Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
adsbybawean
Tampilkan postingan dengan label DESA SOKAONENG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DESA SOKAONENG. Tampilkan semua postingan

Abd. Hayyi Sebagai Kades Sukaoneng

Media Bawean, 11 Juni 2013


Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Sukaoneng, Tambak, Pulau Bawean, Gresik diselenggarakan hari ini (selasa, 11/6/2013). Tampil 2 calon kepala desa, yaitu Abd. Hayyi dengan nomor urut 1, dan Abdurrahman sebagai nomor urut 2.

Pelaksanaan Pilkades berjalan lancar dihadiri oleh M. Ishaq (sebagai Kades selama 2 periode) yang bakal mengakhiri jabatan sebagai kepala desa Sukaoneng.

Hasil penghitungan, Abd. Hayyi berhasil memenangkan Pilkades dengan memperoleh sebanyak 547 suara. (bst)

Berikut Hasil Penghitungan Suara Pilkades Sukaoneng
Daftar Pemilih Tetap (DPT) : 1.135
Calon Nomor 1 (Abd. Hayyi) : 547 suara 
Calon Nomor 2 (Abdurrahman) : 353 suara 
Tidak Sah : 11 suara 
Tidak Hadir : 224

Kades Mengaku Sudah Diserahkan, Camat Menuding Kesalahan Kades

Media Bawean, 17 Januari 2012

Ishaq sebagai Kepala Desa Sokaoneng dihubungi Media Bawean (selasa, 17/1/2012) menyatakan dana bantuan untuk janda miskin sebanyak 8 dan anak yatim sebanyak 18 sudah diserahkan semuanya.

Menurutnya keterlambatan penyerahan disebabkan kesibukan dalam bekerja, sehingga mohon dimaklumi. "Bukan bertujuan menyelewengkan atau mengambil hak anak yatim dan janda miskin,"katanya.

"Diserahkannya bantuan pemerintah kabupaten Gresik kepada janda miskin dan anak yatim sudah dilakukan sejak kemarin hingga hari ini. Bila tidak percaya sekarang saya bersama salah satu orang tua penerima santunan anak yatim,"paparnya.

Kepada Media Bawean, seorang lelaki yang mengaku sebagai wali anak yatim menyatakan sudah menerima bantuan dari Ishaq sebagai Kepala Desa Sokaoneng sebesar Rp.150.000.

Perlu diketahui besar bantuan untuk anak yatim sebanyak 18 orang x Rp.150ribu, dengan total Rp.2,7juta. Sedangkan bantuan untuk janda miskin sebanyak 8 orang x 150ribu, dengan total Rp. 1,2juta.

Permasalahannya kenapa bantuan diberikan kemarin dan hari ini, kapan bantuan diserahkan oleh Kasi Kesra kecamatan Tambak? Ishaq mengaku menarima pencairan bantuan sejak 4 hari yang lalu, sedangkan Suropadi sebagai camat Tambak menyatakan sudah lama dicairkan sekitar akhir bulan desember 2011.

"Itu kesalahan kepala desa kenapa penyerahannya terlambat, padahal sudah diserahkan sekitar 15 hari yang lalu,"ujarnya. (bst)

Pencurian Di Sukaoneng Tak Berhubungan Isu Baru

Media Bawean, 22 Februari 2011


Wacana yang berkembang di Pulau Bawean dengan ada isu maling, bersumber katanya oh katanya (cakna ka cakna), bagaimana sebenarnya kasus kemalingan di desa Sukaoneng yang seringkali dijadikan acuan kemalingan di Pulau Bawean?

Media Bawean bersama Aiptu Besuki sebagai Kanit :Polsek Tambak melakukan klarifikasi langsung dengan M. Ishaq sebagai kepala desa Sukaoneng di rumahnya (senin, 22/2/2011).

M. Ishaq menyakini kemalingan di Pasir Panjang dan Nangker, desa Sokaoneng tidak ada hubungannya dengan isu maling yang berkembang di Pulau Bawean. "Kecurigaan kuat adalah pemain dalam sendiri, bukan maling dari luar,"katanya. 

Dua warga sebagai korban pencurian, yaitu Holi warga Pasir Panjang dengan nominal diperkirakan Rp.5,5juta, dan Buang warga Nangker dengan nominal uang belum diketahui besarnya, BPKB, rokok dan cas hand phone,"jelasnya.

"Sehingga dihembuskan isu kemalingan di Sokaoneng dilakukan oleh maling yang meresahkan warga Bawean, artinya maling teriak maling,"ujarnya.

"Sementara maling yang diisukan menyebar di Pulau Bawean, sampai saat ini belum ada korban yang merasa kehilangan sehubungan ketatnya penjagaan oleh warga,"paparnya.

"Sekali lagi saya tegaskan, bahwa kemalingan di desa Sokaoneng tidak ada hubungannya dengan isu maling yang berkembang di Pulau Bawean. Jangan dijadikan isu sebab tidak ada bukti yang kuat, sedangkan kecurigaan kuat adalah orang dalam sendiri,"tegasnya.

Desa Sokaoneng, menurut M. Ishak termasuk paling waspada dengan adanya isu maling yang berkembang di Pulau Bawean, baik dari luar maupun dari dalam.

Kanit Polsek Tambak, Aiptu Besuki mengatakan dua korban pencurian sudah melapor ke Kantor Polsek Tambak, sampai saat ini masih dalam tahap lidik untuk mengungkap pelakunya. (bst)

Kades Sokaoneng (M. Ishak) Bicara Soal ADD

Media Bawean, 11 Februari 2010

Kemarin (10/2) saat Media Bawean melakukan wawancara dengan M. Sofyan Camat Tambak diruang kerjanya, secara kebetulan bertemu Kades Sokaoneng M. Ishak di kantor Kecamatan Tambak.

"ADD Sokaoneng untuk tahap kedua belum menyelesaikan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) sampai sekarang, itupun semua desa belum selesai sebab batas akhirnya pada akhir bulan ini," kata M. Ishak.

"Jadi sangat naif, jika ada tuntutan, sementara kita masih dalam tahap bekerja. Itupun sudah terlaksana semua dilapangan sesuai petunjuk teknis ADD,"ujar Kades Sokaoneng.

M. Sahri, Kasi Pemerintahan Kecamatan Tambak, mengatakan, "Kita sedang melakukan investigasi langsung ke desa-desa untuk membuktikan secara langsung pelaksanaan ADD tahap kedua 2009. Kemarin sudah memeriksa desa Sokaoneng, Tanjungori dan Tambak, hasilnya tidak ada permasalahan seperti yang dilansir media," terangnya.

M. Sofyan Camat Tambak, mengatakan, "Surat Pertanggungjawaban (SPJ) ADD tahap kedua tahun 2009 kecamatan Tambak sampai saat ini belum disetor, sebab batas akhirnya pada akhir bulan ini. Terlalu dini dipermasalahkan, sementara pihak desa sedang tahap penyelesaian sesuai petunjuk dan tekhnis pelaksanaan ADD," ujarnya. (bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean