Media Bawean, 7 Maret 2010
Apakah bersedia bila pemerintah meminta penduduk di Pulau Gili dipindahkan ke daerah lebih aman? "Saya bersama penduduk di Pulau Gili bila diminta pindah, tidak mau. Sebab Pulau Gili adalah tumpa darah dan tidak akan lari dari Pulauku tercinta," jawabnya.
"Ketakutan warga Gili adalah abrasi, seharusnya pemerintah peduli dan memikirkan kondisi Pulau Gili sehingga terselamatkan dari ancaman mengikisnya air laut ke daratan. Buktinya satu lapangan sudah hilang ditelan air laut, tapi sampai sekarang belum ada solusi terbaik untuk melakukan antisipasi, akhirnya Pulau Gili akan hilang dari permukaan tertutup air," ujarnya.
"Jumlah penduduk di Pulau Gili semakin padat, sekarang hampir 1500 jiwa penduduknya, tetapi daratannya setiap tahun semakin mengecil," paparnya.
Apakah pernah dilakukan penelitian tentang abrasi di Pulau Gili? "Selama ini belum pernah, sehingga tidak diketahui kapan pulau Gili akan hilang ataupun bagaimana solusi terbaik untuk melakukan menanggulangi abrasi. Warga sebatas kerja sendiri dengan menumpuk batu karang disekelilingnya, itupun masih tetap saja terkikis oleh laut," jelas Tikam.
Dilihat dari pembangunan infrastruktur di Pulau Gili menurut pengakuan Tikam, wujud bangunan pemerintah hanya gedung sekolah. Sedangkan wujud bangunan lainnya nyaris tidak ada, pernah direncanakan dibangunan dermaga tapi sampai sekarang belum terwujud.
Jalan lingkungan tidak tergarap oleh pemerintah, sehingga jalan berpasir saja. Termasuk pelayanan kesehatan tidak ada, "Alhamdulillah selama ini orang sakit di Pulau Gili sangat sedikit, kemungkinan do'a warga Pulau Gili diterima oleh Allah SWT. sehubungan dengan tidak adanya tenaga kesehatan," ungkap Tikam dengan senyuman. (bst)
"Ketakutan warga Gili adalah abrasi, seharusnya pemerintah peduli dan memikirkan kondisi Pulau Gili sehingga terselamatkan dari ancaman mengikisnya air laut ke daratan. Buktinya satu lapangan sudah hilang ditelan air laut, tapi sampai sekarang belum ada solusi terbaik untuk melakukan antisipasi, akhirnya Pulau Gili akan hilang dari permukaan tertutup air," ujarnya.
"Jumlah penduduk di Pulau Gili semakin padat, sekarang hampir 1500 jiwa penduduknya, tetapi daratannya setiap tahun semakin mengecil," paparnya.
Apakah pernah dilakukan penelitian tentang abrasi di Pulau Gili? "Selama ini belum pernah, sehingga tidak diketahui kapan pulau Gili akan hilang ataupun bagaimana solusi terbaik untuk melakukan menanggulangi abrasi. Warga sebatas kerja sendiri dengan menumpuk batu karang disekelilingnya, itupun masih tetap saja terkikis oleh laut," jelas Tikam.
Dilihat dari pembangunan infrastruktur di Pulau Gili menurut pengakuan Tikam, wujud bangunan pemerintah hanya gedung sekolah. Sedangkan wujud bangunan lainnya nyaris tidak ada, pernah direncanakan dibangunan dermaga tapi sampai sekarang belum terwujud.
Jalan lingkungan tidak tergarap oleh pemerintah, sehingga jalan berpasir saja. Termasuk pelayanan kesehatan tidak ada, "Alhamdulillah selama ini orang sakit di Pulau Gili sangat sedikit, kemungkinan do'a warga Pulau Gili diterima oleh Allah SWT. sehubungan dengan tidak adanya tenaga kesehatan," ungkap Tikam dengan senyuman. (bst)
Posting Komentar