Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
adsbybawean
Tampilkan postingan dengan label PRODUK UNGGULAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PRODUK UNGGULAN. Tampilkan semua postingan

Jazilul Fawaid : Potensi Bawean Besar Butuh Perhatian Bersama


Jazilul Fawaid anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dihadapan peserta workshop properti di Kinanti Building Jakarta menyatakan kecintaannya untuk membangun daerah asalnya.

Menurutnya banyak hal yang layak dikembangkan untuk memajukan Pulau Bawean. Diantaranya banyaknya produk unggulan yang ada, seperti anyaman tikar. Tapi persoalannya anyaman tikar yang merupakan warisan nenek moyang mulai ditinggalkan oleh generasi muda saat ini. Padahal potensi anyaman tikar menurutnya sangat banyak peminatnya.

Jazil mengajak kepada peserta untuk kembali mengembangkan potensi yang ada di Bawean.

Selain anyaman tikar, potensi lain yang layak dikembangkan adalah hasil tangkapan ikan dari nelayan di Bawean. "Selama ini hasil tangkapan ikan nelayan dijual kepada pembeli di tengah laut, itupun dengan harga yang sangat murah,"katanya.

Padahal menurutnya tangkapan ikan layang yang diperoleh nelayan sangat layak dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan ikan nasional. "Melalui kegiatan yang bakal digelar nantinya bisa mencari seluruh potensi untuk dikembangkan kedepan,"ujarnya.

Adapun problematika yang dihadapi sekarang ini, yaitu keterbatasan listrik di Pulau Bawean. Padahal untuk pengembangan potensi yang ada dibutuhkan kesediaan listrik yang tercukupi. (bst)

Tikar Bawean Jadi Buruan Wisatawan



Dijadikannya Pulau Bawean menjadi tujuan wisata, membawa angin sejar bagi perajin tikar pandan. Permintaan meningkat meski ada kendala yang dihadapi.

Sumiyati, 55, asal Gunungteguh Sangkapura mengaku gembira atas banyaknya wisatawan berkunjung ke Pulau Bawean. Dia lah salah satu perajin yang kini menikmati angin segar wisatawan.

“Hasilnya sudah jelas, mereka datang kesini untuk melihat anyaman tikar dan membelinya untuk oleh-oleh,”katanya.

Sejak Pulau Bawean ramai dikunjungi wisatawan, Sumiyati mengaku kewalahan memenuhi permintaan. Lantaran perajin tikar di kampungnya hanya bisa dihitung dengan jari. “Sudah mulai berkurang peminat pengrajin anyaman tikar, alasannya dahulu kesulitan pemasaran,”ujarnya.

Selain itu bahan baku pandan juga mulai berkurang, sehingga kesulitan mencarinya.

Walaupun demikian, Sumiyati mengaku sabar menekuni profesinya sebagai pengrajin anyaman tikar di desa Gunungteguh. “Pekerjaan menganyam dilakukan, setelah urusan keluarga seperti memasak dan mencuci sudah selesai,”paparnya.(bst)

Mengenal Pecinta Bonsai Bawean sebagai Miniatur Kehidupan




Seni bonsai yang berasal dari Jepang telah mendarah daging di Pulau Bawean. Hampir disetiap pelataran rumah warga dihiasi.

Pecinta bonsai Bawean juga membentuk komunitas-komunitas yang seringkali menggelar pemeran. Terutama dalam memeriahkan hari kemerdekaan RI.

Syamsul asal Patarselamat mengatakan Bawean bisa dikatakan sebagai surganya penikmat bonsai. Lantaran di pulau ini masih banyak tumbuhan calon bonsai yang tumbuh di hutan.

“Bonsai adalah miniatur kehidupan, memiliki fungsi dan keunikan yang tidak ada di pohon lainnya,”katanya.

Menggeluti seni bonsai sama saja dengan melatih kesabaran dan uletan. Termasuk belajar menambah pengetahuan sehingga bisa tumbuh secara baik.

Salah satu pecinta bonsai Abdul Wahid, mengaku awalnya hanya sekedar menyalurkan hobi saja, setelah ditekuni ternyata bisa menambah keindahan rumah.

Selain itu juga punya nilai ekonomi karena bonsai yang bagus akan banyak yang berminat.

Rencananya pecinta bonsai di Pulau Bawean Gresik akan menggelar event di desa Daun Sangkapura dalam rangka memeriahkan HUT kemerdekaan RI. (bst)

Produk Unggulan dari Pulau Bawean Laris Manis




Selain mengirim kafilah, Pulau Bawean menyuduhkan berbagai keunggulan produk lokal. Responnya sangat menggembirakan.

DI arena MTQ yang berlangsung di Kecamatan Manyar, delegasi Kecamatan Sangkapura dan kecamatan Tambak memamerkan produk unggulan, seperti anyaman tikar, krupuk, dan gula merah.

Dewi Latifah isteri Camat Sangkapura mengatakan seluruh barang yang dipamerkan laris manis dibeli pengunjung. “Krupuk yang paling laris,”katanya.

Ternyata produk unggulan dari Pulau Bawean banyak diminati oleh warga Gresik. Terbukti krupuk laris manis diborong oleh pengunjung pameran.

Selain itu, stand pameran kecamatan Tambak juga ramai dikunjungi pada malam pembukaan MTQ di Manyar. Narto Camat Tambak menyatakan produk unggulan dari Pulau Bawean yang dipamerkan banyak dibeli pengunjung. “Produk unggulan seperti krupuk yang diminati oleh warga Gresik,”paparnya.

Dari Arena MTQ, dilaporkan bahwa salah satu kafilah asal kecamatan Tambak kembali pulang sebelum bertanding sehubungan kondisi sakit.”Sakit mag yang dideritanya kembali kambuh,”paparnya. (bst)

Madu Klanceng Khas Pulau Bawean

Media Bawean, 10 September 2015



Potensi Sumber Daya Alam (SDA) Pulau Bawean tidak perlu dipertanyakan lagi. Selain memiliki sumber daya laut yang cukup besar, Pulau Bawean juga memiliki hasil hutan. Salah satunya, madu klanceng. Berbeda dengan madu tawon, madu klanceng tidak terlalu manis. Meski begitu, madu ini memiliki banyak khasiat untuk kesehatan tubuh. “Katanya bisa menambah vitalitas bagi pria, sehingga banyak yang mencari madu ini,” ujar Alman, 35, salah satu pencari madu klanceng, kemarin.

Dikatakan, hewan klanceng memang mirip dengan tawon. Namun, klanceng tidak menggigit seperti tawon, sehingga mudah mengambil madunya. “Sarang klanceng sangat banyak ditemukan di dalam hutan Pulau Bawean, apalagi saat musim bunga tiba seperti saat ini,” ungkap dia.

Menurut dia, setiap hari ia mampu mendapatkan Rp 500 ribu dari hasil penjualan madu klanceng. Selain melayani pembeli dari Bawean sendiri, banyak warga yang mendapatkan pesanan dari luar negeri. “Biasanya banyak keluarga di Malaysia dan Singapura memesan madu ini untuk mengobati penyakit,”terangnya.

Ia menambahkan, harga madu klanceng juga lebih murah dibandingkan dengan madu tawon yang jumlahnya semakin sedikit. Untuk satu botol madu klanceng ia jual dengan harga Rp 250 ribu.“Sedangkan madu tawon harganya bisa mencapai Rp 500 ribu per botol tergantung tingkat keasliannya,” pungkas dia.

Sementara itu, Yusuf Ketua Karang Taruna Kecamatan Sangkapura mangatakan madu klanceng memiliki khasiat untuk mengobati penyakit. Salah satunya juga untuk menambah keharmonisan di dalam rumah tangga. “Wajar saja bila banyak peminatnya sehubungan khasiatnya sangat besar,” tuturnya. (bst)

Orderan Perajin Anyaman Membeludak

Media Bawean, 31 Agustus 2015


Masyarakat Pulau Bawean, Gresik terus mengembangkan potensi yang ada di wilayahnya. Salah satunya, kerajinan dari anyaman daun pandan. Jika sebelumnya masyarakat hanya menjadikannya sebagai tikar. Kini, dari anyaman daun pandan tersebut berhasil disulap masyarakat menjadi kerajinan tangan yang bernilai harga tinggi.

Abdul Haris, Kepala Desa Gunungteguh, Kecamatan Sangkapura mengatakan anyaman tikar termasuk produk unggulan terkenal di Pulau Bawean, Gresik. “Untuk memenuhi kebutuhan, kini perajin anyaman tikar di Desa Gunungteguh, diarahkan untuk membuat tas dan dompet, serta sajadah,”katanya.

Ke depan, rencananya akan membuat tempat tisu dan sandal dari anyaman pandan yang bahannya sama dengan membuat tikar. Ada sekitar 5 orang perajin tikar yang melayani pembuatan tas, dompet dan sajadah. “Kami juga melakukan pelatihan kepada seluruh perajin anyaman tikar agar bisa membuat tas dan dompet, termasuk pengembangan pembuatan tempat tisu dan sandal,” ujar dia.

Menurutnya, tas dijual dari harga Rp 60 ribu sampai Rp. 100 ribu. “Setiap ada pengunjung selalu membeli tas untuk oleh-oleh dari Pulau Bawean,”paparnya. Selain melayani setiap ada pengunjung, juga sering kali mengikuti pameran di Pulau Jawa. Respon pengunjung lumayan banyak, terbukti semua stok yang dipamerkan habis terjual.

Sementara itu, Camat Sangkapura, Abdul Adim mengapresiasi keinginan warganya untuk mengembangkan anyaman membuat tempat tisu dan sandal. Memang dari dahulu sampai sekarang, di antara produk unggulan di Pulau Bawean yang dikenal adalah anyaman tikar.

“Wajar saja bila ada wisatawan berkunjung, selalu berkunjung ke Desa Gunungteguh sebagai pusat anyaman tikar di Pulau Bawean,”pungkasnya.(bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean