Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
adsbybawean
Tampilkan postingan dengan label RSUD UMAR MAS'UD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RSUD UMAR MAS'UD. Tampilkan semua postingan

Pemprov Jatim Bantu 4 Dokter Spesialis di RSUD Umar Mas'ud


Kabar gembira bagi warga Pulau Bawean Kabupaten Gresik Jawa Timur, usaha untuk mendapatkan dokter spesialis di RSUD Umar Mas'ud sudah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

dr. Tony S. Hartanto Direktur RSUD Umar Mas'ud mengucapkan Alhamdulillah sudah mendapatkan 4 dokter spesialis. "Ini lagi di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur untuk penempatan dokter spesialis di RSUD Umar Mas'ud Bawean. Alhamdulillah dapat empat dokter, yaitu dr Spesialis Bedah, dr Spesialis Anestesi, dr Spesialis Penyakit Dalam dan dr Spesialis OG,"katanya saat dihubungi Media Bawean hari rabu (29/1).

Menurutnya dokter spesialis direncanakan tanggal 12 Februari 2020 sudah berangkat ke Pulau Bawean.

Ditanya apakah operasi sudah bisa dilakukan di RSUD Umar Mas'ud sehubungan sebelumnya tidak ada dokter spesialis anastesi. dr. Tony menyatakan sementara dibantu oleh RSUD Ibnu Sina dikirim Perawat Penata Anestesi yang di supervisor dr Spesialis Anestesi dari RSUD Ibnu Sina Gresik. "Sehingga operasi bedah sudah bisa dilaksanakan,"paparnya.

Soal bank darah di RSUD Umar Mas'ud, menurutnya bank darah di rumah sakit dalam berproses. "Minggu depan, alat da tekhnisi sudah datang ke Pulau Bawean,"pungkasnya. (bst)

DPRD Gresik Usul Putra Bawean Disekolahkan Jadi Dokter


Problem kekurangan dokter spesialis di RSU Umar Mas'oed Bawean, ternyata sudah lama terjadi. DPRD Kabupaten Gresik, berupaya mencari jalan keluarnya.

Salah satu jalan keluar yang coba diinisiasi oleh lembaga legislatif ini adalah, dengan menyekolahkan putra terbaik dari Pulau Bawean, menjadi dokter spesialis.

"Ternyata tidak hanya saat ini saja. Kekurangan dokter spesialis ini sudah lama dan harus dicarikan solusinya," ungkap Ketua DPRD Gresik, Fandi Achmad Yani, Minggu (6/10/2019).

Seperti diberitakan, saat ini di rumah sakit tipe D itu hanya ada sembilan dokter. Empat dokter umum dan sisanya spesialis.

Ironisnya, dokter spesialis anak tidak ada. Bahkan, untuk spesialis anastesi pertengahan Oktober 2019 ini sudah ditarik ke Kota Surabaya.

Praktis, RSUD Umar Mas'oed Bawean bakal tidak bisa melakukan operasi. Padahal, dalam sebulan catatan yang didapat DPRD Gresik, ada 30 kali operasi. Baik ringan maupun operasi berat.

Menurut Ketua DPRD Kabupaten Gresik, yang akrab disapa Gus Yani itu, problemnya memang insentif yang diberikan kecil dibanding daerah lain. Selain itu, jarak Pulau Bawean, dengan daratan tiga jam perjalanan. "Itupun belum lagi kalau ada ombak tinggi. Transportasi Gresik-Bawean putus. Bisa dua pekan," katanya.

Atas adasar itulah, Gus Yani bakal memberikan usulan kepada Dinkes Kabupaten Gresik maupun BKD Kabupaten Gresik. Yaitu, dengan cara menyekolahkan putra terbaik menjadi dokter spesialis. "Kalau sudah lulus, diminta tugas di RSUD Bawean," katanya. Selain itu, lanjut Gus Yani, pemerintah harus memberikan insentif daerah yang besar. Sehingga, ada banyak dokter spesialis berebut tugas di Pulau Bawean.

Desak Pemerintah Segera Penuhi Peralatan RS Bawean

Media Bawean, 8 September 2015


Pulau Bawean telah memiliki Rumah sakit tipe D. Hanya saja layanan rumah sakit ini masih jauh dari harapan. Peralatan medis yang tersedia masih belum lengkap. Begitu juga dengan jumlah tenaga dokter.

“Jika memang rumah sakit tipe D ya semua peralatan hingga dokter benar-benar menunjukkan rumah sakit tipe D,” kata Subki.

Menurut Subki, warga menilai hanya gedung dari rumah sakit tersebut yang menunjukkan sebagai rumah sakit. Layanan yang diberikan tak ubahnya layanan puskesmas.“Warga meminta agar rumah sakit ini benar-benar layaknya rumah sakit tipe D,”ungkap dia.

Warga Bawean menghendaki layanan kesehatan yang bisa tuntas dilakukan di pulau Bawean. Sehingga tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit di Gresik. “Selain biaya juga waktu perjalanan yang tersita,” terangnya. Warga tak ingin mengambil risiko. Lebih baik pemerintah melakukan tindakan preventif dengan memenuhi kebutuhan dari rumah sakit tersebut. (rof/c4)

sumber ; Radar Gresik

Gedung RSUD Umar Mas'ud Bawean Telan Anggaran sebesar Rp.25,5 Miliar

Media Bawean, 17 Desember 2014


Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Umar Mas’ud yang terletak di Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik, telah diresmikan oleh Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, Senin (15/12).

RSUD milik Pemkab Gresik yang bertype D merupakan RSUD terbesar yang pertama di bangun di wilayah Kepulauan Bawean ini dibangun di areal di bekas bangunan Puskesmas Sangkapura dengan anggaran sebesar Rp25,5 miliar yang bersumber dari APBD Gresik tahun 2013.

Menurut Bupati Gresik, pembangunan RSUD Umar Mas’ud ini pelaksanaannya dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama pembangunan gedung menelan dana Rp13,9 miliar. Pembangunannya meliputi pembuatan ruang Instalasi Gawat Darurat, ruang bersalin, ruang operasi, dan HCU dengan fasilitas 35 TT (tempat tidur) anggaran Rp13,9 miliar yang bersumber dari APBD tahun 2014.

”Selanjutnya pembangunan gedung sarana prasarana yang lain yang menghabiskan dana Rp11,6 miliar untuk membangun Instalasi Farmasi, Laborat, Radiologi, Rawat inap fasilitas dengan kapasitas sebanyak 15 TT (tempat tidur). Sehingga jika ditotal anggaran yang terserap untuk pembangunan RS itu mencapai Rp25,5 miliar,” ujar Sambari yang didampingi Wakil Bupati Gresik Drs. Mohammad Qosim, M.Si, serta Komandan Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Komando Armada Timur (Koarmatim), Laksamana Pertama (Laksma) Heru Kusmianto.

Sambari mengatakan, Pembangunan RS dan fasilitas Kesehatan di Pulau yang berjarak 80 mil dari wilayah daratan Kabupaten Gresik ini untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah kepulauan Bawean.

”Nantinya apabila masyarakat Pulau Bawean sakit tak usah berobat dan berlayar jauh ke Gresik daratan, tapi cukup berobat dan dirawat di RS Umar Mas’ud Sangkapura. Pembangunan RS ini sebagai upaya pemerataan kesehatan bagi masyarakat yang ada di wilayah kepulauan,” tambahnya lagi.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Gresik, dr Soegeng Widodo melalui Kabag Humas, Suyono menjelaskan, untuk mendukung operasional RS Umar Mas’ud Sangkapura Bawean, Pemkab Gresik menempatkan sejumlah tenaga medis.

Sebanyak 136 petugas medis yang akan melayani masyarakat setiap hari non stop. Ada empat tenaga dokter umum, dua orang dokter spesialis anak dan kandungan serta 130 perawat dan bidan. ”Kami berharap fasilitas kesehatan ini dapat menekan angka kematian bayi serta ibu hamil,” pungkas Sugeng Widodo.

Bupati Gresik Meresmikan Gedung RSUD Umar Mas'ud Bawean

Media Bawean, 15 Desember 2014








Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto telah meresmikan RSUD Umar Ma'sud di Pulau Bawean (senin, 15/12/2014). Peresmian gedung yang dibangun selama 2 tahap ini, dihadiri Wabup Gresik Moch. Qosim bersama rombongan yang disaksikan tokoh ulama dan masyarakat se- Pulau Bawean.

dr. Sugeng Widodo dalam sambutannya mengatakan RSUD Umar Ma'sud dibangun dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat Pulau Bawean dalam soal kesehatan. Diharapkan nantinya RSUD Umar Mas'ud menjadi rujukan dari Puskesmas Sangkapura, Puskesmas Tambak, ataupun Balai Kesehatan Swasta yanga ada di Pulau Bawean.

"Terutama dalam mengatasi soal transportasi yang selama ini menjadi kendala warga Pulau Bawean untuk dirujuk ke Gresik,"katanya.

"Diresmikannya gedung RSUD Umar Mas'ud diharapkan tahun depn sudah bisa dioperasikan dengan mempersiapkan segala fasilitas sarana dan prasana yang dibutuhkan, termasuk tenaga medis, utamanya dokter spesialis,"ujarnya.

Harapannya menurut Kadinkes Gresik, bisa mengurangi angka kematian ibu hamil termasuk menyelamatkan anak yang dilahirkan.

Lebih lanjur dr. Sugeng Widodo menjelaskan fasilitas gedung yang dibangun selama 2 tahap ini, meliputi instalasi rawat jalan, instalasi rawat inap,  farmasi, labotarium, radiologi, gawat darurat, kamar bersalin, kamar operasi, HCO, serta pelayanan operasi dasar, kamar mayat, dan fasilitas pendukung lainnya.

Adapun fasilitas rawat ini di RSUD Umar Mas'ud sebanyak 50 tempat tidur.

Bupati Gresik dalam sambutannya mengatakan gedung RSUD Umar Mas'ud Bawean yang dibangun merupakan bagian dari program Dinas Kesehatan Gresik. "Pembangunan gedung Rumah Sakit tipe D di Pulau Bawean sesuai harapan warga Pulau Bawean, sehubungan seringnya terkendala transportasi untuk merujuk ke daratan Pulau Jawa,"jelasnya.

Wakil Bupati, Moch. Qosim mengarapkan agar gedung RSUD Umar Mas'ud bisa dimanfataatkan warga Pulau Bawean, khususnya untuk mengurangi angka kematian ibu yang melahirkan, serta menyelamatkan anak yang dilahirkan. (bst)

RSUD Umar Mas';ud Siap Diresmikan Bersamaan Baksos Koarmatim di Pulau Bawean

Media Bawaan, 14 Desember 2014
RSUD Umar Mas'ud Pulau Bawean sudah siap Diresmikan oleh Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, besok Senin (15/12/2014).

Peresmian bersamaan kegiatan Bhakti Sosial Koarmatim yang ditempatkan di Pulau Bawean. Seluruh rombongan Pemkab Gresik bersama Koarmatim sudah berangkat naik KRI dr. Soeharso dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pulau Bawean.

Peresmian Rumah Sakit tipe D di Kepulauan Bawean, menurut Abdul Adim, Camat Sangkapura mengatakan rumah sakit termegah dan istimewa se Indonesia. Dibangunnya rumah sakit, jelas Camat untuk mengatasi segala persoalan kesehatan yang selama ini dihadapi masyarakat.

Sekretaris Dinas Kesehatan Gresik, menyatakan ditemukannya RSUD Umar Mas'ud di Pulau Bawean merupakan program prioritas Pemerintah Sambari Qosim. "Ini terbukti keperluan beliau terhadap kebutuhan masyarakat Pulau Bawean,"paparnya.

Untuk Baksos Koarmatim di Pulau Bawean, akan diselenggarakan besok (Senin, 15/12/2014), bertempat di RSUD Umar Mas'ud Sangkapura, serta KRI TNI AL di Pelabuhan Pulau Bawean.

Menurut Kapten Marzuqi, bakti sosial meliputi pengobatan umum, sunatan massal, pemeriksaan mata dan katarak, pemeriksaan gigi dan lain-lain.

Sedangkan dr. Tony S. Hartanto, Kepala UPTD Puskesmas Sangkapura ditanya persiapan peresmian RSUD dan kegiatan Bhakti Sosial, menyatakan sudah siap semuanya, hanya menunggu pelaksanaan saja. (bst)

Pembangunan Rumah Sakit Bawean
Siap Diresmikan Bupati Gresik

Media Bawean, 3 Desember 2014





Pembangunan Rumah Sakit Pratama Sangkapura di Pulau Bawean, Gresik sudah siap diresmikan, sehubungan sudah selesainya dibangun.

Rencananya rumah sakit tipe D di Pulau Bawean akan diresmikan Sambari Halim Radianto, Bupati Gresik, bersamaan kegiatan bhakti sosial Koarmatim pada minggu kedua atau ketiga bulan desember 2014.

Ismail Lutfi, pelaksana proyek ditemui Media Bawean (senin, 1/12/2014) mengatakan pembangunan sudah selesai sampai 99%, hanya pembersihan saja. Adapun pembangunan sudah tuntas keseluruhan. Sedangkan batas terakhir pelaksanaan pembangunan sampai 10 Desember 2014.

Ditanya banyaknya ruangan di rumah sakit Pratama Sangkapura, Ismail Lutfi mengaku tidak hafal sehubungan banyaknya ruangan harus membuka catatan dahulu.

Menurutnya pembangunan rumah sakit sudah dilaksanakan sesuai petunjuk dan teknis pembangunan. "Selama 6 bulan kedepan ada perawatan khusus dari pelaksana proyek,"katanya.

"Soal kontruksi bangunan tidak diragukan karena sudah dikerjakan sesuai speke yang ada,"ujarnya.

Melihat kondisi pembangunan rumah sakit Pratama Sangkapura, Kapten Masduki, dari Koarmatim yang melalukan survei tempat pelaksanaan bhakti sosial menyatakan sudah sangat bagus dan tergolong istimewa. "Pembangunan rumah sakit ini tergolong wah dan bagus, termasuk bersaing dengan rumah sakit di daratan Pulau Jawa,"paparnya.

Abdul Adim, Camat Sangkapura meresponnya pembangunan rumah sakit tergolong paling bagus di daerah kepulauan se- Indonesia. "Setiap peresmian selalunya camat mendahului uji coba, tapi untuk rumah sakt semoga tidak mengawalinya dan tetap sehat wak afiyat untuk mengemban amanat dan tugas dari Bupati Gresik,"terangnya dengan tersenyum.

Setelah selesai pembangunan, menurut dr. Sugeng Widodo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik ketika ditemui Media Bawean, menerangkan rumah sakit di Pulau Bawean masih membutuhkan persiapan alat kesehatan (alkes) dan rekrutmen tenaga medis. "Setelah keseluruhan sudah sempurnah baru akan dioperasikan yang direncanakan tahun 2016,"jelasnya. 

Adapun peresmian sekarang ini, menurutnya peresmian atas selesainya pembagunan Rumah Sakit Pratama di Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik.

"Untuk sementara pembangunan yang sudah selesai, bisa dimanfaatkan untuk Puskesmas Sangkapura yang masih menunggu selesainya pembangunan gedung baru. (bst)

Rumah Sakit Tipe D di Pulau Bawean, Peresmian Pembangunan Akhir 2014

Media Bawean, 15 November 2014

Pembangunan Rumah Sakit tipe D di Pulau Bawean sudah rampung akhir tahun 2014, sesuai rencana bulan desember 2014 akan diresmikan Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto.

dr. Sugeng Widodo, Kepala Dinas Kesehatan Gresik ditemui Media Bawean (jum'at, 14/11/2014) di kantornya, membenarakan peresmian selesainya pembangunan sarana dan prasarana rumah sakit tipe D akan diresmikan bulan desember 2014. Sedangkan peresmian operasional masih menunggu untuk perlengkapan alat kesehatan dan tenaga medis termasuk dokter spesialis yang diperkirakan beroperasi tahun 2016.

Sebelum dioperasikan, rumah sakit tipe D yang sudah selesai pembangunannya untuk sementara bisa digunakan Puskesmas Sangkapura yang  masih menunggu selesainya pembangunan. "Puskesmas Sangkapura bukan rawat inap tapi rawat jalan,"katanya.

Rumah Sakit tipe D di Pulau Bawean. menurut dr. Sugeng Widodo untuk tenaga medis dokter spesialis nantinya akan digilir yang datang ke Pulau Bawean. "Nantinya dokter spesialis di RSUD Ibnu Sina akan bergiliran datang ke Pulau Bawean untuk memberikan pelayanan di Rumah Sakit tipe D,"ujarnya.

Harapan besar menurut Kepala Dinas Kesehatan Gresik, bila ada putra atau putri asal Pulau Bawean jadi dokter spesialis bersedia ditempatkan di daerah asalnya. "Nantinya dokter spesialis yang bersedia bertugas di Pulau Bawean akan mendapatkan reward khusus, termasuk tunjangan daerah terpencil,"paparnya.

Sedangkan tenaga medis lainnya, seperti perawat dan lain-lain, tentu akan memprioritaskan asal Pulau Bawean. (bst)

Rumah Sakit Tipe D Bawean, Kapan Mulai Beroperasi?

Media Bawean, 27 Juli 2014

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. dr. Soegeng Widodo mengatakan beroperasinya rumah sakit tipe D di Pulau Bawean masih menunggu selesai pembangunan, dilanjutkan penyediaan alat kesehatan dan tenaga medis.

Ditemui Media Bawean di Kantornya (jum'at, 25/7/2014), Kepala Dinas Kesehatan Gresik mengatakan untuk tahun ini hanya penyelesaian pembangunan yang nantinya setelah selesai akan diresmikan. "Untuk peresmian beroperasinya rumah sakit tipe D di Pulau Bawean masih belum tahun ini sehubungan masih butuh tersedianya alat kesehatan dan tenaga kesehatan,"katanya.

"Nantinya untuk memulai tahapan awal beroperasinya rumah sakit akan diisi oleh pegawai puskesmas Sangkapura sambil menunggu pembangunan puskesmas yang baru selesai,"ujarnya.

"Untuk dokter akan diprioritaskan asal Pulau Bawean, termasuk tenaga kesehatan lainnya akan memprioritaskan asal Pulau Bawean,"tuturnya.

Lebih lanjut, dr. Soegeng Widodo menyatakan optimis rumah sakit tipe D di Pulau Bawean akan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat, dengan perbandingan jarak yang lumayan jauh ke Gresik.

Persoalan dokter, menurutnya bila lapangan terbang Pulau Bawean sudah beroperasi, tentunya akan mempermudah akses untuk transportasi dokter untuk berkunjung dan bertugas di Pulau Bawean. (bst)

Digerojok Anggaran Rp 12 Miliyar, Proyek RS Bawean Baru 27 Persen

Media Bawean, 14 Juli 2014


Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik mengancam kontraktor pelaksana pembangunan rumah sakit tipe D di Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean untuk bisa menuntaskan pembangunan proyek. Bila sampai waktu yang ditentukan tidak juga terbangun, maka akan didenda. Pasalnya, progres pembangunan rumah sakit baru ini mencapai sekitar 27 persen. Padahal, Dinkes mencanangkan, rumah sakit tersebut sudah harus beroperasi akhir tahun ini.

"Target pembangunan ini harus selesai pada November mendatang. Kalau tidak selesai, kami akan denda kontraktor sesuai dengan aturan yang ada," ancam Kepala Dinas Kesehatan Gresik. dr Soegeng di sela-sela sidak kemarin.

Data yang berhasil dihimpun, pembangunan rumah sakit pertama di Pulau Bawean ini menelan anggaran APBD hingga Rp 12.625.738.400. Pembangunan yang dimulai pada 2 Mei ini, ditargetkan selesai pada 27 November 2014. Namun, Dinkes merasa khawatir dengan minimnya dokter yang ada, selain itu juga, progres pembangunan fisik. Padahal, untuk rumah sakit tipe D, minimal harus punya dua dokter spesialis.

Bagi dia, progres yang dicapai kontrantor sebesar 27 persen ini sudah dianggap sesuai dengan rencana. Sehingga, lanjut dia, semua proses pembangunan dipastikan selesai pada November mendatang. "Saya optimis bisa selesai tepat waktu, soalnya progres yang ada sudah sesuai rencana,’’ ungkap dia.

Lebih lanjut ia menyampaikan, jika nanti kontrantor ternyata tidak mampu menyelesaikan proyek ini, maka pihaknya tidak akan membayar seratus persen. Namun, lanjut dia, pihaknya tetap akan memberikan waktu perpanjangan hingga 50 hari, disertai denda untuk menyelesaikan. ‘’Yang pasti, karena ini proyek penting harus bisa diselesaikan sesuai waktu yang sudah diberikan,’’ ungkap dia.

Terkait minimnya SDM yang ada, pihaknya sudah mengajukan pada Badan Kepegawaian Nasional untuk melakukan perekrutan. Rencananya, aku dia, pihaknya akan merekrut 105 pegawai yang terdiri dari dokter umum, dokter spesialis, perawat, dan bidan. "Masih kami upayakan untuk hal ini, kalau nanti tidak bisa tepat waktu. Sementara kami gilir dokter dan perawat yang ada di Rumah Sakit Ibnu Sina," kata dia.

Sementara itu, Kepala Pengawas Pembangunan Ahmad Muslim mengatakan, progres ini sesuai dengan rencana awal. Sehingga, tegas dia, pihaknya optimis enam bulan ke depan rumah sakit ini bisa diselesaikan. ‘’Rumah sakit yang terdiri dari dua gedung, dengan satu gedung dua lantai untuk perawatan serta satu gedung satu lantai untuk poliklinik akan selesai sesuai target Dinkes,’’ ujarnya.(rof/c4/rou)

Sumber : Radar Gresik

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean