Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
adsbybawean
Tampilkan postingan dengan label BENCANA ALAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BENCANA ALAM. Tampilkan semua postingan

TPT Senilai Rp.500 Juta Rusak Total di Desa Gunungteguh





Tembok Penahan Tanah (TPT) di desa Gunungteguh kecamatan Sangkapura Pulau Bawean Gresik amrol setelah diterjang air beberapa hari ini yang melandanya. Proyek senilai Rp.500 juta tahun anggaran tahun 2019 hancur lebur kebawah tebing.

Abdul Haris Kepala Desa Gunungteguh membenarkan TPT yang baru dibangun tahun 2019 mengalami kerusakan total setelah diterjang dahsyatnya air yang mengalirnya.

"Bencana, intensitas curah hujan sejak akhir tahun 2019 dan seminggu selama tahun 2020,"katanya.

"Sehubungan ini bencana, sudah dilaporkan ke BPBD Kabupaten Gresik melalui Dinas Pekerjaan Umum,"ujarnya.

Menurut Kades, sebenarnya kontruksi proyek sudah sesuai. tapi bencana sedang melandanya. Walaupun demikan, akses jalan masih bisa dilewati, tapi harus hati-hati.

M. Zen, Kepala UPT Dinas PU Bawean membenarkan adanya bencana proyek TPT di desa Gunungteguh. Ditanya soal kontruksiknya, M. Zen menyatakan tidak tahu menahu sehubungan pekerjaan proyek tidak melalui PU. (bst)

Angin Puting Beliung Terjang Pulau Bawean Gresik, Perahu dan Rumah Warga Porak-poranda


Bencana alam angin puting beliung menerpa beberapa rumah dan pernah nelayan milik warga Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik.

Tidak ada korban jiwa, tapi kerugian diperkirakan puluhan juta rupiah.

Dalam musibah angin puting beliung di Pulau Bawean tersebut mengakibatkan dua buah perahu nelayan rusak. Bahkan ada perahu yang terangkat ke pantai.

Selain itu, sebuah rumah tertimpa pohon kelapa dan atap rumah yang berserakan.

Warga Pulau Bawean yang juga anggota DPRD Gresik, Muhammad Subki, mengatakan bahwa beberapa perahu nelayan yang menjadi korban bencana alam angin puting beliung yaitu perahu milik Kasen dan Samyedi.

Sedangkan rumah yang tertimpa pohon kelapa di tepi pantai itu milik Rapsia. Dan rumah yang atapnya porak poranda milik Tipa. Semuanya warga Tanjungori Kecamatan Tambak Pulau Bawean.

"Pemerintah bisa memberikan pengetahuan bagi masyarakat di Pulau Bawean agar tanggap terhadap bencana."

"Selain itu juga memberikan bantuan perbaikan sarana prasarana yang rusak akibat bencana alam," kata Subki anggota DPRD Gresik.

Sementara Kepala BPBD Gresik, Tarso, menyatakan masyarakat di pesisir pantai untuk waspada adanya bencana alam angin puting beliung.

"Pemerintah daerah sudah mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di pesisir pantai agar berhati-hati saat musim panca roba. Sehingga tidak sampai ada korban jiwa," kata Tarso.

Sumber : Tribun News

100 Paket Sembako dari BPBD Gresik Untuk Korban Longsor di Bawean

Media Bawean, 27 Desember 2013

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik menjadwalkan ke Pulau Bawean, Jumat pagi (27/12/2013). Mereka akan membantu korban tanah longsor dengan membawa 100 paket sembilan bahan pokok (Sembako).

Ketua BPBD Kabupaten Gresik Abu Hasan mengatakan, sedikitnya ada 17 orang dari beberapa instansi. Mulai BPBD, Dinas Kesehatan dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya.

"BPBD siap siaga membantu korban longsor di Pulau Bawean. Ada 17 orang yang akan berangkat ke Pulau Bawean. Tidak hanya BPBD tapi tim dari SKPD lain ikut berangkat, termasuk Bapak Wabup (Mohamad Qosim, Red)," kata Abu Hasan.

Direncanakan, BPBD Kabupaten Gresik akan memberi bantuan kepada warga korban tanah longsor di Pulau Bawean di Dusun Dedawang, Desa Telukjatidawang, Kecamatan Tambak dan Dusun Duko, Desa Sungai Rujing serta Desa Daun, keduanya di Kecamatan Sangkapura. "Kita akan membawa 100 paket sembako ke Bawean," jelasnya.

Kasi Pembangunan Camat Sangkapura Abdul Basit mengatakan, sampai saat ini ada beberapa rumah warga yang tidak bisa ditempati karena kondisi tanah terancam longsor.

"Jika ada hujan deras lagi, ada tanah di Desa Daun yang lebarnya 20 meter lebih sudah rawan longsor, sehingga warga mengungsi ke rumah saudara yang aman. Untuk keperluan makan dibantu oleh warga yang mempunyai kelebihan rizqi" kata Abdul Basit saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Sementara jalan lingkar Bawean (JLB) di Dusun Tanjungmulya, Desa Dekatagung, Kecamatan Sangkapura, yang longsor sepanjang 20 meter, lebar 3 meter dan kedalaman 45 meter, sudah diperbaiki oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pekerjaan Umum (PU).

"Tanah longsong yang di jalan lingkar Bawean langsung longsor ke tepi pantai sehingga tidak merusak rumah warga," imbuhnya.

Terpisah Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Gresik, Bambang Isdianto, mengatakan, perbaikan di jalan lingkar Bawean sudah ditangani UPT di Bawean.

"Jalan lingkar bawean yang longsor sudah mulai ditangani perbaikannya. Untuk jalan-jalan bekas banjir Kali Lamong sebagian jalan yang sudahh kering juga sudah diperbaiki. Kerusakan lainnya seperti plengsengan masih menunggu kering," kata Bambang.

Sumber : SURYA

Longsor di Langcabur, Korban 4 Rumah, Senilai 1 Miliyar

Media Bawean, 24 Desember 2013


Bencana longsor di Dusun Langcabur, desa Daun, kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik (senin, 23/12/2013) mengakibatkan 4 rumah milik warganya sudah tidak aman untuk ditempati.

Peristiwa longsor yang mengakibatkan rumah membahayakan untuk ditempati, sejak jam 09.00 WIB (pagi), setelah mengetahui ada pergerakan tanah, semua penghuni 4 rumah milik Saeni, Syamsi, Mas'ah dan Syin memutuskan keluar dan pindah mencari tempat yang aman.

Syamsi, salah satu korban rumah yang tidak bisa ditempati, mengatakan peristiwa terjadinya longsor termasuk pertama kali, sebelumnya tidak pernah. Itupun menurutnya disebabkan oleh alam, bukan karena perbuatan manusia. "Posisi diatas hutannya terjaga rapi tidak pernah ada penebangan pohon, kemungkinan akibat curah hujan tinggi sehingga air penyebabnya,"katanya.

Ada 4 rumah milik warga yang tidak bisa ditempati, kondisi bangunan tergolong istimewa diantaranya ada bangunan rumah bertingkat dan rumah yang baru saja selesai dibangun. Kerugian ditaksir sekitar Rp. 1 Miliyar.

Dengan dibantu seluruh warga, seluruh barang-barang dikeluarkan dan diselamatkan kedalam rumah. Itupun tidak keseluruhan  diambil, sehubungan kondisi menakutkan untuk masuk kedalam rumah.

Abisi, tokoh di desa Daun menyatakan sudah meninjau ke puncak untuk mengetahui kondisi bukit, ternyata dibagian atas sudah ada tanah pecah sedalam 1 meter. "Kondisi sudah sangat membahayakan untuk ditempati,"tuturnya.

Penghuni rumah sudah pindah ke rumah saudara-saudaranya terdekat untuk mengamankan diri, sehubungan kondisi rumah sudah tidak aman ditempati.

Syamsi memohon kepada pemerintah Kabupaten Gresik untuk membantu kepada warga Langcabur yang terkena bencana longsor, sehubungan kondisinya sangat memprihatinkan. (bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean