Media Bawean, 11 Agustus 2008
Sumber : Harian Bangsa
KM Palangkaraya Tenggelam, 1 Tewas, 26 Selamat, 2 Hilang
Gresik-HARIAN BANGSA
Ombak besar yang melanda perairan Gresik sepekan terakhir memakan korban. Kapal Motor (KM) Palangkaraya bermuatan barang tujuan Gresik- Pulau Bawean tenggelam di 12 mil perairan Pulau Bawean setelah dihantam ombak besar, Sabtu (9/8), sekitar pukul 22.00 wib. Sebanyak 29 penumpang terdiri atas anak buah kapal (ABK) dan penumpang nekat menceburkan diri ke laut menggunakan pelampung dan barang-barang seadanya saat kapal mulai miring sebagai tanda akan tenggelam.
Beruntung, pada detik-detik menegangkan itu muncul KM Express Bahari (EB) 08-B yang berangkat dari pulau Bawean-Gresik yang langsung mendekat dan memberi pertolongan. Sejumlah penumpang KM EB secara bergotong royong membantu menaikkan penumpang kapal Palangkaraya yang terapung-apung di laut.
Pertolongan KM EB itu bisa menyelamatkan 27 penumpang. Namun dari penumpang yang berhasil ditarik ke KM EB itu, seorang lainnya tewas, yaitu Pak Tin (40),warga Sangkapura. Sedangkan penumpang yang selamat dibawa ke pelabuhan Gresik. KM EB tiba di pelabuhan Gresik Minggu (10/8) sekitar pukul 14.30 wib.
Dengan demikian, ada 26 korban yang selamat. Rinciannya, 17 ABK dan 9 penumpang. Sedangkan 2 ABK masih belum ditemukan. Ke-17 ABK yang selamat adalah Zailan (nakhoda), Kartono, Slamet, Musiari, Gufron, Makman, Mat Hadi, Roni, Sukadi, Mulyono, Ipin, Iwan, Hadi, Suwardi, Ali, Susanto dan Burhanudin. Sedangkan Santoso dan Rudi, hingga
saat ini belum ditemukan. Penumpang selamat adalah Abdul Kadir, Asnawiyah, Mukmibila, Abdul Qadir, Azizah, Marfuat, Nasib, M Sahid dan Patri.
Setiba di pelabuhan Gresik, para penumpang yang selamat masih tampak ketakutan. Mereka sepertinya trauma. Pandangan mata mereka kosong. Sementara korban tewas Tin kemudian dibawa ke RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik untuk otopsi. Barang-barang yang diangkut di kapal Palangkaraya yang nilainya mencapai miliaran rupiah tidak berhasil diselamatkan. Barang-barang itu ikut tenggelam bersama kapal.
Data yang diperoleh HARIAN BANGSA menyebutkan, barang yang tenggelam bersama kapal itu berupa 3 unit mobil (salah satunya Toyota Yaris milik anggota FKB asal Sangkapura, Ainur Rofiq). Kemudian barang eletronik yang nilainya mencapai sekitar Rp 50 juta milik H Ramji Ramli; bahan bangunan nilainya mencapai sekitar Rp 100 juta milik H Muslikh; aksesoris dan boneka senilai Rp 3 juta milik H Buang.
"Barang yang tenggelam nilainya mencapai miliaran rupiah," kata H Buang, salah satu pemilik barang yang diangkut kapal Palangkaraya.
Syakir Jamhuri, salah satu penumpang KM Express Bahari 08-B yang ikut menyelamatkan korban mengatakan, ketika KM Palangkaraya tenggelam situasinya mencekam. Para penumpang berteriak histeris minta tolong. Situasi kian mencekam ketika kapal mulai tenggelam, dan para penumpang kapal mencebur ke laut menyelamatkan diri. "Para penumpang kapal Palangkaraya tidak peduli ombak besar, mereka mencebur ke laut untuk menyelamatkan diri," tutur Syakir.
Masih kata Syakir, para penumpang kapal Palangkaraya ketika diselamatkan kebanyakan terapung di laut dengan menggunakan pelampung. Mereka belum sempat terlalu jauh dibawa ombak karena sudah berhasil ditolong penumpang KM Express Bahari.
Kapolsek Sangkapura, AKP Zam Zani ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, KM Palangkaraya berangkat dari pelabuhan Gresik sekitar pukul 17.00 wib. Sekitar 4 jam kapal berlayar kondisi tidak ada gangguan. Tapi, setelah kapal akan memasuki perairan Bawean, tiba-tiba diterjang ombak besar setinggi 5 meter. Kapal lalu kemasukan air dan tenggelam.
"Ketika kapal miring 29 ABK dan penumpang mengambil pelampung dan barang yang bisa dibuat mengapung. Mereka lalu mencebur ke laut," katanya.
Kepala Adpel Kabupaten Gresik, Asmari ketika dikonfirmasi wartawan mengaku sudah mendapatkan laporan tenggelamnya kapal Palangkaraya namun ia saat itu masih di Jakarta.
Wabup HM Sastro Suwito SH MHum juga sudah menerima laporan tenggelamnya KM Palangkaraya. Dia minta Dishub menyelidiki kasus ini. "KM Palangkaraya itu kapal barang, jadi tidak boleh memuat penumpang. Tapi, mengapa ada penumpang yang ikut kapal itu. Saya minta kasus itu diusut tuntas," katanya. Setelah diselidiki, ternyata penumpang itu naik secara sembunyi-sembunyi.
"Saya tidak yakin penumpang naik kapal mencuri-curi. Pasti itu sepengetahuan pihak kapal. Saya minta Dishub, Adpel, dan manajemen kapal bertanggung jawab atas musibah itu," kata Hepni, warga Tambak, pulau Bawean. (hud)
Sumber : Harian Bangsa
KM Palangkaraya Tenggelam, 1 Tewas, 26 Selamat, 2 Hilang
Gresik-HARIAN BANGSA
Ombak besar yang melanda perairan Gresik sepekan terakhir memakan korban. Kapal Motor (KM) Palangkaraya bermuatan barang tujuan Gresik- Pulau Bawean tenggelam di 12 mil perairan Pulau Bawean setelah dihantam ombak besar, Sabtu (9/8), sekitar pukul 22.00 wib. Sebanyak 29 penumpang terdiri atas anak buah kapal (ABK) dan penumpang nekat menceburkan diri ke laut menggunakan pelampung dan barang-barang seadanya saat kapal mulai miring sebagai tanda akan tenggelam.
Beruntung, pada detik-detik menegangkan itu muncul KM Express Bahari (EB) 08-B yang berangkat dari pulau Bawean-Gresik yang langsung mendekat dan memberi pertolongan. Sejumlah penumpang KM EB secara bergotong royong membantu menaikkan penumpang kapal Palangkaraya yang terapung-apung di laut.
Pertolongan KM EB itu bisa menyelamatkan 27 penumpang. Namun dari penumpang yang berhasil ditarik ke KM EB itu, seorang lainnya tewas, yaitu Pak Tin (40),warga Sangkapura. Sedangkan penumpang yang selamat dibawa ke pelabuhan Gresik. KM EB tiba di pelabuhan Gresik Minggu (10/8) sekitar pukul 14.30 wib.
Dengan demikian, ada 26 korban yang selamat. Rinciannya, 17 ABK dan 9 penumpang. Sedangkan 2 ABK masih belum ditemukan. Ke-17 ABK yang selamat adalah Zailan (nakhoda), Kartono, Slamet, Musiari, Gufron, Makman, Mat Hadi, Roni, Sukadi, Mulyono, Ipin, Iwan, Hadi, Suwardi, Ali, Susanto dan Burhanudin. Sedangkan Santoso dan Rudi, hingga
saat ini belum ditemukan. Penumpang selamat adalah Abdul Kadir, Asnawiyah, Mukmibila, Abdul Qadir, Azizah, Marfuat, Nasib, M Sahid dan Patri.
Setiba di pelabuhan Gresik, para penumpang yang selamat masih tampak ketakutan. Mereka sepertinya trauma. Pandangan mata mereka kosong. Sementara korban tewas Tin kemudian dibawa ke RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik untuk otopsi. Barang-barang yang diangkut di kapal Palangkaraya yang nilainya mencapai miliaran rupiah tidak berhasil diselamatkan. Barang-barang itu ikut tenggelam bersama kapal.
Data yang diperoleh HARIAN BANGSA menyebutkan, barang yang tenggelam bersama kapal itu berupa 3 unit mobil (salah satunya Toyota Yaris milik anggota FKB asal Sangkapura, Ainur Rofiq). Kemudian barang eletronik yang nilainya mencapai sekitar Rp 50 juta milik H Ramji Ramli; bahan bangunan nilainya mencapai sekitar Rp 100 juta milik H Muslikh; aksesoris dan boneka senilai Rp 3 juta milik H Buang.
"Barang yang tenggelam nilainya mencapai miliaran rupiah," kata H Buang, salah satu pemilik barang yang diangkut kapal Palangkaraya.
Syakir Jamhuri, salah satu penumpang KM Express Bahari 08-B yang ikut menyelamatkan korban mengatakan, ketika KM Palangkaraya tenggelam situasinya mencekam. Para penumpang berteriak histeris minta tolong. Situasi kian mencekam ketika kapal mulai tenggelam, dan para penumpang kapal mencebur ke laut menyelamatkan diri. "Para penumpang kapal Palangkaraya tidak peduli ombak besar, mereka mencebur ke laut untuk menyelamatkan diri," tutur Syakir.
Masih kata Syakir, para penumpang kapal Palangkaraya ketika diselamatkan kebanyakan terapung di laut dengan menggunakan pelampung. Mereka belum sempat terlalu jauh dibawa ombak karena sudah berhasil ditolong penumpang KM Express Bahari.
Kapolsek Sangkapura, AKP Zam Zani ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, KM Palangkaraya berangkat dari pelabuhan Gresik sekitar pukul 17.00 wib. Sekitar 4 jam kapal berlayar kondisi tidak ada gangguan. Tapi, setelah kapal akan memasuki perairan Bawean, tiba-tiba diterjang ombak besar setinggi 5 meter. Kapal lalu kemasukan air dan tenggelam.
"Ketika kapal miring 29 ABK dan penumpang mengambil pelampung dan barang yang bisa dibuat mengapung. Mereka lalu mencebur ke laut," katanya.
Kepala Adpel Kabupaten Gresik, Asmari ketika dikonfirmasi wartawan mengaku sudah mendapatkan laporan tenggelamnya kapal Palangkaraya namun ia saat itu masih di Jakarta.
Wabup HM Sastro Suwito SH MHum juga sudah menerima laporan tenggelamnya KM Palangkaraya. Dia minta Dishub menyelidiki kasus ini. "KM Palangkaraya itu kapal barang, jadi tidak boleh memuat penumpang. Tapi, mengapa ada penumpang yang ikut kapal itu. Saya minta kasus itu diusut tuntas," katanya. Setelah diselidiki, ternyata penumpang itu naik secara sembunyi-sembunyi.


Posting Komentar