Media Bawean, 1 Desember 2010
Keperdulian Pemerintah Kabupaten Gresik dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan di Pulau Bawean, semakin besar dibuktikan adanya kegiatan pembinaan terhadap staff Puskesmas Sangkapura dan Tambak, pelatihan motivator desa dalam persalinan, penyuluhan kesehatan di sekolah, sosialisasi di kantor kecamatan Sangkapura dan pemeriksaan ibu hamil.
Rombongan dinas kesehatan Gresik tiba di Pulau Bawean sejak hari senin (27/11), direncanakan kembali ke Gresik hari minggu (3/12/2010). Kegiatan hari ini (1/12) adalah sosialisasi dan pelatihan PMTCT (Prevention of Mother to Child Transmission) bertempat di Kantor Kecamatan Sangkapura, hadir sebagai peserta bidan desa se-kecamatan Sangkapura dan Tambak.
Kabid. Kesehatan Keluarga (Kesga) Dinkes Kabupaten Gresik, Dokter Yulia Tasnim, M.Kes. menjelaskan secara lengkap dan detail tentang ibu hamil dengan HIV dan AIDS. Dibahas tata cara pencegahan penularan HIV/AIDS ibu hamil terhadap anak, serta persalinannya.
Menurutnya," Ibu hamil terjangkit HIV/AIDS belum tentu akan menular kepada sang anak. Disarankan bila terjangkit HIV/AIDS bila melahirkan dengan cara caesar untuk lebih aman,"katanya.
Hasil pemeriksaan terhadap ibu hamil di kecamatan Tambak sebanyak 21 orang dan kecamatan Sangkapura sebanyak 12 orang, ternyata hasilnya negatif (tidak terjangkit HIV/AIDS).
Pemkab Gresik Peduli Kesehatan Bawean
Antisipasi persoalan kesehatan di Pulau Bawean, Kepala Dinkes Gresik dr. Soegeng Widodo telah menyusun kunjung periodik dokter spesialis ke Bawean setiap bulan.
"Di Puskesmas Sangkapura sudah tersedia perlatan operasi. Namun, pasien sering tidak bisa terlayani karena terbatasnya tenaga medis," ujarnya.
"Kunjungan priodek dokter spesialis setiap bulan ke Pulau Bawean, diharapkan bisa meningkatkan pelayanan kesehatan disana. Apalagi yang berkunjung kesana adalah dokter spesialis,"ujarnya. (bst)
Posting Komentar