Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
adsbybawean
Tampilkan postingan dengan label PERHOTELAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERHOTELAN. Tampilkan semua postingan

Pengusaha Hotel Minta Promosi Wisata Bawean Digencarkan


Pengusaha hotel meminta promosi wisata Bawean digencarkan. Jika tidak, seperti saat ini, usaha hotel di Pulau Bawean lesu. Akhir-akhir ini nyaris tak ada tamu yang menginap di hotel.

H. Syariful Mizan pemilik hotel sahabat yang letaknya di jantung kota Sangkapura mengatakan sudah hampir seminggu ini sangat sepi pengunjung. Bila ada, itupun bukan wisatawan hanya pegawai pemerintahan yang ada tugas di Pulau Bawean.

Lebih lanjut Mizan menyimpulkan sepinya pengunjung hotel disebabkan promosi wisata masih kurang sehingga perlu ditingkatkan lagi. “Ada 10 hotel di Bawean nyaris tidak ada tamu yang menginap,” katanya.

Hal senada disampaikan Taufiq pemilik hotel senja di dekat pelabuhan Bawean, menyatakan pengunjung sangat sepi. Selain faktor promosi, menurut Taufiq sepinya tamu juga dipengaruhi kelancaran transportasi dari Gresik ke Pulau Bawean. "Kebanyakan tamu adalah mereka yang menunggu jadwal kapal, jika tak ada penundaan tak perlu menginap,"ungkapnya.

Imron Rasyidi kepala UPTD Pariwisata di Pulau Bawean menjelaskan kedatangan wisatawan tentu ada musimnya. "Hanya waktu saat tertentu saja yang ramai pengunjung wisatawan ke Bawean,"ujarnya.

Seperti sekarang ini diakui oleh Imron Rasyidi, termasuk sepinya wisatawan berkunjung ke Pulau Bawean. Kalaupun ada wisatawan asal Malaysia dan Singapura yang liburan ke Pulau Bawean. “Itupun memilih menginap di rumah keluarganya daripada di hotel,"pungkasnya. (bst)

Kapolsek Sangkapura Minta Tamu Hotel Ditertibkan


Kapolsek Sangkapura AKP Arif Rasyidi meminta UPT Pariwisata Bawean melakukan penertiban terhadap tamu hotel di Pulau Bawean. Tindakan ini untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan dan perbuatan melanggar norma. "Silahkan lakukan penertiban dengan melakukan pendataan dan pemeriksaan buku nikah jika tamunya lelaki dan perempuan,"kata Arif.

Meski demikian, pihaknya juga tak akan tinggal diam. Bila UPT Pariwisata tak segera bergerak, aparat penegak hukum siap melakukan penertiban. "Tunggu saja aparat penegak hukum turun menggelar operasi ke hotel,"tegasnya.

Hal senada disampaikan KH. Abdul Latif berharap agar pengunjung yang datang menjunjung tinggi kearifan lokal yang ada di Pulau Bawean. "Sudah waktunya penginapan ataupun hotel dilakukan penertiban agar tidak kembali kecolongan,"harapnya.

Sementara Camat Sangkapura Abdul Adim menyatakan ini kewenangan UPT Pariwisata Bawaan untuk melakukan penertiban terhadap tamu yang berkunjung di hotel. Muspika Sangkapura siap mengawal seluruh aturan yang ada, termasuk adanya penertiban terhadap tamu wisatawan yang berkunjung.

Imron Rasyidi Kepala UPT Pariwisata Bawean menjawab penertiban terhadap tamu hotel masih banyak kendala. Diantaranya hotel ataupun penginapan yang ada di Pulau Bawean belum ada yang memiliki izin dari Dinas Perizinan Kabupaten Gresik.

"Bagaimana mau melakukan penertiban, wong semuanya belum memiliki izin,"pungkasnya. (bst)

Berlibur ke Pulau Bawean, Menginapnya di Hotel Sahabat



Pulau Bawean telah berkembang menjadi destinasi wisata menarik di Indonesia. Sejak dibukanya penerbangan Surabaya – Pulau Bawean, kunjungan wisatawan ke pulau eksotis ini cukup banyak. Peluang inilah yang ditangkap Hotel Sahabat, dengan menyediakan akomodasi yang setara hotel berbintang.

Hotel Sahabat berlokasi di jantung Pulau Bawean, yakni Jalan Umar Mas'ud, kecamatan Sangkapura. Letaknya berdekatan dengan padar Sangkapura, perbankan, dan ATM, dan warung makan. Hotel ini memiliki 14 kamar terdiri atas 8 kamar kelas VIP dan 6 kamar kelas ekonomi. Ukuran besar kamar rata-rata 6 x 3 meter. Setiap kamar mempunyai warna berbeda, termasuk desain atap terlihat berlainan.



Adapun fasilitas didalam kamar, terdiri dari meja, kursi, almari, tempat pakaian dan cermin rias dari kayu jati. Tempat tidur yang nyaman dan kamar mandi shower dengan desain yang menarik. Setiap kamar dilengkapi TV dengan 55 channel dan free WiFi untuk akses internet.

“Yang membedakan kelas VIP dengan ekonomi adalah pendingin. Untuk VIP dilengkapi AC berkapasitas 1 PK. Seemntara untuk kelas ekonomi menggunakan kipas angin,”kata Ir.H. Syariful Mizan, Pemilik Hotel Sahabat.



Dijelaskan, selain kamar, hotel ini menyediakan meeting room dengan ukuran 8 x 10 meter. Untuk tamu yang menginap mereka akan mendapatkan sarapan pagi untuk 2 orang setiap kamar, serta air panas dilengkapi kopi dan teh. Untuk melengkapi kebutuhan pengunjung, di lantai bawah tersedia mini market Sahabat.

“Kami sengaja menghadirkan hotel menarik di Bawean. Sebab, kami ingin turut serta memajukan pariwisata di Pulau Bawean,”kata Mizan seraya mengatakan, dengan hotel ini dia berharap bisa memberikan pelayanan terbaik, serta kenyamanan kepada seluruh pengunjung, termasuk wisatawan. (bst)



Pengunjung Hotel Di Bawean Meningkat

Media Bawean, 10 September 2015


Gencarnya promosi Pulau Bawean yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dan Pemprov Jatim mulai berdampak pada sektor ekonomi. Salah satunya adalah bisnis perhotelan di Pulau Bawean. Mulai tenarnya pulau di utara Gresik ini membuat konsumen hotel mengalami peningkatan cukup signifikan.

Adawiyah pemilik Hotel Intan mengatakan, hampir setiap hari selalu banyak tamu berkujung untuk menginap di hotel. “Setiap hari ada sekitar 6 sampai 10 orang wisatawan asal luar Pulau Bawean yang menginap,” katanya.

Dikatakan, kondisi ini terjadi setelah pemerintah mulai gencar melakukan promosi terhadap objek wisata yang ada di pulau ini. “Dahulu sepi sekali, tapi sekarang mulai ramai sejak pemerintah gencar mempromosikan Pulau Bawean sebagai tujuan wisatawan,” paparnya.

Hal senada disampaikan Abdul Khaliq pemilik Hotel Barokah. Dirinya menilai, ke depan bisnis perhotelan di Pulau Bawean bisa meningkat. Ini seiring dengan mulai tenarnya Bawean di dunia internasional. “Memang benar bisnis perhotelan mulai menggeliat di Pulau Bawean,” ujarnya.

Sementara itu, Imron Rosyadi, Kepala UPT Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Bawean membenarkan banyaknya pengunjung hotel di Pulau Bawean. “Banyak wisatawan yang berkunjung, tentunya mereka menginap di hotel,” jelasnya.

Sesuai data yang diterima dari laporan pemilik hotel, hampir setiap bulan hotel menerima tamu sebanyak 50 sampai 100 pengunjung. Saat ini, baru ada delapan hotel yang ada di Pulau Bawean. “Seluruhnya berada di Kecamatan Sangkapura, sedangkan di Kecamatan Tambak belum ada sama sekali,” imbuh dia. (bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean