Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
adsbybawean
Tampilkan postingan dengan label PERNIKAHAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERNIKAHAN. Tampilkan semua postingan

Adat Pernikahan Bawean Tergerus Keadaan Zaman


Pernikahan atau resepsi pernikahan yang biasa dilakukan dalam tradisi suku Bawean boleh dikatakan unik. Dalam resepsi pernikahan ala Bawean, misalnya, selalu diawali dengan khataman Al Qur'an oleh mempelai putri, yang didampingi oleh suami berada diatas pelaminan. Setelah pembacaan Al Qur'an, dilanjutkan pembacaan do'a oleh I'tishom sebagai mempelai putra.

Dalam tradisi lama, pengantin Bawean adalah khataman Al Qur;an yang dibaca oleh mempelai putri. Sesuai adat pengantin Bawean, kedua mempelai dituntut untuk bisa membaca Al Qur'an dengan fasih dan lancar.

Tetapi tradisi sekarang, sebagian besar resepsi pernikahan di Pulau Bawean dilakukan dengan cara yang mulai berbeda. Untuk pembacaan Al Qur'an digantikan oleh ahli qori atau qori'ah.

Biasanya, setelah khataman Al Qur'an, dilanjutkan ceramah pernikahan dan pembacaan do'a  oleh kiai atau ustad.

Ketika kedua mempelai diiring dari dari rumah orang tua putri menuju rumah mempelai putra, sesuai tradisi lama yaitu pengantin putri menaiki kapal yang tandu langsung oleh saudara atau keluarga pengantin putra. Sedangkan pengantin putra menaiki kuda, dengan gagahnya.

Di sepanjang jalan ketika diiring, terlihat ketika pengantin putri ditandu menaiki kapal, seringkali digoyang kekanan dan kekiri sehingga membuatnya ketakutan. Pengusung tandu mengatakan, gelombangnya tinggi sehingga kapal selalu oleng dalam perjalanan. Di sisi tandu, terlihat seorang bapak meniup tropet sepertinya kapal sudah berangkat menuju rumah mempelai putra.

Kenapa menggunakan kapal, itu sebagai simbol kalau suku Bawean itu, memang berkomunitas di daerah kepulauan yang dikelilingi lautan. Lagi pula, orang-orang suku Bawean memiliki tradisi atau kebiasaan merantau, yang sejak dulu menggunakan kapal atau perahu sebagai media menuju  daerah atau tempat perantauan.

105 Pasangan Menikah Pasca Hari Raya Qurban


Pasca Idul Adha menjadi bulan yang baik untuk melangsungkan pernikahan. Di Pulau Bawean tercatat 105 pasangan melakukan akad nikah.

“Ada 80 pasang di kecamatan Sangkapura, sedangkan di kecamatan Tambak sebanyak 25 pasang,” kata kepala KUA Tambak, Ali Masyhar.

Sehubungan Nasichun Amin kepala KUA kecamatan Sangkapura menunaikan ibadah haji, maka tugas sementara dilim- pahkan sepenuhnya kepada Ali Masyhar kepala KUA Tambak.

Menurut Ali hampir setiap saat ada warga yang melakukan akad nikah. Padatnya kegiatan ini mengharukannya mengatur waktu sehingga tidak bersamaan.

Lebih lanjut Ali mengakui pasca hari raya selalunya banyak warga yang melangsungkan akad nikah.

Hampir disetiap kampung dipenuhi banyak kegiatan merayakan pesta pernikahan. “Memang jumlahnya lebih banyak di kecamatan Sangkapura, sehubungan populasi penduduk juga lebih banyak,”paparnya.(bst)

100 Pasang Pengantin Menikah Bulan Syawal



Syawal menjadi waktu yang ditunggu untuk menjalani pernikahan. Tak mengherankan bila warga yang melangsungkan pernikahan meningkat.

“Biasanya yang melangsungkan pernikahan bisa mencapai 100 pasang, sekarang saja sudah mencapai 70 pasang,"kata Kepala kantor urusan agama (KUA) kecamatan Sangkapura, Nasichun Amin.

Banyaknya warga yang berakad nikah tidak membuat kelabakan petugas di KUA kecamatan Sangkapura. Lantaran waktunya sudah dijadwalkan. “Tempatnya bisa di KUA atau rumah mempelai,” katanya.

Untuk akad nikah di kantor KUA tanpa dipungut biaya, sedangkan memanggilnya dikenakan biaya sebesar Rp 600 ribu sesuai aturan yang berlaku.

Lebih lanjut Amin berpendapat banyaknya warga yang melangsungkan akad nikah bulan syawal karena waktu paling tepat dimana banyak keluarga yang berkumpul. Seperti banyak keluarga yang datang merantau dari luar negeri dimanfaatkan untuk melangsungkan akad nikah. (bst)

Sekcam Tambak Gelar Akad Nikah Anaknya









Sekcam Tambak Zainuddin menggelar akad nikah anaknya bernama Ruziqa Farhawati yang dipersunting Eri Desembrilian Prabowo asal Tambak Timur, desa Tambak.

Akad nikah yang dihadiri banyak tokoh, diantaranya Camat Sangkapura Abdul Adim dan Kapolsek Sangkapura AKP Arif Rasyidi berlangsung di rumah kediaman Sekcam Tambak di desa Sungairujing Sangkapura.

Akad nikah digelar hari senin (11/7) dihadiri Nasichun Amin sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan Sangkapura dan KH. Umar Faruq membacakan khotbah pernikahan. (bst)

Resepsi Pernikahan Putri Kepala Sekolah SMAN I Sangkapura






Resepsi pernikahan putri kepala sekolah SMAN I Sangkapura digelar dikediamannya di desa Patarselamat, Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik (sabtu, 10 Oktober 2015).

Menikah Aprilia Rahmadianti, S.Pd. dengan Ahmad Rizam Ghazali, hari jumn'at (9 Oktober 2015). 

Dalam resepsi pernikahan hadir undangan dari berbagai daerah di Pulau Bawean. Pembacaan ayat suci Al Qur'an oleh Ustadz Yarmis, sedangkan ceramah agama oleh Ustadz Hasan Basri. Pembacaan do'a oleh KH. Abdullah Faqih dan KH. Hazin Zainuddin. (bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean