Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
adsbybawean
Tampilkan postingan dengan label DESA TELUKJATIDAWANG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DESA TELUKJATIDAWANG. Tampilkan semua postingan

Ketua BPD Telukjatidawang Tolak Tudingan Sebagai Tim Sukses

Media Bawean, 30 Maret 2013 

Moch. Tarmidzi sebagai Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) desa Telukjatidawang, kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik membantah tudingan tim sukses calon kepala desa nomor 1 (M. Khusaini Mahfud) bahwa dirinya diklaim sebagai pendukung calon kepala desa nomor 2 (Makmun Afandi) sebagai pemenang dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang diselenggarakan tanggal 16 Maret 2013.

"Itu hanya omongan orang yang tidak bertanggung jawab, buktinya dari masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) itu sudah sangat arif sekali, sudah disepakati oleh kedua calon sampai hitam di atas putih,"katanya.

"Termasuk berita acara sudah ditandatangani oleh kedua saksi, dan tidak ada tuntutan sampai 1. X 24 jam sesuai Perbub 2013,"ujarnya.

Sebagai Ketua BPD, Moch. Tarmidzi menyatakan setiap calon ada yang menang dan ada yang kalah, harus besar hati karena saya lihat kedua calon itu sama-sama hebat, hanya kalah menang ada di tangan Tuhan.

Merespon adanya pemilih dibawah umur, "Itu sudah dijawab oleh ketua panitia, yang di bawah umur tidak ada yang nyoblos karena sebelum pencoblosan sudah ketahuan oleh panitia dan tidak boleh nyoblos, dan saksi yang kalah sudah tanda tangan berita acara,"terangnya.

Apakah panitia pelaksana Pilkades sudah prosedural dan netral? "Dalam menjalankan tugasnya sebagai panitia sudah mengikuti peraturan daerah,"Jawabnya. (bst)

Pendukung M. Khusaini Mahfud Geruduk Kantor Kecamatan Tambak

Media Bawean, 28 Maret 2013 


Pendukung M. Khusaini Mahfud sebagai calon kepala desa no. 1 dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) desa Telukjatidawang, (rabu, 27/3/2013), sebanyak 32 orang menggeruduk ke kantor kecamatan Tambak, dalam rangka menanyakan jawaban atas laporan yang diserahkan hari sebelum.

Sehubungan Suropadi sebagai Camat Tambak sedang menunaikan ibadah umroh, dan Abd. Adim sebagai Sekcam sedang berlayar mengikuti Bimtek Kesra, kedatangan tim sukses kepala desa yang kalah selisih 6 suara dengan calon nomor 1 yaitu Makmun Afandi, diterima oleh staf kecamatan Tambak, serta anggota Polsek Tambak.

Haris sebagai juru bicara yang mengatasnamakan penduli masyarakat menyampaikan harapan dan keinginannya sehubungan adanya pelanggaran dalam pelaksanaan Pilkades di desa Telukjatidawang, kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik.

Menurutnya, pihak kecamatan harus mampu menampung aspirasi masyarakat dalam rangka menegakkan asas demokrasi. "Tujuannya agar pelaksanaan Pilkades sesuai aturan dan tidak merugikan salah satu pihak, apalagi kedepan masih banyak pelaksanaan pilkades yang akan diselenggarakan,"katanya.

"Kesimpulannya, warga yang datang ingin jawaban atas laporan pelanggaran yang sebelumnya sudah diserahkan kepada pihak kecamatan lalu ditujukan kepada panitia pelaksana Pilkades di desa Telukjatidawang,"ujarnya.

Lebih lanjut pendukung Khusaini, menyerahkan bukti berupa ijazah dan rapot atas terdaftarnya pemilih dibawa umur, termasuk menunjukkan bukti berupa video hasil wawancara tim sukses dengan pemilih.

Adiluddin sebagai staf kecamatan Tambak menyampaikan bahwa laporan pelanggaran oleh tim sukses Khusaini sampai saat ini belum menerima jawaban dari panitia pelaksana Pilkades di desa Telukjatidawang sehubungan ketua panitia ketika didatangi sedang berlayar ke jawa.

Hanya menurut Adiluddin, menerima jawaban dari salah satu anbggota BPD bukan jawaban resmi, menurutnya kenapa dipermasalahkan lagi bahwa panitia melaksanakan tugas sudah sesuai aturan, yaitu saksi Khusaini tidak menandatangani adanya keberatan atau nihil pelanggaran dan pakta integritas pilkades sudah ditandatangani oleh dua calon sebelum pelaksanaan pilkades diselenggarakan.

Mendapat jawaban tersebut, spontan pendukung yang hadir dalam pertemuan minta kepada pihak kecamatan Tambak untuk bersikap adil dan bijaksana dalam mengatasi persoalan.

Selanjutnya, pihak staf kecamatan Tambak menyatakan llaporan tim sukses calon nomor 1 akan segera dilaporkan ke Pemkab Gresik. Adapun hasilnya, diserahkan sepenuhnya kepada pejabat berwenang di Pemkab Gresik.

Sholeh Afandi sebagai Ketua Panitia Pilkades desa Telukjatidawang ditemui Media Bawean mengatakan sudah tidak ada persoalan dengan pelaksanaan Pilkades. "Sudah sesuai aturan yang berlaku dan hasilnya bisa dipertanggungjawabkan,"tuturnya.

Soal adanya 2 orang pemilih dibawa umur, menurut Sholeh menyatakan tidak benar. "Pemilih dibawa umur tidak ikut mencoblos dan disuruh pulang sehubungan panitia sudah mengetahuinya bila belum cukup umur,"paparnya.

"Panitia sudah menunggu selama 1x 24 jam setelah selesai Pilkades, ternyata tidak ada laporan keberatan dari tim sukses nomor 1.  Saksi tidak menandatangani keberatan alias nihil pelanggaran, dan kedua calon sebelum pelaksanaan sudah menandatangani pakta integritas,"jelasnya. (bst)

Selisih 6 Suara, Makmun Menang Pilkades di Desa Telukjatidawang

Media Bawean, 16 Maret 2013 


Kemenangan Makmun Afandi sebagai calon nomor urut 2 dengan pesaing kuatnya M. Khusaini Mahfud sebagai nomor urut 1 dalam Pilkades di desa Telukjatidawang, ternyata hanya selisih 6 suara saja.

Pilkades diselenggarakan hari ini (sabtu, 16/3/2013), bertempat di halaman balai desa Telukjatiwang.

Atas kemenangannya, Makmun Afandi berhasil mempertahankan kedudukannya sebagai kepala desa Telukjatidawang. Tentunya tidak meruntuhkan tahtanya kepada M. Khusaini Mahfud yang sebelumnya  juga menjabat sebagai kepala desa Telukjatidawang.

Menariknya, M. Khusaini Mahfud tampil beda yaitu dengan memegang Al Qur'an dilengkapi tasbih dan surbannya, beliau duduk diatas kursi kehormatan bersama Makmun Afandi.

Adapun hasil penghitungan suara sebagai berikut : 
M. Khusaini Mahmud sebagai calon nomor urut 1 memperoleh 840 suara 
Makmun Afandi sebagai calon nomor urut 2 memperoleh 846 suara 
Suara Tidak Sah sebanyak 23 suara 
Daftar Pemilih Tetap sebanyak 2.180 orang 
Tidak Hadir sebanyak 472 orang  

Sementara hasil pemilihan kepala desa (Pilkades) di Gelam, Tambak, yaitu Samyadi memperoleh 707 suara, sedangkan M. Yusuf memperolah 94 suara. (bst)

Makmun Afandi Bertekad Untuk Menang

Media Bawean, 12 Maret 2013 


Makmun Afandi sebagai calon kepala desa Telukjatidawang, di kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik, bertekad untuk menang dalam pemilihan kepala desa (Pilkades), tanggal 16 Maret 2013.

Kampanye politik calon nomor urut 2 bertempat di Dusun Dedawang, desa Telukjatidawang, hari senin (11/3/2013). Hadir ratusan warga dalam kampanye, untuk mendengar dan berdialog dengan kepala desa yang masih aktif menjabat sampai sekarang ini. Kondisi hujan tidak menyurutkan warga untuk hadir, dengan memakai payung terlihat konsentrasi mendengarkan pimpinan idolanya berkampanye.

Visi, pemberdayaan masyarakat adalah terwujudnya masyarakat madani, yaitu masyarakat yang maju, mandiri, demokratis, partisipatif dan sadar hukum. Sedangkan misinya, pemberdayaan masyarakat adalah memberdayakan masyarakat dan menciptakan kondisi yang memungkinkan masyarakat mampu membangun dirinya berdasarakan potensi, kebutuhan, aspirasi dan kewenangan yang ada termasuk lembaga-lembaganya.

Nazar Dari dari BCW-LSM ditemui Media Bawean disela-sela kampanye menyatakan bertekad untuk memenangkan Makmun Afandi, sehubungan hasil kiprahnya sebagai kepala desa sudah terbukti secara nyata. "Membela dan memperjuangkannya merupakan tuntutan hati nurani sebagai warga desa Telukjatidawang,"katanya.

Perlu diketahui, di dusun yang sama sebelumnya juga diselenggarakan kampanye oleh calon kepala desa nomor urut 1, yaitu M. Khusaini. Calon yang pernah menjabat sebagai kepala desa sebelum kepemimpinan Makmum Afandi juga bertekad untuk menang dihadapan seluruh pendukungnya yang hadir. (bst)

Maling Memang Ada

Media Bawean, 22 Februari 2011

Makmun sebagai Kepala Desa Telukjatidawang, kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik ditemui Media Bawean (senin, 21/2/2011) menyakini maling memang ada sesuai laporan banyak warga yang diterima.

"Warga seringkali melihatnya, tetapi setelah dikejar langsung menghilang tanpa bekas,"katanya. 

Kenapa dicurigai sebagai maling? "Banyak rumah warga yang dicongkel pintu dan jendela,"jawabnya.

"Hampir setiap malam warga melihatnya, dengan berpindah-pindah tempat. Tapi sampai sekarang tidak ada satupun warga yang merasa kehilangan, sehubungan tidak ada kesempatan dengan ketatnya penjagaan warga disetiap dusun,"paparnya.

"Penyisiran ke hutan sudah dilakukan kemarin jum'at (18/2/2011) tetapi tidak membuahkan hasil, padahal sebelumnya sudah dicurigai diatas gunung sehubungan adanya sumber asap pembekaran selama kurang lebih tiga hari,"terang Makmun. (bst)

Daerah Tertinggal Di Bawean, Butuh Perhatian Pemerintah

Media Bawean, 8 Januari 2011


Sebagai Warga Negara Republik Indonesia (WNRI) bertempat tinggal di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tentunya mengharap perlakuan yang sama dengan warga negara Indonesia lainnya.

Listrik dan telepon sampai saat ini belum masuk ke Dedawang desa Telukjatidawang, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean membuat kesal  seorang ibu bernama Nur Hasanah (40 th.). Kekesalan dan kekecewaannya  disampaikan kepada Media Bawean (Sabtu, 8/1/2011) ketika bertemu ditengah jalan.

"Tidak adanya telepon rumah atau sinyal handphone, untuk menghubungi saudara yang berada diluar masih mencari sinyal dengan jarak sangat jauh dari rumah,"katanya.

Selain telepon, menurut Nur Hasanah, "Masyarakat Dedawang sangat membutuhkan penerangan listrik dari PT. PLN seperti daerah lainnya di Pulau Bawean,"ujarnya.

"Apa salah dan dosa warga Dedawang sehingga tidak diperhatikan oleh pemerintah, sedangkan daerah lain sudah menikmati bertahun-tahun. Dimanakah keadilan dan keperdulian pemimpin yang telah dipilih dalam pemilu,"jelasnya.

Selain telepon dan listrik, "Lihatlah jalan ini,"papar Nur Hasanah menunjuk Jalan Lingkar Bawean (JLB) dengan kondisi rusak berat. "Kapan dapat perhatian pemerintah?,"paparnya dengan tanda tanya.

Yanto  (29 Th.) seorang pemuda Dedawang mengatakan bahwa masyarakat sudah menunggu dengan sabar meskipun tidak pernah perhatian dari pemerintah. "Kalau mau protes atau menuntut, kepada siapa kita akan mengadu?, yach ditunggu sampai pemerintah memberikan perhatian seperti yang telah diberikan kepada daerah lain,"terangnya.

Kepala Desa Telukjatidawang, Makmun dihubungi Media Bawean menyatakan sudah seringkali mengusulkan agar semua dusun mendapat jatah pemasangan listrik. "Tapi kenyataannya sampai sekarang masih banyak yang belum teraliri listrik dari PT. PLN,"ungkapnya.

"Dusun Dedawang masih lumayan masih ada tiangnya, walaupun belum ada kabel atau aliran listrik yang mengalirinya, sementara Dusun Penang Gunung, dan Padang Jambu sampai sekarang belum terpasang tiang ataupun belum bisa menikmatinya listrik seperti daerah lainnya di Pulau Bawean. Hanya dusun Batu Lentang yang sudah menikmati listrik dengan memanfaatkan  listrik PLTA," ucapnya.

"Termasuk Dusun Telukjati dari pemasangan kemarin hanya dapat jatah 30 pelanggan, padahal kebutuhannya berjumlah sekitar 250 pelanggan,"ucap Makmun sebagai Kades Telukjatidawang. (bst)

Antisipasi Maling Ayam, Pemuda Buat Poskamling

Media Bawean, 8 Juli 2010

Pemuda Telukjati Membuat Poskamling

Siang hari ditengah teriknya mentari menyengat di badan, hari ini (8/7) pemuda Telukjati desa Telukjatidawang Tambak dengan kompak mendirikan Poskamling.

Disapa Media Bawean, para pemuda menjelaskan tujuan mendirikan Poskamling yang sudah roboh, "Disini banyak maling ayam, maka perlu tempat penjagaan di malam hari," katanya.

"Jika Poskamling sudah berdiri, maka disini akan ramai ditempati orang-orang sambil berjaga-jaga takut ada maling ayam masuk kampung," jelasnya. (bst)

Layak Ditiru Oleh Warga Pulau Bawean

Media Bawean, 2 April 2010

Warga Dedawang Telukjatidawang Sedang Kerja Bhakti

Suara Kades, Soal Larangan Masker Di Bawean

Media Bawean, 13 Desember 2009

Menyikapi larangan masker sesuai UU nomor 45 tahun 2009 tentang perikanan, Kades Telukjatidawang Tambak Pulau Bawean, Makmun ditemui Media Bawean hari ini (13/12) dirumahnya mengatakan, "Semestinya yang dilarang beroperasinya, bukan sekedar tabung konfresor sebagai alat bantunya," katanya.

"Dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan,, saya sebagai Kades sangatlah bersyukur, sebab selama ini konflik masker selalu ada setiap saat yang ditangkap oleh warga," ujarnya.

Kenapa ditangkap, apa merugikan nelayan disini? "Jelas merugikan dengan rusaknya lingkungan laut, dan sangat dirasakan oleh nelayan dengan berkurangnya hasil tangkapan mereka," jawab Kades Telukjatidawang.

"Jelasnya pemasker masuk kedalam laut, sedangkan nelayan disini memancing dari atas. Bagaimana mau dapat ikan, kalau dibawa diselami oleh pemasker," paparnya.

"Kenapa semua pemasker berebutan datang ke Pulau Nusa, sebab didaerahnya sendiri sudah tidak ada yang mau diambil," tambah Makmun.

Senada dengan Makmun, Kades Dekatagung Sangkapura Zuhri, SH. menyambut bangga dengan dikeluarkannya UU nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan, dengan alasan Perdes yang dibuat tentang larangan masker diwilayahnya sudah disahkan oleh pemerintah Kabupaten Gresik. (bst)

Pasar Telukjati Belum Ditempati, Pedagang Enggan Pindah

Media Bawean, 22 Desember 2008

Pasar Baru Desa Telukjatidawang

Para pedagang di Pasar Desa Telukjatidawang Kecamatan Tambak merasa enggan untuk menempati pasar baru yang sudah dibangun beberapa tahun yang lalu. Para pedagang merasa malas untuk berpindah, dengan alasan kondisi bangunan yang tidak memadai dan kurang sesuai dengan harapannya.

Menurut Kepala Desa Telukjatidawang, Makmun, mengatakan, "Sebenarnya para pedagang sudah dianjurkan untuk menempati pasar baru, tapi mereka merasa enggan untuk berpindah. Padahal kondisi pasar yang ada sekarang mengganggu pengguna jalan raya," katanya.

"Kami akan musyawarah dengan aparat desa dan BPD untuk menempati pasar baru tersebut. Pasar tersebut tanahnya milik orang tua Bapak Zaini (kepala desa yang lama), sementara keputusan kepala desa yang lama untuk pembagian hasilnya dari pasar adalah 50 : 50 antara pihak desa dan pemilik tanah," ujar Kepdes Telukjatidawang.

"Sementara ini yang daftar untuk menempati baru satu orang saja, yaitu penjual kaca. Insya Allah pasar tersebut akan segera ditempati oleh para pedagang yang ada di pasar Telukjatidawang," tambah Makmun kepada Media Bawean. (bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean