Media Bawean, 12 Agustus 2008
Sumber Detik Surabaya
Dispen Armatim - detikSurabaya
Surabaya - Koarmatin terjun langsung dalam pencarian kecelakaan dua kapal motor (KM) Palangkaraya dan KM Hidayah yang mengalami kecelakaan beberapa hari lalu. Dengan melibatkan satu pesawat patroli maritim dan satu kapal perang jenis Van Speijk-KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355.
Pihak Koarmatim sengaja membantu pencarian korban hilang di sekitar Perairan Bawean dan KM Hidayah yang mengalami kecelakaan di sekitar 3 mil selatan Pulau Kerayaan, Kalsel, Selasa (12/8/2008).
Ombak besar mencapai 3 meter serta adanya badai diduga menjadi penyebab KM Palangkaraya yang berlayar dari Pelabuhan Gresik menuju Pelabuhan Sangkapura, Bawean tenggelam.
Terjangan ombang tersebut mengakibatkan kapal miring dan akhirnya tenggelam. Saat kapal miring, para penumpang mengambil pelampung untuk menyelamatkan diri. Namun karena jumlahnya terbatas, maka tidak semua penumpang mendapatkan pelampung.
Akibat kecelakaan ini, seorang penumpang warga Sangkapura meninggal dunia. Sedangkan 21 orang lainnya berhasil diselamatkan. Masing-masing 17 orang ke Pelabuhan Gresik sedangkan sisanya ke Pelabuhan Sangkapura. Sedangkan tiga orang lainnya hilang yakni Santoso (koki), Rudi (Juru Mudi) dan seorang penumpang yang belum diketahui identitasnya.
Sesuai manivest, KM Palangkaraya yang dinahkodai oleh Djaelani Fauzi itu mengangkut 10 ton sembako, 80 ton semen, 40 ton pupuk, 49 ton beras, 23 sepeda motor dan dua buah mobil. Barang-barang itu ikut hanyut dan tenggelam tertelan ombak di laut.
Tentang jumlah penumpang, hingga kini belum diketahui secara pasti. Sebab, penumpang tidak terdaftar dalam manivest. Jika sebelumnya ada yang menyebutkan 24 orang bersama ABK, ada pula yang menyebutkan 30 orang bersama ABK.
Sementara KM Hidayah mengalami kecelakaan yang diakibatkan oleh ombak besar. Akibat hantaman ombak yang tingginya mencapai 4 meter tersebut, bagian samping KM Hidayah mengalami kebocoran dan tenggelam pada posisi sekitar 3 mil selatan Pulau Kerayan, Kalsel.
Dari 9 orang ABK KM Hidayah, 7 ABK berhasil menyelamatkan diri, sementara dua oranglainnya, masing-masing Iwan (17) asal Bone, Sulsel dan Ferdi (19) asal Flores, NTT hilang.
Untuk mencari korban hilang pada kedua kecelakaan laut itu, KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmatim yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Wolter Robert Tapangan akan menyisir Perairan Utara Gresik dan Madura hingga ke Perairan Kalimantan Selatan. Dalam proses pencarian itu, satu pesawat patroli maritim dari Wing Udara Koarmatim akan membantu proses pencarian
dari udara. (penarmatim@yahoo.com)(fat/fat)
Sumber Detik Surabaya
Dispen Armatim - detikSurabaya
Surabaya - Koarmatin terjun langsung dalam pencarian kecelakaan dua kapal motor (KM) Palangkaraya dan KM Hidayah yang mengalami kecelakaan beberapa hari lalu. Dengan melibatkan satu pesawat patroli maritim dan satu kapal perang jenis Van Speijk-KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355.
Pihak Koarmatim sengaja membantu pencarian korban hilang di sekitar Perairan Bawean dan KM Hidayah yang mengalami kecelakaan di sekitar 3 mil selatan Pulau Kerayaan, Kalsel, Selasa (12/8/2008).
Ombak besar mencapai 3 meter serta adanya badai diduga menjadi penyebab KM Palangkaraya yang berlayar dari Pelabuhan Gresik menuju Pelabuhan Sangkapura, Bawean tenggelam.
Terjangan ombang tersebut mengakibatkan kapal miring dan akhirnya tenggelam. Saat kapal miring, para penumpang mengambil pelampung untuk menyelamatkan diri. Namun karena jumlahnya terbatas, maka tidak semua penumpang mendapatkan pelampung.
Akibat kecelakaan ini, seorang penumpang warga Sangkapura meninggal dunia. Sedangkan 21 orang lainnya berhasil diselamatkan. Masing-masing 17 orang ke Pelabuhan Gresik sedangkan sisanya ke Pelabuhan Sangkapura. Sedangkan tiga orang lainnya hilang yakni Santoso (koki), Rudi (Juru Mudi) dan seorang penumpang yang belum diketahui identitasnya.
Sesuai manivest, KM Palangkaraya yang dinahkodai oleh Djaelani Fauzi itu mengangkut 10 ton sembako, 80 ton semen, 40 ton pupuk, 49 ton beras, 23 sepeda motor dan dua buah mobil. Barang-barang itu ikut hanyut dan tenggelam tertelan ombak di laut.
Tentang jumlah penumpang, hingga kini belum diketahui secara pasti. Sebab, penumpang tidak terdaftar dalam manivest. Jika sebelumnya ada yang menyebutkan 24 orang bersama ABK, ada pula yang menyebutkan 30 orang bersama ABK.
Sementara KM Hidayah mengalami kecelakaan yang diakibatkan oleh ombak besar. Akibat hantaman ombak yang tingginya mencapai 4 meter tersebut, bagian samping KM Hidayah mengalami kebocoran dan tenggelam pada posisi sekitar 3 mil selatan Pulau Kerayan, Kalsel.
Dari 9 orang ABK KM Hidayah, 7 ABK berhasil menyelamatkan diri, sementara dua oranglainnya, masing-masing Iwan (17) asal Bone, Sulsel dan Ferdi (19) asal Flores, NTT hilang.
Untuk mencari korban hilang pada kedua kecelakaan laut itu, KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmatim yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Wolter Robert Tapangan akan menyisir Perairan Utara Gresik dan Madura hingga ke Perairan Kalimantan Selatan. Dalam proses pencarian itu, satu pesawat patroli maritim dari Wing Udara Koarmatim akan membantu proses pencarian
dari udara. (penarmatim@yahoo.com)(fat/fat)


Posting Komentar