Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
adsbybawean
Home » » KM Palangkaraya Tenggelam di Bawean

KM Palangkaraya Tenggelam di Bawean

Posted by Media Bawean on Senin, 11 Agustus 2008

Media Bawean, 11 Agustus 2008

Sumber : Duta Masyarakat
Satu Tewas, Puluhan Penumpang Trauma

GRESIK - Ombak besar yang terjadi di perairan Bawean kembali menelan korban. Kali ini, Kapal Motor (KM) Palangkaraya yang bermuatan berbagai barang dengan tujuan Gresik ke Pulau Bawean tenggelam di sekitar 12 mil perairan Pulau Bawean, Sabtu (9/8) malam.

Akibatnya, hingga Ahad (10/8) tim SAR gabungan dan petugas Administratur pelabuhan (Adpel) Gresik terus melakukan evakuasi guna menyelamatkan para penumpang dan anak buah kapal (ABK).

Kendati demikian, seorang penumpang yang diketahui bernama Tin (40) warga Sangkapura, nyawanya tidak berhasil diselamatkan. Jenazah korban saat ini dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik.

Berdasarkan keterangan Kapolsek Sangkapura Bawean AKP H Zamzani, kapal barang tersebut di dalamnya terdapat 17 awak kapal dan 10 orang penumpang.

Sebenarnya, pada saat memasuki perairan Gresik, posisi kapal sudah disambut ombak besar seperti yang diprediksi Badan Metereologi dan Geofisika (BMG). Namun, kapal Palangkaraya tetap saja melanjutkan perjalanan menuju ke Pulau Bawean.

“Akibatnya, saat melintasi perairan Bawean, kapal langsung disambut ombak besar setinggi 3-5 meter hingga akhirnya tenggelam,”terang mantan Kapolsek Ujungpangkah, Ahad (10/8).

Tak pelak, kejadian tersebut membuat seluruh awak kapal dan penumpang semburat menyelamatkan diri dengan pelampung seadanya. Untungnya, pada saat bersamaan datang KM Ekspres Bahari bertolak dari Bawean menuju ke Gresik.

Petugas Adpel Gresik dan tim SAR gabungan yang melakukan evakuasi langsung menaikan korban yang selamat ke KM Ekspres Bahari.

“Para korban yang berhasil diselamatkan dalam kapal tersebut sebanyak 27 orang yakni 17 awak kapal dan 10 penumpang, termasuk jenazah Tin, salah satu penumpang kapal,” jelas Kapolsek.

Ke-17 ABK dari 19 orang yang berhasil diselamatkan adalah Zailan (nahkoda), Kartono, Slamet, Musiari, Gufron, Makman, Mat Hadi, Roni, Sukadi, Mulyono, Ipin, Iwan, Hadi, Suwardi, Ali, Susanto dan Burhanudin. Santoso dan Rudi, hingga saat ini belum ditemukan.

Sedangkan penumpang yang berhasil diselamatkan adalah Abdul Kadir, Asnawiyah, Mukmibila, Abdul Qadir, Azizah, Marfuat, Nasib, M Sahid dan Patri. Sementara seorang penumpang lagi ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Menyikapi kejadian tersebut, Direktur Eksekutif LSM Gerbang Bawean mengutuk terjadinya peristiwa tersebut. Menurutnya, Syahbandar dan Adpel Gresik harus bertanggung jawab atas tenggelamnya Kapal Palangkaraya. Pasalnya, kapal tersebut sebenarnya khusus kapal barang, tapi mengapa juga mengangkut penumpang.

“Sudah jelas-jelas kapal barang, mengapa harus mengangkut penumpang,”cetus Basit sembari mengatakan pada saat berlayar menuju Bawean sejauh 80 mil, KM Palangkaraya selain mengangkut sejumlah barang, termasuk mobil dan motor, di dalamnya juga terdapat penumpang.

Sementara itu, Humas Adpel Gresik, Tedi Pudiasto ketika dikonfirmasi wartawan menjelaskan, saat ini pihaknya konsentrasi untuk menyelamatkan penumpang serta melakukan pemeriksaan terkait kejadian tersebut.

Ketika disinggung adanya penumpang di dalam kapal Palangkaraya yang mestinya khusus mengangkut barang, pejabat Adpel yang akrab dipanggil Teddy ini mengatakan, sebelum kapal berangkat (melaut) petugas terlebih dahulu melakukan pemeriksaan.

“Kalaupun masih ada penumpang yang naik ke kapal, itu bukan tanggung jawab kami, tapi nahkoda kapal,”kilahnya.(dik)

SHARE :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean