Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
adsbybawean
Tampilkan postingan dengan label KOMUNITAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KOMUNITAS. Tampilkan semua postingan

Wisatawan Singapura Mengajak Peduli Pendidikan di Pulau Bawean


Wisatawan asal Singapura berkunjung selama 3 hari di Pulau Bawean Gresik. Rombongan Persatuan Bawean Singapura (PBS) setibanya di Pulau Bawean langsung mengunjungi obyek wisata, dan melihat langsung proses anyaman tikar di desa Gunungteguh Sangkapura.

Morni asal Singapura mengatakan kunjungannya ke Pulau Bawean termasuk rangkaian kegiatan wisata, setelahnya akan berwisata ke Surabaya dan Yogyakarta.

Dalam rangkaian kegiatan, rombongan PBS menyerahkan buku berjudul "Ponthuk Bawean di Singapura" yang diserahkan kepada beberapa tokoh bertempat di SDIT Al Huda Sangkapura.

Dalam sambutannya Morni mengajak warga Singapura untuk peduli terhadap pengembangan pendidikan di Pulau Bawean, termasuk pembangunan sarana dan prasaranya.

Sebelum pertemuan bersama tokoh, rombongan Singapura menyempatkan diri bertemu siswa dengan menguji atau tes membaca Al Qur'an. Selain itu, juga melihat penampilan kreasi seni yang ditampilkan oleh siswa SDIT Al Huda. (bst)

Merajut Kebersamaan Membangun Bawean Lebih Baik dan Bermartabat


Pertemuan Anggota DPRD Kabupaten Gresik dan DPRD Provinsi Jawa Timur asal Bawean dan 24 Kepala Desa di Bawean yang dilaksanakan di hotel @HOM Premiere GKB Gresik tadi malam tidak hanya diikuti oleh tokoh-tokoh Bawean maupun anggota Persatuan Saudagar Bawean (PSB) dari Gresik saja, melainkan ada yang datang dari Surabaya seperti H. Kemas Eka Saktiawan dan dari Malang seperti Muhammad Nuh.

Sebagian besar peserta pertemuan yang bertajuk Diskusi dan Ngopi Bersama ini menyatakan bahwa pertemuan ini luar biasa dan jarang terjadi bisa selengkap ini. Seperti yang disampaikan Ahmad Buruddin, direktur Bawean Foundation asal Malang "ini adalah pertemuan yang luar bisa, bisa mempertemukan tokoh-tokoh utama di Bawean" ujarnya.

Pernyataan senada diungkap Daifi, SPd Sekretaris Kerukunan Warga Bawean Gresik (KWBG) menyatakan kebanggaannya atas terlaksananya pertemuan ini "amat jarang terjadi pertemuan yang seperti ini".

Badrus Saleh, Notaris Senior di Gresik berharap pertemuan ini bisa menghasilkan sesuatu yang positif bagi perkembangan pembangunan di Pulau Bawean.

Muhammad Salim, selaku Kepala Desa Diponggo Kecamatan Tambak berharap hasil diskusi ini tidak menguap begitu saja, namun perlu tindaklanjut yang perlu kongkret untuk mewujudkannya.

Ketua PSB, selaku penyelenggara Ir. H. Asy'ari, MM merasa sangat senang karena hampir semua stake holder (pemangku kepentingan) di Bawean bisa hadir pertemuan malam ini. Ada anggota legislatif, eksekutif (camat dan kepala desa), dan tokoh masyarakat. Bahkan mantan anggota DPRD Gresik periode lalu H. Zulfan Hasyim, SH, MH dan H. Mohammad Subki juga turut hadir.

Topik diskusi dibahas hangat malam itu antara lain persoalan pengurusan KK, KTP masih saja menjadi problem akut di Bawean. Persoalan kapal yang terus saja menjadi penghambat jalur transportasi Gresik-Bawean maupun sebaliknya, persoalan sampah yang sudah sangat memprihatinkan, persoalan di bidang pertanian dan pariwisata. (Kontributor: Kemas S. Rizal - Gresik)

PSB Prakarsai Pertemuan Dewan bersama Kades Bawean




Ketiadaan pelayaran Bawean-Gresik membawa hikmah tersendiri bagi 24 Kepala Desa di Kecamatan Sangkapura dan Tambak Pulau Bawean yang baru dilantik Bupati Gresik 9 September 2019 di Pemkab Gresik.

Kesempatan ini dimanfaatkan secara baik oleh Persatuan Saudagar Bawean (PSB) untuk menggelar diskusi bersama antara Kepala Desa dengan 4 Anggota DPRD Kabupaten Gresik dan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur asal Bawean H. Syamwil bertempat di Hotel @Home Primiere di kawasan GKB Gresik.

Pertemuan juga diikuti Camat Tambak yang baru dilantik Jum'at, 6 September 2019 Agung Endro Dwi. Pertemuan berlangsung antusias dan penuh keakraban. Mengingat seluruh peserta yang hadir merasa sebagai satu keluarga besar Bawean.

Pertemuan diawali dengan perkenalan baik dari seluruh kepala desa terpilih maupun anggota legislatif asal Bawean. Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua PSB, Ir. H. Asy'ari, MM yang menyampaikan 3 hal persoalan utama Bawean yang perlu dicarikan solusi antara lain produk unggulan Bawean, kapal yang bisa tembus diatas 3 meter, dan persoalan sampah. (Kontributor: Kemas S. Rizal - Gresik)

Pelantikan Kades, Bawean jadi Perhatian




Suasana pelantikan Kepala Desa di kabupaten Gresik yang digelar hari ini (senin, 9/9), Pulau Bawean menjadi perhatian khusus dari banyak kalangan. Sehubungan banyaknya ucapan yang dipajang disekeliling area pelantikan.

Diantaranya ucapan selamat dan sukses disampakan M. Yahya Zaini anggota DPR RI kelahiran Pulau Bawean, Persatuan Saudagar Bawean (PSB), Masyarakat Adat Bawean, Badan Pengembangan Pariwisata Bawean, Komservasi Bawean, dan Bawean Institute.

M. Yahya Zaini mengucapkan selamat kepada para kepala desa yang baru dilantik. "Semoga sukses mengemban amanah. Ayo majukan Pulau Bawean,"ajaknya.

Menurutnya nasib Pulau Bawean, salah satunya ada di tangan kepala desa yang amanah. "Semua warga Bawean dimanapun berada siap membantu dengan pikiran dan jaringan yang dimiliki,"katanya.

Sementara pantauan di lokasi pelantikan, menurut Kemas Rizal menjadi perhatian banyak yang hadir sehubungan banyaknya ucapan karangan bunga yang terpajang. (bst)

Warga Bawean se Jabodetabek gelar Halal Bi Halal dan Tasyakkuran Sukses ke Senayan 2019




Hari Minggu, 21 Juli 2019, 300 an warga Bawean di Jabodetabek berkumpul di Kinanti Building, Kuningan Jakarta. Walau nampak sederhana dibandingkan gedung-gedung di sekitarnya, Gedung Kinanti berdiri di tengah-tengah daerah perkantoran utama kawasan pusat bisis Kuningan Jakarta. 

Di gedung yang didesain dan dikelola oleh Rama Ahsanul Haq, arsitek asal Bawean, 300 an warga Bawean yang tinggal di Jabodetabek memenuhi undangan untuk saling berhalal bihalal, saling menguatkan solidaritas dan jaringan Ke-Bawean-an, serta memberikan doa selamat atas kesuksesan dua putra Bawean; Bapak Yahya Zaini dan Bapak Jazilul Fawaid menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024.

Anis Hamim, ketua panitia, menyatakan kegiatan ini sengaja menyuguhkan kombinasi dua konten; halal bi halal dan tasyakkuran. Tujuannya agar warga Bawean yang datang merasakan dua atmosfir sekaligus; suasana silaturrahmi sambil saling bermaaf-maafan, dan juga ikut bergembira atas kesuksesan dua putra terbaiknya memenangkan kontestasi pimpinan nasional yang berhak duduk di Senayan.

Dibuka dengan suguhan musik religi ala group terkenal Sabyan, acara dilanjutkan dengan pembacaan barzanji dan shalawatan oleh kelompok Remaja Masjid Bendungan Hilir Jakarta yang juga dipimpin oleh Rubi, pemuda Bawean. Dengan irama bacaan yang merdu dan tabuhan rebana bertalu-talu, Rubi dan tim membawa para peserta ke suasana pengajian di langgar-langgar dan masjid-masjid kampung Bawean. Suasana hati semakin bergetar ketika Rubi dan tim membacakan berzanji sambil mengajak para peserta berdiri melantunkan 'ya nabi salam alaika' bersama-sama.

   Selanjutnya, warga Bawean yang hadir mendapatkan tips yang sangat menginspirasi dari dua Putra Bawean yang baru terpilih sebagai anggota DPR RI; Rama Yahya Zaini dan Rama Jaziul Fawaid. Beliau berdua menekankan bahwa keinginan besar, strategi yang tepat, kerja keras, dan tawakkal adalah 4 kunci keberhasilan dalam meraih mimpi. 

Dalam sharing nya, keduanya menekan bahwa keberhasilan itu tidak pernah muncul tiba-tiba (atau instan), melainkan buah dari proses yang panjang, dinamis bahkan dramatis. Menurut mereka, diperlukan tekad kuat untuk terus maju melangkah sekalipun keadaan di luar sana penuh gelombang, angin topan, jalan berliku, terjal dan berlobang. “Apalagi dalam politik, jika tentara berperang hanya punya satu nyawa, politisi berperang harus punya banyak nyawa,”kata Rama Yahya.  “Sekali tertembak, tentara selesai, gugur dan dikubur. Tetapi politisi, bisa gugur berkali-kali, dan bangkit lagi berkali-kali,” Rama Yahya menekankan.

Selanjutnya, Rama Jazil menambahkan bahwa dalam kontestasi pemilu 2019 ini, ada puluhan ribu orang hebat yang bersaing, puluhan figur nama besar, dan mungkin juga logistik ber tas-tas. Dengan ikhtiar dan strategi yang benar, diri nya sukses melenggang ke Senayan untuk ketiga kali nya. Dalam posisi nya sebagai anggota DPR, Rama Jazil menyatakan komitmen besarnya untuk selalu memperhatikan kemajuan Bawean.

Taushiyah yang memotivasi juga disampaikan oleh Rama Ahmad Dimyati, Putra Bawean yang berprofesi sebagai Hakim Pengadilan Tinggi Bengkulu dan Kyai Mustofa Kamal, Putra Bawean Pengasuh sebuah Pesantren di Sukabumi, Jawa Barat. Agar posisi dan peran Bawean lebih kuat ke depan,  Keduanya berharap Bawean bisa diakui sebagai kabupaten dan kesatuan masyarakat adat.     

Warga Bawean di Jabodetabek yang ikut menghadiri Halal Bihalal dan Tasyakkuran merasa sangat senang. Arifin, misalnya, warga Bawean yang bermukim di Cibubur, Jawa Barat mengungkapkan kegirangannya bisa ikut acara yang menurutnya sangat bermutu. “Sangat menyenangkan dan sangat beruntung saya bisa mendengarkan sharing pengalaman dari Kak Yahya dan Kak Jazil. Berasa seperti ikut seminar sehari di kampus. Plus, saya dapat suguhan kuliner ikan, otentik Bawean, semuanya Gratis!” ungkap pria yang juga bekerja sebagai peneliti di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Ungkapan apresiatif yang sama juga diungkapkan oleh Haji Syukri, tokoh Bawean asal Diponggo di Tanjung Priok, Jakarta. Di samping menghadirkan suasana Bawean dan suguhan kuliner ala kampung Bawean ke warga Bawean di perantauan, beliau merasa kegiatan semacam ini bisa membantu perjumpaan dan interaksi di kalangan diaspora warga Bawean di kampung besar Jabodetabek. Aspek fasilitasi perjumpaan dan interaksi ini menurut beliau perlu lebih ditekankan di masa mendatang. “Perlu inisiasi ‘tegur sapa’ kepada semua orang yg kita temui di "arena", yg kenal maupun yg belum kenal. Mungkin sebaiknya ada sessi "asalam-salam," Ungkap beliau menyarankan.



Warga Bawean se-Kota Batam Peringati Maulid Nabi Muhammad


Peringatan Maulid Nabi Muhammad ï·º dilakukan oleh warga Bawean se-kota Batam di Grand Ballroom 933 Gelden Prawn. Minggu (2/12/2018).

Selain peringatan Maulid Nabi juga ada acara pengukuhan Pengurusan Pemuda Bawean.

Ketua panitia acara Senin Rahmat menjelaskan acara ini bertujuan untuk membangkitkan semangat warga Bawean dalam menyonsong kehidupan yang saat ini penuh dengan krisis, mulai krisi ekonomi, kepemimpinan, moral serta prilaku masyarakat yang saat ini butuh acuan dalam menyonsong kehidupan yang baik untuk kedepannya.

“Inilah arti dari tema majelis mulia kami hari ini,” ujar ketua panitia. Minggu (2/12).

Bersamaan dengan acara Maulid Nabi ini juga diadakan pengukuhan Pengurus Pemuda Bawean yang akan melanjutkan kepengurusan yang mempersatukan warga bawean.

Ketua Umum Warga Bawean Se-Kota Batam, Aman dalam sambutanya menyampaikan majelis mulia ini tidak hanya untuk peringatan Maulid Nabi, melainkan wadah bagi warga Bawean dalam berkumpul dan menjalin silaturahmi sesama warga Bawean yang ada di Kota Batam.

“Sehingga hubungan kekeluargaan ini makin kental dan terasa kebersamaannya,” katanya.

(cr2)

Sumber : Batam Pos

Undangan Kegiatan Warga Pulau Bawean di Jakarta


Yth. Seluruh Keluarga Besar Bawean Sejabodetabek dan sekitarnya. 

Mohon dukungan dan partisipasinya dengan hadir di Anjungan Jatim Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, pada hari Sabtu 8 September 2018.

 Acara Gelar Pesona Bawean dan Peluncuran Acara Wonderful Sail to Indonesia In Bawean 2018 bersama Menko Kemaritiman RI 2014-2015/ Penasehat kehormatan Menteri Pariwisata. Salam #pesonabawean

Bumi Belitung Berbahasa Bawean


Warga Pulau Bawean memiliki tradisi atau budaya merantau keberbagai daerah lain, termasu banyak negara di seluruh penjuru dunia. Diantaranya Pulau Belitung di Provinsi Bangka Belitung, banyak warga asal atau keturunan Pulau Bawean sebagai penduduk tetap.

Keunikannya, mereka tetap mempertahankan tradisi budaya serta bahasa Pulau Bawean. Dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga menggunakan bahasa Bawean, termasuk bahasa bersama warga lain dari asal atau keturunan Pulau Bawean.

Hayatul Mala (36 th.) asal Belitung menjelaskan secara lengkap dan detail kehidupan warga asal atau keturunan Bawean di Belitung.

"Walaupun hanya satu kali ke Pulau Bawean, saat usia 5 tahun bersama orang tua, sebagai keturunan Pulau Bawean tetap mempertahankan tradisi dan budaya, termasuk bahasa Bawean di Belitung,"katanya.

"Ingin bukti, mari sekarang berbahasa Bawean saja agar komunikasi kita menghargai asal usulnya,"ujarnya.

Selanjutnya, Hayatul Mala menerangkan dengan detail kehidupan warga Pulau Bawean di Belitung dengan berbahasa Bawean dengan fasih tanpa sedikitpun merasa kaku, berlogatkan bahasa Bawean bagian barat. Dikarenakan asal usul orang tuanya berasal dari Dekatagung dan Suwari.

"Kehidupan warga Belitung asal atau keuturunan Bawean memiliki kesamaan dengan kehidupan pulau asalnya. Rumah termasuk dhurung didepan rumah seperti perkampungan ala Pulau Bawean,"paparnya.

"Termasuk memperingati maulid nabi yang sebentarlagi akan kita rayakan bersama di masjid juga mempunyai kemiripan dengan Pulau Bawean. Sekarang warga sibuk membuat rangginang besar-besar, termasuk kue belu, bejik, dodol, kukkudu, dan lain-lain,"terangnya.

Menurut Hayatul Mala jumlah warga Pulau Bawean di Belitung diperkirakan sudah mencapai ribuan orang tersebar banyak kampung, profesinya sebagai pns, pegawai kantor, pedagang, nelayan, kuli dan lain-lain.

"Bila ingin bukti kongkret, silahkan Media Bawean liputan khusus di Belitung agar memberitakan kehidupan warga asal atau keturunan Bawean disini,"sarannya.

Lebih lanjut Hayatul Mala, menjelaskan di Provisi Bangka Belitung ada dua Pulau, yaitu Pulau Belitung dan Pulau Bangka. Pusat ibu kota provinsi letaknya di Pulau Bangka, ibarat Pulau Bawean dengan Gresik sebagai ibu kotanya. (bst)

Ambulance PSB Layani Angkut Jenazah ke Bawean


Sejak dioperasikan ambulance Persatuan Saudagar Bawean (PSB) sudah dua kali melayani pengangkutan jenazah warga Bawean yang meninggal dunia di Gresik dengan melalui Pelabuhan Paciran naik KMP Gili Iyang.

Syafir Yaqub penanggungjawab ambulance di Gresik mengatakan sudah dua kali melayani pengangkutan jenazah ke Bawean. "Dari pihak keluarga meminta bantuan untuk pengangkutan jenazah dari Gresik ke Bawean,"katanya.

Adapun pembiayaan untuk operasional melalui Pelabuhan Paciran, pihak keluarga membayar sebesar Rp.600 ribu untuk bensin, sopir dan lainnya. Sedangkan ongkos kapal ditanggung pihak keluarga.

Pada saat mobil ambulance berada di Bawean, menurut Syafir dipersilahkan warga yang ingin menggunakan melalui proses sesuai ketentuan dengan menghubungi Kikin di desa Kotakusuma.

Untuk meringankan keluarga yang meninggal dunia, rencananya kedepan akan menemui pihak PT ASDP Indonesia untuk memberikan kemudahan atau diskon khusus bagi pihak keluarga. "Sehingga nantinya memberikan kemudahan bagi warga yang meninggal dunia di Gresik untuk dibawah pulang dan dimakamkan di Bawean,"pungkasnya. (bst)

PBS Salurkan Bantuan untuk Pendidikan di Bawean


Perkumpulan warga Bawean di Singapura yang tergabung dalam Persatuan Bawean Singapura (PBS) menyalurkan bantuan untuk lembaga pendidikan dan masjid.

Diantaranya bantuan disalurkan kepada Yayasan Pendidikan Mambaul Falah Tambilung sebesar Rp.11 juta, Yayasan Syech Maulana Umar Mas'ud sebesar Rp.10 juta, SMA Umar Mas'ud sebesar Rp.10 juta dan Takmir masjid Sa'adatuddarain Sangkapura sebesar Rp.10 juta.

Faizal Wahyuni Presiden PBS dalam sambutannya mengatakan sumbangan yang disalurkan merupakan hasil pengumpulan sumbangan dari warga Bawean di Singapura. Harapannya sumbangan yang disalurkan bisa meningkatkan keberhasilan pendidikan di Pulau Bawean. "Agar nantinya bisa mencetak generasi penerus yang siap mendukung untuk kemajuan Pulau Bawean,"ujarnya.

Selain itu juga diserahkan bantuan untuk masjid jami' Sa'adatuddarain agar bisa dimanfaatkan untuk keperluan masjid di Pulau Bawean. (bst)

PBS Minta Suguhkan Kesenian, dari Dhungka hingga Mandailing


Warga Bawean mendapat tamu istimewa. Mereka berasal dari Singapura yang tergabung dalam Persatuan Bawean Singapura (PBS). Organisasi ini wadah bagi warga keturuanan Bawean yang saat ini tinggal di negeri Singapura.

Rombongan PBS selama 4 hari di Pulau Bawean dipimpin langsung Presiden PBS, Faizal Wahyuni. "Ada 41 orang yang berkunjung ke Pulau Bawean,"kata Morni Sulaiman Sekretaris PBS.

Kunjungan dalam rangka silaturahmi bersama tokoh dan keluarganya di Pulau Bawean. Selain itu juga digelar berbagai kegiatan seperti semalam menampilkan kesenian asli, serta perlombaan permainan anak dan maulid nabi sesuai tradisi yang ada.

Tujuannya berkunjung menurut Morni, selain bersilaturahmi juga ingin mengetahui lebih dekat kesenian dan budaya Pulau Bawean. Melalui kunjungan ini diharapkan bisa mempromosikan wisata kepada seluruh anggota PBS di Singapura.

Cuk Sugrito budayawan Bawean menyambut baik adanya kunjungan PBS di Pulau Bawean. "Mereka berkunjung minta pertunjukan kesenian Bawean seperti kercengan, bata'ah, pencak silat, dhungka, mandailing, samman, korcak dan zamrah,"terangnya.

Sebenarnya ini layak ditiru oleh warga Bawean lainnya yang berada di berbagai daerah maupun mancanegara.

Melalui berbagai kegiatan yang digelarnya, Cuk Sugrito berharap bisa memajukan Pulau Bawaan sebagai daerah tujuan wisata di Jawa Timur. (bst)

Radar Biro Bawean Gelar Pertemuan Bersama Tokoh dan Anak



Radar Gresik Biro Bawean bekerjasama dengan Komunitas Anak Sangkapura (KAS) Sangkapura menggelar acara petemuan bersama yang dihadiri Camat dan Kapolsek Sangkapura, Ending Syarifuddin (Mantan PB PMII), Riza Fahlevi (Mantan Pimred Batam Pos), dan Musyayana (Owner Bawean Toursm), Kegiatan bukber dikemas sederhana tapi sangat mengembirakan kepada seluruh anak yang hadir. Diantaranya tokoh yang hadir menyatakan bangga atas terbentuknya komunitas anak Sangkapura.

Harun Arrasyid ketua Komunitas Anak Sangkapura menyatakan pernah disuruh ibunya membuang sampah ke sungai, setelah itu dirinya berfikir terhadap dampak keberhasilan lingkungan. Persoalannya menurut Harun, harus dibuang kemanakah sampah ini?

Mendengar pernyataan ketua komunitas Anak Sangkapura, Camat Sangkapura Abdul Adim mengatakan persoalan sampah sampai sekarang belum ada solusi sehubungan belum adanya Tempat Pembungan Akhir.

Walaupun demikian, Camat berharap kepada seluruh anak untuk menjadi pelopor untuk keberhasilan di lingkungannya dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Kemas S. Rizal staf Bappeda Gresik merespon persoalan sampah sudah menjadi bahasan utama dilingkungan kerjanya. "Tapi sampai sekarang masih belum ada keputusan final untuk segera mengatasi persoalan sampah di Pulau Bawean,"ungkapnya.

AKP. Arif Rasyidi Kapolsek Sangkapura menilai persoalan sampah sehubungan sulitnya mencari aset milik negara untuk dijadikan TPA. "Termasuk desa juga tidak mempunyai tanah bengkok, ini persoalan sulitnya mengatasi persoalan sampah,"terangnya.

Lebih lanjut Arif menyarankan solusinya bisa membuka lahan baru semisal reklamasi untuk dijadikan lahan TPA di Pulau Bawean. (bst)

PSB Kumpulkan Saudagar Bawean di Indonesia dan Luar Negeri



Berangkat dari rasa peduli terhadap kesejahteraan kampung halaman, para perantau Bawean tergerak untuk menghimpun pengusaha yang sukses di rantau.

Ide itu tercetus dari silaturrahmi warga Bawean yang digelar di Gresik, Jawa Timur, September 2015 lalu. Maka tercetuslah organisasi Persatuan Saudagar Bawean (PSB).

Ketua umum PSB, Asy'ari mengatakan PSB untuk menyinergikan saudagar (pengusaha) Bawean yang ada di seluruh Indonesia, dan di luar negeri, terutama di Singapura dan Malaysia.

"Visinya mewujudkan saudagar Bawean yang tangguh dan berdaya saing tinggi mengahadapi tantangan yang semakin kompettif secara global," kata bos PT Swadaya Cipta itu, sebuah perusahaan general contractor yang berbasis di Gresik, saat ditemui di Hotel Horison King Batam bersama pengusaha Bawean di Batam, Sabtu (30/4).

Menurut pria asal Dusun Kotta, Kotakusuma, Sangkapura Bawean ini, dengan adanya wadah PSB harapannya bisa memberikan informasi dan memfasilitasi serta mengakomodir saudagar lain. "Kita juga akan menjalin kerjasama dengan BUMN (Badan Usaha Milik Negara), instansi pemerintah dan pihak lain, yang akhirnya memberi kontribusi terhadap masyarakat Bawean," tuturnya.

"Intinya komunimasi dan kerjasama," imbuh pria yang akrab disapa Cari itu.

Kini, tercatat sudah ada 24 perwakilan daerah PSB di Indonesia termasuk Singapura dan Malaysia.

Mereka bergerak di berbagai bidang usaha, dari retail untuk alat olahraga, pabrik sepatu, konsultan, kontraktor, bimbingan belajar. "Di Kediri sepanjang Jalan Doha. Di Jogja ada handycraf untuk ekspor yang omsetnya sampai Rp 10 miliar per bulan. Saudagar Bawean di Bandung juga ada," kata Cari.

Cari mengatakan kunjungan ini untuk mengahadapi kongres nasional pertama PSB yang akan digelar di Diyandra Convention Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, 29 Mei mendatang.

"Ini sesuatu yang bagus, kalau dulu orang Bawean berebut jadi pegawai (negeri), sekarang berubah paradigma menjadi pengusaha," tukas Iqbal, pengusaha rumah makan di Batam.

Orang Bawean dulu, sambung Iqbal, adalah saudagar-saudagar yang tangguh, sehingga banyak yang sukses baik di Singapura, Malaysia maupun di Indonesia sendiri. "Saya berharap PSB ini jadi wadah jejaring saudagar dan warga Bawean," ujarnya.

Ketua dewan pembina PSB, Yahya Zaini, menyatakan organisasi PSB bersifat nasional yang mencoba menyinergikan saudagar Bawean se-Indonesia dan negara-negara tetangga. "Nantinya kita akan membantu kawan-kawan saudagar. Bisa dengan cara menggelar pelatihan untuk meningkatkan kualitas bisnisnya," ucap mantan anggota DPR RI asal Partai Golkar tersebut.

Bagi Yahya, PSB juga bisa meningkatan pariwisata di Bawean. "Kita punya tanggung jawab moral untuk meningkatkan parawisata di Bawean. Maka dari itu tema kongres nanti tentang pengembangan wisata Bahari Bawean."

Wisata di Pulau Bawean kini memang digadang-gadang oleh Pemprov Jatim dan Kabupaten Gresik menjadi ikon wisata bahari Jawa Timur. Insfrastruktur seperti jalan lingkar sudah dibangun dengan mulus. Transportasi laut juga ditambah, kapal cepat dan kapal roro. Bahkan kini sudah beroperasi pesawat udara dari-ke Bawean-Juanda Surabaya. "Memang sarana dan prasarana terbatas, dan masyarakatnya juga kan belum merata memahami ilmu hospitality dalam pariwisata.

Sementara itu, Husaini Rahman, pemilik PT Kuala Biru Utama Baru yang bergerak di bidang konsultan lingkungan dan berbais di Batam, menyatakan mendukung dibentuknya PSB. "Kita dukung. Ini bagus karena mempersatukan saudagar Bawean, apalagi ini era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)," ujar Husaini.

Cari menargetkan peserta yang hadir dalam kongras nasional perdana itu, dihadiri 300 peserta dari Indonesia dan luar negeri. "Kita sudah edarkan undangan, semoga sukses," harapnya yang didampingi sekretaris PSB, Afys. (ryh)

Sumber : Batam Pos

Disambut Hidangan Khas Bawean, Berlibur Seminggu Terasa Kurang



Tak sedikit warga Bawean yang bertahun-tahun bermukim di Malaysia. Diantara mereka kangen untuk pulang kampung. DI negeri jiran, warga Bawean banyak yang telah menetap.

Bahkan anak turun mereka hanya tahu cerita tentang Pulau Bawean dari orang tua mereka. Tak heran ada kerinduan untuk mengunjungi tanah leluhur. Terlebih santer dikabarkan Pulau Bawean kini telah bersolek. Sektor wisata mendapat perhatian. Dan pesonanya menjadi pembicaraan wisatawan.

Pekan lalu, ada 30 orang berasal dari Malaysia, kompak pulang ke kampung halamannya, Bawean. Diantaranya ada yang mengaku sudah puluhan tahun tidak pulang, ataupun warga keturunan yang selama ini belum pernah berkunjung.

Manap, 52, sebagai koordinator mengatakan pulang kampung tujuannya bersilaturrahmi bersama keluarga, selanjutnya berkunjung ke obyek wisata.

Keindahaan Pulau Bawean membuatnya kerasan dan merasa senang berada di daerah asalnya. Apalagi pembangunan Pulau Bawean sangat luar biasa, seperti jalan lingkar sudah bagus, serta jaringan komunikasi sudah ada. “Rencananya berlibur selama seminggu di Pulau Bawean,” katanya.

Mereka sangat terkesan dengan penyambutan keluarga di Pulau Bawean yang sungguh luar biasa. Mereka bernostagia setelah sekian lama tak berjumpa. “Semua suguhan makanan khas Bawean disajikan saat makan bersama,”paparnya. (bst)

Warga Bawean Punya Pemakaman di Gresik



Mengatasi persoalan sulitnya warga Pulau Bawean yang meninggal dunia di Gresik, untuk pemakaman sehubungan identitas berbeda. Akhirnya Kerukunan Warga Bawean Gresik (KWBG) berhasil membeli sebidang tanah untuk perkuburan bagi warga Bawean yang meninggal dunia di Gresik.

Tanah seluas 500 meter persegi letaknya di desa Pongangan Kabupaten Gresik, yang rencananya kedepan akan membeli 500 meter persegi, sehingga totalnya 1.000 meter persegi.

Arif Rasyidi Ketua KWBG membenarkan pihaknya sudah membeli sebidang tanah untuk perkuburan warga Bawean yang meninggal dunia di Gresik. "Letaknya di desa Pongangan,"katanya.

Menurut Arif, tanah perkuburan yang dibelinya dikhususkan kepada warga Bawean yang meninggal dunia di Gresik, bukan untuk warga Bawean yang menetap di Gresik. "Misalnya ada warga Bawean yang berobat di Gresik, lalu meninggal dunia. Nah, makamnya sekarang sudah disediakan,"ujarnya.

Alasannya selama ini bila ada warga Bawean yang meninggal dunia di Gresik, seperti tujuannya berobat ke rumah sakit. "Untuk proses pemakamannya terkadang sangat sulit sehubungan identitas daerah asalnya,"paparnya.

Safir Yaqub bendahara KWBG menyatakan tanah untuk perkuburan warga Bawean di Gresik sudah dibayar DP sebesar Rp.100 juta, dari harga tanah sekitar Rp.200 juta lebih.

Adapun sumber keuangan didapat melalui kas KWBG dan hasil penggalangan dana yang dilakukan oleh pengurus, serta sumbangan para dermawan. (bst)

AOP Himbau Warga Perantauan Pulang Kampung







Anak Oreng Pebien (AOP) menyalurkan bantuan serta mengunjungi objek wisata. AOP merupakan perkumpulan anak asal Pulau Bawean di negeri jiran Malaysia.“AOP bertujuan memperkokoh persatuan dan kesatuan, serta mempertahankan budaya dan bahasa, antar sesama warga Pulau Bawean. Penyaluran bantuan sebagai wujud kepedulian untuk disalurkan bantuan kepada kaum dhuafa dan anak yatim,” kata Ketua AOP Azroy.

Azroy mengatakan bantuan disalurkan pada warga yang hidupnya dalam garis kemiskinan dan anak yatim di beberapa tempat di Pulau Bawean. Diantaranya Pulau Gili, desa Lebak, desa Kebuntelukdalam, Kumalasa, Balikterus dan lain-lain. Baginya kunjungan ke Pulau Bawean merupakan pertama kalinya setelah 30 tahun yang lalu tidak pulang. “Pernah dahulu pulang ke Pulau Bawean ketika umur 6 tahun,”katanya.

Selain itu selama di Pulau Bawean juga menyempatkan mengunjungi obyek wisata di Jherat Lanjeng, penangkaran Rusa, Pulau Noko dan Pulau Gili, serta lainnya.

Jamari Salim menyatakan berkunjung ke Bawean sudah kedua kalinya, ternyata tanah kelahirannya mempunyai potensi wisata yang sangat indah. “Sungguh sangat merugi bila tidak pulang ke kampung asalnya di Pulau Bawean,”tegasnya.

Dalam kunjungan ke Pulau Bawean, AOP juga menyerahkan bantuan 1 set komputer untuk Perpustakaan Bawean. (bst)

Keluarga Bawean Se-Jabotabek Apolong-polong






Keguyuban warga Pulau Bawean, Gresik diluar kampung halamannya diakui oleh banyak orang. Diantaranya keluarga Bawean di Ibukota Jakarta berhasil mematahkan syair lagu Rhoma Irama : Pagar rumahnya pun tinggi-tinggi, Hidupnya pun sudah nafsi-nafsi. 

Achsanul Haq, sebagai penggagas pertemuan warga Bawean se- Jabotabek mengucapkan bersyukur Alhamdulillah acara berlangsung guyub melepas rindu jadi terlaksana.

Sesuai keinginan bersama keluarga besar Bawean setelah apolong-polong (berkumpul-kumpul), semua sepakat akan diagendakan pertemuan rutin setiap 4 atau 6 bulan sekali.

Adapun konsepnya acara menurutnya dikemas secara santai, non formal, sharing cerita, melepas kangen, apokpak, apacalliu, arojek, atono-tonoan. Selain itu untuk melestarikan makanan khas Bawean, maka anak-anaknya yang selama ini mulai kurang kenal lalu dikenalkan dengan masakan khas asal orang tuanya dari Pulau Bawean.

Menurutnya acara digelar secara mendadak, tapi berhasil mengumpulkan banyak toghellan Bawean di Jakarta. Diantaranya yang hadir Jazilul Fawaid (anggota DPR RI), Dimyati (Kepala Pengadilan Niaga Semarang, Wisnugroho kepala Stasiun TVRI Sumatera Barat, Najid Asiaten Menko Maritim. (bst)

Taruna AMNI Semarang Cadet Boyan
Gelar Halal Bihalal Bersama Alumni

Media Bawean, 20 Juli 2015






Taruna Sekolah Tinggi Maritim dan Transpor AMNI (STIMART-AMNI) Semarang bersama alumni Cadet Boyan menggelar halal bihalal bertempat di Komplek Perikanan Bawean, Gresik, hari senin (20/7/2015).

Halal bihalal antara alumni dan taruna AMNI Semarang digelar dalam rangka mempererat hubungan silaturahim, serta persatuan dan kesatuan Cadet Boyan.

Hadir beberapa alumni memberikan motivasi dan semangat kepada taruna yang masih belajar untuk sukses, serta berbagi pengalaman setelah sukses menekuni dunia kerja.

Sesuai data. taruna asal Pulau Bawean, Gresik yang masih belajar di Sekolah Tinggi Maritim dan Transpor AMNI (STIMART-AMNI) Semarang sebanyak 60 orang, sedangkan alumni yang lulus sebanyak 40 orang.

Matyus sebagai alumni AMNI asal Bululanjang, Sangkapura mengatakan tujuan diadakan pertemuan dalam rangka halal bihalal, serta menjalin persatuan dan kesatuan antar taruna bersama alumni.

"Memperkokoh persatuan dan kesatuan taruna AMNI bersama alumni asal Pulau Bawean. Kekompakan merupakan tujuan utama diadakannya halal bihalal yang sudah berjalan dua tahun,"terangnya.

Afif asal Laut Sungai Sangkapura berbagi pengalaman kepada taruna yang masih aktif selalu belajar yang rajin untuk meraih kesuksesan setelah lulus. Lebih lanjut alumni AMNI menceritakan pengalaman mulai dari awal meniti karir di dunia perkapalan. Menurutnya kerja apapun harus disyukuri dan dijalani secara senang, akhirnya akan meraih kesuksesan.

Andi Rahman alumni AMNI asal Diponggo berpesan kepada taruna untuk memperdalam ilmu informasi dan komunikasi, khususnya bahasa Inggris. "Jangan segan untuk belajar dan jangan malu untuk bertanya,"paparnya.

"Bekerja kapal jangan bermimpi menjadi kapten, jalani pendidikan secara baik untuk bekal masa depan. Setelah lulus seharusnya punya ilmu untuk bekal sehingga tidak sia-sia selama belajar di AMNI,"terangnya. (bst)

Alumni Umar Mas'ud Sangkapura
Kuasai Jabatan Birokrasi di Bawean

Media Bawean, 20 Juli 2015







Reuni Alumni Yayasan Syech Maulana Umar Mas'ud, bertemakan "Apolong Nambhei Kerrong Sambhik Nyo'on Sapora Sa Raje-Rajena", digelar  di Alun-alun Kota Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik, minggu malam senin (l 19 Juli 2015).

Hadir sekitar 1.500 alumni Yayasan Syech Maulana Umar Mas'ud dari seluruh angkatan. Ditampilkan kreasi seni oleh siswa Umma dan Beku Bhei-Bhei.

Tampil pembuka pembacaan ayat suci Al Qur'an oleh Nikamtuz Zuhro sebagai alumni yang pernah juara Qoriah terbaik nasional yang kini berdomisili di Gresik.

Dilanjutkan pengenalan Pengurus  Yayasan Syech Maulana Umar Mas'ud diatas panggung kehormatan.

R. Abd. Aziz sebagai Wakil Ketua Pengurus  Yayasan Syech Maulana Umar Mas'ud dalam sambutannya menjelaskan profil sukses alumni, diantaranya Abd. Adim menjabat camat Sangkapura, Zainuddin menjabat Sekcam Tambak, Iptu Arif Rasyadi menjabat Kapolsek Tambak, R. Abd. Aziz menjabat Kepala SMPN I Tambak, Sahafuddin menjabat Kepala SMPN I Sangkapura, M. Zen menjabat Kepala UPT. PU Bawean, dr. Ina sebagai direktur Klinik Umum Harapan Bunda, termasuk Zulfan Hasyim yang kini sebagai anggota dewan dan periode sebelumnya menjabat Ketua DPRD Kabupate Gresik.

Sebelumnya Camat Sangkapura yang dijabat Suhaemi yang kini menjabat sekretaris BKD juga alumni Umma, termasuk M. Shaleh mantan kepala BMKG Bawean, Lamri pensiunan Koramil, Zairosi mantan Kepala SMAN I Sangkapura, dan Tabrani mantan Kepala SMPN I Sangkapura.

Juga banyak alumni yang bertugas di Puskesmas Sangkapura, lainnya Idham Khalid di Perikanan Bawean dan Hanafi sebagai Syahbandar Bawean.

Yang sukses di luar Pulau Bawean, seperti Achsanul Haq kini menetap di ibu kota Jakarta sebagai arsitek terkenal dan pengurus REI.

Dalam acara pengumpulan dana, Jazilul Fawaid sebagai anggota DPR RI asal Pulau Bawean menyumbang sebesar Rp. 10 juta, dr. Zaenul Arifin menyumbang Rp. 10 juta, dr. Ina sebesar Rp. 8 juta, Zulfan Hasyim menyumbang Rp. 5 juta, juga Abdul Adim menyumbang Rp. 5 juta, H. Syariful Mizan menyumbang Rp. 5 juta, Arif Rasyadi sebesar Rp. 2 juta tunai, dan Achsanul Haq sebesar Rp. 20 juta.

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean