Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
adsbybawean
Home » » Amdal Udara Mandek di Provinsi
Gresik Ingin Segera Beroperasi

Amdal Udara Mandek di Provinsi
Gresik Ingin Segera Beroperasi

Posted by Media Bawean on Jumat, 12 Juni 2015

Media Bawean, 12 Juni 2015

Banyak pihak yang mendesak agar Lapangan Terbang (Lapter) Bawean segera beroperasi. Bupati Sambari Halim juga menyatakan sangat ingin lapter itu bisa mulai beroperasi sebelum Lebaran ini. Namun, keinginan tersebut terkendala dokumen amdal udara yang sudah sembilan tahun mandek di Pemprov Jatim.

Pemkab Gresik sudah mengirim dokumen amdal udara itu ke Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemrov Jatim pada 2006. Sembilan tahun sudah berlalu. Dokumen prasyarat operasional lapter tersebut belum juga ditandantangani.

’’Saya sudah kontak Gus Ipul (Wagub Syaifullah Yusuf, Red) dan Ketua DPRD Jatim untuk mendorong keluarnya amdal,’’ tutur Sambari saat melihat kondisi Lapter Bawean di Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Selasa (9/6).

Sambari didampingi Wabup Moh. Qosim, Kepala Dishub Gresik Andhy H. Wijaya, dan beberapa pejabat terkait lapter itu. Semula, mereka berencana bertemu Gus Ipul di lokasi lapter. Namun, Gus Ipul ternyata batal datang karena masih berada di Jakarta.

Sambari pun memilih melapor lewat telepon. Laporan tersebut menyangkut kondisi fisik lapter itu. Misalnya, landasan pacu ( sepanjang 930 meter dan lebar 23 meter sudah siap digunakan maupun pesawat jenis.

Karena itulah, ucap dia, Lapter Bawean sebenarnya bisa dioperasikan sebelum Lebaran tahun ini. Mudik ke Bawean dengan jalur udara bisa dimulai. ’’Setiap hari, ada 250 TKI dari Malaysia dan Singapura ke Pulau Bawean,’’ tegasnya.

Mengapa tahun ini? Sambari menjelaskan, masyarakat sudah lama menunggu Lapter Bawean beroperasi. Apalagi, pada bulanbulan seperti ini, ombak laut tergolong besar, yakni sampai 3 meteran.

Wabup Qosim mengungkapkan bahwa 1,7 juta warga Gresik berharap pemerintah pusat dan Provinsi Jatim segera meresmikan Lapter Bawean. ’’Pengoperasian lapter serta hambatan komunikasi dan transportasi bisa teratasi,’’ terangnya.

Sebelumnya diberitakan, Staf Bandara Udara Trunojoyo, Sumenep, Madura, Dwi Puji Santoso berpendapat bahwa Lapter Bawean secara teknis sudah siap dioperasikan. ’’Hanya perlu sedikit perbaikan,’’ jelasnya yang juga berkunjung ke Lapter Bawean pada Selasa (9/6). Lapter Bawean direncanakan masih menginduk ke UPT Bandara Trunojoyo.

’’Untuk pesawat jenis dengan 12 penumpang, sudah cukup,’’ tuturnya. Peralatan teknis seperti navigasi dan X- sudah berada di Jatim. ’’Tinggal menggeser ke sini (Pulau Bawean) bila izin operasional kelar,’’ ujarnya. Pemasangan navigasi juga tidak membutuhkan waktu lama.

Andhy H. Wijaya menjelaskan, sembilan tahun lalu pemkab mengajukan amdal udara lapter ke BLH Jatim. ’’Kami baru tahu beberapa bulan ini ketika mengurus izin operasional ke Kementerian Perhubungan di Jakarta,’’ katanya. Permohonan itu ditolak karena amdal udara belum ditandatangani.

Dia menyatakan, dalam pengajuan izin operasional, Kemenhub meminta dan amdal udara. ’’ tidak masalah. Amdal udara belum klir karena belum ada tanda tangan BLH Jatim,’’ ucapnya. (yad/c20/roz)

SHARE :
 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean