Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
adsbybawean
Home » , » Akhirnya Pulang ke Bawean

Akhirnya Pulang ke Bawean

Posted by Media Bawean on Kamis, 17 Januari 2013

Media Bawean, 17 Januari 2013 

SEDIH 2 MINGGU TEROBATI PELAYARAN SEHARI


Harapan warga Bawean untuk segera pulang ke kampung halaman akhirnya terwujud, Rabu kemarin. Sedikitnya 975 penumpang asal Bawean berlayar ke pulau berjarak 81 mil laut dari Kota Gresik menggunakan 2 kapal bantuan PT Dharma Lautan Utama (DLU). Warga Bawean ceria, Bupati Gresik akhirnya ikut lega bisa memulangkan warganya.

WAJAH-WAJAH ceria calon penumpang kapal terlihat sejak Selasa malam. Dalam pertemuan dengan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati Moch Qosim, ditegaskan jika Rabu pagi masyarakat Bawean di Gresik bisa berlayar. Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik memastikan surat permintaan bantuan kapal dijawab manajemen PT DLU.

“Mohon maaf jika pengadaan kapal bantuan terlalu lama, sebab seluruh pelayaran masih dihentikan karenaombak tinggi. Kami sudah mengupayakan dan sekarang DLU menjawab dengan mengirim 2 kapal bantuan. Alhamdulillah semua terangkut ke Bawean,” kata Bupati Sambari Halim Radianto kepada warga Bawean saat melepas pelayaran di Pelabuhan Gresik.

Gelombang pertama pelayaran berangkat menggunakan kapal KM. Satya Kencana III yang merapat di dermaga umum Pelabuhan Gresik, Rabu pagi pukul03.00. Pada kolter pertama ini, 500 penumpang diberangkatkan pada pukul 05.00 dalam perjalanan yang menempuh waktu 8 jam.

Mereka yang berangkat sebagian besar adalah orang tua dan wanita yang memiliki urusan penting di Bawean. Andi (34) warga asal Kecamatan Sangkapura Bawean tersebut merasa sangat senang dan lega, karena akhirnya setelah sekian lama menunggu, dirinya hari ini bisa pulang ke Bawean.

“Saya sangat senang sekali, lega rasanya bisa pulang ke Bawean” ucapnya.

Sisa penumpang sebanyak 475 orang gelombang kedua diberangkatkan menggunakan KM Kirana III pada pukul 16.00. Gelombang terakhir ini didominasi oleh anak-anak dan orang dewasa yang membawa barang cukup banyak. Barang- barang seperti sepeda, elektronik, bahan pokok dan makanan diangkut di dek bawah KM Kirana.

“Saya bawa oleh-oleh boneka untuk dibawa pulang naik kapal. Akhirnya saya bisa pulang ketemu sama nenek,” sebut Ririn, bocah perempuan saat menaiki tangga kapal. Namun diantara banyaknya penumpang yang terlihat gembira, nampaknya masih ada saja penumpang yang kurang puas dengan hal ini.

Hamzah (49) warga asal Kecamatan Tambak itu menyayangkan upaya Pemkab Gresik yang masih sangat lambat. Dirinya juga menuding Pemkab sengaja mencari momentum dan mempolitisasi agar seolah-olah menjadi pahlawan setelah di demo kemarin.

Untuk pelayaran ke Bawean, PT. DLU mengenakan tarif seperti biasa yakni Rp 130 ribu. “Penumpang tidak perlu khawatir kehabisan tiket. Semua pasti bisa berlayar sehingga jangan membeli melalui calo. Sebab, harganya tentu lebih mahal,” himbau petugas PT DLU. (rfs/ris)

Sumber : Radar Gresik

SHARE :
 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean