Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
adsbybawean
Tampilkan postingan dengan label BAWEAN DESA SUNGAIRUJING. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAWEAN DESA SUNGAIRUJING. Tampilkan semua postingan

Suara Kades Sungairujing
Soal Rofiatun Dikaitkan Pilkades

Media Bawean, 20 September 2013

Merespon adanya kasus pemecatan guru TK Al Mukarramah oleh Kepala Sekolah, yang dikaitkan dengan pemenangan dirinya sebagai kepala desa Sungairujing, sehingga Rofiatun yang mengajar selama 16 tahun diturunkan jabatannya sebagai tukang sapu di sekolah. 

Tambrani Saofan, kepala desa Sungairujing, kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik ditemui Media Bawean (jum'at, 20/9/2013) mengatakan sangat ironis jika dampaknya sampai menurunkan status guru jadi tukang sapu di sekolah.

"Semestinya tak terjadi penurunan status tersebut dengan alasan atau imbas pemilihan kepala desa,"katanya.

Sebagai kepala desa, Tambrani Saofan mengajak kepada seluruh warganya hidup rukun, aman dan saling menerima atas hasil Pilkades. "Saya siap merangkul semuanya, baik pendukung ataupun tidak mendukung demi kemajuan desa Sungairujing kedepan untuk lebih baik,"paparnya.

Terkait persoalan Rofiatun, Kades mengharap ada solusi terbaik antara yayasan dengan kepala sekolah TK Al Mukarramah. "Tujuannya permasalahan ini selesai, tidak berkelanjutan yang berdampak ketidaknyamanan di masyarakat,"jelasnya.

"Marilah saling menerima, serta hidup rukun bersama membangun desa Sungairujing,"harapannya. (bst)

Satukan Visi Membangun Sungairujing
Bisa Lebih Baik dan Berkembang Maju

Media Bawean, 11 April 2013 

Tambrani Saofan sebagai Kepala Desa terpilih dalam Pilkades di desa Sungairujing, kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik untuk mengawali masuk kerja masih menunggu pelantikan oleh Bupati Gresik.

Ditemui Media Bawean (kamis, 11/4/2013), Tambrani Saofan mengatakan kedepan desa Sungairujing harus lebih baik dalam segala bidang, utamanya pembangunan infrastruktur jalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Menurutnya tatanan pemerintahan desa yang kurang baik akan dirombak kembali sesuai harapan masyarakat, seperti pendistribusian raskin kepada penerima akan diserahkan secara terbuka dan transpran.

Adapun dalam melaksanakan tugas, Tambrani Saofan menyatakan akan membuka pelayanan full selama 24 jam. "Artinya, masyarakat yang membutuhkan pelayanan bisa dilayani di kantor ataupun dimana saja asalkan warga butuh,"katanya.

Untuk menyerap aspirasi masyarakat, Kades terpilih akan selalu terjun langsung ke setiap dusun tanpa harus menunggu permintaan warganya.

Bagaimana dengan jurus trisula? "kita akan action melalui banyak cara pendekatan ataupun lobi kepada pejabat agar kedepan desa Sungairujing mendapat perhatian penuh, khususnya untuk pembangunan infrastruktur jalan,"jawabnya.

Disinggung soal dukung mendukung saat Pilkades, Tambrani Saofan mengajak kepada seluruh masyarakat desa Sungairujing untuk bersatu membangun desa Sungairujing. "Pilkades sudah selesai, tidak ada istilah mendukung atau tidak, semua akan dirangkul demi membesarkan dan memajukan desa Sungairujing,"terangnya. (bst)

Tambrani Saofan (Nomor Urut 2)
Terpilih Sebagai Kades Sungairujing

Media Bawean, 16 Maret 2013 


Tambrani Saofan (calon nomor urut 2) terpilih sebagai kepala desa Sungairujing, Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik, dalam periode 2013-2018.

Pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) Sungairujing bertempat di balai desa, diselenggarakan hari ini (sabtu, 16/3/2013).  Tampil 2 calon kepala desa, yaitu Zainal Abidin sebagai nomor urut 1 dan Tambrani Saufan sebagai nomor urut 2.

Ketika pelaksanaan pemungutan berlangsung, hadir 2 calon duduk diatas kursi kehormatan yang disediakan oleh panitia pelaksana Pilkades Sungairujing. Pelaksanaan Pilkades yang diselenggarakan di balai desa Sungairujing berlangsung aman dan kondusif berkat kerja keras panitia pelaksana didukung oleh aparat desa, termasuk BPD Sungairujing. (bst).

Adapun hasil penghitungan suara sebagai berikut :
Zainal Abidin sebagai calon nomor urut 1 memperoleh 709 suara
Tambrani Saofan sebagai calon nomor urut 2 memperoleh 917 suara
Suara Tidak Sah sebanyak 18 suara 
Daftar Pemilih Tetap sebanyak 1.870 orang

Lanjutkan Atau Pakai Jurus Trisula

Media Bawean, 10 Maret 2013 


Penyampaian visi dan misi calon kepala desa di desa Sungairujing, kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik, diselenggarakan hari ini (minggu, 10/3/2013), bertempat di balai desa Sungairujing.

Hadir H. Imam sebagai Camat Sangkapura, AKP. H. Zamzani, SH. sebagai Kapolsek Sangkapura, tokoh masyarakat, dan warga desa Sungairujing.

Dalam penyampaian visi dan misinya, kedua calon menyampaikan sesuai tujuan dan targetnya setelah terpilih sebagai kepala desa.

Zainal Abidin memujudkan desa Sungairujing yang berakhlaq, bermartabat, berkarakter dan lebih maju. Misi memberikan pelayanan yang prima dan lebih baik dari sebelumnya, mengembangkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia semaksimal mungkin, dan meningkatkan kualitas hidup ekonomi pembangunan.

"Jika nantinya terpilih kembali sebagai kepala desa, akan mengedepankan keramhamahan kami, dan kedamaian di desa Sungairujing,"katanya.

"Kepada seluruh masyarakat desa Sungairujing, khususnya yang mendukung dan menspot saya, mari kita berfikir dengan jernih, jangan hanya memikirkan kepentingan sesaat. Tapi bagaimana selama 5 tahun kedepan yang merupakan perjalanan panjang,"ujarnya.

Zainal Abidin yang kini masih aktif sebagai kepala desa berpesan kepada warganya agar nantinya tanggal 16 Maret 2013, untuk menjaga dikampunya masing-masing, jangan hanya di TPS.

"Terusterang kami tidak bisa menjanjikan apapun, seperti anak-anak ibu akan dijadikan PNS, ataupun yang PNS dijanjikan akan dinaikkan pangkat, karena jujur kami tidak punya teman pejabat,"jelasnya.

"Terusterang juga, kami tidak bisa menjanjikan misalnya membelikan jaring untuk nelayan, mesin, dan sepeda motor. Karena teruterang secara pribadi sampai saat ini belum mampu membelinya. Walaupun saya tidak bisa berjanji ataupun memberikan imbalan, kepada seluruh masyarakat desa Sungairujing untuk tanggal 16 Maret 2013 memilih dan mencoblos nomor 1, Zainal Abidin. Satu untuk semua dan semua untuk satu. Lanjutkan,"terang Zainal Abidin sebagai calon nomor 1.

Tambrani Saofan dalam penyampaian visi dan misinya menyatakan dengan perubahan menuju desa Sungairujing yang lebih baik dan diridhoi oleh Allah SWT. 

"Untuk menuju desa Sungairujing lebih maju harus ditopang dengan infastruktur, dan pelayanan lebih optimal,"tuturnya.

"Infrastruktur bukan hanya jalan saja, termasuk irigasi juga. Kami bertekad setelah jadi akan memperbaiki infrastruktur di desa Sungairujing. Ambil darimana uang untuk memperbaiki infrastruktur? uang ADD setiap tahun besarnya mencapai Rp. 100 juta lebih, bila dikalikan 5 tahun berjumlah Rp. 500 juta,"terangnya.

"Bila kami terpilih nanti, untuk Musrembangdes sebelumnya akan terjuan ke setiap dusun bersama aparat desa. Setelah diketahui, baru diadakan Musrembangdes dengan menghadirkan tokoh dan pemuda. Setelahnya hasil Musrembangdes akan diajukan ke kecamatan,"paparnya.

Menurutnya menggunakan uang ADD adalah alternatif terakhir, jika melobi keatas ternyata tidak dapat. "Untuk melobi keatas harus punya jurus trisula, 3 jurus yaitu kita ajukan kepada Ketua DPRD, Bupati dan Komisi C bagian pembangunan. Harus tahu itu, agar tidak ada isu bahwa bila tidak dapat jalan nanti dicegat Saofan, Saofan jual ayam potong tidak mungkin mencegat dikarenakan tidak mempunyai kekuasaan. Kalau itu tidak dapat, baru menggunakan uang ADD,"ungkapnya.

"Melayani semaksimal mungkin kepada masyarakat, artinya kita terjun langsung. Pembangunan tidak diketahui oleh orang tertentu saja, harusnya diketahui oleh seluruh masyarakat. Akan keterbukaan dan transpransi dalam keuangan,"harapnya.

"Sedangkan pemuda diberi wewenang untuk mengawasinya, yang nantinya akan dibentuk karang taruna yang anggotanya dari masing-masing dusun. Selanjutnya meningkatkan ekonomi kerakyatan, nelayan harus diwadahi dengan koperasi nelayan,"imbuhnya.

Tambrani Saofan menyatakan secara tegas bahwa dirinya bila terpilih tidak akan memecat perangkat desa. "Tapi bila mengundurkan diri, siapa bisa menolak,"pungkasnya. (bst)

Gelegar Seni di Desa Sungairujing
Berhasil Memukau Seluruh Penonton

Media Bawean, 10 Maret 2013 


Penyampaian visi dan misi calon kepala desa Sungairujing, kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik, berlangsung semarak dengan penampilan kesenian  dalam Gelegar Seni yang diselenggarakan dalam pendopo balai desa.

Gelegar seni ditampilkan dalam pra acara, dilanjutkan selingan dalam penyampaian visi dan misi calon kepala desa Sungairujing, yang diadakan hari ini (minggu, 10/3/2013). Tampil kesenian di desa Sungairujing, diantaranya kercengan Al - Mukarramah yang menang juara I dalam festival seni Islami di Gresik, qosidah siswa SDN di Sungairujing, tarian anak TK dan dewasa, serta penampilan fishion.

Gelegar seni berhasil menyedot banyak warga di desa Sungairujing, dan warga sekitarnya yang datang untuk menonton kesenian aset di kampungnya. Pantauan Media Bawean, terlihat Muspika kecamatan Sangkapura, dan tokoh masyarakat desa Sungairujing yang menonton dengan kekaguman serta terpukau atas penampilan seni yang dipertontonkan.

Camat Sangkapura, H. Imam dalam sambutannya berpesan kepada kepala desa terpilih nantinya agar mengembangkan kesenian yang dimiliki desa Sungairujing.

Menurutnya, penampilan sangat bagus, termasuk kemampuannya anak masih tingkat sekolah dasar sudah mampu memukul rebanah, serta mempunyai suara yang merdu dan bagus. "Kita kembangkan kesenian di desa Sungairujing untuk berprestasi ke tingkat kabupaten sampai pusat, sebagaiman bukti yang telah diukir sebelumnya,"katanya.

Sementara respon warga atas penampilan kesenian, menyatakan sangat terhibur dengan diadakannya gelegar seni oleh panitia pemilihan kepala desa di Sungairujing. (bst)

Pengembangan Obyek Wisata Selayar
Sampai Sekarang Belum Jelas

Media Bawean, 24 Maret 2012


Ketika Suhaemi menjabat sebagai camat Sangkapura sempat ramai diperbincangkan Pulau Bawean sebagai ikon pariwisata di Jawa Timur, yaitu pengembangan obyek wisata Pulau Selayar dan Jherat Lanjheng akan dikembangkan sebagai tempat tujuan wisata.

Zaenal sebagai kepala desa Sungairujing ditemui Media Bawean (sabtu, 24/3/2012) mengaku bingung sendiri atas pengembangan Pulau Selayar sebagai obyek tujuan wisata di Pulau Bawean.

"Sebelumnya, ketika Suhaemi sebagai camat Sangkapura, rencana pengembangan termasuk musyawarah dengan warga setempat sudah dilakukan. Setelah beliau dimutasi, rencana tersebut kembali sepi tanpa ada kelanjutannya,"katanya.

"Sehubungan camat Sangkapura yang baru sudah dilantik, secepatnya rencana tersebut akan dilaporkan kepada H. Imam (camat Sangkapura),"paparnya.

Anehnya menurut Zaenal, ternyata jalan menuju obyek wisata Pulau Selayar sampai sekarang belum dapat perhatian dari pemerintah. "Jalan menuju lokasi obyek wisata masih tetap rusak belum dapat perhatian khusus,"pungkasnya.

Disinggung soal pembangunan di desa Sungairujing, Zaenal sebagai Kades mengakui bahwa sampai sekarang belum bisa memenuhi harapan warganya, sehubungan minimnya proyek pemerintah yang diterimanya. "Dibanding desa tetangga, pembangunan desa Sungairujing masih sangat kurang,"ujarnya.

"Entah harus bagaimana lagi agar perhatian  pemerintah, khususnya anggota dewan dari Dapil Bawean untuk memperhatikan pembangunan di desa Sungairujing,"terangnya.

"Sudah lama menjabat sebagai kepala desa, hanya 1 kali menerima JPD melalui pemerintah kabupaten dan 1 kali dari pemerintah pusat,"ungkapnya dengan nada melemah. (bst)

Ketua Remaja Daya Sungai
Dipilih Demokratis Ala Pemilu

Media Bawean, 23 januari 2012


Pemilihan ketua remaja musholla Darussalam Dayasungai desa Sungairujing Sangkapura Pulau Bawean, Gresik dilaksanakan tadi malam (minggu, 22/1/2012) bertempat di Aula mushollah Darussalam. Hadir Jamaluddin sebagai ketua BPD Sungaitujing, Dimyati dari aparatur desa, serta undangan meliput kepala dusun dan ketua remaja se-desa Sungairujing.

Jamaluddin dalam sambutannya, menyampaikan Remaja Dayasungai merupakan percontohan di desa Sungairujing, kegiatannya seperti tadarussan berlangsung aktif, serta semangat bergotong royong tetap eksis dan kompak.

"Proses pemilihan ketua berlangsung secara demokrasi yang dipilih secara langsung, sepatutnya dicontoh oleh persatuan remaja di daerah lainnya. Agar hasilnya sesuai harapan bersama serta bisa dipertanggungjawabkan,"katanya.

Mawardi sebagai ketua panitia pelaksana mengatakan jumlah hak pilih sebanyak 146 orang, pemilih adalah warga Dayasungai mulai usia 15 tahun sampai 80 tahun. "Masa kerja kepengurusan sesuai rapat pleno ditetapkan selama 3 tahun, sedangkan masa kerja sebelumnya hanya 2 tahun,"paparnya.

Prosesi pemilihan berlangsung secara tertib, setiap pemilih dipanggil untuk melakukan pemungutan di bilik suara, setelahnya kertas suara dimasukkan dalam kota, selanjutnya pemilih diberi tanda tinta pada jarinya sebagai bukti sudah memberikan hak suaranya.

Ketika pemilihan, Media Bawean sempat bertemu seorang kakek berusia lanjut bernama Marzuqi. Ditanyakan kenapa tidak mengikuti pemilihan, jawabnya tidak mendapatkan undangan untuk mengikuti acara pemilihan

"Bagaimana mau mengikuti pemilihan, sedangkan panitia tidak memberikan kartu undangan dengan alasan sudah usia lanjut. Seandainya mendapatkan undangan, dijamin ikut juga memilih,"ujarnya.

Mawardi merespon keinginan kakek, menyatakan usia pemilih berusia 15 tahun sampai 80 tahun. "Usia lanjut dibatasi sampai 80 tahun, sehubungan kondisi dikhawatirkan mengganggu kesehatannya,"jelasnya.

Hasil penghitungan dari jumlah hak pilih 146 orang yang hadir 132 orang, yang tidak hadir 14 orang. Suara Calon 1. Abd. Gafur memperoleh 73 suara, 2. Zainuddin memperoleh 58 suara dan tidak sah 1 suara. 

Sesuai hasil pemungutan suara, Abd. Gafur ditetapkan sebagai Ketua Remaja Mushollah Darussalam, Dayasungai, Sungairujing Periode 2012 - 2015. (bst)

Tidak Dapat Jatah Pupuk
Sebagai Petani, Hawari Protes

Media Bawean, 4 Januari 2012

"Sudah 4 tahun tidak pernah mendapatkan jatah pupuk dari kelompok tani di desa Sungairujing,"papar Hawari (40 th.) kepada Media Bawean (rabu, 4/1/2012).

"Entah apa salah saya sehingga merasa dianak tirikan sebagai warga desa Sungairujing. Kalau persoalan selama ini memiliki sikap kritis di desa, terus terang tujuannya hanya untuk perbaikan bukan menjatuhkan,"katanya dengan nada lantang.

Pensiunan guru agama yang berdomisili di Daya Sungai, desa Sungairujing, Sangkapura, Gresik, menyatakan kesal atas sikap pemerintahan desa kepada dirinya. "Sudah 4 tahun tidak pernah mendapat jatah pupuk di desa Sungairujing,"ujarnya dengan menunjukkan muka sangat marah.

Sebagai bentuk protes, Hawari melakukan penanaman pada mengawali daripada warga lainnya, termasuk ketika panen dilakukan paling awal daripada petani lainnya.

"Sudah capek keliling tiap hari ke desa-desa lainnya, hanya untuk mengumpulkan pupuk untuk persediaan memupuk sawahnya seluas 100 kolak,"keluhnya.

Zaenal sebagai Kepala Desa Sungairujing dihubungi Media Bawean, menyangkal bila Hawari sebagai petani tidak mendapatkan jatah pupuk. "Tahun lalu sudah disediakan, tetapi tidak diambilnya. Tahun sekarang tidak ada permintaan, seadainya ada permintaan tentunya akan diprioritaskan,"terangnya.

"Terusterang, bukan hanya Hawarh saja yang tidak mendapatkan pupuk. Masih banyak petani lainnya belum mendapatkan, sehubungan pendistribusian sangat lambat,"ungkap Kades Sungairujing. (bst)

Desa Sungairujing
Jarang Terjamah Proyek

Media Bawean, 24 Mei 2011

Desa Sungairujing, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik sejak kepemimpinan Zaenal Abidin sebagai kepala desa Sungairujing selama empat tahun, hanya satu kali saja mendapatkan jatah jalan poros desa (JPD). Padahal desa-desa lainnya, di kecamatan Sangkapura hampir setiap tahun mendapatkannya, bahkan satu desa terkadang mendapatkan jatah dua JPD selama satu tahun.

Dihubungi Media Bawean (selasa, 24/5/2011), Zaenal Abidin mengaku bingung atas nasibnya selama ini hampir empat tahun hanya satu kali mendapatkan jatah JPD. 

Padahal, menurutnya masih cukup banyak jalan poros desa yang semestinya mendapatkan priorotas sampai saat ini belum terjamah oleh pembangunan pemerintah. Apalagi desa Sungairujing akan dijadikan ikon pariwisata di kecamatan Sangkapura.

Jamaluddin sebagai Ketua BPD desa Sungairujing menyatakan timbul tanya besar atas minimnya pembangunan proyek pemerintah. "Ini salah siapa dan dosa siapa sehingga desa Sungairujing tidak pernah atau jarang mendapat proyek pemerintah,"katanya dihubungi Media Bawean.
Akhwan, sebagai anggota DPRD Kabupaten Gresik dapil Bawean ditanya kenapa desa Sungairujing tidak mendapatkan jatah proyek jpd tahun 2011, menurutnya perlu kesabaran sendiri bagi kepala desa sebab nantinya proporsi pembagian akan diratakan setiap desa di Sangkapura.

Soal desa ada yang mendapatkan dua jpd dalam waktu bersamaan, menurut Akhwan tidak tahu bila ada satu desa mendapatkan jatah dua JPD. "Yach, semestinya dibagi rata agar sama-sama mendapatkan, sementara pengajuan saya hanya di desa Lebak dan Bululanjang saja,"papar Akhwan.

Miftahol Jannah sebagai anggota dewan dari Partai Golkar, menyatakan pembagian sudah dilaksanakan dengan benar, bila ada desa yang mendapatkan dua JPD dalam waktu bersamaan itu merupakan bantuan atau usaha dari anggota dewan diluar dapil Bawean. 

"Untuk desa Sungairujing, sudah diusahakan jatah jalan lingkungan tahun 2011 yang tangani oleh Dinas PU yang letaknya di kampung Kolpo, sehingga saya tidak bisa mengusahakan dua proyek dalam waktu bersamaan,"jelasnya.

Perlu diketahui proyek jalan poros desa (JPD) tahun 2011 di kecamatan Sangkapura, yaitu 2 proyek di desa Daun, 2 proyek di desa Balikterus, 2 proyek di desa Patarselamat, 1 proyek di Kebuntelukdalam, 1 proyek di Sungaiteluk, 1 proyek di Bululanjang, 1 proyek di Pudakit Timur. (bst)

Warga Sungai Tirta
Sambut Meriah Bulan Maulid

Media Bawean, 15 Februari 2011


Kemeriahan warga dusun Sungai Tirta, desa Sungai Rujing, Kecamatan Sangkapura menyambut datangnya bulan maulid dengan merayakan banyak perlombaan. Acara maulid dilaksanakan tadi padi (selasa, 15/2/2011), dilanjutkan sore hari dengan acara hiburan perlombaan, meliputi panjat pinang, makan roti, makan telur, makan krupuk, dan memukul rajangan.

Syaiful Bahri (25 th.) sebagai Ketua Remaja Sungai Tirta, ditemui Media Bawean mengatakan acara perlombaan adalah bentuk kreativitas remaja secara kompak menyambut datangnya bulan maulid nabi.

"Hadiah yang diberikan adalah sumbangan donatur di Sungai Tirta,"katanya.

Wal hasil, perlombaan menjadi perhatian banyak warga, diantaranya banyak warga dusun  lain di sekitar Sungai Tirta berdatangan untuk menonton perlombaan rutin setiap tahun yang diadakan pada  bulan maulid.

Lukman sebagai Tokoh Remaja, mengatakan kegiatan menyambut datangnya bulan maulid secara rutin dilaksankan setiap tahun. "Alhamdulillah acara selalu sukses menghibur seluruh warga dusun Sungai Tirta, termasuk warga sekitarnya,'paparnya.

Peserta perlombaan yaitu anak-anak usia muda sampai dewasa, termasuk gadis dan ibu-ibu turut serta dalam perlombaan. (bst)

Dua Nelayan Tiba Di Bawean

Media Bawean, 14 Februari 2011


Dua nelayan yang hilang melaut hari minggu, (6/2/2011), kemudian ditemukan nelayan Ra'as Sumenep Madura, yaitu Hazin (31 th.) dan Herman (31 th.) asal dusun Tanjung, desa Sungairujing, Sangkapura, Pulau Bawean, hari senin (14/2/2011) tiba di Pulau Bawean dengan naik Kapal Express Bahari 1C.

Sebelum pulang ke Pulau Bawean, dua nelayan dihantar oleh Suhaemi sebagai Camat Sangkapura bertemu Bupati Gresik, Ir. H. Sambari Halim Radianto di Kantor Pemkab Gresik, selanjutnya tepat jam 09.00 Hazin dan Herman pulang menuju Pulau Bawean naik Kapal Express Bahari 1C dengan tiket free.

Sampai di dermaga Pulau Bawean tepat jam 12.00 WIB (senin, 14/2/2011), dua nelayan dijemput oleh Zainuddin sebagai Kasi Kesra Kecamatan Sangkapura, Kepala Desa Sungairujing dan keluarganya. Tiba di dermaga Bawean, dijemput mobil dinas kecamatan Sangkapura dihantar sampai di rumah daeran Tajung, Sungairujing, Sangkapura.

Luapan kegembiraan keluarga ditumpahkan ketika dua nelayan turun dari atas mobil dengan bersalaman dan berpelukan. Di depan pintu masuk, keluarga secara bergantian menyirami air kembang kepada Hazin dan Herman. 

Dilanjutkan dengan do'a bersama, dihadiri oleh penduduk sekitar dusun Tajung, Desa Sungairujing, Sangkapura. (bst)

2 Nelayan Asal Sungairujing
Hilang Melaut Sejak Kemarin

Media Bawean, 7 Februari 2011


Dua nelayan yaitu Hazin (31 th.) dan Firman (31 th.) asal dusun Tanjung, desa Sungairujing, Sangkapura, Pulau Bawean, hilang melaut sejak kemarin (minggu, 6/2/2011).

Berangkat dengan menggunakan perahu klotok melaut hari minggu (6/2/2011) jam 04.00 WIB. "Semestinya kedua nelayan kembali dari melaut jam 15.00 WIB. sampai tadi malam belum kembali ke rumah,"kata Zaenal Kades Sungairujiang.

"Sudah dilakukan pencarian sejak tadi malam sampai hari ini dengan mengerahkan sebanyak 11 klotok, tetapi hasilnya nihil tidak ditemukan,"ujarnya.

"Kondisi laut di Bawean gelombangnya sangat tinggi, disertai angin kencang dan hujan,"paparnya.

Sebelumnya menurut Zaenal, sudah memberikan instruksi kepada semua nelayan di desanya, tetapi ada saja yang nekad melaut sehingga akibatnya seperti sekarang.

"Semoga mendapat pertolongan seperti waktu hilangnya nelayan tahun lalu, sehingga selamat dan kembali berkumpul bersama keluarganya"harapan Kades Sungairujing.

Kapalsek Sangkapura, AKP. H. Zamzani dihubungi Media Bawean, membenarkan adanya dua nelayan asal desa Sungairujing yang hilang melaut. "Sekarang masih dalam pencaharian, dibantu oleh nelayan setempat,"terangnya. (bst)

Sambut Tahun Baru 2011
Desa Sungairujing Selamatan

Media Bawean, 1 Januari 2011


Selamatan desa Sungairujing digelar tadi malam (31/12/2010) bertempat di Balai Desa, dihadiri sekitar 2010 orang terdiri lintas tokoh, yaitu Kyai, Guru Ngaji, Tokoh Tua, Pemuda dan Pelaku Pendidikan, Tim PKK dan lain-lain.

Jamaluddin sebagai Ketua BPD Sungairujing, mengatakan, "Acara diformat sebagai do’a bersama dijauhkan dari musibah, dan sebagai renungan untuk mengevaluasi yang lalu dan menata yang lebih baik kedepan, juga sebagai intropeksi bersama untuk menata pembangunan desa Sungairujing kedepan,"katanya.

"Semoga kritikan kedepan bersifat evaluasi dan saling mengingatkan,"harapannya. (jml)

Kampung Polang Asih
Pusat Lontong Di Bawean

Media Bawean, 22 November 2010


Kampung Pulang Asih, desa Sungairujing Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean adalah pusat makanan lontong. Umumnya warga setempat berprofesi membuat lontong, turun temurun dari nenek moyangnya.

Jamilah (40 Th.) ditemui Media Bawean (Senin, 22/11/2010) mengatakan, "setiap hari pekerjaannya membuat lontong, hasilnya di jual ke pasar,"katanya.

"Sore hari, membungkus beras dengan daun pisang lalu dimasak jadilah lontong. Malam dinihari  sekitar jam 03.00 WIB. selesai dimasak, besok paginya dijual kepada pembeli dari berbagai daerah di Pulau Bawean,"ujarnya.

Berapa penghasilan tiap hari? "Jualan lontong sekarang untungnya sangat tipis,  bila dibandingkan waktu dulu. Satu kali pembuatan bisa menghasilkan untung Rp.20ribu, sedangkan dahulu bisa untung separuhnya, bila modal Rp.50ribu maka untungnya Rp.50ribu,"jawabnya.

"Harga jual satu lontong seharga Rp.1.000, bila pesan dapat kortingan khusus,"jelas Jamilah sambil membuat lontong dengan memasukkan beras kedalam daun pisang.

Menipisnya keuntungan jualan lontong, menurut Jamilah dipicu mahalnya harga beras, daun pisang sekarang membeli, serta mahalnya kayu bakar di Pulau Bawean.

Hampir setiap rumah di Polang Asih setiap sore diramaikan membuat lontong dari beras, sedangkan hasilnya di jual ke pasar Sangkapura dan Daun. Pembelinya berasal dari berbagai daerah di Pulau Bawean. 

Hazin sebagai tokoh masyarakat Polang Asih mengakui bahwa penghasilan terbesar warganya adalah berprofesi sebagai pembuat lontong. "Mereka mampu membangun rumah dan membiayai pendidikan anaknya adalah hasil jualan lontong dari turun temurun,"paparnya.

Anda ingin membeli lontong,. silahkan datang ke kampung Polang Asih desa Sungairujing Kecamatan Sangkapura. (bst)

Personel Kercengan Duku
Tiba Di Pulau Bawean

Media Bawean, 20 Oktober 2010

Group Kercengan Al Mukarramah dari Duku Sungairujing Sangkapura Pulau Bawean, hari ini tiba di dermaga Pulau Bawean, setelah kemarin tampil sebagai kesenian hiburan di Kantor Pemerintah Kabupaten Gresik dalam rangka pelepasan jamaah haji oleh Bupati Gresik Sambari Halim.

Zulfa, S.Pd. sebagai Ketua Rombongan, mengatakan Alhamdulillah rombongan kita sudah tampil dengan baik kemarin ketika acara pelepasan jamaah haji Kabupaten Gresik.

Personel terdiri 12 orang penari, 3 orang vokalis, 9 orang penabuh terbang, 2 orang penata rias, dengan manager H. Abd. Jalil, Official M. Zainuddin dan M. Ridwan, sedangkan Ketua Rombongan Zulfa.

Kedatangan personel di dermaga Pulau Bawean dengan naik Kapal Express Bahari 8B, hari ini (rabu, 20/10/2010) disambut Kepala Desa Sungairujing dan Tokoh Sangkapura. (bst)

Dua Tahun Ditempati, Bedah Rumah Gakin Roboh

Media Bawean, 1 Mei 2010

Rumah Gakin Di Sungairujing (Kondisi Utuh)

Rumah Gakin Di Sungairujing (Kondisi Setelah Roboh)

Bedah rumah untuk keluarga miskin (gakin) yang diperoleh Disah (70 Th.) di dusun Taubat desa Sungairujing Sangkapura hanya berumur dua tahun saja.

Media Bawean mendatangi rumah yang ditempati Disah dalam kondisi roboh, menurut tetangga terdekat, mengatakan penghuninya berkumpul dengan anaknya bernama Misli.

"Rumah roboh disebabkan kondisi bangunan yang tidak kuat, sehingga tembok pecah-pecah disekelilingnya," kata Disah.

Disah tinggal dirumah dalam kondisi mau roboh, memutuskan pindah kerumah anaknya dengan jarak berdekatan.

Setelah rumah ditinggalkan oleh penghuninya, bedah rumah yang dibangun melalui proyek Gakin langsung roboh dan nyaris rata dengan tanah, hanya bagian belakang saja tersisa. Menurut pengakuan Disah yang diperkuat oleh isterinya Misli, bahwa bangunan rumah tidak kuat sehingga roboh.

Kades Sungairujing, Zaenal dihubungi Media Bawean, menolak keras bahwa kondisi bangunan tidak kuat. "Rumah yang ditempati oleh Disah roboh disebabkan kondisi tanah yang bergerak, sehingga tembok pecah-pecah," terangnya.

Jamal sebagai Ketua BPD Sungairujing memperkuat Statement yang dikatakan oleh Kades, bahwa kondisi tanah bergerak sebagai penyebab robohnya rumah yang ditempati Disah. (bst)

Meninggal Dunia Di Laut Selayar Saat MenjaringDiduga Penyebabnya Penyakit Ayan (Epilepsi)

Media Bawean, 10 Februari 2010

Mayat Masbar Dibungkus Kain Kafan

Masbar (35 Th.) nelayan asal dusun Taubat, desa Sungairujing Sangkapura kemarin (9/2) jam 09.00 WIB. berangkat ke laut untuk mencari ikan. Sampai sore ternyata tidak kunjung datang, sehingga keluarga mencarinya kemana-mana hanya menemukan jaringnya saja.

Jam 23.30 WIB. Masbar ditemukan sudah tidak bernyawa oleh keluarganya dengan posisi tengkurap di pantai Selayar yang berjarak 150 meter dari tepi pantai.

Kemudian mayat Masbar dieavakuasi kerumah duka, setelah dilakukan pemeriksaan tidak ada tanda-tanda bekas penganiayaan, diduga penyebab kematian korban adalah penyakit epilepsi (ayan) yang dideritanya kembuh saat menjaring ikan di laut sehingga tenggelam. (bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean