Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
adsbybawean
Tampilkan postingan dengan label BAWEAN POLITIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAWEAN POLITIK. Tampilkan semua postingan

Rakor Persiapan Pilkada Gresik
DPT Bang Toyib Terancam Dicoret

Media Bawean, 16 Juni 2015




Rapat Koordinasi Panitia Pemungutan Suara (PPS) di kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik digelar kemarin (senin, 15/6/2015) bertempat di Pendopo Kecamatan Sangkapura.


Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sangkapura memimpin langsung rapat koordinasi, diantara pembahasan mencuat tentang kehadiran Bang Toyib di TPS saat pemilihan berlangsung.

Menurut Jamaluddin, hampir setiap pemilihan partisipasi pemilih hanya mencapai 52%, sedangkan 48% banyak jadi Bang Toyib yang berkerja ke Malaysia dan lainnya.

"Untuk mengurangi angka pemilih yang tidak partisipatif, sebaiknya Bang Toyib dicoret saja dari Daftar Pemilih Tetap (DPT),"katanya.

Adanya rencana pencoretan Bang Toyib membuat kekhawatiran petugas PPS disetiap desa akan terjadi marger untuk TPS yang kurang dari kouta.

Ilham Syifak, Ketua PPK Sangkapura ditemui Media Bawean selesai rapat, menyatakan ini baru rencana, belum keputusan final. "Tergantung hasil rapat selanjutnya untuk hak pilih Bang Toyib akan dicabut ataupun dipertahankan,"tegasnya.

Setelah rapat selesai, masing-masing PPS mendapatkan baju seragam kaos untuk dipakai nantinya saat pelaksanaan Pemilihan Bupati Gresik berlangsung yang direncanakan tanggal9 Desember 2015. (bst)

Bung Hatta Anti-Corruption Award
Ajak Anak Muda Melawan Korupsi

Media Bawean, 30 Desember 2014



Bung Hatta Tour: Diskusi Musikal Anti-Korupsi 11 Universitas, 11 Kota, 11 Tahun Hari Anti-Korupsi Internasional digelar di Gedung Pramuka Gresik, hari rabu (29/12/2014), kerjasama Perkumpulan BHACA (Bung Hatta Anti-Corruption Award) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gresik.

Hadir Dadang Trisasongko (Sekjen Transparansi Internasional Indonesia) dan M. Berkah Gamulya (Direktur Eksekutif BHACA) sebagai nara sumber bersama group band simponi, serta Rektor Universitas Gresik Prof Dr Drs Sukiyat SH Msi, juga PLN Distribusi Jawa Timur dan General Menager PT. PLN Area Gresik.

M. Berkah Gamulya (Direktur Eksekutif BHACA) dalam membuka kegiatan Bung Hatta Tour: Diskusi Musikal Anti-Korupsi 11 Universitas, 11 Kota, 11 Tahun Hari Anti-Korupsi Internasional memperkenalkan Perkumpulan BHACA (Bung Hatta Anti-Corruption Award) merupakan komunitas yang sadar mengenai bahaya-bahaya korupsi bagi kelangsungan hidup berrnasyarakat dan berbangsa. 

Menurutnya, BHACA mengajak masyarakat luas untuk berpartisipasi dalam memberikan dorongan (encouragement), pemberdayaan (empowerment) dan perlindungan (protection) bagi mereka yang telah berjuang melawan praktek-praktek korupsi dan mengupayakan perubahan itu. 

"Sejak tahun 2003, para penerima award ini antara lain: Moh. Yamin, SH (alm.), Syamsul Qamar, Erry Riyana Hardjapamekas dan Karaniya Dharmasaputra. Dan pada tahun 2004, penerima anugerah BHACA adalah Gamawan Fauzi dan Saldi Isra. Pada tahun 2008, Anugerah BHACA ke tiga diberikan kepada Dr. Sri Mulyani Indrawati, Amien Sunaryadi Ak, dan M. Busyro Muqoddas SH. Penghargaan Anugerah BHACA 2010 diberikan kepada : Ir. Joko Widodo (Walikota Surakarta) yang kini menjabat Presiden Republik Indonesia, dan Pemerintah Kota Yogyakarta di bawah pimpinan H. Herry Zudianto, SE.,Akt.,MM. Kemudian tahun 2010 dengan penerimanya adalah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sewaktu menjabat sebagai Walikota Surakarta (Solo) dan Walikota Yogyakarta Herry Zudianto,"terangnya. 

Adapun tujuan kegiatan, menurutnya untuk menyebarkan informasi tentang usaha pemberantasan korupsi di Indonesia, memperluas gerakan anti-korupsi kepada generasi muda dan sosialisasi penjaringan calon penerima BHACA, dengan metode populer. Ini menjadi bagian dari kerja-kerja pencegahan korupsi yang tidak kalah penting dengan kerja-kerja penindakan hukum.

Bung Hatta Tour yang berlangsung pada 1 s/d 30 Desember 2014 ini diselenggarakan BHACA bekerjasama dengan PT. PLN (Perusahaan Listrik Negara) dan band Simponi (juara 2 kompetisi internasional musik anti-korupsi Fair Play 2012 di Belgia/Brazil dan juara 1 kompetisi internasional Sounds of Freedom 2014 di Inggris).

Memukau seluruh peserta diskusi, beberapa lagu ciptaan SIMPONI dinyanyikan disela-sela penyajian materi. Hampir semua lagu memiliki tema kemanusiaan termasuk fenomena korupsi.

M. Berkah Gamulya, Direktur Eksekutif BHACA mempresentasikan sosok Bung Hatta, yang dengan posisinya sebagai wakil presiden tetap hidup sederhana dan jauh dari sikap korup. “Begitu sederhana dan penuh integritasnya Bung Hatta, bahkan beliau sampai meninggal tak mampu membeli sepatu impiannya, padahal sebagai wakil presiden tentu mudah baginya untuk mendapatkannya,"tuturnya.. 

 “Bung Hatta tidak punya mobil pribadi. Suatu hari ibunya datang dari Sumatera ingin menjenguk anaknya yang wakil presiden. Bung Hatta tidak mau pakai mobil dinas, ia memilih pinjam mobil keponakannya,"papar Gamulya. 

Korupsi mempunyai dampak buruk bagi bangsa dan negara. Akibat korupsi, lahirlah kemiskinan, kejahatan sosial, atau kerusakan lingkungan. Ujung-ujungnya, ini semua menyebabkan kerugian besar bagi negara. Karena itu perlu ada gerakan untuk memberantasnya, terutama dengan motor dari anak muda termasuk mahasiswa.

Rendy Ahmad, vokalis band Simponi yang masih keturunan Pulau Bawean, Gresik dalam tour anti korupsi di 11 kota itu terus melantunkan lagu-lagu anti korupsinya menyebutkan bahwa pemuda harus bergerak di depan melawan korupsi ini dengan caranya masing-masing.

“Indonesia kan sebenarnya kaya. Lautnya, hutannya, tambangya, banyak sekali. Tapi karena korupsi, anak-anaknya sendiri malah tak bisa sekolah,” keluh Rendy. “Kita sebagai pemuda harus berani bersuara. Berani menyampaikan. Kami bisanya dengan musik, kami harap teman-teman lain pun bisa di bidangnya masing-masing melawan korupsi ini,”ajak Rendy..

Korupsi politik di Indonesia masih dominan dan sulit diberantas. Hal ini yang menyebabkan skor indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia tahun 2014 yang dirilis Transparency International Indonesia (TII) hanya naik 2 digit dari 32 menjadi 34. 

 "Artinya problem korupsi politik merupakan akar dari masalah korupsi yang terjadi di Indonesia. Korupsi politik telah mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan akses kesejahteraan bagi warga Indonesia," kata Dadang Trisasongko (Sekjen Transparansi Internasional Indonesia)

Pada 2013 skor IPK Indonesia serupa dengan tahun 2012 yakni 32. Peringkat Indonesia tahun 2012 adalah 118, naik pada tahun 2013 menjadi 114. Sedangkan peringkat Indonesia tahun 2014 berada pada posisi 107 dari 175 negara yang diukur Transparansi Internasional. Indonesia masih kalah jauh dari dua negara tetangga yakni, Singapura dan Malaysia. Singapura berada di peringkat 7 dengan skor IPK 84 sedangkan Malaysia berada pada peringkat 51 dengan skor 52. 

Menurut Dadang Trisasongko, skor IPK Indonesia tahun 2014 yang hanya naik dua digit dari tahun 2013 menandakan, para pihak yang terlibat dalam pesta demokrasi, Pemilu 2014 gagal memanfaatkan momentum transisi pemerintahan sebagai kesempatan untuk mendongkrak skor IPK dengan menunjukkan integritas pemilu. Hal itu mengkonfirmasi hasil survei persepsi masyarakat terhadap integritas pemilu yang dilakukan KPK tahun 2013 dimana 71% responden menilai praktik politik uang merupakan hal umum yang terjadi di Indonesia. Bahkan, 92% responden menyatakan pemimpin atau politisi tersangkut korupsi umum terjadi di Indonesia.

Sekjen TII Dadang Trisasongko menjelaskan, maraknya korupsi politik tercermin dari kualitas DPR. Buruknya kinerja parlemen tidak terlepas dari besarnya wewenang DPR, sementara pengawasannya lemah.

Sebagai salah satu solusi adalah pengawasan ketat dari publik. Namun, hal ini juga memerlukan peran partai politik dalam memberikan pendidikan ke publik.

"Dimana ada kekuasaan tetapi kontrolnya lemah pasti korup. Sejak era reformasi lembaga yang paling kuat adalah DPR. Namun tidak bisa kita mengandalkan Badan Kehormatan (BK) DPR, perlu masyarakat yang mengontrolnya tetapi, partai politik juga perlu mengadakan pendidikan politik untuk mencerdaskan masyarakat," jelasnya.

Dikatakannya, dalam penegakan hukum, KPK layak diapresiasi karena berhasil memecah kasus-kasus korupsi politik ketimbang lembaga penegak lain. Artinya, KPK juga perlu didukung dalam melaksanakan penegakan hukum.

Namun demikian, upaya penindakan dalam pemberantasan korupsi juga perlu diimbangi dengan perbaikan-perbaikan dalam birokrasi.

 "Kita patut prihatin saat ini wajah-wajah koruptor semakin-lama semakin muda. Pasti ada yang keliru dari cara bangsa ini mendidik dan mempersiapkan kaum muda,” tandas Dadang Trisasongko, Sekretaris Jenderal TI Indonesia. (bst)

Curiga Gangguan Listrik di Bawean
Disebabkan Curah Meter Menjamur

Media Bawean, 7 Desember 2014


Adanya alasan kalong penyebab terjadinya pemadaman listrik PT. PLN Bawean, ditolak mentah-mentah oleh Abdul Aziz, Kepala Desa Balikterus, Sangkapura, Gresik.

Pernyataan tegas Kades Balikterus disampaikan ketika menghadiri reses anggota dewan, H. Muntarifi dari FPPP yang digelar semalam di GOR Bulu Tangkis Pudakit Barat (sabtu malam minggu, 6/12/2014).

Menurutnya, terjadinya gangguan listrik di Pulau Bawean dimungkinkan penyebabnya menjamurnya jaring laba-laba atau lebih dikenal curah meter ke daerah pegunungan yang belum teraliri listrik.

"Ingin bukti, silahkan ikut saya akan ditunjukkan banyak kabel yang bergantungan menghubungkan dari meteran ke rumah warga di pegunungan,"katanya.

"Sungguh ironis sekali, alasan kalong penyebab terjadinya gangguan listrik di Pulau Bawean. Sementara jaringan laba-laba kian menjamur seiiring kebutuhan listrik bagi mereka yang belum teraliri,"ujarnya.

"Bapak Dewan bila ingin bukti, mari akan kutunjukkan menjamurnya jaring laba-laba di Pulau Bawean,"tegas Abdul Aziz.

Sementara H. Muntarifi, sebagai anggota DPRD Kabupaten Gresik meminta bukti bila curah meter penyebab terjadinya gangguan listrik di Pulau Bawean. "Saya siap untuk menindaklanjutinya jika terbukti bahwa penyebab gangguan listrik disebabkan curah meter,"tuturnya.

"Jika ada curah meter, ini tugasnya Suef sebagai Laskar Merah putih untuk membersihkannya kembali,"paparnya.

Spontan warga Dekatagung maju kedepan dan memberikan pernyataannya, jika terbukti terjadinya gangguan listrik disebabkan adanya curah meter, ini tugas Laskar Merah Putih untuk melakukan pembersihan di Pulau Bawean. (bst)

Reses Anggota Dewan di Pulau Bawean
Menikmati Pamadaman Listrik PT. PLN

Media Bawean, 7 Desember 2014






Reses anggota DPRD Kabupaten Gresik, H. Muntarifi dari Fraksi PPP mendapati keluhan masyarakat soal listrik PT. PLN di Pulau Bawean yang sering terjadi pemadaman. 

Ketika pembahasan berlangsung, listrik PT. PLN di kawasan Pudakit Barat, Sangkapura, tempat dilaksanakannya reses seketika terjadinya pemadaman. Spontan seluruh yang hadir kompak menyatakan ini buktinya bahwa listrik di Pulau Bawean sering terjadi pemadaman. Untuk melanjutkan reses, panitia pelaksana menghidupkan mesin diesel sebagai pengganti untuk penerangan.

Reses dilaksanakan di GOR Bulu Tangkis Pudakit Barat diselenggarakan hari sabtu malam minggu (6/12/2014), dihadiri tokoh masyarakat dari desa Pudakit Barat, Pudakit Timur, Kumalasa, Suwari, dan Dekatagung.

Zainuddin asal desa Suwari memohon kepada H. Muntarifi sebagai wakil rakyat asal Pulau Bawean untuk secepatnya memperjuangkan untuk normalisasi listrik sesuai harapan seluruh masyarakat Pulau Bawean.

Menurut tokoh masyarakat di desa Suwari, persoalan listrik sering terjadi pemadaman sudah dinikmati setiap malam, sampai sekarang belum ada penyelesaian. "Ironisnya hampir setiap malam, terkadang pemadamannya seperti diatur mengikuti jam,"katanya.

Hal senada diungkapkan Asrofi asal Kumalasa, menyatakan seringnya pemadaman listrik di Pulau Bawean telah merugikan kepada masyarakat. "Selain kondisi gelap gulita, juga menyebabkan kerugian besar sehubungan banyaknya peratalan elektronik yang rusak,seperti kulkas, televisi dan lain-lain,"keluhnya.

Lebih tegas lagi, diungkapkan Abdul Malik, tokoh masyarakat asal kecamatan Tambak, mengungkapkan bahwa seringnya pemadaman listrik menyebabkan aktivitas di mushollah dan pondok pesantren mengalami lumpuh total disebakan tidak memiliki mesin sebagai penggantinya.

Harapannya menurut Abdul Malik, sesuai harapan masyarakat Tambak, untuk secepatnya dinormalkan kembali sesuai harapan seluruh pelanggan listrik PT. PLN di Pulau Bawean.

Syafi'e asal Pudakit Timur mempercayai bila terjadinya kosleting listrik disebabkan kalong sesuai ilmu fisika. Permasalahannya menurut tokoh pendidikan di Pulau Bawean, kenapa terjadinya pemadaman seperti diatur sesuai waktunya, tepat jam untuk terjadinya pemadaman di waktu malam hari. "Ada apa dengan listrik PT. PLN Bawean? Apakah kalongnya bisa diatur waktunya untuk menganggu jaringan sehingga menyebabkan sering padam,"tegasnya.

Menerima keluhan tokoh masyarakat tentang kelistrikan di Pulau Bawean, H. Muntarifi berjanji akan menindaklanjutinya sesuai harapan bersama. Adapun langkah yang sudah dilakukannya, diantaranya menurutnya DPRD Kabupaten Gresik sudah mengirim surat kepada PT. PLN Gresik sesuai harapan mahasiswa ketika mengadakan aksi di Gresik.

H. Muntarifi juga mempelajari adanya gangguan listrik di Pulau Bawean kepada petugas PJB, diantaranya adanya aksi kalong yang menyebabkan terjadi gangguan listrik. Katerangan anggota dewan dari Fraksi PPP diterangkan melalui papan tulis yang diperlihatkan kepada seluruh yang hadir terkait seringnya terjadi pemadaman listrik di Pulau Bawean. (bst)

Tasyakuran Anggota Dewan PPP
Dihadiri Tim Sukses Se- Bawean

Media Bawean, 4 Oktober 2014






H. Muntarifi sebagai anggota DPRD Kabupaten Gresik dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang baru dilantiknya setelah terpilih dalam Pemilu Legislatif melalui Daerah Pemilihan Pulau Bawean, tadi malam (jum'at, 3/10/2014), menggelar tasyakuran di rumahnya kawasan desa Pudakit Barat, Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik.

Hadir tokoh ulama dan kyai se- Pulau Bawean, Muspika Sangkapura, Kepala Desa Se-Pulau Bawean, serta Tim Sukses se- Pulau Bawean dalam acara pertemuan akbar yang digelar setelah pasca pelantikan sebagai anggota DPRD Kabupaten Gresik.

Ustad Jaelani dalam sambutannya mengajak kepada seluruh pendukung H. Muntarifi untuk bangkit bersama mendukung dan mengarahkan kepada jalan yang terbaik. "Janganlah terlena dalam kemenangan, mari dukungan agar kinerja beliau bisa diterima seluruh masyarakat Pulau Bawean,"katanya.

H. Muntarifi dalam pidatonya mengajak kepada pendukungnya untuk bersama-sama mengoreksi dalam perjalanan selama menjadi anggota dewan. Menurutnya setelah dilantik menjadi anggota dewan, dirinya sudah mewakili seluruh masyarakat Pulau Bawean.

Dalam menghadapi persoalan di Pulau Bawean, anggota dewan dari PPP menyatakan siap untuk aktif membantu serta melayani seluruh kebutuhan masyarakat, khususnya bersifat kepentingan umum.

Lebih lanjut, beliau mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pendukungnya yang menghantarkan sampai terpilih menjadi anggota dewan. "Sekarang ini adalah era kebangkitan PPP di Pulau Bawean, sebelum sempat tenggelam tak memiliki wakil. Tapi sekarang sudah bangkit kembali dan siap memperjuangkan seluruh aspirasi masyarakat Pulau Bawean,"ujarnya.

Adanya sinyalemen bahwa kecamatan Tambak tidak memiliki wakil rakyat, menurutnya termasuk pernyataan salah besar. "Saya mewakili seluruh masyarakat Pulau Bawean secara keseluruhan, yaitu kecamatan Tambak dan kecamatan Sangkapura,"paparnya.

H. Muntarifi berpesan kepada seluruh elemen birokrasi di Pulau Bawean, berhati-hatilah dalam melaksanakan tugasnya jangan salah melangkah.  Termasuk dalam soal politik, jangan sampai salah melangkahnya sebab sesuai undang-undang pemilihan kepala daerah dipilih langsung melalui anggota dewan.

Atas nama Partai Persatuan Pembangunan siap untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Pulau Bawean, termasuk pembangunan dalam segala bidang untuk kemajuan dan kemakmuran Pulau Bawean tercinta. (bst)

Sebagai Wakil Rakyat dari Bawean
H. Muntarifi Siap Berjuang untuk Rakyat

Media Bawean, 1 September 2014

H. Muntarifi (Anggota DPRD Kabupaten Gresik dari Partai Persatuan Pembangunan) mengatakan siap membawa aspirasi masyarakat Pulau Bawean, Gresik di Gedung DPRD Kabupaten Gresik.

Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Pulau Bawean, H. Muntarifi menyatakan tekad bulatnya untuk memperjuangkan daerah pemilihan sesuai komisi yang dibidanginya. "Adapun nantinya harapan masyarakat secara keseluruhan akan diperjuangkan melalui seluruh anggota dewan, khususnya anggota DPRD dari PPP,"katanya.

Walau nantinya masuk komisi sesuai bidangnya, untuk memperjuangkan suara aspirasi masyarakat secara umum, seperti kebutuhan transportasi, pendidikan dan kesehatan akan menjadi prioritas dalam perjuangannya.

"Setelah terpilih, saya sudah mewakili masyarakat Pulau Bawean untuk menyuarakan aspirasi dan harapan masyarakat,"ujarnya.

Lebih lanjut H. Muntarifi dalam mengawali kinerjanya sebagai anggota DPRD Kabupaten Gresik, mengharapkan do'a dari warga Pulau Bawean agar diberikan kesehatan, kemudahan, serta kesuskesan dalam mengemban amanat sebagai wakil rakyat. (bst)

H. Muhammad Subki Siap Berjuang
Untuk Kepentingan Warga Bawean

Media Bawean, 27 Agustus 2014

Anggota DPRD Kabupaten Gresik sudah dilantik hari sabtu (23/8/2014) di Gedung DPRD Kabupaten Gresik.

H. Muhammad Subki, anggota DPRD terpilih dari Partai Demokrat di Daerah Pemilihan (Dapil) Pulau Bawean untuk periode 2014-2019, dihubungi Media Bawean menyatakan sudah dilantik dan siap untuk mengemban amanat rakyat Pulau Bawean.

"Untuk kepentingan masyarakat Pulau Bawean siap diperjuangkan,"katanya.

Menurutnya, aspirasi masyarakat, terutama kebutuhan masyarakat secara umum akan menjadi prioritas utama dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. "Apapun harapan masyarakat, terutama kebutuhan umum akan selalu diperjuangkan,"ujarnya.

"Setelah dilantik, sekarang masih menunggu masuk komisi sesuai bidangnya. Melalui komisi yang dibidangi akan menjadi target utama memperjuangkan aspirasi masyarakat Pulau Bawean."tuturnya. (bst)

Saksi Jokowi - JK Tak Mau Tandatangan
Alasan Hilang 202 Suara di Sangkapura

Media Bawean, 15 Juli 2014


Rapat Pleno hasil pemilihan umum (Pemilu) Pilpres 2014 (minggu, 13/7/2014), di kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik menuai masalah, setelah saksi dari calon nomor urut 2 (Jokowi - JK) menyatakan menolak menandatangani surat berita acara.

Moh. Yusuf sebagai saksi nomor urut 2 untuk pasangan Jokowi - JK ditemui Media Bawean disela-sela Rapat Pleno menyatakan tidak bersedia bertandatangan dalam berita acara karena hasil penghitungan suara oleh tim pemenangan Jokowi - JK ternyata tidak sama dengan hasil perolehan yang ditetapkan melalui rapat pleno PPK Kecamatan Sangkapura.

Menurutnya, sebanyak 202 suara untuk Jokowi - JK telah hilang setelah keseluruhan dikumpulkan. "Sebagai saksi, saya tidak bersedia bertandatangan dalam berita acara untuk melakukan evaluasi atau cross chek perolehan suara ditingkat TPS atau PPS,"katanya.

Di TPS atau PPS manakah suara Jokowi - JK yang kehilangan suara? "Yang jelas suara hilang di blok barat dan blok timur,"jawabnya tidak menunjukkan TPS atau PPS yang dianggap suaranya hilang.

"Untuk menandatangani berita acara masih minta waktu 2x24 jam untuk melakukan koordinasi dengan tim, termasuk evaluasi atas perolehan suara di kecamatan Sangkapura,"ujarnya.

Ketua PPK, Jamaluddin mengatakan tidak ada persoalan saksi mau tandatangan atau tidak, sebab tidak mempengaruhi hasil perolehan suara pemilu pilpres di kecamatan Sangkapura. "Saksi di TPS dan PPS sudah menandatangani semuanya, tidak ada satupun yang merasa keberatan atas perolehan suara untuk pasangan calon nomor urut satu dan dua,"terangnya.

Perolehan suara pemilu pilpres sesuai hasil rapat pleno PPK Sangkapura, untuk pasangan nomor urut 1 (Prabowo - Hatta) memperoleh 15.366 suara, dan pasangan nomor urut 2 (Jokowi - JK) mendapatkan 8.170 suara. (bst)

Pemilu Pemilihan Presiden RI
Prabowo - Hatta Menang di Bawean

Media Bawean, 10 Juli 2014


Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Pemilihan Presiden berlangsung kemarin (rabu, 9/7/2014), di Pulau Bawean, Gresik.

Setelah proses penghitungan selesai, hasilnya diketahui calon nomor urut 1, yaitu Probowo - Hatta berhasil menggguli calon nomor urut 2 (Jokowi- JK). 

13 desa di kecamatan Tambak, pasangan Probowo - Hatta berhasil menang semua desa, sedangkan di kecamatan Sangkapura dari 17 desa hanya 2 desa dimenangkan oleh calon nomor urut 2 (Jokowi - JK), yaitu desa Kebuntelukdalam dan desa Balikterus dengan selisih sangat kecil.

Sesuai hasil penghitungan sementara di kecamatan Tambak, nomor urut 1 (Probowo - Hatta) memperoleh 7.131 suara, sedangkan nomor urut 2 (Jokowi - JK) mendapatkan 4.677 suara.

Di Kecamatan Sangkapura, nomor urut 1 (Probowo - Hatta) memperoleh 15.366 suara, sedangkan nomor urut 2 (Jokowi - JK) mendapatkan 8.170 suara.

Seluruh Pulau Bawean, hasil perolehan untuk pasangan Probowo - Hatta memperoleh 22.679 suara, pasangan Jokowi - JK mendapatkan 12.847 suara. (bst)

Warga Bawean Nyaris Gagal Coblosan
Kapolda Jatim Bagikan Form A5

Media Bawean, 10 Juli 2014 



Ratusan warga Bawean yang tertahan di Pelabuhan Gresik karena menunggu pelayaran, nyaris gagal mencoblos. Ketika KPUD Gresik kurang tanggap mengatasi hal ini, Kapolda Jatim Irjen Unggung Cahyono turun tangan. Dia meminta Panwaslu merekomendasikan pemberian formulir A5 kepada warga Bawean.

Kedatangan Irjen Unggung Cahyono, membawa berkah bagi warga yang tinggal dipenginapan sekitar Pelabuhan Gresik. Kapolda datang didampingi Wabup Moh Qosim, Kapolres Gresik AKBP E Zulpan dan Dandim 0817 Letkol Awang Loviantoro. Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono mengatakan, dia datang ke Gresik hanya untuk memastikan keamanan di Gresik. “Khususnya warga yang tidak bisa memilih,” katanya.

Dijelaskan, pihaknya mendapat informasi dari jajarannya, jika ada ratusan warga Bawean yang tidak memiliki formulir A5. Mereka terancam tidak bisa mencoblos karena tidak sempat pulang ke kampung halaman.

Dijelaskan, atas info tersebut, kepolisian berkoordinasi dengan KPUD Gresik. Mantan Kapolres Sidoarjo ini, meminta kepada KPUD agar pemilih yang telantar, diusahakan bisa mengikuti pemilu. “Kami hanya mengupayakan agar jangan sampai terjadi konflik,” tegas dia.

Setelah Kapolda meninggalkan pelabuhan, tim dari KPU dan Panwaslu Gresik datang. Rombongan pimpinan daerah itu kemudian menuju penginapan warga. Semisal di penginapan Pulau Putri sebanyak 32 warga Bawean tidak bisa menggunakan hak pilihnya. Hal serupa juga dialami 50 orang yang menginap di Penginapan Daun Jaya. diperkirakan masih ada ratusan warga Bawean di tujuh penginapan lainnya yang terancam tidak bisa menyalurkan aspirasinya

Kapolda kemudian meminta Ketua KPU, Ahmad Roni, serta Ketua Panwaslu, Haryanto Ismail, segera mendata pemilih. Setelah dilakukan pendataan oleh panitia, sekitar 116 warga Bawean itu diusung dengan menggunakan mobil wabup dengan cara bergantian ke TPS 8 Kelurahan Pulopancikan dan TPS 5 Kelurahan Bedilan, Gresik Kota.

Ketua KPU Gresik, Ahmad Roni menjelaskan, dari rekomendasi panwaslu pihaknya akhirnya bisa mengeluarkan formulir A5 kepadapemilih yang telantar. “Kami mengeluarkan A5 itu setelah ada rekomendasi dari panwaslu,” katanya kemarin, di tengah-tengah pendataan warga yang telantar di area penginapan pelabuhan.

Disinggung rekomendasi formulir A5 lantaran Gresik kedatangan Kapolda Jatim, Roni membantah hal itu. Roni menjawab, sebelumnya bersama Panwaslu Gresik, pihaknya telah mengantisipasi hal itu. “Sebelumnya, bupati juga telah meminta untuk dikeluarkan A5,” imbuhnya.

Selain di warga Bawean yang telantar di Pelabuhan Gresik, ribuan santri di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin juga tidak menggunakan hak pilihnya, karena tidak mengantongi formulir A5. Salah satu pengasuh pondok, Haris, mengatakan pihak pondok memang tidak meliburkan santri. “Karena sebelumnya sudah libur,” katanya.(mkr/c4/ris)

Sumber : Radar Gresik

KM. Satya Kencana Singgah di Bawean
Pemilih Pilpres Senang Tidak Golput

Media Bawean, 7 Juli 2014


Lega rasanya calon penumpang kapal asal Pulau Bawean yang tertahan berhari-hari di Gresik, setelah tadi malam (7/7/2014) sudah terangkut naik KM. Satya Kencana III milik PT. Dharma Luatan Utama (DLU) melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Ratusan calon penumpang turut berlayar setelah mendapatkan informasi adanya kapal bantuan untuk mengangkut pasukan pengamanan pemilu pilres di Pulau Bawean.

Terlihat antusias calon penumpang untuk segera pulang kampung, alasannya untuk menggunakan hak pilihnya tanggal 9 Juli 2014. Desy asal Kotakusuma, Sangkapura mengatakan sudah tidak golput lagi karena sudah turut berlayar naik KM. Satya Kencana III.

Hal Senada diungkapkan oleh Iin, guru SMAN I Sangkapura menyatakan bersyukur bisa pulang ke Pulau Bawean, setelah beberapa hari tertahan di Gresik menunggu kapal.

Mengetahui pemilik kapal termasuk pendukung calon Presiden nomor urut 1, spontanitas banyak calon penumpang diatas kapal menunjukkan satu jari ketika disapa Media Bawean.

Sehubungan banyaknya calon penumpang, ada sebagian akhirnya kembali ke Gresik sehubungan tidak mendapatkan tiket untuk berlayar.

Dalam perjalanan, cukup terasa besarnya gelombang di perairan laut jawa. KM. Satya Kencana III terasa ditelinga ketika terjadi benturan keras melawan gelombang yang membuat banyak penumpang yang mabuk laut. (bst)

Kampanye Prabowo - Hatta di Bawean
Paparkan Komitmen Prabowo Untuk NU

Media Bawean, 28 Juni 2014


Mahfud MD membakar semangat para ribuan kader di Alun-Alun kota Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik (jum'at, 27/6/2014), dengan memaparkan berbagai perkembangan positif tim Prabowo-Hatta. Selain kemenangan sementara yang telah ditunjukkan oleh survei-survei independen, juga kenyataan bahwa di berbagai daerah di Jawa, pendukung Prabowo makin bertambah antara lain karena mengikuti pendapat para kiai dan tokoh yang mereka kagum.

Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud MD, mengatakan Prabowo sudah berkomitmen untuk memberikan perlindungan dan tempat profosional dalam pemerintahan kepada warga Nahdlatul Ulama (NU).

Mahfud MD, juga mengatakan, pemerintahan Prabowo nanti juga akan mempertahankan budaya keagamaan yang telah berkembang, seperti shalawatan, tahlilan, ziarah, maulidan sebagai tradisi Islam yang baik dan tumbuh di masyarakat.

"Jadi beliau akan memberikan perlindungan terhadap kehidupan beragama secara bebas dan menurut keyakinan serta budaya kita semua," tegasnya.

Menurutnya, Prabowo juga sudah punya komitmen kepada para kiai serta masyarakat Indonesia pada pertemuan Pasuruan 6 Juni 2014 akan menjaga keutuhan negara.

"Negara ini terancam dari ancaman luar, baik tekanan politik maupun melalui politik ekonomi, atau pengisapan kekayaan negara. Prabowo akan bersikap tegas pada kekuatan-kekuatan yang akan menghancurkan Indonesia, baik dari dalam maupun luar negeri," tegasnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini juga mengungkapkan dalam memimpin pemerintahan ini akan memilih ulama atau orang yang dipercaya oleh ulama dan akan selalu konsultasi dengan ulama sebelum mengambil putusan-putusan penting tentang kenegaraan.

Ketua Tim Pemenangan Nasional Prabowo-Hatta, Mahfud MD, mengatakan jabatan menteri agama dalam kabinet Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa akan berasal dari Nahdlatul Ulama (NU) jika pasangan tersebut memenangi Pemilu Presiden 9 Juli 2014. 

"Saya yang akan mengusulkan dan itu sudah disetujui oleh Pak Prabowo," kata Mahfud saat menghadiri kampanye pemenangan Prabowo - Hatta di Pulau Bawean, Jum'at (27/6/2014). 

Menurut mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu, dirinya dan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj nantinya akan memberikan nama kandidat menteri agama kepada Prabowo. 

"Saya dan Aqil Siradj akan berikan nama ke Prabowo yang dianggap sebagai NU yang moderat, bukan aliran keras yang nakut-nakuti orang," ujarnya. 

Mahfud MD juga mengatakan kelebihan warga NU adalah bisa menerima perbedaan agama, adat dan suku sehingga sangat dibutuhkan oleh Indonesia yang plural. 

Namun, ia menampik dirinya menaruh minat pada jabatan tersebut. 

"Tidak lah, bukan saya, saya tidak akan jadi menteri agama. Masa jadi menteri agama, cari yang pintar agama lah," ujarnya

Tim Pemenangan Prabowo-Hatta tiba di Pulau Bawean (jum'at, 27/6/2014) dengan naik helikopter. Tujuan kunjungan menghadiri kampanye yang dihadiri ribuan warga Pulau Bawean, bertempat di Alun-Alun Kota Sangkapura. (bst)

Logistik Pilpres Dikirim ke Bawean

Media Bawean, 24 Juni 2014

Kekhawatiran Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Gresik kalau pengiriman logistik ke Bawean bakal mengalami gangguan, tampaknya terbukti. Meskipun belum memasuki tahap pengiriman, lembaga penyelenggara pemilu ini harus melakukan pengiriman lebih awal lantaran kapal di Pelabuhan Gresik mengalami docking.

Selain itu, jadwal pelayaran dari Pelabuhan Paciran juga hanya ada pada kemarin. Dari pantauan wartawan, petugas KPUD Gresik saat ini masih disibukkan untuk melakukan penyortiran dan pelipatan surat suara. Dengan banyaknya kendala pengiriman ke Pulau Bawean, KPU mendahulukan penyortiran surat suara untuk Bawean. Sehingga, meski terjadi gangguan semacam ini, pihak KPU tidak merasa khawatir karena berkas sudah siap dikirim kapan pun.

“Tidak ada masalah. Seluruh surat suara sudah selesai dilakukan penyortiran, sehingga siap dikirim sekarang,” ujar Komisioner Divisi Logistik, Perencanaan dan Keuangan KPUD Gresik, Elvita Yuliati, kemarin.

Dikatakan, seharusnya sesuai jadwal yang ada, pengiriman logistik Bawean baru dilakukan pada 27 Juni mendatang. Namun, beber dia, karena terjadi docking pada kapal Gili Iyang di Pelabuhan Gresik, akhirnya pengiriman dilakukan saat ini sesuai dengan jadwal yang ada di Pelabuhan Paciran.

“Semua kapal yang ke Bawean mengalami docking, tinggal hari ini dan itupun di Pelabuhan Paciran,” ungkap dia.

Terkait dengan dipercepatnya pengiriman ini, menurut Elvita, sudah sesuai dengan rencana sebagai langkah antisipasi. Pihaknya sudah meminta seluruh pekerja agar men- dahulukan logistik untuk Bawean. “Ini sudah sesuai planning, sehingga kapan pun logistik mau dikirim dipastikan siap,” terangnya.

Ini, lanjut dia, merupakan pengiriman pertama logistik pilpres ke Bawean. Hampir seluruh logistik yang dibutuhkan, dikirim ke Bawean pada hari ini. “Yang kami kirim ini mulai surat suara, plano, formulir, kotak suara, bilik suara, bantalan, ATK dan yang lainnya,” kata dia.

Ia menambahkan, jika nanti logistik yang dikirimkan masih mengalami kesalahan penyortiran, pihaknya sudah memiliki rencana tersendiri untuk mengatasi permasalahan tersebut. ”Kami menjamin tidak akan ada masalah untuk pengiriman logistik ke Bawean. Sedang untuk logistik kecamatan yang lain, akan dikirim pada minggu depan setelah penyortiran selesai,” imbuh dia.(rof/c4/rou)

5 Tahun Berjuang jadi Wakil Rakyat
Setelahnya Tergantung Nanti Saja

Media Bawean, 23 Mei 2014

Drs. A. Muhajir, anggota DPRD Kabupaten Gresik dari Fraksi Kebangkitan Bangsa, periode 2009 -2014 mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Pulau Bawean telah mempercayakannya selama 5 tahun.

Sebagai wakil rakyat dari Pulau Bawean, telah berjuang sesuai kemampuannya untuk membangun daerahnya.

Untuk melanjutkan perjuangan sebagai wakil rakyat, Muhajir dalam pemilu 2014 yang berangkat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengalami kekalahan terhadap Zulfan Hasyim.

Walaupun kalah, Muhajir menyatakan akan tetap berjuang membesarkan Partai Kebangkitan Bangsa. "Berjuang untuk rakyat bukan hanya sebagai anggota dewan, banyak hal yang bisa diperbuat untuk memperjuangkan masyarakat,"katanya.

Rencana kedepan setelah tidak menjadi anggota dewan, menurutnya banyak rencana tapi tergantung nanti saja.

Termasuk kembali ke Pulau Bawean atau menetap di Gresik, Muhajir menyatakan belum bisa memberikan jawaban soal tempat. "Tergantung nanti saja,"ujarnya.

Mendakati masa jabatannya berakhir, anggota DPRD dari FKB mengucapkan permohonan maaf bila dalam mengemban amanat sebagai wakil rakyat ada kekurangan ataupun kesalahan. Yang terpenting selama melaksanakan tugasnya sudah bekerja maksimal untuk membangun Pulau Bawean.

"Semoga anggota dewan terpilih bisa melanjutkan perjuangannya dengan baik sesuai harapan bersama,"pungkasnya. (bst)

Istiqomah di Partai Demokrat
Akwan Kembali jadi Pengusaha

Media Bawean, 9 Mei 2014

Pemilu 2014 sudah selesai dilaksanakan, terpilih 4 wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) V Pulau Bawean, diantaranya ada 2 wajah lama, yaitu Zulfan Hasyim yang sebelumnya mewakili Dapil I Gresik, dan Miftahol Jannah yang sebelumnya berangkat dari Dapil yang sama yaitu Pulau Bawean. Wajah baru untuk wakil rakyat dari Pulau Bawean, yaitu Muhammad Subki dari Partai Demokrat dan H. Muntarifi dari PPP.

Akhwan  dari Partai Demokrat yang diberangkatkan dari Dapil II (Menganti, Kedamaian) kandas untuk kembali meraih kursi dewan, yang sebelumnya mewakili Dapil Pulau Bawean. Selisih 200 suara dengan calon pesaingnya yang terpilih.

Dihubungi Media Bawean (jum'at, 9/5/2014), Akhwan mengatakan berjuang untuk masyarakat tidak hanya melalui kursi legislatif, walaupun tidak terpilih kembali sebagai anggota dewan mewakili Pulau Bawean, saya tetap akan berjuang untuk masyarakat Pulau Bawean.

"Saya tetap berjuang untuk membesarkan Partai Demokrat. Terbukti hasil perjuangan di Dapil II (Menganti dan Kedamean) yang pemilu sebelumnya tidak pernah meraih kursi, tapi sekarang mendapatkan kursi walaupun tidak terpilih,"katanya.

"Bagiku Partai Demokrat adalah NKRI. Jadi tetap akan beristiqomah membesakan partai,"ujarnya.

Setelah tidak menjabat sebagai anggota dewan, Akhwan menyatakan akan kembali berkiprah ke dunia bisnis sesuai basic yang dimilikinya sebagai pengusaha.

"Terima kasih kepada masyarakat Pulau Bawean secara khusus, dan Kabupaten Gresik secara umum yang telah membantu  menghantarkan sebagai anggota dewan selama satu periode,"paparnya.

"Selama mewakili rakyat Pulau Bawean sudah berjuang sesuai kemampuan yang kumiliki, mohon maaf bila ada kekurangan dalam berjuang, khususnya permohonan maaf kepada seluruh tokoh di Pulau Bawean,"tuturnya.

Yang terpenting menurut Akhwan, bila menjadi anggota dewan seyogyanya peka terhadap persoalan di masyarakat, khususnya terkait segala kebutuhan warga secara umum. (bst)

Gaji Dewan Baru di Gresik
Diperkirakan Rp. 26 Juta Per Bulan

Media Bawean, 21 April 2014

Menjadi anggota dewan memang benar-benar menggiurkan. Bagaimana tidak,mereka tidak hanya dimanjakan fasilitas wah, para wakil rakyat ini juga digelontor gaji besar. Bahkan, informasi yang diterima, gajinya mencapai Rp 26 juta per bulan. Tak heran, bila momen pileg 2014 dijadikan ajang rebutan untuk bisa jadi anggota dewan, meski harus menguras modal hingga miliaran rupiah.

“Untuk dewan baru nanti, gaji dan tunjangan sepertinya akan beda karena ada kenaikan,”kata sumber di internal Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Gresik, kemarin.

Selain kenaikan gaji, lanjut dia, Tunjangan Komunikasi Intensif (TKI) dan perumahannya juga dimungkinkan akan ikut dinaikkan. Prediksi kenaikan ini disesuaikan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Saat ini, kekuatan APBD Kabupaten Gresik sebesar Rp 2,3 triliun.

Mengacu Peraturan Pemerintah(PP) Nomor 21 Tahun 2007 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Anggota dan Pimpinan DPRD, maka gaji dan tunjangan yang bakal diterima anggota DPRD Kabupaten Gresik sekitar Rp 26 juta perbulan. Rinciannya, gaji pokok dan tunjangan keluarga sebesar Rp 6 juta, TKI Rp 11 juta, dan tunjangan perumahan Rp 9 juta.

Sementara untuk pimpinan dewan menerima sekitar Rp 45 juta. Rinciannya, gaji pokok dan tunjangan keluarga Rp 7 juta, TKI Rp 11 juta, operasional rumah dinas (rumdis) Rp 9 juta, dan operasional lain-lain Rp 18 juta.

Sekretaris DPRD Gresik, Hari Soerjono saat dikonfirmasi terkait hal ini mengaku masih belum mengetahui gaji anggota DPRD Gresik pada periode 2014-2019 ini. Karena, dalih dia, hal tersebut masih belum dibahas. “Sampai saat ini masih belum tahu, karena masa bakti anggota DPRD periode 2009-2014 belum selesai,” tuturnya.

Perkiraan DPRD Kabupaten Gresik 2014 - 2019

DAPIL I :
1.Hadi Kusono (PDIP)
2.Markasim Halim Widianto (Golkar)
3.Edi Santoso (Demokrat)
4.Syaichu Busyisi (PKB)
5.Lilik Hidayati (PPP)
6.Mubin* (PAN)
7.Dwi Laksono (Gerindra)

DAPIL II :
1.Mujid Ridwan (PDIP)
2.Ruspandi Sunaryo (PKB)
3.Suparno Diantoro (Golkar)
4.Wongso Negoro (Golkar)
5.Khoirul Anam (Gerindra)
6.Ida Astutik (Demokrat)
7.Nur Qolib (PPP)

DAPIL III :
1.Sumardi (PPP)
2.Sujono (PKB)
3.Abdul Qodir (PKB)
4.Sugiyo* (Golkar)
5.Syaiful Fuad (Demokrat)
6.Tri Purwito (PDIP)
7.Sunariaji (PAN)

DAPIL IV
1.Nur Saidah (Gerindra)
2.Abdullah Munir (Gerindra)
3.Hamzah Takim (Golkar)
4.M Zaini (Golkar)
5.Khomsatun (Golkar)
6.Moh Syafi’ AM (PKB)
7.Saji (PKB)
8.Achmad Kusrianto (PDIP)
9.Nur Hudi Didin Arianto (Nasdem)
10.Mustaqim* (PPP)

DAPIL V
1.Zulfan Hasyim (PKB)
2.Miftakhol Jannah (Golkar)
3.Moh Subki (Demokrat)
4.Muntarifi (PPP)

DAPIL VI
1.Jumanto (PDIP)
2.Asroin Widiana (Golkar)
3.Anwar Sadad (PPP)
4.Faqih Usman (PAN)
5.Ahmad Fauzi (Demokrat)
6.Taufiqul Umam (Gerindra)
7.Wafiroh Ma’sum (PKB)

Dapil VII
1.Abdul Syafei (Gerindra)
2.Abdul Hamid (Golkar)
3.Bambang Adi Pranoto (Golkar)
4.Mustajab (PAN)
5.Noto Utomo (PDIP)
6.Seberi (Demokrat)
7.Sholihuddin (PKB)
8.Khoirul Huda (PPP)

TOTAL :
Partai Golkar : 11 Kursi 
PKB : 9 Kursi
PPP : 7 Kursi
Partai Gerindra : 6 Kursi
Partai Demokrat : 6 Kursi
PDIP : 6 Kursi
PAN : 4 Kursi
Partai Nasdem : 1 Kursi

Sumber : Radar Gresik

2 Partai Islam dan 2 Partai Nasionalis
Anggota Dewan Terpilih dari Bawean

Media Bawean, 15 April 2014


Rapat Pleno hasil rekapitulasi penghitungan Pemilu 2014 di kecamatan Sangkapura dan kecamatan Tambak di Dapil V (Pulau Bawean) Gresik sudah selesai dilaksanakan. 

Hasilnya setelah perolehan suara pemilu digabungkan dari 2 kecamatan, yaitu hasil perolehan partai politik terbanyak diperoleh Partai Kebangkitan Bangsa memperoleh 11.852 suara (Kecamatan Sangkapura sebanyak 8.131 dan Kecamatan Tambak sebanyak 3.721 suara).

Urutan kedua diraih oleh Partai Golkar, dengan total perolehan suara sebanyak 7.900 suara (Kecamatan Sangkapura sebanyak 4.492 dan Kecamatan Tambak sebanyak 3.408 suara).

Urutan ketiga diraih oleh Partai Demokrat memperoleh suara sebanyak 6.280 suara (Kecamatan Sangkapura sebanyak 3.755 suara dan Kecamatan Tambak sebanyak 2.525 suara)

Urutan keempat, diperoleh Partai Persatuan Pembangunan dengan mendapatkan 3.546 suara (Kecamatan Sangkapura sebanyak 2.583 suara dan Kecamatan Tamak sebanyak 963 suara).

Berikutnya caleg yang memperoleh kursi dari jatah sebanyak 4 kursi di Dapil V (Pulau Bawean), kursi pertama diraih PKB dengan suara caleg terbanyak diperoleh Zulfan Hasyim dengan jumlah 5.862 suara (Kecamatan Sangkapura sebanyak 4.856 suara dan Kecamatan Tambak sebanyak 1.006 suara).

Kursi kedua diraih Partai Golkar dengan suara caleg terbanyak diraih Miftahol Jannah dengan jumlah 3.281 suara (Kecamatan Sangkapura sebanyak 2.487 suara dan kecamatan Tambak sebanyak 794 suara).

Kursi ketiga diperoleh Partai Demokrat dengan suara caleg terbanyak diraih Muhammad Subki dengan jumlah 2.381 suara (Kecamatan Sangkapura sebanyak 2.160 suara dan kecamatan Tambak sebanyak 221 suara).

Kursi keempat diraih Partai Persatuan Pembangunan dengan suara caleg terbanyak diperoleh Muntarifi dengan jumlah 2.595 suara (Kecamatan Sangkapura sebanyak 1.848 suara dan Kecamatan Tambak sebanyak 747 suara).

KH. Abdul Latif, Ketua MUI Kecamatan Sangkapura mengatakan 4 kursi anggota DPRD Kabupaten Gresik di Dapil Bawean telah diraih 2 partai Islam dan 2 partai nasionalis. "Sesuai harapan ternyata kenyataan untuk 4 kursi dengan diraih 2 partai Islam dan 2 partai nasionalis. Semoga kinerjanya bisa lebih baik untuk membangun Pulau Bawean,"katanya.

Dari Nazar, Direktur BCW-LSM menyatakan 4 kursi yang diraih calon dewan yang berasal dari kecamatan Sangkapura, berarti mereka mewakili seluruh warga Pulau Bawean. "Yang terpilih dalah wakil rakyat asal Pulau Bawean untuk duduk di kursi DPRD Kabupaten Gresik. Semoga perjuangan dan aspirasi membawa hasil untuk membangun Pulau Bawean,"ujarnya. (bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean