Media Bawean, 11 Desember 2011
GRESIK I SURYA Online - Sekitar 200 kasus tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Pulau Bawean, Gresik, tidak terlayani oleh Pemkab Gresik, sehingga Komisi D DPRD Kabupaten Gresik membentuk Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Cabang Bawean, Minggu (11/12/2011).
“Kasus terbanyak di Pulau Bawean adalah yang tidak ditangani diantaranya kasus KDRT, Trafficking, Anak Berhadapan Hukum (ABH), Kekerasan pada anak,” ujar Chumaidi Ma’un, Ketua Komisi D DPRD Gresik kepada wartawan.
Dengan dibuatkannya cabang P2TP2A, warga Pulau Bawean dapat mengadukan permasalahan keluarga secara langsung, sehingga dapat mendapatkan pelayanan dan pendampingan saat mengalami permasalahan keluarga.
“Kami membawa anak dibawah umur 17 tahun dari Bawean yang menjadi korban KDRT untuk dibawa ke Rumah Aman P2TP2A,” imbuh Chumaidi
P2TP2A dibentuk untuk melayani masyarakat terutama perempuan dan anak korban tindak kekerasan, sehingga mendapatkan kesetaraan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu juga mendapat pembelaan baik melalui jalur hukum maupun non hukum akan dilakukan dengan harapan akan menjadi sebuah tindakan aksi bagi masyarakat Bawean.
Sumber : SURYA
Sumber : SURYA