Menanggapi pernyataan Faozi Rouf, S.Ag. bahwa dewan adalah calo proyek. Menurut Syakir tidak benar, sebab merupakan supervisi.
Sedangkan menanggapi pernyataan Ainurrofiq, SE. tentang APBD untuk kepentingan politik partai yang menang ditanggapi oleh Syakir, SH. anggota dewan dari Partai Golkar asal Pulau Bawean. "Tidak benar jika APBD untuk kepentingan partai penguasah, sebab APBD adalah untuk kepentingan rakyat," katanya.
"Sebenarnya pembangunan ditekankan pada skala prioritas, memang seperti desa Suwari seringkali mendapat pembangunan, tapi nantinya akan diusulkan pada PAK, saya di dewan sebagai komisi pembangunan. Kemarin memang desa Sungairujing juga minta, tapi terbatas dananya," kata Syakir.
Menurut Syakir, "Setelah kita masuk anggota dewan tidak memilih-milih, mana konsetuten atau tidak dan tentu saja ada prioritas," ujarnya,
"Selama jadi anggota dewan tidak pernah merasakan bahwa APBD adalah kepentingan partai penguasah, semua ada dasar hukumnya, aturannya dan mekanismenya," jelas Syakir.
Syakir menambahkan, "Tolong dirasionalkan saja betul apa tidak bahwa APBD hanya untuk partai tertentu, sedangkan pembahasannya bersama-sama tidak atas nama partai," tambahnya. (bst)



Posting Komentar