Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
adsbybawean
Tampilkan postingan dengan label BAWEAN TRANSPORTASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAWEAN TRANSPORTASI. Tampilkan semua postingan

Cuaca Buruk di Laut Pulau Bawean
Keberangkatan KMP Gili Iyang Ditunda

Media Bawean, 20 Februari 2015


Cuaca buruk yang melanda perairan laut Pulau Bawean, Gresik, hari jum'at (20/2/2015) telah menunda keberangkatan KMP. Gili Iyang tujuan Pelabuhan Gresik.

Jadwal keberangkatan kapal yang semestinya berangkat jam 09.00 WIB. ditunda sampai jam 19.00 WIB.

Suhaemi, PT. ASDP Persero dihubungi Media Bawean membenarkan adanya penundaan kapal disebabkan cuaca buruk yang melanda perairan laut Pulau Bawean. "Melihat hasil prakiraan BMKG menunjukkan maksimal 3 meter lebih sehingga ditunda sampai jam 19.00 WIB."katanya.

"Untuk keberangkatan dari Gresik juga dimundurkan dari jam 21.00 WIB. menjadi jam 09.00 WB. (waktu pagi) hari sabtu (21/2/2015),"terangnya.

Ditanya jumlah penumpang yang akan berlayar, pertugas ASDP di Pulau Bawean menjawab kurang lebih 100 penumpang.

M. Yasin, Petugas Syahbandar Bawean mengatakan ada permohonan dari KMP. Gili Iyang untuk penundaan keberangkatan kapal sehubungan kondisi cuaca buruk di perairan laut Pulau Bawean.

"Sore ini sudah membaik, jadi malam harinya sudah bisa diberangkatkan menuju Pelabuhan Gresik,"jelasnya. (bst)

Kapal Express Bahari 1C
Setelah Docking, Beroperasi Kembali

Media Bawean, 18 November 2014


Kapal Express Bahari 1 C milik PT. Pelayaran Sakti Inti Makmur (SIM) setelah docking tahunan selama seminggu, kini sudah beroperasi normal melayani pelayaran Gresik - Pulau Bawean.

Reven Putra, Kepala Cabang PT. SIM Gresik ditemui Media Bawean (selasa, 18/11/2014) mengatakan kapal express bahari 1C sudah melayani normal sesuai jadwal, yaitu hari selasa, kamis dan minggu dari Gresik tujuan Pulau Bawean. Sedangkan Pulau Bawean - Gresik, yaitu hari sabtu, senin dan rabu.

Menurutnya setelah docking, kecepatan kapal tepat waktu selama 3 jam pelayaran dari Gresik tujuan Pulau Bawean.

Lebih lanjut Kacab PT. SIM di Gresik mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengguna jasa transportasi kapal Express Bahari 1C. "Terima kasih kepada seluruh penumpang kapal Express Bahari 1C,"paparnya. (bst)

Info Mendadak, Penumpang Marah
Dermaga Diperbaiki, Tidak Muat Mobil

Media Bawean, 9 Oktober 2014

Penumpang KMP Gili Iyang jurusan Paciran - Pulau Bawean (rabu, 8/10/2014), yang membawa kendaraan roda empat merasa kecewa berat sehubungan pihak kapal tidak mau menerima pengangkutan dengan alasan ada perbaikan Pelabuhan Bawean, Gresik.

Disayangkan oleh calon penumpang yang membawa kendaraan roda empat (mobil) yaitu mendadaknya pengumuman dari pihak petugas PT. ASDP Indonesia Persero.

Afys dari Kota Malang sesuai pernyataan yang disampaikan melalui jejaring sosial mengatakan para calon penumpang yang membawa mobil harus kecewa berat karena pelayaran Paciran - Pulau Bawean tidak diperkenankan membawa mobil. "Mereka ada yang dari Bandung, Malang dan lainnya,"katanya. 

"Sempat terjadi kecekcokan diantara calon penumpang dengan petugas karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Tidak ada pengumuman yang terlihat, seperti pemasangan spanduk yang terlihat di depan pelabuham Paciran atau di Pulau Bawean,"paparnya. 

"Kebetulan sekarang saya juga jadi korban, payah yang membuat calon penumpang membawa kendaraan roda empat marah karena tidak ada pengumuman yang mudah dilihat seperti banner di pintu masuk pelabuhan. Pengumuman kok hanya di tempat jual tiket aja, pas ditanya katanya Media Bawean sudah di beri tahu jauh hari sebelumnya,"terangnya.

Hal senada disampikan oleh Yuni Anisa asal Bandung menyatakan membawa roda empat untuk pulang ke Pulau Bawean. "Sehubungan informasinya telat, sehingga membatalkan kepulangannya ke Pulau Bawean, langsung menuju Gresik,"paparnya.

Sementara INFO Bawean bya Media Bawean menerima pesan dari Supervisor ASDP Bawean baru tadi malam terkait KMP. Gili Iyang tidak membawa roda empat sehubungan adanya perbaikan Pelabuhan Baru Bawean.

Menurutnya, mulai tanggal 9 Oktober 2014, KMP. Gili Iyang akan bersandar di Pelabuhan Umum Pulau Bawean sehubungan ada renovasi pelabuhan penyeberangan, untuk sementara muatan R4 (roda empat) tidak bisa dimuat. (bst)

KM Leuser Siap Melayani
Kondisi Cuaca Buruk ke Pulau Bawean

Media Bawean, 31 Agustus 2014

Dalam pelayaran perdana KM. Leuser milik PT. Pelayaran Indonesia (hari Jum'at, 28/8/2014), Media Bawean berwawancara bersama Nahkoda, Capt. Slamet Wahyono.

Kapal Leuser buatan Jos L. Meyer, Papenburg, Jerman tahun 1994 berkapasitas 970 Orang, dengan rincian Kelas I : 14 Orang, Kelas II : 40 Orang, dan Kelas Ekonomi : 916 Orang.

Menurut Nahkoda Kapal Leuser, khusus kapal milik PT. Pelni berkapasitas 1.000 penumpang mampu menembus ketinggian gelombang antara 3 sampai 4 meter. "Kapal kita sudah teruji ketika dari Jerman ke Indonesia, kemenangan kapal milik PT. Pelni setiap dalam cuaca buruk masih bisa melayani pelayaran,"katanya.

"Kontruksi kapal bagus, gelombang setinggi 5 meter masih dalam batas aman,"paparnya.

Hanya masalahnya menurut Capt. Slamet Wahyono, jika nanti berlayar saat dalam kondisi cuaca buruk persoalannya tidak bisa bersandar di Pelabuhan Pulau Bawean. Sehubungan sama-sama menyelamatkan kapal dan pelabuhan yang ada, nanti akan mencari titik alternatif untuk menurunkan penumpang. "Selama notis titik aman, kapal akan bersandar di Pelabuhan Bawean. Sebaliknya jika dianggap kurang aman akan berlabuh ditempat lain,"ujarnya.

"Untuk pelayarannya akan tetap dilayani walau kondisi cuaca buruk,"tuturnya.

Lebih lanjut Kapten menyatakan sudah mengenal banyak karakteristik warga Pulau Bawean, sehubungan tahun 1993-1994 telah berkumpul saat melayani pelayaran KM. Bukit Raya.

"Untuk itu, diinformasikan kepada seluruh pelanggan setia PT. Pelni bahwa Kapal Leuser sudah siap melayani pelayaran ke Pulau Bawean,"paparnya.

Soal terjadinya lonjakan penumpang, menurutnya jangan khawatir sehubungan kapasitas muat sebanyak 1.000 dan dispensasinya sampai 30%. (bst)

PT. Pelni Melayani Rute Pulau Bawean
Harga Tiket Ekonomi Rp.70 Ribu

Media Bawean, 29 Agustus 2014


KM. Leuser milik PT. Pelayaran Indonesia perdana bersandar di Pelabuhan Pulau Bawean hari ini (jum'at, 29 Agustus 2014), kapal yang berangkat dari Sampit sampai di Pelabuhan Pulau Bawean tepat jam 07.00 WIB.

Kapal berkapasitas 1.000 orang melayani perdana untuk Pulau Bawean tujuan Pelabuhan Tanjung Prak Surabaya yang diberangkatan jam 08.30 WIB.

Mei Sulistiyono sebagai Manager Rencana dan Pengendali Operasi PT. Pelni Pusat ditemui Media Bawean diatas KM. Leuser mengatakan rute yang melalui Pulau Bawean, sebagai berikut :
Rute KM Leuser PT. Pelni : Surabaya - Sampit - Pulau Bawean - Surabaya - Pulau Bawean -Kumai - Semarang - Pontianak - Semarang - Kumai -Surabaya PP (Pola 14 harian ). 

Harga Tiket sebagai berikut : 
Pulau Bawean - Surabaya : 
Kelas 1 : Rp 222.000. (2 Tempat Tidur) 
Kelas 2 : Rp 187.500. (4 Tempat Tidur) 
Kelas Ekonomi : Rp. 70.000. 

Surabaya - Pulau Bawean : 
Kelas 1 : Rp 228.500. 
Kelas 2 : Rp 194.000. 
Kelas Ekomomi - Rp. 76.500.

Cuaca Buruk:
Penumpang Kapal ke Bawean Sepi

Media Bawean, 6 Agustus 2014

Penginapan di sekitar Pelabuhan Gresik masih belum terlihat penumpukan pengunjung, sebab cuaca buruk baru terjadi mulai kemarin, Selasa (5/8/2014).

Seperti di Penginapan Bawean, Jl Nyai Ageng Pinatih, Kecamatan Gresik masih terlihat sepi, hanya ada 10 orang dari 15 kamar yang tersedia. "Mungkin belum terlihat dampaknya, sebab baru dua hari kemarin," kata Ani, penjaga Penginapan Bawean di Jl Ageng Pinatih, Gresik.

Diketahui, kapal penumpang penyeberangan ke Pulau Bawean dari Pelabuhan Gresik tertunda karena gelombang tinggi mencapai 5 meter di sekitar laut Bawean dan kecepatan angin mencapai 32 knot. 

"Puluhan orang di penginapan Bawean ini semua tujuan Pulau Bawean. Belum lagi di penginapan lain," imbuhnya.

Sumber : Surya

Balik Mudik Membludak dari Bawean
Penumpang Tak Bertiket Gagal Belayar

Media Bawean, 1 Agustus 2014


KMP. Gili Iyang milik PT. Pelayaran ASDP Indonesia (Persero) berangkat dari Pelabuhan Pulau Bawean tujuan Gresik dengan mengangkut penumpang sebanyak 948 penumpang. Kapal berangkat dari Pelabuhan Pulau Bawean, tepat jam 10.00 WIB. (jum'at, 1/8/2014), molor selama satu jam dari jam keberangkatan 09.00 WIB. sehubungan membludaknya calon penumpang untuk balik mudik lebaran pelayaran kedua dari Pulau Bawean tujuan Gresik.


Dalam pemberangkatan KMP. Gili Iyang (jum'at 1/8/2014) ada sekitar 100 calon penumpang yang gagal berangkat sehubungan tidak memiliki tiket untuk berlayar. Ironisnya calon penumpang yang gagal berangkat sebagian barang bawaannya sudah berada diatas kapal. Petugas ASDP Pulau Bawean, Suhaemi, mengatakan barang bawaan penumpang yang terbawa akan diamankan oleh ABK di dalam kapal.


Menjadi prioritas dalam pelayaran, yaitu mengangkut calon penumpang yang sakit untuk dirujuk ke Gresik. Serta santri dan pelajar, serta calon penumpang yang lainnya seperti PNS yang ingin cepat kembali bertugas termasuk diutamakan dalam pelayaran arus mudik kedua dari Pulau Bawean.


Camat Sangkapura, Abdul Adim turun langsung ke Pelabuhan Pulau Bawean memperjuangkan agar dispensasi penumpang ditambah sehubungan membludaknya calon penumpang kapal yang ingin berlayar ke Gresik. Ditemui Media Bawean, Camat Sangkapura mengatakan sudah menjadi tugasnya untuk mengusahakan kelancaran transportasi dalam arus balik lebaran dari Pulau Bawean. "Berkat kerjasama yang baik, serta memperhatikan keselamatan dalam pelayaran sehingga kapasitas ditambah menyesuaikan kemampuan kapal untuk mengangkut penumpang dari Pulau Bawean tujuan Gresik,"katanya.

Solusinya menurut Abdul Adim, bagi calon penumpang yang gagal berangkat sehubungan tidak memiliki tiket, sebaiknya mengikuti pelayaran selanjutnya hari minggu dengan naik KMP. Gili Iyang tujuan Paciran, ataupun naik kapal bantuan dari PT. DLU yang berangkat hari yang sama yaitu hari minggu. "Semoga kapal cepat Natuna Express dan Express Bahari segera bisa diberangkatkan untuk mengatasi lonjakan penumpang balik mudik dari Pulau Bawean,"paparnya.


Terjadinya lonjakan penumpang di Pelabuhan Pulau Bawean, berimbas sebanyak kurang lebih seratus calon penumpang kapal yang gagal berangkat hari ini (jum'at, 1/8/2014) dari Pulau Bawean tujuan Pelabuhan Gresik.

Rudy Susanto, Kepala UPP Bawean dihubungi Media Bawean mengatakan dalam pelayaran perlu diperhatikan faktor keselamatan. "Muatan kapal disesuaikan kemampuan untuk mengangkut penumpang,"ujarnya.

"Bagi calon penumpang yang gagal berlayar hari ini (jum'at, 1/8/2014) dipersilahkan untuk mengikuti pelayaran jadwal selanjutnya. PT. Dharma Lautan Utama (DLU) untuk pelayaran hari minggu (3/8/2014) sudah bersedia membantu mengangkut penumpang  dari Pulau Bawean tujuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya,"jelasnya. (bst)

Berangkat Perdana Balik Mudik
Natuna Express Angkut 247 Penumpang

Media Bawean, 31 Juli 2014


Pemberangkatan kapal perdana pasca lebaran, hari ini (kamis, 31/7/2014), Kapal Natuna Express mengangkut penumpang sebanyak 247 penumpang.

Ilal petugas Syahbandar Bawean mengatakan kapal Natuna Express berangkat dari Pulau Bawean tujuan Pelabuhan Gresik dengan mengangkut sebanyak 247 penumpang.

"Dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, kapal diberangkatkan menuju Pelabuhan Gresik. Alhamdulillah sampai di Gresik dalam menempuh waktu selama 3,5 jam,"katanya.

Lukman asal Tambak Timur, salah satu penumpang kapal yang turut berlayar menyatakan kondisi gelombang lumayan tinggi, tapi mampu dilalui sampai di Pelabuhan Gresik.

Lukman adalah Marinir TNI AL asal Pulau Bawean mudik bersama keluarga besarnya asal Lampung, segera pulang ketempat tugasnya sehingga mengikuti pelayaran kapal perdana dari Pulau Bawean.

Sementara untuk pelayaran besok (jum'at, 1 Agustus 2014), KMP. Gili Iyang akan berlayar dari Pelabuhan Bawean menuju Pelabuhan Gresik. Terlihat antrian calon penumpang membeli tiket kapal di Terminal Pelabuhan Pulau Bawean, hari kamis (31/7/2014). (bst)

KM Natuna Express
Targetkan Operasi sebelum Lebaran

Media Bawean, 11 Juli 2014

Kendati belum melengkapi sejumlah izin operasional, KM Natuna Express ditargetkan berlayar sebelum pelaksanaan mudik Lebaran mendatang. Saat ini, manajemen PT Gresik Samudera sedang melengkapi dokumen serta izin pengoperasian kapal, di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) wilayah II Gresik.

“Semua dokumen sudah kami serahkan, saat ini hanya menunggu sertifikat yang dikeluarkan Badan Klasifikasi Indonesia (BKI, Red) saja,” ujar Direktur PT Gresik Samudera, Basuki Moerachman.

Atas dasar ini, Basuki menargetkan sebelum Lebaran, KM Natuna Express bisa melayani pelayaran Gresik- Bawean. “Target kami sebelum Lebaran sudah selesai, dan dapat dioperasikan melayani penyeberangan Gresik-Bawean,” tutur Basuki.

Mengenai syarat keagenan kapal, mantan Kadisnaker Gresik ini menegaskan, pihaknya sudah menyiapkannya. Nantinya, keagenan ini akan bertanggung jawab atas segala keperluan kapal. “Untuk keagenan, kami sudah menunjuk, tapi untuk lebih lengkapnya besok saja saat peresmian,” terangnya.

Kasie Kepelabuhanan KSOP Gresik, Nanang Afandi membenarkan, PT Gresik Samudera selaku pengelola KM Natuna Express sudah menyerahkan dokumen, terkait kelengkapan dan izin kapal. Nanang mengaku, dokumen yang diserahkan oleh PT Gresik Samudera masih belum lengkap.

“Memang ada sebagian yang sudah diserahkan, namun ada beberapa dokumen yang belum,”katanya.

Nanang menuturkan, pihaknya akan mengeluarkan Surat Izin Berlayar (SIB), jika PT Gresik Samudera telah melengkapi semua dokumen, termasuk sertifikat dari BKI. “Kalau dokumennya belum lengkap, kami mohon maaf tidak bisa menerbitkan surat izin berlayar,”tandasnya.(fir/c4/ris)

Sumber : Radar Gresik

Gagal Berlayar ke Pulau Bawean
Natuna Express Belum Bersertifikat

Media Bawean, 10 Juli 2014


Pelayaran uji coba KM Natuna Ekspress (NE) 12 Juli mendatang dipastikan gagal dilaksanakan. Penyebabnya, hingga kapal yang didatangkan dari Pontianak ini, belum mengantongi sertifikat pelayaran dari sejumlah instansi.

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto kepada wartawan membenarkan, jika kapal milik BUMD PT Gresik Samudera ini gagal uji coba. Itu disebabkan, masih ada beberapa persyaratan yang belum bisa dipenuhi oleh manajemen PT Gresik Samudera.

“Untuk sementara ini, kapal tidak dapat dioperasikan dulu. Kalau persyaratan belum lengkap, itu artinya kapal tidak mendapat surat izin berlayar dari KSOP,” kata Bupati Sambari.

Sambari menuturkan, batalnya uji coba kapal NE, membuat kegiatan Safari Ramadan jajaranya ke Bawean, dialihkan. Jadwal Safari Ramadan juga dimajukan Jumat, dengan menumpang KM Gili Iyang. “Saya belum bisa menargetkan kapan bisa dioperasikan, yang jelas kami berusaha secepatnya,”tandasnya.

Kasie Kepelabuhanan Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gresik, Nanang Afandi mengakui, hingga kini PT Gresik Samudera belum menyerahkan kelengkapan izin dan sertifikat kapal.

“Yang jelas, belum satupun berkas masuk kepada kami,”ujarnya, kemarin.

Disebutkan, ada sejumlah dokumen yang harus dilengkapi oleh PT Gresik Samudera agar dapat mengoperasikan KM Natuna. Di antaranya surat ukur kapal, sertifikat Badan Klarifikasi Indonesia (BKI) untuk lambung mesin, hingga sertifikat terkait kelengkapan kapal.

“Selain itu, PT Gresik Samudera juga harus mengurus keagenan kapal. Nantinya, keagenan itu akan mengurus segala keperluan kapal,”terangnya.

Dikatakan, sebelum semua persyaratan itu dipenuhi, lanjutnya. Pihak KSOP tidak akan menerbitkan surat izin berlayar untuk KM Natuna Ekspress.(fir/c4/ris)

Sumber : Radar Gresik

Biar Mahal asal Sampai di Bawean

Media Bawean, 7 Juli 2014


Untuk pulang kampung, warga Pulau Bawean, Gresik siap untuk bayar mahal walaupun harga tiket yang tertera tidak sesuai dengan harga yang harus dibelinya.

Mendengar cerita penumpang KM. Satya Kencana III diatas kapal yang singgah di Pulau Bawean (senin, 7/7/2014), sebagian besar penumpang membeli tiket jurusan Kumai dengan harga tiket Rp. 190.000, lebih mahal daripada jurusan Pulau Bawean sebesar Rp.135.000.

Alasan calon penumpang siap membeli tiket mahal jurusan Kumai, selama berhari-hari menunggu kapal di Gresik masih menanggung biaya penginapan ada biaya makan sehari-hari. "Lebih baik pulang daripada bertahan di Gresik masih membutuhkan pembiyaan yang lebih besar,"ujar Syamsul asal Tambak.

Ironisnya, situasi membutuhkan tiket kapal untuk pulang kampung dimanfaatkan oleh calo dengan menjual lebih mahal, kisaran Rp.250 ribu sampai Rp. Rp.300 ribu. Itupun penumpang siap membelinya asal bisa pulang kampung. Beberapa calon penumpang yang ditemui Media Bawean, menyatakan membeli tiket melebihi dari harga tiket yang tertera sehubungan tidak ikut antri untuk membelinya. "Wajar saja lebih mahal, karena tidak ikut antri membelinya,"ujar Fatmawati asal Sangkapura. (bst)

Beli Tiket Kapal Natuna Ekspress
Penumpang Harus Tunjukkan KTP

Media Bawean,5 Juli 2014

Menjelang Lebaran, Pemkab Gresik melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Gresik Samudera, akan mengoperasikan KM Natuna Ekspress, dengan rute Gresik - Bawean.

Kapal yang terbuat dari besi ini, dapat mengangkut penumpang sebanyak 252 orang yang terbagi dalam dua kelas, VIP dan Eksekutif. Kecepatan kapal yang biasa melayari Natuna - Pontianak ini, sekitar 26 knot/mil atau 3,5 jam untuk menempuh Gresik - Bawean yang berjarak 80 mil.

Untuk memastikan kesiapan kapal tersebut, Bupati Sambari didampingi Wabup HM Qosim, Kadishub Nuruddin, dan Dirut PT Gresik Samudera Basuki Moerachman, meninjau kapal yang sandar di Pelabuhan Gresik, Jumat (4/7/2014) siang.

Beberapa ruang yang ditinjau bupati, antara lain tempat duduk penumpang dan fasilitasnya, perlengkapan penyelamatan sampai kamar mesin. Saat menijau sisi belakang kapal, bupati melihat tidak adanya pengaman untuk keselamatan penumpang. Bupati juga minta tambahan pelampung sesuai jumlah penumpang. Keberadaan knalpot genset juga diminta lebih ke atas, agar asapnya tidak mengganggu penumpang. "Saya baru bersedia tandatangan izin operasional, bila kebutuhan seperti yang saya sebutkan tadi sudah dipenuhi pengelola kapal," ujar Bupati Sambari.

Kepala Bagian Humas Suryo Wibowo mengatakan, kapal ini untuk pertamakalinya akan berlayar untuk mengangkut pejabat Pemkab Gresik, termasuk Bupati Sambari, Wabup HM Qosim beserta istri, dengan tujuan Pulau Bawean, Sabtu (12/7/2014) dan kembali ke Gresik Minggu (13/7/2014). "Bupati bersama rombongan akan melakukan kegiatan Safari Ramadan di Pulau Bawean” kata Suryo.

Beli Tiket Kapal Natuna Tunjukkan KTP

Direktur BUMD PT Gresik Samudera, Basuki Moerachman menegaskan, untuk menghindari tiket jatuh ke tangan calo pihaknya hanya akan membuka dua loket untuk penjualan tiket Natuna Ekspress.

Dua loket itu, masing-masing di kawasan Pelabuhan Gresik dan kantor PT Gresik Samudera di Jl Wahidin Sudirohusodo. Selain itu, pembelian juga harus menyertakan KTP, agar tidak ada yang membeli dalam jumlah banyak. "Kebijakan ini untuk menghindari calo, agar masyarakat bisa membeli sesuai kebutuhan dan harganya juga sesuai loket," ujar Basuki, usai mendampingi Bupati Sambari melihat KM Natuna Ekspres di Pelabuhan Gresik, Jumat (4/7/2014) siang.

Menurut pensiunan Kadisnaker Gresik ini, untuk proyek ini pemkab samasekali tidak mengeluarkan biaya samasekali. Tetapi pemkab hanya menyediakan tempat sandar di Gresik dan Bawean, serta pengurusan izin berlayar. Sedangkan pemilik kapal, menyediakan kapal dan ABK-nya. "Kita pakai sistem bagi hasil, untuk sementara kerjasama ini berlaku setahun. Setelah itu, akan kita evaluasi apakah diperpanjang atau tidak," ujar Basuki. 

Sumber : SURYA

KMP. Gili Iyang Operasi 11 Juli 2014

Media Bawean, 4 Juli 2014

KMP. Gili Iyang jurusan Gresik atau Lamongan tujuan Pulau Bawean dipastikan seminggu lagi akan beroperasi, tepatnya tangggal 11 Juli 2014.

Suhaemi (Kepala Perwakilan PT. Pelayaran ASDP Indonesia Persero), dihubungi Media Bawean (kamis, 3/7/2014), mengatakan KMP. Gili Iyang masih proses docking, diperkirakan waktu dekat sudah selesai,"katanya.

Menurutnya, KMP. Gili Iyang akan beroperasi setelah docking mulai tanggal 11 Juli 2014, berangkat perdana dari Pelabuhan Gresik tujuan Pulau Bawean.

Untuk trayek masih tetap 2 kali seminggu, yaitu berangkat dari Pelabuhan Paciran tujuan Pulau Bawean, hari rabu malam kamis, keberangkatan jam 21:00 WIB. Sedangkan keberangkatan dari Pulau Bawean tujuan Gresik, setiap hari jum'at dengan keberangkatan jam 09.00 WIB.

Keberangkatan dari Pelabuhan Gresik tujuan Pulau Bawean, hari jum'at malam sabtu, keberangkatan jam 21:00 WIB. Sedangkan keberangkatan dari Pulau Bawean tujuan Paciran, setiap hari minggu dengan keberangkatan jam 09.00 WIB. (bst)

Ketua Dewan Tuding Dishub Tak Serius
Kelola Pelayaran Gresik – Bawean

Media Bawean, 1 Juli 2014

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik tuding Dinas Perhubungan (Dishub) setengah – setengah kelola pelayaran Gresik – Bawean. Akibatnya bila kapal tak bisa berlayar maka ratusan penumpang akan terlantar, begitu juga kalau tak ada kapal maka nasib penumpang tujuan Bawean juga itu juga terlantar.

Menurut Ketua DPRD Gresik, Zulfan Hasyim SH, pihaknya sudah sering memberikan solusi untuk mencoba menejemen baru itu. Karena sudah dilakukan di berbagai tempat dan perusahaan lain, namun Dishub tetap saja membandel begitu juga dengan bupati. ”Kayaknya kompak, hanya setengah – setengah dengan masyarakat Bawean. Apa lagi sekarang Ramadan dan sebentar lagi Lebaran, semua masyakat pasti berebut pulang kampung,” kata Zulfan.

Perbaikan manajemen kapal meliputi distribusi atau penjualan tiket, yang selama ini masih manual. Dampaknnya penumpang lebih sengsara karena penumpang harus melakukan tiga waktu. Yaitu menunggu kedatangan kapal dan ini butuh waktu bahkan sampai satu minggu, kapal datang penumpang harus ikut antri berdesakan beli tiket hingga berjam-jam. Kalau tidak kebagian tiket kapal maka penumpang hanya bisa gigit jari dan menunggu kapal berikutnya.

”Persoalan ini muncul setiap ada kapal dan telah bertahun – tahun lamanya, Padahal saya sudah berkali – kali memberikan usulan lewat lisan maupun melontarkan dalam rapat bersama Dishub maupun bupati. Namun hasilnya hingga kini tetap nol, padahal manajemen yang kami tawarkan sederhana. Yaitu penjualan tiket dilakukan secara online melalui agen-agen resmi yang telah di tunjuk, sehingga tak ada kemungkinan calo main dan penumpang sudah tak ada lagi,” tegas Zulfan.

Perbaikan ini, harus segera dilakukan karena sangat meresahkan masyarakat (penumpang). Dan cara semacam ini, tak akan merugikan agen travel resmi. Karena selain bisa mengkontrol penjualan tiketnya, mereka juga tak akan mengalami kerugian. Ini wajib dilakukan Dishub dan jangan hanya dibiarkan saja. Selanjutnya, dewan dalam waktu dekat akan mendesak Dishub dan bupati kembali untuk tiket kapal bisa dijual secara online. Dalam menajemen penjualan tiket secara online, pihak calo tak akan hilang pekerjaanya. Para calo juga harus diberikan sosialisasi untuk membuat agen travel resmi, sehingga diharapkan semuanya akan tertata secara elegan. Karena mereka juga butuh makan namun kalau diberdayakan secara baik, hasilnya bisa baik. Sehingga tak selalu merugikan masyarakat karena mereka diberdayakan.

Politisi senior asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dalam Pileg 9 April juga lalu terpilih kembali menjadi anggota dewan periode 2014 – 2019 ini menambahkan, konflik penumpang yang sering muncul akibat penumpang yang tak mendapatkan tiket, sepenuhnya kesalahan dari Dishub Gresik. Karena penjualan tiket sistem manual, sehingga mereka yang dapat maka dialah yang bisa berangkat. Beda kalau tiket dijual secara online, penumpang tak khawatir karena ke pelabuhan sudah bawa tiket. Jadi tidak ada penumpang yang terlantar, kedepannya semua ini harus segera dilakukan langkah antisipasi agar penumpang dapat kenyamanan dan kepastian. [kim*]

Sumber : Bhirawa

Besok, Kapal DLU Singgah di Bawean

Media Bawean, 28 Juni 2014

PT. Dharma Lautan Utama (DLU) merespon surat permohonan Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Perhubungan, untuk mengatasi putusnya jalur transportasi Gresik - Pulau Bawean akibat gelombang tinggi, dipastikan besok malam (minggu malam senin, 29/6/2014) jam 23.00 WIB. akan melayani pelayaran dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya jurusan Kumai yang singgah di Pelabuhan Pulau Bawean.

Sedangkan keberangkatan dari Pulau Bawean, direncanakan hari senin pagi (30/6/2014), jam 05.00 WIB.

Sofyan, Petugas PT. DLU dihubungi Media Bawean membenarkan adanya bantuan kapal untuk mengatasi putusnya jalur transportasi Gresik - Pulau Bawean. "Keberangkatan kapal Dharma Kencana dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya yang singgah di Pulau Bawean,"katanya.

Direncanakan hari senin (30/6/2014), jam 05.00 WIB. kapal Satya Kencana III akan berangkat dari Pelabuhan Bawean tujuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. 

Informasi yang dihimpun Media Bawean, penjualan tiket hari ini (sabtu, 28/6/29014) untuk jurusan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya - Pulau Bawean, terjual habis sebanyak 500 tiket. (bst)

KMP. Gili Iyang Docking Seminggu
Kapasitas 600 dan Rute 3X Seminggu

Media Bawean, 21 Juni 2014 

KMP. Gili Iyang milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan docking selama seminggu mulai tanggal 25 Juni 2014.

Suhaemi, Kepala Cabang PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di Pulau Bawean ditemui Media Bawean (jum'at, 20/6/2014) membenarkan Kapal Gili Iyang akan docking tahunan mulai tanggal 25 Juni 2014, sekitar seminggu atau sampai 10 hari lamanya.

Sebelum docking, KMP. Gili Iyang akan melayani pelayaran dengan perubahan jadwal yaitu hari senin (23 Juni 2014) berangkat jam 21:00 WIB dengan rute Pelabuhan Paciran tujuan Pulau Bawean.

Hari rabu (25/6/2014), jam 09.00 WIB. akan melayani pelayaran rute Pelabuhan Bawean tujuan Pelabuhan Gresik.

"Sampai di Pelabuhan Gresik, KMP. Gili Iyang sudah persiapan docking, untuk sementara tidak beroperasi menunggu sampai selesai docking tahunan,"katanya.

Setelah docking, KMP. Gili Iyang akan menambah kapasitas muat penumpang dari 386 orang menjadi 600 orang. "Tujuannya untuk persiapan angkutan lebaran tujuan Pulau Bawean atau arus balik setelah lebaran,"ujarnya.

"Termasuk jadwal yang sebelumnya hanya melayani 2 kali dalam seminggu, akan ditambah menjadi 3 kali seminggu. Rinciannya, 2 kali dari Pelabuhan Paciran tujuan Pulau Bawean dan 1 kali dari Pelabuhan Gresik,"jelasnya.

Menghadapi angkutan lebaran, ongkos KMP. Gili Iyang tetap normal sesuai peraturan, tidak ada kenaikan. (bst)

Melayani Lonjakan Penumpang
Kapal Cepat EB 1C Berangkat PP.

Media Bawean, 17 Juni 2014 

Setelah tidak beroperasi akibat gelombang tinggi diatas 2 meter, kapal cepat Express Bahari 1C kembali operasi hari ini (selasa, 17/6/2014). 

Untuk mengatasi lonjakan penumpang kapal di Gresik dan Pulau Bawean, kapal cepat Express Bahari 1C berangkat PP selama 2 hari keberangkatan, yaitu hari selasa (17/6/2014) dan hari rabu (18/6/2014).

Kepala Cabang PT. Pelayaran SIM Gresik, Reven dihubungi Media Bawean membenarkan kapal cepat Express Bahari 1C berangkat PP, untuk keberangkatan hari selasa dan rabu, sedangkan hari kamis kembali normal seperti biasanya.

Berangkat PP, jam keberangkatan dari Pelabuhan Gresik menuju Pulau Bawean dimajukan jam 08.00 WIB. Sedangkan keberangkatan dari Pulau Bawean tepat jam 13.00 WIB.

Lonjakan penumpang di Gresik dan Pulau Bawean dipicu liburan sekolah. Diantaranya calon penumpang tujuan Pulau Bawean untuk menikmati masa liburan sekolah, ataupun sebaliknya ingin menikmati liburan ke Pulau Jawa. Termasuk pelajar dan calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke Pulau Jawa. (bst)

Lapter Oh Lapter, Kapan Operasi?
Penuh Semak Belukar, disenangi Sapi

Media Bawean, 29 Mei 2014


Lapangan terbang Pulau Bawean, kabupaten Gresik, dari tahun ke tahun selalunya direncanakan akan beroperasi, tapi kenyataannya sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan segera dioperasikan.

Pantauan Media Bawean, ketika berkunjung ke lapangan terbang (rabu, 28/5/2014) masih jauh dari rencana sehubungan kesiapannya belum selesai masih tahap penyelesaian pekerjaan. Seperti dibagian tengah, terlihat belum ada pengaspalan secara sempurna, masih terlihat kasar.

Sementara disekelilingnya penuh dengan tumbuhan rumput, sehingga warga setempat memanfaatkan untuk tempat mengembala sapi. Terlihat dibagian peralatan masih dikeliling sapi yang setia menungguinya.

Bukan hanya diarea lapangan terbang yang banyak ditumbuhi rumput, hampir seluruh kawasan tumbuh rerumputan penuh semak belukar.

Informasi yang dihimpun Media Bawean, beberapa hari yang lalu sempat diuji sinyal oleh pesawat melalui udara untuk kesiapan peralatan di lapangan terbang Pulau Bawean. 

Lutfil Manar, Kepala UPT Perhubungan Bawean membenarkan bahwa uji sinyal sudah dilakukan melalui udara. "Hanya menguji sinyal dari udara saja, tidak uji coba langsung mendarat,"katanya.

Ditanya, apakah akan beroperasi ?"Belum mengetahui sampai kapan kepastian lapangan terbang akan dioperasikan,"jawabnya.

Kepala Bagian Pemerintahan Umum Pemkab Gresik M Yusuf Anshori dihubungi Media Bawean menyatakan lapangan terbang Pulau Bawean akan beroperasi tahun ini 2014. "Sekarang masih tahap untuk MoU untuk pengoperasiannya,"ujarnya.

"Termasuk pembangunan sudah tahap penyelesaian yaitu finising,"tuturnya.

Bila kondisi sekarang masih belum siap, menurutnya sekarang masih tahap untuk penyelesaian yang rencananya akan beroperasi akhir tahun 2014.

"Untuk penanganan lapangan terbang di Pulau Bawean, lebih lengkapnya silahkan menghubungi Dinas Perhubungan saja. Sehubungan bagian tugasku hanya pembebasan lahan saja, itupun sekarang sudah selesai dan tuntas,""paparnya. (bst)

Kapal Cepat Express Bahari
Ujung Tombak Wisata Karimunjawa

Media Bawean, 28 Maret 2014


Kelancaran transportasi laut menjadi kunci utama kesuksesan pengembangan pariwisata di Pulau Karimunjawa, Jepara Jawa Tengah. 

Wisatawan tak merasa ketakutan kehabisan tiket, sehubungan kapal sebagai sarana transportasi selalu siap melayani. PT. Pelayaran SIM untuk menunjang kemajuan transportasi telah mengoperasikan armada kapal cepat Express Bahari 2C, sedangkan ASDP  mengoperasikan KMP Muria.

Jarak antara Pelabuhan Jepara dengan Pelabuhan Pulau Karimunjawa sekitar 45 mil, dengan waktu tempuh kapal cepat selama 2 jam, sedangkan kapal roro menempuh kurang lebih 6 sampai 7 jam.

Peserta studi banding wisata asal Pulau Bawean, menyatakan sama saja dengan perjalanan yang dinikmatinya telah dirasakannya ketika berlayar menuju Pelabuhan Gresik, hanya waktu tempuhnya selisih 2 jam lebih cepat antara Pelabuhan Jepara tujuan Pulau Karimunjawa.

Dian, Kepala Cabang PT. Pelayaran SIM di Jepara ditemui Media Bawean (kamis, 27/4/2014) mengatakan PT. Pelayaran SIM mengoperasikan kapal cepat Express Bahari untuk melayani transportasi Jepara tujuan Pulau Karimunjawa.

"Kapal cepat Express Bahari selalu siap melayani transportasi Jepara tujuan Pulau Karimunjawa, jika terjadi lonjakan penumpang solusinya kapal diberangkatkan PP untuk mengangkut penumpang yang umumnya wisatawan asing dan domestik,"katanya.

Kepala Cabang yang sebelumnya pernah bertugas di Pulau Bawean, menyatakan pihaknya selalunya diberikan kemudahan untuk menambah trayek pemberangkatan kapal. "Misalnya besok (jum'at, 28/4/2014) kapal berangkat dari Jepara tujuan Pulau Karimunjawa, sampai disana kapal kembali lagi untuk mengangkut penumpang berikutnya, lalu kapal bermalam di Pulau Karimunjawa. Itupun untuk 2 kali keberangkatan, tiket sudah habis terjual kepada penumpang,"ujarnya.

"Petugas terkait hanya melarang kapal berangkat bila kondisi gelombang tinggi, itupun bila kondisi cuaca mendukung kapal langsung diminta untuk berangkat,"paparnya.

Jadwal kapal dari Pelabuhan Jepara tujuan Pulau Karimunjawa, yaitu senin, selasa, jum'at dan sabtu, sedangkan dari Pulau Karimunjawa tujuan Pelabuhan Jepara, yaitu hari senin, rabu, sabtu dan minggu.

Khusus penduduk Pulau Karimunjawa mendapat subsidi dari pemerintah daerah sebanyak 20 tiket ekonomi dengan harga jual Rp.70ribu. "Khusus penduduk Pulau Karimunjawa saja, disediakan tiket ekonomi seharga Rp.70ribu untuk 20 orang setiap keberangkatan kapal,"tutur Dian.

Harga tiket kelas eksekutif dijual Rp.110ribu, dan tiket VIP dijual Rp.130ribu. (bst)

Kapal Express Kembali Beroperasi
DLU Datang Membantu, ASDP Operasi

Media Bawean, 6 Februari 2014 

Setelah beberapa pekan kapal cepat Express Bahari 1C tidak beroperasi sehubungan kondisi cuaca buruk di perairan laut jawa, mulai hari ini (kamis, 6/2/2014) dipastikan akan kembali melayani pelayaran Gresik - Pulau Bawean.

Reven Saputra, Kepala Cabang PT. Pelayaran SIM di Gresik dihubungi Media Bawean (rabu, 5/2/2014) memastikan kapal Express Bahari 1C akan kembali melayani transportasi jalur Gresik - Pulau Bawean.

"Kapal berangkat sesuai jadwal reguler atau normal, keberangkatan jam 09.00 WIB. Hari kamis berangkat dari Gresik, sedangkan hari sabtu dari Pulau Bawean,""katanya.

Untuk mengatasi lonjakan penumpang di Pulau Bawean, kapal Satya Kencana III milik PT. Dharma Lautan Utama (DLU), dari Kalimantan akan transit di Pelabuhan Pulau Bawean (jum'at, 7/2/2014). 

Sofyan membenarkan kapal Satya Kencana III akan membantu melayani pelayaran Pulau Bawean tujuan Tanjung Perak Surabaya. "Kapal Satya Kencana III akan singgah hari jum'at (7/2/2014), keberangkatan jam 06.00 WIB. (pagi) dari Pulau Bawean tujuan Tanjung Perak, Surabaya,"jelasnya.

Sedangkan KMP Gili Iyang sesuai informasi dari PT. ASDP Indonesia (Persero), ada pengalihan jadwal semantara, sebagai berikut :

Dari Paciran tujuan Pulau Bawean , hari jum'at (7/2/2014), berangkat jam 09.00 WIB.
Dari Pulau Bawean tujuan Gresik, hari sabtu (8/2/2014), berangkat jam 09.00 WIB.  
Dari Gresik tujuan Pulau Bawean , hari minggu (9/2/2014), berangkat jam 09.00 WIB.
Dari Pulau Bawean tujuan Paciran, hari senin (10/2/2014), berangkat jam 09.00 WIB.  

Setelahnya mulai hari rabu (12/2/2014) akan berangkat sesuai jadwa, yaitu hari rabu dari Paciran tujuan Pulau Bawean, hari kamis dari Pulau Bawean tujuan Gresik, hari jum'at dari Gresik tujuan Pulau Bawean, dan hari sabtu dari Pulau Bawean tujuan Paciran. (bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean