Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
adsbybawean
Home » » 2 Awak KM Palangkaraya Ditemukan Selamat

2 Awak KM Palangkaraya Ditemukan Selamat

Posted by Media Bawean on Selasa, 12 Agustus 2008

Media Bawean, 12 Agustus 2008
Sumber KOMPAS
Gresik, Kompas - Dua awak Kapal Motor Palangkaraya, yang sebelumnya dinyatakan hilang, akhirnya ditemukan selamat. Mereka adalah Rudi dan Santosa. Rudi diselamatkan nelayan Brondong, Lamongan, Minggu (10/8) malam lalu, sedangkan Santosa ditolong nelayan Bawean kemarin pagi.

Satu orang lainnya, yang juga ditemukan nelayan Bawean kemarin pagi, adalah penumpang Kapal Motor (KM) Palangkaraya, Burhanuddin.

Secara terpisah, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Lamongan, Anas Wijaya, menginformasikan, nelayan Brondong kemarin sore menemukan satu orang yang terapung di tengah laut, yakni Mukran. Namun, belum diketahui apakah Mukron termasuk korban KM Palangkaraya.

Menurut Kepala Seksi Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai Gresik Nur Alim, sejauh ini diketahui, jumlah awak KM Palangkaraya 17 orang. Seluruhnya telah ditemukan dalam kondisi selamat. Soal penumpang yang diangkut kapal barang tersebut, hingga kemarin belum diketahui jumlah keseluruhannya. Sebab, pengangkutan penumpang itu tidak dilaporkan, sementara nakhoda KM Palangkaraya, Djaelani Fauzi (56), belum juga bisa dimintai keterangan.

”Setidaknya ada satu korban lagi yang belum diketahui nasibnya, yakni Abdurrakhman. Menurut informasi dari keluarganya, sebelum kejadian Abdurrakhman menelepon keluarga. Ia minta dijemput,” demikian Nur Alim.

Sebagaimana diberitakan, KM Palangkaraya yang berlayar dari Pelabuhan Gresik menuju Pulau Bawean, Jawa Timur, tenggelam di sekitar 10 mil laut dari Pelabuhan Sangkapura, Bawean, Sabtu malam lalu. Dalam insiden ini, seorang penumpang tewas.

12 penumpang

Nur Alim menambahkan, menurut ketentuan, nakhoda KM Palangkaraya seharusnya melaporkan jumlah penumpang yang ikut dalam kapal barang itu ke Syahbandar Pelabuhan Gresik. ”Sebagai pengangkut barang, kapal tersebut diperkenankan membawa maksimal 12 penumpang. Dengan catatan, syahbandar mengetahui kelengkapan alat keamanan, seperti pelampung; tujuan penumpang; dan ketersediaan bahan makanan serta kecepatan kapal. Kami menyayangkan kenapa nakhoda tidak melaporkan nama-nama penumpangnya,” paparnya.

KM Palangkaraya biasanya melakukan perjalanan berjarak 80 mil, Gresik-Bawean, selama 12 jam. Muatan kapal buatan tahun 1961 itu maksimal 182,5 ton. Diduga kuat, kapal tenggelam akibat disapu gelombang besar. (ACI)

SHARE :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean