Media Bawean, 11 Agustus 2008
Sumber Surya
GRESIK-SURYA-Satu penumpang dinyatakan tewas dan tiga lainnya belum ditemukan setelah Kapal Motor (KM) Palangkaraya tenggelam di perairan Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Sabtu (9/8) malam. Diduga kuat, kapal barang yang melayani rute Gresik-Pulau Bawean ini tenggelam akibat dihantam ombak setinggi 3-4 meter. Kapal tenggelam saat berada pada jarak 11 mil sebelum Pelabuhan Sangkapura, Bawean.
Penumpang tewas adalah Dim, 40, warga Desa Sungai Teluk Kecamatan Sangkapura, Bawean. Sedangkan tiga penumpang hilang adalah Rudi, Santoso dan seorang yang belum diketahui identitasnya. Sebanyak 26 orang, termasuk nakhoda kapal, berhasil diselamatkan dan kini menjalani pemeriksaan.
Menurut keterangan yang dihimpun Surya, kapal barang dengan berat 291 gross ton (GT) itu berangkat dari pelabuhan Gresik menuju Pulau Bawean, Sabtu (9/8) pukul 10 pagi. Kapal tersebut berangkat membawa muatan di antaranya 80 ton semen, 40 ton pupuk, 49 ton beras, dan general cargo (muatan umum) 10 ton. Kapal juga mengangkut 23 unit sepeda motor dan dua unit mobil.
Semula kapal berlayar dengan lancar dan aman.
Namun saat kapal berada pada 11 mil sebelum pulau Bawean atau tinggal 1 jam perjalanan mencapai tujuan, ombak tinggi mulai menghantam lambung kiri dan kanan kapal.
Ketinggian ombak diperkirakan mencapai 3-4 meter. Saat kejadian, sekitar perairan tersebut diselimuti badai mirip angin puting beliung. Akibatnya, gulungan ombak pun menghantam kapal. “ Kejadiannya begitu cepat. Tahu-tahu posisi kapal sudah miring, “ kata M Sahid, 42, penumpang kapal warga Lamongan.
Penumpang kapal pun panik, termasuk para ABK (Anak Buah Kapal). Mereka lantas berlarian menuju dek atas kapal tersebut. Beberapa penumpang yang tidak kebagian pelampung, berusaha menyelamatkan diri memegang benda apapun yang ditemui di kapal, termasuk kursi. Penumpang lantas meloncat ke lautan bebas, begitu tahu posisi kapal mulai tenggelam.
Para penumpang terapung-apung di perairan hampir 12 jam. Mereka bisa selamat setelah esok harinya, sejumlah kapal barang dan KM Ekspress Bahari 8B, yang tengah berlayar dari Pulau Bawean menuju Pelabuhan Gresik, melewati perairan tersebut.
“Begitu tahu ada orang terapung di laut, kami mendekat dan memberi pertolongan,“ kata Roestamadji, Kepala Kamar Mesin (KKM) KM Ekspress Bahari 8B. Roestamadji mengaku, pihaknya berhasil menolong 8 orang penumpang KM Palangkaraya. Satu di antaranya diketahui bernama Dim yang akhirnya meninggal karena badannya kaku. Diduga kuat korban meninggal karena terlalu lama terendam air laut.
Selain KM Ekspress Bahari 8B, dua kapal barang rute Surabaya-Pontianak, yaitu KM Caraka Jaya Niaga 11 dan KM Caraka Jaya Niaga 17 juga ikut menolong para penumpang.
Data sementara, kapal barang itu berisi 30 orang. Rinciannya, 17 ABK termasuk nakhoda kapal, dan sisanya para penumpang yang hendak menuju pulau Bawean. Sebanyak 26 orang dinyatakan selamat, 24 di antaranya diamankan di Gresik dan dua di Bawean. Sedangkan tiga penumpang lainnya, dinyatakan hilang.
Kasi Lalu Lintas (Lala) Administratur Pelabuhan (Adpel) Gresik Pudiasto Nugroho menyatakan, kapal tersebut berangkat menuju Pulau Bawean dengan membawa muatan sebanyak 240 ton. Sementara, berat kapal 291 gross ton (GT). “Petugas kami mengizinkan kapal berangkat karena kapasitas muatan tidak melebihi,“ jelas Pudiasto, sesaat setelah korban kapal selamat tiba di pelabuhan Gresik.
Namun saat ditanya ternyata KM Palangkaraya memuat penumpang padahal kapal itu adalah jenis kapal barang, Pudiasto menyatakan itu tanggungjawab nakhoda kapal. Saat kapal berangkat, petugas Adpel Gresik tidak mengetahui jika kapal itu juga memuat penumpang. “ Karena itu kami akan memproses masalah ini, “ janji Pudiasto.
Kapolsek KP3 Gresik AKP Darsuki menyatakan pihaknya masih menyelidiki kejadian itu. “Nakhoda masih shock sehingga belum bisa dimintai keterangan,“ jawab AKP Darsuki.
Kerugian akibat kejadian itu diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Selain kapal itu sendiri, muatan kapal juga ikut tenggelam. Seperti dua mobil, satu unit ambulans milik RS Muhammadiyah Gresik dan satu mobil merek Toyota Yarris milik Ainur Rofiq, anggota FKB DPRD Gresik asal Bawean yang juga putra pemilik KM Palangkaraya.st3
Sumber Surya
GRESIK-SURYA-Satu penumpang dinyatakan tewas dan tiga lainnya belum ditemukan setelah Kapal Motor (KM) Palangkaraya tenggelam di perairan Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Sabtu (9/8) malam. Diduga kuat, kapal barang yang melayani rute Gresik-Pulau Bawean ini tenggelam akibat dihantam ombak setinggi 3-4 meter. Kapal tenggelam saat berada pada jarak 11 mil sebelum Pelabuhan Sangkapura, Bawean.
Penumpang tewas adalah Dim, 40, warga Desa Sungai Teluk Kecamatan Sangkapura, Bawean. Sedangkan tiga penumpang hilang adalah Rudi, Santoso dan seorang yang belum diketahui identitasnya. Sebanyak 26 orang, termasuk nakhoda kapal, berhasil diselamatkan dan kini menjalani pemeriksaan.
Menurut keterangan yang dihimpun Surya, kapal barang dengan berat 291 gross ton (GT) itu berangkat dari pelabuhan Gresik menuju Pulau Bawean, Sabtu (9/8) pukul 10 pagi. Kapal tersebut berangkat membawa muatan di antaranya 80 ton semen, 40 ton pupuk, 49 ton beras, dan general cargo (muatan umum) 10 ton. Kapal juga mengangkut 23 unit sepeda motor dan dua unit mobil.
Semula kapal berlayar dengan lancar dan aman.
Namun saat kapal berada pada 11 mil sebelum pulau Bawean atau tinggal 1 jam perjalanan mencapai tujuan, ombak tinggi mulai menghantam lambung kiri dan kanan kapal.
Ketinggian ombak diperkirakan mencapai 3-4 meter. Saat kejadian, sekitar perairan tersebut diselimuti badai mirip angin puting beliung. Akibatnya, gulungan ombak pun menghantam kapal. “ Kejadiannya begitu cepat. Tahu-tahu posisi kapal sudah miring, “ kata M Sahid, 42, penumpang kapal warga Lamongan.
Penumpang kapal pun panik, termasuk para ABK (Anak Buah Kapal). Mereka lantas berlarian menuju dek atas kapal tersebut. Beberapa penumpang yang tidak kebagian pelampung, berusaha menyelamatkan diri memegang benda apapun yang ditemui di kapal, termasuk kursi. Penumpang lantas meloncat ke lautan bebas, begitu tahu posisi kapal mulai tenggelam.
Para penumpang terapung-apung di perairan hampir 12 jam. Mereka bisa selamat setelah esok harinya, sejumlah kapal barang dan KM Ekspress Bahari 8B, yang tengah berlayar dari Pulau Bawean menuju Pelabuhan Gresik, melewati perairan tersebut.
“Begitu tahu ada orang terapung di laut, kami mendekat dan memberi pertolongan,“ kata Roestamadji, Kepala Kamar Mesin (KKM) KM Ekspress Bahari 8B. Roestamadji mengaku, pihaknya berhasil menolong 8 orang penumpang KM Palangkaraya. Satu di antaranya diketahui bernama Dim yang akhirnya meninggal karena badannya kaku. Diduga kuat korban meninggal karena terlalu lama terendam air laut.
Selain KM Ekspress Bahari 8B, dua kapal barang rute Surabaya-Pontianak, yaitu KM Caraka Jaya Niaga 11 dan KM Caraka Jaya Niaga 17 juga ikut menolong para penumpang.
Data sementara, kapal barang itu berisi 30 orang. Rinciannya, 17 ABK termasuk nakhoda kapal, dan sisanya para penumpang yang hendak menuju pulau Bawean. Sebanyak 26 orang dinyatakan selamat, 24 di antaranya diamankan di Gresik dan dua di Bawean. Sedangkan tiga penumpang lainnya, dinyatakan hilang.
Kasi Lalu Lintas (Lala) Administratur Pelabuhan (Adpel) Gresik Pudiasto Nugroho menyatakan, kapal tersebut berangkat menuju Pulau Bawean dengan membawa muatan sebanyak 240 ton. Sementara, berat kapal 291 gross ton (GT). “Petugas kami mengizinkan kapal berangkat karena kapasitas muatan tidak melebihi,“ jelas Pudiasto, sesaat setelah korban kapal selamat tiba di pelabuhan Gresik.
Namun saat ditanya ternyata KM Palangkaraya memuat penumpang padahal kapal itu adalah jenis kapal barang, Pudiasto menyatakan itu tanggungjawab nakhoda kapal. Saat kapal berangkat, petugas Adpel Gresik tidak mengetahui jika kapal itu juga memuat penumpang. “ Karena itu kami akan memproses masalah ini, “ janji Pudiasto.
Kapolsek KP3 Gresik AKP Darsuki menyatakan pihaknya masih menyelidiki kejadian itu. “Nakhoda masih shock sehingga belum bisa dimintai keterangan,“ jawab AKP Darsuki.
Kerugian akibat kejadian itu diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Selain kapal itu sendiri, muatan kapal juga ikut tenggelam. Seperti dua mobil, satu unit ambulans milik RS Muhammadiyah Gresik dan satu mobil merek Toyota Yarris milik Ainur Rofiq, anggota FKB DPRD Gresik asal Bawean yang juga putra pemilik KM Palangkaraya.st3


Posting Komentar