Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
adsbybawean
Tampilkan postingan dengan label SUARA GERBANG BAWEAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SUARA GERBANG BAWEAN. Tampilkan semua postingan

Politik Uang Kian Membara di Bawean

Media Bawean, 22 Februari 2014 

Oleh : Abdul Basit Karim

Politik uang (money politic) menjelang pemilihan umum (Pemilu) tanggal 9 April 2014, untuk memilih DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR RI dan DPD sudah mulai dijadikan senjata utama untuk membeli suara rakyat.

Uang adalah alat transaksi di pasar untuk membeli barang ataupun membayar jasa, berubah fungsi sebagai alat transaksi membeli suara rakyat.

Rakyat merasa senang mendapatkan uang tanpa kerja keras, hanya diminta memberikan dukungan kepada wakil rakyat yang membeli suara. Kebiasaan merokok harga murah berubah menghisap rokok mahal dengan dalih mendapatkan uang politik.

Rakyat merasa tambah senang ketika dihadapkan kepada banyak pilihan yang memberi uang silih berganti. Pendapatan tidak terduga selalu datang tanpa diminta, ataupun meminta bagi mereka yang membutuhkan pemasukan lebih besar.

Tanpa berfikir panjang, siapa calon wakil rakyat yang layak menjadi wakilnya. Sebagian rakyat berasumsi bahwa sekarang ini kesempatan untuk menikmati uang pemberian calon wakil rakyat. Kapan lagi kesempatan untuk memanfaatkan uang politik, menunggu lima tahun lagi itupun bila umur masih panjang. Jadipun belum tentu kita mendapatkan uang, kalau pembangunan itu sudah kewajiban wakil rakyat untuk membuktikan hasil kerjanya kepada masyarakat.

Ironisnya, calon wakil rakyat berkeyakinan bahwa uang bisa meraih kursi yang diidamkannya. Dengan uang bisa merebut kursi jatah di daerah pemilihan Pulau Bawean.

Melalui pendataan dari rumah ke rumah, sudah melakukan transaksi suara bila bersedia memilihnya akan diberi uang sebagai tanda terima kasih.

Kesimpulannya, terjadinya politik uang (money politic) disebabkan calon wakil rakyat tidak siap bertarung dalam medan pesta demokrasi. Kemampuannya hanya dengan uang saja, sedangkan intelektualitas diri masih diragukan sehingga mengandalkan uang untuk meraih kekuasaan. 

Siapa calon wakil rakyat yang layak dipilih? layak dipilih jika tidak bermain uang, hanya mengandalkan kemampuan dan profesionalitas diri sebagai calon wakil rakyat.  Adapun memberi uang kepada tim sukses untuk mencerdaskan pemilih agar tidak salah mencoblos, bukan termasuk money politic, tapi bagian cost politic.

Diduga Memanipulasi Data Honorer K2
Punya Malu atau Tak Punya Kemaluan

Media Bawean, 15 Februari 2014 

Oleh : Abdul Basit Karim 

Proses seleksi honorer kategori 2 (K2) untuk penerimaan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) sudah diumumkan, antara diterima atau tidak menjadi calon abdi negara.

Di Pulau Bawean, mencuat saat menjelang pengumuman penerimaan CPNS melalui honorer K2 tentang adanya peserta siluman yang diduga kuat memanipulasi data . 

Hasilnya setelah hasil tes diumumkan, ada beberapa peserta yang diduga melakukan manipulasi ternyata diterima sebagai CPNS.

Bagaimana proses selanjutnya, apakah pejabat terkait akan tetap menerima peserta yang diduga memanipulasi data sebagai CPNS, ataukah keputusan yang dikeluarkan akan ditarik kembali dengan membatalkannya.

Ataukah peserta yang diterima merasa malu untuk melakukan pemberkasan, ataukah sudah tidak punya kemaluan sehingga tetap melanjutkan keinginannya menjadi CPNS melalui proses yang salah.

Disini perlunya kejujuran, dari pihak terkait saat melakukan verifikasi data untuk pendataan honorer ketegori 2 (K2), termasuk peserta honorer K2 perlu juga kejujuran akan dirinya sebagai calon pegawai abdi negara yang baik.

Masuknya honorer K2 melalui jalur siluman termasuk melukai peserta lainnya, khususnya bagi mereka honorer K2 melalui mekanisme jalur sesuai aturan. Istilahnya, melewati pintu depan memerlukan proses panjang sesuatu aturan, sebaliknya menerobos melalui pintu belakang dalam tempo singkat sampai tujuan walaupun menabrak aturan.

Ironisnya, mereka diterima CPNS diduga memanipulasi data merasa jalan yang dilaluinya sudah benar dan sesuai aturan. Ngotot, bahwa jalan salah yang dilalui oleh dirinya tetap benar. Kecenderungan membenarkan diri sendiri, daripada mengakui kesalahan yang diperbuatnya.

Apakah pihak terkait mengikuti jalan mereka yang salah, ataukah mengikuti sesuai aturan. Bila mengikuti aturan yang salah, proses hukum perlu dilakukan melalui penegak hukum untuk mencegah masuknya abdi negara yang tidak bersih. Dalam ranah hukum, akan dibuktikan oknum yang terlibat dalam memanipulasi data sehingga diterima masuk honorer K2.

H. Suko Sosok Pemimpin Layak Ditiru
Kharismatik Tinggi dan Taat Aturan

Media Bawean, 26 November 2013 

Oleh : Abdul Basit

H. Suko menjabat sebagai Kepala UPP Bawean selama 4 tahun, 2 bulan. Sejak mengenal beliau, ternyata banyak pelajaran berharga dari sosok pemimpin yang memiliki kharismatik tinggi.

Bukan niatan membesarkan beliau atau mengagungkannya, memang kenyataanya gaya kepemimpinannya layak ditiru serta diteladani.

Diantaranya, beliau dalam melaksanakan tugas selalu berpegang kepada aturan yang berlaku. Peraturan dijadikan pedoman dalam membuat keputusan. Tidak serta merta mudah memberikan kebijaksaan. Masih melalui proses pertimbangan yang matang agar nantinya tidak beresiko.

Beliau selalu berpesan, taati peraturan yang berlaku, apalagi peraturan laut yang berhubungan keselamatan bersama.

Sehubungan wilayah kerjanya di UPP Bawean berhubungan dengan banyak karakter orang, selalunya beliau menerima kritikan serta hujatan dengan lemah lembut dan senyuman, serta menjelaskan secara terang alasan dari keputusan yang diterapkan.

Sosok kepemimpinan H. Suko telah menanamkan pelajaran berharga kepada seluruh keluarga besar UPP Bawean. Ketegasan serta kelembutannya dalam menghadapi segala persoalan, membuat anak buah yang dipimpinnya merasa segan tanpa ada senyum terpaksa.

Terobosan besar yang telah diraihnya melalui pesatnya pembangunan di UPP Bawean, kantor yang sebelumnya kayak bangunan lama sudah tersulap menjadi bangunan istimewa. Pembangunan rehap dermaga selalu dilaksanakan setiap tahun, termasuk pagar sudah terpasang bagus ketika akan memasuki pintu Pelabuhan Bawean.

Selama bertugas di Pulau Bawean. H. Suko menyatakan senang tanpa ada beban, tak terasa 4 tahun, 2 bulan sudah dilaluinya dalam waktu tempo singkat. Diantaranya koordinasi bersama seluruh instansi di Pulau Bawean, tergolong cepat dan bagus. Termasuk penerimaan masyarakat Pulau Bawean, memiliki rasa kekeluargaan yang tinggi, serta sulit mendapatkan di daerah lainnya.

Atas nama pengelolah Media Bawean mengucapkan terima kasih atas pengabdian H. Suko selama bertugas sebagai Kepala UPP Bawean. Selamat menduduki jabatan baru sebagai Kepala UPP Branta, semoga kesuksesan selalu beliau raih dalam melaksanakan tugas Abdi Negara. (bst)

Penumpang Masih Mabuk Cari Kapal
Mengatur kok Mengurangi Trayek

Media Bawean, 19 November 2013

Oleh : Abdul Basit (Pengelolah Media Bawean)

Rapat koordinasi jadwal kapal jalur Gresik - Pulau Bawean, yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Gresik di Kantor Bupati Gresik (senin, 18/11/2013), dengan hasil mengatur jadwal untuk 3 kapal yaitu Kapal Express Bahari 1C, Kapal Tungkal Samudra dan Kapal Satya Kencana II.

Jadwal semula kapal cepat Express Bahari 1C yang beroperasi 3 kali dalam seminggu dikurangi menjadi 2 kali. Selasa, kamis dan minggu dari Gresik, berubah selasa dan minggu. Sedangkan dari Pulau Bawean semula sabtu, senin, dan rabu menjadi senin dan rabu.

Demikan juga jadwal kapal Tungkal Samudera yang beroperasi 3 kali dalam seminggu dikurangi menjadi 2 kali, yaitu senin, rabu  dan sabtu dari Gresik, berubah rabu dan sabtu. Sedangkan dari Pulau Bawean semula hari selasa, kamis, dan minggu menjadi kamis dan minggu.

Untuk kapal satya kencana II, jadwal semula keberangkatan dari Gresik yaitu hari selasa dan jum'at, menjadi senin dan jum'at. Sedangkan keberangkatan dari Pulau Bawean yang semula rabu dan sabtu berubah menjadi selasa dan hari sabtu masih sama seperti sebelumnya.

Perubahan jadwal kapal mulai efektif tanggal 1 desember 2013, lalu efektifkah perubahan jadwal dalam kondisi masyarakat Pulau Bawean masih mabuk cari kapal.

Ironisnya perubahan jadwal dilakukan saat kapal Tungkal Samudra tidak operasi melayani pelayaran sehubungan kendala kerusakan mesin. Saat ini masih dilayani 2 kapal, yaitu kapal Express Bahari 1C dan kapal Satya Kencana II. Jadwal kapal cepat Express Bahari yang sebelumnya melayani hari senin dari Gresik dan hari selasa dari Pulau Bawean terhapus sehubungan adanya pengurangan jadwal keberangkatan.

Tentunya perubahan jadwal dengan mengurangi frekuwensi keberangkatan kapal akan berdampak membludaknya calon penumpang yang tidak mendapatkan tiket untuk berlayar di Gresik ataupun di Pulau Bawean. Perlu adanya evaluasi ulang atas keputusan hasil rapat koordinasi demi kelancaran transportasi jalur Gresik - Pulau Bawean.

Pihak pemegang kebijakan di Gresik semestinya merespon atas kebutuhan masyarakat, bukan mempersulit keadaan sehingga berdampak keresahan termasuk ketakutan kepada calon penumpang kapal tujuan Pulau Bawean.

Mengatur ulang jadwal semestinya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, bukan menyengsarakan apalagi sampai mempersulit keadaan. (bst)

Pembaca punya pendapat tentang perubahan jadwal kapal, silahkan dikirim via mail : mediabawean@gmail.com atau sms 081357084888.

Suaraku di Berita Metro
Sambari Manjakan Bawean

Media Bawean, 9 September 2013

Pulau Bawean bakal menjadi kantong suara Golkar maupun Sambari Halim Radianto dan Mohammad Qosim, jika pasangan yang biasa dengan sebutan SQ ini, kembali mencalonkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik pada pemilihan bupati periode keduanya.

Prediksi tersebut diakui oleh Abdul Basit, tokoh pemuda asal Bawean. Sebab, meski Bawean kecil sumbangan pajaknya ke APBD Gresik, namun pasangan pemimpin dari Golkar ini telah puluhan miliar menggelontorkan anggaran untuk pembangunan di Bawean.

"Bupati sendiri sudah bilang, Bawean adalah Gresik, bukan Bawean bagian dari Gresik, sehingga beliau tidak melihat kecil dan besarnya pajak yang dikontribusikan. Makanya, jika ada orang Bawean tidak berterima kasih, rasanya tidak pantas. Kami merasa dimanjakan dan tidak bisa dibandingkan dengan era kepemimpinan Bupati sebelumnya yang dua periode (Robbach Ma'sum, red.)," kata Abdul Basit yang juga Ketua LSM Gerbang Bawean, Jumat (6/9).

Diungkapkan Basit, Robbach hanya 3 kali mengunjungi Bawean selama menjabat sepuluh tahun dan tidak ada sentuhan pembangunan yang bisa dinikmati secara langsung oleh warga Bawean. Sebaliknya, Sambari meski baru 3 tahun menjabat, telah 9 kali berkunjung ke Bawean. Sangat perhatian dalam urusan pembangunan.

"Warga Bawean tidak berpikir politik, tetapi yang nyata dan bisa dinikmati. Dan apa yang dilakukan pemerintahan sekarang tidak bisa kita pungkiri," tutur Ketua LSM Gerbang Bawean ini.

Namun, Zulfan Hasyim, Ketua DPRD Gresik, tidak sepakat dengan pernyataan Basit. Sebab, apa yang dilakukan Bupati adalah hal yang lumrah karena sebagai pimpinan daerah. "Saya tidak sepakat, karena semua program yang dilakukan eksekutif itu dari kami (DPR). Bupati kan tinggal menjalankan, dan masyarakat Bawean tahu tentang itu," ungkapnya.

Wakil rakyat dari PKB ini menambahkan, pembangunan yang dilakukan di Bawean oleh Bupati memang kewajiban. Namun, bukan berarti masyarakat menilai secara sepihak, karena memang itu tugas Bupati. "Memang tugasnya, kalau kita tidak menyetujui kan Bupati juga tidak akan melakukan pembangunan di Bawean," tuturnya.

Sementara itu, Ketua PDIP Gresik, Hadi Kusono, tidak yakin jika hal itu akan mendongkrak suara atau bahkan Bawean bakal menjadi kantong suara Golkar. Alasannya, anggaran yang dikucurkan ke Bawean karena atas persetujuan atau bahkan dorongan DPR.

"Memang, Bupati yang melaksanakan, tetapi anggaran yang digelontorkan di Bawean bukan hanya kerja eksekutif. Justru saat itu, anggaran untuk jalan lingkar Bawean, Bupati tidak setuju. Alasannya, buat apa anggaran sebesar itu untuk Bawean, toh sumbangan APBD-nya sangat minim," cetus Kusono.

Namun, pria yang juga Wakil Ketua DPRD Gresik ini mengakui jika Sambari mempunyai kepentingan politik terkait giatnya melakukan kunjungan ke Bawean. Dan memang momen untuk penguasa meski para wakil rakyat yang mendorong seluruh anggarannya.

"Bupati itu kan jabatan politik, dan sudah barang tentu Sambari mempunyai agenda politik. Apalagi saat ini dia juga sebagai Ketua DPD Golkar Gresik. Namun, kami tidak khawatir dengan itu karena kita memiliki kantong-kantong sendiri untuk melakukan terobosan politik saat pileg maupun pilbub nanti," pungkasnya. (sgg/kho)

Sumber : Berita Metro
http://www.beritametro.co.id/politik/sambari-manjakan-bawean

Gila Politik Bikin Gila Orang

Media Bawean, 3 April 2013

Oleh : Abdul Basit
(Pimpinan Redaksi Media Bawean)

Pesta demokrasi melalui pemilihan ditingkat desa, yaitu Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) sudah menggema di Pulau Bawean, seperti suara guntur sebagai tanda akan turun hujan.

Munculnya banyak calon yang bakal tampil dalam ajang pemilihan mulai bermunculan, klaim mengklaim bahwa kekuatannya paling mumpuni sudah disumbarkan kepada publik. Tanpa berfikir resiko setelahnya, para kontestan politik memiliki keyakinan sebagai pemenang.

Ironisnya keyakinan sang calon akan menang dalam pemilihan, melalui bisikan orang-orang terdekat bahwa kekuatan yang dimilikinya sudah mampu mendulang suara sebanyak-banyaknya. Tanpa mengukur kekuatan riil di lapangan, sang calon bertambah percaya diri bahwa dirinya akan terpilih sebagai pemenang.

Selanjutnya, calon sudah merasa percaya diri bahwa dirinya akan menang, lalu memenuhi apapun permintaan oleh timnya. Guna memenuhi keinginan, sang calon siap menjual seluruh aset kekayaan yang dimilikinya, termasuk berani  berhutang kepada orang lain ataupun pihak bank, tanpa berfikir resiko setelahnya jika tidak terpilih nantinya.

Momentum pemilihan, tentunya menjadi ajang kesempatan bagi mereka yang tujuannya mencari uang. Mendekat, lalu melobi, selanjutnya meminta imbalan kepada sang calon atas jasanya telah berjuang mencari suara dalam pemilihan. Sementara calon sudah merasa siap, apapun permintaan akan dipenuhi asalkan pendekatan ataupun lobi yang dilakukannya sudah bisa menyakinkan.

Bahayanya bagi calon yang kurang membaca perwatakan atau karakter seseorang, kecenderungan dimanfaatkan oleh orang-orangnya dengan bermain banyak kaki. Mereka mengaku sudah siap berjuang ataupun sudah memperjuangkannya, sebaliknya ketika dibelakang bersama calon lain menyatakan hal yang sama.

Ketika pemilihan dilaksanakan tentu harapan sebagai pemenang atau mendulang suara sebanyak-banyaknya. Setelah suara penghitungan sudah selesai, berbahagialah bagi calon yang menang, sebaliknya bersedih bagi calon yang kalah. 

Sebagai pemenang, sang calon akan menghitung seluruh cost politik yang sudah dikeluarkan. Selanjutnya mencari seribu cara agar bisa mengembalikan seluruh biaya pemenangannya. Ataupun calon tergolong baik akan mengiklaskan seluruh pembiyaan yang sudah dikeluarkannya.

Bagaimana calon yang kalah? Resikonya akan bersedih kehilangan harta kekayaan yang dimilikinya ataupun pusing untuk membayar hutang yang sudah ditanggungnya. Sedangkan pendukung yang sebelumnya selalu mendekat, lalu menjauh dan mendekat kepada yang menang.

Selesaikan Lapter Pulau Bawean,
Segera Operasikan Pesawat Terbang

Media Bawean, 10 Okbtober 2012 

Oleh : Abdul Basit Karim


Persoalan transportasi laut Gresik - Bawean dari dahulu hingga sekarang belum kunjung selesai dibahas, hampir setiap saat topik ini menjadi perbincangan hangat. Perbandingan kecepatan kapal, sampai jenis kapal, termasuk persoalan perizinan. Dampaknya calon penumpang sebagai korban akibat persoalan klasik belum terselesaikan.

Solusi paling tepat bila ingin lebih cepat, semestinya bandara pesawat terbang di Tanjungori segera dioperasikan. Tentunya lebih cepat dari kapal laut, kendala penerbangan sangatlah sedikit bila dibandingkan transportasi laut. Kendala ketinggian gelombang laut masih menunggu sampai berhari-hari, sedangkan kabut tebal hanya menunggu hitungan detik atau menit saja.

Pembangunan lapangan terbang (lapter) di desa Tanjungori, dimulai tahun 2004 sampai sekarang tahun 2012 belum terselesaikan. Alasannya, pembebasan lahan milik warga menjadi kendala utama sehingga pembangunan tak kunjung selesai. Menghadapi persoalan pembebasan lahan yang rumit, tentunya pemerintah mempunyai kemampuan untuk mengatasi dalam waktu singkat tidak sampai molor dalam hitungan mendekati 10 tahun lamanya.

Janganlah membuat janji tapi kenyataannya belum terealisasi, buktinya lapter akan selesai tahun 2010, berubah tahun 2011, selanjutnya akan beroperasi tahun 2012, lalu berlanjut tahun 2013 akan dioperasikan. Kapan selesai dan beroperasinya?

Warga Pulau Bawean dimanapun berada, termasuk di luar negeri seperti di Malaysia dan Singapura, termasuk wisatawan dari luar Pulau Bawean masih menunggu sampai kapan pesawat terbang terselesaikan atau dioperasikan.

Menurut pendapat penulis, daripada Pemerintah Kabupaten Gresik membentuk BUMD PT. Gresik Samudera untuk menangani transportasi laut, lebih baik menancapkan gasnya untuk segera menyelesaikan persoalan pembebasan lahan, selanjutnya mengawal pembangunan sampai selesai, lalu dioperasikan untuk melayani penerbangan Bawean - Surabaya.

Melihat kondisi lapangan terbang (lapter) sekarang ini, sepertinya pelaksanaan pembangunan dilaksanakan seperti mainan, diputar-putar seperti bermain gasing tak kunjung selesai. Sementara peminatnya masih menunggu-nunggu sampai kapan lapangan terbang akan dioperasikan untuk segera terbang ke Pulau Bawean.

Ironisnya, meneropong langsung ke lapangan terbang di Tanjungori, ternyata sekarang dimanfaatkan warga sekitar untuk mengembala sapi sehubungan banyak rumput yang tumbuh subur di area bandara. Sepertinya beralih fungsi bandara sebagai tempat mangkalnya pesawat menjadi tempat mengembala hewan ternak.

Warga Pulau Bawean secara umum menunggu keseriusan Pemerintah Kabupaten Gresik, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Republik Indonesia untuk segera menuntaskan pembangunan lapangan terbang untuk segera dioperasikan demi kelancaran transportasi menuju atau dari Pulau Bawean.


Suara LSM Gerbang Bawean
Soal Transportasi Kapal Bawean

Media Bawean, 4 Oktober 2012


Adanya isu bahwa LSM Gerbang Bawean telah mengusulkan agar kapal Express Bahari 1C distop dalam melayani pelayaran Gresik - Bawean dalam rapat bersama antara Pemerintah Kabupaten Gresik bersama Tokoh Masyarakat Pulau Bawean, hari kamis, (4/10/2012) bertempat di Ruang Graita Eka Praja Lt. II Kantor Bupati Gresik, adalah informasi tidak benar alias bohong. 

Sesuai hasil rekaman lengkap yang dikoleksi oleh Media Bawean, suara LSM Gerbang Bawean dalam rapat adalah sebagai berikut :

Kedatangan tokoh masyarakat Pulau Bawean dalam rangka menghadiri undangan Bapak Bupati Gresik mempunyai harapan agar nantinya bila pulang mendapatkan sesuatu yang pasti. Ketika pulang ke Pulau Bawean mendapatkan kepastian untuk menyelesaikan persoalan transportasi laut yang selama ini menjadikan ketakutan bagi warga Bawean.

Banyak orang Bawean yang tiket pesawatnya hangus hanya persoalan kapal, banyak yang mau pulang dari Singapura dan Malaysia menjadi takut dikarenakan persoalan kapal.  Bagaimana dengan pertemuan hari ini membahas persoalan kapal bisa dituntaskan dan kedepan lebih baik. Bagaimana penyakit yang selama ini dirasakan oleh orang Bawean bisa sembuh dan kembali sehat wal afiyat.

Harapannya Pemkab Gresik bisa membeli kapal, kami yakin Bapak Zulfan sebagai putra Pulau Bawean bisa berjuang dengan dibantu anggota dewan lainnya, terutama dukungan Bapak Bupati Sambari Halim Radianto. Kami mempunyai keyakinan bila kompak akan bisa membeli kapal sebagai kado kepada warga Pulau Bawean.

Untuk kedepan, Kapal Express Bahari yang melayani pelayaran Gresik - Bawean seharusnya tidak dalam waktu gelombang tenang saja, tapi saat gelombang tinggi tetap melayani pelayaran dengan mendatangkan kapal altenatif. Sebagai pemilik rute harus bertanggungjawab untuk memberikan solusi altenatif, sehingga persoalan bisa terselesaikan. Pemkab Gresik harus tegas dengan pengusaha kapal yang ada agar bisa melayani sepenuhnya baik dalam kondisi waktu gelombang tenang ataupun tinggih.

Untuk KM. Dharma Kartika dahulu melayani rute Gresik - Bawean memiliki misi sosial, sehingga siap melayani kapan saja tetap berlayar walaupun jumlah penumpangnya sedikit. Kami mengharap bagaimana KM. Dharma Kartika bisa berlayar melayani Gresik - Bawean dengan misi sosial bersedia melayani Gresik - Bawean.

Kesimpulannya, tidak benar jika suara LSM Gerbang Bawean meminta kapal Express Bahari distop pelayaran Gresik - Bawean. (bst)

Bawean Kembali Tersenyum
Padat Pemudik Musiman

Media Bawean, 22 Agustus 2011

Suara Gerbang Bawean 


Pulau Bawean kembali tersenyum, setelah banyak warganya yang berdomisili di luar daerah baik dari dalam maupun luar negeri, kini sudah kembali untuk merayakan idul fitri tahun 1432 H.

Kehadirannya tentunya membawa kebahagiaan kepada seluruh keluarga yang berada di Pulau Bawean. Bisa menikmati makan bersama, bercanda ria bersama ataupun tidur bersama selama berada di Pulau Bawean.

Walaupun kedatangannya hanya sebentar saja, tentunya memberikan siraman kebahagian kepada keluarga. Apalagi kedatangannya membawa banyak oleh-oleh, sehingga banyak warga sekampung bisa menikmati sebagai rejekinya saat bekerja di luar Pulau Bawean.

Naifnya, banyak warga Bawean yang berdomisili diluar merasa enggan atau tidak berkenan pulang sehubungan tidak memiliki kesiapan untuk memberikan oleh-oleh kepada keluarganya. Dampaknya bagi mereka yang tidak mampu membeli oleh-oleh terpaksa bertahan ditempat asal menunggu sampai mempunyai kesiapan untuk pulang. 

Malas untuk pulang, sebagian disebabkan sulitnya mendapatkan tiket kapal Gresik - Bawean atau Bawean - Gresik, sehingga dihantui rasa ketakutan saat mudik ke Pulau Bawean nantinya tidak mendapatkan tiket. Jaminan rasa aman kepada seluruh pemudik ke Pulau Bawean belum sepenuhnya, banyak PNS asal Pulau Bawean yang aktif bekerja di luar daerah merasa ketakutan tidak bisa masuk hari pertama setelah lebaran.  

Bawean Kembali Ramai 
Keramaian terlihat dari kepadatan di jalan lingkar Pulau Bawean, banyak warga terlihat wajah baru menaiki sepeda motor dengan penampilan rapi dan trendy.

Mereka datang cuman sementara sampai selesai lebaran, setelah akan kembali meninggalkan Pulau Bawean, yang nantinya membuat pilu banyak saudara atau keluarga saat akan ditinggalkan. (bst)

Pandai Lobi Nasib (PLN)

Media Bawean, 3 Juli 2011

Oleh : Mr. Gerbang Bawean

Nuansa perpolitikan di Indonesia sangat dominan mengatur segala aspek kekuasaan di negeri kita tercinta. Mulai line tingkat paling bawah sampai atas diatur oleh pemerintahan yang berkuasa, terkecuali melalui tahapan pemilihan secara langsung, seperti kepala desa dan lain-lain.

Menelaah hasil mutasi di Kabupaten Gresik mulai jilid pertama sampai jilid ketiga, terbaca sangat jelas bagi pendukung yang kalah akan tersingkirkan ketempat-tempat kering atau kurang nyaman. Sebaliknya, bagi mereka yang pandai PLN (istilahnya) Pandai Lobi Nasib atau secara terang-terangan termasuk remang-remang mendukung partai penguasah akan memperoleh kedudukan strategis sesuai keinginan serta kedudukan yang nyaman.

Resiko politik bagi mereka memperoleh kedudukan tidak enak atau kurang nyaman, sehubungan saat pemilihan kepala daerah secara terbukti atau tidak, gerakan yang dilakukan bisa terbaca mendukung salah satu kandidat. Hikmah politik bagi penerima kedudukan strategis, sehingga menikmati buah kekuasaan atas keberhasilanya mendukung yang menang.

Dampaknya, sistem kerja di lembaga mengalami banyak perubahan disesuaikan dengan pola kepemimpinan baru yang setiap saat terjadi rooling atau mutasi kedudukan. Selanjutnya tergantung Pandai Lobi Nasib (PLN) untuk memperoleh kedudukan, kecenderungannya melupakan profesionalisme kedudukan. Semestinya layak menjabat sebagai kepala, memperoleh kedudukan sebagai petugas trantib, sebaliknya yang semestinya menduduki jabatan trantib dipercaya sebagai kepala.

Perlu adanya peninjauan kembali (PK) oleh pemerintah, kreteria serta uji kelayakan menduduki sebuah jabatan, semestinya mengedepankan profesionalisme bukan soal kedekatan atau pendukung.

Kedepan, perlu adanya ketegasan undang-undang yang mengatur PNS dalam keterlibatan politik praktis. Sementara UU atau peraturan Pemilu tentang PNS hanya tegas dalam tulisan, sedangkan penerapannya masih kaku dan kurang diterapkan. Sanksi hukum paling layak diberikan kepada PNS yang terlibat dalam politik praktis adalah dipecat secara tidak terhormat.

Mobdin Dewan "Berzamrah"

Media Bawean, 10 Juni 2011

Oleh : Mr. Gerbang Bawean


Wakil rakyat kita di Kabupaten Gresik sedang sibuk memilih merk mobil dinas (Mobdin) sesuai selerah sampai miliaran rupiah anggaran yang harus dikeluarkan. Sementara group zamrah asal tiga lembaga pendidikan di Pulau Bawean, yang semestinya mewakili Kabupaten Gresik ke tingkat Propinsi Jawa Timur, sampai sekarang belum ada kejelasan untuk diberangkatkan sehubungan tidak ada alokasi anggaran dari pemerintah daerah.

Pantaskah sebagai wakil rakyat menaiki mobil dinas wah nan mewah, sedangkan anggaran untuk memajukan kreasi seni di Dinas Pendidikan Gresik melalui pelajar dipangkas dan tidak ada. Wakil rakyat semestinya merakyat, daripada menuntut mobil dinas (mobdin) sebaiknya menuntut sepeda motor dinas saja untuk menghemat anggaran daerah. Selebihnya anggaran bisa digunakan untuk kemajuan bersama, seperti membiayai tiga group lembaga pendidikan di Pulau Bawean untuk mengikuti lomba zamrah tingkat Propinsi Jawa Timur di Probolinggo, tanggal 20 Juni 2011.

Anggaran yang dipatok untuk pembelian 1 unit Mobdin Rp 170 juta, atau anggaran pada APBD 2011 untuk pengadaan 46 unit Mobil sebesar Rp 7,4 miliar. Sedangkan anggaran zamrah bila dipatok untuk 1 lembaga sebesar Rp. 10juta, berarti untuk 3 lembaga sebesar Rp.30juta.

Sungguh enak jadi wakil rakyat, bisa naik mobil dinas memakai uangnya rakyat. Sementara mobil dinas (Mobdin) dewan bukan kebutuhan primer (mutlak) untuk wakil rakyat, sebab naik angkot, atau naik becak tentunya membayar ongkos untuk meningkatkan perekonomian rakyat kecil.

Bila tiga group zamrah asal tiga lembaga pendidikan di Pulau Bawean gagal berangkat mengikuti lomba ditingkat Propinsi Jawa Timur, sehubungan tidak ada alokasi dana anggaran. Berarti keputusan wakil rakyat yang menghapus alokasi anggaran untuk seni di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik telah membunuh kreasi seni anak bangsa di Republik Indonesia.

Haruskah anggota dewan mengorbankan kreasi seni dan budaya bangsa, dengan memilih mobil dinas (mobdin) dewan?............

Prostitusi Di Pulau Bawean

Media Bawean, 2 April 2011

Oleh : Mr. Gerbang Bawean

Adakah prostitusi di Pulau Bawean? kata siapa? dimana? siapa orangnya? pertanyaan seringkali kita dengar ketika duduk bersama di warung kopi atau tempat umum lainnya.

Lakonnya sebagai pemain prostitusi di Pulau Bawean sempurna melakukan aksinya, tanpa ada sedikitpun rintangan atau hambatan dalam menjalankan profesi sebagai penjajah sex komersial yang diperankan selama ini. 

Sementara tokoh dan aparat pemerintahan seperti dikibuli dengan aksi yang dilakukannya, sehingga menjamur tumbuh berkembang dan leluasa merekrut keanggotaan  baru.

Tidak ada solusi kongkret dalam mencegah perbuatan mungkar di Pulau Bawean, sebatas wacana dalam rapat bersama tokoh, selesai rapat tidak ada tindaklanjut untuk melakukan investigasi dalam beramar makruf nahil mungkar. 

Ketika isu maling berkembang di Pulau Bawean, hampir semua warga terbangun dan siap perang dilengkapi persenjataan lengkap. Mendengar adanya prostitusi, semua terdiam tanpa aksi untuk memberantasnya dari Bumi Bawean.

Salah satu pelanggan sex komersial di Pulau Bawean, mengatakan sudah seringkali memanfaatkan jasa wanita penghibur sehubungan dirinya tidak memiliki isteri. Menurutnya, bermain semalam cukup membayar Rp.50ribu, transaksi dilakukan via telepon, sedangkan tempat bermain di hotel semak belukar (rombuh-rumboh).

Salah satu Kepala Desa ditemui Media Bawean, menyatakan sudah tidak mampu memberikan nasehat ataupun memberhentikan aksi yang dilakukannya, sehubungan tempat bermain diluar wilayah kekuasaannya.

Kepala Desa lainnya, menyatakan bersyukur bisa menyelamatkan salah satu warganya yang hampir terjerumus ke dunia hitam. Jelasnya, rekrutmen keanggotaan  oleh lakonnya, sudah meluas diberbagai daerah di Pulau Bawean.

Lapangan Kerja Di Bawean

Media Bawean, 28 Februari 2011

Oleh : Mr. Gerbang Bawean 


Diantara 8.500 anggota Group Facebook Media Bawean, ada komentar menarik dari salah satu anggota bernama Inayatul Shaiful. Isinya, "Banyak cara untuk memajukan Pulau Bawean, salah satunya adalah menciptakan lapangan pekerjaan buat penduduk Bawean yang masih menganggur...agar tidak banyak yang kabur ke luar negeri...!".

Bila ditelaah pernyataan tersebut sesui dengan situasi dan kondisi di Pulau Bawean, warganya dikenal sebagai perantau sejak dahulu kala sampai sekarang. Sedangkan lapangan pekerjaan di dalam tercipta melalui kreasi sendiri tanpa diciptakan secara langsung oleh pemerintah, terkecuali sebagai pegawai negeri sipil (PNS) yang notabene pegawai pemerintahan.

Selama ini tidak pernah terjadi warga Bawean menuntut kerja kepada pemerintah, hanya menuntut perbaikan infrastruktur termasuk pelayanan publik kepada masyarakat. Lapangan pekerjaan tercipta tanpa harus disediakan secara langsung oleh pemerintah daerah, melalui mengadukan nasib sebagai perantuan ataupun bekerja sesuai keahliannya di Pulau Bawean, yaitu profesi pedagang, nelayan dan petani.

Investor melirik ke Pulau Bawean, setelahnya akan lari sehubungan kurangnya sarana dan prasarana didalam, baik infrastrukur termasuk transportasi. Mustahil investor akan investasi bila dibebani biaya produksi sangat besar, seperti perongkosan transportasi laut sangat mahal. Kenapa harus mendirikan pabrik di Pulau Bawean, bila investasi di daratan masih terbuka lebar.

Apakah dengan menciptakan lapangan pekerjaan di Pulau Bawean, akan menghentikan laju warga Bawean yang merantau ke negeri orang? Jawabannya belum tentu menjamin, sebab sebagian besar warga memperbandingkan pendapatan rupiah dengan ringgit ataupun dolar Singapore.

Pulau Bawean Bertanya, Kapan Rumah Sakit Bersalin Dibangun?

Media Bawean, 3 Agustus 2010

Ibu Hamil Mau Melahirkan Dirujuk Ke Gresik

Sampai kapan Pulau Bawean mempunyai rumah sakit bersalin? begitulah pertanyaan banyak orang yang melihat kondisi ibu hamil mau melahirkan dirujuk ke daratan Gresik, hari ini (3/8) naik kapal Express Bahari 8B.

Apakah kondisi seperti ini akan terus berkelanjutan tanpa ada solusi terbaik dari pihak pemerintah ataupun swasta untuk mendirikan rumah sakit bersalin di Pulau Bawean? dampaknya, berapa banyak ibu hamil asal Pulau Bawean yang meninggal dunia akibat keterlambatan pertolongan, ataupun berapa banyak bayi didalam kandung yang tidak bisa terselamatkan.

Pertanyaan kuno sampai sekarang belum ada jawaban sampai kapan akan dibangun rumah sakit bersalin. Hanya bisa bertanya, tidak pernah ada jawaban, capek bersuara sebagai warga Pulau Bawean. Kita terima apa adanya, semoga Allah SWT. memberikan kemudahan kepada semua orang hamil di Pulau Bawean untuk melahirkan, sehingga tidak harus berjuang menantang maut menunggu kedatangan kapal ataupun menyewa helikopter bila trasportasi Bawean - Gresik ditutup. (bst)

Anggaran Pendidikan Gresik 27,26%Sekolah Di Bawean Tetap Pungut Bayaran

Media Bawean, 2 Mei 2009

Refleksi Hari Pendidikan Nasioanal

Oleh : Mr. Gerbang Bawean


Anggaran pendidikan di Kabupaten Gresik yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2009 senilai Rp 117 miliar atau 27,26 persen dari total APBD kabupaten itu senilai Rp 900 miliar. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Chuzaini Mustaz, Rabu (1/4), anggaran tersebut diperuntukkan 54 item anggaran belanja langsung (non-gaji), antara lain program waib belajar pendidikan dasar (wajardikdas), program peningkatan mutu pendidikan, dan tenaga pendidik, manajemen pelayanan pendidikan, program keragaman budaya, pendidikan anak usia dini, dan peningkatan sarana pendidikan. (Sumber Kompas 1 April 2009)

Anggaran Pendidikan Gresik 27,26%
Gedung SDN IV Tanjungori Rusak Total

Nilai anggaran pendidikan di Kabupaten Gresik yang dialokasikan melalui APBD 2009 senilai Rp 117 miliar atau 27,26 persen bukanlah hal istimewa bagi wali murid siswa di Pulau Bawean. Nilai anggaran besar belum bisa menggratiskan siswa, justru pihak sekolah membuat alokasi anggaran operasional selama setahun dengan ditotal minus.

Nilai anggaran pendidikan besar bisa menjadi kebanggaan, bila siswa, digratiskan bersekolah bukan sekedar nilai anggaran pendidikan besar lalu dibanggakan-banggakan oleh Pemerintah, tapi biaya pendidikan tetap membebankan kepada orang tua siswa.

Di Pulau Bawean setiap tahun, siswa dibebankan iuran setiap tahunnya Rp. 70ribu sampai Rp.100ribu, dengan alasan BOS dari pemerintah tidak mencukupi. Lalu kapan bisa mencukupinya, padahal anggaran pendidikan sudah mencapai 27,26%. Apakah menunggu semua anggaran dialokasikan kepada pendidikan mencapai 100% dari total APBD?

Sekolah negeri, seperti SDN di Pulau Bawean sudah tidak wajar bila membebankan operasional kepada siswanya, sebab gaji guru sebagian besar sudah status PNS. Walaupun ada sukwan, tentunya dengan adanya alokasi anggaran pendidikan besar sudah mencukupi untuk operasionalnya.

Sarjana Bawean Berprofesi Nelayan

Media Bawean, 1 Mei 2009

Oleh : Mr. Gerbang Bawean

Sarjanah adalah idaman setiap orang, khusus mahasiswa yang berkeinginan dapat gelar ataupun predikat sebagai lulusan perguruan tinggi. Bagaimana dengan sarjanah di Pulau Bawean?

Pada tahun 1980 an mencari sarjanah di Pulau Bawean sangat sulit, mungkin jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Memiliki gelar sarjanah pada waktu itu, seperti memiliki gelar doktor pada masa sekarang. Sarjanah sangat diidamkan oleh semua orang, dan status sosialnya dibangga-banggakan oleh semua warga. Setiap saat warga selalu membicarakan kehebatan sarjanah pada tempo dulu.

Seiring dengan kemajuan pendidikan, ternyata perkembangan sarjanah di Pulau Bawean kian menjamur dan wabahnya sampai ke semua daerah di Pulau Bawean. Banyak orang tua di Pulau Bawean atau di Malaysia bagi yang bekerja disana menghendaki anaknya bersekolah tinggi sampai lulus wisuda dan memiliki gelar sarjanah.

Demam sarjanah di Pulau Bawean, mencetak banyak sarjanah disetiap kampung. Dengan alas kecil dan menetap di Pulau Bawean, maka sang sarjanah tidak leluasa mengabdikan ilmunya terkecuali dengan mengajar di sekolah swasta. Ketika mengabdikan diri sebagai guru di sekolah swasta dengan gaji satu jam Rp.5.000 secara otomatis kebutuhan rumah tangga menuntut mereka untuk bekerja diluaran seperti nelayan ataupun petani.

Seringakali guru terlambat datang ke sekolah, sebab masih kerja diluaran untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka. Apalagi disaat musim ikan, tentunya mengajar sebulan dapat Rp.100 ribu, tapi nelayan bila rejeki sehari dapat Rp.250 ribu.

Sebaliknya bagi sarjanah yang memiliki keilmuan dan pemikiran berkembang, mereka akan segan untuk menetap di Pulau Bawean. Alasan utama yang sering kita dengar, Pulau Bawean alasnya kecil, tentunya tidak menunjang dengan gelar sarjanah yang dimiliki. Mereka banyak memilih untuk menetap diluar Pulau Bawean seperti Surabaya, Malang, Jakarta, Batam dan lain-lain.

Ironisnya lagi, bagi sarjanah dari Pulau Bawean memiliki pilihan lainnya adalah memutuskan untuk bekerja ke Malaysia. Tentunya sarjanah tersebut akan kontradiktif dengan profesi baru mereka, terkecuali profesi sarjanah seperti tekhnik sipil atau lainnya akan sangat menunjang bekerja di Malaysia. Ataupun bagi sarjanah agama, disana mengabdikan diri untuk menjadi guru agama.

Harga Diri Orang Bawean Mahal

Media Bawean, 1 Maei 2009

Oleh : Mr. Gerbang Bawean

Orang Bawean dikenal memiliki rasa persaudaraan sangat tinggi dibanding dengan orang-orang berasal dari daerah lainnya. Setiap ada orang luar (baru) masuk ke Pulau Bawean, setelah akan meninggalkan Bawean mereka merasa bahwa orang Bawean sangat menghargai kehadirannya. Keperdulian warga Bawean terhadap siapapun, tergolong tinggi bila dibandingkan saat warga Bawean melakukan kunjungan balik.

Rasa persaudaraan warga Bawean bukanlah di pulaunya saja, di daerah luar pun bila mengenal berasal dari Pulau Bawean, mereka akan akrab dan seperti saudarah dekat.

Harga Diri Orang Bawean Mahal
Meneliti persoalan hukum, seperti kasus pemukulan, pencemaran nama baik, dan lain-lain di Pulau Bawean seringkali prosesnya berakhir di pengadilan. Tiada pintu islah bagi mereka, terkecuali proses persidangan oleh hakim ditentukan benar atau salah.

Persoalan harga diri orang Bawean, termasuk mahal bila disesuaikan dengan mahalnya pembiayaan yang harus mereka keluarkan dalam proses hukum. Mereka siap membayar mahal pengacara hanya mempertahankan harga diri. Demikian juga sebaliknya, mereka akan bayar mahal untuk menghindari jeratan hukum bagi mereka yang bersalah.

Seringkali kita mendengar, orang Bawean siap membayar berapapun asal tidak menjalani hukuman. Meskipun harus menjual semua aset pribadi, ataupun pinjam, mereka siap menebusnya dengan biaya mahal.

Sudah jelas bila proses hukum tidak akan menguntungkan atau mendapatkan keuntungan material, tetapi persoalan harga diri proses hukum terus berlanjut sampai di Pengadilan. Seandainya diselesaikan dengan jalan damai dan memberikan maaf, tentunya harga diri tidak minta banyak tebusan untuk dibayarnya. Terkecuali proses hukum dilakukan, bila salah satunya bisa mendatangkan keuntungan, tetapi bila kedua-duanya merugikan, lalu apa yang diharapkan oleh mereka? tentunya harga diri saja.

Makesta Dan Latihan Kepemimpinan IPNU-IPPNU Bawean

Media Bawean, 13 Maret 2009

Makesta dan Latihan Kepemimpinan Koordinator Anak Cabang IPNU-IPPNU Daun dilaksanakan 3 hari (11-13) di Ponpes An-Nasiriyah Guntung.

Hadir sebagai pembicara aktivis muda Bawean dan mantan PC. IPNU-IPPNU Bawean. Mr. Gerbang Bawean (Abdul Basit Karim : Red.) dipercaya sebagai narasumber pelatihan Jurnalistik Dasar. Berhubung ada acara di Gresik yang tidak bisa diwakili hari ini (13/3), terpaksa Mr. Gerbang Bawean tidak hadir dan meminta maaf yang sebesar-besar kepada keluarga besar IPNU-IPPNU Bawean.

Mr. Gerbang Bawean pernah aktif dan sebagai penggagas untuk eksisnya organisasi pelajar dibawa naungan Nahdalatul Ulama sebagai Sekretaris PC. IPNU Bawean. Setelah itu naik menjadi pengurus PW. IPNU Jawa Timur kepemimpinan Nur Hidayat sebagai Divisi.

Caleg Tak Bisa Bicara VS Caleg Tak Beruang

Media Bawean, 24 Februari 2009

Oleh : Mr. Gerbang Bawean
Legislatif adalah badan deliberatif pemerintah dengan kuasa membuat hukum. Legislatif dikenal dengan beberapa nama, yaitu parlemen, kongres, dan asembli nasional. (Sumber : Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas).

Tugas Pokok dan Fungsi legislatif di daerah adalah fungsi legislasi, fungsi pengawasan dan fungsi budgeting (penganggaran) yang bersama-sama dengan kepala daerah (walikota/Bupati) menjalankan roda pemerintahan daerah sebagaimana diamanatkan oleh perundang-undangan dalam rangka melaksanakan otonomi daerah dan mewujudkan tata pemerintahan yang baik (good governance).

Caleg Tak Bisa Bicara
Intelektual diri sebagai caleg mutlak diperlukan nantinya jika ditakdirkan sebagai anggota wakil rakyat. Jadi anggota dewan bukanlah mudah, melainkan perlu kemampuan dalam mengekpresikan dirinya sebagai wakil rakyat yang selalu menyuarakan aspirasi rakyat, khususnya daerah pemilihan.

Melihat figur dari beberapa Caleg di Dapil 7 (Pulau Bawean) sebanyak 36 orang dari berbagai parpol, ternyata ada beberapa Caleg yang minder di forum alias tidak bisa bicara atau bersuara. Lalu dimanakah konsep awal mereka dalam pencalonan, serta tujuannya sebagai wakil rakyat bila tidak memiliki kemampuan diri alias kurang mampu dalam berfikir.

Apakah mereka hanya sekedar ambisi untuk menjadi sebagai wakil rakyat, sehingga ikut-ikutan sebagai Caleg, tanpa intropeksi diri dengan kemampuan yang dimiliki selama ini. Sangat naif sekali bila sebagai wakil rakyat nantinya, ternyata di Gedung Rakyat tidak bisa bicara alias diam. Padahal tugas dan fungsi untamanya adalah untuk menyuarakan aspirasi rakyat.

Anehnya caleg yang tidak bisa bicara ini tidak punya kemampuan untuk melakukan dengan daya tawar intelektual yang dimiliki, hanya bisa dengan uang sebagai modal untuk bisa mendapatkan dukungan. Bila uang dijadikan modal, terkadang si penerimanya sudah tergoda dan tidak berfikir panjang dengan resiko yang dihadapinya selama 5 tahun.

Bila sudah jadi nantinya, Caleg tidak bisa bicara akan membuat kita sebagai warga Bawean dalam aspirasinya tidak bisa tersampaikan, mengingat mereka tidak bisa bersuara disaat sidang di gedung wakil rakyat. Jelas, korbannya adalah kita sebagai warga Bawean yang selalu mengharap kepiawayan wakilnya dalam memperjuangkan pembangunan lebih maju dan makmur.

Caleg Tak Beruang
Setiap saat kita selalu mendengar dalam setiap pertemuan Caleg untuk sosialisasi selalu diberi amplop dengan berisi uang sebesar 10ribu sampai 50ribu kepada setiap orang yang hadir. Sehingga dalam pertemuan Caleg dipastikan akan ramai, dengan harapan mendapatkan amplopnya. Tradisi ini sudah menjamur dalam pertemuan yang setiap saat diadakan oleh warga setempat, dengan jadwal tersusun rapi. Contohnya, malam ini Caleg A, besok malam Caleg B, besok lusa Caleg C dan seterusnya, sedangkan yang hadir dalam pertemuan adalah orang yang sama.

Ada cerita seorang Caleg sosialisasi disuatu desa di Pulau Bawean. Saat acara selesai, dibaca shalawat pertama ternyata warga yang hadir tidak bubar, dilanjutkan shalawat kedua ternyata sama tidak mau keluar dari forum, kemudian dilanjutkan shalawat ketiga, ternyata juga tidak keluar. Akhirnya si Caleg keluar lebih dulu, setelah yang hadir tidak bersedia membubarkan diri.

Kenapa warga tidak membubarkan diri saat acara selesai? jawabannya menunggu amplop dari Caleg bersangkutan.

Media Bawean Menurut Kyai Achmad Mazidi

Media Bawean, 18 Februari 2009

Oleh : Mr. Gerbang Bawean
Hubungan khusus antara Media Bawean dengan Kyai Achmad Mazidi (Almarhum) sangat dekat, dan seringkali kontakan via telepon ataupun Mr. Gerbang berkunjung ke rumah beliau di Gunung Lanjang desa Bululanjang.

Beliau sangat mendukung adanya Media Bawean, setiap Mr. Gerbang menanyakan tentang adanya Media Bawean, Beliau selalu berkata, "teruskan untuk berjuang memajukan Pulau Bawean dengan media," katanya. Hobby membaca beliau sangat tinggi, bila Mr. Gerbang di Gresik selalu meminta kirimi koran-koran yang ada, menurutnya dengan membaca kita tidak ketinggalan informasi.

Bila lama tidak berjumpa, beliau selalu mengontak Mr. Gerbang dan selalu berpesan agar berhati-hati dalam menjali roda kehidupan di dunia. Pernah suatu saat kami bertanya dengan profesi yang cocok dengan Mr. Gerbang. Beliau menjawab, "Cocoknya sebagai juru lobi," katanya.

Mari kita semua berdo'a semoga Almarhum Kyai Achmad Mazidi diterima amalan baiknya oleh Allah SWT. dan dosa-dosanya mendapat ampunan. Amin 3x.

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean