Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
adsbybawean

PANGGILAN GHOIB PENGADILAN AGAMA BAWEAN

PENGUMUMAN PANGGILAN GHOIB

(Panggilan yang tidak diketahui lagi alamatnya yang jelas di seluruh wilayah Republik Indonesia)

Berhubung Tergugat tidak diketahui lagi alamatnya maka sesuai dengan Pasal 27 PP Nomor 9 Tahun 1975, panggilan ini disampaikan melalui Media Bawean. Yang namanya tercantum di bawah ini sebagai Tergugat, supaya datang di muka persidangan Pengadilan Agama Bawean di Sangkapura Kabupaten Gresik Jawa Timur, pada hari seperti yang tercantum pada hari dan  tanggal sidang.

Selanjutnya diberitahukan kepada Tergugat bahwa yang bersangkutan  dapat mengambil salinan surat gugatan Penggugat di Kepaniteraan Pengadilan Agama Bawean, dan dapat menjawab secara lisan atau tertulis, jika jawaban itu tertulis harus ditandatangani sendiri atau oleh oleh kuasanya dan jawaban diajukan pada waktu sidang tersebut.

Oleh karena Tergugat tidak diketahui tempat tinggalnya dengan jelas di wilayah Republik Indonesia, maka panggilan ini saya laksanakan sesuai ketentuan Pasal 27 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975, melalui media massa yang ditetapkan oleh Pengadilan, yaitu mediabawean.com.

Nomor 12/Pdt.G/2026/PA.Bwn
Panwi bin Niman sebagai Pemohon
Amlah binti Masrufi sebagai Termohon
Alamat Terdahulu
Dusun Tajung Kima
Desa Kumalasa
Kecamatan Sangkapura Kabupaten Gresik
Sekarang tidak diketahui alamatnya.
Jadwal Sidang di Pengadilan Agama Bawean Selasa, 12 Mei 2026

Nomor 11/Pdt.G/2026/PA.Bwn
Saiful Muslim bin Moh. Ali sebagai Pemohon
Jamaliyah binti Jupri sebagai Termohon
Alamat Terdahulu
Dusun Pulau Gili
Desa Sidogedungbatu
Kecamatan Sangkapura Kabupaten Gresik
Sekarang tidak diketahui alamatnya.
Jadwal Sidang di Pengadilan Agama Bawean Senin, 11 Mei 2026

Nomor 6/Pdt.G/2026/PA.Bwn
Hanawiyah binti Mis'udi sebagai Penggugat
Misnawi bin Hatib sebagai Tergugat
Alamat Terdahulu
Dusun Carabaka
Desa Kepuhlegundi
Kecamatan  Tambak Kabupaten Gresik
Sekarang tidak diketahui alamatnya.
Jadwal Sidang di Pengadilan Agama Bawean Rabu, 6 Mei 2026

Nomor 1/Pdt.G/2026/PA.Bwn
Dewi Santi binti Musa sebagai Penggugat
Hairul Umam bin Yusuf sebagai Tergugat
Alamat Terdahulu
Dusun Rengkeh
Desa Kepuhlegundi
Kecamatan  Tambak Kabupaten Gresik
Sekarang tidak diketahui alamatnya.
Jadwal Sidang di Pengadilan Agama Bawean Senin, 4 Mei 2026

Nomor 142/Pdt.G/2025/PA.Bwn
Qamariyatul Kibtiyah binti Maskum sebagai Penggugat
Ahyan bin Bustam sebagai Tergugat
Alamat Terdahulu
Rumah Makan Bawean
Jalan Laksamana Bintan Indah Blok F
Kelurahan Bengkong Indah
Kecamatan  Bengkong Batam
Sekarang tidak diketahui alamatnya.
Jadwal Sidang di Pengadilan Agama Bawean : 
Rabu, 22 April 2026

Tasyakuran Swasembada Pangan, Sekda Gresik Dorong Industrialisasi Pertanian Berbasis Teknologi





Gresik, 7 Januari 2026 – Pemerintah Kabupaten Gresik terus memperkuat komitmen mendukung swasembada pangan nasional melalui penerapan teknologi dan industrialisasi pertanian. Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rahman saat menghadiri Tasyakuran Swasembada Pangan di Desa Prupuh, Kecamatan Panceng, Rabu (7/1/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan secara nasional melalui Zoom meeting bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang diikuti seluruh provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia. Di Kabupaten Gresik, kegiatan terpusat di Ruang Putri Cempo Gresik dan Desa Prupuh, Kecamatan Panceng.

Sekda Gresik menyampaikan bahwa swasembada pangan merupakan salah satu prioritas nasional yang harus didukung secara kolaboratif dari pusat hingga desa.

Menurutnya, konsep pertanian modern berbasis alat dan teknologi menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

“Beberapa negara telah berhasil memperkuat ketahanan pangan melalui industrialisasi pertanian. Ini bisa kita tiru dan kembangkan di Gresik. Pertanian tidak lagi hanya mengandalkan tenaga manual, tetapi didukung alat, teknologi, dan sistem irigasi yang berkelanjutan,” tegas Sekda.

Sekda mencontohkan penerapan irigasi perpipaan di Bawean, yang memanfaatkan Danau Kastoba dan sejumlah mata air. Program tersebut terbukti mampu meningkatkan intensitas tanam dari satu kali panen menjadi dua hingga tiga kali panen dalam setahun.

Konsep serupa, lanjutnya, juga mulai diterapkan di wilayah Gresik utara melalui irigasi perpipaan berbasis pompa, dengan sistem tandon dan pipa PE yang memiliki ketahanan jangka panjang. Teknologi ini diharapkan mampu mengatasi keterbatasan air serta meningkatkan hasil pertanian.

“Terkait hasil panen, alhamdulillah sinergi antarprogram mulai terlihat. Di wilayah ini, komoditas jagung sangat menonjol dan berpotensi dikolaborasikan dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk pengembangan agribisnis. Sinergi dari pusat hingga desa harus terus diperkuat agar program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Prupuh, Musholin, dalam sambutannya menekankan besarnya potensi jagung sebagai komoditas unggulan Desa Prupuh dan Kecamatan Panceng.

Ia menyampaikan bahwa lahan kelompok tani hutan yang kini dikelola masyarakat sangat cocok untuk pengembangan jagung sebagai penopang ketahanan pangan.

“Potensi jagung di Desa Prupuh sangat bagus. Selain tanaman pangan, kami juga mengembangkan sektor peternakan karena ketersediaan pakan yang melimpah. Ke depan, melalui KDMP, kami berencana mengembangkan peternakan sapi,” ujarnya.

Ia menambahkan, di Kecamatan Panceng saat ini terdapat lima Kelompok Tani Hutan (KTH), dengan Desa Prupuh telah memiliki lima Surat Keputusan (SK) pengelolaan usaha yang mencakup komoditas jagung, peternakan, serta tanaman pertanian lainnya.

Kegiatan tasyakuran ini juga menjadi momentum penguatan peran penyuluh pertanian. Tercatat sebanyak 57 penyuluh pertanian Kabupaten Gresik terus aktif mendampingi petani dalam rangka mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di bidang swasembada pangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Camat Panceng, Kapolsek Panceng, Danramil Panceng, Kepala Desa se-Kecamatan Panceng, Direktur Utama Pupuk Indonesia, Koordinator Penyuluh wilayah Panceng, Bungah, dan Ujungpangkah, Gapoktan Kecamatan Panceng, serta Ketua KTH Desa Prupuh.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap swasembada pangan, pemerintah melalui APBN juga menyalurkan berbagai bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) di Kabupaten Gresik. Bantuan tersebut meliputi enam unit combine harvester, 30 unit hand sprayer, 27 unit traktor roda empat, 11 unit traktor roda dua, 3 unit rice transplanter, 3 unit drone pertanian, serta satu paket irigasi perpompaan.

Seluruh bantuan ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi usaha tani, menekan biaya produksi, dan mempercepat proses tanam hingga panen.

Selain itu, pemerintah menyalurkan bantuan benih APBN sebanyak 152.525 kilogram untuk menggarap lahan seluas 6.101 hektare yang tersebar di 14 kecamatan dan 86 desa, dengan jumlah penerima mencapai 14.644 petani yang tergabung dalam kelompok tani dan Gapoktan.

Dari sisi capaian produksi, luas tanam pertanian di Kabupaten Gresik terus menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2024, luas tanam tercatat sebesar 76.568,40 hektare dan meningkat menjadi 80.540,80 hektare pada tahun 2025, atau bertambah sekitar 3.972,40 hektare. Seiring dengan itu, luas panen juga meningkat dari 67.083,40 hektare pada tahun 2024 menjadi 76.565,40 hektare pada tahun 2025, atau naik sekitar 9.482,40 hektare.

Peningkatan tersebut diikuti dengan kenaikan produktivitas, dari 6,26 ton per hektare pada tahun 2024 menjadi 6,28 ton per hektare pada tahun 2025. Dengan capaian tersebut, total produksi gabah di Kabupaten Gresik mencapai sekitar 419.961 ton, yang setara dengan kurang lebih 281.508 ton beras.

Pemerintah juga memberikan keberpihakan kepada petani melalui kebijakan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi hingga sekitar 20 persen. Harga pupuk urea turun dari Rp112.500 menjadi Rp90.000 per zak, sedangkan pupuk NPK turun dari Rp115.000 menjadi Rp92.000 per zak.

Selain itu, Harga Pembelian Pemerintah (HPP) ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram untuk gabah dan Rp5.500 per kilogram untuk jagung guna menjaga stabilitas harga hasil panen petani.

Upaya tersebut diperkuat dengan peran aktif 57 penyuluh pertanian yang terus mendampingi petani di lapangan sebagai bagian dari dukungan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Pendampingan dilakukan melalui penguatan kelembagaan petani, Gapoktan, pengembangan petani milenial, serta optimalisasi peran Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S). (bst)

Usung Tema SGDs, Bupati Gresik Resmi Terima Mahasiswa KKN-BBK UNAIR ke-7








Gresik, 6 Januari 2025 — Sebanyak 718 mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata–Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) ke-7 di Kabupaten Gresik. Penerjunan mahasiswa berlangsung di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Selasa (6/1/2026).

Program KKN-BBK UNAIR tahun 2026 mengusung tema Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama hampir satu bulan, mulai 6 Januari hingga 2 Februari 2026, di empat kecamatan, yakni Bungah, Sidayu, Kebomas, dan Gresik.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang hadir dalam kegiatan tersebut berharap program KKN-BBK mampu mendorong kolaborasi, inovasi, dan kepedulian sosial mahasiswa di tengah masyarakat.

“Kami berharap program-program KKN-BBK selaras dengan isu strategis dan prioritas pembangunan Kabupaten Gresik tahun 2026, sehingga dapat mendukung percepatan pembangunan daerah,” ujar Bupati.

Sementara itu, Ketua Badan Penjamin Mutu Universitas Airlangga, Nurul Barizah, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik yang secara konsisten memberikan ruang bagi UNAIR untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Program ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Kami optimistis mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Gresik,” ungkapnya.

Nurul Barizah juga berpesan kepada seluruh peserta KKN-BBK agar memanfaatkan waktu pengabdian dengan sebaik-baiknya, menghormati norma dan nilai masyarakat setempat, serta menjaga nama baik diri, keluarga, dan almamater.

“Tiga hal utama yang perlu dipegang mahasiswa adalah belajar dan berbaur dengan masyarakat, berkontribusi secara aktif, serta menaati seluruh aturan dan norma yang berlaku,” pungkasnya. (bst)

Bupati Gresik Lantik 55 Kepala Sekolah dan 21 Pejabat Fungsional






Gresik, 5 Januari 2026 - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengambil sumpah dan melantik 55 kepala sekolah serta 21 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik. Pelantikan tersebut berlangsung di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, pada Senin (5/1/26). 

Dari total 55 kepala sekolah yang dilantik, sebanyak 53 merupakan kepala sekolah Sekolah Dasar (SD) dan 2 kepala sekolah Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pelantikan kepala sekolah ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 7 Tahun 2025, yang menggantikan Permendikbud Nomor 40 Tahun 2021 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah.

Penerapan regulasi tersebut bertujuan untuk mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah yang terjadi di sejumlah satuan pendidikan. Kondisi kekosongan kepala sekolah ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Gresik, tetapi juga hampir di seluruh wilayah Indonesia, sehingga diperlukan percepatan pengisian jabatan melalui mekanisme berbasis merit.

Bupati Yani menjelaskan bahwa seluruh kepala sekolah dan pejabat fungsional yang dilantik telah melalui proses seleksi yang komprehensif, mulai dari manajemen talenta, uji kompetensi, hingga penelusuran rekam jejak. Selain itu, aspek jarak tempat tinggal dengan lokasi kerja juga menjadi pertimbangan dalam penempatan.

“Panjenengan semua terpilih sesuai dengan hasil manajemen talenta dan nilai uji kompetensi yang sudah memenuhi syarat. Tapi saya juga melihat latar belakang pendidikan serta jarak rumah dengan tempat tugas. Kami tidak ingin jarak penempatan menjadi alasan menurunnya integritas dan kinerja,” ujar Bupati Yani.

Kepada para kepala sekolah yang baru dilantik, Bupati Yani berpesan agar mengelola sekolah secara profesional dan akuntabel, baik dalam pengelolaan administrasi maupun pengelolaan anggaran pendidikan, seperti BOSDA dan BOSNAS. Ia juga menekankan pentingnya membangun kerja sama yang solid antara kepala sekolah dan para guru guna menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

“Titip sekolah ini menjadi sekolah ramah anak. Tidak ada bullying, tidak ada radikalisme. Mudah-mudahan Bapak-Ibu menjadi guru yang terus dicintai oleh murid-muridnya,” pesan Bupati Yani.

Dalam pelantikan tersebut, sebanyak lima peserta dari Pulau Bawean turut dilantik secara daring sebagai bentuk pemerataan pelayanan serta efisiensi pelaksanaan pemerintahan.

Sebagai penutup, Bupati Yani menyampaikan bahwa kepala sekolah yang telah menjabat selama dua periode atau kurang lebih delapan tahun akan segera didorong untuk mengikuti uji sertifikasi pengawas. Kebijakan ini bertujuan untuk membuka ruang regenerasi dan pengembangan karir di bidang pendidikan. (bst)

Naik Trans Jatim Bersama Bupati Fandi Akhmad Yani, Gubernur Khofifah Nikmati Wisata Edukasi GUS












GRESIK, 4 Januari 2026 - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengunjungi Gresik Universal Science (GUS). Uniknya Gubernur Khofifah bersama cucu didampingi Bupati Yani menggunakan transportasi umum Bus Trans Jatim. Rombongan berangkat dari Terminal Bunder menuju kawasan Islamic Center, Minggu (04/01). Kunjungan ini menjadi simbol dukungan terhadap transportasi publik, sekaligus penguatan destinasi wisata edukasi berbasis literasi digital di Kabupaten Gresik.

Gresik Universal Science sendiri telah di soft launching secara oleh Bupati Gresik pada 24 Desember 2025, bertepatan dengan libur panjang pelajar. Sejak dibuka untuk publik, GUS tercatat telah dikunjungi ribuan masyarakat dari berbagai daerah, terutama pelajar dan keluarga.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa GUS dirancang sebagai wisata edukasi dan literasi digital yang mendorong pengunjung untuk menikmati setiap ruang secara perlahan. Ia mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru saat berkunjung, sehingga pesan sejarah dan budaya Gresik dapat terserap secara utuh.

“Tenang saja, tidak usah buru-buru saat berkunjung di GUS. Masyarakat bisa benar-benar menikmati literasi yang ada. Setiap ruangan idealnya sekitar 10 menit, supaya suguhan tentang sejarah dan budaya Gresik bisa dinikmati dengan maksimal,” ujar Bupati Yani.

Menurutnya, tingginya antusiasme pengunjung sejak soft opening menunjukkan bahwa wisata edukasi budaya dan sejarah memiliki tempat tersendiri di tengah masyarakat. GUS diharapkan menjadi ruang belajar alternatif yang menyenangkan, sekaligus memperkuat identitas budaya Gresik.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Gresik atas hadirnya GUS sebagai wisata literasi digital yang menampilkan kekayaan daerah secara komprehensif. Ia menilai GUS tidak hanya menyuguhkan budaya, tetapi juga potensi tiap kecamatan, mulai dari kuliner hingga mata pencaharian masyarakatnya.

“Potensi yang ditampilkan di sini sangat lengkap. Bukan hanya budaya, tetapi juga kehidupan sosial dan ekonomi masyarakatnya. Ini bisa menjadi referensi bagi daerah lain untuk memperkenalkan jejak sejarah dan budayanya masing-masing,” ungkap Gubernur Khofifah.

Gubernur Khofifah juga berpesan kepada masyarakat yang berkunjung agar ikut menjaga fasilitas GUS. Menurutnya, keberadaan GUS sangat strategis dalam memperkuat literasi masyarakat dengan pendekatan yang relevan dengan kebiasaan generasi saat ini.

“Yang menarik, GUS mengintegrasikan literasi dengan audio visual. Kita tahu masyarakat belakangan lebih suka mendengar daripada membaca. Dengan strategi ini, masyarakat tetap memperoleh pengetahuan sekaligus meningkatkan taraf literasi,” tambahnya.

Salah satu ruang yang mendapat perhatian khusus dari Gubernur Khofifah adalah Ruang Damarkurung, yang menampilkan instalasi karya maestro seni Damarkurung, almarhumah Masmundari. Instalasi tersebut dinilai tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga sarat nilai sejarah dan budaya lokal.

“Ruang Damarkurung ini luar biasa. Dengan instalasi yang kuat dan menarik, saya berharap bisa memantik ketertarikan generasi muda dan melahirkan talenta-talenta baru penerus Mbah Masmundari,” ujarnya.

Terkait aksesibilitas, Gubernur Khofifah menilai lokasi GUS sangat mudah dijangkau karena terintegrasi dengan rute Bus Trans Jatim. Konektivitas ini dinilai mendukung GUS sebagai destinasi edukasi yang inklusif dan ramah bagi masyarakat luas. (bst)

Bupati Gresik Berharap Program Kerja IPNU IPPNU Masa Khidmat 2025–2027 Berdampak kepada Masyarakat








Gresik, 4 Januari 2026 – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Kabupaten Gresik masa khidmat 2025–2027 resmi dilantik. Acara pelantikan berlangsung khidmat di Aula Mandala Bakti Praja Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Minggu, 4 Januari 2026.

Dalam kepengurusan baru, M. Fatkur Rohman terpilih dan dilantik sebagai Ketua PC IPNU Gresik, sementara tampuk kepemimpinan PC IPPNU Gresik dipercayakan kepada Aminatus Sholihah. Keduanya dilantik secara langsung oleh perwakilan PW IPNU dan IPPNU Jawa Timur, didampingi jajaran pengurus harian, departemen, lembaga, dan badan yang akan membantu menjalankan roda organisasi selama tiga tahun ke depan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya menekankan pentingnya peran IPNU dan IPPNU sebagai kaderisasi bagi generasi muda Nahdlatul Ulama. Menurut Bupati, pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Pemkab Gresik dengan IPNU dan IPPNU, dalam upaya bersama membangun masa depan Gresik yang lebih baik.

“Silakan menyusun raker apa yang menjadi tantangan saat ini, tidak hanya pemerintah, sektor swasta saat ini semuanya punya tantangan yang berbeda. Maka IPNU-IPPNU harus belajar apa yang harus bisa kita perbuat untuk masyarakat Kabupaten Gresik,” harapnya.

Bupati Yani juga mengajak pengurus baru untuk belajar dan bergerak baik dalam menyusun program yang akan dimasukkan dalam agenda dinas. Menurut Bupati,u IPNU-IPPNU adalah pelajar yang punya daya pikir dan intelektual yang tajam. Untuk itu Bupati meminta IPNU-IPPNU belajar dari desa, kecamatan, sampai kabupaten.

“Adik-adik bisa mengikuti mulai dari Musrenbang desa yang akan saya tunggu di Musrenbang kabupaten, apa yang menjadi usulan dari program sampai ada output di masyarakat, baik kegiatan sosial, pendidikan, maupun program lainnya,” ungkap Gus Yani, sapaan akrab Bupati.

Bupati Gresik, Gus Yani juga berpesan agar pengurus terus mengasah kemampuan, seperti keterampilan belajar teknologi, mengembangkan kreativitas, dan membangun kerja sama tim, sebagai bekal berharga di masa depan. “IPNU-IPPNU harus lebih dekat dengan lingkungan sekitar, seperti sekolah dan desa. Dengarkan teman-teman yang membutuhkan, berikan yang terbaik sesuai kemampuan. Peran kecil dapat membawa perubahan besar,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Ketua PW IPNU Jawa Timur Muhammad Rafli Rifki Reza menambahkan, pelantikan yang mengangkat tema “Future Starts Here, Empower, Educate, Elevate”. Future Starts Here yang berarti masa depan dimulai, pelantikan ini sebagai awal langkah perubahan dan kemajuan. Empower yang berarti organisasi berkomitmen untuk memberdayakan kader agar memiliki kemampuan, karakter, dan kepercayaan diri sebagai pelajar NU.

Educate yang berarti kader dibekali pendidikan, pengetahuan, dan nilai Aswaja untuk berkembang secara intelektual dan spiritual. Elevate berarti setelah diberdayakan dan dididik, kader diharapkan mampu naik level dan berkontribusi nyata bagi organisasi, masyarakat, dan bangsa.

“Secara singkat tema ini mencerminkan proses mencetak kader unggul yang siap untuk memimpin masa depan melalui pendidikan, pemberdayaan, dan kualitas diri,” tegasnya.

Lebih lanjut pihaknya menambahkan, tema ini dilambangkan dengan ikan bandeng yang didesainu melompat ke atas, melambangkan keberanian untuk siap melangkah dan bergerak. Gradasi warna kuning keemasan melambangkan cahaya ilmu dan kejernihan dalam berpikir.

“Langkah tegap menyongsong masa depan, tradisi dijaga prestasi dikedepankan, IPNU-IPPNU terus di garis terdepan, pelajar NU unggul berkarakter dan berkemajuan. Terima kasih kepada Forkopimda Gresik, PCNU, MUI, maupun organisasi kepemudaan di Kabupaten Gresik atas dukungan dan dukungannya,” tandasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Forkopimda Gresik, PCNU, MUI, GP Ansor, Muslimat, Fatayat, LDII, serta perwakilan dari organisasi keagamaan dan organisasi kepemudaan di Kabupaten Gresik (bst).

Soft Launching Gresik Universal Science, Bupati Fandi Akhmad Yani Hadirkan Wisata Edukasi Digital Nan Menawan di Balongpanggang









Gresik, 24 Desember 2025 - Pemerintah Kabupaten Gresik resmi melakukan soft launching Gresik Universal Science (GUS) sebagai destinasi wisata edukasi digital baru di Kabupaten Gresik. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di kawasan Gresik Islamic Center, Kecamatan Balongpanggang, Rabu (24/12).

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa Gresik Universal Science dirancang sebagai wisata edukatif yang memadukan teknologi digital, video mapping, hingga sejarah Kabupaten Gresik dalam satu pengalaman yang interaktif dan imersif.

“Kami Pemerintah Kabupaten Gresik melakukan soft launching wisata edukasi digital Gresik Universal Science. Ini menjadi wisata yang sarat nilai edukasi, baik itu digitalisasi, video mapping, hingga sejarah Kabupaten Gresik,” ujar Bupati Yani.

Menurutnya, pemilihan lokasi di Kecamatan Balongpanggang merupakan bagian dari komitmen pemerataan pembangunan wilayah. Selain itu, GUS juga telah terintegrasi dengan layanan Trans Jatim, sehingga dapat diakses masyarakat dengan biaya yang terjangkau.

“Lokasinya berada di Balongpanggang dan sudah terintegrasi dengan Trans Jatim, jadi biayanya akan terjangkau. Ini menjadi wisata edukasi yang menarik untuk anak-anak, tidak hanya dari Kabupaten Gresik, tetapi juga kabupaten dan kota tetangga,” imbuhnya.

Bupati Yani berharap, keberadaan Gresik Universal Science dapat menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan ini menjadi alat edukasi yang baik dan bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Gresik,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman melaporkan bahwa Gedung Gresik Universal Science dibangun menggunakan APBD murni, terdiri dari tiga lantai dengan total 12 zona edukasi. 

Lantai 1 menjadi pintu masuk utama eksplorasi Gresik Universal Science. Di lantai ini, pengunjung disambut Interactive Map Guidance yang berfungsi sebagai panduan digital untuk memahami keseluruhan zona. Selanjutnya, Zona Sejarah Gresik menyajikan perjalanan sejarah daerah, diikuti Zona Makanan Khas Gresik yang mengenalkan kekayaan kuliner lokal, serta Zona Peta Kebudayaan yang menampilkan keragaman budaya dan potensi wilayah Kabupaten Gresik secara visual dan interaktif.

Lantai 2 menghadirkan pengalaman yang lebih imersif melalui Zona Budaya Lokal (Immersive Room) yang memadukan visual, audio, dan teknologi digital. Di lantai ini juga terdapat Zona Sejarah Islam Gresik yang mengulas peran penting Gresik dalam perkembangan Islam di Nusantara, serta Damar Kurung (Mirror Room) yang menampilkan seni khas Gresik dengan pendekatan visual reflektif dan modern.

Sementara itu, lantai 3 dirancang sebagai ruang eksplorasi kreatif dan imajinatif. Pengunjung dapat menikmati Interactive Story Wall yang menyajikan cerita-cerita lokal secara digital, Zona Permainan yang mengajak anak-anak belajar sambil bermain, serta Zona Semesta Imaji sebagai ruang edukasi berbasis imajinasi dan kreativitas yang mendorong rasa ingin tahu generasi muda.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pelantikan 67 Pengurus Karang Taruna Kabupaten Gresik Periode 2025–2030 yang berasal dari perwakilan 18 kecamatan dan unsur organisasi kepemudaan. Pada pelantikan tersebut, Satya Pradika ditetapkan sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Gresik periode 2025–2030. Nantinya, operasional zona di GUS tersebut akan melibatkan Karang Taruna Kabupaten Gresik sebagai bagian dari penguatan peran pemuda.

Selain sebagai bentuk riil dukungan Pemerintah pada pemuda, keterlibatan Karang Taruna dalam pengelolaan Gresik Universal Science ini diharapkan menjadi ruang aktualisasi. Disamping itu, ini merupakan bentuk dukungan akan keberlanjutan wisata edukasi berbasis digital di Kabupaten Gresik. (bst)

BKPSDM Launching Portal Kedaton, Bupati Gresik: Instrumen Penguatan Akurasi dan Keterpaduan Data ASN





Gresik, 23 Desember 2025 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menghadirkan terobosan baru berupa portal berbasis website bernama Kedaton (Kepegawaian Data Online).

Kedaton merupakan rumah untuk aplikasi-aplikasi penunjang layanan kepegawaian agar dapat menjadi sarana pelayanan yang terintegrasi, efektif, dan efisien sekaligus sebagai instrumen penguatan akurasi dan keterpaduan data ASN.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat meresmikan menyambut baik Portal Kedaton tersebut. Ia menilai peluncuran portal aplikasi kepegawaian Kedaton ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung agenda transformasi digital birokrasi, khususnya di bidang manajemen kepegawaian.

“Kegiatan ini merupakan momentum penting dalam upaya kita membangun tata kelola pemerintahan yang profesional, modern, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas,” kata Bupati Gresik saat peluncuran di Ruang Putri Cempo Kantor Pemkab Gresik, Selasa (23/12).

Selain transformasi digital, Bupati Gresik yang akrab disapa Gus Yani itu menekankan hal yang tidak kalah penting, yaitu kualitas data kepegawaian dan tingkat kedisiplinan ASN. Dua aspek tersebut tidak dapat dipisahkan.

“Data yang akurat mencerminkan tanggung jawab dan profesionalisme. Sedangkan kedisiplinan mencerminkan integritas serta komitmen ASN dalam menjalankan tugas dan fungsi pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Menurut bupati, di era digital saat ini, data yang lengkap dan mutakhir bukan lagi sekadar kebutuhan administratif, melainkan menjadi fondasi utama dalam perencanaan pengambilan kebijakan serta evaluasi kinerja pemerintahan. Disiplin pegawai juga merupakan hal yang sangat disorot oleh masyarakat.

“Keberhasilan pelayanan kepegawaian ini sangat bergantung pada peran aktif seluruh perangkat daerah dan setiap ASN untuk senantiasa menjaga validitas data serta mematuhi ketentuan yang berlaku,” harapnya.

Bupati Yani mengatakan, pemberian penghargaan pada hari ini merupakan bentuk apresiasi dan pengakuan pemerintah daerah kepada instansi yang telah menunjukkan kinerja terbaik dalam pengelolaan data kepegawaian dan penerapan disiplin kinerja ASN.

“Penghargaan ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi penerima, tetapi juga menjadi pemacu semangat bagi seluruh perangkat daerah lainnya untuk terus berinovasi, meningkatkan kepatuhan serta menumbuhkan budaya kerja yang unggul dan berintegritas,” ujarnya.

Menurut bupati, melalui kegiatan launching dan awarding ini akan terbangun budaya kerja ASN yang berbasis data, berorientasi kinerja, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. ASN diharapkan mampu memanfaatkan aplikasi kepegawaian ini secara optimal, tidak hanya sebagai alat administrasi, tetapi juga sebagai sarana evaluasi diri dan peningkatan kinerja organisasi secara berkelanjutan.

“Kepada BKPSDM sebagai pelaksana kepegawaian dan juga seluruh pimpinan perangkat daerah, saya minta untuk terus melakukan pembinaan, pengawasan, serta pendampingan kepada seluruh jajaran agar pelaksanaan implementasi aplikasi kepegawaian ini dapat berjalan konsisten dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Sinergi dan kolaborasi antar perangkat daerah menjadi kunci utama dalam mewujudkan sistem kepegawaian yang tertib, transparan, dan akuntabel sejalan dengan prinsip good governance. Pihaknya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada instansi penerima penghargaan serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan dan pelaksanaan aplikasi Kedaton ini.

“Semoga upaya yang kita lakukan hari ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas ASN dan pelayanan publik di daerah kita tercinta. Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah bersama menuju birokrasi yang lebih profesional, berintegritas, dan melayani,” tandasnya.

Selanjutnya, Bupati Gresik didampingi Wakil Bupati Asluchul Alif, Sekretaris Daerah (Sekda) Achmad Washil, serta Kepala BKPSDM Gresik Agung Endro menyerahkan penghargaan kepada masing-masing pemenang kepegawaian award tahun 2025. Kegiatan ini juga turut dihadiri asisten, staf ahli, dan kepala OPD di lingkungan Pemkab Gresik.

Pemenang kepegawaian award tahun 2025 dengan indeks kelengkapan data dan dokumen kepegawaian terbaik kategori OPD kecil dengan jumlah ASN 0–50 masing-masing diberikan kepada:

1. Kantor Kecamatan Panceng

2. Kantor Kecamatan Sidayu

3. Kantor Kecamatan Menganti


Sedangkan kategori OPD besar dengan jumlah pegawai di atas 50 orang masing-masing diserahkan kepada:

1. Kantor Kecamatan Gresik

2. Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag)

3. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR)


Selanjutnya, indeks disiplin ASN terbaik tahun 2025 kategori OPD kecil masing-masing diberikan kepada:

1. antor Kecamatan Bungah

2. Kantor Kecamatan Driyorejo

3. Kantor Kecamatan Tambak


Kemudian indeks disiplin ASN terbaik kategori OPD besar masing-masing diberikan kepada:

1. Dinas Kesehatan

2. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo)

3. Satuan Polisi Pamong Praja


Sedangkan untuk kategori Unit Pelaksana Teknis (UPT) masing-masing diserahkan kepada:

1. UPT SD Negeri 100 Gresik

2. UPT SD Negeri 180 Gresik

3. UPT SD Negeri 385 Gresik (bst)

Peringati HUT GOW ke-61, Wakil Bupati Gresik Apresiasi Peran Perempuan di Hari Ibu






Gresik, 22 Desember 2025 - Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif membuka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Gresik ke-61 yang bertepatan dengan momen Hari Ibu. Mengusung tema “Cantik Berbudaya, Anggun, Berkarakter”, kegiatan ini digelar di Gedung Nasional Indonesia (GNI), Senin (22/12/25).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif yang juga selaku Pembina GOW Kabupaten Gresik memberikan apresiasi atas peran dan kontribusi GOW yang selama ini aktif menghimpun organisasi wanita di Kabupaten Gresik. Ia berharap GOW terus menjadi ruang kebersamaan yang menguatkan peran perempuan.

“Saya mengapresiasi GOW yang selama ini telah menjadi wadah pemersatu organisasi wanita di Kabupaten Gresik dan berharap peran ini terus diperkuat. Kami tidak pernah membeda-bedakan antar organisasi satu dengan yang lain,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wabup Alif mengingatkan agar kegiatan yang dilaksanakan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya berharap setiap kegiatan GOW memiliki luaran yang jelas, memberi manfaat, dan dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa setiap langkah dan program yang dijalankan GOW harus sejalan dengan arah pembangunan daerah.

“Setiap langkah dan program yang dijalankan GOW harus sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Gresik, Shinta Puspitasari Asluchul Alif, menyampaikan bahwa perjalanan GOW selama 61 tahun tidak lepas dari peran dan pengabdian para perempuan Gresik. Menurutnya, peringatan HUT ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen organisasi dalam mendukung pembangunan daerah.

“GOW dibentuk untuk bersinergi dengan pembangunan Kabupaten Gresik. Melalui berbagai program dan kegiatan, kami berupaya menghadirkan perempuan yang aktif, berdaya, dan berkarakter,” ungkapnya.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, digelar peragaan busana kebaya yang diikuti oleh 40 peserta, perwakilan dari seluruh organisasi wanita yang tergabung dalam GOW Kabupaten Gresik. Beragam kreasi kebaya ditampilkan sebagai simbol keanggunan perempuan sekaligus wujud kecintaan terhadap budaya bangsa.

Shinta menilai, kegiatan ini tidak sekadar menampilkan keindahan busana tradisional, tetapi juga sarat makna.

“Peragaan kebaya ini sekaligus menjadi pengingat akan keanggunan dan kekuatan perempuan dalam menjaga budaya dan nilai keluarga,” pungkasnya. (bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean