Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
adsbybawean
Tampilkan postingan dengan label DESA SIDOGEDUNGBATU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DESA SIDOGEDUNGBATU. Tampilkan semua postingan

Kondisi Pustu Rusak Berat, Kades Minta Perhatian Dinkes


Gedung Puskesmas Pembatu (Pustu) di desa Sidogedungbatu Sangkapura kondisinya sangat memprihatinkan, sampai sekarang belum ada perhatian dari Dinas Kesehatan kabupaten Gresik untuk memperbaikinya.

Muadz Abkar kepala desa Sidogedungbatu mengaku sudah sering kali mengajukannya, untuk pembangunan rumah dinas dan perbaikan gedung Pustu. "Tapi sampai sekarang belum ada perhatian dari pemerintah daerah, termasuk dalam Musrembang sudah diusulkan,"paparnya.

Muadz membenarkan bila kondisi bangunan sudah tidak layak ditempati. "Sangat memprihatinkan, apalagi ini fasilitas kesehatan milik pemerintah,"tuturnya.

Harapan kades agar Dinas Kesehatan kabupaten Gresik memberikan perhatian khusus terhadap kondisi fasilitas pustu di desa Sidogedungbatu. Alasannya fasilitas kesehatan sangat dibutuhkan warganya untuk berobat, apalagi jaraknya jauh ke Puskesmas Sangkapura.

Lebih lanjut Kades menyatakan sangat kasihan dengan warganya yang butuh fasilitas kesehatan. "Mereka datang kesini untuk berobat, tapi fasilitasnya tidak layak,"pungkasnya. (bst)

Peran Penting Kades Sidogedungbatu Mensukseskan HUT RI di Pulau Noko


Kesuksesan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 71 di Pulau Noko, tak terlepas dari peranan Muadz Abkar sebagai kepala desa Sidogedungbatu, Sangkapura.

Berkat pengorbanan besar serta keperdulian dalam memfasilitasi segala kebutuhan dalam pelaksanaan kegiatan, akhirnya Pulau Noko dikenal banyak orang. Bahkan sarjana hukum ini rela bermalam-malam di pulau tanpa penghuni, demi kesuksesan kegiatan memperingati HUT Kemerdekaan RI.

Menurutnya 2 tahun kegiatan upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI di Pulau Noko, adapun pelaksanaannya sukses tanpa ada kendala. "Berkat kekompakan warga desa Sidogedungbatu, kegiatan terselenggaranya dengan baik,"paparnya.

Menurutnya kunci utama kesuksesan adalah warga sebagai akar rumput yang mendukung terlaksananya kegiatan. Selain itu Muadz tak mengharapkan keuntungan apapun agar mempunyai nilai positif penuh keikhlasan. Hasilnuya, upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ini membuat Pulau Noko terkenal.

“Ini bisa menambah kecintaan kepada NKRI, serta mewujudkan Pulau Noko sebagai destinasi wisata ternama di Pulau Bawean,"pungkasnya. (bst)

Semarak Tahun Baru Islam di Desa Sidogedungbatu






Pemerintah Desa Sidogedungbatu, kecamatan Sangkapura, Gresik menggelar kegiatan dalamv rangka merayakan Tahun Baru Islam 1437 H.

Diantara kegiatan yang diselengarakan selama seminggu, meliputi lomba Adzan, lomba pidato da'i cilik, zamrah tingkat anak dan dewasa, serta karaoke tingkat anak-anak. Sedangkan olahraga meliputi kasti, bola mini dan catur.

Muazd Abkar, kepala desa Sidogedungbatu mengatakan kegiatan tahun baru Islam diselenggarakan secara semarak dan gebyar di desa Sidogedungbatu dalam rangka membesarkan syiar Islam di Pulau Bawean.

Menurutnya selama ini ummat Islam kecenderungan merayakan tahun baru selain hijriyah, sehingga diperlukan adanya perubahan untuk memajukan agama kita sendiri.

"Berkat tekad yang kuat serta kerjasama yang baik seluruh aparatur pemerintahan desa Sidogedungbatu bersama warganya, kegiatan merayakan tahun baru Islam bisa terlaksana secara baik dan sukses,"katanya.

Tentu kedepan akan dijadikan agenda khusus untuk menggelar kegiatan tahun baru yang lebih besar.

Menariknya dalam kegiatan perlombaan yang digelar di balai desa dan olahraga di lapangan Pancur ternyata mendapat sambutan hangat dari seluruh warga di desa Sidogedungbatu. Terbukti saat kegiatan digelar selalunya dihadiri banyak orang yang membludak menghadirinya.

Abdul Adim, Camat Sangkapura mengapresiasi atas diselenggarakannya kegiatan merayakan tahun baru Islam di desa Sidogedungbatu.

Selama menjabat Camat Sangkapura, baru di desa Sidogedungbatu yang menggelar kegiatan tahun baru Islam secara semarak dan gebyar. "Semoga kegiatan ini bisa tetap dipertahankan kedepan dalam rangka ajang silaturrahim antar sesama warga,"ujarnya. (bst)

Warga Gili Berharap Listrik dan Infrastruktur Jalan

Media Bawean, 14 Juli 2014


Momentum bulan puasa ini dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik untuk mengunjungi pulau Bawean. Pada ramadan tahun ini, rombongan safari ramadhan Pemkab Gresik di pimpin langsung oleh Wakil Bupati Gresik, Moch Qosim.

Dalam kunjungannya ke pulau Bawean, wakil bupati menyempatkan diri untuk mengunjungi pulau Gili. Ini merupakan salah satu gugus kepulauan eksotis yang ada di pulau Bawean. Untuk mengunjungi pulau yang berpenduduk sekitar 1.200 KK tersebut rombongan Pemkab Gresik harus menaiki perahu selama kurang lebih 30 menit. Pulau Gili sendiri berjarak sekitar 12 KM dari Kecamatan Sangkapura Bawean.

Kedatangan rombongan Pemkab Gresik ke Pulau Gili, sepertinya sudah ditunggu-tunggu oleh warga. Setidaknya hal itu yang terlihat dari antusiasme warga saat melihat dua perahu yang ditumpangi oleh rombongan Pemkab Gresik datang.

Dengan menempati sebuah sekolah madrasah, rombongan berusaha berdialog dengan warga. Dalam dialog yang dipimpin oleh Muaz, Kepala Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, warga pulau Gili menyampaikan unek-uneknya. Mereka berharap agar Pemerintah Kabupaten Gresik membangun jalan lingkar di pulau tersebut.

“Dengan adanya jalan lingkar trasnportasi di pulau ini akan hidup, selain itu roda perekonomian disini juga jalan karena selama ini pulaun gili tidak mempunyai jalan raya,” ungkap Musarofah salah seorang warga disana.

Selain itu, warga juga meminta agar Pemkab Gresik membangun tanggul penahan abrasi dan meminta Pemkab Gresik menyediakan listrik. Pasalnya selama ini listrik di pulau Gili hanya menyala selama 3 jam sehari, yakni pukul 18.00 hingga pukul 21.00.

“Sebenarnya hal yang paling urgent adalah listrik. Sebab, selama ini masyarakat disini kesulitan listrik. Genset diesel bantuan Pemkab hanya mengaliri listrik selama tiga jam karena mahalnya bahan bakar minyak,” ungkap Kepala Desa Sidogedungbatu.

Mananggapi permintaan warga tersebut, Wabup Moch Qosim menyanggupi permintaan warga. Dengan catatan, untuk jalan lingkar, warga harus menyediakan lahannya terlebih dahulu dibangun jalan.(fir/ris)

Sumber : Radar Gresik

Muadz Abkar, SH.
Terpilih Jadi Kades Sidogedungbatu

Media Bawean, 11 Juni 2013


Pemilihan kepala desa (Pilkades) di Sidogedungbatu, kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik diselenggarakan hari ini (selasa, 11/6/2013).

Pilkades yang berhasil menyedot perhatian banyak orang dari berbagai daerah di Pulau Bawean, berdatangan untuk mengetahui hasil pemilihan kepala desa Sidogedungbatu. 

Hasil penghitungan suara menunjukkan perolehan suara terbanyak diraih oleh Muadz Abkar sebagai calon nomor urut 2, dengan memperoleh 1.354 suara. (bst)

Berikut Hasil Penghitungan Suara Pilkades Sidogedungbatu
Daftar Pemilih Tetap (DPT) : 3.117
Calon Nomor 1 (Muadz Abkar) : 1.354 suara 
Calon Nomor 2 (H. Moh. Sehan) : 913 suara 
Tidak Sah : 29 suara 
Tidak Hadir : 821

Jaringan Internet Tembus Pelosok Desa

Media Bawean, 5 Maret 2013 

Masuknya jaringan Speedy Telkom kepelosok desa diseluruh Pulau Bawean disambut hangat oleh seluruh warga, usia muda dan lanjut usia kini merasa kecanduan untuk mengakses internet, termasuk menggunakan jejaring sosial facebook dan twitter.

Sigit Mulyono sebagai guru di SDN I Sidogedungbatu mengaku sangat bersyukur atas masuknya jaringan internet ke kampungnya di Batusendi, desa Sidogedungbatu, kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean.

"Sangat membantu dalam menjalankan tugas-tugas sebagai guru. Diantaranya pendataan siswa melalui jaringan internet,"katanya ketika dihubungi Media Bawean (selasa, 5/3/2013).

"Masyarakat desa sekarang sudah pada mengenal komunikasi lewat jejaring sosial seperti facebook dan twitter, dari tingkat sekolah dasar sampai orang tua,"ujarnya.

Menurutnya, sekarang mau komunikasi dengan saudara yang di luar negeri tidak perlu biaya mahal, lagi pula sbisa langsung tatap muka karena adanya skype. "Jadi intinya banyak positifnya daripada negatifnya, yang diperlukan sekarang kontrol orang tua dan para tokoh masyarakat supaya adanya jaringan internet ke desa tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang negatif,"paparnya.

Hal senada disampaikan oleh Badruttamam sebagai Pjs kepala desa Sidogedungbatu menyatakan manfaat internet sangat banyak, diantaranya masyarakat sudah bisa mengakses berbagai informasi dan sangat membantu untuk laporan-laporan tugas kantor.

"Manfaat lainnya, juga sebagai  media sosial untuk komunikasi dengan saudara dan teman yang berada di rantau ataupun diatas kapal,"tuturnya

Antisipasi terhadap situs berbau pornografi, menurutnya perlu adanya pengawasan dan bimbingan orang tua dan berbagai pihak, tidak bisa dipungkiri dampak positif dan negatifnya pasti ada.

Irma Wati asal desa Kebuntelukdalam mengucapkan syukur Alhamdulillah atas masuknya jaringan intenet ke desanya. "Informasi lebih cepat didapat sebagai jendela dunia, termasuk menambah ilmu pengetahuan,"imbuhnya. (bst)

Berkunjung Ke Pulau Gili, Ongkos Murah, Lebih Cepat

Media Bawean, 13 Mei 2012 


Pulau Gili secara administratif masuk desa Sidogedungbatu, kecamatan Sangkapura, kabupaten Gresik, yang berjarak sekitar 85 mil laut sebelah utara Pelabuhan Gresik. Sekitar 12 mil laut sebelah timur Pulau Bawean.

Angkutan laut yang menghubungkan antara Pulau Gili dengan Pulau Bawean, terlayani dari pantai Labuhan, dekat Pamona Sidogedungbatu. Butuh waktu selama 30 menit untuk pelayaran dengan naik Kelotok (perahu nelayan).

Setiap hari ada 2 kelotok yang melayani angkutan Pulau Gili tujuan Pulau Bawean. Berangkat jam 06.00 WIB dari Pulau Gili, sedangkan dari Pulau Bawean sekitar jam 09.00 WIB. sampai dengan jam 10.00 WIB. (setelah penumpang datang dari pasar).

Biaya perongkosan untuk perorang dikenakan biaya Rp.5.000, sedangkan carter khusus diluar jam trayek angkutan sebesar Rp.50.000 untuk 3 orang penumpang. Bila jumlah penumpang melebihi 3 orang, perongkosan diatur sesuai kesepakatan dengan pemilik angkutan laut.

Selama dalam perjalanan diatas kelotok, bisa menikmati keindahan pemandangan laut, termasuk melihat panorama terumbu karang di bawah laut. Dengan kondisi tenang, pelayaran ditempuh selama 30 menit dari pantai Labuhan sampai di Pulau Gili.

Masturi sebagai pemiliki angkutan laut yang menghubungkan Pulau Gili dengan Pulau Bawean, ditemui Media Bawean (sabtu, 12/5/2012) mengatakan kondisi jumlah penumpang setiap hari disesuaikan hasil tangkapan ikan warga Pulau Gili. "Jika hasil tangkapan banyak, secara otomatis jumlah penumpang akan banyak. Sebaliknya, ketika hasil tangkapan ikan berkurang, dampaknya penumpang akan sepi,"katanya.

"Untuk melayani pengangkutan, dibentuk organisasi namanya Rakyat Banting Tulang (RBT). Setiap anggota memakai seragam, serta nama angkutannya juga Rakyat Banting Tulang,"paparnya.

Jamal (33 th.) suami perawat kesehatan yang bertugas di Pulau Gili, menyatakan selalu berkunjung untuk menjemput ataupun menjeguk isterinya yang bertugas di Pulau Gili. "Awalnya merasa takut bila ada gelombang tinggi, tapi setelah dinikmati dan melihat kaum ibu sebagai penumpang sepertinya biasa tanpa ketakutan akhirnya biasa juga,"paparnya.

"Sebagai pelayan kesehatan di Pulau Gili, isteriku yang bernama Ayu Istiqomah telah menetap untuk melayani kesehatan masyarakat. Pulang ke Pulau Bawean, bila ada acara rapat ke Sangkapura,"ujarnya. (bst)

Pulau Gili Termakan Laut, Pemerintah Cuek Aja...

Media Bawean, 3 September 2011


Pulau Gili kian mengecil, luas daerahnya kian berkurang diakibatkan abrasi selalu mengikis daratannya. Dampaknya, sesuai pemberitaan Media Bawean sudah berulang kali, seperti hilangnya lapangan dan halaman rumah warga, ternyata sampai sekarang belum ada perhatian dari pemerintah daerah atau pusat.

Ditemui Media Bawean (1/9/2011), tokoh masyarakat Pulau Gili, bernama H. Musrifi mengaku sangat kecewa dengan tidak ada respon ataupun perhatian dari pemerintah. "Disaat menjelang pemilihan legislatif ataupun pemilihan lainnya, mereka berjanji mau ini dan itu, ternyata kenyataannya sampai sekarang mereka tidak mau mendengar ataupun memperhatikan kondisi keberadaan Pulau Gili,"katanya.

Menurut H. Musrifi, warga Pulau Gili tidak menuntut muluk-muluk, hanya mengharap bantuan pemerintah agar abrasi laut bisa ditanggulangi, dan tidak berkelanjutan. "Harapannya, agar daratan yang masih utuh bisa dipertahankan dan tidak hilang jadi laut,"jelasnya.

"Harus bagaimana caranya agar pemerintah memperhatikan Pulau Gili agar terselamatkan tidak hilang, mustahil kondisi sekarang akan bisa teratasi oleh warga tanpa ada bantuan dari pemerintah,"ujarnya.

"Sudah, kalau memang pemerintah tidak mau memperhatian kondisi dan keselamatan Pulau Gili. Sebaiknya dijual saja ke negara lain, agar lebih diperhatikan,"terangnya dengan nada tinggi. (bst)

Kesan Wabup Gresik Berkunjung Ke Pulau Gili

Media Bawean, 28 November 2010


Wakil Bupati Gresik (Moch. Qosim) ketika berkunjung ke Pulau Gili desa Sidogedungbatu Sangkapura Pulau Bawean (sabtu, 27/11) menyatakan sangat berkesan diantara banyak pulau-pulau kecil yang sudah dikunjunginya.

Beliau dalam sambutannya mengatakan kepada warga Pulau Gili, "Sangat layak untuk pengembangan wisata di Pulau Gili, tetapi perlu didukung infrastruktur yang baik di Pulau Bawean dan pembangunan dermaga laut yang menghubungkan Bawean ke Pulau Gili menuju perahu sebagai alat penghubung.
Moch. Qosim diatas perahu saat pulang dari Pulau Gili, ditemui Media Bawean menyatakan banyak kesan tentang Pulau Gili. Diantaranya, penyambutan warganya sangatlah luar biasa terhadap tamu. "Keramahannya betul-betul ditunjukkan ketika ada pejabat berkunjung,"katanya.

Kesan kedua, melihat luas Pulau Gili sangat kecil ternyata semangat warganya sangatlah luar biasa untuk berjuang hidup. "Melihat kondisi perumahan disana, ternyata bagus-bagus. Ini membuktikan segi pendapatan dalam perekonomian sebagai nelayan sangat tinggi,"ujarnya.

Kesan selanjutnya, "Kerukunan warga Pulau Gili antar sesamanya terjalin dengan baik, tidak seperti didaerah lainnya yang disibukkan dengan urusan politik dan urusan lainnya. Mereka sibuk bekerja sesuai profesinya sebagai nelayan,"jelas Wakil Bupati Gresik.

Dalam sambutannya, beberapa kali Wabup mengucapkan terima kasih kepada warga Pulau Gili atas penyambutannya, khusus makanan beliau merasa enak menikmati teripang. "Sangat enak teripang Pulau Gili," paparnya. (bst)

Wabup Prihatin P. Gili, Dermaga Segera Diusulkan

Media Bawean, 28 November 2010


Merasakan secara langsung ketidaknyamanan warganya, berimplikasi keprihatinan untuk lebih peduli dalam mengatasi persoalan. Seperti dialami oleh Wakil Bupati Gresik Moch. Qosim bersama rombongan (sabtu, 27/11/2010) ketika kunjungan ke Pulau Gili desa Sidogedungbatu Kecamatan Sangkapura Pulau Bawean. Melalui medan berat di pantai penuh lumpur, beliau rela berjalan kaki sepanjang 500 meter untuk menjangkau perahu sebagai alat penyebrangan menuju Pulau Gili.

Wakil Bupati bersama isteri, setelah kurang beberapa meter ke perahu, lalu dipandu naik jhukung. Beliau dengan sigapnya mendayung jhukong menuju perahu sampan yang akan menyeberangkan ke Pulau Gili.

Dalam pertemuan bersama warga Pulau Gili, Moch. Qosim menyatakan bahwa kebutuhan mutlak warga Pulau Gili adalah dermaga dari pinggir pantai ke perahu sebagai alat penyeberangan. "Tanpa dermaga, membuat enggan pengunjung untuk datang,"katanya.

"Tolong bapak camat, dermaga segera diusulkan. Mengingat medan perjalanan seperti yang kita rasakan secara langsung sangatlah berat,"ujar Moch. Qosim disambut tepukan tangan gembira oleh warga Pulau Gili. 

Perlu diketahui bahwa rencana pembangunan dermaga Pulau Gili sudah diirencanakan sejak lama, tetapi sampai sekarang belum terwujudkan. Sehingga warga Pulau Gili sampai saat ini masih menunggu, sampai kapan akan dibangun. (bst)

Asal Usul Nama Kampung Batusendi

Media Bawean, 7 Juli 2010

Candi Di Batusendi Sebagai Bukti Sejarah Terlupakan

Di Dusun Batusendi Desa Sidogedungabtu Sangkapura, ada peninggalan sejarah berupa candi berjumlah tujuh buah, tetapi sekarang tinggal enam buah. Candi tersebut menjadi dasar nama kampung Batusendi.

Menurut Masrur sebagai tokoh Batusendi, ditemui Media Bawean kemarin (6/7), mengatakan, "Nama kampung Batusendi berasal dari batu candi yang ada di depan SDN Sidogedungbatu I, sehingga dinamai Batusendi" katanya.

Dari manakah asal Candi? "Menurut orang tua terdahulu candi berasal dari Thailand yang dibawa masuk ke Pulau Bawean,"jawabnya.

"Sebelum Islam masuk di Pulau Bawean, candi tersebut dijadikan kuil sebagai tempat peribadatan agama non muslim," jelasnya.

"Dulu waktu saya masih kecil, candi tersebut seringkali dijadikan tempat pemasangan sesaji, tapi sekarang sudah tidak ada," ujarnya.

"Dahulu ada mitos, bila candi tersebut dijatuhkan kedalam sungai akan terjadi banjir besar, pernah dicoba oleh orang-orang dijatuhkan kedalam sungai, ternyata tidak terjadi banjir besar," terang Masrur. (bst)

Pulau Gili Abrasi, Akan Hilang Tinggal Kenangan

Media Bawean, 22 Mei 2010

Kondisi Daratan Pulau Gili Berkurang Jadi Lautan

Warga Pulau Gili, desa Sidogedungbatu Sangkapura, Pulau Bawean dihantui rasa ketakutan akan menghilangnya Pulau Gili sebagai kampung halamannya menjadi lautan akibat abrasi tanpa solusi sampai saat ini.

Pulau Gili dihuni hampir 1.500 jiwa manusia didalamnya, setiap waktu daratannya berkurang terkikis dengan lautan. Tikam sebagai tokoh masyarakat Pulau Gili mengatakan, "Pulau Gili akan menghilang, akhirnya menjadi kenangan saja," katanya.

"Akibat abrasi tanpa ada solusi cepat dari Pemerintah menjadi ketakutan warga Gili yang tinggal didalamnya," ujarnya.

M. Nor sebagai Kades Sidogedungbatu membenarkan adanya abrasi di Pulau Gili, "Daratan Pulau Gili setiap waktu berkurang disebabkan air laut mengikisnya menjadi lautan, harapannya pemerintah daerah agar segera membangun proyek penangkal abrasi," paparnya.

Nor Syamsi dari UPTD Kelautan, Perikanan dan Peternakan di Pulau Bawean, mengatakan, "Pemerintah segera memberikan solusi cepat untuk abrasi di Pulau Gili dengan menanam pohon mangrove disekelilingnya," jelasnya dihubungi Media Bawean.

Sementara warga Pulau Gili mengharap proyek penangkal abrasi dibangun yang kuat dan kokoh, bukan sekedar menanam pohon magrove. Lalu kapan solusi abrasi di Pulau Gili akan segera diatasi oleh Pemerintaha Daerah? apakah menunggu sampai daratan disana menghilang seperti yang dikatakan oleh warganya, Pulau Gili akan menghilang, tinggal kenangan saja.
(bst)

Abrasi Pulau Gili Direspon Dinas Kelautan, Perikanan & Peternakan

Media Bawean, 10 Maret 2010

Kades Sidogedungbatu Bersama Sanusi
Di Kantor UPTD Kelautan, Perikanan & Peternakan Bawean

Abrasi di Pulau Gili mendapat respon dari Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Gresik. Hari ini (10/3) Kades Sidogedungbatu Mohammad Nor dipanggil khusus ke kantor UPTD Kelautan, Perikanan dan Peternakan Bawean di Sangkapura untuk membicarakan abrasi di Pulau Gili.

Menurut Kades Sidogedungbatu, pembangunan penanggulangan abrasi di Pulau Gili sangat mendesak untuk segera dibangun, berhubung daratannya semakin berkurang akibat abrasi air laut. "Sudah empat kali pengajuan proposal dilakukan, tetapi hasilnya nihil tanpa ada respon untuk segera dilakukan pembangunan," katanya.

"Silahkan ditinjau langsung kesana (Pulau Gili : Red.) untuk membuktikan langsung kondisinya, sudah menghilangkan satu lapangan, mushallah hampir ambruk dan air laut sudah naik ke rumah penduduk," ujarnya.

"Harapan kami sebagai Kades, yaitu proyek pembangunan penangkal abrasi di Pulau Gili sangat mendesak untuk segara dibangun," harapannya.

Sanusi sebagai staf UPTD Kelautan, Perikanan dan Peternakan Bawean, mengatakan, "Kami terima informasi kades, untuk segera dilaporkan keatasan. Memang saya sendiri sudah mendengar lama Pulau Gili ada abrasi, tetapi kondisi sekarang belum mengetahui sebab sudah lama tidak kesana," paparnya.

Nur Syamsi sebagai Kepala UPTD Kelautan, Perikanan dan Peternakan Bawean dihubungi Media Bawean via ponselnya, mengatakan, "Abrasi di Pulau Gili akan segera dilaporkan keatasan, mengingat kondisinya sangat mengkhawatirkan," paparnya. (bst)

Kades Sidogedungbatu :Abrasi Pulau Gili Belum Tersentuh Pembangunan

Media Bawean, 8 Maret 2010

Mohammad Nor sebagai Kades Sidogedungbatu yang memiliki kawasan Pulau Gili berhasil Media Bawean temui di rumahnya hari ini (8/3). Menurutnya, "Proyek abrasi di Pulau Gili sudah diajukan keatas sebanyak empat kali, tetapi sampai sekarang belum ada satupun yang terkabulkan. Padahal keberadaannya kian kedepan semakin kritis sebab daratannya semakin berkurang," katanya.

"Jumlah penduduk di Pulau Gili setiap tahunnya semakin bertambah, sedangkan pulaunya semakin berkurang akibat abarasi laut yang belum teratasi sampai sekarang. Satu lapangan sepak bola habis dimakan laut, termasuk tanah milik warga banyak yang hilang," ujarnya.

"Penanganan abrasi mendesak untuk segera diatasi oleh pemerintah daerah, sebab butuh anggaran sekitar Rp. 500juta untuk pembangunannya sesuai proposal yang diajukan keatas," paparnya.

Apakah ada solusi dari pemerintah daerah? "Belum ada, kemarin pernah ditawari sak untuk diisi pasir, tapi saya tolak sebab ingin pembangunan yang kokoh dengan kualitas yang terjamin," jawab Kades Sidogedungbatu. (bst)

Pulau Gili Terancam Hilang Ditelan Air Laut

Media Bawean, 7 Maret 2010

Abrasi Di Pulau Gili, Lapangan Hilang Ditelan Laut

Abrasi Di Pulau Gili, Mengikis Darat 3 Meter Setiap Tahun

Salah satu tokoh Pulau Gili, Tikam (57 th.) secara blak-blakan ditemui Media Bawean dirumahnya (6/3), menyatakan bahwa keperdulian pemerintah terhadap pulaunya sangat kurang, padahal kondisinya akibat abrasi mengikis darat menghilangkan 3 meter setiap tahunnya, "Apakah kejadian seperti ini akan dibiarkan, sehingga Pulau Gili yang ada hanya kenangan saja," katanya.

Apakah bersedia bila pemerintah meminta penduduk di Pulau Gili dipindahkan ke daerah lebih aman? "Saya bersama penduduk di Pulau Gili bila diminta pindah, tidak mau. Sebab Pulau Gili adalah tumpa darah dan tidak akan lari dari Pulauku tercinta," jawabnya.

"Ketakutan warga Gili adalah abrasi, seharusnya pemerintah peduli dan memikirkan kondisi Pulau Gili sehingga terselamatkan dari ancaman mengikisnya air laut ke daratan. Buktinya satu lapangan sudah hilang ditelan air laut, tapi sampai sekarang belum ada solusi terbaik untuk melakukan antisipasi, akhirnya Pulau Gili akan hilang dari permukaan tertutup air," ujarnya.

"Jumlah penduduk di Pulau Gili semakin padat, sekarang hampir 1500 jiwa penduduknya, tetapi daratannya setiap tahun semakin mengecil," paparnya.

Apakah pernah dilakukan penelitian tentang abrasi di Pulau Gili? "Selama ini belum pernah, sehingga tidak diketahui kapan pulau Gili akan hilang ataupun bagaimana solusi terbaik untuk melakukan menanggulangi abrasi. Warga sebatas kerja sendiri dengan menumpuk batu karang disekelilingnya, itupun masih tetap saja terkikis oleh laut," jelas Tikam.

Dilihat dari pembangunan infrastruktur di Pulau Gili menurut pengakuan Tikam, wujud bangunan pemerintah hanya gedung sekolah. Sedangkan wujud bangunan lainnya nyaris tidak ada, pernah direncanakan dibangunan dermaga tapi sampai sekarang belum terwujud.

Jalan lingkungan tidak tergarap oleh pemerintah, sehingga jalan berpasir saja. Termasuk pelayanan kesehatan tidak ada, "Alhamdulillah selama ini orang sakit di Pulau Gili sangat sedikit, kemungkinan do'a warga Pulau Gili diterima oleh Allah SWT. sehubungan dengan tidak adanya tenaga kesehatan," ungkap Tikam dengan senyuman. (bst)

Warga Gili Naik Haji Dari Belanda

Media Bawean, 7 Maret 2010

Pada umumnya orang Pulau Bawean bila berangkat naik haji ke tanah suci Mekkah, berangkat melalui emberkasih Juanda ataupun emberkasih lainnnya di Indonesia, terkadang berangkat dari Malaysia ataupun Singapore. Ternyata salah satu warga Pulau Gili berangkat dari Belanda.

H. Minayah (58 th.) warga Pulau Gili memiliki anak bekerja di Malaysia. Majikannya bekerja di salah satu kedutaan di Malaysia. Kemudian dipindah ke Belanda, ternyata sang anak diajak serta ke Belanda. Selama 7 tahun bekerja di Belanda, terus kembali ke Malaysia ikut majikannnya pindah.

Menurut pengakuan Misnayah, dirinya sangat bangga punya anak yang sukses bekerja di negeri orang, setiap saat selalu ingat dengan keluarga di Pulau Gili. "Bekerja di Belanda selama 7 tahun, pulang ke Bawean sebanyak 2 kali," kata isteri Almarhum H. Jamal.

"Saya naik haji tahun 2005, dengan biaya ditanggung sepenuhnya anak yang kerja disana, jadi saya sangat bangga dan berterima kasih kepada anakku," ucapnya.

"Semoga mereka yang bekerja di Malaysia selalu sehat wal fiyat dan ditambah rizqinya oleh Allah SWT., "doa dan harapan H. Minayah. (bst)

Siang Hari Di Pulau Gili Bawean

Media Bawean, 7 Maret 2010

Kumpul Bersama Di Durung-Durung

Waktu Siang Hari, Tidur Diluar Rumah

Aktivitas warga Pulau Gili desa Sidogedungbatu Sangkapura di siang hari adalah waktu berkumpul bersama keluarga, setelah datang melaut. Mereka senang berkumpul-kumpul di durung sambil cerita-cerita santai dengan topik disesuaikan situasi dan kondisi terkini.

Sebagian besar memilih istirahat tidur diluar rumah, dengan alasan didalam udaranya sangat panas. Terlihat banyak orang tertidur terlelap diatas ubin diluar rumah masing-masing. (bst)

Rumah Terbakar Di Pamona Sidogedungbatu 4 Orang Korban Dirawat Di Rumah Sakit

Media Bawean, 22 November 2009

Kios Milik Marzuqi Pamona Terbakar

Polsek Sangkapura Olah TKP Kebakaran Di Pamona

Korban Kebakaran Di Pamona

Kios penjual bensin dan bakso milik Marzuqi (50 Th.), di dusun Pamona desa Sidogedungbatu Sangkapura Pulau Bawean sore hari ini (22/11) terjadi kebakaran hebat.

Api melalap habis bagian luar kios, dengan kerugian ditaksir sekitar Rp. 5 juta. Sedangkan korban yang dirawat di rumah sakit ada empat orang.


Api diduga dari kompor yang dekat dengan bensin penjual melayani pembeli, yaitu menuangkan ke dalam trigen.

Korban ada empat orang satu dirawat di Puskesmas Sangkapura Yusli (20 Th.) dan tiga orang dirawat di Bapisnu Daun Musrifah (40 Th.) dengan anaknya bernama Riyanti (2 th.) , tapi yang satu orang Siti Aminah (5 th.) sudah dibawa pulang kerumahnya. (bst).

Anak Pulau Gili Haus Dengan Hiburan

Media Bawean, 24 April 2009

Anak Pulau Gili Naik Geledek
Anak Pulau Gili Sedang Bermain Ayunan

Anak Pulau Gili Sedang Bermain
Mencari kendaraan roda dua dan empat di Pulau Gili tidak akan menemukannya, sebab kondisi tanah pasir tidak memungkinkan penggunaannya. Sebagai alternatif bagi anak-anak yang haus dengan hiburan keliling Pulau Gili dengan naik geledek (seperti gambar diatas).

Selain itu, anak Pulau Gili masih menggunakan ayunan sebagai hiburan. Meskipun dengan alat tradisional, tetapi baginya permainan ayunan sangat mengasyikkan.

Tradisi anak kecil di Pulau Bawean pada umumnya saat usia masih kecil adalah bermain jual-jualan bersama antar teman. Ini termasuk wujud praktek ekonomi yang sangat bermanfaat bila diterapkan dihari tua esok. Tentunya kita sebagai generasi tua bisa mengingat sejarah kecil saat masih bermain di Pulau Bawean. (bst)

Foto Musyayanah For Media Bawean

Pulau Gili Impian Pejabat Setiap Berkunjung Ke Bawean

Media Bawean, 23 April 2009

Pasangan Harmonis Usia Lanjut Di Pulau Gili

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Di Pulau Gili

Kegiatan Para Nelayan Di Pulau Gili

Model Rumah Warga Di Pulau Gili

Durung Di Pulau Gili

Pulau Gili letaknya disebalah timur Pulau Bawean, jarak tempuh 30 menit dari daerah Pamona Sidogedungbatu dengan naik kalotok. Kondisi perekonomian disana tergantung pada hasil melaut setiap hari untuk menangkap ikan.

Pulau Gili memiliki keunikan tersendiri, yaitu bila ada pejabat datang ke Pulau Bawean hampir dipastikan akan menginjakkan kaki ke Pulau Gili. Diantaranya Ketua Umum PKB Muhaiman Iskandar, Ketua PKB Jawa Timur Imam Nahrawi, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan,
H Musyafak Rouf, Bupati Gresik, Wabup Gresik dan lain-lain.

Jika menerima kunjungan, warga Pulau Gili sudah melakukan persiapan untuk menjamu tamu kehormatan dengan menu makanan istimewa seperti udang lopster dan lainnya.

Menurut mahasiswa dari UGM Yogyakarta saat melakukan penelitian disana kepada Media Bawean, mengatakan, "Potensi hasil laut di Pulau Gili sangat bagus, tapi sayangnya disana tidak ada pasar. Hasil tangkapan ikan dijual ke Pasar Daun dengan proses waktu lama, seharusnya perlu efiseinsi waktu untuk menjualnya," katanya. (bst)

Foto Musyayanah For Media Bawean

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean