Media Bawean, 21 Mei 2014
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur menggelar pertemuan lanjutan bersama warga Pulau Gili, desa Sidogedungbatu, Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik (20/5/2014), bertempat diruang terbuka dibawah pohon dekat pesisir.
Hadir 2 nara sumber yaitu Haryo Dwito Armono, PhD, membahas kerusakan dan tekhnik rehabilitasi terumbu karang dan Leksono Wibowo membahas petunjuk tekhnis penanaman mangrove.
Haryo Dwito Armono, PhD, dalam menyampaikan makalahnya mengajak kepada masyarakat Pulau Gili untuk menjaga kelestarian terumbu karang yang ada di sekitar laut Pulau Bawean.
Menurutnya terumbu karang bisa melindungi dari gelombang besar, menyediakan tempat bertelur dan pemijahan bagi ikan laut, habitag (kediaman) berbagai kehidupan laut, penyedia makanan seperti ikan dan kerang untuk masyarakat,sumber obat-obatan dan mengurangi karbon penyebab pemanasan global.
Sedangkan penyebab kerusakan terumbu karang akibat alam, diantaranya perubahan suhu atau pemanasan global, penyebab gelombang seperti topan, badai dan tsunami, perubahan kadar garam, predator, dan pertumbuhan ganggang atau alga.
Akibat kegiatan manusia yang merusak terumbu karang, diantaranya perkembangan wilayah pesisir, polusi dari laut, perubahahn tataguna lahan, sendimien dan polusi dari darat, serta penangkapan ikan yang merusak.
Untuk antisipasi kerusakan terumbu karang bisa dilakukan dengan transplantasi karang, terumbu karang buatan dan monitoring karang.
Leksono Wibowo menjelaskan tentang tatacara penanaman mangrove yang benar, serta menjelaskan fungsingnya. Menariknya pakar mangrove langsung mengajarkan kepada warga Pulau Gili tatacara menanam yang benar, serta penataan yang tepat.
Akhir acara, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur menyerahkan bantuan alat snoorking kepada warga Pulau Gili, termasuk menyerahkan bibit pohon cemara dan buku-buku bacaan buat warga. (bst)