Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
adsbybawean
Tampilkan postingan dengan label PUSKESMAS TAMBAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUSKESMAS TAMBAK. Tampilkan semua postingan

Mereka Tidak Diberhentikan Tapi Diistirahatkan Sementara


Sebanyak 15 tenaga sukwan perawat di rawat inap UPT Puskesmas Tambak tidak diberhentikan. Mereka hanya diistirahatkan sementara atau diskors selama sebulan. Hal ini ditegaskan Kasubag TU Puskesmas Tambak Moh. Azhar. "Ini sesuai dengan hasil rapat," kata Azhar.

Dikatakannya 15 pegawai sukwan diistirahatkan selama sebulan dikarenakan melanggar perintah pimpinan. Mereka melakukan penarikan kepada pasien Jamkesmas asal desa Klompanggubuk sebesar Rp.165 ribu.

Padahal dr. Siti Azizah sebagai kepala UPT Puskesmas Tambak sudah seringkali melarang melakukan penarikan seperesenpun kepada pasien Jamkesmas. “Setelah sebulan istirahat, mereka akan aktif kembali bekerja seperti biasanya,”paparnya.

Azhar juga membantah mereka diminta membuat lamaran ulang, dan tidak dipindah tugaskan ke puskesmas pembantu. “Seluruhnya akan bertugas sesuai tempatnya,”ucapnya dengan nada menyakinkan.

Hal senada disampaikan Raden Azizah selaku kepala ruang rawat inap di UPT Puskesmas Tambak menyatakan setelah melewati masa hukuman mereka akan masuk kembali sesuai tugasnya sebagai perawat.

Sementara itu terkait dengan diberhentikannya dokter gigi sukwan dr. Nur Azizah, Azhar tidak bisa menjawab secara gamblang. Nur Azizah diberhentikan dengan alasan sering bolos. Padahal absensinya 100% hadir pada bulan oktober. “Itu kewenangan pimpinan,”pungkasnya. (bst)

Pemecatan Pegawai Puskesmas Tambak Karena Sentimen Atasan


16 pegawai Puskesmas Tambak yang diberhentikan beberapa waktu lalu mulai berani buka suara. Kemarin, salah satu dokter gigi yang diberhentikan Nur Azizah membantah jika dirinya sering bolos kerja. Bahkan, pihaknya meminta agar Dinas Kesehatan memeriksa absensinya selama ini.

“Silahkan dicek langsung absensi di UPT Puskesmas Tambak, hampir setiap hari pergi kesana untuk memberikan pelayanan kesehatan,”katanya.

Menurut Nur Azizah, selama bekerja di Puskesmas Tambak dirinya juga tidak pernah diberi honor sedikitpun. Namun, pihaknya tidak mempersoalkan hal itu. “Tapi saya kecewa kenapa sekarang saya diberhentikan dengan alasan yang disampaikan karena saya sering bolos tidak masuk kerja,” terang dia.

Dikatakan, setiap hari dirinya selalu masuk kerja dan melayani masyarakat yang berobat ke Puskesmas. Kalau tidak percaya, silahkan saja cek absensi yang ia lakukan setiap kali masuk kerja. “Ternyata kewajibanku terus yang dituntut, sedangkan hakku tidak pernah difikirkan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pegawai di UPT Puskesmas Tambak yang meminta namanya tidak dipublikasikan, menyatakan kinerja dr Nur Azizah selama ini sangat baik. Sehingga, dirinya juga mempertanyakan pemberhentian yang dilakukan puskesmas.

“Disayangkan bila diberhentikan hanya persoalan sentimen atasan saja sehingga dilaporkan sering bolos kerja, padahal kenyataannya bu dokter rajin masuk. Selama bertugas tidak pernah diberi honor, kok sekarang diberhentikan,”tuturnya.

Terpisah, dr Siti Azizah Kepala UPT Puskesmas Tambak dihubungi melalu telefon selulernya tidak dijawab. (bst)

Tanpa Alasan, Puskesmas Tambak PHK 16 Pegawai


Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Tambak kembali membuat keputusan kontroversial. Setelah melakukan penarikan uang gedung kepada salah satu pasien jamkesmas. Kali ini, puskesmas yang dipimpin dr Siti Azizah ini kembali membuat keputusan mengejutkan dengan memberhentikan 16 pegawainya tanpa alasan jelas.

16 orang pegawai sukarelawan Puskesmas Tambak yang di PHK sepihak tersebut terdiri dari 15 perawat di Unit Gawat Darurat (UGD) dan satu orang dokter di Poli Gigi. “Apa kesalahannya sehingga saya diistirahatkan sementara, sedangkan bila ingin masuk kembali diminta membuat surat lamaran ulang,” kata salah satu perawat yang enggan namanya disebutkan, kemarin.

Menurut dia, pemberhentian dirinya sebagai pegawai di Puskesmas Tambak hanya melalui lisan setelah pegawai PNS dan pegawai PTT menggelar rapat. Sampai saat ini, dirinya juga belum mengetahui alasan pemberhentian sementara ini. “Sebagian perawat yang diistirahatkan diminta membuat surat pernyataan permohonan maaf kepada pimpinan dengan tandatangan bermaterai,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dr Soegeng Widodo mengatakan tidak ada pegawai sukarelawan di UPT Tambak yang diberhentikan. Hanya saja, lanjut dia, mereka dikembalikan ke asalnya yakni di Puskesmas Pembantu. “Bukan diberhentikan hanya dikembalikan ke Puskesmas Pembantu,” ujarnya.

Terkait adanya pegawai yang tidak mendapatkan tempat di Puskesmas Pembantu, sampai saat ini pihaknya belum menerima informasi. Sedangkan dokter gigi diberhentikan karena laporannya sering bolos tidak masuk kerja. “Kalau dokter gigi memang karena kinerjanya kurang baik,” imbuh dia.

Sementara itu, dr Siti Azizah Kepala UPT Puskesmas Tambak belum bisa dimintai keterangan karena sedang tidak ada di kantor. Saat dihubungi melalui telefon selulernya juga tidak ada jawaban.(bst)

3 Pegawai Puskesmas Tambak Akui Tarik Pungli

Berdalih Kehabisan Obat dan Biaya Operasional 


Kasus pungutan liar (pungli) terhadap pasien jamkesmas di Puskesmas Tambak semakin meruncing. Kemarin, pimpinan Puskesmas Tambak turun langsung mengusut kasus tersebut. Hasilnya, tiga pegawai puskesmas mengakui telah melakukan pungutan dengan dalih ke- habisan obat dan biaya operasional.

Kepala Puskesmas Tambak dr Siti Azizah mengatakan pungli tersebut melibatkan satu dokter dan dua orang perawat. “Selama ini sudah disampaikan kepada seluruh pegawai Puskesmas Tambak agar tidak melakukan penarikan biaya apapun kepada pasien jamkesmas,” katanya, kemarin.

Menurut dia, penarikan biaya kepada pasien jamkesmas tersebut tanpa sepengetahuannya sebagai pimpinan puskesmas. “Bukan saya dan bukan perintah saya, dia melakukan penarikan karena tidak memperhatikan instruksi yang sudah saya sampaikan,” ujarnya.

Ditambahkan, pihaknya membantah bila pengembalian uang pungli tersebut lantaran dilabrak dewan. Tetapi, pengembalian tersebut atas perintah dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dr Soegeng Widodo. “Kepada pasien jamkesmas yang lainnya, bila jadi korban penarikan biaya pengobatan dipersilahkan untuk melaporkan secara tertulis,” pungkas dia.

Sementara itu, dr Arif salah satu pelaku pungli mengaku melakukan penarikan biaya kepada pasien jamkesmas tersebut lantaran obat-obatan di Puskesmas Tambak habis. Sehingga, pihaknya menawarkan kepada pasien untuk membeli obat. “Pembayaran sebesar Rp. 700 ribu untuk mengganti biaya obat yang dibeli oleh pasien,” terangnya.

Terkait dengan penarikan uang gedung, ini dilakukan lantaran tidak adanya biaya operasional untuk menghidupkan mesin genset yang saat itu mati. Sehingga, Puskesmas Tambak meminta seluruh pasien untuk iuran. “Bukan hanya pasien itu, tetapi seluruh pasien yang kami minta iuran untuk menyalakan listrik,” ujar perawat yang tidak mau disebutkan namanya. (bst)

Dilabrak Dewan, Puskesmas Tambak Kembalikan Pungli



Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Tambak akhirnya mengembalikan uang hasil pungutan liar (pungli) kepada pasien Jamkesmas, kemarin. Ini dilakukan setelah Kepala UPT Puskesmas Tambak dilabrak Anggota Komisi D DPRD Gresik Muntarifi.

Husnul, adik pasien Jamkesmas yang ditarik uang gedung membenarkan jika UPT Puskesmas telah mengembalikan uangnya. Pengembalian tersebut dilakukan langsung Kepala UPT Puskesmas Tambak dr Siti Azizah.

“Uang gedung yang ditarik sebesar Rp 165 ribu telah dikembalikan,” ujarnya, kemarin. Selain uang gedung, lanjut Husnul, uang pembelian obat sebesar Rp 700 ribu juga dikembalikan. “Jadi total uang sebesar Rp 865 ribu yang dikembalikan pihak puskesmas kepada kami,” ungkap dia.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Gresik Muntarifi mengaku memang sudah menghubungi dr Siti Azizah, Kepala UPT Puskesmas Tambak. “Kepala UPT. Puskesmas Tambak mengakui memang ada tarikan uang gedung kepada pasien jamkesmas, tapi dilakukan oleh anak buahnya,” katanya.

Dikatakan, pihaknya meminta kepada Kepala UPT Puskesmas Tambak untuk mengusut tuntas persoalan pungutan liar (pungli) yang selama ini lakukan. “Pasien jamkesmas yang semestinya mendapat pelayanan gratis, kok dipaksa bayar uang gedung,” ujarnya. (bst)

Puskesmas Tambak Tarik Uang Gedung Pasien Jamkesmas


Pungutan liar (pungli) di instansi pemerintah kembali terjadi. Salah seorang pasien jaminan kesehatan masyaraat (jamkesmas) diminta membayar biaya untuk perawatan yang dilakukan di Puskesmas Tambak. Padahal, sesuai ketentuan pasien jamkesmas tidak boleh dikenakan biaya sepeserpun.

Jamilah, 32, pasien jamkesmas dari Desa Klompanggubuk, Kecamatan Tambak menceritakan dirinya masuk Puskesmas Tambak pada Jumat (2/10) lalu lantaran menderita penyakit tipes. Setelah menjalani perawatan rawat inap selama 2 hari, akhirnya Jamilah pulang pada Minggu (4/10).

Namun, Husnul adik pasien mengaku terkejut ketika ditagih biaya petugas Puskesmas Tambak. Menurut dia, ini cukup aneh karena pasien yang mempunyai jamkesmas ternyata masih ditarik biaya. Setelah ditanyakan, alasan petugas Puskesmas Tambak untuk uang gedung. “Seperti masuk sekolah aja masuk Puskesmas, ternyata pasien yang seharusnya mendapatkan pelayanan gratis masih dibebani uang gedung,” katanya.

Dikatakan, kakaknya yang memiliki jamkesmas diminta membayar uang gedung sebesar Rp 165 ribu. “Ya saya bayar sesuai permintaan petugas Puskesmas Tambak,” paparnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr Soegeng Widodo, mengatakan pasien yang mempunyai Jamkesmas tidak dikenakan biaya sepeserpun bila masuk Puskesmas. Sehingga, pihaknya merasa heran dengan tindakan Puskesmas Tambak. “Kok aneh ada uang gedung di Puskesmas Tambak,” pungkasnya.

Sementara itu, dr. Azizah, kepala UPT. Puskesmas Tambak dihubungi via ponselnya aktif tapi tidak diangkat. (bst)

Klarifikasi Kepala Dinkes Gresik, Anggota Dewan Merespon Lucu

Media Bawean, 25 Juli 2015 

Kepala Dinas Kesehatan Gresik, dr. Soegeng Widodo memberikan klarifikasi lengkap terkait persoalan Kepala UPT. Puskesmas Tambak, drg. Siti Azizah yang diduga membolos tidak masuk kerja selama sebulan.

Menurutnya drg. Siti Azizah tidak masuk kantor sudah seizin dengan Kasubag TU UPT. Puskesmas Tambak (Moh. Azhar), karena harus menunggui orang tuanya yang sedang sakit di Rumah Sakit Semen Gresik. "Tetap memonitor UPT. Puskesmas Tambak melalui telepon dan sekarang dr. Siti Azizah sudah di Tambak,"katanya.

Menurutnya pemberitaan yang mengatakan drg. Siti Azizah bolos sebulan tidak benar karena yang bersangkutan sudah memberitahu kepada Kasubag TU Puskesmas Tambak, bahwa minta izin menunggui orang tuanya sakit di rumah sakit.

Merespon pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Gresik, H. Muntarifi, SE. sebagai anggota DPRD Kabupaten Gresik asal Pulau Bawean yang membidangi kesehatan (Komisi D) menyatakan lucu bila Kepala UPT. Puskesmas Tambak tidak masuk kerja lalu meminta izin kepada bawahannya (Kasubag TU di UPT. Puskesmas Tambak).

"Minta izin kok kepada bawahan, seharusnya permohonan izin disampaikan kepada atasan yaitu Kepala Dinas Kesehatan Gresik. Apalagi sesuai pernyataan dr. Soegeng Widodo sepertinya tidak mengetahui jika Kepala UPT. Puskesmas Tambak tidak masuk kerja dalam waktu yang lama,"katanya.

"Adapun menunggui orang tuanya yang sakit itu hal yang wajar, tapi seharusnya ada pemberitahuan kepada Kepala Dinas, selanjutnya Dinas menunjuk pengganti sementara untuk mengendalikan operasional di Puskesmas Tambak. Tidak bisa dikendalikan via telepon, apalagi menyangkut pelayanan kepada masyarakat umum,"tegasnya.

"Sungguh ironis sekian lama tidak masuk kerja lalu hanya cukup izin kepada Kasubag TU, lalu mengendalikannya cukup via telepon,"tuturnya.

Sementara ini, H. Muntarifi mengaku sudah menghubungi Kepala UPT. Puskesmas Tambak via handphone selulernya tapi tidak aktif.

Sebagai tindak lanjut atas adanya temuan, H. Muntarifi sebagai anggota komis D DPRD Kabupaten Gresik akan segera menggelar pertemuan bersama Kepala Dinas Kesehatan Gresik. (bst)

Kepala UPT. Puskesmas Tambak : Dimaklumi Karena Orang Tuanya Sakit

Media Bawean, 23 Juli 2015

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Soegeng Widodo dihubungi Media Bawean (kamis, 23/7/2015) terkait berita kepala UPT. Puskesmas Tambak yang bolos kerja selama sebulan sesuai informasi stafnya, menjelaskan tidak benar jika drg. Siti Azizah membolos selama sebulan lamanya.

"Setelah dilakukan klarifikasi, bersangkutan mengatakan seringkali pulang pergi Pulau Bawean Gresik disebabkan orang tuanya sedang sakit dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Semen Gresik,"katanya.

"Sehubungan orang tuanya sedang sakit, maka dimakluminya seringkali berlayar Gresik - Pulau Bawean,"paparnya.

"Adapun drg. Siti Azizah membolos tanggal 15 Juli 2015 (terakhir kerja kantor) dan 22 Juli 2015 (mulai awal kerja kantor), maka sanksi akan diberikan kepadanya,"jelas dr. Soegeng Widodo.

Lebih lanjut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik menerangkan bahwa di UPT. Puskesmas Tambak, selain drg. Siti Azizah, memang ada salah satu dokter yang sering bolosan dan meninggalkan tugas, tapi sekarang sudah dalam proses penanganan Dinkes termasuk ditangani oleh BKD Gresik.

Sesuai informasi lanjutan dari staf di UPT. Puskesmas Tambak membenarkan drg. Azizah memang sempat datang dan ngantor saat awal bulan puasa ramadhan. Setelah itu beliau tidak pernah masuk kantor sampai sekarang. (bst)

Terima Kasih Puskesmas Tambak Melayani Gratis Azhar Abidin ke RSUD

Media Bawean, 19 Mei 2015



Azhar Abdin (15 Th.) pasien berstatus anak yatim piatu asal Paginda Sukaoneng, Tambak, Pulau Bawean, Gresik kembali dirujuk ke RSUD Ibnu Sina sehubungan kondisinya kembali sakit setelah menjalani rawat kontrol selama 3 bulan lamanya.

Didampingi kakak dan perawat dari Puskesmas Tambak, Azhar Abidin dirujuk kemarin (hari senin, 18/5/2015), naik kapal Express Bahari 1C dari Pulau Bawean tujuan Gresik yang mendapatkan tiket gratis.

Perawat asal Puskesmas Tambak yang mendapingi Azhar Abidin mengatakan seluruh pembiayaan selama rawat inap di Puskesmas Tambak termasuk pendampingan pasien sebesar Rp. 800 ribu digratiskan setelah mendapatkan sumbangan secara urunan oleh keluarga besar Puskemas Tambak.

H. Abdurrahman, bendahara Bawean Peduli mengucapkan terima kasih atas pelayanan gratis yang diberikan oleh Puskesmas Tambak, termasuk biaya pendampingan perawat yang disumbang hasil urunan dari pegawai Puskesmas Tambak.

Perlu diketahui, Azhar Abidin mendapat pelayanan gratis dari RSUD Ibnu Sina Gresik melalui SPM yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Gresik, serta kerjasama yang baik bersama RSUD Ibnu Sina melalui Bapak Maftukhan Tomy. 

Sedangkan penyakit yang dideritanya sesuai rekam medis yaitu ginjal bocor sehingga memerlukan perawatan yang intensi. (bst)

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean