Media Bawean, 12 Agustus 2008
Sumber SINDO
GRESIK (SINDO) – Dua anak buah kapal (ABK) KM Palangkaraya jurusan Gresik–- Bawean yang sempat dinyatakan hilang akhirnya ditemukan.
Rudy, kelasi kapal, diselamatkan nelayan Brondong, Lamongan. Sementara Santoso, juru masak, ditemukan nelayan Bawean kemarin. Dengan demikian, total penumpang yang ditemukan hingga kemarin petang mencapai 29 orang. Mereka adalah 17 ABK dan 12 penumpang gelap. ”Berarti masih ada satu penumpang yang hilang,” ujar Pudiasto Nugroho, Kepala Seksi Kepelabuhanan Administratur Pelabuhan (Adpel) Gresik kemarin.
Pihak Adpel sendiri belum tahu identitas penumpang tersebut.Pasalnya,menurut hasil pemeriksaan Seksi Penjagaan dan Penyelamatan (Gamat) Adpel Gresik terhadap nakhoda KM Palangkaraya Djaelani Fanani, pihak kapal tidak mencatat identitas penumpang. ”Nakhoda mengaku mengangkut 13 penumpang dengan 17 ABK.” ”Saat diperiksa, mereka mengaku menyembunyikan penumpang di ruang mesin, hingga lolos pemeriksaan,” ujar Kasi Gamat Nur Alim.
Diduga korban hilang itu bernama Abdurahman,warga Dusun Tunjungan, Desa Pekalongan, Kecamatan Tambak,Bawean.Sinyalir itu muncul dari hasil pemeriksaan terhadap M Amin,34,salah satu ABK.Menurut Amin,dia sempat dihubungi tetangganya di Dusun Tajungan, Bawean, kalau ada keluarganya yang menumpang KM Palangkaraya, belum pulang sampai kemarin.
”Namanya Abdurahman. Dia umur 19 tahun.Menurut keluarganya,dia mengetahui Abdurahman naik KM Palangkaraya, karena setelah kapal berangkat dari Pelabuhan Gresik, dia menghubungi keluarga minta dijemput. Tapi sampai sekarang (petang kemarin) belum pulang,” terang Amin yang tinggal di Perum Giri Kembangan Asri Gresik itu. Sampai kemarin tinggal 6 penumpang dan ABK yang dirawat di RS Muhammadiyah, Gresik.
Mereka adalah Ubaidillah, Abdul Kadir Hasbnan, Imam Marfuat, Nurul Azizah, dan Kusnawiyah.”Kami masih trauma,”aku Imam Marfuat. Beberapa penumpang gelap itu mengaku sengaja naik KM Palangkaraya karena kehabisan tiket kapal cepat. Sementara mereka dituntut untuk segera pulang.”Akhirnya kami naik kapal barang.Kami naik tidak gratisan.Kami ditarik tiket Rp100.000 per orang,” aku Abdul Kadir Hasnan.
Koordinator Gerbang Bawean, Abdul Basith, sangat menyesalkan Adpel yang ceroboh, hingga kapal barang itu bisa mengangkut penumpang. Kemungkinan kecelakaan itu akibat muatan yang terlalu banyak.Namun demikian, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kecelakaan itu. ”Adpel yang tanggung jawab,” katanya. Basith sendiri sempat melaporkan kejadian itu ke Polres Gresik, tapi laporan itu ditolak.
Polisi menyerahkan kasus ini kepada pihak yang berwenang, yaitu Adpel, untuk melakukan pemeriksaan. Sedangkan Pudiasto Nugroho menolak disebut ada unsur kesengajaan atas lolosnya penumpang gelap KM Palangkaraya itu. Sebab, pejabat Adpel yang kerap dipanggil Teddy itu mengaku sudah memeriksa kapal sebelum berangkat.
”Saat kami periksa (nakhoda),ngakukalau penumpang itu disembunyikan saat diperiksa. Mereka juga mengaku tidak ada main dengan KPLP,”tukas Teddy. Hanya, lanjut dia, sampai kemarin pihaknya belum dapat melakukan pemeriksaan lanjutan. Sebab, baik nakhoda maupun ABK lainnya bersedia diperiksa Selasa (12/8) ini.
Alasannya mereka masih trauma dan shock atas kejadian tersebut. ”Karena itu kami pun belum dapat menjelaskan siapa yang salah. Sebab, setelah kami memeriksa surat kelaikan kapal, semuanya tidak ada masalah,” katanya.
Gelombang Tinggi
Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Maritim Tanjung Perak memperkirakan, gelombang di perairan Jatim akan kembali meninggi pada 17 Agustus 2008.
”Kecenderungannya gelombang mulai kemarin (10/8) menurun, tapi pada 17 Agustus mendatang akan naik kembali,” ujar Kasi Informasi dan Observasi BMG Maritim Tanjung Perak Surabaya Arif Triono kemarin. Naiknya tinggi gelombang tersebut, menurut dia, dipengaruhi kecepatan angin yang juga diperkirakan meningkat. Kecepatan angin saat ini berkisar 5–40 knot,sedangkan pada pekan lalu antara 10–55 knot.
Kecepatan angin yang cenderung menurun tersebut juga diperkirakan kembali melonjak pada 17 Agustus pada kisaran 10–55 knot. Arif menjelaskan, kecepatan angin tersebut dipengaruhi adanya perbedaan tekanan udara (gradium) antara benua Australia dengan Asia.Tinggi gelombang di Samudera Hindia saat ini berkisar 0,8–3 meter, sedangkan pada 17 Agustus mendatang diperkirakan akan menjadi 1,3–3,5 meter.
Di Laut Jawa,tinggi gelombang saat ini berkisar 0,5–2 meter dan pada 17 Agustus bisa mencapai tiga meter.Perairan Bawean yang kini antara 0,5–2,5 meter, bisa sampai 3 meter. Mengenai munculnya awan-awan tipis di sejumlah kawasan di Jatim,Arif menduga fenomena itu dampak melambatnya kecepatan angin. ”Jika angin kencang, sulit terbentuk awan, tapi kami menganalisanya,”ucapnya. (ashadi ik/ant)
Rudy, kelasi kapal, diselamatkan nelayan Brondong, Lamongan. Sementara Santoso, juru masak, ditemukan nelayan Bawean kemarin. Dengan demikian, total penumpang yang ditemukan hingga kemarin petang mencapai 29 orang. Mereka adalah 17 ABK dan 12 penumpang gelap. ”Berarti masih ada satu penumpang yang hilang,” ujar Pudiasto Nugroho, Kepala Seksi Kepelabuhanan Administratur Pelabuhan (Adpel) Gresik kemarin.
Pihak Adpel sendiri belum tahu identitas penumpang tersebut.Pasalnya,menurut hasil pemeriksaan Seksi Penjagaan dan Penyelamatan (Gamat) Adpel Gresik terhadap nakhoda KM Palangkaraya Djaelani Fanani, pihak kapal tidak mencatat identitas penumpang. ”Nakhoda mengaku mengangkut 13 penumpang dengan 17 ABK.” ”Saat diperiksa, mereka mengaku menyembunyikan penumpang di ruang mesin, hingga lolos pemeriksaan,” ujar Kasi Gamat Nur Alim.
Diduga korban hilang itu bernama Abdurahman,warga Dusun Tunjungan, Desa Pekalongan, Kecamatan Tambak,Bawean.Sinyalir itu muncul dari hasil pemeriksaan terhadap M Amin,34,salah satu ABK.Menurut Amin,dia sempat dihubungi tetangganya di Dusun Tajungan, Bawean, kalau ada keluarganya yang menumpang KM Palangkaraya, belum pulang sampai kemarin.
”Namanya Abdurahman. Dia umur 19 tahun.Menurut keluarganya,dia mengetahui Abdurahman naik KM Palangkaraya, karena setelah kapal berangkat dari Pelabuhan Gresik, dia menghubungi keluarga minta dijemput. Tapi sampai sekarang (petang kemarin) belum pulang,” terang Amin yang tinggal di Perum Giri Kembangan Asri Gresik itu. Sampai kemarin tinggal 6 penumpang dan ABK yang dirawat di RS Muhammadiyah, Gresik.
Mereka adalah Ubaidillah, Abdul Kadir Hasbnan, Imam Marfuat, Nurul Azizah, dan Kusnawiyah.”Kami masih trauma,”aku Imam Marfuat. Beberapa penumpang gelap itu mengaku sengaja naik KM Palangkaraya karena kehabisan tiket kapal cepat. Sementara mereka dituntut untuk segera pulang.”Akhirnya kami naik kapal barang.Kami naik tidak gratisan.Kami ditarik tiket Rp100.000 per orang,” aku Abdul Kadir Hasnan.
Koordinator Gerbang Bawean, Abdul Basith, sangat menyesalkan Adpel yang ceroboh, hingga kapal barang itu bisa mengangkut penumpang. Kemungkinan kecelakaan itu akibat muatan yang terlalu banyak.Namun demikian, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kecelakaan itu. ”Adpel yang tanggung jawab,” katanya. Basith sendiri sempat melaporkan kejadian itu ke Polres Gresik, tapi laporan itu ditolak.
Polisi menyerahkan kasus ini kepada pihak yang berwenang, yaitu Adpel, untuk melakukan pemeriksaan. Sedangkan Pudiasto Nugroho menolak disebut ada unsur kesengajaan atas lolosnya penumpang gelap KM Palangkaraya itu. Sebab, pejabat Adpel yang kerap dipanggil Teddy itu mengaku sudah memeriksa kapal sebelum berangkat.
”Saat kami periksa (nakhoda),ngakukalau penumpang itu disembunyikan saat diperiksa. Mereka juga mengaku tidak ada main dengan KPLP,”tukas Teddy. Hanya, lanjut dia, sampai kemarin pihaknya belum dapat melakukan pemeriksaan lanjutan. Sebab, baik nakhoda maupun ABK lainnya bersedia diperiksa Selasa (12/8) ini.
Alasannya mereka masih trauma dan shock atas kejadian tersebut. ”Karena itu kami pun belum dapat menjelaskan siapa yang salah. Sebab, setelah kami memeriksa surat kelaikan kapal, semuanya tidak ada masalah,” katanya.
Gelombang Tinggi
Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Maritim Tanjung Perak memperkirakan, gelombang di perairan Jatim akan kembali meninggi pada 17 Agustus 2008.
”Kecenderungannya gelombang mulai kemarin (10/8) menurun, tapi pada 17 Agustus mendatang akan naik kembali,” ujar Kasi Informasi dan Observasi BMG Maritim Tanjung Perak Surabaya Arif Triono kemarin. Naiknya tinggi gelombang tersebut, menurut dia, dipengaruhi kecepatan angin yang juga diperkirakan meningkat. Kecepatan angin saat ini berkisar 5–40 knot,sedangkan pada pekan lalu antara 10–55 knot.
Kecepatan angin yang cenderung menurun tersebut juga diperkirakan kembali melonjak pada 17 Agustus pada kisaran 10–55 knot. Arif menjelaskan, kecepatan angin tersebut dipengaruhi adanya perbedaan tekanan udara (gradium) antara benua Australia dengan Asia.Tinggi gelombang di Samudera Hindia saat ini berkisar 0,8–3 meter, sedangkan pada 17 Agustus mendatang diperkirakan akan menjadi 1,3–3,5 meter.
Di Laut Jawa,tinggi gelombang saat ini berkisar 0,5–2 meter dan pada 17 Agustus bisa mencapai tiga meter.Perairan Bawean yang kini antara 0,5–2,5 meter, bisa sampai 3 meter. Mengenai munculnya awan-awan tipis di sejumlah kawasan di Jatim,Arif menduga fenomena itu dampak melambatnya kecepatan angin. ”Jika angin kencang, sulit terbentuk awan, tapi kami menganalisanya,”ucapnya. (ashadi ik/ant)


Posting Komentar