehadiran negara agar hak-hak anak tetap dapat terpenuhi.
“Saya berharap apa yang saya teliti nantinya tidak hanya menjadi karya akademik, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata bagi perlindungan anak-anak pekerja migran,” tuturnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Yani mengajak seluruh mahasiswa untuk terus belajar, berani mencoba, serta tidak takut menghadapi tantangan.
“Jangan pernah berhenti belajar. Teruslah mencari pengalaman, berdiskusi, membangun jejaring, dan hadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat selama KKN berlangsung,” pungkasnya. (bst)






