Peristiwa    Politik    Sosial    Budaya    Seni    Bahasa    Olahraga    Ekonomi    Pariwisata    Kuliner    Pilkada   
300x210
adsbybawean
Tampilkan postingan dengan label RADAR GRESIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RADAR GRESIK. Tampilkan semua postingan

Kabag Humas Datangi Biro Radar Bawean


Biro Radar Gresik di Pulau Bawean mendapat tamu istimewa. Dialah Kabag Humas Pemkab Gresol, Suyono.

Pak Yono demikian dia disapa sempat melihat perpustakaan Bawean di kantor Radar yang letaknya di jantung kota Sangkapura.

Suyono mengatakan bangga koran Radar Gresik sudah merambah luas di Pulau Bawean. Dia berharap hubungan kemitraan antara pemerintah dan Radar Gresik bisa terjalin dengan baik.

Yono berharap, Radar Gresik ikut berperan dalam mempromosikan wisata Bawean. Setidaknya, satu berita setiap hari memuat soal wisata bawean.

Ini bagian dari ikut mempromosikan Pulau Bawean, khusus pengembangan pariwisata,”paparnya. (bst)

Wabup Moch Qosim Resmikan Kantor Radar Bawean





Wakil Bupati Gresik Moch Qosim meresmikan pembukaan Kantor Radar Gresik biro Bawean, kemarin. Beroperasinya kantor Radar Gresik di Jalan Pendidikan 88 Kecamatan Sangkapura ini diharapkan bisa bermanfaat untuk penyampaian informasi kepada masyarakat.

Di Kantor Radar Gresik biro Bawean, Wabup Moch Qosim didampingi Camat Sangkapura Abdul Adim, Kapolsek AKP Tulus, dan sejumlah pejabat Pemkab Gresik yang ikut dalam rombongan.

Dalam sambutannya Wabup Qosim berharap Radar Bawean menjadi media sesuai kebutuhan masyarakat Pulau Bawean. “Bagus dong, di Pulau Bawean sudah ada Radar Gresik yang dilengkapi kantor Biro Bawean,”katanya.

Sebagai media massa di Pulau Bawean, semoga Radar Gresik bisa menjadi penyambung kebutuhan masyarakat kepada pemerintah. Apalagi menurutnya Pulau Bawean sudah dicanangkan sebagai Bali-nya Jawa Timur oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Lebih lanjut Wabup Gresik menjelaskan Bawean jadi Bali-nya Jawa Timur bukan meniru seperti di Pulau Bali. Tapi kedepan potensi pariwisata akan dikembangkan dengan berpegang teguh kepada kearifan lokal di Pulau Bawean. “Khususnya harapan tokoh ulama menjadi acuan pemerintah dalam pembangunan wisata di Pulau Bawean,” jelasnya.

Radar Bawean menurut Abdul Adim Camat Sangkapura merupakan satu-satunya media yang mempunyai kantor di Pulau Bawean. “Kehadirannya memberikan sumbangsih besar untuk memberitakan seluruh peristiwa ataupun keberhasilan pemerintah kabupaten Gresik membangun Pulau Bawean,”ujarnya.

Camat berharap Radar Gresik segera beredar luas di Pulau Bawean. “Tentunya instansi sangat membutuhkan sebagai bacaan khusus di kantornya, untuk memperoleh informasi cepat, akurat dan terpercaya,” pungkasnya.

Pemimpin Redaksi Radar Gresik, Aries Wahyudianto dalam kesempatan itu menjelaskan, Radar Gresik biro Bawean sebenarnya beroperasi sejak November 2015. Namun secara resmi dibuka kemarin oleh Wabup Moch Qosim. “Radar Bawean dipimpin oleh Kepala Biro, yakni Abdul Basit. Di biro ini, ada 2 orang wartawan yang setiap hari menginformasikan kegiatan dan kejadian seputar Bawean,” kata Aries.

Ditambahkan, Biro Bawean nantinya akan mengakses seluruh informasi yang ada di Bawean. “Harapan kami, dengan hadirnya Radar Gresik biro Bawean, akses informasi di Pulau Bawean semakin terbuka luas. Pada akhirnya Pulau Bawean semakin dikenal masyarakat dan berimbas pada pertumbuhan ekonomi masyarakatnya. Ini sejalan dengan harapan Bupati Sambari dan Wabup Moch Qosim yang menginginkan seluruh wilayah di Kabupaten Gresik maju bersama,” pungkas Aries. (bst)

Dhurung Bawean Nasibmu Kini
Unik Diburu Kolektor Mancanegara

Media Bawean, 5 April 2014

Satu per satu ciri khas budaya masyarakat Kepulauan Bawean terancam punah. Salah satunya bangunan adat Dhurung atau bangunan tempat beristirahat yang ada di depan rumah. Sebagian besar bangunan Dhurung peninggalan nenek moyang warga Bawean kini menjadi buruan kolektor bangunan antik, dari dalam maupun luar negeri.

BAWEAN memang memiliki keunikan dibanding wilayah lain di Kabupaten Gresik. Karena lokasinya yang terpisah 81 mil laut di Utara Pulau Jawa serta Gresik daratan, Kepulauan Bawean memiliki ciri khas untuk mengenal budaya masyarakatnya.

Jika di Pulau Jawa, khususnya warga Jawa Timur dan Jawa Tengah, mereka memiliki rumah adat Joglo lengkap dengan bayang atau tempat berkumpul, hal serupa juga ada di Kepulauan Bawean. Di Bawean, rumah adat mereka bisa diketahui dengan keberadaan Dhurung.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Olah Raga Gresik, Siswadi Aprilanto menjelaskan, Dhurung adalah nama dari sebuah gubuk tak berdinding yang terbuat dari kayu atau bambu. Atapnya berupa rumbai yang terbuat dari daun pohan yang dalam bahasa Bawean disebut pohon dheun.

Dalam tradisi masyarakat Bawean, bangunan Dhurung ini digunakan sebagai tempat beristirahat, menghilangkan lelah sehabis pulang dari sawah atau ladang.

Seperti halnya bayang dalam rumah adat Jawa, maka Dhurung ini juga menjadi tempat sosialisasi dengan tetangga sekitar atau tetangga kampung. Bahkan, tak jarang, digunakan sebagai tempat untuk mencari jodoh.

Biasanya, tempat ini diletakkan di depan atau di samping rumah. Terkadang, jika ukurannya besar, Dhurung ini berfungsi ganda. Selain fungsi di atas, separuhnya atau di bagian atasnya dibuat sebagai lumbung padi.

Di beberapa perkampungan lama di Kepulauan Bawean, baik yang ada di Kecamatan Sangkapura maupun Tambak, Dhurung hampir pasti dibangun di setiap rumah. Hal ini juga menunjukkan identitas dan pergaulan sosial pemiliknya. Mereka membuat Dhurung untuk melestarikan peninggalan nenek moyang, juga sebagai tempat mereka bersosialisasi.

Abdul Basit, tokoh muda Bawean menyebut, bangunan Dhurung punya nilai seni ukir yang indah dan tidak bisa ditiru. Juga memiliki fungsi serba guna. Masing-masing sebagai lumbung tempat penyimpanan padi dan tempat beristirahat. Ini disebabkan, bangunan Dhurung biasanya bersatu, antara tempat istirahat dan tempat penyimpanan padi.

Sebagai tempat penyimpanan padi, Dhurung juga dilengkapi jhelepang -semacam jebakan yang tidak bisa dilewati tikus sebagai hama pengganggu tanaman padi.

Hanya saja, saat ini keberadaan Dhurung di Kepulauan Bawean sudah jarang terlihat. Terutama, di pemukiman yang baru dibuka dan penghuninya yang mayoritas pasangan muda. Mereka mulai meninggalkan tradisi membangun Dhurung sebab tidak memiliki area sawah untuk menyimpan padi, serta lahan tempat tinggalnya yang terlalu sempit.

Menurut Abdul Basit, warga Bawean yang memiliki bangunan Dhurung tinggal 30 persennya saja. “Sebagian besar dibeli warga pendatang, dibawa keluar Kepulauan Bawean,” katanya. Dulu, di tahun 1980-an, hampir setiap rumah, memiliki Dhurung yang dibangun di depan rumah. Namun, sebagian besar saat ini sudah menghilang.

Bangunan itu sebenarnya tidak hilang, namun dijual seharga Rp 5 juta - Rp 6 juta kepada warga Bawean lainnya maupun warga pendatang. “Kelangkaan Dhurung di Kepulauan Bawean secara otomatis menaikkan harganya ,”jelas Abdul Basit. (*/ris/c4)

Sumber : Radar Gresik

Molor Lagi, Warga Bawean Kecewa

Media Bawean, 26 November 2013

Warga Bawean merasa kecewa dengan belum tuntasnya pembangunan lapangan terbang (Lapter). Pasalnya, mereka sudah menunggu dari tahun 2009 hingga sekarang belum tampak tanda-tanda proyek tersebut akan selesai. “Lapangan terbang itu, dijanjikan selesai 2009 tapi sampai sekarang belum kelar-kelar juga,” kata warga desa Teluk Bawean Sahirul Anam kemarin (25/11).

Dikatakan, Pemerintah telah berjanji akan menyelesaikan lapter itu tahun ini. “Katanya pertengahan tahun ini sudah selesai, tapi sudah mau habis tahunnya tetep nihil,” keluh dia.

Anam menambahkan, pihaknya berharap pemerintah segera menyelesaikan pembangunan lapter tersebut. Tujuannya agar mempermudah akses warga menuju daaerah lain. “Untuk membantu meningkatkat mobilitas warga, harapannya lapter segera selesai,” ujarnya.

Sementara itu, Pemkab Gresik melalui Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Agus Setyo Pambudi mengatakan, saat ini pihaknya masih mengupayakan agar proyek lapter segera selesai. “Pembangunan Lapter saat ini sudah mencapai 98 persen,” ungkapnya.

Kendala pembangunan Lapter menurut Agus karena masih adanya beberapa lahan yang belum selesai dibebaskan. “Saat ini kami masih mengupayakan semua lahan untuk menuju 100 persen segera tuntas,” ungkap Agus.

Selain itu kendala pembebasan karena adanya lahan konversi. Dimana menurut Keputusan Presiden (Keppres) nomor 32 tahun 1979 adanya kesempatan bagi pemilik lahan itu untuk mengkonversikan menjadi hak milik sesuai UUPA sampai tahun 1980.

“Jika tidak dikonversikan sampai tahun 1980 maka pemerintah boleh mengambilnya, namun ada aturan lain yang harus memberikan kompensasi,” ujar Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Yusuf Anshori.

Terkait pengoperasiannya nanti, pihak Pemkab menunggu koordinasi dengan Dinas Perhubungan Jawa Timur. “Untuk mengoperasikannya, Pemkab masih kekurangan sumberdaya manusia, sehingga perlu koordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi, ujar Agus. (rof/rtn) 

Sumber : Radar Gresik

Pesona Obyek Wisata Pulau Bawean
Sumber Air Panas Gratis

Media Bawean, 19 September 2013

Pulau Bawean memiliki ragam kekayaan alam. Salah satunya pemandian air panas. Selain tempat wisata pemandian ini juga berfungsi sebagai sarana terapi kesehatan.

BERWISATA identik dengan biaya yang besar. Namun tidak berlaku bila melakukan wisata ke PulaBawean. Sebab, di pulau yang terletak 120 km dari Gresik daratan ini, terdapat banyak tempat wisata murah meriah, bahkan gratis.

Salah satu tempat wisata itu adalah pemandian air panas yang terletak di Dusun Kebun Daya, Desa Sawah Mulya, Kecamatan Sangkapura. Di pemandian air panas yang bersumber dari mata air alami ini, para wisatawan bisa berendam air panas dengan gratis.

Selain gratis, pemandangan di sekitar sumber air panas tersebut juga cukup indah. Sebab, sumber mata air tersebut berada di antara deretan bebukitan, serta persawahan. Setidaknya, terdapat 4 titik sumber air panas di lokasi berbeda, yang masih berada di dalam wilayah Desa Sukamulya, Kecamatan Sangkapura.

Sebenarnya, pemandian air panas tersebut tidak terlalu luas. Sebab, kolam tersebut hanya muat untuk 3 orang.

Iwan Kurniawan (34) salah seorang warga setempat mengatakan, kolam air panas itu berukuran kecil karena warga memang hanya membangunnya seadanya. Menurutnya, bagian yang ditambahkan oleh warga itu hanya berupa dinding pembatas, serta lantai yang terbuat dari semen. “Yang penting, saat mandi tidak terlalu kelihatan dari luar,”terangnya.

Sejak awal, warga setempat memang tidak berniat menjadikan sumber air panas itu sebagai pemandian umum, terlebih sebagai tempat wisata. “Kami inginnya ya cuma untuk mandi warga sekitar Desa Sawah Mulya saja,”jelas Iwan.

Kendati demikian, Iwan menambahkan, warga tidak melarang bagi siapapun untuk mandi di sumber air panas tersebut. “Tidak terkecuali untuk para wisatawan, monggo kalau mau mampir, dan dijamin gratis,”tuturnya sambil tersenyum.

Hal senada juga disampaikan oleh Hamid (22). Selama ini, pemandian air panas di tempat itu sudah sering dikunjungi oleh para wisatawan dari luar Bawean.

Para wisatawan tersebut tertarik selain karena gratis, juga dikarenakan manfaat yang terkandung dalam pemandian air panas itu. “Kalau mandi di sini katanya penyakit semacam linu, rematik itu bisa berkurang atau hilang,”jelasnya.(*/rtn/ris)

Sumber : Radar Gresik

Honor Perangkat Desa di Gresik
Tahun Depan Naik, 1,74 Juta Perbulan

Media Bawean, 27 Agustus 2013

Bupati Sambari Halim Radianto berencana menaikkan honor perangkat desa. Nantinya honor pembantu kepala desa ini setara dengan Upah minimum Kabupaten (UMK) Gresik Rp 1,74 juta perbulan.

Dalam acara Pengukuhan Pengurus Asosiasi Kepala Desa(AKD), Sambari menegaskan, kenaikan honor Perangkat desa mulai diberlakukan tahun depan. Menurutnya, tujuan kenaikan honor untuk memotivasi kinerja para perangkat desa.

“Kalau sudah naik maka honor perangkat desa tersebut nantinya bisa setara gaji PNS golongan IIa. Selain mendapat honor setara PNS golongan IIa, anda mempunyai masa tugas sampai umur 60 tahun” katanya.

Bupati juga berharap, para kades bersikap netral dalam pelaksanaan Pemilu. “Saya tahu anda mempunyai pilihan dan punya hak memilih, tapi sebagai Kepala Desa anda harus bersikap Netral di mata masyarakat anda” ujarnya.

Ketua AKD Kristono mengatakan, pihaknya senang dengan rencana kenaikan tersebut. Karena Kepala Desa Iker-Iker Geger, Kecamatan Cerme tersebut, pihaknya prihatin dengan honor mereka selama ini. ”Karena kami sendiri tidak mampu untuk memberikan tunjangan tambahan, maka kami tidak menugaskan mereka dengan pekerjaan yang terlalu berlebihan” katanya.

Terkait himbauan agar Kades Netral, Kristono mendukung himbauan tersebut. Menurut Alumni Fakultas Tehnik UMM Malang, apabila kades tak bisa bersikap netral, maka akan terjadi ketidak harmonisan di masyarakat desa tersebut.”Karena masyarakat desa masing-masing punya kepentingan, maka di desa tersebut banyak sekali warna. Maka kalau kita condong pada salah satu kepentingan maka akan terjadi ins- tabilitas”katanya.(rtn/ris)

Sumber : Radar Gresik

Alat Coblos Pilgub Belum Terkirim
KPU Akan Menggunakan Helikopter

Media Bawean, 27 Agustus 2013

Pelaksanaan coblosan pemilihan gubernur (Pilgub) di Bawean terancam gagal. Penyebabnya hingga H-3, pengiriman peralatan coblos ke Bawean gagal dilakukan. Gara-garanya cuaca buruk yang memaksa pelayaran ke pulau berjarak 81 mil laut dihentikan.

Untuk mengantisipasi situasi terburuk, KPUD Kabupaten Gresik berencana mengirim logistik coblosan menggunakan helikopter. Untuk itu, KPUD masih berkoordinasi dengan KPUD Jawa Timur yang sudah mengajukan permohonan bantuan helikopter ke TNI AL.

Komisioner KPU Divisi Teknis dan Penyelenggaraan Pemilu, Akhmad Roni menyebutkan, ada 183 TPS di Kecamatan Sangkapura dan Tambak, Bawean yang belum mendapatkan alat coblos. Properti itu merupakan komponen dari 36 item barang-barang yang seharusnya menjadi satu paket dalam kotak suara.

“Kami kesulitan mengirim ke Bawean, karena pelayaran ditutup oleh otoritas pelabuhan akibat cuaca buruk,” kata Roni.

Dikatakan, dalam koordinasi dengan KPU Jawa Timur, pihaknya masih menunggu dua hari ini. Jika dalam hari ini cuaca masih tidak memungkinkan untuk dilakukan pendistribusian melalui jalur laut, maka akan di distribusikan melalui jalur udara.

“Kami akan mengirim menggunakan helikopter. Helikopter masih diupayakan oleh KPU Jatim dengan meminta bantuan ke TNI AL,” tutur Roni.

Kendati demikian, Roni masih belum bisa berani berbicara soal teknis pengiriman. Sebab, nantinya hal itu masih akan dirapatkan lagi dengan KPU Propinsi. “Yang pasti ada 366 alat coblosan Bawean yang masih tersimpan di gudang. Untuk 1 TPS akan diberikan 2 alat coblos,” kata Ahmad Roni.

Sesampainya di Pulau Bawean nanti, lanjut Roni, alat coblos tersebut akan didistribusikan oleh anggota Panitia Pemungutan tingkat kecamatan ke Anggota Panitia Pemungutan tingkat desa.

Terpisah, Kasi Kepelabuhanan Adpel Gresik, Nanang Affandi mengatakan, memang saat ini pihaknya tidak mengelurkan ijin berlayar, karena saat ini gelombang masih tinggi. “Kami memang tidak mengeluarkan ijin berlayar, karena ombaknya sampai hari ini masih tinggi, sekitar 4 meter,” terangnya. (fir/ris)

Sumber : Radar Gresik

Gelombang Laut Tinggi 4 Meter,
Adpel Melarang Kapal Berlayar

Media Bawean, 27 Agustus 2013

GELOMBANG tinggi di Laut Jawa diperkirakan terus berlangsung hingga akhir pekan ini. Dampaknya, ribuan calon penumpang pelayaran Gresik-Bawean tertahan di Gresik maupun di Bawean.

Hingga kini Otoritas Kepelabuhanan Gresik belum mengeluarkan izin berlayar. Menurut Kasi Kepelabuhanan Adpel Gresik, Nanang Afandi, saat ini tinggi gelombang di laut Jawa mencapai 4 hingga 5 meter. Karena cukup tinggi, pihaknya tidak berani mengeluarkan izin untuk kapal yang mempunyai tinggi lambung dibawah 3 meter.

“Gelombang pada seminggu terakhir ini 4-5 meter, makanya kami tidak mengeluarkan ijin berlayar untuk kapal yang memiliki tinggi lambung dibawah 3 meter,” tuturnya saat ditemui diruangannya, Senin (26/8) kemarin.

Nanang juga tidak berani memastikan kapan gelombang dilaut jawa akan kembali normal. “Saya masih belum berani memastikan kapan akan kembali normal,”tambahnya

Soal pelayaran ke pulau Bawean, pihaknya sudah menginformasikan hal ini kepada Dinas Perhubungan. Kemudian Dinas Perhubungan meminta bantuan PT Dharma Lautan Utama(DLU). Hanya saja, kapal PT DLU rata-rata hanya setinggi 3 meter.(fir/ris) 

Sumber : Radar Gresik

Ribuan Penumpang Kapal Laut
Kandas di Gresik, Terisolasi di Bawean

Media Bawean, 26 Agustus 2013


Untuk kesekian kalinya, aktivitas pelayaran di wilayah pelabuhan Gresik kembali lumpuh total. Bahkan, diprediksi, penutupan kali ini bakal berlangsung lama. Penyebabnya, cuaca buruk di perairan Laut Jawa.

KONDISI itu yang membuat kondisi pelayaran baik barang maupun penumpang rute Bawean, terancam lumpuh. Hal itu juga mulai berimbas terhadap situasi di pelabuhan Gresik. Mayoritas kapal di sana terpaksa mandeg total. Imbasnya, dua pelabuhan itu pun terancam overload.

Kasie Kepalabunanan Adpel Gresik, Nanang Afandi membenarkan kondisi perairan Laut Jawa sedang tidak bersahabat. Dari perkiraan terakhir BMKG (Badan Meteorologi, Geofisika. dan Klimatologi) menyebutkan, ketinggian gelombang maksimal dipredikis berkisar antara 2,5 hingga empat meter.

Bahkan, dari data BMKG, kondisi ini diprediksi bakal berlangsung hingga pekan depan. Paling cepat, situasi baru normal pada 29-30 Agustus nanti.

“Situasi itu yang akhirnya kami putuskan untuk kembali menerbitkan larangan berlayar. Tak hanya bagi kapal penumpang, aktivitas pelayaran untuk kapal barang kecil dan sedang juga dihentikan,” kata Nanang.

Larangan itu membuat ratusan kapal barang terpaksa tak bisa berlayar. Bahkan, kondisi pelabuhan kini mulai menumpuk. Pasalnya, sejumlah distribusi barang lewat jalur itu mandeg. ”Kondisinya memang tidak memungkinkan. Karena itu, kami terpaksa harus menunggu. Semoga saja bisa segera normal. Sebab, jika tidak, barang-barang kiriman ini bisa rusak,” kata Imam, salah satu awak kapal barang menuju Bawean.

Situasi transportasi penumpang rute Gresik-Bawean juga kembali lumpuh total. Sejak Kamis lalu, seluruh pelayaran baik dari Gresik maupun Bawean dihentikan total.

Seperti biasanya, penumpukan penumpang juga mulai terjadi di area pelabuhan Gresik. Bahkan, dari informasi yang dihimpun, saat ini jumlah penumpang terlantar sudah tembus angka 1.000 penumpang.

Pemkab masih menunggu situasi terakhir. Jika tidak memungkinkan, mereka berencana kembali menyiapkan armada bantuan kapal bagi para penumpang. ”Tim dari Dishub masih terus memantau perkembangan terakhir. Jika tidak ada penurunan, kita upayakan nanti ada bantuan kapal besar,” kata kabaghumas Agus Setya Pambudi. (yud/ris)

Sumber : Radar Gresik

Polisi Buru Pengedar Narkoba
ke Pulau Bawean

Media Bawean, 20 Agustus 2013

JAJARAN Sat Reskoba Polres Gresik mengirimkan4 anggotanya ke Bawean. Mereka akan melacak terhadap jaringan peredaran narkoba di Pulau Bawean, serta menangkap pelakunya.

Berdasarkan salah seorang sumber yang tidak mau disebut namanya, polisi tengah menindaklanjuti penangkapan tersangka M Kayistaquiddin (24). Warga Desa Gunung Teguh, Kecamatan Sangkapura yang tertangkap basah sedang membawa sabu-sabu menjelang Hari Raya Idul Fitri. Sehingga, polisi sangat yakin jika tersangka memiliki jaringan lainnya, yang memasok barang haram tersebut kepada tersangka.

Kasat Reskoba Polres Gresik AKP Sutopo adanya penugasan terhadap anak buahnya itu. Sayangnya, Sutopo menyatakan, sebenarnya pengiriman 4 orang anggotanya itu lebih kepada tujuan untuk melakukan pemeriksaan terhadap para saksi. “Jadi tidak dalam rangka memburu,”jawabnya diplomatis.

Bawean juga sempat digemparkan dengan penangkapan tersangka pembawa sabu-sabu seberat 1,59 kg, dengan inisial Spn, oleh petugas Imigrasi Batam, 3 April 2013 lalu.

Namun, menurut sumber informasi yang dihimpun oleh Radar Gresik, saat ini tersangka telah dibebaskan. Sebab, masa penahanannya telah habis, sebelum kejaksaan menerima pelimpahan perkaranya. Saat ini, tersangka Spn sedang berada di Bawean, dan tidak bisa keluar negeri karena paspornya ditahan oleh aparat berwajib. “Makanya, mungkin saja tujuan polisi kesana untuk menemui dia (Spn),”bebernya sambil mewanti-wanti untuk tidak menuliskan namanya di koran.(jan/ris)

Sumber : Radar Gresik

KPU Gresik Memprioritaskan
Pengiriman Logistik Pilgub ke Bawean

Media Bawean, 17 Agustus 2013 


Untuk menghindari keterlambatan pengiriman, Komisi Pemilihan Umum(KPU) Gresik memprioritaskan pengiriman logistik ke Bawean. Selain jaraknya cukup jauh, kondisi cuaca yang tidak menentu menyulitkan proses pengiriman logistik melalui pelayaran kapal.

Komisioner KPU, M Sadili mengatakan, distribusi logistik Pilgub di Bawean memang butuh penanganan ekstra. Pihaknya telah menjadwalkan, pengiriman bakal dimulai awal pekan depan. Hanya saja, hingga kini, lembaga penyelenggara Pilgub itu belum men- dapat konfirmasi soal kepastian distribusi itu. Pasalnya, hingga kini, kondisi cuaca dan perairan Gresik-Bawean belum bisa diprediksi.

”Sebenarnya, sesuai jadwal, distribusi logistik sudah siap. Namun, karena belum adanya kepastian, kami belum bisa memastikan,” kata M Sadili.

Dikatakan, saat ini, seluruh logistik untuk pelaksanaan Pilgub sendiri sudah diterima KPU Gresik. Mulai dari kotak suara, surat suara hingga seluruh formulir yang dipakai dalam perhelatan coblosan Pilgub mendatang.(yud/ris)

Sumber : Radar Gresik

Arus Balik Lebaran dari Bawean
Pemkab Gresik Minta Bantuan DLU

Media Bawean, 14 Agustus 2013

Ribuan warga Bawean yang hendak balik ke Gresik menggunakan pelayaran kapal hingga kini tertahan. Itu terjadi setelah gelombang tinggi di perairan Jawa memaksa Administrator Pelabuhan (Adpel) menghentikan pelayaran.

Kondisi itu memaksa Pemkab Gresik untuk mendatangkan tiga armada kapal bantuan milik swasta. Jika tidak, jumlah penumpang yang terlantar dan tertahan di Bawean semakin menumpuk.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik Ahmad Nurudin menyebutkan, penutupan jalur transportasi Gresik-Bawean sebenarnya dilakukan sejak Senin lalu. Larangan berlayar disampaikan Adpel Gresik terhadap kapal MV Tungkal Samudera yang hendak berlayar menuju Bawean.

Namun Adpel Bawean masih mengizinkan kapal Express Bahari (EB) berlayar menuju Gre- sik. “Larangan baru efektif , sejak kemarin, seluruh layanan transportasi massal dihentikan total,” kata Ahmad Nurudin.

Larangan itu berimbas pada penumpukan penumpang dari Bawean. Dari laporan yang diterima Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik, hingga kini sedikitnya ada 3 ribu penumpang yang masih tertahan di pulau sejauh 80 mil itu.

Dari jumlah itu, tak sedikit calon penumpang merupakan pemudik yang hendak balik ke luar negeri. ”Padahal, kami sudah harus berangkat ke Malaysia dua hari lagi. Jika tidak, tiket kami hangus,” kata Abdul Manaf, salah satu pemudik.

Gara-gara itu pula, kemarin, Dishub Gresik akhirnya memutuskan untuk mendatangkan armada kapal bantuan. Tak tanggung-tanggung, ada tiga kapal yang bakal dioperasikan mulai hari ini.

Lebih lanjut Achmad Nuruddin menjelaskan, tiga kapal itu didatangkan dari PT DLU. ”Ketiga kapal itu sudah mulai diberangkatkan menuju pulau Bawean. Mulai besok (hari ini,`Red) arus balik sudah mulai dilakukan,” katanya kemarin.

Untuk pelayaran Rabu pagi, dijadwalkan KM Dharma Kencana berkapasitas 1.100 penumpang diberangkatkan dari pelabuhan Bawean menuju Tanjung Perak, Surabaya sekitar pukul 20.00.

Sementara itu, untuk besok (15/8), kapal Kirana I dijadwalkan bakal mengangkut penumpang arus balik sekitar pukul 08.00. ”Jika tidak cukup, kapal Satya Kencana sudah disiapkan di sana untuk mengangkut sisa penumpang yang belum terangkut,” katanya.

Diproyeksikan, tiga kapal bantuan itu bisa mengangkut seluruh calon penumpang yang masih tertahan di sana. ”Tapi, jika masih kurang, kita siapkan tambahan operasi,” kata Nuruddin.(yud/rtn/ris)

Sumber : Radar Gresik

Penangkaran Rusa Bawean
Akan dikelolah Pemkab Gresik

Media Bawean, 31 Juli 2013

Pemerintah Kabupaten Gresik berencana mengambilalih pengelolaan penangkaran rusa Bawean di Kecamatan Sangkapura.

Penangkaran rusa Bawean di Beto Gebang, Pudakit Timur itu dinilai kurang optimal jika dikelola secara pribadi.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto saat mengunjungi pulau Bawean akhir pekan lalu mengatakan, pihaknya memang berniat mengelola lokasi tersebut. “Tujuannya untuk melestarikan rusa-rusa ini. Sebab, selama ini masih di kelola secara pribadi,” kata Sambari.

Sambari mengatakan, penangkaran Rusa Bawean memiliki banyak potensi untuk dikembangkan, utamanya sebagai obyek wisata ungggulan di Jawa Timur. “Penangkaran rusa Bawean ini memiliki potensi untuk dikembangkan, dan ini akan menjadi obyek wisata unggulan di Jawa timur,” tambahnya

Sudirman, pemilik penangkaran rusa saat dikonfirmasi, mengatakan, pihaknya memang ingin melepas penangkaran rusa kepada siapapun yang berminat sebagai investor.

“Silahkan, bagi mereka yang berminat mengembangkan obyek wisata di Bawean, khususnya pemerintah daerah untuk mengelolahnya. Dengan membebaskan semua lahan tanah di Penangkaran Rusa Bawean,” katanya.

Sudirman mengaku, potensi sangat layak dikembangkan, bila investor ataupun pemerintah daerah mengelolah secara baik. Ini tentunya akan menghasilkan kontribusi besar kedepan.(fir/ris)

Sumber : Radar Gresik

Batal Berlayar ke Pulau Bawean,
Ratusan Penumpang Kapal Berang

Media Bawean, 23 Juli 2013


Suasana Pelabuhan Gresik tiba-tiba memanas. Ratusan calon penumpang kapal Tungkal Samudra yang akan berlayar ke Bawean berang. Sebab, kapal tersebut tidak jadi berlayar ke Bawean, karena cuaca buruk sedang melanda perairan di sekitar Pelabuhan Gresik.

Tak ayal, para penumpang yang sudah berada di atas kapal merasa sangat kecewa. Mereka juga memaki petugas Adpel Gresik. Tidak hanya itu, mereka juga membanting barang bawaan mereka keluar kapal dengan nada kesal.

Mereka berang karena pemberitahuan yang dilakukan oleh Adpel Gresik dinilai terlalu mendadak. Zulkarnaen (31) asal Sangkapura menyatakan, apa yang dilakukan oleh Adpel Gresik adalah sebuah tindakan yang semena-mena. "Kami sudah masuk di dalam kapal, baru diberitahukan, kenapa tidak dari kemarin-kemarin,"tukasnya.

Selain itu, akibat penundaan itu, Zulkarnaen mengaku harus mengeluarkan biaya tambahan untuk keperluan hidupnya selama di Gresik. "Saya juga tidak tahu harus tambah biaya berapa, karena kapan kapal berangkat saya juga tidak tahu," ucapnya kesal.

Sementara itu, Kasi Kepelabuhanan Adpel Gresik Nanang Affandi membenarkan, jika adpel memang melarang semua kapal untuk berlayar ke Bawean. Kebijakan itu diambilnya dengan pertimbangan kondisi cuaca buruk. "Barusan kami memang mendapatkan informasi dari BMKG, jika ketinggian gelombang di laut Jawa mencapai 2,5 meter," paparnya.(jan/rtn/ris) 

Sumber : Radar Gresik

Cuaca Buruk di Perairan Laut Jawa
Mahasiswa Nyaris Gagal Wisuda

Media Bawean, 5 Juli 2013

Cuaca memburuk di perairan Laut Jawa membuat aktivitas masyarakat di Bawean terganggu. Bahkan, sejumlah mahasiswa sebuah PTS di Gresik asal Bawean nyaris tidak bisa mengikuti wisuda gara-gara kapal tidak berlayar.

Wakil Ketua II STIT Raden Santri, Abdul Munif menyebutkan, penyelenggaraan pendidikan kampusnya ada di Kota Gresik dan Bawean. “Penyelenggaran pendidikan di Bawean sudah di mulai pada 1991. Kita disana atas perintah dari Kemeterian Agama saat itu,” ujar

Anggota DPR RI, Iskandar Syaikhu yang hadir dalam acara itu mengatakan, jarak Bawean-Gresik sejauh 80 mil laut dihadapkan pada sejumlah kendala. Dia memaklumi jika ada

Syaichu menjelaskan, mestinya pemerintah memberi perhatian kepada pendidikan di Pulau Bawean. Khususnya pendidikan tinggi. “Negara tidak hadir disana untuk menjalankan konstitusi dalam kewajibannya mencerdakan bangsa.

Maka, kehadiran STIT merupakan upaya membantu pemerintah dalam menjalankan amanah konstitusi,” terang dia. (fir/ris)

Terlanjur Naik, Kapal Batal Berangkat

Media Bawean, 2 Juli 2013

Cuaca buruk di perairan Gresik membuat pelayaran MV Tungkal Samudra dibatalkan. Tragisnya larangan berlayar ini diterima ketika semua penumpang telah masuk dalam kapal.

Tak pelak, sebanyak 380 penumpang menjadi sangat marah. Bahkan, beberapa orang penumpang juga terlibat adu mulut dengan petugas adpel, sembari membanting tas bawaan mereka.

Sedianya Tungkal Samudra dijadwalkan berangkat pukul 09.30 menuju Pulau Bawean. Nur Khosim (43) salah seorang penumpang asal Kecamatan Tambak mengatakan, dengan penundaan itu, dia harus mengeluarkan biaya ekstra untuk bertahan hidup di Gresik. “Mulai makan, sampai penginapan di sini, uangnya harus saya tambah lagi,” ucapnya dengan nada tinggi.

Hal senada juga disampaikan oleh Riyanah (28) asal Desa Sukaoneng. Penundaan itu membuat dia dan ibunya harus berada di Gresik lebih lama. “Padahal ibu saya sudah tua, pokoknya benar-benar menjengkelkan,”tukasnya.

Sementara itu, Kasi Kepelabuhanan Adpel Gresik Nanang Affandi mengungkapkan, penundaan itu memang disebabkan adanya cuaca buruk di sekitar perairan Gresik. “Cuaca buruk tersebut berupa ombak yang mencapai ketinggian hingga 2,5 meter,”paparnya.

Menurut Nanang, kondisi itu akan semakin memburuk hingga Selasa (hari ini). “Tapi kalau besok saya tidak tahu tingginya sampai berapa, yang pasti semakin tinggi,”ucapnya.(jan/rtn/ris)

Sumber : Radar Gresik

Kenaikan Tarif Kapal Tujuan Bawean
Menunggu Keputusan Pemkab Gresik

Media Bawean, 29 Juni 2013

Tarif angkutan kapal penumpang Gresik-Bawean hingga masih belum naik, kendati harga BBM sudah naik. Penyebabnya, Pemkab belum merevisi penetapan tarif angkutan kapal sejuah 81 mil laut.

Kepala Dinas Perhubungan(Dishub) Achmad Nuruddin kepada wartawan mengatakan, pihaknya memang belum menjadwalkan kenaikan tarif angkutan untuk wilayah Gresik. ”Sebab, kami belum mengetahui secara pasti tarif resmi angkutan secara nasional,” katanya kemarin.

Dijelaskan, dalam penentuan tarif, Dishub Gresik selalu berpatokan pada ketentuan yang dibuat oleh Kementerian Perhubungan. ”Sebab, selain menunggu penetapan tarif resmi angkutan darat, kami juga menunggu penentuan tarif baru untuk angkutan laut. Terutama untuk jalur Bawean-Gresik,” katanya.

Soal kenaikan tarif sepihak yang dikelakukan angkutan darat, Nurudin menyebut, pihaknya tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi saat ini. ”Kita berharap pelaku angkutan tetap pada patokan resmi sampai nanti ada keputusan,” katanya.

Pasca kenaikan BBM, hampri semua jenis angkutan di Gresik sudah pasang harga baru. Tak tanggung-tanggung, kenaikan tarif yang diberlakukan operator angkutan cukup tinggi. Antara 30-40 persen. Kenaikan itu tak hanya terjadi pada angkutan dalam kota, sejumlah angkutan antar kota juga melakukan hal serupa. Tak pelak, tak sedikit konsumen yang dibuat kaget.

Yang juga sulit terkontrol adalah tarif angkutan laut. Meski belum ada kenaikan, sejumlah penumpang dibuat kelabakan gara-gara makin mahalnya tiket kapal.(yud/ris)

Sumber : Radar Gresik

Bupati Gresik Lelang Jabatan
Cari Pejabat Cerdas

Media Bawean, 30 Mei 2013

Fenomena lelang jabatan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta bakal diimplementasikan di Pemkab Gresik Bongkar. Bupati Sambari Halim Radianto memerintahkan Sekretaris Kabupaten(Sekkab) untuk melakukan fit and proper test pejabat di eselon II dan III.

Konsep fit and proper test hampir mirip dengan lelang jabatan yang digagas Jokowi. Hanya saja, uji kepatutan dan kelayakan di Pemkab Gresik akan dilakukan bersama dengan kalangan akademisi perguruan tinggi.

Langkah Sambari melelang jabatan karena belakangan bupati kecewa dengan kinerja kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang kalah pintar dibanding anak buahnya.

“Langkah itu penting agar pejabat bisa menunjang kinerja bupati. Jika pejabatnya lemot itu akan mengganggu kinerja bupati. Sebaliknya jika layak ya pasti dipertahankan dan bahkan diperpanjang pensiunnya,” kata Ahmad Nurhamim, Wakil Ketua DPRD Gresik.

Sekkab Gresik Moh Nadjib saat dikonfirmasi tak membantah informasi bakal ada mutasi pejabat dalam waktu dekat. Hanya saja Nadjib meluruskan jika kebijakan yang akan diambil untuk penataan. “Bukan mutasi, tapi test kelayakan dan kepatutan,” kata Nadjib.

Pelaksanaan test rencananya pada pekan ke II bulan Juni. Agar hasilnya objektif penyelenggaraannya dengan menggandeng Perguruan Tinggi (PT) di Surabaya. Hasilnya, akan dijadikan dasar untuk penempatan dan pemindahan seorang pejabat.

Menurutnya, fit and proper test untuk menyaring pejabat terutama para kepala SKPD agar kinerjanya layak sesuai kebutuhan di Pemkab Gresik. “Kami bisa melihat langsung potensi pejabat yang ada. Pejabat mana yang layak menempati pos tertentu atau yang masih bisa dipertahankan dan bahkan diperanjang pensiunnya,” imbuh Najib.

Kabar yang berkembang, mutasi yang akan berlangsung mendatang tidak lepas dari aspek politis. Bupati Sambari sengaja menggelar test sebagai alasan untuk mengganti pejabat yang tak bisa dikendalikannya. “Saat ini banyak pejabat yang tak bisa dikendalikan oleh bupati dan hanya ngeribeti,” kata ” kata mantan Kepala Bappeda ini. 

Sumber : Radar Gresik

Lapangan Terbang Bawean
Bisa Didarati Pesawat Sekelas Sukhoi

Media Bawean, 18 Mei 2013

Lapangan Terbang (Lapter) Bawean ditargetkan beroperasi akhir tahun ini. Pemkab Gresik sedang menuntaskan sisa ganti rugi 7 rumah warga yang belum terselesaikan.

“Pembebasan lahan yang sebelumnya kurang 7 rumah kini sudah selesai semua, dan kita target bisa beroperasi sepenuhnya pada akhir 2013,” kata Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto saat menginspeksi Lapter Bawean, Jumat pagi.

Sambari menjelaskan, target itu juga untuk menjawab surat dari Dirjen Perhubungan yang disampaikan melalui Pemprov Jatim. Pusat meminta Pemkab Gresik mempercepat pengoperasian lapangan terbang di Pulau Bawean.

Dikatakannya, landasan pacu di lokasi lapangan terbang yang sudah selesai dikerjakan mencapai panjang 900 meter dari target awal panjang 1.200 meter.

Sambari mengaku dengan panjang landasan pacu 900 meter sudah layak dan bisa dibuat pendaratan pesawat sejenis Sukhoi. Selain itu, lokasi lapangan terbang Pulau Bawean juga sangat strategis, sebab berada di atas dataran tinggi dan dikelilingi laut di sisi kanan dan kirinya.

“Jadi pesawat yang akan mendarat bisa melalui sisi kanan atau kiri, sehingga sangat strategis bagi penerbangan,” katanya.

Sambari yang berkunjung ke Pulau Bawean bersama jajaran Pemkab Gresik itu juga mengatakan, secara kelayakan landasan pacu, keberadaan lapangan terbang itu kini sudah bisa digunakan, hanya tinggal menaruh alat penerbangan yang ada di dinas perhubungan setempat.

Namun, pihaknya mengaku masih berusaha mengoptimalkan landasan pacu dan beberapa lahan yang kini masih dalam proses pembayaran, seperti lahan makam dan beberapa rumah warga.

Sebelumnya, surat dari Dirjen Perhubungan yang berisi agar lapangan terbang Bawean segera dioperasikan diterima oleh Pemkab Gresik pada Kamis (16/5) malam.(yud/ris)

Sumber : Radar Gresik

Dishub Evaluasi Jalur Gresik-Bawean

Media Bawean, 14 Maret 2013 

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik segera mengevaluasi tarif resmi pelayaran kapal Gresik-Bawean. Itu dilaksanakan setelah manajemen Tungkal Samudera (TS) 01 dan Express Bahari(EB) 1C, kerap perang tarif.

Perang tarif itu dianggap menyalahi SK resmi tarif tersebut. Kepala Dishub Gresik, Achmad Nuruddin memastikan, rencana perubahan tarif itu sudah klir pekan depan. ”Kami segera undang dua operator untuk membahas masalah ini. Sebab, daripada nanti muncul perang tarif, sebaiknya tarif yang sekarang berlaku dievaluasi,” kata Nuruddin, kemarin.

Menurut Nuruddin, jika tiap operator kapal sudah berani menurunkan tarif masing-masing, berarti tarif yang berlaku saat ini memang dianggap kemahalan.(yud/ris)

Sumber : Radar Gresik

 
Copyright © 2015 Media Bawean. All Rights Reserved. Powered by INFO Bawean