Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
adsbybawean
Tampilkan postingan dengan label PELABUHAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PELABUHAN. Tampilkan semua postingan

UPT Dishub Bawean Data Kendaraan R4 Tujuan Pulau Jawa


Mengatasi persoalan angkutan mobil (kendaraan roda empat) yang tertahan di Pulau Bawean Kabupaten Gresik, pasca pelabuhan kapal ASDP rusak berat, direncanakan kapal milik PT. Dharma Lautan Utama (DLU) akan datang memberikan bantuan.

Lutfil Manar kepala UPT Dinas Perhubungan Bawean mengatakan mengatasi persoalan banyaknya kendaraan roda empat yang tertahan di Pulau Bawean sehubungan pelabuhan mengalami rusak berat, pihak PT DLU sudah menghubungi meminta untuk mendata banyaknya kendaraan roda empat yang tertahan di Bawean.

Setelah didata, menurutnya jumlah kendaraan roda empat yang tertahan di Bawean masih tergolong sedikit. Melalui informasi ini, Lutfil Manar berharap agar warga yang membutuhkan bantuan untuk angkutan roda empat agar segera mendaftar.

Adapun pengangkutan melalui kapal milik PT DLU akan bersandar di Pelabuhan Bawean tempat bersandarnya kapal reguler. "Kapal DLU bisa mengangkut roda empat melalui pintu samping untuk menaikkan dan menurunkan kendaraan,"paparnya.

Sedangkan rutenya kapal PT DLU yaitu jurusan Pulau Bawean - Surabaya yaitu Pelabuhan Tanjung Perak. (bst)

Pelabuhan Bawean yang Rusak Segera Diperbaiki


Perbaikan Pelabuhan baru Pulau Bawean Gresik untuk kapal jenis roro sebagai tempat berlabuh KMP Gili Iyang milik PT Pelayaran ASDP (Persero) akan segera dikerjakan.

Suhaemi petugas PT. ASDP Bawean membenarkan pekerjaan perbaikan pelabuhan segera dikerjalan. "Sesuai informasi yang diterima, proses lelang sudah selesai dan dikerjakan oleh kontraktor asal Surabaya,"katanya.

Menurutnya pekerjaan perbaikan diperkirakan akan rampung sebelum lebaran idul fitri tahun ini, sehingga kebutuhan penumpang untuk angkutan lebaran akan teratasi.

Sementara ini, sebelum selesai perbaikan pelabuhan yang rusak, KMP Gili Iyang bersandar di Pelabuhan Pulau Bawean tempat bersandarnya kapal reguler. Sehingga angkutan kendaraan roda empat belum bisa dilayani, hanya roda dua saja yang bisa diangkut.

Menurutnya banyak pemilik kendaraan roda empat yang tertahan di Pulau Bawean ataupun di daratan Pulau Jawa, untuk pengangkutannya menunggu sampai Pelabuhan selesai diperbaiki. (bst)

KUPP Bawean Bentuk Posko Angkutan Laut Lebaran



Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Bawean Gresik melaksanakan rapat kerja dengan para instansi terkait untuk pembentukan posko pelayanan terpadu angkutan laut lebaran tahun 2018, di kantor KUPP Bawean, Senin (04/06/2018).

Rapat yang akan digelar itu, untuk mengantisipasi permasalahan yang akan di hadapi akibat melonjaknya penumpang yang akan menggunakan Kapal laut untuk mudik menjelang Hari raya Idul Fitri 1439 H dan arus balik.

“Rapat dengan instansi terkait untuk pembentukan posko pelayanan terpadu angkutan laut lebaran tahun 2018,” kata Ispriyanto Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Bawean.

Dikatakannya, hasil rapat untuk menginvetarisir hal- hal yang akan dilaksanakan dalam kegiatan persiapan untuk mengantisipasi lonjakan dan keamanan penumpang dalam melaksanakan lebaran dan libur panjang yang akan menggunakan angkutan kapal laut. “Kita sudah menyiapkan pusat posko yang ditempati di terminal penumpang Pelabuhan Bawean,” katanya.

Menurutnya, posko angkutan lebaran ini akan melibatkan semua stakeholder KUPP dan instansi pemangku kepentingan lainnya seperti Polri dalam hal ini Kepolisian Sektor Sangkapura, TNI, Dinas Perhubungan, Puskesmas Sangkapura, dan pengelola jasa angkutan yaitu Kapal Express Bahari, Kapal Natuna Express dan KMP Gili Iyang.

”Posko angkutan lebaran merupakan agenda nasional sehingga semua stakeholder dan mitra strategis harus terlibat,” tandasnya. (bst)

Pelabuhan Selesai Direnovasi, Penumpang Semakin Nyaman


Fasilitas di Pelabuhan Baru Bawean yang menjadi tempat bersandarnya KMP Gili Iyang sudah terlihat bagus. Apalagi pintu gerbang yang sebelumnya hampir roboh sudah selesai dibangun.

Lutfil Manar Kepala UPT Perhubungan Bawean mengatakan fasilitas di Pelabuhan sudah selesai diperbaiki. "Sekarang bisa dilihat adanya fasilitas sudah membuat nyaman kepada seluruh penumpang,"katanya.

Menurutnya perhatian pemerintah kabupaten Gresik dan Provinsi Jawa Timur sangatlah besar, dibuktikan fasilitas yang rusak sudah selesai dibangun kembali.

Hal senada disampaikan Suhaimi petugas PT ASDP Persero di Pulau Bawean menyatakan kondisi pelabuhan sudah bagus dan penumpang sudah merasa nyaman. "Apalagi pintu masuk sudah berdiri kokoh dan keselamatan penumpang atau penghantar sudah terjamin,"paparnya.

Disinggung soal frekuensi penumpang kapal bersubsidi dari pemerintah, menurut sekarang ini waktunya sepi penumpang. "Jumlah penumpang tujuan Pelabuhan Paciran paling banyak 40 orang dan tujuan Gresik maksimal 100 orang,"ungkapnya.

Sedangkan kedepan menjelang bulan puasa ramadhan dan lebaran diprediksi jumlah penumpang akan kembali melonjak sehubungan padatnya arus mudik ke Pulau Bawean. (bst)

KTBM Respon Keluhan Kehilangan Barang


Ketua Koperasi Tenaga Bongkat Muat Pelabuhan Bawean,H. Abdurrahmab meminta penumpang kapal agar mengirim barang melalui petugas resmi di kapal. Pernyataan ini merespon keluhan masyarakat yang kehilangan barang di Pelabuhan Bawean.

Hilangnya barang bisa saja karena pemiliknya sendiri yang kurang tanggap atas hak miliknya. Semestinya pemilik barang menjaga dan mengenal barang bawaannya. "Jangan asal menaruh barang, sehingga bila terjadi kehilangan tidak ada yang mau bertanggungjawab,"paparnya.

Lebih lanjut H. Abdurrahman berjanji akan mengawasi sepenuhnya kinerja bongkar muat di Pelabuhan Bawean. Termasuk melakukan pemantauan untuk segera mengungkap pelakunya. (bst)

Setelah Ada Korban, Pelabuhan Dijaga Ketat


Setelah memakan korban, Syahbandar Bawean memperketat penjagaan pintu masuk pelabuhan.Kini hanya yang berkepentingan yang bisa masuk ke dermaga. andar Bawean memperketat penjagaan pintu masuk. "Hanya yang berlayar saja yang boleh masuk kedalam dermaga,"tegas Ilal petugas Syahbandar Bawean.

Kebijakan ini menyusul adanya seorang perempuan terjatuh ke laut saat di dermaga. Beruntung perempuan tersebut segera mendapat pertolongan sehingga nyawanya terselamatkan. Peristiwa ini bisa terulang bila pemangku kepentingan dipelabuhan tak mengambil tindakan tegas.

Kebijakan ini sebenarnya terlambat. Karena sebelumnya banyak komplain dari penumpang. Sejumlah barang bawaannya, hilang. Salah satu penyebabnya lalu lalang orang di dermaga tidak terkontrol. (bst)

Masyarakat Minta Gapura Pelabuhan Bawean Dirobohkan


Gapura pintu masuk pelabuhan Pulau Bawean yang nyaris ambruk belum juga mendapat menanganan semestinya. Hal ini membuat khawatir banyak orang yang keluar masuk di pelabuhan.

"Sebaiknya dirobohkan saja demi menjaga keselamatan,"kata Petugas ASDP di Pulau Bawean, Suhaimi.

Sementara gapura ditopang kayu penyanggah agar tetap berdiri. Namun tetap saja banyak orang kurang nyaman. Kekuatan dari penyanggah tersebut diragukan.

Lutfil Manar kepala UPT Perhubungan Bawean mengatakan belum berani merobohkan bangunan gapura yang ambruk, alasannya belum ada perintah dari atasan di Gresik. "Jika ada perintah, pasti dirobohkan,"ujarnya.

UPT Perhubungan Bawean mengaku menambah kayu penyanggah untuk memperkokohnya. Dia menjamin kayu penyanggah tersebut kuat. "Tidak bakal roboh, selain ada penyanggah beban diatasnya sudah diturunkan, seperti genteng,” katanya.

Pihak UPT mengalami kondisi yang dilema dalam mengambil keputusan. Status pelabuhan tempat bersandarnya KMP Gili Iyang ini dibawah naungan dinas propinsi. Sedangkan dinas kabupaten hanya pengelolaan saja. (bst)

Terminal Pelabuhan Bawean Belum Difungsikan


Terminal Pelabuhan Bawean belum juga difungsikan sebagaimana mestinya. Padahal revitalisasi telah selesai dikerjakan. Saat ini penumpang kapal sangat membutuhkan pelayanan seperti toilet ataupun menunggu saat keberangkatan dan kedatangan kapal.

Suhaimi petugas PT ASDP di Pulau Bawean mengatakan terminal penumpang sangat dibutuhkan untuk pelayanan. "Tapi sampai sekarang belum dibuka,"katanya.

Semestinya pihak UPT Perhubungan Bawean melakukan koordinasi agar segera terminal bisa segera difungsikan. Sementara ini pihak ASDP melakukan aktifitas penjualan tiket diluar gedung terminal.

Lutfil Manar Kepala UPT Perhubungan Bawean membenarkan terminal penumpang belum ditempati. Alasannya belum ada serah terima dari pihak rekanan proyek kepada pihaknya selaku pengelola."Sampai sekarang belum diserahkan, padahal sudah hampir 6 bulan lamanya,"pungkasnya. (bst)

Terminal Pelabuhan Gresik Dikeluhkan


Pelayanan di terminal Pelabuhan Gresik kembali dikeluhkan penumpang kapal. Persoalannya saat kedatangan kapal dari Pulau Bawean sampai di Pelabuhan Gresik ternyata terminal tidak dibuka dan pintunya terkunci.

Farhan mengaku kecewa atas pelayanan penumpang di Pelabuhan Gresik. "Semestinya terminal dibuka, bukan dikunci rapat-rapat saat penumpang sudah sampai di Gresik,"katanya.

Tentunya mereka membutuhkan pelayanan ruang tunggu untuk dijemput ataupun keperluan ke toilet sehubungan sudah berlayar selama 3 jam.

Menurutnya kasihan melihat penumpang seperti kemarin (sabtu, 23/7) pingin pergi ke toilet ternyata pintu terminal di kunci. "Fungsi terminal penumpang untuk dipergunakan saat ada keberangkatan ataupun kedatangan kapal,"pungkasnya. (bst)

Keluhan Pengusaha di Pulau Bawean


Penerapan peraturan menteri perhubungan RI PM Nomor 23 tahun 2012 meresahkan kalangan pengusaha di Pulau Bawean. Aturan yang melarang KMP Gili Iyang mengangkut barang curah dinilai menghambat laju ekonomi daerah. “Penerapan aturan tersebut akan menciptakan ongkos ekonomi tinggi,” kata ketua Gabungan Pedagang Bawean (GPB), Ir. H. Syariful Mizan.

Semestinya aturan tentang pengangkutan KMP Gili Iyang diterapkan sejak awal beroperasinya. Sehingga tidak merusak denyut ekonomi yang telah berjalan. “Kami telah merasakan banyak manfaat dan efisiensi telah tercipta dengan adanya KMP Gili Iyang,” katanya.

Ini lantaran jadwal keberangkatan kapal sudah pasti tidak menunggu lama. Selain itu barang yang diangkutnya diasuransikan, serta ongkos barang juga hampir sama dengan perahu motor.

"Jika aturan barang yang dimuat harus menggunakan kendaraan, dipastikan pemilik barang tidak akan mampu,"terangnya.

Hal senada diungkapkan Beny Faza pemilik toko bangunan olleh naber di Tambak, menyatakan aturan tidak boleh memuat barang tanpa kendaraan telah merugikan kepada pengusaha di Pulau Bawean.

Apalagi beberapa kali kejadian barang yang dimuat KLM tenggelam tanpa ada ganti rugi sehubungan tidak ada asuransinya.

Sesuai aturan baru terkait pengangkutan barang, KMP Gili Iyang mengeluarkan pemberitahuan bahwa mulai 20 Juli 2016 tidak memuat barang curah yang diturunkan dari kendaraan, pengangkutan barang diharuskan menggunakan kendaraan. (bst)

Jadwal Terbang Diminta Segera Ditambah


Animo masyarakat Pulau Bawean menggunakan memanfaatkan jasa transportasi udara sangat tinggi. Ini dibuktikan dengtan penuhnya slot kursi penumpang pada jadwal penerbangan tambahan saat lebaran.

Kepala Unit Penyelenggaraan Bandara Kelas III Trunojoyo Wahyu Siswono membenarkan pemerintah merespon animo ini dengan upaya menambahan jadwal penerbangan. Saat ini masih diusahakan adanya penambahan frekuensi penerbangan sebanyak 3 kali dalam seminggu. "Kemarin saja waktu penambahan untuk lebaran, penumpang tujuan Bawean penuh,"katanya.

Sebagai pengelola bandara Harun Thohir, pihaknya berharap agar pemerintah pusat menyetujui dengan menggunakan sisa anggaran yang ada.

Disinggung soal perpanjangan run way, Wahyu Siswono mengaku sudah menyerahkan master plan dalam bentuk draf kepada pemerintah Kabupaten Gresik. "Sambil berjalan, pihak pengelola menyelesaikan master plan, sedangkan pemerintah daerah harapannya bisa segera menyelesaikan pembebasan lahan,"terangnya.

Merespon tingginya harapan masyarakat Pulau Bawean untuk menggunakan transportasi udara, Mazlan Mansur asal Pulau Bawean yang kini menjadi anggota DPRD kota Surabaya berharap agar frekuensi penerbangan ditambah karena pemintaan warga Pulau Bawean.

Selain itu, politisi dari PKB berharap agar perpanjangan run way segera direalisasikan agar pesawat terbang yang melayaninya bisa membuat penumpang dengan kapasitas lebih banyak lagi.

Mazlan optimis dengan penambahan frekuensi penerbangan ataupun perpanjangan run way akan memperoleh respon tinggi dari warga Bawean sehubungan transportasi udara termasuk solusi saat jalur laut terputus. Selain itu juga menunjang kemajuan perekonomian tahan kelahirannya, termasuk kemajuan sektor pariwisata. (bst)

Pengusaha KLM Protes KMP Gili Iyang



Sejumlah pemilik perahu motor melakukan protes dengan menyurati Syahbandar Bawean. Ada sebanyak 8 pemilik KLM yang menandatangi surat akibat dirugikan tindakan KMP Gili Iyang. Kapal plat merah ini telah mengangkut barang-barang yang tak dimuat dengan kendaraan. Otomatis, tindakan ini menggerus lahan parahu motor.

Merespon adanya surat, Rudy Susanto Kepala kantor UPP Bawean langsung mengirim tembusan kepada KUPP Lamongan dan KSOP Gresik.

Sesuai peraturan menteri perhubungan RI PM Nomor 23 tahun 2012, kapal sejenis roro seperti KMP Gili Iyang tidak diperbolehkan mengangkut barang tanpa diangkut kendaraan pengangkutan,"katanya.

Sebagai abdi negara yang baik, Rudy Susanto mengaku menerapkan aturan sesuai peraturan yang dikeluarkan menteri merupakan kewajiban. "Jika dilanggar maka menabrak aturan yang ada,"tegasnya.

Ketegasan KUPP Lamongan mulai diterapkan kemarin di Pelabuhan Paciran, sehingga banyak muatan yang sudah berada didalam kapal diminta oleh petugas agar diturunkan.

Terkait dengan barang yang sudah terlanjur diangkut, Suhaimi petugas PT. ASDP di Pulau Bawean meminta agar memberikan kebijakan pengecualian. "Untuk kedepannya, pihak kapal akan merapatkan bersama untuk mencari solusi terbaik soal pengangkutan barang di kapal Gili Iyang,"pungkas Suhaemi. (bst)

Sanitasi Terminal Pelabuhan Gresik Terlihat Kotor




Fasilitas sanitasi (MCK) di terminal penumpang Pelabuhan Gresik dikeluhkan. Sejumlah penumpang mangaku kecewa karena kondisinya tak layak.

Ketua Umum Persatuan Saudagar Bawean (PSB) Asy'ari mengatakan kondisi MCK di terminal penumpang Pelabuhan Gresik terlihat kotor dan menjijikkan. "Semestinya pelayanan fasilitas sanitasi untuk penumpang harus bersih demi kenyamanan kepada penumpang,"katanya.

Jika pemandangan seperti ini dilihat oleh Iganisius Jonan (menteri perhubungan RI) bisa mengancam pimpinannya dicopot. "Apalagi kebersihan merupakan atensi khusus dari beliau,"ujarnya.

Sebagai warga yang ingin memanfaatkan fasilitas yang ada, kontraktor asal Pulau Bawean menetap di Gresik mengaku kecewa berat. "Semoga adanya kritikan ini bisa memperbaiki pelayanan fasilitas di terminal Pelabuhan Gresik,"harapnya. (bst)

Barang Tak Bertuan Menumpuk di Pelabuhan



Bagi penumpang kapal hendaknya memperhatikan bawang bawaan. Banyak kejadian barang bawaan penumpang tertukar. “Sebagian penumpang lupa dengan barang bawaannya,” kata Kepala cabang PT Pelayaran SIM Bawean, Fahrur Razi, Rabu (29/6).

Persoalan barang bawaan penumpang ini seolah tidak ada akhirnya. Ada saja penumpang yang kehilangan barang bawaan. Ini disebabkan pemilik barang merasa kurang perhatian terhadap barang yang dibawanya.

"Semestinya sebelum turun dari atas kapal, ditunjukkan dahulu kepada portir yang membawanya sehingga tidak hilang,"kata Fahrur.

Penyebab lainnya pemilik barang tidak memberikan tulisan nama dan alamat lengkap atau tanda khusus yang tertera. "Banyak barang milik penumpang yang belum diambil di kantor. Bingung juga sebab kerdus tidak ada nama dan alamatnya,"ujarnya.

Hal senada disampaikan Suhaimi petugas PT. ASDP Indonesia (Persero) di Bawean. Penumpang kehilangan barang disebabkan kurang perhatian. Padahal jumlah barang dalam kapal sangat banyak sekali, sehingga mudah tertukar ataupun terbawa kepada penumpang lainnya.

Solusi agar barang tidak hilang, barang diberi nama dan alamat. Sehingga mudah dikembalikan kepada pemiliknya. (bst)

Hindari Calo Tiket, Pelabuhan Bawean Periksa Identitas




Maraknya aksi percaloan tiket membuat manajemen Pelabuhan Bawean memperketat jalur masuk menuju kapal. Peraturan yang baru, nama pada tiket penumpang harus sesuai dengan nama yang ada di kartu identitas. Jika tidak sama, maka penumpang bakal ditolak masuk ke dalam kapal dan diminta memperbaiki di agen penjualan tiket.

Kepala Cabang PT Pelayaran SIM Bawean Fahrur Razi mengatakan calon penumpang diwajibkan untuk menunjukkan identitas ketika membeli tiket. “Tujuannya agar nama tercantum di tiket sesuai identitas penumpang,”katanya.

Dikatakan, aturan ini sebenarnya sudah diberlakukan di Pelabuhan Gresik. Sehingga, Pelabuhan Bawean diminta juga memberlakukan peraturan yang sama. “Kami hanya menjalankan perintah sesuai dengan aturan yang ada di Pelabuhan Gresik,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Bawean Rudi Susanto membenarkan adanya pemberlakuan peraturan nama tiket sesuai identitas diri calon penumpang. “Jika tidak sesuai, maka petugas akan melarang masuk Pelabuhan,”katanya.

Menurut dia, peraturan ini diberlakukan untuk penertiban administrasi penumpang. “Agar data manifes penumpang sama dengan identitas, maka petugas melakukan pemeriksaan di pintu masuk dengan mencocokkan nama tiket dengan identitas diri,”terangnya.

Selain itu, penertiban nama sesuai identitas untuk menghindari praktek calo yang seringkali meresahkan calon penumpang kapal. Melalui penertiban ini diharapkan membuat nyaman kepada seluruh pengguna pelayanan di Pelabuhan Pulau Bawean. “Silahkan perbaiki dulu nama sesuaikan identitas diri,”kata petugas sambil mengembalikan tiket dan identitas kepada calon penumpang yang ditolak masuk. (bst)

Memperkokoh Pelabuhan, UPP Bangun Penahan Gelombang



Ramainya kapal laut yang bersandar di Pelabuhan Bawean mendapat perhatian dari otoritas kepelabuhanan. Terbukti, melalui Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Bawean, pemerintah pusat memberikan anggaran untuk memperbaiki infrastruktur pelabuhan. Pembangunan tersebut terdiri dari tempat parkir dan dinding penahan gelombang di sisi barat dermaga Pulau Bawean.

Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Bawean Rudi Susanto mengatakan pembangunan sisi samping dermaga Bawean tujuannya untuk memperkokoh bangunan yang ada. “Untuk kenyamanan kepada warga Bawean, Pelabuhan Bawean akan terus berbenah memperbaiki infrastruktur yang ada,” katanya.

Menurut dia, pembangunan penahan gelombang ini bakal menghabiskan anggaran Rp 8 Milyar. Anggaran tersebut berasal dari APBN pusat. “Tujuannya sebagai penahan gelombang untuk kekokohan dermaga yang ada,” ungkap dia.

Lebih lanjut Rudi Susanto mengatakan rencananya pelabuhan Bawaan untuk bagian depan akan didesain lebih dekat dengan kapal. Sehingga, penumpang ataupun orang yang mengantarkan tidak terlalu jauh menuju kapal.

”Selama ini masyarakat Pulau Bawean sudah menikmati fasilitas pelabuhan secara nyaman tanpa ada keluhan berkat kerjasama seluruh pihak,” pungkasnya. (bst)

Konser Dangdut Tertunda, Jamaah Haji Tertahan


GELOMBANG laut tinggi kembali terjadi di laut Jawa. Gelombang laut dengan ketinggian 3 meter ini membuat pelayaran kapal Express Bahari 8E dari Gresik tujuan Pulau Bawean, Minggu (11/10) ditunda.

Terhentinya moda tranportasi ini berpengaruh pada sejumlah kepentingan masyarakat. Misalnya saja konser dangdut Palapa yang harus dijadwal ulang. Lantaran rombongan artis dan musisinya tak bisa menyeberang ke Bawean. Begitu pula dengan rombongan haji harus menunggu ombak reda agar bisa pulang kampung.

Afandi, tuan rumah konser dangdut Palapa di Pulau Bawean membenarkan adanya penundaan disebabkan kapal dari Gresik tidak berangkat. “Jika ada kapal dari Gresik berangkat, malam hari konser dangdut akan digelar di desa Patarselamat Sangkapura,”ujarnya.

Jamaah haji asal Bawean sebenarnya sudah ada di Gresik. Mereka gagal pulang ke kampung. Padahal keluarga dan warga sudah bersiap-siap menjemputnya di Pelabuhan Bawean.

Kepala PT. Pelayaran SIM Cabang Gresik Reven Putra membenarkan kapal tidak berangkat sehubungan kondisi gelombang tinggi sampai 3 meter di laut jawa. Rencananya hari ini, Senin, 12/10), kapal Express Bahari 8E berangkat PP Gresik - Pulau Bawean. (bst)

Pelayaran Lancar, Harga BBM Kembali Normal



Terputusnya jalur laut yang menghubungkan antara Gresik daratan dengan Pulau Bawean berakhir. Ini setelah Kantor Ksyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) mengizinkan Kapal Express Bahari kembali berlayar. Selain transportasi penumpang, pengiriman BBM ke Bawean juga kembali normal.

Pelayaran Gresik menuju Bawean telah terputus sejak enam hari terakhir. Karuan, pada pelayaran perdana ini puluhan penumpang menumpuk di Pelabuhan Gresik. Dari data yang ada, jumlah penumpang mencapai 390 orang dan yang berangkat menggunakan KM Gili Iyang di Paciran mencapai 100 orang.

Kepala PT Pelayaran SIM Cabang Gresik Reven Putra mengatakan kapal keberangkatan pertama berangkat dari Gresik-Bawean. “Setelah itu, dilanjutkan dengan keberangkatan kedua dari Bawean menuju Gresik,” ujarnya, kemarin.

Turut serta dalam keberangkatan pertama rombongan KH. Raden Moh. Kholil As’ad (Pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo Situbondo) dalam rangka silaturrahimi dan tabligh akbar di Pulau Bawean.

Sementara itu, dibukanya kembali jalur pelayaran Gresik-Bawean membuat Kapal pengangkut BBM jenis premium kembali bisa berlayar. Sehingga, kelangkaan bensin yang selama ini terjadi bisa kembali normal dengan harga Rp 9,5 ribu perliter. (bst)

Budaya Ngater-Ngateraken Masih Eksis di Bawean

Media Bawean, 29 September 2015



Tradisi mengantarkan orang yang hendak berlayar atau sebaliknya masih terus dilestarikan masyarakat Pulau Bawean. Terbukti, setiap kali ada jadwal kapal berlayar, Pelabuhan Bawean selalu dipenuhi warga yang mengantarkan sanak saudaranya.

Kepala UPP Bawean Rudy Susanto mengatakan setiap ada jadwal kapal berlayar, selalunya dipadati warga menghantarkan sampai di Pelabuhan Bawean. Untuk mengatasi kepadatan penghantar yang sering kali membludak di Pelabuhan Bawean, pihaknya sudah menyediakan lahan parkir yang sangat luas untuk roda empat dan sepeda motor. “Ini sudah jadi tradisi, jadi kami fasilitasi saja,”ujarnya, kemarin.

Menurutnya, tradisi mengantarkan sampai pelabuhan ataupun menjemput yang datang termasuk bukti rasa persaudaraan warga masih tinggi.”“Sebagai petugas siap memfasilitasi kebutuhan masyarakat Pulau Bawean, termasuk turut serta mendukung tradisi menghantarkan atau menjemput orang berlayar agar tetap eksis,”paparnya.

Di tempat terpisah, Budayawan Bawean, Cuk Sugrito mengatakan tradisi mengantarkan atau menjemput orang datang berlayar termasuk budaya turun temurun yang masih tetap eksis sampai sekarang. “Warga kompak menghantarkan saudara atau temannya berlayar sampai ke Pelabuhan Bawean. Sebagai wujud rasa persaudaraan antar sesama warga,” jelasnya.

Sebelum ada mobil, mereka berjalan kaki menuju pelabuhan. Menariknya sampai di Pelabuhan, diadakan makan bersama. Kemudian isak tangis terkadang terjadi melepas kepergian orang yang dihantarkan berlayar. “Biasanya orang yang akan berlayar menyediakan mobil, sehingga warga bisa ikut gratis tanpa mengongkos”ujarnya. (bst)

Ditipu Calo, Pemuda Sampang Terdampar Di Bawean

Media Bawean, 14 September 2015


Nasib sial dialami Wefir, 36, warga Kabupaten Sampang, Madura. Lantaran ditipu calo, pemuda ini harus terdampar di Pulau Bawean. Selain itu, lantaran bekal yang dibawanya telah habis, ia tidak bisa balik ke Gresik maupun Surabaya.

Wefir sebenarnya hendak berlayar menuju Pontianak. Namun ternyata kapal leuser yang ditumpanginya hendak ke Kumai. Akhirnya, ia memutuskan turun di Pelabuhan Bawean agar tidak terlalu jauh.

Menurut Wefir, dirinya terdampar di Bawean lantaran ditipu calo yang menjual tiket di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. “Saya diarahkan naik kapal ini, padahal tujuannya Pelabuhan Kumai,” ujarnya, kemarin.

Dikatakan, tujuannya berlayar ke Pontianak karena akan bekerja sebagai buruh di Perkebunan Sawit. “Sekarang saya tidak punya uang untuk kembali ke Gresik, adanya cuma Rp. 100 ribu dari harga tiket Rp. 150 ribu,”katanya.

Sementara itu, Hanafi petugas Syahbandar Bawean menjamin bakal membantu Wefir agar bisa kembali ke Gresik. “Soal tiket jangan dipikirkan yang terpenting bisa pulang sekarang,” paparnya.

Ia menambahkan, nanti Wefir bakal dititipkan kapal natuna express yang berlayar menuju Pelabuhan Gresik. “Kasihan, dia tidak punya uang untuk balik,” pungkas dia. (bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean