Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210

BERITA POPULER

adsbybawean
Tampilkan postingan dengan label DESA GELAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DESA GELAM. Tampilkan semua postingan

Nelayan Gelar Makan Bersama di Tengah Laut


Masyarakat pesisir di desa Gelam Tambak menggelar selamatan di pantai. Diawali istighotsah bersama di masjid, lalu pembacaan doa dan pemasangan umbul-umbul dan alat keselamatan seperti pelampung ditengah lautan.

Zainul Anwar tokoh Gelam mengatakan ritual ini digelar setiap tahun. Tujuannya meminta keselamatan serta berharap banyak tangkapan ikan saat melaut.

Semarak selamatan ini mendapatkan dukungan seluruh warga, setara muspika kecamatan Tambak. Menariknya lagi ditengah lautan diadakan acara makan bersama setelah merayakan pembacaan do'a bersama.

Samyadi kepala desa Gelam menyatakan selamatan pantai merupakan kegiatan turun temurun sampai sekarang masih tetap dipertahankan. "Sebagian besar mata pencaharian warga sebagai nelayan mencari ikan ke laut,"paparnya.

Seyogyanya selamatan digelar dengan pembacaan doa agar mereka diberi keselamatan dan rezekinya bertambah banyak. (bst)

Bupati Bersama Wabup Gresik Kunjungi Warga Desa Gelam

Media Bawean, 28 Juli 2013


Rangkaian kegiatan kunjungan semalam di Pulau Bawean, Bupati bersama Wakil Bupati Gresik menghadiri acara Nuzulul Qur'an di masjid Gelam, kecamatan Tambak, Pulau Bawean, (sabtu malam minggu, 27/7/2013).

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto dalam sambutan menyatakan terharu atas sambutan warga desa Gelam. "Meskipun tanpa persiapan, ternyata acara yang diselenggarakan dihadiri banyak warga,"katanya.

Dalam kunjungan, telah disumbang untuk masjid sebesar Rp. 10 juta, serta santunan untuk anak yatim serta pemberian sembako untuk kaum dhuafa di desa Gelam.

Moh. Qosim sebagai Wakil Bupati Gresik dalam sambutannya mengajak kepada seluruh masyarakat Gelam untuk selalu mencintai Al Qur'an dengan rutinias selalu mengaji dan membacanya.

"Dengan membaca dan mengamalkan isi Al Qur'an, kehidupan kita akan senantiasa memperoleh ketenangan dalam kehidupan. "Hikmahnya sangat banyak, serta diberkati dalam kehidupan di dunia,"paparnya. (bst)

Isteri Menunggu Suaminya Pulang, Kades Kerahkan Warga Untuk Mencari

Media Bawean, 20 September 2012 


Hilang Muhammad Honen (70 th.) asal desa Gelam, Tambak, Pulau Bawean, Gresik, membuat sedih seluruh keluarga yang ditinggalkan, khususnya isiteri tercintanya bernama Muryah (65 th.).

Ditemui Media Bawean (kamis, 20/9/2012), dirumahnya terlihat isteri kakek tua bernama Muryah sedang duduk dengan menunjukkan wajah sangat sedih.

"Ketika suamiku meninggalkan rumah, sabtu malam minggu (15/9/2012), seluruh keluarga sedang tidak ada di rumah. Saya sendiri mengikuti acara istighosah di Tambak,"katanya.

"Semoga suamiku cepat kembali dan pulang dengan selamat, serta diberi keselamatan selama meninggalkan rumah,"paparnya dengan  nada sedih.

Subli sebagai Kepala Desa Gelam ketika berada di rumah Muhammad Honen, mengatakan sudah melakukan pencarian kemana-mana, sudah banyak tempat didatangi tanpa mengenal waktu siang dan malam ternyata sampai sekarang belum ditemukan.

"Seluruh warga desa Gelam sudah melakukan pencarian difokuskan didalam, termasuk menyusuri pinggir pantai dan masuk kedalam hutan. Sedangkan pihak keluarga melakukan pencarian ke luar, dengan menghubungi banyak kenalan maupun keluarganya yang berada diluar desa Gelam,"ujarnya.

Menurutnya, seluruh petunjuk dari orang pintar termasuk kyai sudah dilakukannya, tapi sampai sekarang belum berhasil ditemukan dan tidak kembali ke rumahnya.

Apakah ada perkiraan meninggalkan Pulau Bawean? "Tidak ada, sebab 3 perahu jhokung milik Muhammad Honen masih parkir dipinggir laut, termasuk warga tidak ada yang kehilangan perahunya,"jawabnya. (bst)

Kakek Tua asal Desa Gelam, 5 Hari Menghilang Belum Ditemukan

Media Bawean, 20 September 2012 

Muhammad Honen (70 th.) asal desa Gelam, kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik, telah hilang meninggalkan rumahnya sejak hari sabtu malam minggu (15/9/2012), sampai sekarang masih belum kembali. Dimanakah kakek tua berada sekarang? berikut hasil liputan Media Bawean (20/9/2012) ketika berkunjung ke rumahnya di desa Gelam.

Menurut sumber keluarga, Muhammad Honen meninggalkan rumah waktu tengah malam setelah listrik didalam rumahnya padam disebabkan kehabisan pulsa. 

Sehubungan di rumah tidak ada orang, kemudian kakek tua bertujuan membeli pulsa listrik ke tempat penjualan dekat rumahnya, tapi nyasar ke rumah tetangganya.

Setelah itu Muhammad Honen tidak kembali ke rumahnya, lalu besok paginya seluruh keluarga mencari ke banyak rumah di Gelam, ternyata hasilnya nihil tidak ada satupun warga yang mengetahui keberadaannya.

Selanjutnya seluruh masyarakat Gelam turut serta mencari Muhammad Hosen, keberbagai tempat termasuk kedalam hutan tapi sampai sekarang belum ditemukan. Sedangkan keluarga dekatnya mencari ke luar desa Gelam, termasuk menyusuri banyak kampung di Pulau Bawean, serta menyebar informasi berita kehilangan tapi belum juga ada yang mengetahui atau melihatnya.

Mutmainnah sebagai anak kandung Muhammad Hosen mengaku sudah mencari kebanyak tempat bersama keluarganya, termasuk dibantu warga kampung mencari ke banyak tempat tapi sampai sekarang belum ditemukan.

"Semoga ayah cepat kembali dengan selamat dan berkumpul bersama keluarga di rumah,"katanya.

"Memang sudah pernah hilang juga, tapi sekarang termasuk paling lama meninggalkan rumah sampai 5 hari belum kembali,"pungkasnya.

Apakah ada indikasi dibawa atau disembunyikan orang lain? "Oh, tidak. Ayahku orang baik-baik tidak pernah punya masalah dengan orang lain,"jawabnya.

Kapolsek Tambak, AKP. Susantoro dihubungi Media Bawean (kamis, 20/9/2012), membenarkan adanya laporang warga desa Gelam yang hilang meninggalkan rumahnya.

"Sudah dilakukan pencarian kemana-mana, tapi sampai sekarang belum ditemukan. Kepada seluruh warga Pulau Bawean yang menemukan atau mengetahui termasuk melihat kakek tua yang hilang, silahkan menghubungi keluarganya di desa Gelam atau menghubungi kantor Polsek Tambak,"terangnya. (bst)

Peresmian Masjid Arrahmah Gelam

Media Bawean, 6 Juni 2012 


Peresmian masjid "Arrahmah", desa Gelam, kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik diselenggarakan hari rabu (6/6/2012). Hadir KH. Minan dari Surabaya, KH. Sayid Ali At Tamimi sebagai penceramah dari Bandung, tokoh ulama dan kyai se-Pulau Bawean, ketua takmir masjid se-Pulau Bawean, serta Camat Tambak beserta stafnya, dan 200 warga Gelam di Malaysia.

Samyadi sebagai perwakilan Gelam Malaysia (GEMA) dalam sambutannya mengatakan seluruh rombongan dari Malaysia sebanyak 200 orang, bertujuan khusus menghadiri peresmian masjid "Arrahmah" desa Gelam.

"Sebagai warga Malaysia asal Gelam, mengucapkan syukur atas peresmian masjid yang indah dan megah,"katanya.

Sedangkan KH. Sudarman sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) kecamatan Tambak, mengajak seluruh warga desa Gelam untuk memakmurkan masjid dengan meningkatkan kegiatan keagamaan, serta meramaikan shalat lima waktu berjamaah di masjid.

Subli sebagai kepala desa Gelam dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh dermawan yang telah menyumbangkan dana, pemikiran dan lain-lain.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan didukung oleh 3 negara, yaitu warga Gelam di Malaysia sebagai promotor utama, kemudian warga Gelam di Indonesia, serta warga Gelam di Singapura.

Kades mengajak seluruh warganya agar memakmurkan masjid dengan meningkatkan ibadah serta menunaikan ibadah shalat lima waktu di masjid.

"Pembangunan masjid kelihatan sudah selesai, tetapi masih banyak kekurangan seperti menara dan lainnya. Kesimpulannya, sumbangan kaum dermawan masih diharapakan untuk penyelesaian masjid sampai sempurna,"ujarnya.

Pembangunan masjid "Arrahmah" dimulai 18 April 2010, telah diresmikan tanggal 6 Juni 2012.

Peresmian masjid "Arrahmah" ditandai dengan penguntingan pita oleh KH. Salim Fadli sebagai tokoh sesepuh di desa Gelam. Serta diramaikan kembang api dan pelepasan balon ke udara.

KH. Sayid Ali At Tamimi sebagai penceramah dari Bandung mengaku mengenal banyak warga Pulau Bawean, hampir diseluruh dunia selalu bertemu dan berjumpa orang Pulau Bawean.

Menurutnya, setelah mendatangi Pulau Bawean sejak kemarin, ternyata penyambutan warganya sangat ramah dan lemah lembut. "Melihat situasi dan kondisi kemasyarakatan Pulau Bawean sangat layak sebagai serambi Mekkah, bukan Aceh,"paparnya.

KH. Sayid Ali At Tamimi mengajak seluruh warga desa Gelam untuk memakmurkan masjid dengan menunaikan shalat lima waktu berjamaah. (bst)

Bangunan Masjid ARRAHMAN Megah, Besar dan Kokoh

Media Bawean, 27 Oktober 2011


Pembangunan masjid ARRAHMAN, desa Gelam, kecamatan Tambak, sudah berdiri kokoh dan megah. Dana pembangunan bersumberkan dari warga Gelam di negeri jiran Malaysia, serta para dermawan lainnya telah terbukti secara fisik, tanpa bantuan dari pemerintah diperkirakan sudah mencapai 75 %.

Menurut Suhaemi sebagai penjaga masjid ARRAHMAN, mengatakan pembangunan masih mengharap sumbangan para dermawan untuk membangun tempat wudhu dan menara di depan masjid.

Menurutnya, sumbangan yang ada adalah murni swadaya masyarakat, belum seperesenpun mendapat bantuan dari pemerintah. "Berkat kekompakan seluruh warga, pembangunan berlangsung sampai sekarang ini"katanya ketika ditemui Media Bawean (rabu, 26/10/2011).(bst)

Semangat Gotong Royong Warga Gelam

Media Bawean, 20 Januari 2011


Semangat gotong royong warga desa Gelam, kecamatan Tambak, Pulau Bawean masih tinggi, dibuktikan dalam perabaikan fasilitas umum selalu dikerjakan bersama masyarakat desa.

Subli (Kades Gelam) ditemui Media Bawean (18/1/2011) mengatakan. "setiap saat warga selalu melakukan gotong royong untuk memperbaiki fisilitas umum yang rusak, maupun membangun,"katanya.
"Kesadaran bergotong royong masih tinggi, sehingga proses pelaksanaan pekerjaan bisa diselesaikan dalam waktu singkat."paparnya.

Perlu diketahui, desa Gelam, kecamatan Tambak, sedang membangun proyek jalan poros desa yang menyambungkan kampung paseran (desa Sokaoneng) dengan kampung Gelam Dheje (desa Gelam) sebagai jalur alternatif melewati dalam kampung desa Gelam. Sumber dana proyek berasal dari APBD Propinsi Jawa Timur. (bst)

Vocaba Elektrik, Melayani Pulsa Listrik Pra Bayar

Media Bawean, 18 Desember 2010


Adanya pemasangan listrik pra bayar di desa Gelam kecamatan Tambak Pulau Bawean, dimanfaatkan oleh club bola voly Vocaba untuk menambah kas keuangan organisasi.

Mereka menangani jasa penjualan voucher pulsa kepada masyarakat, setiap penjualan mendapat keuntungan Rp.2.000 untuk kas club. "Daripada masyarakat membeli langsung ke Kantor PLN, dengan mengeluarkan biaya transportasi tinggi sehingga solusinya dibentuk Vocaba Elektrik untuk memudahkan pembelian,"kata Nurul Yaqin.

"Vocaba Elektrik sudah menyimpan uang dp di Koperasi KUD Sangkapura, bila ada pembeli cukup berhubungan via telepon saja,"paparnya.

Pulsa 20ribu dengan 41 Kwh  dijual harga Rp.22.000, sedangkan Pulsa 50ribu dengan 108 Kwh dijual harga Rp.52.000.

Perlu diketahui bahwa listrik di desa Gelam Tambak sudah menyala sudah seminggu yang lalu, tetapi pemasangan baru dibatasi 120 pelanggan sehingga masih banyak warga belum mendapatkan aliran listrik PT. PLN. (bst)

Kades Gelam : Jual Sembako, Sesuai Juknis ADD

Media Bawean, 16 Juni 2010

Subli sebagai Kepala Desa Gelam Kecamatan Tambak Pulau Bawean ditemui Media Bawean dirumahnya (16/6), menyatakan penjualan sembako bersubsidi kepada warga miskin sudah sesuai dengan petunjuk tekhnis pelaksanaan Alokasi Dana Desa (ADD) 2010.

"Anggaran sembako sebesar Rp.3,5juta untuk membeli bahan pada tahap pertama yang dijual seharga Rp.50ribu kepada 35 orang dengan subsidi 50%. Tahap pertama terkumpul Rp.1.750.000, kemudian dibelikan barang kembali untuk dijual kepada warga lainnya pada tahap kedua. Bahan sembako meliputi gula, tepung, minyak goreng dan minyak gas bila dinominalkan senilai Rp.100ribu, kemudian dibagikan kepada warga miskin sebanyak 35 orang dengan memberikan subsidi 50% sehingga setiap penerima sembako membayar Rp.50ribu. Dari penarikan Rp. 50ribu terkumpul Rp.1.750.000, dilanjutkan memberikan subsidi kepada 18 orang dengan membayar Rp.50ribu, terkumpul Rp.900ribu.

Kemudian Rp.900ribu dibelikan sembako untuk diberikan kepada warga miskin yang tidak mampu membayar secara gratis," jelas Subli.


"Pemberian sembako dengan bersubsidi 50% sudah sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan ADD 2010, sudah dilakukan tiga kali yaitu dua kali tahun 2009 dan satu kali tahun 2010. Tidak ada permasalahan dalam pembagiannya sesuai aturan," tegas Kades Gelam.

Warga desa Gelam, Halki (51 th) yang pernah mendatangi rumah kepala desa Gelam, dihubungi Media Bawean, mengatakan, "Saya datang menemui Kepala Desa hanya menanyakan tentang sembako yang diperjualbelikan kepada warga miskin, apakah sesuai dengan aturan sebab di desa lain digratiskan. Kades menjawab dari tahun 2009 sudah melakukan pasar murah,"ujarnya.

Menurut seorang ibu sebagai penerima sembako bersubsidi di desa Gelam, menyebutkan isi sembako yang dibagikan yaitu Gula 3 kg, tepung 2 kg, minyak goreng 2 kg, dan minyak gas 3 liter.

"Bila dinilai dengan uang sebesar Rp.100ribu, tapi membayar Rp.50ribu," terang seorang ibu
yang tidak bersedia disebutkan namanya.

Pernyataan Subli sebagai Kades Gelam sesuai dengan Peraturan Bupati Gresik Nomor 12 Tahun 2010 tentang Pedoman Tekhnis Pelaksanaan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2010, Bab IV Pasal 14, Ayat 2, Sub B berbunyi, "Penanggulangan kemiskinan, antara lain subsidi pengadaan beras murah atau sembilan bahan pokok bagi rumah tangga miskin,". (bst)

Dampak Kenaikan BBM, Listrik Di Gelam Padam

Media Bawean, 29 Juni 2008
Dampak kenaikan BBM dapat dirasakan oleh warga Bawean, khususnya warga desa Gelam Kecamatan Tambak dengan pemadaman listrik diesel sebagai penerangan.

Menurut Kepala Desa Gelam, Subli mengatakan, "Kenaikan BBm di desa Gelam sangat dirasakan oleh warga kami dengan adanya pemadaman lampu listrik diesel yang setiap malam jadi penerang disini," katanya.

"Sebelum kenaikan BBM, diesel di desa kami dapat menyinari setiap malam, dengan tarif setiap rumah Rp.48.000," kata Subli kepada Media Bawean.


"Setelah BBM naik, maka pengurus lampu mengumpulkan semua pelanggan di desa kami. Tapi setelah dihitung dan dikalkulasi lengkap dari Rp.48.000 menjadi Rp. 90.000.," jelas Kepdes Gelam.

"Dengan tarif Rp. 90.000, warga merasa keberatan dan kesulitan untuk membayarnya, sehingga sepakat untuk tidak menggunakan lampu diesel listrik yang ada. Sehingga warga kami rela setiap malam dengan gelap gulita berganti dengan lampu seadanya, sebab kemampuan warga kami terbatas," ujar Subli.


Jadi dampak kenaikan BBM telah dirasakan langsung oleh warga Gelam dengan tidak adanya lampu penerang yang biasa setiap malam menyinari desa Gelam. Padam total sejak dari awal kenaikan BBM beberapa bulan yang lalu. (bst)

Asal Usul Desa Gelam

Media Bawean, 28 Juni 2008

Asal usul desa Gelam Kecamatan Tambak menurut tokoh masyarakat Abah Hafidz yaitu Gelam dari bahasa Bawean Gellem.
Menurut Abah Hafidz "Gellem yaitu dulu di Gunung Pataonan ada pelarian dari Sulawesi yang dikejar-kejar oleh pasukan dari sana. Sampai di Gunung Pataonan ada dua orang namanya Nyai Ennah dan Yasin Sulaeman sepakat menikah artinya gellem akabhin," ujarnya.
"Karena gellem akabhin, maka disebut Gelam nama desa disini," katanya Abah Hafidz.


Pintu Gerbang masuk desa Gelam
"Di Gelam banyak tokoh Kyainya seperti Kyai Asyik tua wafat di Singapura, Kyai Asyik muda yang membuat peristiwa berdarah pada tahun 1956, masa Presiden Sukarno," jelasnya.
"Pada saat itu Kyai Asyik dituduh menyebarkan ajaran sesat, padahal menurut PBNU yang datang ke Bawean ajaran tersebut adalah aliran Thariqat. Sangat banyak korban jiwa yang meninggal saat peristiwa terbut, akibat terkena senapan. Termasuk Kyai Asyik terkena di kakinya dan wafat di rumah sakit Sangkapura," jelas Abah Hafidz.
"Pada masa Presiden Suharto yaitu ada peristiwa menarik di Gelam saat ada utusan Presiden untuk mengambil keris nogo sosro dan kijang kencana, ternyata utusan itu gagal. Sedangkan kijang kenacana yang diambil bukan dari gunung petaonan, tapi dapat dari Komalasa sesuai pengakuan orang disana yang dapat rusa saat berburu dengan diganti uang Rp.50ribu waktu itu," tambah Abah Hafidz Ketua Pagar Nusa PCNU Bawean.
"Sampai sekarang keris itu belum ada yang bisa mengambil, termasuk kijang kencana hanya suaranya saja yang sering ada, " tambahnya. (bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean