Media Bawean, 12 Agustus 2008
Sumber Jawa Pos
Sementara itu, seorang ibu, Musdhalifah, 45, asal Dusun Tanjungan, Desa Pekalongan, Kecamatan Tambak, Bawean, mengaku kehilangan anaknya, Abdul Rahman, 19. ''Anak saya sempat menelepon naik KM Palangkaraya. Dia minta dijemput Sabtu sekitar pukul 12 malam,'' kata Musdalifah melalui telepon. ''Tapi, sampai sekarang anak saya belum pulang,'' ungkapnya dengan nada risau.
Sementara itu, sejumlah penumpang yang selamat dalam kecelakaan tersebut, yakni Abdul Kadir Hasnan, Ubaidillah, serta suami-istri Imam Marfuat dan Nurul Azizah menyatakan, ketika ''nunut'' KM Palangkaraya, mereka ditarik Rp 100.000 per kepala.
''Sebelum kapal berangkat, kami diminta bersembunyi di kamar berukuran 2 x 3 meter di lantai dasar kapal. Katanya untuk menghindari pemeriksaan petugas,'' jelas mereka ketika ditemui di Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik kemarin. (yad/ib)
Sumber Jawa Pos
Sementara itu, seorang ibu, Musdhalifah, 45, asal Dusun Tanjungan, Desa Pekalongan, Kecamatan Tambak, Bawean, mengaku kehilangan anaknya, Abdul Rahman, 19. ''Anak saya sempat menelepon naik KM Palangkaraya. Dia minta dijemput Sabtu sekitar pukul 12 malam,'' kata Musdalifah melalui telepon. ''Tapi, sampai sekarang anak saya belum pulang,'' ungkapnya dengan nada risau.
Sementara itu, sejumlah penumpang yang selamat dalam kecelakaan tersebut, yakni Abdul Kadir Hasnan, Ubaidillah, serta suami-istri Imam Marfuat dan Nurul Azizah menyatakan, ketika ''nunut'' KM Palangkaraya, mereka ditarik Rp 100.000 per kepala.
''Sebelum kapal berangkat, kami diminta bersembunyi di kamar berukuran 2 x 3 meter di lantai dasar kapal. Katanya untuk menghindari pemeriksaan petugas,'' jelas mereka ketika ditemui di Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik kemarin. (yad/ib)


Posting Komentar